Moonlight

Title : Moonlight

Author : Shinstarkey, Nanonadia

Cast : Jonghyun SHINee, Luna f(x) [Park Sun young]

Length : OneShot

Language : Indonesia

__

Jonghyun P.o.v

aku membuka mataku pelan. suara burung mulai terdengar di telinga.  aku hendak membuka mata, melihat gadis yang aku temukan semalam.

Aku melihat kearah tempat tidurku dimana aku menidurkan gadis itu di sana. tapi tempat tidur itu kosong dan sudah rapih dengan selimut yang terlipat rapih seperti tidak habis di pakai. kemana dia ?

aku berjalan keluar, mencari gadis itu. gadis yang sama sekali tidak aku ketahui identitasnya. akupun menemukannya di pinggir sungai belakang rumahku. dia terkapar disana, tidak sadarkan diri.

“Hey!.. kau.. “

aku membalikan badan karena mendengar suara gadis dari arah belakangku. dan tenyata gadis itu.

“k-kau.. sudah sadar?”

gadis itu menganggukan kepalanya kearahku sambil tersenyum. aku baru menyadari wajahnya sangat manis.

“siapa namamu?” tanyaku sambil terus menatapnya..

gadis itu mengerutkan keningnya menatapku bingung, dan meletakan telunjukanya di dagu. “aku tidak tahu.. aku tidak tahu siapa namaku..malah aku ingin tanya padamu..” sahutnya dengan nada santai tapi itu malah membuat mataku terbelalak menatapnya. bagaimana bisa dia lupa namanya ? apa dia hilang ingatan?

“Tu-tunggu..?? kau lupa siapa namamu? “

gadis itu hanya mengangguk bingung. aku menghela nafas. bingung dengan apa yang terjadi sekarang. bagaimana dengan gadis ini ? sepertinya dia sangat polos tak tahu apa-apa. bagaimana dia bisa kembali kerumahnya bila dia tak ingat siapa dirinya sendiri.

“kalau kau? siapa namamu ?” tanya gadis itu tiba-tiba kearahku.

“aku Jonghyun.. kim jonghyun.. ” aku tersenyum pada gadis itu. sepertinya dia lebih muda dariku. gaya anak-anaknya masih sangat terlihat pada dirinya.

“mungkin kau dapat memanggilku Oppa.. karena sepertinya aku lebih tua darimu..” timpalku lagi padanya. dia tersenyum.

“oke Oppa.. ” dia menunjukan sederet giginya padaku, menundukan kepalanya tanda berterima kasih.

“baiklah.. mungkin aku akan mencari tahu  tentang dirimu, keluargamu atau sesuatu yang berkaitan denganmu agar kau bisa kembali pada kehidupanmu yang sebelumnya..” sahtku dengan sedikit ragu. sbenarnya aku masih sangat ragu. aku bingung akan mencari kemana berita tentangnya. Mungkin saat ini dia akan tetap tinggal bersamaku, aku tidak mungkin mengusirnya pergi dengan keadaan yang hilang ingatan seperti itu.

“Oppa.. ternyata kau baik sekali. ” dia merekahkan bibirnya kepadaku.. “Oppa. aku sudah menyiapkan sarapan untukmu.. sebagai tanda terimakasih..” gadis itu menarik tanganku menuju ruang makan.

__

Aku Kim Jonghyun.. umurku 20 tahun.. pekerjaanku adalah seorang Juru masak di sebuah restoran kecil, hanya sebatas restoran rumahan saja.. inilah yang bisa aku kerjaan untuk memenuhi hidupku.. dan ini aku bertemu seorang gadis yang terdampar di sungai dekat rumahku.. ia Hilang ingatan.. jadi ku bolehkan untuk tinggal sementara bersamaku.

__

“Luna.. bisa kau bikinkan segelas coklat hangat untukku?” teriakku pada Luna dari luar rumah.  Luna.. gadis yang aku temukan terdampar di pinggir sungai dan hilang ingatan. seminggu sudah berlalu saat aku menemukannya. Aku belum tahu siapa namanya dan kini aku memanggilnya Luna. Luna.. berarti bulan.. bulan selalu terlihat terang pada malam hari. dan begitu juga dengannya. sekarang dia telah menerangkan hidupku dari kesendirianku selama ini. makanya aku memanggilnya Luna, sebelum aku tahu siapa nama aslinya sebenarnya. diapun tidak masalah dengan nama panggilan yang aku buat untuknya.

“ini oppa.. ” Luna datang menghampiriku sambil menyodorkan segelas coklat hangat yang aku minta tadi.

“terimakasih..”

Luna duduk disampingku, mengikutiku memandang bulan dan hamparan  bintang dari luar rumah. Aku suka melakukan ini.. ini kulakukan hampir setiap hari.

“jadi kau selama ini tinggal sendiri?” tanya luna sambil meneguk coklat panas di cangkir yang ia pegang.

“iya..” jawabku singkat tanpa menoleh ke arahnya.

“mengapa?”tanya luna lagi dengan nada penasaran

“karena aku tidak punya keluarga.. Aku di buang…” aku menundukan kepalaku sekarang. pertanyaan luna membuatku mengingat kejadian masa kecilku yang sangat menyakitkan.

“maksudmu?”

“ya, aku diabuang oleh keluarga sendiri.. aku di taruh di sebuah panti asuhan tanpa identitasku. aku juga mendapatkan nama ini dari tempat panti asuhan.” aku menatap kosong ke arah bawah dan aku tahu luna kini semakin menatapku. . maka aku lanjutkan ceritaku lagi padanya  ” dan pada umur 8 tahun aku di adopsi oleh seorang laki-laki aneh.. dia awalnya berjanji pada ibu panti asuhan untuk menjagaku .. tapi hasilnya dia malah menyiksaku.. menyuruhku kerja, di perbudaki..”

Luna duduk semakin mendekat kearahku… “waw.. orang macam apa itu…” Luna sedikit merespon ceritaku dengan menganggukan kepalanya  dan memancarkan ekspresi penasaran.

“ya, waktu itu aku masih bertahan di perbudaki sampai aku menginjak usia 15 tahun.. Aku kabur dari rumah laki-laki itu dan hidup sendiri, sempat aku menjadi gelandangan di jalan.. dan kemudian aku mencari kerja kecil yang dapat aku lakukan. Dan hasilnya sekarang aku bisa mempunyai rumah sendiri.”

“kau sangat mandiri Jonghyun oppa.. “ Luna tersenyum lebar ke arahku. Aku membelai halus rambutnya itu.

“terimakasih luna…”

Entah mengapa aku jadi merasa senang dia berada disini.. dia selalu menghiburku.. aku tidak merasa sendiri. Aku harap keadaan ini akan terjadi selamanya.

“Seandainya aku tahu masa laluku apa.. pasti sangat menyenangkan.. “ gerutu Luna sambil meengut menatapku.

“tenang saja.. aku akan membantumu mencari masalalumu itu..” aku tersenyum manis ke arahnya. Dia mendekat dan mencium pelan pipiku dan itu membuatku terdiam tidak bergerak.

“Kau adalah orang terbaik yang pernahku kenal Oppa..” katanya lagi dan kini ia menyender pada bahuku, menikmati indahnya malam dengan bulan dan bintang yang bertaburan.

__

semakin hari aku semakin dekat dengan Luna, hingga membuat perasaanku berubah kepadanya, aku menyadari diriku telah jatuh cinta padanya. Dia benar-benar seperti bulan bagiku.. dia selalu menemaniku setiap malam.. memberikan cahaya bagi kehidupanku, memberiku kebahagiaan dan ketenangan ketika bersamanya. Aku selalu tersenyum ketika melihat nya, melihatnya tersenyum dan bertingkah sedikit manja padaku. Dan kali ini aku mulai merasa bahwa aku tidak mau kehilangannya.. aku ingin bersamanya terus. Tapi hal itu tidak mungkin.. dia punya kehidupan sendiri begitu pula aku. Dia harus kembali ke masa lalunya….

__

“Lunaaa… aku membawa berita bagus untuk mu “ teriakku sambil membuka pintu rumah hendak masuk kedalam.

Tidak ada suara tanggapan dari Luna, serasa rumah ini begitu sepi. Tidak ada siapa-siapa di dalamnya. Mengapa ruamah ini begitu sepi? kemana luna?

Aku terus mencari Luna, dia tidak ada dimana-mana.. kemana dia ? bukankah dia belum pernah keluar sendirian seperti ini sebelumnya? Dia tidak tahu jalan.

Kemana dia? Padahal aku ingin mengasih tau tentang berita yang baru saja aku dapat tentang keluarganya. Aku menemukan selembaran kertas tentang di carinya seorang putri dari keluarga kaya yang hilang di sekitar bantaran sungai yang mengalir melewati rumahku itu. Nama putri itu adalah Park Sun young. Mungkin saja itu benar-benar Luna..

Luna tidak ada dimana-mana.. dia seperti menghilang. Aku putuskan untuk berhenti mencarinya dan menunggu nya di rumah, mungkin dia hanya pergi keluar sebentar untuk menikmati pemandangan di luar yang tergolong bagus.

Aku berjalan ke kamar, pandanganku tertuju pada sebuah kertas yang tergeletak di meja kecil samping tempat tidur. Aku langsung berjalan menuju kertas tersebut dengan meraihanya.

Oppa.. Mianhae.

bukan maksudku untuk membohongimu.. Aku hanya ingin keluar dari kehidupanku yang lalu..

Sebenarnya aku tidak hilang ingatan.. Aku ingat semua, aku ingat semua masalaluku.. Masalaluku yang tidak semulus yang di duga..

Aku adalah anak dari seorang pengusaha ‘park’ yang terkenal kaya, tapi kekayaan itulah yang membuatku muak. Mereka mengekangku, mereka  selalu menyuruh-nyuruhku.. Aku ingin kebebasan..

Maka dari itu aku kabur dari rumah.. menelusuri sungai dan terdampar di dekat rumahmu..

Dan semenjak saat aku tinggal bersamamu aku merasa bebas.. tidak ada tekanan sama sekali, dan tau tahu oppa.. Kau membuat hidupku lebih bahagia dari sebelumnya.. Aku ingin melupakan semua kehidupan lamaku.. dan aku ingin Hidup bersmammu.. menjalani hidup sederhana seperti yang kita lalui kemarin…

Tapi…

Kenyataan mengubah semua impianku.. Aku harus kembali ke dalam kehidupan lamaku.. Aku harus meninggalkan semua ini.. meninggalkanmu…

Mianhae… Aku sudah merepotkanmu selama ini.. Aku sudah membuatmu susah.. Terimakasih atas semua perhatianmu padaku , Oppa.. Aku senang kau Panggil aku dengan sebutan Luna.. yang berarti Bulan..Aku ingin selalu menjadi bulan untukmu.

Dan asal kau tahu Oppa…

Aku Mencintaimu Oppa..

Dan akan tetap mencintaimu…

Luna..

Park Sun Young.

__

Aku duduk sendiri di tepi teras rumah. Memandang kearah langit yang sekarang sudah gelap. Aku seperti kembali ke kehidupanku sebelum bertemu dengan Luna.. kesepian.. hanya sendiri menatap langit yang berkilau karena bintang dan memandang Bulan yang bersinar terang. Aku ingin seperti kemarin.. Bersama Luna..

Kami selalu bercanda di malam hari bercerita, sama-sama mengagumi keindahan Langit. Aku ingin seperti itu lagi..

Aku memandangi langit, kali ini langit sangat gelap, tidak ada bintang atau pun bulan yang muncul. Mereka semua tertutup oleh awan hitam yang mendominasi langit sekarang. Langit seakan hatiku saat ini.. hatiku yang redup, hatiku yang gelap tidak ada cahaya bulan atau bintang. Hanya Hitam.. gelap..

Mengapa otakku selalu memikirkan Luna??

__

2 tahun sudah berlalu..

Kini aku sudah menjadi Koki handal di sebuah restoran besar, bintang 5.. wah.. ini memang sangat mengherankan. Pria biasa yang dulunya hanya menjadi koki retoran rumahan malah menjadi koki restoran bintang 5..

Karirku melonjak setelah kepergian gadis itu. Aku melupakan kejadian itu, melupakan gadis itu dan kemudian aku belajar keras untuk meningkatkan karirku.

Aku sekolah di sekolah memasak dan mendapat sertifikat. Mengikuti banyak ajang masak dan menjadi juara I , dan uang hasil dari ajang masak itu untuk membayar sekolah memasak itu. Dan… jadialah aku seperti ini.. menjadi Koki utama di sebuah restoran bintang 5. Akupun tidak percaya dengan karirku sekarang.

“chef Jonghyun.. “ Panggil sang pemilik restoran bintang 5 yang biasa aku sebut dengan Mr.Park Aku menoleh kearahnya dan membungkukkan badanku..

“bisa Aku minta tolong padamu?” sahutnya lagi padaku. Aku menganggukan kepalaku.

“ne, apa yang bisa saya bantu?”

“Malam ini aku akan menyambut kedatangan Putri ku satu-satunya yang telah lama kuliah di Amerika.. bisa kau datang kerumah untuk menghidangkan makanan-makan untuk pesta kedatangan putriku itu?”

Aku terdiam sejenak menimbang-nimbang permintaan Mr. park. Sebenarnya malam ini aku akan berniat pulang ke rumahku yang berada di desa itu. Aku rindu dengan pemandangan malam di sana. Tapi tidak mungkin aku menolak permintaan sang pemilik restoran tempat aku bekerja ini.

“Baiklah.. Aku bisa..” sahutku sambil tersenyum kearah Mr.Park

Tugasku ini lebih penting dibandingkan dengan melihat indahnya malam disana. Mungkin bisa besik lusa aku pergi ke rumahku itu.

__

Rumah yang sangat megah penuh dengan perabotan-perabotan yang aku tahu itu sangat mahal. Begitu juga dengan peralatan dapurnya. Sangat mahal dan berkwalitan tinggi. Mr.Park memang sangat kaya. Dia sudah membangun beberapa usahanya di segala bidang. Pantas saja dia menggelar acara kedatangan putrinya itu dengan sangat megah.

Aku mulai memasak masakan sesuai menu yang di siapkan. Dengan lihainya tanganku mengambil semua bumbu, meracikanya hingga menjadi sajian yang cukup untuk di bilang baik.

Aku memasak masakan ala Prancis..

Cream puffs, Apple Tart, soufflé, chocolate Éclair, Croque Monsieur… dan beberapa makanan lainnya yang ku masak.

Pekerjaan ini sangat melelahkan karena aku harus memasakknya untuk banyak orang, walau di Bantu beberapa assistenku dan beberapa koki di rumah ini tapi tetap saja rasanya sangat letih.

__

Kini tugasku sudah hampir selesai, hanya tinggal menjamu para tamu, menyediakan makanan yang aku buat. Urusan menata makanan dan yang lainnya aku serahkan pada assistenku saja.

Aku duduk di bangku yang tersedia di dapur. Salah satu assistenku yang kerap ku sapa Key ikut duduk di sebelahku. Dia adalah assisten pang paling sering mengobrol denganku.

“Ya! Key! Mangapa kau tidak mengerjakan tugasmu.. bukankah tadi ku suruh kau untuk menyusun kue-kue?” aku menatap Key kini melepaskan topi kokinya dan mengibas-ngibaskan topi itu ke arah wajahnya.

“Aku lelah hyung.. berilah waktu istirahat pada assistenmu ini.. jangan kau saja yang beristirahat..kami juga lelah.”

Perkataan Key yang terkesan kurang ajar itu membuatku mendesis pelan dan menoleh ke-arahnya. Tapi memang seperti itulah gaya bicaranya, se-enaknya saja.

“Dasar kau.. “ balasku singkat.

“Argh.. lagian apa pentingnya sih Park Sun young itu? Baru pulang dari Amerika saja pakai mengadakan Acara semeriah ini.” Timpal key.

Aku langsung menatap Key sehabis mendengar perkataan nya itu. Dia bilang ‘Park Sun young’? nama itu… Rasanya aku pernah mendengar nama itu.. tapi aku tidak ingat.

“ya! Hyung.. mengapa kau diam saja?”  key menyenggol tanganku dengan sikutnya. Tanpa ku sadari, aku hanya terdiam dari tadi.

“tidak apa-apa.. emm.. apa Park Sunyoung itu anak dari Mr. park?” tanyaku pada Key.

“iyalah.. siapa lagi.. orang yang disambut hari ini.. bernama PARK SUN YOUNG”

Aku terdiam dan mencoba mengingat, Aku tahu nama itu, nama yang tidak asing lagi bagiku tapi siapa? Apa mungkin itu nama dari gadis itu? Luna?

Aku tidak ingat lagi pada Luna.. bahkan bayang-bayang wajahnya saja sudah samar-samar di otakku

__

Para undangan sudah memenuhi seisi Rumah aku melihat itu dari balik pintu dapur. Aku masih penasaran dengan putri Mr. Park yang bernama Sunyoung itu.

Acara sudah di mulai dan kami para koki serta assistennya ikut menghadiri acara itu. Kami berdiri berjejer di samping ruang makan. Memasang senyum indah agar terkesan ramah.

Berbagai pidato penyambutan terdengar dari speaker. Ini terkesan sangat lama. Bahkan kami menjadi mengantuk mendengarnya. Dan ketika saat putrid itu turun dari tangga suasana menjadi ramai orang-orang mendadak melangkah maju ke depan, untukl melihat sosok putri itu. Haruskah sampai segitunya?

Orang-orang itu berhasil menghalangi pandanganku untuk melihat ke-arah putri itu. Sejujurnya aku ingin lihat , tapi karena posisiku yang tak mungkin maju ke depan. Aku dan yang lainnya hanya berdiri tegap ditempat.

__

malam sudah semakin larut. Tamu-tamu sebagian sudah menuju ke rumahnya masing-masing. Dan giliran kami para pekerja dapur membereskan dapur dan peralatannya. Beruntungnya aku menjadi koki kepala dan mempunyai assisten, aku tidak perlu melakukan pekerjaan itu. Aku tinggal menyuruh asisstenku.

Aku berjalan ke luar rumah menuju halaman yang terbuka. Aku duduk di hamparan rumput hijau. Memandang ke langit.

Bulan terlihat dari sini dan kemudian aku teringat pada suatu nama, Luna.. yang berarti bulan.. dan Luna.. yang berarti gadis itu.. gadis yang sempat mencuri hatiku. Yang sempat membuatku jatuh cinta.

“Aku tahu itu Kau, Jonghyun Oppa…”

Suara itu membuatku menoleh kearah belakang. Menemui sosok seorang wanita dengan mini dress berwarna hitam. Wajahnya belum terlihat jelas olehku, karena ia bukan berdiri di bawah sinar lampu.

Wanita itu melangkah ke-araku dia duduk di sebelahku aku selalu berusaha melihat ke wajahnya dan kini wajahnya terlihat jelas dimataku…

“Lu..Luna?”

Aku tidak percaya dengan penglihatanku sekarang, gadis yang selama ini menghilang dari kehidupanku sekarang muncul tepat di hadapanku. Luna tersenyum ke arahku membuat aku tergugup dan diam menatapnya.

“ternyata kau masih mengingatku Oppa…”

Aku tersenyum sedikit ke-arahnya. Aku membuang rasa ke tidak percayaanku dan mencoba bersikap biasa.

“Apa kau benar Putri Mr. park.. ?” tanyaku tiba-tiba.

“ya, dia Appaku.. “

pandangan luna kinni berpindah ke langit. Sama dengan yang aku lakukan tadi.

Luna membuka suaranya lagi “Aku rindu keadaan seperti ini.. dimana aku dan Oppa berdiaan menikmati coklat panas di bawah hamparan bintang seperti ini.. Aku tidak bisa melupakan kejadian itu.. dan aku sangat senang dimana Kau memanggilku dengan sebutan Luna.. ”

Aku tersenyum lagi dan ikut memandang langit. “begitu juga denganku.. ketika aku melihat langit dan melihat bulan.. aku selalu teringan akan sosok mu.. karena sejujurnya kau adalah Bulan bagiku.. penerang bagi hatiku yang gelap..” kata-kata itu keluar sendiri dari mulutku.

“Jeongmal? Oppa menganggapku sebagai bulan bagimu?” Luna tersontak dan langsung menatapku dengan tatapan tidak yakin.

Aku menganggukan kepalaku. “Iya.. itu benar.. karena aku mencintaimu…”  kataku dan sekarang menatap Luna. Luna terdiam dan tersenyum. “Apa kau masih mencitaiku, Luna?” kataku lagi.

Luna mengerutkan wajahnya. “tentu saja.. apa oppa tidak membaca suratku.. kan sudahku bilang aku akan tetap mencintai seorang KIM JONGHYUN walau kita tidak bertemu lagi..” gerutu luna sambil merengut. Wajahnya membuatku tertawa dan akupun mencubit hidungnya.

Akupun memeluknya sekarang. Aku sangat rindu sosoknya yang benar-benar bisa menghiburku. Dan kini hatiku kembali terang karena bulan ku.. Luna…

__

dan kini…

Luna alias Park Sun young menjadi kekasihku.. dan beruntungnya, hubungan kami di terima oleh Ayah Luna..  hahaha.. mungkin karena aku salah satu koki handal di restoran nya. Mungkin juga nanti aku akan mewarisi restoran ini. Hehe ini adalah impianku..

Dan aku harap…

Aku dan luna tak akan terpisahkan lagi.. karena hatiku akan selalu terlihat sangat gelap bila tak ada Luna di sampingku.. bila tidak ada sinar dari nya.. hidupkupun menjadi gelap.

You’re my moonlight in my heart…

[FIN]

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , , , , | 10 Comments

Post navigation

10 thoughts on “Moonlight

  1. lathatytula

    annyeong.
    ak new reader disini.
    lia 16 yo.^^

    suka bgt ama ceritanya.
    JongNa so swit bgt.
    hehe.

  2. ceritanya bagus bnget ^^
    So sweet!

  3. flo

    so sweet >.<

  4. Hai saya new readers disini.
    suka de sama cerita ini.
    tp boleh req cast ga? mau cerita LUNEW dong ^^
    gomawo🙂

  5. so sweet bangeet ^^

  6. Annyeong.. New reader🙂
    JjongNa sweet bgt😀 daebak critanya,keep on writing ya ttg JjongNa🙂

  7. cheny

    Daebak.. Bagus bgt nih crtanya…

  8. Aih.. JongNa so sweet…

  9. Mumu

    Aigooo happy ending! ^^~

    Kata-katanya ada yang perlu diperbaiki tuh thor ._.v
    Cara penulisannya juga🙂

  10. vankaka

    keren! jongna manis banget, ditunggu marriage life nya hhah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: