Don’t Touch Her !

Title : Don’t Touch Her!

Author : ilmacuccha

Cast : SHINee Kim Jonghyun, SHINee Kim Kibum a.k.a Key, f(x) Amber

Genre : Family, Friendship, Fluff/Romance

Rate : PG13

Length : Oneshoot

Poster and Thanks To : Fai ShinLee Kevin

Disclaimer : Plotnya punyaku!! Jonghyun juga,, Hehe


Be a Good Readers Please …

It’s Not For SILENT READERS!!!

Normal P.O.V

BRUGH

Seorang pria kini menghantam pria dihadapannya ke tembok dengan kasar. Sembari menarik kerah pria yang ada dihadapannya itu, dia memandang pria yang hampir dihajar olehnya itu dengan tatapan tajam. Si pria yang tadi dihantam itu hanya diam, entah takut atau tak peduli, yang jelas terlihat gurat kegalauan dari wajahnya. Tetapi dia bisa mengetahui siapa pria yang sedang marah padanya itu. 

“YA!! Aku sudah bertanya!! Kenapa kau kemarin melempar bola basketmu pada Amber, HAH?!!” Sentaknya dengan nada tinggi. Pria yang mempunyai rambut mencolok itu terus menatap dengan tajam seolah ingin segera saja mengakhiri dengan kekuatannya.

“Hanya tak sengaja, sunbae,” jawabnya sedikit sopan.

“Hanya katamu?! Kau tahu gara-gara KAU! Kepalanya merah!!” Teriaknya keras penuh emosi.

“Jeosonghamnida,” lirihnya. Pria dengan rambut mencolok yakni kuning itu melepaskan tangannya dari kerah pria didepannya. Dia sedikit merapikan poninya.

“Sekali lagi kau seperti itu! Aku tak akan segan-segan! ARA?!” Serunya sambil melenggang pergi.

***

“Jonghyun! Kajja kira berangkat!” Seru seseorang dibelakang Jonghyun.

“Jangan panggil namaku! Aku kan lebih tua darimu!” Seru Jonghyun sambil masih membereskan buku pelajarannya.

“Ya! Hyung! Kajja!” Teriak orang yang dibelakang Jonghyun lagi.

“Ya! jangan panggil Hyung! Panggi- HUWAAA!!” Ucapan Jonghyun terpotong saat dia membalikkan kepalanya untuk melihat si pemilik suara. Orang yang diteriaki hanya menatap Jonghyun heran,

“Ya! Ganti pakaianmu!! Pakai seragam perempuan bodoh!!” Seru Jonghyun.

“Sirheo!” Balasnya.

“AMBER!!! CEPAT GANTI SERAGAMMU!!!” Teriak Jonghyun pada Amber yang akhirnya berhasil membuat Amber keluar dari kamarnya untuk mengganti seragam yang dipakainya.

“Uh, aigoo~” keluh Jonghyun.

Kim Jonghyun. Seorang remaja yang saat ini masih menduduki kelas 2 SMA. Memiliki watak yang garang dan ketus terhadap semua orang (kecuali keluarganya). Mempunyai style yang aneh apalagi untuk rambutnya yang dia cat menjadi kuning, dan hampir membuat dia dikeluarkan dari sekolah kalau saja ayahnya tidak memiliki kewenangan dalam sekolahnya. Memiliki banyak teman dan musuh pastinya karena dia termasuk murid yang populer di sekolahnya karena gayanya yang mencolok dan wajah tampannya tentunya.

“Hyung! Kajja kita berangkat!!” Seru Amber.

“Ya!! Jangan panggil aku Hyung bodoh!!” Timpal Jonghyun.

Amber Kim. Seorang remaja yang sama-sama masih menduduki kelas 2 SMA, tentu saja karena dia saudara kembarnya Jonghyun, tak percaya? Dia memiliki watak ceria tapi cukup garang seperti saudara kembarnya yang lebih dulu lahir, Jonghyun. Mempunyai style yang tomboy, tak pernah memanjangkan rambutnya walaupun dibujuk akan dibelikan mobil sekalipun. Mati-matian meminta ijin dari orangtuanya dan Jonghyun agar dia juga mewarnai rambutnya menjadi kuning seperti Jonghyun, sialnya itu sangat ditolak Jonghyun karena berbagai alasan, salah satunya karena Jonghyun tak ingin terlihat seperti kembar beneran dengan Amber. Populer karena wajah tampannya, tetapi dibenci beberapa temannya karena dia terlalu tampan. Satu lagi, tak pernah memanggil lelaki yang lebih tua darinya dengan sebutan ‘Oppa’ menurutnya itu menjijikkan.

“Ya! Jonghyun! Aku ingin mewarnai rambutku juga!” Pinta Amber.

“Sirheo!” Jawab Jonghyun sambil terus menatap jalanan.

“Oke, tak akan berwarna kuning!” Rengek Amber lagi.

“Sirheo!” Balas Jonghyun masih tak menatap saudara kembarnya itu.

“Ya! Ya! Jonghyun! Jebal,” rengek Amber untuk kesekian kalinya sejak Jonghyun baru saja mewarnai rambutnya.

“Ahjusshi, bisa berhentikan dulu mobilnya?” Tanya Jonghyun dengan nada dinginnya. Tiba-tiba Ahujusshi yang sedang menyetir mobil untuk si kembar itu menginjak pedal rem. Amber menoleh ke Jonghyun.

“Eh, wae?” Tanyanya heran.

“Kalau kau masih terus merengek ingin mewarnai rambutmu, cepat keluar dari mobil ini dan jangan pernah berbicara denganku selamanya!” Seru Jonghyun dengan ketus. Amber terbelalak dia bedikit takut dengan aura kakaknya yang tiba-tiba menjadi dingin dan menakutkan seperti ini. Dia menelan ludahnya, dia tahu Jonghyun tak pernah main-main dengan ucapannya. Saat dia berkata bahwa dia akan membuang motornya saat Amber meminta dibelikan motor sport juga, dia benar-benar melakukannya! Dia benar-benar membuang motornya ke laut! Setidaknya maksudnya dia sengaja agar motornya dicuri oleh seseorang, dan pulang kerumah dengan santainya berkata pada Amber ‘Aku sudah tak punya motor jadi kau jangan memintanya lagi!’

“Eh, engh Jjong, ugh! Oke! Aku tak akan merengek lagi agar rambutku diwarnai!” Seru Amber agak kesal.

“Ahjusshi, jalankan kembali mobilnya,” titah Jonghyun.

“Haish, menyebalkan!” gerutu Amber dalam hatinya.

***

“Jonghyun!!” Panggil seseorang dari belakang Jonghyun. Jonghyun berbalik dna mendapati Amber tengah mengatur nafasnya, dia sedikit melonggarkan dasinya dan merapikan roknya yang pasti menyebalkan itu.

“Wae?” Tanya Jonghyun dengan sifat biasanya yang sinis.

“Aku tak bisa pulang denganmu, aku ada acara dengan Sulli dirumahnya, ijinkan aku ya?” Rengeknya sambil mengeluarkan puppy eyesnya.

“Sirheo!” Jawab Jonghyun sambil kembali berjalan.

“Ya! Ya! Ijinkan aku kali ini saja, jebal..” Rengek Amber lagi.

“Tch, geurae! Tapi aku akan menjemputmu tepat jam sembilan,” balas Jonghyun tak mempedulikan Amber yang kini sudah berteriak tak jelas.

“Gomawo Jonghyun!!” Teriak Amber sampai terdengar jelas oleh Jonghyun yang kini sudah terpaut jarak sepuluh meter darinya. Jonghyun hanya mengangkat tangannya tanoa menoleh sedikit pun.

***

Jonghyun memandangi jam dirumahnya, sudah hampir jam sembilan, dan Amber masih tak mengangkat teleponnya sejak Jonghyun meneleponnya jam delapan. Untungnya Umma dan Appanya masih berada di China dan baru bisa pulang besok. Jonghyun sedikit lega mengetahui kalau mereka baru akan pulang besok, setidaknya sampai Amber benar-benar mengangkat teleponnya dan pulnag dengan selamat bersamanya.

Ting

Detika jam berbunyi begitu keras saat jarum panjang tepat berada di angka 12. Jonghyun menyambar jaketnya dan kunci mobilnya. Dia pun keluar tanpa mempedulikan seruan dari pelayannya agar mereka saja yang menjemput Amber. Baru saja mobil Jonghyun akan keluar dari garasinya yang luas. Sebuah mobil berhenti tepat di depan tangga pintu utama rumahnya. Seorang pria terlihat sedang membopong remaja perempuan.

“Ya! Apa yang kau lakukan pada Amber HUH?!” Teriak Jonghyun garang saat menyadari kalau perempuan yang dibopong oleh laki-laki itu adalah Amber. Jonghyun menarik paksa Amber dari pangkuan laki-laki itu.

“Engh- Jjong,” ujarnya. Jonghyun bisa merasakan bau alcohol dari mulut Amber. Dia mendudukkan Amber dan kemudian tanpa aba-aba langsung menonjok laki-laki yang tadi membopong Amber itu.

“Ya!!” Serunya sambil menahan sakit yang mendera pipi kirinya. Jonghyun mendengus.

“Pergi kau!! Jangan sampai kepalan tanganku ini kembali mendarat di tubuhmu!” Seru Jjong sambil membopong Amber ke dalam rumah. Dia tak mempedulikan laki-laki tadi mengumpat pelan dan mengeluarkan sumpah serapahnya yang tak akan dianggap oleh Jonghyun sedikit pun.

“Ehm,” Amber kembali menggumam. Jonghyun tak habis pikir bagaimana Amber bisa menjadi seperti ini? Amber meminum minuman beralkohol dan pulang dengan laki-laki tadi. Dia juga tak habis pikir kenapa Amber yang berkata akan pergi ke rumah Sulli ini jadi seperti habis pulang dari pub?

***

“Jonghyun!” Amber terus memanggil Jonghyun sejak dia sudah bangun sampai sekarang di dalam mobil menuju sekolahnya. Jonghyun tak menoleh dan masih asyik menonton pemandangan diluar jendela mobil.

“Ya!” Amber kembali memanggil saudaranya itu. Kali ini dengan sedikit lebih keras, sialnya Jonghyun tetap tidak bergeming sedikit pun. Amber menggerutu pelan, dia tak tahu apa yang membuat Jonghyun tapi seperti ini? Oke dia juga tak tahu apa yang terjadi pada malam kemarin sampai akhirnya dia sudah berada di kamarnya sendiri.

“Ya!! Jonghyun!! Lihat aku!!” Amber kembali berteriak dan memukul bahu Jonghyun.

“Ya!! JONGHYUN!!” Kali ini Amber benar-benar kesal.

“Berhentilah berteriak bodoh!” Timpal Jonghyun dengan dinginnya.

“Habisnya kau diam saja!” balas Amber dengan wajah cemberut.

“Jangan bicara padaku lagi,” ucap Jonghyun sambil kembali mengacuhkan Amber dan beralih menatap jalanan.

“Mianhae,” lirih Amber. Jonghyun masih tak bergeming.

“Mianhae,” lirihnya lagi.

“Mianhae, jangan dingin seperti ini padaku! Jebal!” Lirihnya. Amber sedikit terisak saat mengatakan ini. Jonghyun menolehkan kepalanya dan mengangkat wajah Amber yang kini cukup basah karena air matanya.

“Aigoo, Amber uljima,” ujar Jonghyun berusaha menenangkan Amber. Amber mengusap matanya yang cukup basah dan menatap Jonghyun.

“Gomawo, ini lebih baik,” ujar Amber sambil tersenyum. Jonghyun pun ikut tersenyum sambil ikut mengusap pipi Amber. Dia tahu, walaupun mereka lebih sering bertengkar dibanding dengan rukun mereka pasti memiliki ikatan batin yang kuat, apalagi mengingat mereka adalah saudara kembar. Jonghyun menatap Amber yang kini sudah asyik dengan ponselnya.

“Adik aneh,” gumamnya pelan yang tak disadari oleh Amber.

***

Jonghyun berjalan pelan di koridor sambil memasang wajah dinginnya. Bel pulang sudah berdentang sejak tadi, tetapi ternyata masih ada murid yang memilih untuk diam dulu di sekolah. Dengan langkahnya yang bagaikan pangeran es yang berjalan dengan angkuh dan wajahnya yang memiliki kualitas yang bisa membuat mata orang meleleh, membuatnya menarik perhatian dari banyak murid perempuan.

“Sunbae!” Panggil seorang perempuan di depannya sambil berusaha menetralkan detak jantungnya. Langkah kaki Jonghyun terhenti. Dia menatapi murid yang ada dihadapannya sekarang. Cantik, putih, berambut panjang, dan cukup tinggi.

“Waeyo?” Tanya Jonghyun dengan nada andalannya, dingin. Murid perempuan itu menarik nafas panjang dan mengelus dadanya pelan seolah menyemangati dirinya sendiri.

“I-ini a-aku engh- TERIMALAH COKLAT BUATANKU!!” Teriaknya sambil membungkuk saat dia akan memberikan coklat itu.

“Eh, wae? Hari ini bukan tanggal 14 Februari,” ujar Jonghyun sambil mengernyitkan dahinya.

“I-ini, tadi aku membuat coklat saat pelajaran memasak, terimalah sunbae, jebal,” ujarnya.

“Kamsahamnida,” ujar Jonghyun sambil menerima coklat pemberian murid perempuan itu. Jonghyun kemudian tersenyum dan melenggang pergi sambil menenteng coklat dari murid itu. Dia bisa mendegar dengan jelas murid itu dan kawannya berkata ‘Jonghyun sunbae neomu kyeopta,’ dan ‘Senyumnya manis sekali!!’ yang akhirnya membuat sebuah senyuman manis terukir di bibirnya.

Jonghyun akhirnya tiba di depan sebuah ruangan yang diyakinininya sebagai ruangan kelasnya Amber. Dia tanpa mengetuk pintu langsung membuka pintu kelas yang memang tak terkunci. Dia cukup terkejut mendapati Amber kini sedang bercanda ria dengan laki-laki yang Jonghyun yakin sudah mendapat bogemnya kemarin malam.

“Ya! Amber!” Seru Jonghyun rada garang. Amber yang sedang tertawa lepas tadi menoleh dan menatap heran Jonghyun.

“Wae?” Tanyanya. Jonghyun menghampiri Amebr dengan cepat dan menggenggam tangannya lalu menarik tangannya dengan paksa.

“Ya! Ya! Kau ini kenapa sih?!” Tanya Amber sebal sambil menahan cengkraman dari tangan Jonghyun yang cukup kuat. Laki-laki yang tadi sedang sibuk memberikan lelucon langsung mengerutkan dahinya melihat pemandangan ini.

“Ya! Jonghyun!!” Teriak Amber yang akhirnya membuat Jonghyun melepaskan cengkramannya dari pergelangan tangan Amber.

“Jangan dekat dengan dia Amber,” ujarnya dengan nada dinginnya.

“Wae?” Tanya Amber heran.

“Dia bukan laki-laki baik Amber! Kemarin saja dia kan yang membuatmu mabuk?!” Ujar Jonghyun dengan nada sedikit tinggi.

“Kibum bukan laki-laki seperti itu!!” Bantah Amber.

“Pokoknya sudah kubilang jangan dekat dengan dia lagi!!” Seru Jonghyun.

“Sirheo!! Aku tak akan mendengarmu lagi!! Ini hidupku!! Kau tak berhak mengaturnya Jonghyun!! Kajja Kibum kita pergi!” Seru Amber sambil menarik tangan Kibum dan pergi meninggalkan Jonghyun yang sudah kesal. Jonghyun hanya bisa menatap punggung Amber yang semakin menjauh.

“Argh!!!” Geramnya sambil sedikit meninju dinding kelas Amber.

***

Semakin hari Amber ternyata benar-benar tak mendengarkan semua yang Jonghyun katakan. Dia tak pernah setidaknya tersenyum pada Jonghyun walaupun mereka serumah dan kamar tidur mereka bersebelahan. Dan hampir setiap pagi, Kibum yang Jonghyun benci selalu menjemput Amber dan hampir membuat Jonghyun akan memecat semua pelaya dan kalau dia tidak sadar. Dan yang paling parahnya bahkan Amber kini selalu memakai seragam perempuan dan memakai aksesoris rambut seperti jepit atau bando, walaupun rambutnya masih pendek. Jonghyun tahu itu kemajuan, tapi dia tidak suka yang membuat Amber berubah adalah Kibum dan bukan dia.

Tiin-Tiin

Suara klakson motor terdengar dari luar. Amber yang tadi masih sarapan langsung menghabiskan rotinya dan berlari kecil menuju pintu depan rumah keluarga Kim. Jonghyun yang memang juga sudah selesai sarapan langsung keluar pula menunggu pelayannya mengeluarkan motor sportnya.

“Ini, pakai helmnya,” ujar Kibum ramah. Amber tersenyum dan menerima helm dari Kibum dengan senang hati.

“Kajja berangkat!” Seru Amber sambil mengacuhkan tatapan benci dari Jonghyun. Mereka pun akhirnya berangkat meninggalkan Jonghyun yang masih kesal pada mereka.

“Tuan muda, ada telepon dari Nyonya,” ujar salah seorang pelayannya smabil menyodorkan telepon.

“Ne, kamsahamnida,” ujar Jonghyun sambil menerima telepon itu.

“Yeoboseyo, Umma?” Ujar Jonghyun pada Ummanya yang sekarang masih berada di China.

“Aigoo~ Jonghyun-jagi, Umma tak bisa pulang lagi hari ini, pekerjaan masih menumpuk, Appa juga sama. Jadi Umma minta kau menyelesaikan masalahmu dengan pacarnya Amber itu secepatnya!” Ujar Ummanya dari China.

“Mwo? Darimana Umma tahu?”

“Amber menelepon Umma beberapa hari lalu, dia berkata kalau kau dan laki-laki yang dia sebut temannya tapi Umma yakin kalau dia itu pacarnya bertengkar,” Jelas Ummanya lagi.

“Kalau kau tak segera menyelesaikannya, Umma akan menagih hutangmu karena membiarkan motormu dicuri, ARA?” Ancamnya Ummanya.

“Ne, ne. Annyeong,” ucap Jonghyun sambil menutup sambungan telepon dengan Ummanya yang bawel itu. Dia segera menyerahkan telepon itu kembali pada pelayannya dan menaiki motornya.

“Awas saja kalau dia tak serius,” ucap Jonghyun sebelum benar-benar memacu motornya menuju sekolah. Akhirnya setelah beberapa menit Jonghyun memacu motornya, dia sampai ke sekolah dan segera memakirkan motornya lalu berjalan pelan menuju kelasnya Amber.

“Agasshi, bisakah kau sampaikan pesanku pada orang yang bernama Kibum? Beritahu dia pulang sekolah aku tunggu di belakang sekolah, penting. Ara?” UcapJonghyun.

***

“Ehm, annyeong,” sapa seseorang dari belakang Jonghyun. Jonghyun segera membalikkan badannya dan mendapati laki-laki yang katanya pacar Amber itu sudah ada dihadapannya.

“Annyeong,” balas Jonghyun sedikit enggan.

“Jadi? Untuk apa aku harus datang menemuimu?” Tanya Kibum sedikit kikuk.

“Kau serius dengan Amber?” Tanya Jonghyun to the point. Kibum sedikit kaget mendengar pertanyaan yang kelaur dari mulut Jonghyun.

“Wae? Kau tak bisa menjawab? Kalau begitu jangan dekati Amber lagi,” ujar Jonghyun dingin sambil beranjak meninggalkan Kibum yang masih ternganga.

“Chankaman!! Aku serius dengan Amber, walaupun orang berkata apa, aku serius dengannya, aku cinta dia!” Seru Kibum yang langsung membuat langkah Jonghyun terhenti.

“Jeongmal? Perlihatkan padaku kalau kau memang mencintainya,” uji Jonghyun. Kibum berpikir sejenak, dia kemudian menghampiri Jonghyun.

“Tunggu saja tujuh tahun lagi, aku akan buktikan kalau aku memang serius,” ujar Kibum. Jonghyun mengangguk.

“Geurae, kau jangan macam-macam padanya,” ujar Jonghyun sambil berjalan meninggalkan Kibum yang kini sudah terlonjak kegirangan.

***

7 Years Later …

“Aku tak percaya kalau ini memang akan terjadi, oh!” Seru seorang pria dengan rambut yang masih mencolok seperti dulu, Kim Jonghyun.

“Haha, pukul saja dirimu, kau pasti akan percaya Oppa!” Timpal wanita muda yang masih tak ingin memanjangkan rambutnya, dan akhirnya mengucapkan hal yang tabu baginya dulu, Amber.

“Bisakah kau tak mengganggu kami Hyung?” Tanya pria dengan rambut sedikit warna-warni dengan sebal, dia sedikit memanyunkan bibirnya, Kibum.

“Bisakah kau tak berbicara terus Kibum? Kau itu cerewet sekali seperti Umma-Umma,” timpal Jonghyun dengan nada kesal pula.

“Tak peduli, yang penting sekarang aku benar-benar serius kan, Jonghyun Hyung?” Tanya Kibum dengan sedikit menekankan pada nama Jonghyun.

“Ne, aku bangga padamu,” ujar Jonghyun sambil menepuk pundak Kibum.

“Ya! Kalian ini seperti Ahjusshi-Ahjusshi saja,” celetuk Amber. Jonghyun dan Kibum tertawa. Jonghyun kali ini dengan terpaksa walaupun dia tahu Kibum pasti bisa sukses, dia harus menyerahkan Amber pada si rambut pelangi itu. Janjinya ketika di belakang sekolah benar-benar dia wujudkan, dia menjadi sukses dan mempunyai beberapa perusahaan, bahkan kalau saja Kibum tidak menikah dengan Amber mungkin dia akan menjadi saingan terberat Jonghyun dalam berbisnis.

“Jagi-a, saranghae,” ucap Kibum tiba-tiba. Dia mengecup pipi Amber dan langsung membuat Amber tersenyum sambil menutupi wajahnya.

“Ya! Kalian ini norak sekali, Kibum! Harusnya kau memanggil Amber dengan sebutan ‘yeobo’,” titah Jonghyun. Amber terkekeh pelan.

“Ya! Jangan mengaturku pabboya Hyung! Sudah sana! Cepat cari istri! Masa kau didahului oleh adikmu sih dalam menikah?” Timpal Kibum seolah mengejek.

“Ya! Sudahlah! Oppa lagi! masa datang ke pernikahanku tak membawa hadiah?” Tanya Amber.

“Aku punya kok, sini,” ucap Jonghyun menyuruh Amber mendekat padanya.

“Wae?” Jonghyun pun dengan cepat memegang wajah Amber dan..

Cup

Bibir Jonghyun tiba-tiba mendarat dengan mulus di permukaan bibir Amber. Kibum menatapnya tak percaya.

I’ve just got her first kiss!!” Seru Jonghyun girang.

“Ya! Oppa! Aigoo Kibum-ah, kau jangan menganggap itu serius! Si Jonghyun bodoh ini memang menyebalkan! Dan satu hal lagi, semua kelaurgaku maksudnya yan seperti Umma, Appa, Unnie, dan si bodoh yang satu ini pernah menciumku! Aigoo Kibum! Kau jangan berprasangka seperti ini! Dia memang bodoh! Si Jonghyun itu memang bodoh! Jadi kau jangan anggap ini serius, ara?” Seru Amber dengan cepat. Jonghyun dan Kibum hanya melongo mendegar Amber berbcara cepat secepat kereta api.

“HAHAHAHA!!” Jonghyun dan Kibum akhirnya malah tertawa bersama. Amber menatap heran keduanya, ‘mereka sungguh aneh’ pikirnya.

“Kau tak marah kan?” Tanya Amber hati-hati pada Kibum.

“Aniyo, hanya saja….” ucapan Kibum terputus dan segera mendekati Amber dan berbisik di telingan Amber.

“Ingat malam ini,” bisiknya sambil tersenyum devil.

“Ya!! Dasar mesum kau!!”

Don’t Touch Her status : END

Mianhae ya readers-ah kalau aku post FF gaje kayak gini, wkwk–

Note :


Please Leave a Comment Please ..

See You on Next Fanfiction Readers!!

 -ilmacuccha-

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , , , , , | 16 Comments

Post navigation

16 thoughts on “Don’t Touch Her !

  1. Ya kasian banget amber dimarahin terus ama jjong. Hahaha amber panggil jjong hyung?, hahaha. Ditunggu karya selanjtnya

  2. keybay

    huuoooooo….
    Si ojjong nyium amber #berasa kaya namja-nyium-namja# :p
    Hidi…si key sama amber mau ngapain malem nya #key:adadeeeh… :O#
    Nice ff *.*

  3. Haha~
    sumpai si jjong overprotected bgt sama amber..

  4. kinsoneelf

    owowowowo Amber manggil Jonghyun Hyung? wkwkwk

    wah jadi pengen liat amber pake rok dan aksesoris haha *abaikan

  5. soneul

    rame ceritanya🙂
    gak bisa ngebayangin Amber pake aksesoris hahaha😀

  6. Keren…….

  7. Sefita L. Nugroho

    kerenthor😀
    sequel dong thor😀

  8. miqo.shaltky

    suka bangeeeettt!!! thx 4 posting

  9. Key, mau lu apain amber??

    Daebak chingu!!

    Lanjuut..

  10. ayu9106

    haha, keren.. keren… suka deh kalo si jjong bro-com ama amber.. xDD

  11. rara

    keyber Jjang!!

  12. «Zefanya Kim »

    Aigoo…lucu bgt, walupun jjong overprotect sm amber, tp sayang juga…lucu thor! Daebakk😀

  13. NaYoung Blingers N Shawols

    Hahaha

  14. Shirayuki

    Kyaaaaa >.<

  15. choiryne

    kyaa~ suka bgt bgt ama ceritanya :3 di tunggu ff keybernya lagi wk

  16. Mumu

    Huahaha, lucu banget thor, and masa’ gr” key amber mau pake bando :p bayanginnya ahayydeh😄

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: