My Angel

Title : My Angel

Author : Nadia Novita .A (shinstarkey)

Place : Unknown

Genre : Romantics.

Languange : Indonesian

Main Cast : Taemin (Lamiere), Sulli

(Sulli P.O.V)

Aku memejamkan mataku sekali lagi, dan tetap saja di hadapanku berdiri seseorang dengan cahaya putih di sekitarnya yang membuat ia bersinar. Senyum yang merekah dari bibirnya, menggambarkan kesan ramah pada dirinya. Seperti seorang malaikat yang turun dari langit.

Aku terus memperhatikannya dan memperlambat mataku mengedipkan diri. Orang itu mendekat ke arahku, dan aku baru saja menyadari bahwa ia adalah laki-laki yang memiliki wajah tampan dengan senyum yang terus di pancarkannya.

“sss..siapa kau?” tanyaku padanya, agak tergagap-gagap.

Ia membuka bibirnya pelan dan berkata “ Aku Lamiere.. malaikat penjagamu.” Sahutnya sambil merekahkan lagi bibirnya yang semakin membuatku bingung. Dan sekejap semuanya berubah menjadi kegelapan.

“Ya!! Sulli!! BANGUN!”

Suara itu bergema di kupingku, dan aku mulai membuka kedua mataku perlahan. “mana dia?” sahutku secara spontan sambil mengingat bayangan yang ku lihat tadi. Aku meatap kakak ku Sooyoung yang menaruh kedua telapak tangannya di pinggang dan menatapku dengan mata yang hampir keluar.

“Dia? Dia siapa?” Sahutnya sambil menatapku bingung..

“Malaikat” sahutku yang juga merasa bingung dengan perkataanku sendiri.

“HEI SULLI!!.. apa kau masih bermimpi? Tidak ada malaikat disini..!!”

Sepertinya Sooyoung eonni benar. tadi hanya mimpi, tapi mengapa seperti nyata..

Aku tersenyum paksa ke arah Sooyoung eonni sambil menunjukan sederet gigiku yang belum sikat gigi itu.

__

Aku berjalan menuju halte bus yang terletak tak jauh dari rumahku. Ini adalah hari pertama masuk sekolah sehabis libur musim dingin yang panjang, dan sekarang aku baru saja naik ke tingkat SMA.

Aku menaiki Bus yang tak lama datang setelah aku sampai di Halte. Disana aku melihat sosok yang ku kenal. Yaitu Krystal, temanku sejak TK. Hingga sekarang tak pernah berpisah.

Aku berjalan pelan ke arahnya yang sedang mendengarkan ipod nya sambil memandang ke arah jendela

“Heii.. Krystal” sahutku yang sepertinya agak mengagetkannya hingga dia tersentak.

“Sulli!! Aku membuatku kaget…”

Aku hanya tersenyum kepadanya. Krystal berbalik arah menghadapku.

“Sulli… apa kau tahu!!!” sautnya semangat sambil menunjukan sederet giginya.

“Mana ku tahu.. kau belum memberi tahuku” sahutku santai sambil menggembungkan pipiku.

“Kemarin, Minho oppa menyatakan cintanya padaku!! Aku sangat senang!!”

“Minho? Lelaki yang baru lulus SMA itu? Yang bertubuh jangkung yang suka lewat di depan sekolah kita?”

“ Tepat!! Dan kau tahu.. dia menyukaiku juga.. dan yang pasti aku tidak akan menolaknya.” Krystal tersenyum lebar. Aku ikut senang melihatnya. Dari dulu ia memang sangat mendambakan Minho oppa itu sampai-sampai ia menempelkan semua semua foto-foto minho di sepanjang dinding kamarnya.

“Syukurlah.. aku ikut senang… kau sudah menemukan seseorang yang cocok dengan mu.” Aku tersenyum juga pada Krystal.

“bagaimana dengan mu ?” krystal menatapku tajam.

“a..aku?” Aku sedikit bingung dengan perkataan Krystal.

“kau sudah menemukan laki-laki yang cocok dengan mu?”

“ Belum..” sahutku agak melemas. Karena sampai sekarang belum ada seorangpun yang menyatakan cinta denganku, atau karena belum cocok. Apa aku begitu jelekanya sehingga tak ada yang mau denganku?

“Sudah.. kau pasti bertemu laki-laki yang terbaik..” Krystal mengelus-elus punggungku. Tak sadar kami sudah sampai di tujuan kami, di Chungdam high school. Sekolah baruku dan krystal.

__

Lamiere… Lamiere…

Aku selalu mengingat nama itu dan terbayang wajah seorang yang mengaku sebagai malaikat penjagaku dalam mimpi. Tapi wajahnya selalu terbayang, dan semakin aku membayangkannya aku selalu terpanah dengan wajahnya. Sampai-sampai aku tidak memperhatikan walikelasku berbicara panjang lebar di depan.

“Sulli.. kau kenapa? Dari tadi selalu melamun? Apa yang sedang kau pikirkan?” Krystal menghampiriku yang duduk memikirkan Lamiere.

“Krystal.. Aku mimpi aneh semalam.. “

“apa?”

“Aku bermimpi ada seorang yang menghampiriku. Wajahnya selalu membuatku terpanah. Ia mengaku sebagai malaikat penjagaku, dan ia bernama Lamiere.” Sahutku, aku berharap Krystal merespon sesuatu.

“itu hanya mimpi kan? Dan mana mungkin Lamiere..Lamiere mu itu nyata. Mana ada malaikat penjaga yang nampak. Kau tahu itu.”

“ Iya.. aku tahu. Tapi itu bukan seperti mimpi.. itu seperti kenyataan…” Aku berbicara agak serius pada krystal. Tiba-tiba Krystal memegang keningku dan bergumam.

“Sulli.. kau tidak sedang sakit kan?” katanya sambil menatapku lagi.

“Aku tidak sakit!”

“Oke.. sepertinya kau harus melupakan Lamiere mu itu dan mulai mencari laki-laki yang kau impikan.” Krystal membalikan badan dan duduk di tempat duduknya yang berada tepat di belakangku.

__

Beberapa malam berikutnya aku kembali memimpikan Lemiere, dan sekarang di tidak hanya berdekatan denganku, ia mengajakku ngobrol dan entah kenapa aku merasa sangat dekat dengannya, tapi ini kan hanya sebuah mimpi?

__

Aku kembali menunggu bis di halte bus, ini hari ke-15 aku masuk sekolah, dan selama itu juga setiap malam aku terus bermimpi Lamiere. Siapa sih dia?

Krystal juga sudah mulai jenuh mendengar cerita-ceritaku yang ia anggap semuanya itu hanya mimpi dan tidak akan menjadi nyata. Kalalu di pikir-pikir itu memang benar. Lemiere hanyalah mimpi.. tapi aku harap dia menjadi nyata.

Aku memasuki Bus yang sangat penuh. Berdesak-desakan ini sangat menyulitkanku untuk masuk kesitu. Tapi tetap aku paksakan karena aku akan telat jika menunggu bis yang selanjutnya. Aku menemukan Krystal di tengah-tengah kerumunan orang yang memenuhi bis, ia berdiri diam dan memancarkan tampang tidak nyaman.

“krystal!” sapaku. Ia menoleh ke arahku dan tersenyum. Aku mulai mendekatinya dan berharap bus ini akan secepatnya membawa kami ke sekolah.

__

Bus sudah berhenti di halte depan sekolah. Dan aku hendak berjalan turun bersama Krystal. Ketika aku ingin melangkah ternyata tali sepatuku terinjak orang. Oh Damn! Aku tersandung ke arah depan. Tiba-tiba seseorang menahan bahuku dengan tangan kirinya, ia seperti memelukku agar aku tidak jatuh. Aku tak sempat melihat wajahnya pada saat itu. Aku segera keluar dari bus yang sesak itu dan bisa menghirup udara segar. Krystal menghampiriku dengan tampangnya yang sedikit khawatir.

“ Sulli! Kau tidak apa-apa kan?” Krystal memegang bahuku.

“aku tidak apa-apa.. berkat orang yang menolongku tadi.. oh iya.. mana orangnya?” Aku bertanya pada Krystal yang menunjuk ke arah belakangku.

Aku membalikkan badanku hendak menatap dan berterima kasih pada orang yang menolongku itu.

“OH MY GOD” Di hadapanku berdiri seseorang yang sudah tidak asing di mataku dan membuat aku terpaku menatapnya. Seseorang yang bertubuh tinggi, badan yang kurus, dengan memakai seragam yang sama dengan seragam yang ku pakai. Dan aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat.

“LAMIERE..” sahut ku tiba-tiba, dan orang tersebut memandangku dengan tampangnya yang bingung. Ya, dia sangatlah terlihat seperti Lamiere dalam mimpiku, wajahnya, postur tubuhnya, hanya bedanya ia tidak punya sayap dan sekarang ia memakai seragam sekolah sepertiku (?).

Aku sangat terpaku dengannya sampai-sampai tidak ada kata-kata yang keluar dari bibirku, termasuk kata Terimakasih yang ingin aku ucapkan padanya.

Aku menatapnya dan sekali melihat segurat senyum yang sama dengan Lamiere. Apakah ia Lamiere? Dia Nyata?

“Heii!! Sulli… kau tidak mengucapkan terimakasih kepadanya?” Aku tersadar ketika Krystal mengguncang-guncangkan bahuku dan aku mulai menatap orang di depanku itu dengan serius. Walaupun rasa deg-degan masih terus terasa di dadaku.

“Te..terimakasih.. kau sudah menolongku” kataku agak gugup. Orang itu tersenyum ke arahku. Aku merasa sangat dekat dengannya.

“Sama-sama..” jawabnya singkat dan melangkah melewatiku sambil terus tersenyum seperti menebarkan cinta (mungkin)

Tak sadar aku berteriak ke arahnya. “HEEII.. SIAPA NAMAMU!!?”

Orang yang benar-benar mirip Lamiere itu membalikan badannya dan menatapku lagi sambil merekahkan bibirnya persis seperti Lamiere >.<

“Kau boleh memanggilku Taemin. Lee Taemin” sahutnya yang tak lama berbalik arah lagi menuju sekolah.

Aku terdiam sejenak dan masih terpaku dengan sosok Taemin yang berada di depanku tadi.

__

“Krystal!!! Aku sudah menemukan Lamiereku!!” Aku menghampiri krystal dengan rasa gembira yang masih melekaat pada diriku karena kejadian tadi pagi.

“apa maksudmu? Lamiere? Kau mau cerita tentang Angel mu itu?” Sahut Krystal agak sedikit ketus kepadaku, tapi aku tidak menghiraukannya.

“kau masih ingat dengan laki-laki yang menyelamatkanku tadi pagi?”

“ya, aku masih mengingatnya. Kalau tak salah namanya Lee Taemin kan?”

“TEPAT!! Dan kau tahu, wajahnya itu persis sekali denga Lamiere yang ada di dalam mimpiku.. Senyumnya, postur tubuhnya, rambutnya….” Aku berteriak histeris di hadapan Krystal karena aku tidak bisa menahan rasa senangku. Krystal menaikan sebelah alisnya dan menatapku dengan tampang heran.

“Oh..” jawab Krystal yang lama-lama semakin membuat rasa senangku berkurang karena sikapnya yang seolah-olah tidak percaya lagi denganku. Aku tidak memperdulikan lagi kata-kata Krystal. Dan aku beranjak pergi dari kelas. Mungkin mencari Taemin. Hehe.

__

Pertemuanku dan taemin sudah berlangsung seminggu, dan selama itu aku tidak pernah memimpikan Lamiere lagi. Seperti Lamiere keluar dari mimpiku dan menyamar sebagai Taemin.

Taemin terus sebagai malaikat di mataku. Setiap aku melihatnya seperti ada cahaya putih di sekelilingnya yang membuatnya selalu bersinar di mata semua orang, atau di mataku saja (?). tapi memang benar. Semua wanita di sekolah kini sangat mengagumi Taemin. Memuja Taemin, menggilai taemin dan sebagainya. Taemin kini berada satu Tingkat di atasku. Dia kelas 2, sedangkanku baru masuk kelas 1.

Setiap pagi aku dan Taemin selalu bertemu di bus menuju sekolah. Aku selalu melihat senyumnya. Senyumnya yang membuatku hampir pingsan di bus. Krystal sekarang makin menganggapku Aneh. Ia selalu menatapku heran karena aku menggilai Taemin. Memangnya aku salah (?)

Dalam seminggu ini, Taemin juga selalu muncul seperti malaikat Penjagaku. Dia selalu menolongku. Entah mengapa di setiap aku kesusahan selalu ada dia di hadapanku, selalu dia yang menolongku. Saat aku terpeleset, saat aku jatuh, saat aku membawa barang berat, selalu Taemin yang membantuku. Dan oleh karena itu saat ini aku menjadi bahan omongan orang-orang karena menurut mereka aku sangat dekat dengan taemin. Dan semakin hari omongan itu selalu menjadi-jadi.. ada yang bilang Taemin mengantarku pulang sampai rumah, ada yang bilang kami jalan berdua..

Itu semua sangatlah tidak benar, kami tidak pernah jalan berdua, bahkan mengobrol saja tidak pernah. Kami hanya sekedar tahu nama satu sama lain. Tapi karena dia selalu menolongku, menampakan senyum nya kepadaku. Aku selalu merasa dekat dengannya. Apa dia benar-benar malaikat pelindungku?

Haduh.. seharusnya aku tidak boleh meanggilnya hanya dengan nama Taemin, tapi Taemin oppa. Bodohnya aku.

__

Hari-hari terus berganti..

Saat ini aku tengah berjalan sendiri menuju rumah, aku tidak menggunakan bus, karena uang jajanku habis untuk membeli keperluan saat praktikum Biologi di sekolah tadi, biasanya saat uangku habis aku bisa meminjam uang kepada Krystal terlebih dia sering pulang bersamaku. Tapi karena sekarang dia ada yang antar jemput, yaitu Minho oppa, jadi sekarang Krystal tidak pulang bersmaku di tambah Minho yang hari ini baru membeli mobil baru dan mengajak krystal untuk mencobanya.

Aku berjalan terus sambil menundukan kepala. Aku sengaja menundukan kepalaku agar orang-orang tidak bisa melihat wajahku yang sekarang kelihatan sangat suntuk, kelelahan, kepanasan. Tiba-tiba seseorang menyentuh bahuku dari belakang. Seketika aku membalikan badanku.

“Sulli-ah.” Suara yang tak asing lagi bagiku. Taemin oppa.

Aku tak bisaa berkata apa-apa lagi setelah menatap taemin oppa yang tengah ada di hadapanku.

“Sulli-ah? Kau pulang sendiri? Mengapa tidak naik bus?” sahutnya sambil terus memandangku.

“emm..anu.. Aku tidak punya uang lagi untuk menaiki bus. Jadi jalan kaki.. hehe” jawabku agak sedikit gugup dan malu.

“ah~ kenapa kau tidak bilang kepadaku? Aku bisa meminjami mu uang, atau kau bisa ikut pulang bersamaku.” Taemin tersenyum kepadaku, dan mendengar kata-kata itu aku merasa seperti Taemin sangatlah dekat denganku, aku merasa taemin tidak menganggapku hanya sebatas teman. Tapi sebenarnya kami pun tidak pernah mengenal lebih jauh. Hanya sebatas nama. Bagaimana bisa aku bilang kepadanya kalau aku tidak mempunyai uang jajan lagi(?)

Aku hanya tersenyum memandang taemin.

“oke! Kalau begitu sekarang kau ku antar pulang. Agar kau tidak kelelahan. Mari kita naik bus bersama” Taemin menggandeng tangaku menuju halte bus yang tak jauh dari situ. Oh God.. pertama kalinya aku di gandeng taemin!.

__

Hari ini pertama kalinya aku di antar pulang dengan Taemin. Dan anehnya. Ia seperti hafal sekali jalan menuju rumahku, seperti sering sekali ke tempat itu. tapi itu tidak penting.

Karena kali ini aku sangat bahagia. Sampai-sampai aku terus memikirkan kejadian tadi siang. Dimana taemin mengantarku pulang, menggandengku, kami mengobrol dan… AAAAAA… aku hampir gila karenanya.

__

Hari ini aku tak enak badan. Badanku lemas. Tapi akan aku paksakan untuk ke sekolah, sebenarnya tujuan utama ke sekolah bagiku kini bukan untuk belajar. Tapi bertemu taemin. Heheheh.

Aku menutup pintuh rumahku sehabis memberi salam kepada ibu. Aku langsung berjalan menuju halte bus. Perasaanku kali ini tidak enak, mungkin karena aku kurang enak badan.

Tapi bukan karena hal itu. tapi karena aku merasa ada yang mengikuti dari arah belakangku. Aku tidak berani membalikan badanku. Aku hanya mencepat kaki ku melangkah.

Dan tiba-tiba ada yang menarik tanganku dari belakang dan membekapku memakai sapu tangan. dan semua hilang dari pandanganku.

__

Aku membuka mataku dan mendapatkan rasa nyeri di tangan, aku menyadari mulutku telah tertutup oleh sebuah lakban hitam, tangan dan kakiku tengah terikat pada kursi kayu tua yang aku duduki. AKU DI CULIK??!

Aku bingung. Aku tidak tau apa yang harus ku lakukan dalam keadaan tangan dan kakiku terikat seperti ini.Aku hanya bisa menangis. Ya, hanya menangis yang aku bisa dalam hal seperti ini.

Tiba-tiba dua orang pria menghampiriku, dengan pakaian serba hitam dan sepertinya membawa benda tajam. Salah satunya melepas lakban yang menutupi mulutku. Dan meletakan sebuah pisau ke arah leherku dan menjambak rambutku. Aku hanya bisa mengeluh kesakitan dan menangis.

“HEH! Kau anak pengusaha Choi kan? Seputkan nomer telephone ayahmu!!” pria itu menjambak rambutku semakin kuat.

Ternyata mereka mencuiku karena Harta ayahku yang lumayan berlimpah. Mengapa aku yang harus menjadi korban seperti ini ?

“Ahm.. Aku tidak hapal nomer telephone ayahku.. maaf” aku hanya berkata seadanya kepada pria itu. memang aslinya aku tidak hapal nomer telephone ayahku. Tapi orang itu menganggapku bohong dan semakin menyiksaku.

“KAU!! Berani BOHONG ya!!”

“A..Aku tidak berbohong.”

Kedua pria itu kini semakin menyiksa ku, menamparku, menjambakku, dan semakin membuatku tidak kuat. Ya tuhan, mengapa aku harus menerima semua ini?? apa salahku. Aku memejamkan mataku, menahan rasa sakit yang aku alami. Mungkin aku kan mati disini.. Aku pasrah.

Aku mendengar suara bantingan pintu dan merasa ada seseorang yang masuk disana. Tapi aku hanya terdiam dan terus menutup mataku.

“HEII!! Kalian!!!” orang itu berteriak. Dan membuatku membuka mataku. Disana berdiri sosok yang sangat ku kenal. TAEMIN.

Taemin membuat kedua pria yang tadinya ada di sebelahku menghampirinya sekarang dan bersiap untuk menghajarnya.

Aku melihat wajah taemin yang serus berkelahi. Tampangnya begitu serius dan aku tidak menyangka bahwa ia yang menolongku sekarang. Berkorban demiku untuk menyelamatkanku.

Taemin sudah membuat kedua pria tadi tidak brkutik lagi. Dan ia mulai mendekatiku dan membukakan ikatan pada tangan dan kakiku, aku melihat darah mengalir dari dahinya. Dan pasti itu akibat berkelahi. Aku masih terdiam menatapnya. Taemin menggendongku keluar tanpa berkata apa-apa.

Mungkinkah ini benar-benar taemin? Ia menyelamatkanku? Persis seperti malaikat pelindungku.?

Aku tak bisa menahan isak tangisku. Entah mengapa aku ingin sekali menangis dalam keadaan ini.

“Sudahlah… Jangan menangis. Kau sudah selamat sekarang.” Taemin berkata pelan kepadaku.

“taerimakasih.. oppa.. “ hanya ucapan itulah yang bisaku katakan padanya. Aku masih merasa bingung mengapa ia selalu menolongku, selalu ada di saat aku membutuhkannya. Selalu ada di mana aku berada.dia benar-benar seperti malaikat.

Taemin menurunkanku pada kursi panjang yang berada di samping sebuah taman kota. Aku tak henti menatapnya. Dan kali ini aku mencoba berani bertanya kepadanya.

“oppa, kau tahu.. dalam mataku kau selalu terlihat seperti malaikat penjagaku.. selalu menolongku, selalu ada di sampingku dan kau tahu semua kebiasaanku, rumahku dan segala tenatangku. Itu membuatku sedikit aneh.”

Taemin menatapku sambil menunjukan segurat senyum pada bibirnya dan tiba-tiba ia memeluku tepat di dadanya.

“ya, aku memang malaikat penjagamu, aku siap menjagamu, aku siap melindungimu, aku siap menemanimu kapan saja. Dan aku akan selalu ada di dekatmu. Tepatnya di hatimu.”

Kata-kata itu membuat aku terdiam. Tak bisa berkata apa2 dan diam terpaku. Walau aku tidak tahu apa maksud taemin. Taemin kembali mengeluarkan suaranya.

“asal kau tahu.. aku menyukai mu sejak kau masih duduk di tingkat SMP. Aku sangat tertarik denganmu dan menjadi stalker mu. Hehehe.. jadi jangan salahkan aku jika aku tahu rumahmu,, tahu kebiasaanmu..”

Aku tambah terpaku dengan kata-kata taemin. Ya jelas.. siapa yang tidak tercengang mendengar perkataan itu. aku masih terus diam dengan posisi sama. Berada di pelukan taemin.

“Ya!! Sulli.. mengapa kau terdiam terus…? kau menanggapi apa kataku kan?”

“ah.. iyaa.. aku ..” kata-kataku mulai terpotong, karena aku tidak tahu harus berbicara apa pada taemin.. Taemin melepas pelukannya dan langsung menatapku.

“Would you be my girlfriend? Forever?”

OH god!! Benarkah yang aku dengar? Taemin menyatakan cinta denganku?

Tanpa sadar aku menganggukan kepala pada taemin.

Taemin merekahkan senyumnya di hadapanku dan memelukku kembali.

INI SEPERTI MIMPI!!!

__

Hubunganku dengan taemin membuat hidupku seperti ada di surga.. Aku yakin dia memang benar-benar malaikat penjagaku di bumi ini. Setelah taemin menyatakan cintanya padaku, Aku kembali mendapatkan mimpi yang selama ini tidak ku temui lagi selama bertemu dengan taemin.

Mimpi Lamiere. Seseorang yang muncul dalam mimpiku dan berwujud persis seperti Taemin.

Dalam mimpi Lamiere kembali tersenyum kepadaku dan berjalan ke arahku.

“kini kau sudah menemukan malaikat penjagamu sendiri. Dan kini aku hanya menjagamu dari surga.. karena di bumi kau sudah punya malaikat penjagamu sendiri” Tiba-tiba, sekumpulan cahaya putih datang memnuhinya, dan sekejap ia menghilang.

Aku yakin. Lamiere memang benar-benar ada sebagai malaikat penjagaku, tapi sekarang aku punya malaikat sendiri, yang nyata, ada di hadapanku. Yaitu Taemin…

[END]

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , , , , | 9 Comments

Post navigation

9 thoughts on “My Angel

  1. How sweet Taelli…🙂
    keren dah Taeminnya shining gitu, hahaha…
    bikin Taelli yang banyaak…:)

  2. Bikin lagi Taelli!!😀

  3. duodanshin

    Wahhhhhh :O
    Like like like bgus bngtt pokoknya

  4. sintarahayu

    wahhh aku baru baca nih yang ini, ceritanya bagus banget. aku jadi ngebayangin sendiri

  5. YUIrin

    so sweet…
    Jd inget komik yg sering kubaca dulu, nama tokohnya Lamiere jg… Jangan2 onnie pernah baca juga ya?

  6. keren!
    TaeLli so sweet….
    Daebak!

  7. Taellitaelli

    Huaaa .. So sweet banget😀 … Taemin mmng berwajah malaikat … Taelli forever❤
    Nice FF thor :)))))

  8. Aaahhh… Daebakkk!!!

  9. wahhh taeli jjang!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: