nado saranghae oppa^^

Nado saranghae oppa^^

Author: hyominstal

Genre: romance, friend ship

Cast:    krystal jung

Choi minho

Park sanghyun

Goo Hara

And other cast

Disclaimer: plotnya punya aku, semua castnya punya tuhan, kecuali minho ama krystal punya aku. *ngarep*. Ini murni hasil imajinasi aku dari poto yang di atas. Bagi yang mau masih kenal sama aku. Anita imnida 12 y.o. happy reading^^

Minho dan jiyeon tengah memandangi bintang-bintang yang ada di langit.

“oppa”, panggil jiyeon.

“ne?”, tanya minho.

“kupikir, kita sudahi hubungan kita ini”, seru jiyeon yang membuat minho membelalakkan matanya.

“MWO?, wae?, apa aku kurang baik pada kamu?”, tanya minho.

“ani.. justru oppa lebih baik untuk aku hanya saja..”, jiyeon tidak melanjutkan perkataannya.

“hanya apa?”, tanya minho.

“hanya saja, aku..aku hamil oppa”, seru jiyeon.

“MWO?, HAMIL?”, kaget minho. Jiyeon mengangguk. Minho menyunggingkan senyuman manisnya.

“itu berarti dia itu anak aku jiyeon”, minho memeluk erat jiyeon. Jiyeon menangis dipangkuan jiyeon.

“jiyeon wae?, kenapa kau menangis?, uljima”, minho mengelus rambut panjang jiyeon.

“sebenarnya..oppa salah paham. Anak yang aku kandung ini adalah anak Seung Ho oppa”, ucapnya lirih. “MWO?”, kaget minho. “karena itu, aku ingin kita akhiri hubungan kita, karena sebentar lagi aku akan menikah dengan dia”, seru jiyeon. “ani jiyeon, kau tidak bisa meninggalkanku seperti ini, aku mohon”, minho kembali memeluk tubuh jiyeon. “sudahlah oppa, ini mungkin jalan kita, kita harus menerimanya”, ucap jiyeon. Jiyeon pergi menjauh dari minho dan kehidupan minho.

Minho berjalan di pusat kota, setiap dia mempunyai masalah, dia selalu berjalan-jalan dan menikmati hidangan yang ditawarkan oleh di pedagang.

Byurrr

Hujan kini melanda(?), kota seoul, minho memutuskan untuk pergi dari sana.

Ketika dia berjalan menuju rumah tiba-tiba.

“hiks..hiks…”, terdengar suara seseorang yang sedang menangis. Bulu kuduk minho tiba-tiba berdiri.

“siapa di sana?”, tanyanya, mungkin saat ini dia seperti orang gila yang berteriak sendirian.

“hiks..hiks.., sanghyun oppa kenapa kau tega melakukannya padaku?”, suara itu kembali terdengar. ‘Sanghyun?, kenapa nama sahabatku disebut-sebut, ada yang gak beres?, batin minho. Dia mendekati sumber suara itu, sekarang suara sesegukkan itu makin terdengar jelas, minho memutuskan untuk bersembunyi di balik semak-semak.

“KAU JAHAT OPPA!”, teriak yeoja itu.

‘brukk’

Yeoja itu pingsan. Minho yang panik saat itu, membawa yeoja itu ke apartementnya, karena dia yakin, kalau dia membawanya ke rumahnya pasti, yeoja ini akan disangka yeoja chingu oleh adiknya. Dia mengangkat tubuh yeoja itu.

@apartement

“hoaammm”, yeoja yang kemarin ditolong minho bangun dari tidurnya. Minho keluar dari kamar mandi hanya memakai sehelai handuk yang menutupi tubuh bagian bawahnya, sementara tubuh bagian atasnya dibiarkan terbuka. Yeoja yang melihat pemandangan itu langsung terkejut.

“YAAA!, APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN PADAKU HAH?”, tanya yeoja itu. Ide cemerlang mulai terpikir di otak minho. “mianhae kemarin aku tidak sadar melakukannya, mianhae”, minho menundukan kepalanya. Tangis yeoja itu semakin deras. “tapi tunggu, kenapa pakaianku lengkap semua?”, curiga yeoja itu. Minho menggaruk kepalanya yang tak gatal itu mencari alasan. “kau lupa?, bukankah kau yang ingin memintaku memakaikannya kembali?”, akhirnya minho menjawab pertanyaan yeoja itu. “ini tidak mungkin, ini pasti salah”, yeoja itu kembali menangis. “hahahaha”, minho tertawa sepuas-sepuasnya. Yeoja itu menatap minho bingung. “wae?”, bingungnya. “dasar wanita pabo, aku itu tidak mungkin melakukannya, hahahaha”, minho kembali tertawa. Yeoja itu semakin bingung. “jadi kamu itu tidak melakukan apa-apa sama aku”, jelas minho, dia mengacak-ngacak rambut gadis yang sudah dikerjai itu. Sementara yeoja itu mengerucutkan bibirnya. “lalu kenapa kau membawaku ke sini?”, tanya yeoja itu. “karena aku menemukanmu pingsan di taman, jadi aku memutuskan untuk membawamu ke apartementku”, jelas minho. “ohh, gomawo. Jeongmal gomawo”, yeoja membungkukkan badannya. “sudahlah jangan formal begitu”, tolak minho. “ngomong-ngomong nama kamu siapa?, aku choi minho imnida”, minho memperkenalkan dirinya. “aku jung soo jung imnida, panggil saja aku krystal jung”, yeoja yang bernama krystal itu membalas tangan minho. “aku mendengarmu kemarin teriak-teriak manggil nama sanghyun. Ada apa dengan dia?”, tanya minho hati-hati, takut menyakiti hatinya dia. “sanghyun oppa pergi ke amerika, tanpa bilang sama aku terlebih dahulu, padahalkan aku itu yeojachingunya, tapi sekarang bukan, aku hanya mantannya saja”, jelas krystal. “sanghyun hanya memberitahunya hanya sama aku saja”, kata-kata itu meluncur begitu saja dari mulut minho. “kau mengenal sanghyun oppa?”, tanya krystal. Minho mengangguk. Krystal hanya tersenyum simpul.

@home minho.

“dari mana saja kamu minho?, kenapa kemarin kamu gak pulang?”, tanya siwon. “sudahlah oppa, kau jangan terlalu emosi”, nasehat tiffany. “aku kemarin menginap di apartement”, jawab minho. “dengan siapa?”, tanya siwon dingin. “aku menginap dengan taemin appa”, jawab minho. “BOHONG, kemarin dia ke sini tuh, malahan ngajakin kencang”, seru sulli menengahi pembicaraan antara minho dan appanya. “oh gitu ya, hehehe”, minho menggaruk kepalanya yang tak gatal itu. “lalu kau menginap dengan siapa?”, tanya tiffany. Kini sang ibu angkat bicara. “aku..a..ku menginap dengan yeoja”, jawab minho gugup. “MWO?”, kaget siwon, tiffany, dan sulli. “jangan-jangan kau melakukan apa-apa pada yeoja itu hah”, bentak siwon. “ani appa, dengerin dulu. kemarin yeoja itu pingsan, lalu aku bawa ke apartementku”, jelas minho. “kenapa oppa tidak membawanya ke rumah saja?”, tanya sulli. “aku takut kamu menuduhku yang tidak-tidak sulli”, minho mencubit pipinya sulli. “aw oppa sakit. Kenapa jadi takut sama aku?, nuduh apa?”, bingung sulli. “oppa takut aja kamu nuduh yeoja itu yeoja chingunya oppa”, jawab minho. “loh bukannya oppa itu sudah punya yeoja chingu, jiyeon unni?”, bingung sulli. “jiyeon pergi ninggalin oppa sulli”, jawab minho. “loh kok bisa?”, tanya sulli. “sudahlah, lama-lama aku jadi seperti tersangka aja diintrogasi sama polisi”, minho melangkahkan kakinya menuju kamarnya. “iya bener kata minho, oppa. Oppa itu terlalu berlebihan dengan dia”, nasehat tiffany. “aku hanya takut saja, karena dia itu kan baru beberapa hari tinggal di seoul”, cemas siwon.

“Krystal nanti ke rumahku yuk, aku kenalin kamu sama oppaku”, ajak sulli. “boleh, sekalian buat gantiin sanghyun oppa hehehe”, seru krystal. “huh kau ini baru putus dengan sanghyun sunbae, sekarang mau cari gantinya. Eh tapi oppaku juga baru putus dengan jiyeon unni”, seru sulli. “annyeong chagi”, seru taemin. Krystal bengong melihat pemandangannya itu. “kalian jadian?”, tanya krystal. “ne”, jawab mereka berdua. “padahal taemin oppa itu mau aku jadiin  pengganti sanghyun oppa”, ucap krystal. “ih krystal, memangnya tidak ada namja lain ya selain taemin oppa?, taemin oppa itu sudah punya aku tau”, seru sulli. “aku bercanda kok choi jin ri”, krystal tertawa terbahak-bahak.

“Krystal kau bisa gak ngerjain nih PR?”, tanya sulli saat mereka berada di kamar sulli. “aigoooo sulli ini gampang banget, anak SD aja bisa ngerjainnya”, omel krystal. “kau kan tau krys, krmampuan otakku, masih aja ngomel”, seru sulli. “ANNYEONG SULLI!”, pintu kamar sulli, tiba-tiba terbuka dari luar. “oppa?, ngapain ke sini?”, bingung sulli. Minho melirik yeoja di samping sulli. “kamu krystal kan?”, tanya minho. Yeoja itu mengangguk. “loh kalian berdua sudah kenal?”, tanya sulli. “iya sulli. Jadi krystal itu adalah yeoja yang menginap di apartement oppa waktu itu”, jelas minho. “tuh kan apa yang aku bilang, oppa itu ajak aja yeojanya waktu itu ke rumah, kan krystal bisa ngerjain Prku”, omel sulli. “kau ini masalahmu PR terus, kenapa kau gak minta bantuan aja sama taemin oppamu?”, tanya minho. “ah oppa ini, aku kan malu kalau ngerjain PR ama taemin oppa, mending ama oppa dan krystal aja hehehe”, ucap sulli. “bilang aja kalau kamu gak mau dipanggil bodoh sama taemin, iya kan?”, tanya minho. “ah oppa ini memang oppa pengertian deh”, sulli menyenggol pinggang minho. “aku lupa, aku ada janji sama taemin oppa. Krys, minho oppa tolong kerjain Prku ya please”, minho berlalu dari hadapan MinStal. “kamu suka dijajah sama adikku?”, tanya minho membuka percakapan. “oppa ini sama adik sendiri kok begitu, ya kadang-kadang sih, kalau aku maen sama sulli”, jawab krystal. “bener-bener tuh adikku. Tapi aku tetep aja sayang sama dia”, ujar minho. “yaiyalah oppa, mana mungkin seorang kakak gak sayang adiknya?”, canda krystal. “iya juga ya kamu bener juga”, keduanya pun tertawa.

‘degg..degg..’

Krystal berhenti tertawa. Karena ada yang sesuatu yang berdebar di jantungnya. Lebih baik dia pulang, dari pada minho menyadari ada sesuatu yang berdebar di jantungnya. “oppa aku pergi dulu”, pamit krystal. “oh iya, kapan-kapan kamu ke sini lagi”, seru minho.

“ada apa sih dengan aku?”, tanya krystal. “Krystal wae?”, tanya yoona. “ani..gwenchana umma, aku tidur dulu”, krystal menaikkan selimutnya. “apa aku jatuh cinta sama oppanya sulli?”, tanya krystal, saat yoona sudah tidak ada di kamarnya. ”arrgghhh”, erangnya.

“Krystal bisa kau ke rumahku sekarang juga?, sekalian bawa sepeda kerenmu ya”, suara sulli dari balik telpon. “iya, emangnya ada apa mau main sepeda?”, tanya krystal. “ne. sudahlah cepetan kamu ke sini dengan sepedanya oke”, suara sulli dari sebrang sana.

Krystal sampai di rumah keluarga choi dengan memakai sepedanya. “Krystal?, kau diundang juga oleh sulli?”, tanya taemin. “ne oppa. Sullinya ada oppa?”, tanya krystal. “dia lagi di dalam, katanya dia mau membantu ummanya memasak. Kamu bantuin gih biar ke terima jadi menantu tiffany ahjumma”, canda taemin. Krystal menyikut lengan taemin. “oppa, pasti lama menunggu ya”, tiba-tiba sulli datang. “enggak kok”, jawab taemin lembut. “kajja”, ajak sulli. “kemana?”, tanya krystal. “ayo cepetan aku sudah siap dari tadi nih”, tiba-tiba minho datang menghampiri mereka. Mereka semua mengendarai sepedanya.

Mereka menghentikan sepedanya di sebuah taman yang dekat dengan rumah sulli. “oke. Krys aku mau dengan taemin oppa, kamu dengan oppaku aja oke”, seru sulli. “aku sama kamu aja deh”, tolak krystal. “kamu ini, kalau kamu dengan sulli, nanti kalau kalian tersesat gimana?”, minho angkat bicara. “bener tuh apa yang dikatakan minho hyung. Kan aku bisa berduaan sama sulli”, taemin tersenyum jahil ke arah sulli. “ya kau taemin kalau kau berbuat macam-macam sama sulli, aku akan membunuhmu”, ancam minho. “tenang hyung, aku akan menjaganya”, ujar taemin yang membuat sulli tersipu malu. “oke, bagaimana kalau kita tanding aja gimana?”, usul sulli. “tanding gimana?, emang kamu berani melawan oppamu ini?”, minho tersenyum sinis ke arah sulli. “kan aku ada taemin oppa, bener ga taemin oppa?”, sulli melirik ke arah temin. “errrr… iya deh, apapun akan aku lakukan untuk choi sulli”, pasrah taemin. “gitu dong. Oke pertandingannya, kita balap sepeda gimana?”, tawar sulli. “baik, ayo krys kita buktikan kekuatan kita pada bocah-bocah ini”, seru minho. Mereka berempat mulai siap-siap. “siap”, seru minho. “sedia….mulai”, serunya lagi, dan mereka berempat melaju dengan kencang. Minho dan krystal berada di possisi paling depan. Sementara itu taemin dan sulli, baru beberapa meter mereka sudah lelah. “taemin oppa tunggu, hoss…hoshh”, sulli mengatur nafasnya yang tak beraturan itu. “aduh sulli, kamu harus cepetan, kamu gak mau kalahkan sama oppamu”, nasehat taemin. “tapi percuma saja, mereka sudah jauh banget”, pasrah sulli.

Sementara itu minho dan krystal berhenti di sebuah pohon besar, dekat jurang. “aduh capek banget. Oppa sulli sama taemin oppa mana?”, tanya krystal. “mungkin adikku itu lagi pacaran sama taemin. Atau bukankah sulli itu seperti siput?”, canda minho. “ah oppa ini sama adik sendiri jangan begitu”, nasehat krystal. Dia berjalan ke depan agar dapat melihat sulli datang atau enggaknya. Namun_

‘brukk’

“aww”, erangnya. “krys?, gwenchana?”, tanya minho saat melihat krystal jatuh akibat keleo oleh akar pohon besar itu. “ani..aku tidak apa-apa oppa, hanya saja kakiku sedikit terkilir”, jawab krystal. Tanpa aba-aba, minho memangku tubuh mungil krystal. “KYAAA! OPPA  LEPASKAN!!”, teriak krystal. “kau ini bawel banget, kau kan lagi sakit”, ucap minho. Krystal diam. “oppa sepedanya?”, tanya krystal. “itu urusan gampang”, jawab minho. “oppa aku baru kali ini dipangku oleh oppa”, seru krystal. “kau tak ingat?, aku sudah ke dua kalinya memangkumu, saat itu waktu kau pingsan di taman”, jawab minho. “hoshh..hoshh..”, sulli dan taemin akhirnya datang juga. “kalian ini lama sekali”, omel minho. “oppa tuh yang cepet banget. Loh krystal kenapa?”, tanya sulli. “tadi dia keseleo”, jawab minho. “sudahlah lebih baik kita pulang sja”, seru krystal.

Akhirnya mereka berempat tiba di rumah keluarga choi.

“aigoooo!, sulli, krystal kenapa?”, tanya tiffany. “tadi dia terkilir umma”, jawab sulli. “lebih baik kau menginap saja di sini krystal, nanti ahjumma bilang sama ummamu”, seru tiffany. “ne, krystal di sini saja biar dia kerjain Prku. Hehehe”, ucap sulli. “huh kau ini bisanya menyuruh orang saja, kau harus pintar seperti oppamu dan sahabatmu ini”, seru siwon dari ruang tengah. “iya..iya.. appa dan umma ini cerewet sekali sama kaya oppa tuh”, sulli mengerucutkan bibirnya.

Krystal POV

Aku tidur sekamar dengan sulli. Malam itu rasanya aku tidak bisa tidur, ku putuskan untuk keluar sekadar menonton televisi. Tapi tunggu_

“minho chukkae, kau mendapatkan beasiswa untuk kuliah di Amerika”, dapat terdengar suara siwon ahjussi yang sedang berbicara dengan minho oppa. “Mwo?, jinjja?, waah akhirnya aku dapat beasiswa juga”, sekarang aku mendengar suara minho oppa. “appa berencana, mengirimmu ke Amerika besok, makanya kau harus istirahat”, nasehat siwon ahjussi. “ne appa”, dapat kulihat minho oppa meninggalkan siwon ahjussi menuju kamarnya, dan disusul oleh siwon ahjussi. Minho oppa mau ke Amerika?, padahal aku mulai menyukainya. Aku memutuskan untuk kembali ke kamar.

Author POV

Pagi itu keluarga choi termasuk krystal bergegas pergi ke incheon airport. “Krystal, kau harus menunggu 2tahun lagi”, bisik sulli saat mereka tiba di incheon airport. “kau tenang saja sulli. Mungkin aku juga udah pindah hati”, krystal mencoba tetap tersenyum, namun tetap saja, hatinya tidak dapat tersenyum seperti bibirnya saat ini. “umma appa sulli krystal, aku pergi dulu. semoga kalian bahagia, bye bye”, pamit minho. Semuanya melambaikan tangan pada minho kecuali krystal. Sedikit-sedikit krystal menitikkan air matanya, lalu segera dia hapus kembali. “krystal gwenchana?”, tanya minho. “ani..aku bersedih karena aku akan kehilangan oppa”, jawab krystal. “aku juga tidak akan lama krystal”, minho mengacak-ngacak rambut krystal.

2 TAHUN KEMUDIAN

“krystal akhirnya aku lulus”, teriak sulli. “iya aku juga gak nyangka kamu bisa lulus, padahal kan kamu selalu menyuruh orang lain untuk mengerjakan PRmu”, omel krystal. “iya..iya aku ngaku. Eh ngomong-ngomong, kamu mau ngelanjutin sekolah kamu di mana?”, tanya sulli. “entahlah, kalau masalah itu urusan nanti”, jawab krystal. “kau ingat omongan kamu 2 tahun yang lalu?”, tanya sulli. “yang mana?”, tanya krystal. “waktu itu kau bilang, kau akan pindah hati dari oppaku, tapi 2 tahun ini aku rasa kau tidak pernah dekat lagi dengan seorang namja”, curiga sulli. “entahlah”, krystal menaikkan bahunya pertanda kalau dia tidak tahu. “oh iya nanti malam ke rumahku ya, minho oppa mau pulang dari amerika”, seru sulli. “mwo?, jinjja?”, kaget krystal. “cielah biasa aja kali, aku aka adenya gak berlebihan begitu. Jangan-jangan…”, curiga sulli. “jangan-jangan apa?”, bingung krystal. “aku gak jadi. Lupakan saja”, seru sulli. “ishhh kau ini”, kesal krystal.

Krystal POV

Aku mengetuk pintu rumah keluarga choi, sudah lama aku jarang ke sini, kalau saja ada minho oppa 2 tahun kemarin pasti aku akan sering ke sini. Tiba-tiba pintu terbuka dari dalam.

“ehh krystal, apa kabar?”, sapa tiffany ahjumma. “aku diundang sulli tadi ahjumma”, jawabku. “oh ayo masuk sulli ada di kamarnya”, ajak tiffany ahjumma.

“ehh krystal?”, sapa sulli saat aku sudah berada di kamarnya. “ada apa kau ke sini?”, tanya sulli. “loh bukannya kamu yang nyuruh aku tadi siang?”, bingung krystal. “ohhh iya aku lupa”, sulli menepuk jidatnya itu.

‘tokk..tokk..tokk..’

“itu pasti oppa”, seru sulli. Apa benar itu minho oppa?, aku jadi tidak sabar untuk bertemu dengannya. “ayo kita keluar”, ajak sulli. Aku mengikutinya dari belakang. Dapat kulihat sosok minho oppa sedang duduk di kursi yang ada di ruang tamu itu, tapi siapa yeoja yang berada di sampingnya?.

“oppa”, seru sulli. Dia memeluk oppa tersayangnya itu. Lalu dia melepaskannya kembali. “Krys?, kau ada di sini rupanya?”, tanya minho oppa. Ternyata minho oppa tidak berubah, hanya penampilannya saja yang berubah dia seperti orang dewasa sekarang. “ayo kita makan dulu”, ajak ahjumma. Kami semua pergi menuju meja makan. Aku duduk berhadapan dengan minho oppa. Namun…. Yeoja itu duduk di samping minho oppa, mana dia gandeng tangan minho oppa. Siapa sih dia?.

“umma..appa..kenalkan dia yeoja chinguku, namanya Goo Hara”, ucap minho oppa. Mwo?, dia yeoja chingunya minho oppa?, OMG. Berarti penantianku selama ini hanya sia-sia. “cantik sekali pilihanmu minho”, puji fany ahjumma. Aku benar-benar muak, aku tidak tahan lagi, lebih baik aku pergi dari rumah ini!~. “mianhae aku harus pulang dulu. karena tadi umma menelponku katanya aku harus pulang”, pamitku.

Aku menutup pintu kamarku dengan kasar. Bagaimana tidak?, hari ini aku benar-benar kesal. Kenapa aku dulu mencintainya?, isshhh

“Krystal, coba kau lihat siapa yang datang?”, panggil umma.

“ne umma”, jawabku.

Aku membuka pintu kamarku, dan melihat sosok sanghyun oppa sedang tersenyum padaku. “annyeong krystal”, sapanya. “umma tinggal dulu ya”, pamit umma. “ngapain oppa ke sini lagi?”, tanyaku. Aku benar-benar kesal dengan sanghyun oppa, dulu dia memutuskanku dan kenapa dia kembali lagi?. “Krystal, aku tau kalau kita tidak ada hubungan lagi. Tapi bisakah kita menjadi seorang sahabat?”, tanya sanghyun oppa. Terima tidak? Terima tidak?

“iya mungkin itu lebih baik”, jawabku. Sepertinya dia bahagia mendengar jawabanku. “gomawo krystal”, ucapnya.

Krystal POV END

Minho POV

Aku dan hara memutuskan untuk pergi jalan-jalan ke pusat kota. Waktu itu hara memintaku untuk pergi ke kedai ice cream, aku menurutinya. Kami membuka pintu kedai ice cream itu. Dan kami duduk di kursi yang dekat dengan jendela.

“iya..iya..oppa memang hebat”, sepertinya aku mengenal suara itu. Aku memalingkan kepalaku, dan menemukan sosok krystal dengan seorang namja yang sangat aku kenal. Dia terlihat begitu bahagia. Kalau saja hara tidak menderita penyakit kanker otak, mungkin aku akan menembakmu krystal. Tapi sekarang terlambat, kau sudah memiliki sanghyun.

“minho kau mendengarkanku tidak?”, bentak hara. Ishh anak ini.

“aku mendengarkanmu kok chagi”, jawabku.

“argghh minho kepalaku sakit”, erangnya. Jangan-jangan penyakitnya kambuh?, aku memutuskan untuk membawanya ke rumah sakit.

Krystal POV

Aku dan sanghyun oppa memutuskan untuk pergi ke kedai ice cream yang tak jauh dari apartement sanghyun oppa. Kami duduk di kursi yang dekat dengan jendela.

“Krystal kau tau banyak yeoja yang mengejar-ngejarku saat di amerika”, ucapnya.

“iya..iya..oppa memang hebat”, seruku.

“minho kau mendengarkanku tidak?”, bentak seseorang. Aku memalingkan wajahku dan melihat sosok minho oppa dengan yeoja chingunya.

“argghh minho kepalaku sakit”, erangnya. Dia terlihat memegangi kepalanya, sepertinya dia sakit kepala. Dapat kulihat minho oppa dan yeoja itu meninggalkan kedai ice cream. Sungguh aku benar-benar patah hati. Oppa kumohon balas lah cintaku ini.

Minho POV

Aku terus menunggu dokter yang memeriksa hara di dalam. Akhirnya seorang dokter keluar dari kamar hara. “bagaimana?”, tanyaku. Ku lihat raut wajahnya muram, ada apa dengannya?, “pasien berada dalam keadaan kritis”, jawab dokter itu lirih. Aku memutuskan untuk menghampiri hara.

“minho”, ucapnya lirih.

“sarange”, lanjutnya.

Aku tak bisa menahan air mata ini. Aku memang tidak mencintainya, aku hanya menganggapnya hanya seorang adik tak lebih.

“aku tau kau tidak mencintaiku, kau hanya mencintai yeoja yang tadi kau lihat terus di kedai ice cream benarkan?”, tanyanya.

Aku mengangguk.

“kau hanya terpaksa kan mencintai aku. Cinta tak bisa dipaksakan minho, kau hanya mencintai yeoja yang tadi bukan aku. Aku mohon jika suatu saat nanti aku meninggal, aku mohon kau harus bersamanya, jangan tinggalkan dia”, ucapnya lirih. “minho sarange”, gumamnya. Dia perlahan-lahan menutup kelopak matanya. Dia sudah tidak ada lagi di dunia ini.

Aku memutuskan untuk menemui krystal setelah acara pemakaman hara. Rupanya dia sedang ada di rumahnya.

“Krystal”, panggilku. Dia nampaknya kaget dengan kedatanganku. “ada apa oppa?”, tanyanya. “krystal, mau kah kau menjadi yeoja chinguku?”, tanyaku. Sepertinya dia kaget dengan ucapanku. “oppa mau mempermankan aku ya?, bukankah oppa itu sudah punya yeoja chingu?”, tanya krystal. “hara sudah meninggal krys. Sebenarnya saat aku menemukan kamu pingsan di taman, aku sudah menyukaimu. Krystal mau kah kau menjadi yeoja chinguku?”, aku kembali mengulang pertanyaanku. Dia menganggukkan kepalanya. “gomawo krystal”, aku memeluknya ke dalam dekapanku. “nado saranghae oppa”, ucapnya. “ne krystal”, jawabku

END

Akhirnya selesai juga part minstalnya, huh banyak banget tugas nih numpuk, untung aja nyempetin buat bikin ff. bagi yang gak suka gak usah baca, dari pada koment yang gak jelas.

NOT PLAGIATOR

NOT BASHING

NOT SILENT READER

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , | 14 Comments

Post navigation

14 thoughts on “nado saranghae oppa^^

  1. bravo banget FFnya😉
    Keren loh .
    Aku baca nya sampe geregetan
    CKCKCKC, daebak xD
    Fighting ! xD

  2. Gomawo udah baca dan koment. Kunjungi juga blogku. http://hanminhyo.wordpress.com

  3. Ayayay~
    daebak saeng ff.ny *kasih20jempol*
    unn kira Minho bkal mnghianati Krystal .. Huhu…
    Endingny bgus, tpi mnurut unn kurang basa-basi *duagh! Ditendang saeng kelaut*
    udaahlah, segini aja komenny..
    Ntar malah jdi nyampah lgi ==a
    oia, sekalian kunjungi blog unn yyaa ^^
    shiningeffects13.wordpress.com ^^

  4. 20 jempol?, emangnya bisa? Kan jempol unni ada 4 sama yg kaki. Iya unn kurang basa-basi, soalnya udah gak ada ide lagi. Hehehe, gak mungkin dong unn minho khianatin krys, hehehe. Udah jga ya balasnya

  5. ne unn. baca jga ff q yg he’s my brother itu minstal lol

  6. h_h

    LIKE ;D

  7. duodanshin

    Aku dmen bngtt nihh..
    Bikin lagi dong minstal😛
    Hehe i like i like

  8. ChoiMin'ah

    wayh daebak thor…

  9. min,mau tanya edit fotonya dimana??gomawo🙂

  10. chia

    Bagussss deh ^^
    Tp endingnya cepet amat yahh.. Hehe :p

  11. Kecepetan…
    Tp, bagus kok

  12. keren
    Kirain end nya bkalan MinRa ma Krys-Sanghyun. Eh, trnyata enggak🙂

  13. Daebak ^^
    Cuma bahasanya diperbaiki lagi thor :3
    Soalnya kalau bahasanya aneh nggak kerasa feelnya *my opinion

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: