SACRIFICE LOVE

SACRIFICE LOVE

Author: Hyominstal

Genre:              Romance

Cast:                Krystal Jung SooJung

Choi Minho

Park Sanghyun

Han Ri Chan (unniku ikutan eksis)

Choi Sulli

Lee Taemin

Disclaimer: semua cast milik emaknya masing-masing, aku Cuma ngetik, buat, dan idenya saja. Bagi yang tidak suka dengan ff yang aku buat ini jangan dibaca, dari pada senyum-senyum gaje. Oh iya sekalian yang ANTI SHININGEFFECTS jangan baca ff yang ini, dari pada emosi nantinya.

Annyeong reader….

Karena aku sudah tidak ada ide lagi untuk ff yang happy ending, akhirnya terciptalah ff yang gaje ini. Sebenarnya aku ingin bikin ff yang happy ending, ya tapi mau bagaimana lagi, aku iseng-iseng aja bikin ff sad ending seperti ini. Udah deh dari pada banyak bacot terus, mendingan baca aja ffku. Happy reading^^

YANG SILENT READER, BASHING, PLAGIATOR SEMOGA DOSANYA BERLIPAT

Krystal memandang lekat-lekat sebuah makam yang di dalamnya terdapat jasad orang yang sudah dia anggap sebagai oppanya sendiri. “Sanghyun oppa, gomawo telah memberikanku semangat.”, ucap Krystal tulus. Lalu Krystal memandang makam yang di sebelah makam Sanghyun. Krystal memandang lekat-lekat makam itu. “kau bodoh sekali choi minho, kenapa kau melakukannya?, kau bodoh sekali”, krystal tersenyum menyembunyikan kesedihannya. Dia menyimpan seikat mawar putih di makam Minho. Dia menyandarkan kepalanya pada batu nisan yang bertuliskan Choi Minho. “jeongmal saranghae oppa”, serunya. Langit menurunkan pasukan hujannya, sepertinya langit ikut bersedih sama seperti hati krystal. Dress putih yang dipakai krystal sudah basah kuyup, tetapi krystal tidak peduli, dia tetap pada posisi semula. Dia mengingat-ngingat, pertama kalinya dia mengenal sosok Choi Minho.

Flash back…

“Krystal nanti malam datang ke rumahku ya, soalnya nanti malam oppaku ulang tahun”, seru seorang yeoja yang rambutnya dikucir, yeoja itu menyodorkan sebuah undangan pada krystal. “oh ne, akan kuusahakan”, jawab Krystal. “jangan diusahain harus datang pokoknya, soalnya acara ulang tahunnya itu pesta topeng”, ucap yeoja yang bernama Sulli. “iya deh aku datang, demi sahabatku”, Krystal merangkul tubuh Sulli. “gitu dong, sesama sahabat memang harus mengerti”, ucap Sulli.

Krystal memilih baju mana yang cocok untuk dirinya. “kau sedang apa Krys”, seru jessica, “unni pilihin aku baju untuk pergi ke pesta topeng, please”, pinta Krystal. Jessica menghampiri Krystal. “kau ini, kau itu punya banyak baju pesta, nah yang ini cocok buat kamu”, seru jessica sambil memberikan sebuah dress panjang pada Krystal. “unni yakin kalau aku pantas pakai baju yang ini?”, tanya Krystal, sepertinya dia ragu dengan baju yang dipilihkan jessica. “wae?, kau itu pantes pakai baju ini, ayo cepat kau ganti baju, lalu kau berangkat”, titah jessica. Sebagai dongsaeng yang baik, Krystal hanya menuruti perintah Jessica.

Dalam waktu setengah jam, akhirnya Krystal sudah siap dengan topeng dan dressnya. “adik unni emang cantik”, puji jessica. “beneran nih unn?”, ragu krystal. “aishhh kau ini tidak percaya banget sama unni, kamu udah cantik. Cepetan kamu pergi nanti telat loh”, seru jessica. Krystal memasuki mobilnya dan melaju dengan kecepatan sedang.

Krystal akhirnya sampai di tempat tujuan. Memang sedikit terlambat, tapi krystal tak menghiraukannya. Rupanya pestanya meriah sekali. Semua orang memakai topeng dan dress yang mewah. Krystal memandangi setiap sudut dalam pesta ini, sampai dia menemukan sosok namja yang sedang menyandarkan tubuhnya pada dinding.

Melihat sepertinya dia diperhatikan oleh seorang yeoja, Minho mendekati yeoja itu.

“annyeong”, sapanya. Krystal hanya terpaku dengan di tempat. “hey kau kenapa?”, tanya Minho. Masih seperti semula Krystal tidak menjawab. Minho membuka topeng yang menutupi wajahnya itu. Dan menatap Krystal

Krystal membelalakan matanya, melihat wajah Minho, dia juga ikut membuka topengnya.

Saat sedikit lagi topeng Krystal terbuka, tiba-tiba

‘do it do it chu~ it’s true true true true it’s you’, ponselnya berbunyi. Krystal tidak jadi membuka topengnya malah dia memakaikannya kembali. “ada apa unni?”, tanya Krystal. “bisa tidak kau pulang sekarang?, Donghae oppa kecelakaan, please”, seru jessica dari sebrang sana. “ne, aku akan ke sana”, krystal menutup percakapannya dengan jessica. Lalu krystal menghampiri namja itu lagi. “mianhae, aku harus pulang”, pamit Krystal. Baru satu langkah krystal berjalan, Minho menarik tangan krystal. “aku mohon buka topengmu”, pintanya. Krystal menuruti permintaan minho dia melepas topengnya. “mian aku harus pergi”, pamit Krystal. Dia pergi tidak memakai topeng. “neomu yeppeo, bukan hanya itu, dia punya suara yang bagus”, puji Minho.

Krystal memasukan mobilnya ke garasi. “Krystal, kau itu terlambat sekali, lihat donghae oppa saja sudah sembuh”, seru jessica. “mwo?”, kaget krystal. “wae?”, bingung jessica. “argghhh unni ini menggagalkan rencanaku, aku itu sedang bersenang-senang di sana, malah unni nelpon”, kesal Krystal. “senang-senang sama siapa?”, tanya jessica. Wajah krystal tiba-tiba berubah. “ahhh anu. Tidak ada apa-apa kok unn, hehehe”, tawa Krystal. “jangan bohong kau Jung Soo Jung, aku tau kau tidak pandai berbohong, ayo cepat ceritakan dan siapa nama namja itu?”, selidik jessica. “ah a..nu. aku tidak tahu siapa nama namja itu”, jawab krystal akhirnya. “hah?”, kaget jessica. Krystal mengangguk. “ya sudah, kamu menyukainya?”, selidik jessica. “ahh ani..aku tidak menyukainya, aku saja belum pernah mencintai orang lain bagaimana aku bisa merasakannya”, seru krystal, dia mulai salah tingkah di depan unninya itu. “jangan bohong kau Jung Soo Jung”, bisiknya yang membuat krystal bergidik ngeri. “KYAAAA!”, jessica menggelitiki badan krystal. “kyaaa unni ampun, ampun. Iya iya aku menyukainya”, aku krystal. “begitu dong, bilang suka aja gagap banget”, seru jessica. Jessica meninggalkan krystal. “huh dasar unni sadis”, maki krystal.

“kamu datang gak ke pesta kemarin itu?”, seru sulli. “aku datang kok, malahan aku cariin kamu kemana-mana”, jawab krystal. “mian ya Krys….kemarin taemin oppa mengajakku ke taman belakang”, ucap sulli. “ne ne gwenchana, tapi untung deh kemarin ada yang mau menemani aku”, seru krystal. “mwo?, siapa?, namja atau yeoja?”, tanya sulli. “satu-satu Jin Ri, aku tidak tahu siapa namanya, dia adalah namja”, jawab Krystal. “akhirnya, cinguku ini punya orang yang disukai”, seru sulli. Krystak hanya geleng-geleng kepala.

“Krystal ayo kita pulang bareng”, seru Sulli. “gak ngerepotin nih?”, ragu krystal. “sama sekali tidak Soo Jungie. “baiklah, kajja”, Krystal menggandeng tangan Sulli.

Sulli dan krystal berjalan menghampiri mobil merah yang terparkir di halaman sekolah. “mobil baru?”, tanya krystal. “bukan itu mobil oppaku”, jawab Sulli. “oppa kajja”, seru Sulli membangunkan namja yang tengah tertidur di mobil. “ayo”, namja itu akhirnya bangun. “loh kamu?”, kaget Minho. “akhirnya kita bisa bertemu lagi”, lanjut Minho. Krystal hanya tersenyum sementara hatinya loncat-loncat gak jelas. “loh kalian sudah kenal?”, tanya Sulli. Minho mengangguk. “di mana?”, tanya Sulli. “sudahlah nanti aku ceritakan di rumah, ayo cepat masuk”, titah minho, krystal dan sulli menurut mereka memasuki mobil minho.

“oppa ayo ceritain sama aku, please”, pinta Sulli. “tidak akan”, jawab Minho. “yaaa oppa ini tadi oppa bilang akan menceritakannya di rumah, oppa bohong”, seru Sulli. “itu karena, tadi ada temen kamu, siapa sih nama yeoja itu?”, tanya Minho. “tidak akan ku ceritakan sebelum oppa ceritakan sama aku tentang pertama kali oppa bertemu dengan Krystal”, tanpa sadar sulli membocorkan kunci jawabannya. “jadi namanya Krystal, jadi aku tidak perlu dong menceritakannya sama kamu weeee”, minho menjulurkan lidahnya. “aishhh tahu nama amerikanya aja udah belagu, apalagi kalau tahu nama koreanya weee”, kini sulli yang menjulurkan lidahnya. “emangnya siapa nama koreanya?”, tanya minho halus sambil menunjukkan tampang watadosnya. “enggak akan”, sulli membanting pintu kamarnya dengan kasar. “aishhh dasar dongsaeng durhaka(?).

“loh oppa kok tumben mau jemput aku tanpa aku suruh?”, bingung Sulli. “sudahlah jangan banyak bicara, ajak temanmu itu untuk pulang bareng”, titah Minho. “ohhh jadi karena itu alasannya, aishhh kirain lagi baik sama dongsaengnya”, celoteh Sulli. Sulli meninggalkan minho bermaksud mengajak krystal pulang bersamanya. “oh iya Krystal bentar lagi kan kamu ulang tahun”, ucap Sulli saat mereka berada dalam perjalanan. “ne wae?”, bingung Krystal. “aku Cuma mau kasih tahu kamu, kalau nanti oppaku akan kasih kamu hadian loh”, bisik Sulli. “hey kalian sedang membicarakan aku ya?”, tebak Minho. “idih PD amat oppaku ini”, celoteh Sulli.

“Sulli, memangnya Krystal ulang tahunnya tanggal berapa?”, tanya minho saat mereka berdua tiba di rumah mereka. “nanti tanggal 24 oktober, wae?”, bingung Sulli. “menurutmu, oppa pas gak menembak Krystal pada hari ulang tahunnya?”, tanya Minho. “mwo?, oppa mau nembak Krystal?, ya ya aku setuju banget”, seru Sulli.

24 oktober 2010

Hari ini krystal berulang tahun. Minho dan sulli memilih baju yang akan digunakan minho untuk kencan dengan Krystal. “Sulli cepetan pilihin aku baju mana yang cocok”, celoteh minho. “iya oppa iya asishhh cewet banget”, seru Sulli. “nah sepertinya ini cocok oppa”, usul Sulli. Dia menyodorkan minho sebuah kemeja bermotif kotak-kotak. “gak terlalu tua ini baju?”, ragu minho. “cielah oppa, kaya oppa masih muda aja, sudah sana cepat ganti baju, lalu jemput Krystal”, titah Sulli. “aishh iya iya”, pasrah minho.

Minho ragu-ragu untuk mengetuk pintu rumah keluarga Jung. Dengan mengumpulkan keberanian minho mengetuk pintunya krystal.

‘tokk..tokk..tokk..’

Akhrinya pintu dibukakan dari dalam. Ternyata yang membuka pintu itu Krystal. “oppa?, kenapa oppa ke sini?”, tanya Krystal. “aku ke sini ingin merayakan hari ulang tahunmu dan ingin mengatakan sesuatu sama kamu”, jawab minho. “oh ne, aku ganti baju dulu”, pamit krystal. Selama 10 menit minho menunggu, akhirnya krystal datang juga dengan dress selutut yang dipakai krystal. “neomu yeppeo”, seru minho pelan. Namun dapat terdengar oleh krystal. “ne oppa?”, tanya krystal. “ani…kajja kita pergi”, seru Minho.

“ada apa oppa membawaku ke restaurant jepang ini?”, tanya krystal. “aku hanya ingin memberikanmu ini”, minho menyodorkan sebuah kalung cincin pada krystal. “aku sudah memakainya di jariku, itu terserah kamu, kalau kamu menerimaku menjadi namja chingumu kamu pasangkan kalung itu di lehermu, kalau kamu menolaknya, kamu buang saja kalung itu”, ucap Minho. Krystal memberikan kembali kalung itu pada minho yang membuat minho tidak mengerti. “aku ingin oppa yang pasangkan”, titah krystal. Minho menurut dia memasangkan kalung itu pada krystal, pas sekali. “jadi kamu menerimaku?”, tanya minho. Krystal mengangguk.

Apakah kisah cinta minho dan krystal selesai sampai di sanakah?, tidak masih banyak kejadian yang dialami MinStal #lebay.

Minho dan krystal sedang berada di perjalanan menuju pulang. Krystal dari tadi sibuk memperhaatikan kalung yang diberikan minho. “kau menyukainya chagi?”, tanya minho. Krystal mengangguk. “kau memang pantas memakai kalung itu”, minho terus memandang Krystal yang membuat krystal tersipu malu, sampai dia tidak mengetahui bahwa ada truk besar di depan mereka. “OPPA AWASSS KYAAA”, teriak Krystal, minho menghindari tabrakan itu, namun sayang mobil yang mereka tumpangi jatuh ke jurang.

“aww sakit”, minho memegangi kepalanya yang sakit itu. Banyak darah yang bercucuran di sekitar minho. Minho menghampiri tubuh krystal yang tergeletak tidak jauh dari dirinya.

“Krystal bangun, aku mohon bangun”, pinta minho, namun tak dapat respon dari krystal. Dengan tenaga yang tersiksa, minho mengangkat tubuh krystal menuju rumah sakit.

“dokter, aku mohon selamatkan krystal”, pinta minho saat dia tiba di pintu UGD. “ne, lebih sekarang tuan menunggu dulu”, dokter itu menenangkan Minho.

1 jam

2 jam

“aishh lama sekali dokter itu, apa yang mereka lakukan pada Krystal?”, seru Minho, dia dari tadi gelisah, khawatir dengan keadaan krystal yang sekarang adalah yeoja chingunya. Akhirnya orang yang ditunggu-tunggu datang juga. “bagaimana dok?”, tanya Minho cepat. Dokter itu menundukkan wajahnya. “nona Krystal….”, dokter itu tidak melanjutkan perkataannya. “dia kenapa?, JAWAB?”, bentak Minho. “tuan harus sabar, nona Krystal….dia mengalami kebutaan akibat pecahan benda tajam”, jawab dokter itu lirih. “jangan bohong kau, JANGAN BOHONG”, bentak Minho, dia menarik kerah dokter itu. “jangan macam-macam dengan aku dokter”, Minho melepas cengkramannya, dia jatuh ke lantai yang dingin. “i…ni…ti…dak…mung..kin…TIDAK..”, teriaknya. “tuan harus sabar, tuan harus memberi semangat untuk nona Krystal, agar dia kuat dan sabar menghadapi ini semua”, nasehatr dokter itu.

Krystal POV

Aku merasakan semua tubuhku sakit, aku memutuskan membuka mataku. Namun….kenapa semuanya gelap?, apa ini masih malam?, dan Minho oppa mematikan lampunya?

Aku meraba ke sekelilingku, aku menyentuh sebuah kepala, sepertinya ini kepalanya Minho oppa yang sedang tidur, aku memutuskan untuk membangunkannya. “oppa, ayo bangun cepat kau nyalakan lampunya, aku takut gelap”, aku mengguncang-guncangkan kepalanya. Sepertinya dia sadar. “gwenchana Krystal?, bukankah lampu di kamar ini sudah menyala semuanya?, sudahlah aku mau tidur”, ucapnya. MWO?, lampu di kamar ini sudah menyala semuanya?, ah mungkin Minho oppa sedang mengigau. Aku memutuskan untuk membangunkannya lagi. “OPPA!!, CEPAT BANGUN”, teriakku. “iya iya”, akhirnya dia bangun juga, huh dia itu memang raja tidur. “wae?”, tanya Minho oppa. “cepat nyalakan lampunya”, titahku. “ya ampun Krystal, lampu di kamar ini sudah menyala dari tadi juga”, jawabnya. “oppa jangan bohong, kalau lampu di kamar ini menyala, ada apa dengan mataku?”, tanyaku. “kau tidak bisa melihat?”, tanyanya. “ada apa oppa?”, aku semakin takut. “apa yang dikatakan dokter itu benar?, tidak ini tidak mungkin, kau tidak buta kan Krystal?”, tanyanya. “apa yang dikatakan dokter itu oppa?, aku buta?, AKU BUTA OPPA?”, jeritku. Dia menarikku ke dalam pelukannya. “tenanglah, uljima, aku akan di sini menemanimu. Kau harus kuat, sabar, dan berani menghadapi ini semua”, ucapnya lirih. “TIDAK OPPA, TIDAKKKK”, aku mulai histeris, bagaimana tidak, semua orang pasti akan kaget, takut, jika tidak bisa lagi melihat dunia?. Aku memukul dada bidangnya. Tetapi dia tetap memelukku, bahkan semakin erat. “sudahlah oppa, lebih baik oppa keluar, KELUAR”, usirku. Tetapi dia tidak menghiraukannya, dia tetap memelukku.

Aku menyandarkan punggungku pada dinding rumah sakit. Kenapa ini semua terjadi sama aku?, semua orang seharusnya bahagia jika dia ulang tahun, tapi aku, aku hanya bisa menikmati kegelapan di bumi ini. Aku menitikkan air mataku. “kyaaa kenapa kau menangis?”, tanya seorang namja, tapi tunggu aku tidak mengenal suara itu. “kau siapa?”, tanyaku. “namaku Park Sanghyun. Kamu?”, tanyanya. “Jung Soo Jung imnida, panggil saja aku Krystal. Kau sedang apa di rumah sakit ini?”, tanyaku. “aku hanyalah pasien yang kuput dalam kekecewaan, dan mungkin sebentar lagi aku akan meninggal”, jawabnya. “aishhh kau jangan begitu. Kecewa kenapa?”, tanyaku. “Han Ri Chan, dia adalah yeoja yang amat aku cintai, dia rela memberikan hatinya agar aku bisa bertahan hidup, tapi sekarang, hati yang dia berikan kepadaku tidak cocok denganku, dan mungkin sebentar lagi aku akan meninggal, seharusnya dia tidak memberikan hatinya untukku”, ucapnya lirih penuh penyesalan. Aku menepuk punggungnya, “sudahlah, ini semua sudah terlanjur terjadi”, ucapku. “hey kenapa kau dirawat di sini?”, tanyanya. “kau tidak bisa melihat?, aku itu buta”, ucapku dengan nada kesal. “yasudah, eh mau gak aku antar kamu ke taman rumah sakit?”, tanyanya. Aku mengangguk. “kajja”, jawabku. Dia menuntunku menuju taman, lalu mendudukkanku di bangku taman itu. “oppa, apakah pemandangan ini sangat indah?”, tanyaku. “ne SooJung, pemandangan di sini sangatlah indah”, jawabnya. “andai saja, aku bisa melihat ya oppa”, ucapku. “aishh kau jangan begitu, kan kamu bilang kalau ini semua sudah terlanjur terjadi”, ucapnya. Dia menarik kepalaku agar menyandar di bahunya.

Minho POV

Aku memutuskan untuk menjenguk Krystal setelah pulang dari kampus. Aku memakirkan mobilku di halaman rumah sakit yang dekat dengan taman. Aku menutup mobilku, pandanganku terpaku pada dua sosok orang. Sepertinya yeoja yang sedang tertawa itu aku mengenalnya. Tidak salah lagi, dia Krystal, tapi siapa namja itu?, aku memutuskan untuk menghampiri mereka. “Krystal?”, panggilku. “oppa?”, dia menghentikan tawanya. “siapa dia?, apa dia namja chingumu?”, tanya namja yang di samping Krystal. “kalau iya memangnya kenapa?”, tanyaku dingin. “ohh mianhae aku tidak bermaksud cemburu dengan aku”, jawabnya. “hey siapa juga yang cemburu sama kamu?”, karena kesal, aku mencengkram kerahnya. “oppa apa yang kau lakukan pada Sanghyun oppa?”, tanyanya. “hey kau, jauhi Krystal, atau kau akan menyesal”, ancamku.

Plakk

Krystal menampar pipiku, baru kali ini aku ditampar oleh seorang wanita, berarti krystal adalah tamparan pertamaku. “oppa, kenapa oppa bersikap kasar kepadanya?”, bentak Krystal. “karena dia…”, belum sempat aku berkata, Krystal sudah memotong perkataanku. “sudahlah oppa, aku menyesal telah mengenal oppa, Sanghyun oppa, bisa kau mengantar aku ke kamar?”, pintanya. Namja itu menggangguk, dia berlalu dengan Krystal. Krystal bilang, dia menyesal telah mengenalku?, tidak mungkin.

Krystal POV

Aku sampai di kamarku. “jahat sekali ya namja chingumu itu”, seru Sanghyun oppa, terdengar seperti bercanda, namun itu keterlaluan. “SUDAHLAH OPPA, tamparan tadi aku lakukan untuk kebahagiaannya juga”, kesalku. “iya iya aku bercanda kok, sudahlah kau istirahat”, ucapnya. Dia pergi dari kamarku. Minho oppa mianhae aku telah menamparmu, itu aku lakukan untuk kebahagiaanmu juga mianhae.

Minho POV

Aku masih tidak percaya dengan perkataan Krystal tadi, dia bilang menyesal telah mengenalku?, berarti dia juga menyesal telah menjadi yeoja chinguku?. Seseorang tiba-tiba menutup mataku dari belakang. “sulli, jangan mulai deh, oppa lagi sedang tidak mau diajak bercanda”, ucapku. “kau ini masa lupa denganku Minho”, ucapnya. Dia membuka mataku. Aku membalikkan badanku agar bisa melihat yeoja itu. “Yuri noona?, ada apa lagi noona ke sini?”, tanyaku dingin. “kau ini aku itu yeoja chingumu, masa kamu lupa?”, serunya. “mwo?, yeoja chingu?, bukannya noona itu yeoja chingunya yeesung hyung?”, tanyaku sinis. “huh kau memilih pacarmu yang bodoh dan buta itu hah?”, bentaknya.

Plakk

“jaga bicaramu, Kwon Yuri”, ancam Sulli. Rupanya adikku ini membela sahabatnya sendiri. “hebat-hebat, yeoja murahan itu sudah bisa mempengaruh adik kakak ini”, ucapnya sambil tersenyum sinis. “siapa yang murahan?, dia atau KAMU SENDIRI?”, bentak Sulli. “kau berpacaran dengan oppaku, setelah kau campakkan oppaku, kau berhubungan dengan yeesung oppa, terus sekarang kau ingin kembali lagi dengan oppaku, APA ITU BUKAN YEOJA MURAHAN HAH?”, bentak Sulli. “terserah apa yang mau kau katakan Choi Jin Ri, karena aku ke sini bukan karena ingin bertemu dengan kamu, tetapi dengan oppa kamu”, ucap Yuri noona. “bicara apa?, bicara kalau kau ingin menjadi yeoja chingunya lagi?, sudah terlambat, dia sudah menjadi namja chingu krystal sahabatku”, seru Sulli. “ne, aku tidak mempunyai perasaan apa pun dengan noona lagi, aku sadar aku hanya menganggap noona sebagai noonaku sendiri”, aku angkat bicara dan menengahi pertengkaran antara adikku dan Yuri noona. “kau lebih memilih Krystal dari aku Choi Minho?, oke fine, aku pergi. Tapi jangan harap kalian bahagia”, Yuri noona pergi dari rumah kami. “huh dasar, aku bingung kenapa oppa bisa sampai pacaran dengan yeoja seperti dia”, celoteh Sulli. Aku merangkul tubuhnya. “dongsaeng oppa ini sudah mulai berani sama orang yang gede ya?”, candaku. “hehehe, itu Taemin oppa yang ajarin”, jawab Sulli. Loh Taemin?, waah adikku memang tidak salah memilih namja chingu. “sudahlah oppa aku tidur dulu”, ucapnya. Aku mengangguk.

Aku berencana untuk menjenguk Krystal, ketika aku akan membuka pintu kamar Krystal tiba-tiba.

“MINHO SARANGE”, seru Yuri noona dengan sangat keras, apa dia sengaja agar Krystal mendengar teriakkannya?

“tetapi aku tidak MENCINTAIMU noona”, aku menekankan kata ‘mencintaimu’. Yuri noona pergi begitu saja, sepertinya ada yang aneh.

Krystal POV

Rasanya aku lelah sekali setelah seharian ini bermain dengan Sanghyun oppa.

“MINHO SARANGE”, terdengar teriakan dari luar, sepertinya aku mengenal suara yeoja itu, bukankah itu suara Yuri unni?, dia mencintai Minho oppa?

Aku tidak tahu apa jawaban mminho oppa, tetapi aku hanya mendengar kata ‘mencintaimu’, apa mungkin Minho oppa berpaling hati, gara-gara aku memarahi dia kemarin?.

“annyeong Krystal”, seru Minho oppa. “kenapa oppa ke sini?”, tanyaku dingin. “loh kamu tidak mau aku ke sini?”, canda Minho oppa. “tidak sama sekali, oppa kenapa tidak sama Yuri unni saja, sana cepat pergi”, usirku. “Yuri noona, dia hanya masa laluku, Krys….”, dia tidak melanjutkan perkataannya karena terpotong olehku. “CEPAT PERGI, AKU BUTA KARENA OPPA YANG MENGAJAKKU KENCAN, CEPAT PERGI”, bentakku. Aku terpaksa mengucapkannya, mianhae oppa. “baiklah aku pulang”, ucapnya. Dapat aku dengar suara pintu yang tertutup dengan kasar. Mianhae oppa, jeongmal mianhae.

Minho POV

Aku merasa sakit ketika krystal mengucapkan kalau dia buta karena aku. Aku menutup pintu kamarnya dengan kasar. “hey kau kenapa Choi Minho?”, tanya Sanghyun orang ke tiga diantara aku dan Krystal. “kau bisa menjaga Krystal?”, tanyaku dingin. Sepertinya aku bisa melakukan sesuatu untuk menebus dosaku padanya, karena telah membuatnya buta. “aku juga tidak yakin, karena mungkin umurku juga sebentar lagi”, jawabnya. “KAU BISA MENJAGANYA TIDAK?”, aku menarik kerah bajunya dengan kasar. “iya, aku bisa”, jawabnya meski terdengar ragu-ragu.

Aku memutuskan untuk menemui Krystal untuk yang terakhir kalinya. “yeoboseyo?, Krys, kau bisa menemuiku untuk terakhir kalinya?, aku menunggu kamu di taman rumah sakit”, ucapku. Lalu menutup sambungan. Aku segera bergegas menuju taman rumah sakit.

Dalam waktu 10 menit, aku sampai di taman rumah sakit, dapat aku lihat sosok Krystal yang memakai mantel cream yang tebal. “annyeong”, sapaku. “annyeong”, jawabnya dingin. “apa yang mau oppa bicarakan?”, tanyanya. “aku akan pergi ke Amerika, dan akan menetap di sana”, ucapku lirih. Dapat ku lihat dia membelalakkan matanya. “apa oppa yakin?”, tanyanya. Krystal-krystal kecil mulai turun membasahi wajahnya yang polos. “ne, aku yakin”, jawabku.

Grebbb

Dia memelukku. “oppa aku mohon jangan tinggalkan aku”, pintanya. “mianhae Krystal aku harus pergi selamat tinggal. Sarange”, aku menitikkan air mataku saat mengucapkan kata cinta itu. Mungkin itu adalah kata cinta yang terakhirku. Mianhae Krystal. “na..do..sa..rang..hae oppa”, isaknya. “sudahlah uljima”, aku mengusap air matanya. “semoga aku bahagia, aku akan mencintaimu selamanya, dan aku akan menjagamu. Always love you”, ucapku. Aku sudah tidak kuat lagi, aku pergi dari samping Krystal. “oppa kau kemana?”, krystal meraba-raba ke sekelilingnya. Mianhae krystal semoga kau bahagia.

Krystal POV

“krystal kau tahu, kau akan mendapatkan donor mata”, seru  Sulli. “waaahh ya ampun terima kasih tuhan. Siapa yang mendonorkan matanya?”, tanyaku. Sulli menaikkan bahunya. “entahlah, oh iya besok kau akan di operasi pendonoran mata”, jawab Sulli aku mengangguk.

Sebentar lagi aku akan bisa melihat, terima kasih tuhan. Aku memasuki ruang operasi dapat aku lihat Sanghyun oppa terus menyemangatiku. “hwaiting”, ucapnya. Aku tersenyum.

“Krystal, aku akan selalu bersamamu selamanya”, ucap Minho oppa. “loh bukannya oppa ada di amerika?”, tanyaku. Dia hanya tersenyum. “berbahagialah, sarange”, bisiknya. “nado sarange”, jawabku.

“kau siap nona untuk membuka perban?”, tanya dokter itu. Ya operasi berjalan dengan lancar, namun aneh aku merasa ada sesuatu yang hilang. Aku mengangguk. Perban di buka oleh suster. Aku membuka mataku akhirnya aku bisa melihat lagi. “krystal, kau harus beritahu Minho oppa, kalau kau sudah bisa melihat pasti dia bahagia”, ucap Sulli. Iya aku harus menghubungi minho oppa.

To: minho oppa my lovely

Oppa aku bisa melihat lagi

Aku mengirim  sms singkat dariku. Tiba-tiba ada balasan

From: minho oppa my lovely

Chukkae ya Krystal, mian aku tidak bisa ke Seoul.

Akhirnya minho oppa membalas sms dariku. Aku menatap ke cermin rumah sakit, namun….kenapa di kaca rumah sakit itu ada bayangan minho oppa?, ah mungkin aku hanya kangen saja dengan dia. Tapi memang benar, mataku yang baru ini seperti mata minho oppa.

“arghhh”, erang Sanghyun oppa. “oppa waeyo?”, tanyaku. “arghhh sakit”, dia terus berteriak, mungkin kanker hati yang dia alami kambuh.

Brukkk

Dia terjatuh ke lantai. “oppa?”, kagetku.

“bagaimana dok keadaan dia?”, tanyaku khawatir. “dia Kritis”, jawab dokter itu. Ini tidak mungkin. Aku pergi ke kamar sanghyun oppa. “oppa”, ucapku lirih. “Krystal, waktuku mungkin tidak akan lama lagi,  aku harus memberitahumu sesuatu, uhukk..uhukk”, ucapnya. “apa oppa?”, tanyaku. “sebenarnya Minho,  dia yang mendonorkan matanya untuk kamu Krystal”, jawab sanghyun oppa. “MWO?, MINHO OPPA?”, kaget Sulli.

‘brukk’

Dia jatuh ke lantai. “sulli?”, kagetku. “Krystal, ingat kata-kata Minho, kalau kau harus bahagia, Minho akan selalu di sampingmu”, seru Sanghyun oppa. “selamat tinggal Krystal, aku akan bahagia di sana, karena aku akan bertemu dengan Ri Chan”, lanjutnya perlahan-lahan dia menutup kelopakl matanya. Sanghyun oppa sudah meninggal.

“Sulli?”, panggilku. Sulli membuka matanya. “kenapa kau ke sini?”, tanyanya dingin. “puaskah kamu membunuh oppaku HAH?”, bentaknya. “sudahlah Sulli, ini sudah terjadi, lagian ini bukan salah krystal, minho oppa yang menyetujuinya”, taemin oppa mencoba menenangkan hatinya Sulli. “kau harus jaga, mata oppaku krystal, jangan sampai pengorbanan oppaku sia-sia”, ucap Sulli. Aku mengangguk.

Flash back end

Author POV

“aku janji kalau aku tidak akan menangis oppa, aku janji kalau aku akan bahagia, tapi oppa juga harus berjanji kalau oppa kembali”, ujar krystal lirih. “aku tidak bisa kembali Jung SooJung, aku hanya bisa menjagamu lewat mataku,  berbahagialah, aku yakin kamu bisa tanpa aku kamu adalah orang yang kuat. Jung SooJung adalah orang yang kuat. Mianhae Krystal karena aku meninggalkanmu, selamat tinggal”, ucap Minho. Krystal bisa mendengar suara itu, namun dia tidak bisa melihat sosok minho.

“iya oppa aku akan bahagia, ada atau tidak adanya dirimu, aku akan mencintaimu dan bahagia”, seru Krystal. Dia mencium batu nisan yang bertuliskan Choi Minho itu, lalu pergi meninggalkan pemakaman itu.

END

Gimana endingnya, sad ending kah?, aku lagi ingin liat reader menangis bikin ff ini *author kejam*. Oh iya sekali lagi,

YANG SILENT READER, BASHING, PLAGIATOR SEMOGA DOSANYA BERLIPAT.

*udahan dulu ya teriak-teriaknya, author siapin dulu ff selanjutnya*

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , , , , | 17 Comments

Post navigation

17 thoughts on “SACRIFICE LOVE

  1. paulinasong-

    HUHUHU (T______T..)*oranglebay .
    Sedih banget sih sad ending …
    Dikira aku happy ending , lebih seru xD
    Tapi sad ending nya bagus . Flashbacknya panjjjaaaanngg sekali .
    Pokoknya! Daebak & Fighting!! (^.<")

  2. Gomawo unni. Kan di atas jga udah diceritakan kalo bakal sad ending. Panjang banget flashbacknya?, flash backnya 3867 kata kok unn

  3. qinqin

    argh tragis bener,nice ff

  4. Tragis unn?, ya mian kalo buat ff yg happy ending blom kepikiran hehehe. Gomawo

  5. sashaaa

    tidaaakkk~ kenapaaa??? *lebaay*
    tapi good ko😀
    itu minhonya meninggal kenapa?

  6. Mian ya untuk para readerku yg flamers maupun shawol, kalo minhonya meninggal, ya karena q gak ada ide lagi buat bikin yg happy ending

  7. krystalized

    T.T T.T huah huah huah., *nangs guling2 #reader lebe

    keren, keren, daebak daebak,
    minstal pisah kga rela.

  8. AKU JUGA GK RELA KALO MINSTAL PISAH #lebe. Gomawo ya unn udah koment

  9. minho meninggal?? Kenapa?

  10. Mian ya unn kalo minhonya dibuat meninggal, itu minho donorin matanya buat krystal. Gomawo unni udah koment

  11. doamu terkabul thor! skr ak sedang menangis tersedu2 *agak lebay tp emang bener T^T
    huaa kok sad ending sih u,u kasihan minhonya.. pdhl dia gaperlu brkorban ky gt, kn sanghyun bisa tuh kasi matanya kn dia mau mati ._. /plakk😄

  12. Hyominstal

    Akhirnya doaku terkabul juga, jangan panggil aku thor dong, panggil aku anita aja. Kan minho menyerahkan krystal untuk sanghyun, iya yah padahal sanghyun aja yg ngedonorin matanya, jadinya deh 2 namja yg tampan meninggal, gomawo

  13. duodanshin

    Bgussss!
    Minho telah mngorbankan matanya :O
    MinStal <33
    sulli skrg benci krys?😥

  14. Bagus kok😀 sad endingnya ngena. Minho kenapaaaaaaaaa??????? -m- *selingkuhanku *eh?

  15. loveTAETEUKforever

    huwaaa Minstal pisaahhh TT.TT garelaaaaaaaaaaa
    loh? Sulli koq kyknya jadi benci Krystal sih?? o.o

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: