Beautiful Goodbye

Tittle: Beautiful Goodbye

Main Cast: Choi Minho as Minho, Jung Krystal as Soojung

Other Cast: Jung Jessica

Author: Intan-97lines (@2409intan)

Genre: Angst, Sad Romance

Rating: PG 14

Disclaimer: Castnya bukan punya saya, tetapi Plotnya MURNI hasil olahan otak saya. DON’T LIKE WITH THE COUPLE???

Annyeong~ aku balik bawa ff MInStal niih ^^dan lagi-lagi ff ini juga pernah aku publish di wpku. huahaha~ yasudahlah tak usah banyak omong saya. langsung aja kita cek ceritanya😄

$$$

“Oppa, seandainya aku mati, apa yang akan kau lakukan?” tanya seorangWanita berparas cantik nan anggun pada Lelaki disebelahnya.

“seumur hidup aku tidak akan merelakanmu pergi,” jawab Lelaki jangkung itu sambil terus menatap lurus kedepan. “Karena aku mencintaimu, Soojung-iie.” lanjutnya. pandangan lelaki itu mulai beralih pada kedua bola mata Soojung yang terlihat sayu.

“Jeongmal??” tanya Soojung (lagi) dengan nada tak percaya. Lelaki bernama Minho itu hanya menganggukkan kepalanya dengan yakin tanpa ragu sedikitpun.

“Ne, Jeongmal Jeongmal Saranghae Jung Soojung.: ujar Minho. dikecupnya dahi Soojung dengan lembut dan perlahan mulai turun ke hidungnya, dan bibirnya.

“Jika takdirku mati dalam waktu dekat ini datang, apa Oppa akan merindukanku?” tanya Soojung penuh arti. Minho bingung harus menjawab apa. lelaki itu sedikit takut dengan kata ‘mati’.

“Yah! Soojung-iie, kenapa kau harus membicarakan kata Mati sih??! memangnya siapa yang akan mati, Huh??” ucap Minho. terdengar seperti sebuah bentakan untuk Soojung. Wanita itu hanya menunduk tak berani menatap Namjanya. ‘Mianhae Oppa, aku tidak bisa menceritakan semuanya padamu sekarang’ batin Krystal.

“Mianhae, aku hanya sedang terobsesi saja.” jawab Soojung berbohong. keduanya mulai tenggelam dalam pikiran mereka masing-masing sampai seorang Suster datang menghampiri mereka.

“Nona Soojung, anda harus segera istirahat. udara malam tidak baik untuk kesehatan anda.” ujar Suster itu. Soojung hanya mengangguk lemas dan membiarkan Suster itu mendorong kursi rodanya.

“Oppa, aku harus tidur sekarang. selamat malam,” ujarnya pada Minho.

“Ne, selamat malam Soojung-iie. Mimpi indah.” sahut Minho yang mendaratkan sebuah kecupan di dahi Soojung. Lelaki itu mulai menatap nanar kepergian kekasihnya itu.

$$$

“Oppa, hari ini kau datang??” ucap Soojung ketika melihat sosok Lelaki Jangkung memasuki ruang perawatannya itu. Lelaki itu menyunggingkan senyuman Khasnya sambil mendekat pada Soojung.

“Kau sudah baikan, Soojung-iie?” tanya Minho selembut mungkin. Soojung mengangguk pelan mendengarnya.

“aku sudah lebih baik dari kemarin Oppa,” ucap Soojung seceria mungkin. tanpa terasa darah mengalir keluar dari lubang hidungnya itu.

“Uh, Soojung-iie. Kau berdarah!!” jerit Minho panik. Lelaki itu mulai mengelap darah Soojung dengan tisu yeng tergeletak di meja pasien.

“Oppa, aku tidak apa-apa. Sungguh.” sanggah Soojung yang menolak Minho mengelap Darah yang kelua dari hidungnya itu.

“Tapi wajahmu pucat, Soojung-iie.” ucap Minho meyakinkan Soojung kalau sakitnya itu memang parah. tiba-tiba tubuh Soojung terasa melayang, ringan, kepalanya berputar, pandangannya kabur, dan Gelap…

$$$

“Soojung-iie, Ireonna.” isak Minho yang sedang mengantar Soojung menuju ruang ICU.

“Mianhamnida, anda harus menunggu di luar Tuan.” ujar Dokter padanya. Minho pun menuruti perkataan dokter itu.

“Minho-ya,” sapa seseorang ketika melihat Minho keluar dari Ruang ICU.

“Sica Noona?” sahut Minho lemas. “Bagaimana keadaan Soojung??” tanya Jessica yang otabene adalah Kakak kandung Soojung. kini, wajah cantiknya itu mulai terbasahi oleh butiran Air mata yang memaksa keluar dari pelupuk matanya.

“dia masih dirawat di ruang ICU Noona. tadi hidungnya berdarah, dan tiba-tiba Soojung pingsan.” jelas Minho dengan nada lemas. Lelaki itu mulai menempatkan pantatnya tepat disamping Jessica. Sejenak suasana terasa hening bagi keduanya sampai Jessica memulai pembicaraan.

“Kau tahu, Soojung hanya mempunyai waktu 5 hari untuk menikmati dunia ini.” ucap Jessica dengan wajahnya yang masih sembab karena menangis tadi. Minho yang mendengarnya langsung menatap Jessica dengan tatapan Noona-Jangan-Bercanda.

“Tolong Noona, katakan kalau ini semua bohong. Katakan kalau Soojung masih mempunyai umur yang panjang!!” sahut Minho. kini wajahnya mulai terbasahi oleh butirak Kristal yang tak ingin dikeluarkannya. Jessica menggeleng lemas sambil mengeluarkan air matanya (lagi).

“Tidak Mungkin! Soojung tidak mungkin mempunyai waktu sesingkat itu untuk hidup.” bantah MInho.

“Minho-ya, Noona tahu kau berat menerima kenyataan ini, Noona juga. Noona juga tak menyangka kalau Soojung akan meninggalkan kita semua dalam waktu dekat ini.” jelas Jessica.

“untuk kali ini, Noona mohon padamu untuk membahagiakan Soojung pada saat-saat terakhirnya sebelum meninggalkan dunia ini.” lanjut Jessica. Minho hanya terdiam mendengar permintaan Noona Soojung itu.

“Permisi, apakah anda keluarga dari Jung Soojung?” tanya Dokter yang muncul dari ruang ICU. “Saya Namjanya dan ini Kakaknya.” ujar MInho cepat.

“Dia ingin bertemu.” Dokter mulai mengantarkan Minho dan Jessica masuk ke ruang ICU, tempat diman Soojung dirawat.

“Oppa, Eonnie,” sapa Soojung lemas dengan wajah yang masih pucat. sosok Jessica mulai mendekati Soojung dengan tatapan nanar.

kali ini sebuah selang menempel (?) di kedua lubang hidung Soojung yang menyalur ke sebuah tabung oksigen, dan juga tangan kirinya yang juga dipasang selang yang menyalur ke sebuah Infus.

“Soojung-iie, Eonnie khawatir padamu.” ucap Jessica yang mulai berhambur memeluk Soojung. “Nan Gwaenchana, Eonnie-ya.” sahut Krystal mencoba tersenyum seolah tidak terjadi apa-apa.

sementara itu, Minho hanya bisa menatap dari jauh sosok kekasihnya itu dengan tatapan nanar. seolah tidak percaya jika sosok yang selama ini dicintainya akan pergi dari dunia ini.

“Oppa, kenapa hanya berdiri disitu?” tanya Soojung yang menyadari bahwa Minho enggan untuk masuk. Minho hanya tersenyum tipis sambil perlaan mendekat pada kekasihnya itu.

‘oh, oh, oh, oh, oppareul saranghae’

terdengar suara Handphone Jessica berbunyi.

“Eumm, Eonnie tinggalkan kalian dulu ya. ada telepon.” ucap Jessica cepat yang langsung meninggalkan sepasang kekasih itu.

“Soojung-iie, Oppa ingin bicara padamu.” ujar Minho dengan nada serius. Soojung hanya menunduk, takut kalau Minho akan memarahinya.

“kenapa kau tidak berkata pada Oppa kalau kau hanya punya waktu 5 hari??” tanya Minho. entah sejak kapan butiran air mata mulai membasahi wajahnya itu.

“aku hanya tidak ingin Oppa sedih,” jawab Soojung asal. Minho mulai duduk disamping tempat tidur Soojung dan mengelus rambutnya pelan.

“justru aku akan semakin sedih kalau kau tidak jujr padaku, Soojung-iie.” bisik Minho. Soojung hanya bisa menangis sekarang,

“Mianhae Oppa.” hanya kata-kata itu yang kini keluar dari mulutnya. mengucapkan 2 kata itu saja sudah membuat lidahnya kelu. Minho langsung meringkuhnya kedalam pelukan hangatnya.

“Soojung-iie, aku berjanji pada diriku sendiri meskipun kau telah tiada, aku akan tetap mencintaimu.” ucap Minho pelan namun masih dapat terdengar jelas oleh Soojung.

$$$

Day 1 (20 Oktober xxxx) …

“Soojung-iie, aku punya kejutan untukmu.” ujar Minho yang sedang mengajak Soojung berkeliling rumah sakit dengan kursi roda.

“apa itu?” sahut Soojung.

“kau akan melihatnya nanti.” ucap Minho sambil terus mendorong kursi roda Soojung menuju suatu tempat.

“taman??” tanya Soojung bingung begitu mendapati pemandangan yang ada di depannya. sementara itu Minho langsung berdiri didepannya dan menggerakkan tubuhny (baca: menari). diputarnya lagu SHINee – Juliette dan mulai berdansa.

“kau menyukainya?” tanya Minho setelah selesai menari untuk kekasihnya ini. Soojung mengangguk bangga pada Minho.

“Neomu Neomu Choahe Oppa.” jawab Soojung. Minho mulai berhambur memeluk sosok Yeoja itu dan sedikit mendaratkan sebuah ciuman di keningnya.

“Saranghae,” ucap Minho pelan.

Day 2 (21 Oktober xxxx) …

Soojung merenung di tempat tidurnya, err~ lebih tepatnya di tempat tidur pasien.

‘waktuku untuk hidup hanya tinggal 3 hari lagi.’ batinnya. tak terasa butiran kristal bening sudah membasahi wajahnya itu. yah, Yeoja itu menangis.

‘KLEK,’

pintu terbuka dan sesosok lelaki yang begitu familiar datang dengan membawa sebuket bunga di tangannya.

“Soojung-iie, Oppa datang.” ucapnya yang mulai mendekati Soojung.

“ergh, kau menangis??” tanya lelaki itu yang tak lain adalah Minho, kekasihnya.

“nan Gwaenchana Oppa,”jawab Soojung sambil mengusap air matanya. Minho mulai memeluk erat kekasihnya itu agar bisa membuatnya sedikit tenang.

“waktuku hanya tinggal 3 hari lagi Oppa,” ujar Soojung dengan linangan air mata yang kini mulai membasahi baju Minho.

“Arasseo, dan itu artinya aku akan kehilangan dirimu.” sahut Minho. lelaki itu tak sanggup lagi menahan air matanya.

Day 3 (22 oktober xxxx) …

Minho berjalan dengan terburu-buru menuju ruangan Soojung. pasalnya, tadi pagi Soojung dikabarkan pingsan dan harus segera mendapat perawatan khusus.

‘Soojung-iie, bertahanlah kumohon.’ batin Minho cemas. tak henti-hentinya lelaki itu mengintip ruang perawatan Soojung.

tiba-tiba seorang dokter keluar dari ruang perawatan dan mulai menghampiri Minho.

“kondisi Noona Soojung semakin kritis. kesempatan hidupnya sangat tipis sekali.” ujar Dokter pelan. butiran kristal-kristal bening mulai membasahi wajah Minho.

$$$

“Soojung-iie, kumohon jangan pergi dulu. Oppa masih ingin bersamamu.” bisik Lelaki itu disebelah Soojng yang masih tak sadarkan diri. tak henti-hentinya dia menangis untuk wanita yang sangat dicintainya itu.

Day 4 (23 Oktober xxxx) …

“Soojung masih belum sadar.” ujar Minho pelan pada Wanita di sampingnya. Jessica.

“waktunya semakin sedikit dan besok dia akan meninggalkan kita semua.” lanjut Minho.

“tepi besok adalah hari ulangtahunnya,” sahut Jessica dengan butiran kristal yang siap jatuh membasahi wajahnya kapan saja.

“aku tahu. dan besok akan menjadi hari ulangtahun terakhirnya di dunia.” ucap Minho.

“dan aku ingin hari itu menjadi hari terakhirnya yang terindah.” lanjutnya.

Last Day/Day 5 (24 Oktober xxx) …

“Soojung-iie, kau sudah sadar, eumm?” tanya Jessica yang baru saja bangun dari tidurnya. ya, tadi malam Jessica yang menjaga Soojung di rumah sakit.

“Eonnie, Minho Oppa?” tanya Soojung sambil mengedarkan pandangannya ke seluruh ruangan namun tak menemukan sosok Minho disana.

“Minho sedang pergi Jung-iie. dia akan segera kembali sebentar lagi.” jawab Jessica pelan.

“oh,” hanya kata itu yang keluar dari mulutnya.

Malam Hari …

“Soojung-iie, Oppa membawakan gaun untukmu. pakailah.” ujar Minho yang muncul dari balik pintu kamar pasien. Soojung hanya menatapnya heran.

“Untuk apa Oppa??” tanyanya.

“Saengil Chukkhae,” jawab Minho.

“sekarang pakailah. kumohon.” pnta Minho. tanpa pikir panjang, lelaki itu menuntun Soojung ke kamar mandi dan memberikan gaun putih itu padanya.

“aku menunggumu di taman.” ujar Minho yang mulai bergegas keluar dari kamar itu.

$$$

“kau nampak cantik Soojung-iie,” ujar Jessica saat melihat sosok Adik perempuannya itu mengenakan gaun yang diberikan Minho. tanpa pikir panjang, didorongnya kursi roda Soojung menuju taman untuk menemui Minho.

‘Eonnie sudah tak sanggup lagi menjagamu Soojung-iie,’ batin Jessica.

di taman, sosok Minho menunggu Soojung dengan balutan jas hitam yang dihiasi dasi kupu-kupu dan juga celana panjang hitam.

“Sojung-iie, kau sudah datang,” ucap Minho pelan menatap kekasihnya. Soojung hanya tersenyum pelan menanggapi omongan Minho.

“kenapa kau membawaku kesini, Oppa?” tanya Soojung. Minho mulai menjentikkan jarinya, seketika pemandangan langit malam itu berubah menjadi indah dengan hiasan kembang api yang bertebaran.

“Neomu Yeppeo-na.” ujar Soojung sambil terus memandangi langit.

“kau suka?”

“ne, aku sangat menyukainya.”

“lain kali aku akan memberikan sesuatu yang lebih special lagi untukmu.”

“Jeongmal?”

“hmm.”

Soojung mengalihkan pandangannya ke wajah Minho dan menatapnya dalam-dalam. raut kesedihan terpampang jelas di wajah lelakinya itu. Soojug mulai menyandarkan kepalanya di bahu Minho, dan memejamkan matanya.

“Soojung-iie,” sapa Minho. namun Soojung tetap saja tak terbangun.

Soojung POV

“aku dimana? kenapa semua background disini berwarna putih?” tanyaku heran ketika mendapati diriku berada di suatu tempat asing. seingatku, tadi aku bersama Minho Oppa.

“selamat datang, Jung Soojung.” ujar sebuah suara dari belakang. kualihkan pandanganku dan melihat seseorang berpakaian gaun putih yang sama sepertiku.

“kau…akan menjemputku?” tanyaku pada sosok tersebut. dia hanya mengangguk pelan dengan senyuman yang masih menghiasi wajahnya itu.

“tapi…aku…aku belum mati.”

“kau sudah mati Sojung-iie, sekarang mari ikut aku ke duniamu yang baru.”

End Of Soojung POV

Minho terus menangis meratapi kesedihannya. pasalnya, saat ini kekasihnya telah tiada.

“Wae?? kenapa kau meninggalkanku Soojung-iie,??” teriak Lelaki itu didepan makam Jung Soojung.

“Minho-ya, terima saja kenyataan bahwa Soojung telah tiada,” sahut Jessica yang masih berlinangan air mata. Minho hanya mengagguk pelan dan mulai meninggalkan Makam itu.

‘Soojung-iie, Meskipun  kau telah tiada, aku akan tetap menantimu disini.’ batin Minho.

R.I.P Jung Soojung

FIN~

gimana gimana ffnya? bagus? jelek? gak nyambung? tarlalu pendek? ataupun yang lainnya?? oke, silahkan komen disini🙂 NO BASH yaa :))

kalau begitu sampai jumpa di ffku selanjutnya XDD

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , , , , , , | Leave a comment

Post navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: