UMMA!!

UMMA!!!

UMMA!!!

Author:             Hyominstal/hyonita

Genre:              romance

Cast:                Minho (shinee)

Krystal (fx)

Yoogeun

Member shinee

Castnya punya tuhan, plot dan idenya punyaku

Akhirnya aku bisa publis nih ff, soalnya aku kehabisan akal, ditambah banyak kegiatan di sekolah.

Kelamaan nunggu, langsung aja yuk!

Krystal mengemudikan mobilnya ke jalanan sepi, agar dia tidak terjebak macet.

‘ckiiit’

Krystal keluar dari mobilnya dan mendekati seseorang yang tergeletak di jalanan dengan luka yang menghiasi wajahnya. Krystal tahu betul siapa dia, dia adalah Minho namja yang disukai Krystal sejak dulu. Krystal memapah tubuh itu, dan memasukkan ke mobilnya.

Krystal berjalan ke dorm shinee sambil memapah tubuh Minho.

‘teett..tett’

Krystal menekan bel di dorm itu. Seorang anak kecil membuka pintu dorm, “appa kenapa?”, tanya anak kecil itu. Tanpa menjawab pertanyaan anak kecil itu, Krystal memapah tubuh Minho lagi menuju kamar Minho. Dengan sangat hati-hati Krystal membaringkan tubuh Minho di kasur milik Minho. Krystal berjalan ke kamar mandi, dan keluar lagi sambil membawa semangkuk air, dan sebuah handuk. Dengan hati-hati, Krystal membersihkan luka yang berada di wajah Minho. Tak lama setelah itu, Minho perlahan-lahan membuka matanya. “ahhh, sakit sekali”, Minho memegang kepalanya yang sakit itu. “tenanglah oppa, oppa jangan banyak bicara dulu”, seru Krystal. “Krystal?, sedang apa kau di sini?”, tanya Minho. “tadi aku menemukan oppa di jalanan sepi, tadinya aku kira oppa ketabrak, tapi setelah dilihat luka oppa, sepertinya oppa berantem dengan seseorang?”, jawab Krystal. “aku memang berantem dengan seseorang, gomawo telah membawaku ke sini!”, seru Minho. “appa, apa appa tidak apa-apa?”, teriak anak kecil yang tadi Krystal lihat. Tapi tunggu, kenapa dia memanggil Minho dengan sebutan appa?, apa Minho oppa punya anak dari Yuri unni?, batin Krystal. “kau jangan teriak-teriak seperti itu yoogeun, appa tidak apa-apa”, jawab Minho. “appa?, dia anak Minho oppa?”, tanya Krystal. “bukan dia Yoogeun, dia dititipkan oleh appa kandungnya untuk tinggal di dorm ini”, jawab Minho. “oooh, aku kira itu anak Minho oppa, kenapa dormnya sepi sekali?, kemana oppadeul?”, tanya Krystal. “aku juga tidak tahu”, jawab Minho. “umma, gomawo sudah menyelamatkan appa”, seru Yoogeun, yang membuat mata Minho dan Krystal terbelalak kaget. “umma?”, kaget mereka berdua kompak. “ne, appa dan umma cocok sekali jadi orang tuanya Yoogeun”, ucap Yoogeun. “kau beruntung sekali Soo Jung, Yuri noona saja yang beberapa kali ke sini, tidak disebut umma, malahan disebut halmoeni”, Minho mengerucutkan bibirnya. “apa tidak apa-apa kalau Yoogeun memanggilku umma?”, tanya Krystal. “kamu tanya sendiri pada Yoogeun”, jawab Minho. “yoogeun sayang, kamu memangnya tidak keberatan memanggil noona dengan sebutan umma?, kamu panggil noona saja”, ucap Krystal. “Yoogeun kan pengennya panggil umma”, seru Yoogeun. “tidak apa Krystal”, sekarang suara Key yang berbicara. “kau kenapa Minho?”, lanjutnya. “aku tidak apa-apa”, jawabnya. “kau pasti berantem lagi, iya kan?”, tebak Key. “iya, aku berantem lagi”, jawab Minho akhirnya. “eh Krys, kau yang membawa namja ini ke sini?”, Key masih memandang Minho dengan tatapan sinisnya. “umma aku mau main”, pinta Yoogeun. “main di mana sayang?”, tanya Krystal. “kita main di taman, ya umma ya”, pinta Yoogeun. “ayo!”, ajak Krystal. “umma hati-hati”, Krystal menghentikan langkahnya mendengar Minho berbicara seperti itu, dia membalikkan tubuhnya. “anggap saja kita lagi rumah-rumahan, kau jadi umma Yoogeun, aku jadi appanya, dan yang lainnya menjadi ahjussi untuk Yoogeun”, lanjut Minho. “hei choi minho!, aku masih muda, kau mau aku dipanggil ahjussi terus dengan anakmu itu?”, seru key yang tidak terima dipanggil ahjussi. Ternyata hanya rumah-rumahan, padahal Krystal ingin Minho mengatakannya, bukan karena apa pun. Tapi percuma saja, Minho selalu mengejar-ngejar Yuri, teman unninya sendiri. Tapi dia sudah senang dipanggil umma oleh Yoogeun.

“umma, Yoogeun ingin naik ayunan!”, pintanya. “ya sudah kamu naik, umma yang ayun ya”, seru Krystal. Krystal mengayun ayunan yang dinaiki Yoogeun. “Krystal apa kabar?”, tanya Taemin. Rupanya ke tiga member lain sudah pulang. “umma ayo ayun lagi!”, pinta Yoogeun. “mwo?, umma?”, kompak mereka bertiga. “ne. kan Yoogeun punya Minho appa, jadi sekarang Yoogeun punya Krystal umma”, jawab Yoogeun. “memangnya Minho hyung tidak marah kalau Yoogeun memanggilmu umma?”, tanya Taemin. “enggak, dia bilang biar Yoogeun yang menentukan”, jawab Krystal. “berarti Yoogeun setuju kalau kamu menikah dengan Minho Krys. Buktinya Yuri noona yang selalu datang kemari malah dipanggil halmoeni”, ujar Jonghyun. “ya sudah kami masuk dulu, Krys”, pamit Onew. Krystal mengayun kembali ayunannya. Tiba-tiba seorang yeoja menghampiri mereka. “annyeong Yoogeun”, sapa yeoja itu. “annyeong halmoeni”, seru Yoogeun. “Krystal kau sedang apa di sini?”, tanya yeoja itu. “tadi aku tidak sengaja menemukan Minho oppa tergeletak di jalanan lalu aku bawa ke sini”, jawab Krystal. “iya tadi umma yang menolong appa”, seru Yoogeun. “umma?, sejak kapan kau dipanggil umma?”, tanya yeoja itu yang tak lain, dan tak bukan Yuri. “tadi”, jawab Krystal singkat. “hahahaha, kau terlalu muda Krys dipanggil umma”, ucap Yuri. “unni juga terlalu muda untuk dipanggil halmoeni, hahahaha”, sekarang giliran Krystal yang tertawa. Tiba-tiba raut wajah Yuri berubah. “unni kenapa?”, tanya Krystal. “gwenchana, kamu beruntung Krys”, hanya satu kalimat yang diucapkan Yuri, setelah itu Yuri pergi, tapi bukan ke dorm shinee, melainkan pergi keluar. “umma suka kan sama appa?”, tanya Yoogeun. Kenapa anak kecil ini bisa mengetahui isi hatinya?, batin Krystal. “kamu jangan bilang siapa-siapa ya”, pinta Krystal. “Yoogeun benar kan, kalau umma suka appa, umma harus berusaha, tenang saja ada Yoogeun di sini”, ujar Yoogeun. Ternyata Yoogeun yang baru berumur 4 tahun sudah bisa berfikir seperti orang dewasa. “umma tidak bisa Yoogeun, kau tahu kan kalau Yuri halmoeni selalu dekat dengan appamu”, Krystal mulai putus asa. “tapi Yoogeun tidak setuju kalau appa dekat dengan Yuri halmoeni, Yoogeun ingin umma bersama appa”, pinta Yoogeun. “Yoogeun sudah sore, ayo kita pulang, sudah sore”, ajak Krystal mengalihkan pembiucaraan. “ayo!”, ajak Yoogeun.

“aku pulang!”, seru Yoogeun. “kau dari mana saja Yoogeun, kenapa baru pulang?”, tanya Jonghyun. “tadi aku main dengan umma, ahjussi”, jawab Yoogeun. “oppa, aku pulang dulu, sampaikan pada Minho oppa”, pamit Krystal. “umma besok main lagi ya”, pinta Yoogeun. “iya sayang”, ucap Krystal. “Yoogeun, oppadeul aku pulang dulu”, pamit Krystal. ‘kenapa aku tidak melihat Minho oppa?, batinnya

Tiinn..tiinn..

Krystal menoleh ke arah suara klakson itu. “Minho oppa?”, kaget Krystal melihat Minho yang sudah siap dengan mobilnya. “ayo masuk!”, titahnya, Krystal menurut, dia duduk di samping Minho.

“sudah sampai!”, seru Minho. Minho menengok ke samping, dilihatnya Krystal sedang tertidur pulas. Tanpa sadar Minho tersenyum pada krystal yang tertidur pulas. Karena tidak ingin membangunkan Krystal, Minho menggendongnya sampai kamarnya. Dengan hati-hati Minho menurunkan Krystal dari gendongannya. Dia menarik selimut, dan menutupi tubuh Krystal. Dia terus memandangi yeoja yang sedang tertidur itu. “dia terlihat cantik saat tidur”, kata-kata itu meluncur begitu saja dari bibir Minho. Minho berjalan ke pintu depan, dan keluar dari rumah Krystal.

“umma!”, seru Yoogeun saat melihat Krystal sedang berjalan menuju dorm, dia berlari menghampiri Krystal. Krystal yang melihat Yoogeun langsung memeluk bocah itu. “Yoogeun kangen sama umma”, seru Yoogeun. “umma juga Yoogeun”, ucap Krystal. “umma ayo kita main”, Yoogeun menarik tangan Krystal. Yoogeun berhenti menarik tangan Krystal. “umma harus pakai ini”, Yoogeun memberikan sebuah topeng pada Krystal. “sebenarnya kita bermain apa ini?”, tanya Krystal. “umma harus memakai topeng itu, dan menemukan appa”, ucap Yoogeun. Gampang sekali, tinggal cari saja orang yang tinggi, batin Krystal. “setelah umma menemukan appa, umma harus memeluk appa”, lanjut Yoogeun. Krystal membelalakan matanya. “peluk?”, kaget Krystal.

Krystal POV

Permainan dimulai, ini sebenarnya hal yang mudah karena yang memakai topeng hanya aku, dan para member shinee. Tapi yang membuatku bingung, kemana sosok orang yang tinggi?, aku terus mencarinya di setiap semak-semak. Karena aku tidak hati-hati, aku terpeleset, dan aku bersiap-siap untuk menyentuh tanah. Namun, aku merasakan dua buah tangan yang hangat menopang tubuhku. Aku melihatnya, sesosok orang yang tinggi, bibir yang tebal, mata yang belo dan memakai topeng. “umma menemukan appa!”, teriak Yoogeun. “seperti perjanjian semula, kau harus memeluk Minho hyung Krystal”, seru Taemin oppa. Minho oppa pernah memelukku di acara dream team, tapi kalau sekarang, aku kan malu. “peluk..peluk..peluk..”, teriak mereka. Tak ada pilihan lain, aku memeluk tubuh Minho oppa, dan segera melepasnya kembali. “kok cepet banget umma?”, tanya Yoogeun. “Yoogeun sayang nanti dulu ya mainnya, umma capek”, aku berjalan meninggalkan mereka. Namun, baru satu langkah aku berjalan. Sebuah tangan memegang tanganku, dan menarikku ke dalam pelukannya. “biarkan Yoogeun bahagia melihatnya”, bisiknya. Iya, ini semata-mata hanya untuk Yoogeun. Aku membalas pelukannya, sangat lama kami berpelukan.

Author POV

Tanpa mereka ketahui sepasang mata sedang memperhatikan mereka. “kenapa rasanya sakit sekali, aku menyesal tidak menerimamu waktu itu. Semoga kamu bahagia Minho”, ucap yeoja yang sedari tadi melihat kemesraan Minho dan Krystal. Yeoja itu pergi.

Akhirnya Minho melepaskan pelukan Krystal. “begitu dong, Yoogeunkan bahagia melihatnya”, seru Yoogeun. “kalian memang cocok jadi MinStal couple, bukan hanya di dream team saja, tetapi nyatanya juga kalian memang cocok”, seru Key. mereka semua pulang ke dorm shinee.

Sesampainya di dorm, Yoogeun bermain dengan Krystal, sedangkan Minho, setelah acara pelukan itu, Minho lebih banyak diam. Dia pergi ke kamarnya.

Minho POV

Ada apa dengan diriku ini?, kenapa aku bisa menariknya ke dalam pelukanku, bahkan sangat lama. Dan kenapa aku nyaman saat dia juga membalas pelukanku?.

Drtt..drtt..

Aku mengambil ponselku.

Ternyata Yuri noona mengirim sms untukku.

From:Yuri noona

Chukkae Minho, semoga kau bahagia dengan Krystal, dan kamu tidak perlu mengejar-ngejar aku lagi. Aku sekarang lagi di bandara, aku ingin pergi ke canada, dan mungkin akan menetap di sana. Goodbye Minho!

Aku mencerna setiap kata yang ada di sms itu. Yuri noona pergi?, canada?.

Aku segera keluar dari kamarku, “oppa mau kemana?”, tanya Krystal. “Yuri noona akan pergi, aku harus bertemu dengannya”, jawabku. “ayo aku antar!”, ajak Krystal

Akhirnya kami tiba di bandara. Butuh waktu 20 menit untuk sampai di bandara ini. Aku mencari sosok Yuri noona, tapi dia tidak ada kemana dia?.

“pesawat tujuan canada sebentar lagi akan lepas landas, untuk para penumpang dimohon untuk memasuki pesawat *ngarang abis*”, aku mulai menyerah, aku menjatuhkan diriku ke lantai. Seseorang menepuk pundakku, ternyata dia Krystal. Aku langsung memeluknya, sungguh saat ini aku butuh ketenangan. “menangislah oppa, menangislah”, ucapnya lirih. Inilah yang aku rasakan saat aku memeluk tubuh mungilnya, sangat nyaman. Padahal aku selalu nyaman kalau di dekat noona noona, tapi ini adalah sosok Krystal, gadis yang lebih muda dari aku.

“appa kenapa?”, tanya Yoogeun.

“apa Yuri noona sudah ditemukan?”, tanya Taemin.

“dia sudah pergi”, jawabku.

“sabar Minho, mungkin ini pertanda, kalau kamu harus mencari kebahagiaanmu sendiri”, ujar Jjong hyung.

Krystal POV

Aku baru pulang dari dorm shinee, kasihan Minho oppa. Aku merebahkan tubuhku di atas kursi yang ada di ruang tengah, aku menyalakan tv. Pandanganku terpaku pada berita yang disampaikan oleh reporter. “pesawat tujuan canada mengalami kecelakaan, diperkirakan korban tidak ada yang selamat *ngarang abis*”, butiran air mata mulai membasahi pipiku. Aku harus bertemu dengan Minho oppa, saat ini dia membutuhkan dukungan.

Aku sampai di dorm shinee, aku langsung melihat ke dalam. Aku melihat keadaan Minho oppa yang sangat berantakan itu. Aku tahu Minho oppa sangat menyukai Yuri unni, tapi dia tidak boleh tersiksa dengan meninggalnya Yuri unni. “sudahlah Minho, sabarlah. Mungkin tuhan punya rencana lain”, Key oppa menenangkan Minho oppa. Aku menepuk pundaknya mencoba memberinya semangat. Dia menoleh ke arahku, tanpa aba-aba dia memelukku. “sudahlah oppa, oppa jangan tersiksa seperti ini. Cari kebahagiaan oppa, aku yakin, Yuri unni akan marah sama oppa kalau dia tahu sosok Choi Minho adalah orang yang cengeng”, aku menekankan kata-kataku. Dia melepaskan pelukannya. “kamu yang cengeng, iya aku akan berusaha untuk mencari kebahagiaanku sendiri. Dan harus kau tahu, sosok Choi Minho bukan orang yang cengeng seperti Jung Soo Jung”, ucapnya. Aku tersenyum. “gomawo”, lanjutnya. Aku mengangguk.

Hari ini adalah acara pemakaman Yuri unni. Aku melihat ke arah Minho oppa, lebih baik dari pada yang kemarin. Aku tahu dia sedang menahan air matanya untuk jatuh ke pipinya. Aku mendekatinya. “bersabarlah oppa, sekarang aku mengizinkan oppa untuk menangis”, ucapku. Dia malah tersenyum. “enak saja, kalau aku menangis di depanmu, nanti kau akan mengejekku lagi”, serunya. Aku  tersenyum.

Sesosok namja sedang berdiri di depan dorm shinee, aku baru melihatnya, siapa dia?

“appa!”, teriak Yoogeun, jadi namja itu appa kandungnya Yoogeun?, apa Yoogeun akan pergi?

“Yoogeun, bagaimana kabarmu?”, tanya namja itu. “baik appa, malahan Yoogeun senang tinggal di sini”, ucapnya. “Yoogeun, sebenarnya appa ke sini ingin mengambilmu”, ucapnya. “MWO?”, serempak kami berenam. “aku mohon ahjussi, biarkan Yoogeun di sini”, pintaku. “dulu kamu menitipkan Yoogeun pada kami tapi kenapa sekarang kau mengambilnya?”, aku yakin Minho oppa sedang menahan emosinya. Yoogeun berlari ke arah aku dan Minho oppa, dia mengambil tangan Minho oppa, kemudian dia mengambil tanganku dan menyatukan tangan kami. “Yoogeun ingin umma dan appa bersama, Yoogeun tidak akan lama kok meninggalkan kalian, tapi Yoogeun ingin appa dan umma selalu bersama”, seru Yoogeun. Aku dan Minho oppa saling berpandangan. “Yoogeun tahu kalau appa suka dengan Yuri halmoeni, tapi akhir-akhir ini aku yakin kalau appa menyukai umma, karena umma bisa membuat hati appa tenang, benar kan”, lanjutnya. “iya, appa memang menyukai umma, bukan, bukan menyukai tetapi mencintai. Appa mencintai umma Yoogeun”, ujar Minho oppa. Apa aku tidak salah dengar?, Minho oppa mencintaiku?, “Yoogeun tidak akan lama pergi, Yoogeun akan kembali lagi sama appa umma dan ahjussi, Yoogeun ingin menjadi pengasuh anak umma dan appa. Umma, appa, ahjussi, Yoogeun pergi dulu”, pamitnya. Dia pergi dengan appa kandungnya. “Yoogeun, umma sayang Yoogeun”, aku mencium pipi Yoogeun. “appa tidak ikutan dicium?”, tanya Yoogeun. Aku dan Minho oppa berpandangan wajah kami semakin dekat dan_

Chu~

END

Ini ff dipersembahkan buat reader yang senan tiasa koment ff author.

Bagi reader yang mau koment nih ff atau ff yang lain, harap jangan panggil author unni, apalagi halmoni.

Panggil aja chingu, author, apalah itu. Dan ingat author masih muda, author masih duduk di kelas 1 smp, belum tua, mengerti?

Buat yang mau lebih kenal ma author, reader bisa add aku di fb: Anita Minhyo Minstal

Atau bisa follow: @hyominstal

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , , | 6 Comments

Post navigation

6 thoughts on “UMMA!!

  1. WAAAAA !!!! NANGGUNG ITUUUUU !!! *capslockjebol

    Nanggung sekali itu, kesempatan sekali Minho bisa mencium Jung Soo Jung ! Ah, Yoogeunie gomawoooo~~ kamu menyatukan MINSTAL COUPLE ! Love U Yoogeuniee~~

    Nice FF Nita😀

  2. MinStal!! Daebakk ff nya chingu!!
    Berharap ada lanjutannya nih *ditabok author*
    Yoogeun berjasa banyak di ff ini, haha😀

  3. duodanshin

    Makasihh yoogeunn~~~ awwww minstal mnyatu (?)
    Wkwk nice ff author (:

  4. qinqin

    mantap lah. . .alurnya juga ga kecepatan.keren masih muda tapi udah bisa buat cerita keren.semangat chingu

  5. Annyeongg..
    Reader baru :@

    U.u , aku Panggil.a Saeng donk, Soal.a aku Sma:/ haha..

    Ksian Yuri Onnie Meninggal😐 , Tpi Endingnya MinStal , Yeayyy..

    Suka bgt Peran Yoogeun disini, U.U Lucuuu *cubitYoogeun , kkk

  6. Pingback: UMMA!!! sequel [1/?] « Shining Effection

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: