No One Else [Part1]

 

Title : No One Else [Part1]

Author : ilmacuccha (@mailsaurus_)

Cast :

  • SHINee Kim Jonghyun
  • f(x) Amber
  • f(x) Choi Sulli

Support Cast : SHINee member and other

Genre : Family, friendship, fluff

Length : Three-shoot

Rate : PG13

Poster and Thanks To : Shinstarkey (@nanonadia)

Disclaimer : I just own the story (But I want own Kim Jonghyun, haha)

 


Not For Silent Readers!!

 

 

Normal P.O.V

“Annyeonghaseyo, chonen Amber Liu imnida. Mannaseo bangapseumnida,” ujar yeoja berparas namja itu sambil membungkukkan badannya, dia tersenyum sambil menatap semua teman barunya tanpa dia sadari seorang namja yang di duduk paling belakang hanya terdiam dan merasakan bagaimana tangannya bergetar saat melihat yeoja itu. 

***

“Ya, Jjong kau kenapa sih?” Tanya seorang namja yang terlihat jangkung di kantin sekolah sambil menatap temannya yang berambut kuning (pirang) yang sedang mengaduk jusnya dengan wajah yang ditekuk.

“PMS?” Ujar seorang namja yang berambut setengah (separuh) botak yang langsung dihadiahi tonjokan kecil di perutnya.

“Kenapa sih Jonghyun ini?” Tanya seorang namja imut sambil sedikit mengerucutkan bibirnya.

“Kenapa tak panggil hyung?” Tanya namja bergigi kelinci.

“Eh, wae? Kan Jonghyun Hyung tak terlalu tua dariku,” ujarnya dengan tidak sengaja mengatakan ‘hyung’ lagi.

Namja berambut setengah botak itu melirik dan menghela nafas. “Kau sudah ditakdirkan untuk menyebut si Jonghyun ini ‘hyung’ Taem,” ujarnya sambil menunjuk namja yang masih sibuk mengaduk jusnya itu.

“Ya, Onew Hyung, Jonghyun Hyung, Key Hyung, Minho Hyung, semuanya saja aku panggil hyung. Bahkan mungkin Amber Noona juga aku panggil Hyung,” ujar namja imut itu.

Seketika itu juga Jonghyun berhenti mengaduk jusnya dan memandang tajam kearah Taemin si namja imut.

Taemin menatap Jonghyun takut-takut. “A-aku tidak melakukan apa-apa sungguh!” Ujarnya sambil membuat tanda piece di jarinya. Sementara kawannya yang lain hanya mengangkat bahunya tanda tak peduli.

“Berkata soal Amber, murid baru itu. Kau dan dia terlihat mirip jika disandingkan, habisnya sama-sama pirang,” ujar Minho si jangkung.

Jonghyun kali hanya menatap tajam Minho. “Ralat, Jjong itu kuning bukan pirang. Lagian kau ini daritadi diam mulu, kenapa sih Jjong?” Tanya Key si rambut botak (separuh) itu. Diikuti anggukan dari yang lainnya.

Jonghyun mendesah pelan. “Aku tak enak badan, ijinkan aku ya,” ujarnya sambil beranjak dari kursi.

Bruk

Baru saja Jonghyun berdiri dia sudah menabrak seseorang dan membuat jatah makan siangnya jatuh. Dia buru-buru membantu orang itu dan sedikit membereskan tumpahan makan siang si korban.

“Mianhae, aku tak seng-,” Jonghyun menghentikan kata-katanya saat melihat siapa yang baru saja ditabraknya. Seorang yeoja berparas namja berambut hampir sama dengannya yang baru saja menjadi teman sekelasnya tadi pagi. Jonghyun sedikit menjilat bibir bawahnya, dan menghela nafas pelan.

“Mianhae, aku tak sengaja,” lanjutnya. Amber ikut diam menatap Jonghyun, dia sedikit menggigit bibir bawahnya dan ikut mengambil nafas.

“Ah, gwenchana. Lagipula aku yang tak hati-hati,” Timpalnya sambil sedikit menyunggingkan senyum. Jonghyun membalas senyuman Amber.

“Eh, kita teman sekelas kan? Oh, dan kita juga belum berkenalan, namaku Amber Liu.” Ujar Amber sambil mengulurkan tangannya. Jonghyun terdiam, bisa dirasakan hatinya sudah tak beraturan sekarang, dan sekali lagi dia kembali menjilat bibir bawahnya.

“Ah, ne. Jonghyun, Kim Jonghyun imnida.” Balas Jonghyun sambil menjabat tangan Amber. Amber dan Jonghyun pun saling tersenyum.

“Semoga kita menjadi teman baik Jonghyun-sshi,” ucap Amber sambil meninggalkan Jonghyun yang masih berdiri di tempatnya. Jonghyun berbalik.

“Ne,” jawabnya pelan. Dia menghela nafas dan berusaha menormalkan emosinya. Dia kembali menatap kawan-kawannya yang tadi melihat dan mendengar percakapannya dengan Amber sekilas.

“Tak jadi ijin Jjong?” Tanya Onew si pemilik gigi kelinci sambil sibuk mengunyah ayamnya. Jonghyun tersenyum simpul.

“Jadi, jangan lupa.” Jawab Jonghyun sambil meninggalkan kawan-kawannya yang kini sudah sibuk berdebat satu sama lain.

“Aku harus tenang,” gumam Jonghyun pada dirinya sendiri.

***

“A-annyeong Oppa!” Teriak seorang yeoja sambil mulai menghampiri Jonghyun yang sedang berjalan di koridor sekolahnya.

Dia berjalan berada cukup jauh dari Jonghyun sambil memandang wajah Jonghyun yang sangat diatas rata-rata itu. Well, memang harus cukup hati-hati jika berada dekat Onew cs, termasuk Jonghyun. Mereka bukan hanya cukup terkenal, tapi sangat terkenal di sekolah mereka sendiri dan juga sekolah lain. Membuat mereka mempunyai banyak musuh yang secara tidak langsung membuat mereka selalu memakai kekerasan untuk menghadang musuh mereka. Jika diumpamakan Onew c situ bisa saja disebut F4, karena kepopulerannya di kalangan perempuan.

“Oppa, hari ini aku membuatkan bek-Kyaaaa!!” Yeoja itu berteriak ketika seorang yeoja berambut panjang, dan dikuncir dua mendorongnya sampai hampir jatuh.

“Jangan panggil-panggil Oppa seenaknya!” Teriaknya pada yeoja yang tadi hampir jatuh itu. Sementara yeoja yang hampir jatuh itu sedikit mengumpat pada yeoja imut yang tadi berteriak padanya.

“Sulli-ah, jangan seperti itu. Tidak baik,” ujar Jonghyun pada yeoja dengan kuncir dua itu. Sementara yeoja yang disebut Sulli itu hanya mengerucutkan bibirnya saat melihat Jonghyun meminta maaf pada yeoja yang tadi didorongnya.

“Tapi Oppa, dia seenaknya. Lagian kenapa Oppa baik sih kali ini?” protesnya sambil masih mengerucutkan bibirnya.

“Tapi Oppa bilang itu tidak baik, jangan seperti itu lagi ara? Lagipula baik bukan hal yang buruk kan?” Ucap Jonghyun sambil mengacak pelan rambut Sulli. Sulli sedikit tersenyum mendapat perlakuan seperti itu dari Jonghyun. Dia memang salah satu yeoja special yang bisa dekat dengan Onew cs, selain ibu mereka sendiri.

“Oppa kudengar kemarin ada murid baru ya? Temanku bilang kalau dia itu tampan Oppa? Benarkah?” Tanya Sulli sambil menggandeng tangan Jonghyun. Dia bisa merasakan tatapan kesal dari beberapa yeoja yang melihatnya begitu mesra dengan Jonghyun. Jonghyun tersenyum terpaksa mendengar hal itu.

“Ah, ne. Namanya Amber, kau harus memanggilnya Unnie.” Ujar Jonghyun dengan nada sedikit tercekat.

“Tentu saja, aku kan selalu sopan pada siapapun,” ucap Sulli bangga.

“Lalu yeoja yang tadi kau dorong?” Tanya Jonghyun.

“Itu pengecualian, karena dia yang kurang ajar,” timpal Sulli sambil tersenyum pada Jonghyun. Jonghyun terkekeh, dan sekali lagi mengacak rambut panjang Sulli pelan. Sulli pun lagi-lagi tersenyum simpul mendapat perlakuan seperti itu dari Jonghyun.

“Nah, kau sudah sampai di kelasmu. Jangan nakal ara?” Ujar Jonghyun.

“Tentu saja Oppa, aku kan bukan anak kecil,” jawabnya sambil menekan kening Jonghyun dengan telunjuknya. Jonghyun terkekeh, dia kemudian mencium kening Sulli pelan dan melambaikan tangannya pada yeoja itu. Baru saja dia berjalan menjauhi kelas Sulli seseorang menepuk pundaknya dari belakang/

“Menebarkan cinta pagi hari heh?” Tanyanya.

“Ya! Minho kau mengagetkan saja,” ujar Jonghyun sambil meninju pundak Minho pelan. Minho terkikik pelan. Mereka pun berjalan ke kelas mereka sambil bercanda ringan.

Minho berhenti di depan pintu kelas. “Annyeong Amber-sshi,” sapa Minho pada yeoja yang baru saja keluar dari kelas mereka. Jonghyun menelan ludahnya dan menjilat bibir bawahnya. Amber tersenyum pada Minho dan juga Jonghyun (mungkin).

“Annyeong Minho-sshi, engh- Jonghyun-sshi,” sapanya sambil tersenyum simpul. Minho balas tersenyum, sementara Jonghyun hanya diam tanpa mengalihkan pandangannya dari Amber.

“Kau mau kemana Amber-sshi? bukannya pelajaran akan segera dimulai?” Tanya Minho sedikit berbasa-basi pada Amber yang memang murid baru itu.

“Emmh, toilet sebentar, hehe. Duluan ya,” ujarnya sambil terkekeh. Dia pun segera pergi meninggalkan Minho dan Jonghyun.

“Buruan masuk yuk!” Ajak Minho pada Jonghyun.

Jonghyun hanya diam dan menatap langit-langit, dia terus menghela nafas panjang terkadang menjilat bibir bawahnya. Minho memandang Jonghyun dengan tatapan aneh, dia belum pernah melihat Jonghyun yang biasanya selalu paling narsis itu seperti ini. Seperti melihat dia baru saja diputuskan oleh seseorang.

Minho menatap Jonghyun heran, “Jjong? Sakit lagi heh?” Tanyanya dengan sedikit nada khawatir. Jonghyun menoleh ke Minho, dia menghela nafas sebentar dan langsung menggeleng.

“Ani, aku sehat. Aku hanya sedang memikirkan Sulli,” ujarnya sambil melengang masuk kelas tanpa mempedulikan Minho yang baru saja mengutuk dirinya karena sudah khawatir pada Jonghyun. Beberapa menit kemudian Amber masuk diikuti oleh Lee Songsaenim, yang langsung mengambil kapur dan menuliskan dua soal matematika.

“Oke, siapa yang akan memecahkan soal ini?” Tanya Lee Songsaenim setelah meletakkan kapur itu di tempat semula. Semua murid diam, beginilah jika mempunyai guru yang akan memulai pelajarannya jika salah satu muridnya bisa mengerjakan salah satu soal yang dia berikan.

Lee Songsaenim menaruh telunjuknya di dagunya seolah berpikir. “Oke, kalau begitu saya yang akan menunjuk salah seorang diantara kalian. Ehm, bagaimana kalau Amber? Kau murid baru, mungkin bisa membantu temanmu,” ujar Lee Songsaenim.

Amber pun mengangguk dan segera maju ke depan disamping Lee Songsaenim. Murid lain masih was-was berharap bukan dirinya yang dipanggil.

“Hmm, satu lagi, engh- siapa ya? Bagaimana kalau … Jonghyun?” Tanya Lee Songsaenim yang langsung dihadiahi helaan nafas lega dari murid lain. Sementara Jonghyun yang namanya dipanggil hanya menekuk wajahnya dan berjalan enggan ke depan sambil sedikit menggerutu.

“Kenapa aku?” Tanya Jonghyun sebal pada Lee Songsaenim.

“Hukuman tambahan karena rambut kuningmu, dan karena rambutmu yang kuning dan Amber yang pirang ini kurasa cocok untuk jadi si pemecah soal,” ujar Lee Songsaenim sambil memberikan Jonghyun dan Amber kapur. Jonghyun masih menggerutu walaupun akhirnya dia mengerjakan soal juga, sedangkan Amber dia tak banyak bicara dan langsung mengerjakan soal itu.

“Yang selesai duluan, angkat tangan,” titah Lee Songsaenim. Amber yang memang sudah mengerjakan duluan dari Jonghyun, dia lalu mengangkat tangan kanannya dan berbalik menghadap murid lain. Jonghyun pun akhirnya mengangkat tangannya beberapa menit setelah Amber.

Lee Songsaenim terdiam sebentar. “Kalian sama-sama memakai cincin ya di jari manis kalian?” Tanya Lee Songsaenim sambil memperhatikan jari Jonghyun dan Amber yang sedang diangkat. Jonghyun menoleh dan menatap Amber, sementara Amber hanya menghela nafasnya.

“Dan cincinnya juga terlihat sama,” ujar Lee Songsaenim lagi. Jonghyun menjilat bibir bawahnya dan masih terus mengangkat tangannya yang kini masih diselidiki oleh Lee Songsaenim.

“Hanya sebuah cincin,” ujar Jonghyun dan Amber berbarengan.

Lee Songsaenim hanya mengerutkan dahinya.“Ya, karena kalian berhasil kalian berdua boleh duduk.” Ucap Lee Songsaenim dan pelajaran pun langsung dimulai.

***

Bel pulang tadi sudah berdentang sebanyak lima kali, beberapa murid sudah ribut ingin segera pulang dan ada pula yang masih santai di dalam kelasnya masing-masing.

“Jjong, kau tak akan bareng dengan kami? Aku dan yang lain akan pergi ke rumah Key,” Tanya Onew sambil sudah memakai tasnya. Karena pertanyaan Onew itu, Key, Minho dan Taemin kini ikut menatap Jonghyun yang tadi berkata akan mengunjungi suatu tempat dulu dan tanpa mereka.

“Ne, sudah pulang sana!” Seru Jonghyun sambil melambaikan tangannya. Onew mengangkat bahunya dan segera berjalan dengan rombongannya (Key, Minho, Taemin) meninggalkan Jonghyun di kelas. Sementara Jonghyun masih sibuk dengan bukunya seorang yeoja dari luar kelas berlari kecil mendekati Jonghyun.

“Oppa!!” Teriaknya sambil merangkul Jonghyun.

Jonghyun tersenyum dengan kedatangan yeoja imut yang tak lain Sulli itu, dia langsung mengacak rambut Sulli seperti kebiasaannya. “Kau ini, jangan teriak-teriak di kelas orang!” Ujar Jonghyun sambil menyentil dahi Sulli.

“Ah, appo,” ucap Sulli sambil mengusap-usap dahinya dan mengerucutkan bibirnya.

“Oppa, pulang bareng ya?” Tanya Sulli. Baru saja Jonghyun hendak mengatakan ‘ya’ seseorang mencegahnya.

“Maaf adik kelas, Jonghyun ada keperluan sebentar denganku,” potong yeoja yang masih duduk di kursinya. Sulli menatap yeoja itu sebentar sambil menyimpan telunjuknya di dagunya sendiri.

“Amber Unnie?” Tebaknya. Amber mengangkat alisnya dan berjalan mendekat kearah Jonghyun dan Sulli.

“Tidak apa-apa?” Tanya Amber lagi seolah meminta persetujuan dari Sulli. Sulli menatap Amber dan Jonghyun bergantian, dia kemudian seperti sebelumnya menaruh telunjuknya di dagunya dan kembali berpikir.

“Ehm, jangan berkata akan mengajak Jonghyun Oppa berantem lagi?” Tanya Sulli polos.

“Ha? Kau pikir wajahku sama dengan wajah nistanya ini?” Ujar Amber yang langsung mendapat jitakan dari Jonghyun.

“Oh, hehe, ne, gwenchana. Tapi Oppa, kau harus pulang sebelum malam ya!” Ujar Sulli. Jonghyun tersenyum simpul pada Sulli kemudian menatap heran Amber, sementara Amber hanya diam melihat Jonghyun yang menatap dirinya heran.

“Kalau begitu, Oppa, Amber Unnie, aku pulang duluan ya! Hati-hati!” Seru Sulli sambil berlari keluar meninggalkan Amber dan Jonghyun.

Jonghyun menatap Amber dengan tatapan penasaran. “Jadi apa yang akan dibicarakan?” Tanya Jonghyun sambil mulai memakai tasnya. Amber menarik tangan Jonghyun.

“Jangan disini, aku lapar,” ucapnya. Jonghyun pun menurut dan hanya mengikuti langkah kaki Amber.

Mereka pun tiba dia sebuah restoran dengan mobil Jonghyun, setelah sedikit berdebat soal restoran apa yang akan mereka kunjungi akhirnya mereka pun setuju untuk makan di restoran yang menghidangkan masakan Korea.

“Jadi, kapan kita ak-,”

“Aku makan dulu, baru kita bicara,” potong Amber. Jonghyun hanya menghela nafasnya dan menopang dagunya dan menatap Amber yang kini sibuk memakan makanannya.

“Tak makan kau?” Tanya Amber disela-sela acara makannya.

“Sudah,” jawab Jonghyun singkat. Amber mengangkat bahunya dan kembali meneruskan makannya. Jonghyun hanya bisa menatap Amber dan lagi-lagi dia menjilat bibir bawahnya, seperti sebuah kebiasaan jika sedang gugup maka dia akan melakukan hal  itu terus.

“Aah~ kenyang. Terimakasih atas makannya,” ujar Amber sambil meletakkan sumpit dengan benar.

“Jadi apa yang akan kita bicarakan?” Tanya Jonghyun untuk yang ketiga kalinya. Sebenarnya dua karena yang sebelumnya Amber langsung memotong perkataan Jonghyun.

“Kau preman?” Tanya Amber.

“Ha?” Jonghyun mengerutkan keningnya.

“Kau preman?” Tanya Amber lagi.

“Bisakah kau memberikan satu julukan yang lebih bagus padaku?” Tanya Jonghyun sedikit kesal.

“Jadi?” Tanya Amber lagi.

“Yah, aku cukup lihai berkelahi dan sering melakukannya jika terdesak dan ditantang. Jadi aku bukan preman, ara?” Jawab Jonghyun.

Amber mengangkat bahunya tanda tak peduli. “Lalu, siapa adik kelas tadi?” Tanya Amber lagi tanpa basa-basi.

Jonghyun terkekeh sambil tersenyum. “Kenapa? Kau cemburu?” Tanya Jonghyun dengan nada menggoda. Amber menjulurkan lidahnya dan mengumpat pelan.

“Ya sudah kalau tak mau menjawab,” ucapnya kesal sambil melipat tangannya di dadanya.

“Oke, oke. Dia Choi Sulli, atau lebih tepatnya Kim Sulli, mengerti?” Tanya Jonghyun.

“Maksudmu adik tirimu?” Tanya Amber. Jonghyun mengangguk.

“Itu saja yang ingin kau katakan?” Tanya Jonghyun. Amber menggeleng, dia menggigit bibir bawahnya pelan dan menghela nafas panjang. Dia juga sedikit menggaruk kepalanya dan terus menatap kesana-kemari.

“Kau kenapa sih?” Tanya Jonghyun heran.

Amber menghela nafas sebentar. “Sejujurnya aku malas mengakui ini dan ini akan terdengar menggelikan, tapi- tapi, engh- jangan tertawakan aku oke? Uhm, a-aku aku merindukanmu Jjong,” ujar Amber tiba-tiba.

Jonghyun membelalakkan matanya, dan malah diam. “Kau pikir aku tidak?” Gumam Jonghyun pelan tapi bisa didengar oleh Amber. Amber menghela nafas panjang dan menundukkan kepalanya.

“Ya, kenapa kau pura-pura tak mengenalku saat di kantin, aku terpuruk sekali kalau kau ingin tahu,” ujar Jonghyun pelan. Amber terkekeh ringan.

“Menyembunyikan identitas mungkin,” jawab Amber sekenanya.

“Dan cincin itu, jika aku ingin berkata, aku malah ingin memamerkannya pada semua orang,” ujar Jonghyun lagi. Kali ini sangat pelan, dan Amber hanya bisa mendengar helaan nafasnya Jonghyun tanpa tahu apa yang dia katakan.

“Aku tak menyangka kau akan pulang dari Los Angeles dan langsung sekolah di sekolahku. Dan aku lebih tak menyangka lagi kau mengecat rambutmu jadi pirang juga, dan sebalnya kau tak dihukum oleh Lee Songsaenim. Argh!” Umpat Jonghyun. Amber tertawa, dia tak pernah menyangka akan bertemu Jonghyun dalam keadaan seperti ini.

“Kau itu kuning tahu, haha. Aku juga tak menyangka kau masih memakai cincin itu,” ujar Amber sambil menunjuk cincin yang terpasang di jari manis tangan kanan Jonghyun.

“Kau juga, aku kira kau akan menghilangkannya, kau kan ceroboh sekali,” ujar Jonghyun lagi.

“Tentu saja tidak, aku sudah berjanji,” balas Amber sambil mengusap cincin yang terselip di jari manisnya itu. Jonghyun tersenyum, dia sangat senang kali ini, setidaknya Amber tidak benar-benar melupakan dirinya.

“K-kau masih ingat janjimu?” Tanya Amber ragu-ragu.

Jonghyun mengerutkan dahinya. “Aku akan selalu menyayangimu dan melakukan apapun agar kau bahagia. Kau sendiri?” Tanya Jonghyun sambil tersenyum.

“Aku akan selalu menyayangimu dan akan selalu menganggapmu namja yang paling tampan yang pernah kulihat. Ouch! Kalau aku boleh jujur, aku hampir muntah mengatakannya!” Seru Amber langsung meminum jusnya.

Jonghyun terkekeh pelan. “Haha, sudah sore. Kajja kita pulang!” Ajak Jonghyun sambil menggandeng tangan Amber. Amber hanya tersenyum dan ikut menggenggam tangan Jonghyun erat.

“Jadi dimana rumahmu?” Tanya Jonghyun sambil memakai sabuk pengamannya.

“Tak jauh dari rumahmu,” jawab Amber sambil terkikik. Jonghyun mengerutkan dahinya, akhirnya dia pun menjalankan mobilnya menuju rumahnya sendiri.

“Jadi dimana?” Tanya Jonghyun lagi saat mobilnya sudah berada di depan rumahnya sendiri.

“Dimana apanya?” Tanya Amber heran sambil berusaha melepas sabuk pengamannya. Jonghyun mendesah pelan.

“Rumahmu lah, kau ini. Memangnya dimana?” Tanya Jonghyun lagi.

“Lima rumah dari rumahmu,” jawab Amber. Jonghyun mengangguk mengerti.

“Aku turun disini saja ya Jjong, yah ada sesuatu yang ingin aku katakan walaupun membuatku muak, tapi aku akan mengatakannya sekarang, aku tidak suka kau selalu engh- selalu argh!” Amber tiba-tiba berteriak sambil mengacak rambutnya pelan. Jonghyun mengernyit heran.

“Apa? Tidak suka kalau aku apa?” Tanya Jonghyun menyelidik.

“Engh- jangan tertawa oke? Aku tidak suka kau selalu dekat dengan Sulli dan yah- rutinitasmu seperti mengacak rambutnya itu membuatku sebal. Tapi kau jangan sangka aku ini cemburu, aku hanya sebal dan ta-,” Amber menghentikan ucapannya saat bibir lembut Jonghyun menempel di pipi kirinya. Dia sedikit menelan ludah dan menggigit pelan bibir bawahnya.

“Aku tahu, sudah sana pulang, salam untuk Umma, sleep well,” Ujar Jonghyun lalu mencium kening Amber lembut.

Amber hanya tersenyum kaget dan segera turun dari mobil Jonghyun dan melambai pada namja berambut kuning itu, lalu berjalan ke rumahnya. Jonghyun masih tersenyum sebelum akhirnya memasukan mobilnya ke garasi rumahnya tanpa menyadari sepasang mata memandangnya dengan tatapan kaget dan sedikit benci.

***

Kali ini empat namja sedang menatap namja yang berambut kuning dengan tajam. Mereka terus menunggu apa kata-kata yang akan dilontarkan oleh namja berambut kuning itu pada mereka, tapi sialnya si namja berambut kuning malah mengernyit heran dan memasang wajah seolah ‘aku-tak-tahu-apa-apa’.

“Maksud kalian apa sih?” Tanya namja berambut kuning yang tak lain Jonghyun itu pada empat orang yang sudah dia anggap sebagai saudaranya sendiri itu di kantin sekolah.

“Kuulangi, ada hubungan apa kau dengan Amber?” Tanya Key si pemilik rambut botak separuh dengan sedikit ketus dan kesal.

Jonghyun semakin mengernyitkan dahinya, dia makin tak mengerti kenapa teman-temannya ini malah bertanya soal itu, memang ada yang dirahasiakan dari mereka tapi Jonghyun pikir mereka belum berhak tahu.

“Ha? Kalian ini berpikir apa sih? Kalian memang berpikir aku dan Amber itu kenapa? Aku hanya berteman dengannya,” jawab Jonghyun sedikit merilekskan suasana yang sedikit tegang karena aura Key yang sedikit kelam(?).

Onew mendesah pelan. “Ada beberapa orang mengatakan kau dan Amber jalan-jalan kemarin dan makan bersama, apa maksudnya itu?” Tanya Onew. Kali ini si pemilik gigi kelinci ini berbicara dengan wibawanya.

“Ya, aku memang jalan-jalan dengannya tap-,”

“Ya! Kenapa tak bilang saja kau pacaran dengannya huh?” Tanya Key kesal.

“Hei, aku belum membereskan ucapanku. Kemarin aku memang jalan-jalan dengannya dan mentraktirnya makan, itu saja. Dan Key ingat itu,” ujar Jonghyun sambil menunjuk Key yang sedang mencibir pelan.

“Benarkah? Lalu bagaimana soal laporan kau mencium Amber- maksudku keningnya saat kau mengantarnya pulang?” Tanya Minho. Si pemilik suara berat itu merasa ada keanehan saat mendengar berita itu.

Jonghyun sedikit membulatkan matanya. “Well, kalau begitu aku juga ingin bertanya, siapa yang mengatakan itu pada kalian?” Jonghyun berbalik bertanya.

“Uhm, kurasa kau tak perlu tahu, karena kami dapat informasi ini dari orang yang terpercaya. Jadi apa jawabanmu?” Tanya Onew lagi. Sementara Key sibuk mencibir, Taemin hanya memandangnya geli.

“Yah, itu sebenarnya… engh- a-aku,” Jonghyun mulai menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

“Cepat jawab.” Titah Key dengan mata kucingnya.

“Oke, hanya salam perpisahan, itu saja,” jawab Jonghyun semakin kikuk.

“A-apa maksudmu? Salam perpisahan? Oh my! Aku akan memberitahu Luna sekarang juga!” Teriak Key. Jonghyun buru-buru merebut ponsel Key sebelum Key benar-benar menghubungi Luna.

Yah, Key sedikit sensitive soal hubungan Jonghyun dan Luna sepupunya (yang sudah dia anggap saudaranya sendiri karena sudah tinggal bersama sejak kecil), dia terlalu protektif dan memang mengingat Jonghyun yang dulunya sedikit ‘salah jalur’ soal percintaan.

“Jangan buat dia pusing belajar di Amerika Key! Bodoh!” Teriak Jonghyun.

Key mencibir kesal. “Bagaimana bisa aku diam saja saat kau akan menyakiti Luna-ku!” Teriak Key lagi dengan menekan di bagian ‘Luna-ku’, sambil berusaha mengambil ponselnya dari genggaman Jonghyun.

“Ya! Siapa yang bilang akan menyakiti Luna-ku HAH?” Tanya Jonghyun sambil melindungi diri dari keganasan Key.

“Buktinya kau selingkuh dari Luna-ku dan tidak ingin Luna tahu, agar saat dia pulang dari Amerika kalian tetap berpacaran lalu kau putus dari yeoja itu kan?! Dasar rakus kau!” Teriak Key lagi. Jonghyun tak tahan, akhirnya dia mengunci tangan Key dari belakang agar dia diam.

“Oke, diamlah. Aku akan memberikan ponselmu dan menjelaskan semuanya jadi jangan telepon Luna karena hal sepele ini, ara?” Ujar Jonghyun sambil meinta persetujuan dari Key.

“Sepele? Kau bilang ini sepe-,”

“Sudahlah Key, dia juga akan cerita. Redamkan emosimu,” ujar Onew memotong ucapan Key.

“Benar Hyung, kau terlihat sedikit menakutkan tadi,” celetuk Taemin yang hampir membuat Key melempar garpu pada Taemin kalau saja Onew tak mencegahnya.

Key pun kembali duduk di kursinya. “Oke, cepat beritahu yang sebenarnya.” titah Key ketus.

“Oke, tapi sebelumnya jangan beritahu ini pada siapa-siapa ara?” Pinta Jonghyun. Akhirnya mau tak mau Onew cs mengangguk.

“Aku dan Amber sebenarnya … engh- saudara,” ujar Jonghyun.

“Saudara kembar tepatnya,” tambahnya yang langsung membuat Onew cs berteriak kaget.

 

No One Else status : To Be Continued

 

Annyeong all!!

Saya kembali lagi setelah hiatus selama 1 bulan penuh!! Haha,

FF ini sebenernya sejak dimulainya ulangan udah beres dan siap di publish, sayangnya aku sibuk banget sampai akhirnya gak ada waktu buat publish apapun di sini, hehe, mianhae.

Yang masih kangen nanti aku kirim salam cinta deh di mimpi kalian, #PD

Ya sudah segini aja cuap-cuapnya, mianhae ya hiatusnya kepanjangan, haha. Bye!!

 

note :

1. Jangan panggil saya thor, panggil aja mail/chingu oke?

2. Buat yang gak suka, please jangan baca aja, daripada komen aneh(?)

3. Please Leave a Comment (Important) !!

4. See You on Next Fanfiction !!

5. Ini note terakhir : BYE!!


-ilmacuccha-

Categories: Fanfiction | Tags: , , , , , | 3 Comments

Post navigation

3 thoughts on “No One Else [Part1]

  1. Fanfic-nya keren,,
    buat part 2-nya ya Chingu
    ditunggu….

  2. miqo.shaltky

    wlaupun bkn keyber (pairing fav.ku), tp tetep kereeeennn!!! kirain td key cmburu,tau2nya gra2 luna yah? ad lnjutannya kan thor? *puppy eyes*

  3. cheny

    Bagus bgt ! Ga sabar mw nunggu lanjutannya… Deg”an bgt pas baca kalimat terakhir yg jjong bilang..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: