Krystal……

Krystal…..
Genre: Romance.
Main Cast: Choi Minho/Jung Krystal
Support Cast: Choi Jinri
Jinri disini jadi anak umur 5 tahun ya temans :3
.
.
“Aish!! Ya!! Jinri-ah! Hati hati! Jangan berlari seperti itu!” Minho mengusap keringatnya yang mengalir dipelipis wajahnya itu. Mengikuti adiknya yang baru saja berumur 5 tahun berlari lari disekitar taman yang cukup ramai sambil mengibaskan balon ditangannya.
“Jinri-ah! Nanti kau hilang! Aish!” Minho mengejar adiknya yang masih saja berlari, tidak ada kata lelah bagi anak anak seumuran Jinri ini. Minho menyerah, diputuskannya untuk beristirahat dan membiarkan Jinri terus berlari kemana pun dia mau, Minho pun duduk dikursi panjang taman dekat situ. Untuk yang keberapa kalinya Minho mengusap keringatnya. Sambil memperhatikan Jinri tentunya, jika adiknya ini hilang, akan jadi apa dia nanti?
“Oppa! Kenapa duduk? Ayo bermain denganku lagi! Kejar aku!” Jinri mengeluarkan lidahnya dari mulut kecilnya itu. Sungguh lucu dia sekarang.
“Kau saja kesana. Nanti oppa akan menyusul” Minho hanya dapat melambaikan tangannya pada adiknya itu. Tanpa ada jawaban Jinri melanjutkan aksinya berlari lari sambil membawa balon itu berkeliling.
“Huaaaaaa!” Minho yang tadinya asik terpaku dengan ponselnya itu spontan mencari cari suara tangisan anak kecil itu. Jinri! Minho menghampiri Jinri yang menangis sejadi jadinya disana.
“Kenapa Jinri-ah?!” Minho menghapus air mata Jinri yang mengalir itu.
“Balonkuuuu” Jinri memperlihatkan balonnya yang berwarna hijau pecah.
“Oppa! Balonkuuuuu!” Jinri menarik narik lengan baju Minho. Minho hanya bisa menghela nafasnya, hanya karena balon dia menjadi panik tadi?
“Aish Jinri-ah! Nanti kita beli lagi, relakan saja kepergian balonmu ini” Jinri tetap menangis, baginya satu balon saja seperti satu permata berlian yang berkilau(?)
“Anniiiii! Aku mau sekarang!” Jinri semakin kuat menarik narik lengan baju Minho. Minho hanya bisa berdecak melihat tingkah laku adiknya itu.
“Ck, aish! Nanti saja, pasti kita akan membelinya lagi!”
Jinri semakin menguatkan nada tangisannya. Air matanya pun semakin deras mengalir.
“Hai sayang, ambilah ini!” Tiba tiba perempuan dengan senyuman yang cantik menghampiri Jinri dan Minho. Perempuan itu pun memberi Jinri seikat balon yang kira kira terdapat 5 atau 6 balon. Jinri menghentikan tangisnya dan tersenyum manis.
“Terima kasih unnie!” Dengan senyumnya yang imut Jinri menerima balon itu, perempuan itu hanya mengacak rambut Jinri dengan lembut.
“Ya, jangan menangis lagi ya” ucap perempuan itu.
Jinri kembali berlari meninggalkan Minho dan perempuan tadi.
“Anak kecil tidak seharusnya kau begitukan.” Perempuan itu berkata.
“Eung?” Minho hanya bisa menggaruk kepalanya yang tidak gatal itu. Perempuan itu tersenyum.
“Anak kecil masih tidak mengerti apa apa, bagi anak kecil, balon itu sangat berharga.” Lagi lagi Minho hanya bisa diam.
“Adikmu?” Perempuan itu bertanya pada Minho.
“Ya, dia adikku”
“Begitu.. Siapa namanya?”
“Jinri, Choi Jinri namanya.”
“Umurnya….5 tahun, bukan?”
“Huh? Bagaimana kau bisa tau?” Minho membelalakkan matanya, bagaimana perempuan ini tau sedangkan bertemu saja mereka tidak pernah?
“Hahaha, aku sangat menyukai anak kecil. Jadi aku sudah terbiasa menebak berapa umur dari segi muka dan segi kelakuannya” perempuan itu tersenyum pada Minho, senyum yang manis.
“Ahh, begitu.. Namamu siapa?” Kini Minho yang bertanya padanya.
“Krystal, namaku Jung Krystal.” Krystal menyodorkan tangannya kearah Minho.
“Minho, aku Choi Minho” Minho pun mengindahkan tangan itu. Minho juga membalas senyuman dari Krystal.
“Adikmu lucu sekali” Krystal memperhatikan Jinri yang masih bermain dengan balonnya tadi. Bagitu pula dengan Minho.
“Hahaha, tapi kadang dia itu menyebalkan sekali. Tidak mau mendengar omonganku”
“Hahaha, semua anak kecil begitu.”
“Benarkah? Kenapa kau suka sekali dengan anak anak?”
“Ahhh itu. Aku bisa dibilang seorang pengurus anak anak yang berumur dibawah 6 tahun. Aku sering menghibur mereka dengan memberi mereka balon seperti tadi ditaman ini. Kadang juga aku bernyanyi bersama mereka, dan banyak hal lain” jelas Krystal.
“Ohhh begitu. Kau guru TK?”
“Haha anniyo. Aku sering ketaman ini, setiap hari mungkin. Dan aku sering menghibur segerombolan anak yang masih duduk di taman kanak kanak yang bermain kesini. Sebenarnya hanya sekedar iseng, tapi inilah hobiku, bermain dengan anak anak kecil. Mereka semua lucu” Krystal tersenyum lagi, Minho hanya mengangguk sambil ikut tersenyum melihat Krystal tersenyum.
“Kau aneh” celetuk Minho tiba tiba.
“Huh? Aneh bagaimana?”
“Haha tidak tidak, lupakan”
Mereka masih dalam posisi berdiri seperti tadi, kini tidak ada yang memulai topik pembicaraan baru.
“Minho, aku kesana dulu ya” Krystal menunjuk sekumpulan anak anak yang sedang berkeliaran sambil tertawa riang disekitar bawah pohon itu.
“Huh? Ne, baiklah.” Minho mengangguk padanya dan Krystal pun pergi.
Minho hanya bisa melihat punggung belakang Krystal yang berjalan sambil berlari lari kecil kearah sana. Minho memperhatikan Krystal duduk, lalu Krystal mengambil sebuah gitar yang tertaruh diatas kursi panjang disana. Krystal duduk dibawah pohon sambil memangku gitarnya dan langsung dikerumuni para anak anak tadi.
“Unnie! Nyanyikan sebuah lagu!” Terdengar suara seorang gadis kecil yang meminta Krystal menyanyikan lagu untuk mereka. Krystal tersenyum dan memulai permainan gitarnya, dipetiknya senar gitar dengan hati hati.
“eereol ddaereul bomyeon na, origineun hangabwa, nunape dugodo ojji hal jul molla..” Krystal membawakan sebuah lagu, Hello-SHINee. Dimainkannya lagu itu dengan gitar seadanya. Dengan suaranya yang pasti membuat semua orang terpukau.
Minho; yang masih memperhatikan Krystal juga ikut tersenyum, entah kenapa dia jadi tertarik pada perempuan satu ini.
“Woaaah suaranya bagus sekali!” Tiba tiba Jinri yang entah sejak kapan berada disamping Minho bertepuk tangan sambil tersenyum. Jinri pun menghampiri Krystal dengan berlari.
“Unnie! Nyanyikan lagu itu lagi!” Jinri duduk disamping Krystal. Krystal mengacak rambut Jinri dengan halus lagi dan mengusap pipi chubby milik Jinri.
Minho pun menghampiri mereka pula. Entah itu karena ingin menjaga Jinri atau karena ingin mendengar suara Krystal lebih dekat.
“eereol ddaereul bomyeon na, origineun hangabwa, nunape dugodo ojji hal jul molla” untuk yang kedua kalinya Krystal kembali melantukan lagu yang sama. Minho hanya berdiri disamping pohon itu, mungkin Krystal tidak tau kalau Minho berada didekatnya saat ini.
Selesai, semua anak kecil itu bertepuk tangan dan tersenyum seusai Krystal menyanyi sambil memainkan gitar tadi.
“Suaramu bagus sekali” tiba tiba Minho mengeluarkan suaranya. Spontan Krystal terkaget dan melihat kearah Minho berada.
“Eung?!”
“Suaramu bagus sekali, permainan gitarmu sempurna” Minho kembali memuji Krystal, kali ini hingga pipi Krystal berwarna kemerahan sekarang.
“Terima kasih” Krystal tersenyum padanya, tersenyum sambil memperlihatkan wajah yang sedikit tersipu. Minho membalas senyumnya dan merangkul Jinri, yang sudah berdiri sekarang.
“Oppa! Kita pulang ya. Aku lelah” Jinri menarik narik baju bawah Minho dengan cepat.
“Ya, ya. Baiklah kita pulang” Minho menggendong Jinri, Jinri pun menyandarkan kepalanya dibahu Minho. Dia sudah benar benar lelah bermain kesana dan kemari ditaman ini.
“Aku…pulang dulu ya” untuk yang keberapa kalinya Minho tersenyum pada Krystal.
“Ne, jangan lupa kesini lagi ya” Krystal juga membalas senyum itu. “bersama adikmu tentunya, hehe” Krystal menggigit bibir bawahnya, sebenarnya dia tidak ingin berpisah pada Minho secepat ini.
“N-ne, aku akan kesini lagi” Minho melambaikan tangannya sambil berjalan menjauhi Krystal, begitu pula dengan Jinri.
..
..
“Oppa! Temani aku bermain keluar!” Jinri memainkan rambut Minho yang sedang tertidur pulas dikamarnya.
“Aish! Oppa!!!” Jinri mengeraskan suaranya, yang dibangunkan pun tidak kunjung ada reaksi juga. Jinri mencubit pipi Minho dengan lembut. “Oppa!!!!!” Teriaknya lagi.
“Oppa! Kita ketaman kemarin!! Aku ingin bertemu dengan yeppeo unnie!” Spontan Minho langsung membuka matanya dan beranjak dari tempat tidurnya sambil menggendong Jinri. Karena apa? Karena dia mendengar kata ‘taman kemarin’ dan ‘yeppeo unnie’ mungkin?
“Baiklah Jinri-ah! Kita pergi kesana sekarang!
“Yeaaaay!” Jinri berlonjak lonjak digendongan Minho.
Minho yang tadinya sangat amat malas sekarang jadi ikut bersemangat menemani Jinri adiknya ini ketaman.
..
“Yeppeo unnie!!” Jinri turun dari gendongan tangan Minho dan berlari kearah Krystal yang sedang memegang setumpuk permen lollipop.
“Hey! Jinri-ah!” Krystal mensejajarkan tubuhnya dengan Jinri dengan cara berlutut.
“Apa kabar sayang?” Krystal mencubit pipi Jinri dengan pelan.
“Tentu baik unnie!” Jinri memperlihatkan bulan sabit dimatanya itu sambil tersenyum. Krystal menggendong tubuh Jinri yang tidak terlalu berat itu.
“Kau mau ini?” Tawar Krystal sambil menunjukkan lollipop ditangan sebelahnya.
Jinri mengangguk dengan cepat. “Mau!!!!” Jinri mengambil loliipop itu dari tangan Krystal.
Minho? Dia hanya bisa memperhatikan mereka dengan sesekali ikut tersenyum.
“Minho-ya! Kenapa kau diam disitu? Disitu panas sekali, kau duduk disana saja” Krystal menunjuk suatu kursi yang tidak kebagian sinar mataharinya. Minho menggeleng pelan, “Tidak tidak, aku ingin ikut bermain dengan anak anak itu” Minho menunjuk sekumpulan anak anak yang sedang berlari larian, diambilnya seikat balon warna warni ditiang dekat suatu pohon dan diapun menghampiri anak anak tadi. Dibagikannya balon itu satu persatu pada mereka.
“Terima kasih, oppa!”
“Terima kasih, hyung!”
“Oppa! Kau sangat tampan!”
“Oppa! Aku ingin berkencan denganmu!”
“Oppa! Gendong aku!”
Seperti itulah respon dari anak anak setelah mereka menerima balon dari Minho. Minho hanya tertawa melihat kelakuan anak anak ini.
Hey! Tidakkah Minho sangat anti dengan anak kecil?
Krystal hanya bisa tersenyum manis melihat kelakuan lucu Minho melayani anak anak polos itu.
“Jinri-ah! Oppamu begitu menarik! Hahaha” ucap Krystal pada Jinri sambil sekali lagi mencubit pipi anak itu.
“Oppaku memang menarik! Menikahlah dengan oppaku, unnie!” Krystal tertawa, mengacak rambut Jinri dengan pelan.
“Aigooo hahaha! Kau ini ada ada saja Jinri-ah!” Sesaat wajah Krystal berubah menjadi sedikit merah, hanya karena ucapan Jinri tadi?
Sedangkan Minho, dia masih tetap bermain dengan anak anak tadi. Kini dia sudah dapat menggendong satu anak.
“Oppa! Gendong aku juga! Aku ingin sepertinya!”
Yeah, tidak perlu ditanyakan lagi, semua anak anak perempuan ini menyukai Minho. Mungkin karena wajah Minho yang tampan?
“Ahh begini saja. Bagaimana kalau kita duduk dibawah pohon itu dan akan kubacakan cerita?”
Semua anak anak berlonjak kegirangan sambil berteriak, “Yeah!! Yeah!!”


“Apa kau tidak lelah, Jinri?” Minho menggendong Jinri yang masih memakai seragam taman kanak kanaknya lengkap. Jinri menggeleng mantap.
“Anni! Aku tidak lelah! Ayo kita ketaman itu lagi!”
“Tapi kau baru saja pulang dari sekolahmu, kan?”
“Aish oppa! Aku ingin bertemu lagi dengan yeppeo unnie!”
“Baiklah baiklah, kita ketaman itu sekarang”
Minho memasukkan Jinri kedalam mobilnya, diikuti pula dengan Minho. Sudah jadi kegiatan setiap hari mengunjungi taman itu mungkin. Sekitar 1 bulan Minho sudah mengenal Krystal, hubungan mereka pun semakin erat karena Minho menemani Jinri bermain ditaman itu setiap hari.
Sampai, mereka sudah sampai ditaman itu. Jinri menuruni mobil dengan dibantu oleh Minho. Dia segera berlari meninggalkan Minho yang masih sibuk menutup pintu mobilnya itu.
“Oppa! Dimana yeppeo unnie?” Jinri mengelilingkan matanya dan memutar tubuhnya.
“Mungkin dia ada disana” Minho menunjuk arah bawah pohon yang biasa Krystal gunakan untuk duduk bersama anak anak.
“Oppa! Tidak ada yeppeo unnie! Disana hanya ada anak anaknya saja!”
Minho mengukuti apa yang dilakukan Jinri, mengelilingkan matanya dan memutar tubuhnya untuk mencari sosok Krystal. Tapi nihil, tidak ada perempuan itu ditaman ini.
“Tidak biasanya dia jam segini belum datang” Minho memperhatikan jam tangan yang melingkar ditangannya itu.
“Kemana dia, oppa?”
“Jinri-ah, tunggu saja dia sebentar lagi ya. Mungkin dia memang belum datang”
Minho dan Jinri duduk dikursi panjang taman. Sudah hampir 2 jam mereka menunggu dikursi itu, Jinri pun sudah terlelap dipangkuan Minho saking lelahnya menunggu disana.
Minho bangun dari kursi itu; memutuskan untuk pulang. Dia juga kasihan melihat Jinri yang tertidur sekarang. Mungkin besok dia akan datang lagi.


“Oppa, sudah 3 hari yeppeo unnie tidak kesini” Jinri menundukkan kepalanya, dia kecewa karena sudah 3 hari dia tidak melihat Krystal ditaman ini.
Lagi lagi Minho memutarkan matanya, memastikan Krystal benar benar tidak ada.
“Kemana dia? Sudah 3 hari dia tidak kelihatan? Apa dia sakit?”
Bodohnya, Minho tidak kepikiran untuk meminta alamat Krystal ataupun mengetahui dimana Krystal tinggal.
Terdengar Jinri menghela nafasnya, dia tidak semangat bermain ketaman ini jika tidak ada Krystal.
Minho memutuskan untuk bertanya pada orang orang disekitar taman itu.
“Permisi, apa kau tau dengan gadis yang bernama Krystal?”
“Krystal? Gadis cantik yang senang sekali bermain dengan anak kecil itu?” Orang itu kembali bertanya.
“Ne, apa kau tau dimana dia sekarang?”
“Aku juga tidak tau, belakangan ini dia tidak bermain kesini lagi” orang itu menjawab.
“Ah, baiklah kalau begitu. Terima kasih” Minho membungkukkan badannya pada orang itu.
Bertanya pada orang selanjutnya, sama pula jawabannya. Tidak ada yang tau dimana Krystal tinggal, dimana dia sekarang pun semua orang juga tidak tau.
Minho juga sudah berusaha mencari Krystal sebisa mungkin, tapi hasilnya tetap sama. Krystal tidak ditemukan Minho.
Krystal benar benar hilang tanpa meninggalkan jejak sama sekali..



1 months leter

“Oppa! Aku ingin balon berwarna kuning itu!”
“Oppa! Tolong gendong aku!”
“Oppa! Bacakan cerita untukku!”
Begitulah suara yang terdengar dari kumpulan anak anak yang sedang bermain, bermain bersama Minho.
Minho tersenyum simpul pada anak anak itu, dilayaninya satu persatu prmintaan mereka.
Yeah, kini Minho menggantikan posisi Krystal. Dia jadi suka mengurus anak anak yang masih bersekolah ditaman kanak kanak ini. Setiap hari dia berkunjung ketaman ini hanya untuk bermain bersama mereka. Semenjak Krystal menghilang entah kemana, dia selalu bermain ketaman ini.
“Oppa! Menikahlah denganku! Aku ingin kau menjadi pangeranku!” Ucap seorang anak perempuan dengan wajah polosnya dan memberi Minho balon berwarna merah muda. Minho tersenyum manis pada anak itu.
“Jika kau menjadi anak yang pintar, aku akan menikah denganmu, gadis manis.” Minho mengacak rambut anak itu dengan pelan.
“Anni! Oppaku akan menikah dengan yeppeo unnie!” Jinri menghampiri anak yang tadi.
“Minho oppa akan menikah denganku!”
“Tidak! Dengan yeppeo unnie!”
Terjadilah percekcokan(?) antara Jinri dan anak tadi.
“Ya! Sudah sudah. Tidak udah berkelahi. Hey, kau mau ini?” Minho memberi satu permen lollipop kepada anak tadi. Sementara Jinri hanya mengerucutkan bibirnya dan melipat tangannya didada.
“Terima kasih oppa!”
Minho mencubit pipi anak itu dengan pelan.

Lelah, Minho memutuskan untuk beristirahat sebentar dikursi taman. Dikibaskannya tangannya kearah mukanya, keringat pun semakin deras membasahi mukanya.
Dilihatnya sekeliling taman yang cukup luas itu. Setiap hari dia mengunjungi taman ini, dia selalu pantang menyerah untuk menanyakan Krystal pada orang orang sekitar.
Sesekali dia memutarkan matanya kearah taman untuk memastikan bahwa Krystal datang atau tidak. Dia yakin Krystal pasti kembali. Tentunya, dia masih berharap Krystal akan kembali menemuinya..
.
.
E N D :)

ngegantung ya? pendek ya? iya kan? iya pasti-__- otak saya mentok ampe sini deh maaf banget :p

soooo………….. komen aja deh(?)

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , , | 20 Comments

Post navigation

20 thoughts on “Krystal……

  1. krystalized

    fuh, akhirnya ada ff minsal jga, udah 2hr ini tak baca,

    itu, krystal prginya knpa??
    aku bingung krys prginya knpa, trkna pnyakitkah? Pindah kluar negrikah? Ato apa?

  2. @krystalized: Bah itudia authornya juga bingung :O /minta digampar/
    Saya tak tau harus dibawa kemana alur ceritanya lagi, maaf ya :3333

  3. baguss^^haha..lanjutin ya chingu.ets,author baru ya?salam kenal!

  4. @pattytaem92: lanjutin? Akakakakak otaknya mentok ampe sini😦 ets iya hehe salam kenal jugaaaaa..

  5. Na

    cuma segini ja chingu?kenapa gak di lanjutin aja?rada penasaran kemana si Krystal._.

  6. Loh kok ngegantung siiih unn??
    Krystal kenapa pergi??
    Lanjutin dong!

  7. hajarnana11

    iya kok ngegantung… hhfff

  8. Aduh semuanya maaaaf ini aku juga bingun Krystal nya kemana(?)
    Nanti kalo udah ada ide bakal dilanjutin deh atau nanti kalo bisa kubuat after story nya hehe..

  9. zumishinigami

    cuma satu kata..
    Lho???? *bengong*

  10. dddandyu

    Krystal… Kembali dong wkwk
    Bgus ni😀
    Greatt~

  11. chia

    Yahhhhhhhhh ini bagus banget tp gantung!!! :((((
    Krystal kemanaaaaa? Aku setuju sm Sulli.. Minho oppa nikah sm yeppeo eonni ajaaa..
    Ini gak ada sequelnya yah?😦

  12. Sequel….*bawel amat nih, reader aturan
    Hehehe chingu-ya, sequelnya ditunggu
    Aq penasaran bgt ama kelanjutan kisah mereka
    Mau aq khayal sendiri, tapi atut…*sok imut

  13. bagus! Tp ngegantung…😦
    Over all daebak kok!😀

  14. penasaran sm lanjutannya tapi udh end y? hmm tp penasaran

  15. Keren thor…
    Sequelsequelsequel..
    Endingnya agak gk jelas soalnya *mian

  16. anastasia

    Itu ngegantung critanya min ._. Tapi bagus kok hehe😀

  17. putpitput

    annyeong baru nemu nih WP gag sengaja

    itu kemana si Krystal, kasian si Minho hehehe

    sequel deh thor hehehehe *maksa

  18. kkamjong

    sequel nya dong thor, biar tau si kristalnya pergi kmn, kan kasian si minno nya, tp keren kok ceritannya😀

  19. aih si eonnie main end ajaaaa zzz-_-
    memang kami perlu sequel eon, ayo segera di perjelas semua ini (?) *puppy eyes :p

  20. sungrinkae

    sequel dong thor, kasian minho oppaku tersayang kesepian, Jebbal thor..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: