A Little Ruin..

A Little Ruin…
Author: taelliners =)
Main cast: Lee Taemin/Choi Sulli.
Genre: Romance
Length: Ficlet.

FFnya pendek banget sumpah, jadi maaf kalo rada…..err—gimana gitu(?) :p
Komen ajadeh /loh/

.
.
.

“Taeminnie, sebentar lagi kita akan tampil.
Bergegaslah rapikan rambutmu!” Perintah sang
Leader yang menampakkan setengah kepalanya
dari pintu.
“Oh, ne. Aku segera kesana” Taemin
menganggukkan kepala beberapa kali.
Dirapikannya rambutnya dengan tangan sendiri.
Jika merapikan rambut dengan meminta bantuan
orang lain akan lama. Selesai dengan itu, Taemin
segera memakai gelang yang sudah tergeletak
dimeja rias, sekali lagi ia menatap wajahnya
dicermin lalu keluar dari ruang backstage itu dan
mencari para member SHINee yang lain.
Drt, Taemin merasakan ponselnya yang berada
disaku celananya bergetar. Diambilnya ponsel itu
sebelum ia melanjutkan perjalanan mencari
member SHINee lain.
‘Oppa, apa kau sudah akan tampil? Hwaiting
untuk hari ini, ya!’
Taemin hanya tersenyum melihat sebuah pesan
yang baru saja ia terima itu. Dimasukkannya lagi
ponsel miliknya kesaku celana tanpa membalas
pesan itu sama sekali.
“Taeminnie, percepatlah langkahmu! Super Junior
sunbaenim sudah hampir selesai tampil! Kini
giliran kita!” Minho sedikit mengeraskan suaranya
agar dapat didengar Taemin dari jauh.
Taemin hanya mengangguk lalu mempercepat
langkahnya menuju kearah mereka.


“Sulli, kau kenapa? Kulihat daritadi kau tidak
pernah tersenyum?” Luna duduk disamping Sulli
yang sedang menopang kepalanya dengan
tangan kanannya sambil memasang tampang
malas.
“Anni.” Sulli hanya bisa menggelengkan
kepalanya.
“Benarkah? Kau kenapa? Cerita padaku!” Luna
masih memaksa ingin tau apa sebab Sulli berlaku
tidak seperti biasanya.
“Aku baik baik saja, sungguh unnie. Apa unnie
tidak percaya padaku?” Sulli menatap Luna
dalam. Luna tau dia sedang ada masalah pasti,
tapi Luna menyerah membujuk perempuan
berkulit putih ini. Ia memilih untuk mengetahuinya
lain waktu.
“Baiklah, aku percaya padamu” Luna tersenyum
simpul dan meninggalkan Sulli.


‘Oppa, apakah kau bisa menghubungiku? Ada
yang ingin kuceritakan tentang hari ini! Ceritanya
seru!’
Taemin menatap layar ponselnya dengan serius
setelah ia duduk dikursi yang tersedia di ruang
backstage sambil mengusap keringatnya sehabis
perform tadi.
Taemin bertujuan untuk membalasnya.
‘Aku baru saja selesai perform, nanti saja aku
menghubungimu nanti malam ya, Sulli’
Taemin menekan tombol ‘send’ setelah menulis
pesan balasan tadi.
Dia menaruh ponselnya disamping dirinya, lalu
Taemin meninggalkan ponselnya begitu saja dan
memilih pergi mencari sesuatu untuk dimakan.
Beginilah Taemin, selalu cuek terhadap
kekasihnya sendiri, Sulli.
Mungkin setiap hari Sulli mengirimkan pesan
berjumlah puluhan tapi Taemin hanya membalas
dengan 2 atau 3 pesan saja. Dia sangat malas jika
berurusan dengan ponsel. Bagi Taemin, ponsel itu
tidak penting, dia juga sudah berkali kali
kehilangan ponselnya. Dan ia tidak begitu panik.
Eits, bukan berarti dia tidak menyayangi
kekasihnya itu, dia sangat menyayangi Sulli. Tapi,
dia tidak tau bagaimana cara mengekspresikan
rasa itu terhadapnya. Diotaknya masih sangat
polos dan kekanak-kanakan. Jadi baginya, rasa
sayang itu hanya perlu diekspresikan melalui hati,
tidak melalui sikap atau tingkah laku. Dia juga
tidak menyadari betapa jengkelnya Sulli jika
Taemin malas membalas pesan dari dirinya.
Menghubungi Sulli saja, jika Sulli yang meminta.
Taemin memang begini, dia belum begitu paham
bagaimana cara berpacaran yang benar.


“Lagi lagi ini jawabannya. Akan menghubungiku
nanti malam? Itu saja biasanya dia langsung tidur
jika sampai didorm” Sulli melempar asal
ponselnya kearah tempat tidur. Didudukinya kursi
yang terpajang dikamarnya itu. Jengkel, lagi lagi ia
jengkel dengan cara Taemin. Jika begini terus,
kisah cintanya akan datar dan mereka tidak
seperti pacaran, bukan? Sulli ingin gaya
berpacarannya seperti Krystal dan Minho. Selalu
melengkapi satu sama lain, setiap detik tidak
pernah lepas dari ponsel, ah! Rasa iri Sulli kembali
menimbul dihatinya.
“Mh, bertemu jarang karena jadwal yang padat,
pesan yang kukirim tidak pernah dibalas,
menghubungiku seminggu sekali. Lelah sekali.”
Sulli meghela nafasnya. Sulli akui, jika ia bertemu
dengan Taemin, Taemin selalu perhatian
padanya, Taemin juga selalu berada didekat Sulli,
Taemin selalu memperhatikan Sulli, tapi itu jika
mereka bertemu. Jika tidak?
Hmmm, Sulli harus memaklumi berpacaran
dengan seseorang yang-tidak-terlalu-perduli-
pada-ponsel.
“Krystal,” Sulli memanggil Krystal yang kebetulan
berlalu didepan kamarnya.
“Hm? Wae?” Krystal memundurkan dirinya dan
memasukki kamar itu.
“Boleh aku tanya sesuatu?”
“Ya? Ada apa? Tanyakan saja, Sulli”
“Hmmm, apakah Minho oppa selalu menanyakan
kabarmu setiap hari lewat pesan?”
“Hng? Bukan hanya kabar, Minho oppa selalu
mengebariku sedang apa dia, melakukan apa,
menuju kemana dan sebagainya, hihi.
Memangnya kenapa?”
Sekejap rasa iri Sulli bertambah, ini yang ia
maksud, gaya berpacaran inilah yang ia inginkan.
“Anni, aku hanya bertanya padamu kok” Sulli
tersenyum pada Krystal, sementara Krystal
mengerutkan keningnya.
“Hanya bertanya? Benarkah?” Sulli mengangguk
cepat pada Krystal. Tidak mau memperpanjang
masalah, Krystal mempercayai Sulli lalu
meninggalkannya keluar kamar.


Sulli melihat arloji ditangannya, dengan terburu
buru ia sedikit mempercepat jalannya dan
merapikan bajunya.
“Taemin oppa pasti sudah menunggu lama”
Sulli semakin mempercepat jalannya, ia berjanji
untuk pergi jalan jalan dengan Taemin pukul 12,
tapi kini sudah pukul 1 siang. Kencannya bersama
Taemin. Demi apapun, kencan mereka ini
termasuk jarang. Mereka hanya bisa berkencan 2
bulan sekali mungkin. Selama berpacaran dapat
dihitung dengan jari berapa kali mereka
berkencan.
“Taemin oppa!!” Sulli melambaikan tangannya
pada Taemin yang sedang berdiri didepan suatu
restauran. Taemin membalas lambaian tangan itu
dengan senyuman.
“Oppa! Maaf aku terlambat. Tadi jalanan sangat
padat.”
“Ah, tidak apa apa. Ayo!”
Sulli tersenyum manis padanya. Ini yang ia
banggakan dari Taemin, Taemin selalu
memaklumi kesalahan Sulli apapun itu, selalu
mengerti dengan apa yang dialami Sulli.
“Kau ingin memesan apa?” Tanya Taemin setelah
mereka duduk disuatu rumah makan seraya
melihat lihat daftar menu yang disediakan.
“Aku sama denganmu, hehe” Sulli kembali
tersenyum.
“Aish, padahal aku ingin memesan makanan apa
yang kau pesan!” Taemin membalas senyuman
Sulli.
“Hahaha!! Jadi bagaimana? Siapa yang ingin
memesan?”
“Bagaimana kalau kita menggunakan rock, paper,
scissors saja?”
Beginilah mereka berdua jika berkencan, hal hal
aneh sering terjadi.
.
“Oppa?” Ucap Sulli pelan. Mereka sedang
bersama mengayun ayunan yang mereka duduki
sekarang.
“Eung?”
“Apa aku boleh mengatakan sesuatu?”
“Apa itu? Tentu saja boleh!” Taemin tersenyum
lagi pada Sulli.
“Hnggg…….. aku ingin kita seperti Krystal dan
Minho.” Sulli memelankan suaranya. Ada rasa
malu yang melandanya saat mengatakan itu.
Mungkin ini akan menjadi jalan keluar sifat buruk
Taemin tadi.
“Maksudmu?”
“Aku ingin kau seperti Minho oppa…”
“Huh?”
“Aku ingin kau menghubungiku setiap hari,
mengirimkanku pesan yang berisikan kabar kau
sedang apa dan lain lain. Seperti Minho oppa”
“Sulli-ah..” Taemin memelankan suaranya juga.
“Ya?”
“Jika kau ingin berpacaran dengan orang seperti
itu, berpacaranlah dengan Minho hyung.” Taemin
bangkit dari duduknya. Meninggalkan Sulli yang
kebingungan sekarang.
Sungguh, bukan ini maksud Sulli berbicara pada
Taemin seperti itu. Demi apapun, bukan ini
maksudnya!
“Oppa! Bukan itu maksudku!” Sulli berteriak pada
Taemin yang sudah lumayan jauh
meninggalkannya. Tiba tiba Taemin
menghentikan jalannya.
“Jika kau tidak suka denganku lagi itu tidak
masalah. Bersainglah dengan Krystal!”
Dan sekarang, Sulli amat menyesali perkataannya
tadi. Ia tau Taemin sangat tidak suka jika
dibedakan dengan orang lain. Dia suka wanita
yang menerima dirinya apa adanya.
Terdengar helaan nafas Sulli yang panjang. Kini
rasanya ia ingin sekali membenturkan kepalanya
kedinding!


“Taeminnie? Kau membanting pintu?” Key yang
sedang menonton tv terkejut melihat Taemin
yang baru saja membanting pintu dorm.
“Ya,” jawab Taemin santai.
“Kau kenapa? Sedang ada masalah?” Kini Minho
yang bertanya pada Taemin.
“Tidak, aku baik baik saja”
“Sungguh? Jangan menyembunyikannya dari
kamu! Hey! Kami ini kakak kakakmu, kan?” Minho
merangkul pundak Taemin.
“Minho hyung, aku ingin bertanya padamu.”
“Apa itu? Tanyakan saja Taeminnie!”
“……….”

.

“Oppa, bisakah aku berbicara pada Taemin? Ponselnya tidak diangkat.” Sulli dengan suara yang panik berbicara pada Minho lewat telephone.
“Taemin?” Minho melirik Key yang sedang menonton tv dengan serius. Key menjawab dengan mengangkat bahunya saja.
“Dia sedang ada dibalkon atas. Memangnya sangat penting?”
“Hm, ya. Penting. Oppa sudah tau masalah aku dengannya bukan?” Sulli yang berada disebrang sana memainkan baju bawahnya.
“…. Ya. Aku tau. Baiklah, akan kucoba bicara dengannya.” Minho berjalan menelusuri tangga. “Dari tadi siang dia tak mau diganggu. Diajak mengobrol saja dia susah.”
“Benarkah? Oh astaga. Separah itukah kesalahanku?” Sulli menundukkan wajahnya. Perasaan bersalah kembali mendatangi hatinya.
“Tunggu ya.”
Minho mendekati Taemin, duduk disebelahnya dengan hati hati.
“Sulli ingin bicara denganmu.” Dengan nada pelan Minho mulai memberi tahu.
“Sulli? Ada apa dengannya? Bukankah dia suka denganmu?” Taemin tetap memandang lurus.
“Bicaralah dulu dengannya Taeminnie.” Bujuk Minho. Taemin hanya mengangguk lemah satu kali dan mengambil ponsel Minho.
“Ya?”
“Oppa! Maafkan aku! Sungguh bukan maksudku—”
“Ya, aku tau. Aku mengerti. Aku yang harusnya meminta maaf padamu karena telah memperlakukanmu layaknya bukan kekasih.”
“Aku minta maaf oppa….”

***
5 days later
***

Sulli menyimpulkan senyumannya dengan
sempurna. Ponselnya bergetar dan
menampakkan nama yang membuatnya merona.
“Ya? Hallo? Ada apa oppa?”
“Kau masih bersiap anak tampil?”
“Ya, aku sedang bersiap siap untuk tampil nanti.
Sebentar lagi giliran f(x).”
“Hm, baiklah kalau begitu. Tampilkan yang terbaik
untukku ya! Haha”
“….hahaha ya oppa. Itu hal yang mudah!”
“Haha baiklah hanya untukku kan?”
“Haha tentu, baiklah haha. Bagaimana
denganmu? SHINee tidak ada jadwal hari ini,
oppa?”
“Ada, tinggal menunggu giliran tampil”
“Yah, sama denganku. Tampilkan yang terbaik
juga ya” Sulli menundukkan wajahnya sebentar
seraya seseorang menata rambutnya.
“Ya, pasti aku akan menampilkan yang terbaik
pula.”
“Okey”
Diam, hanya ada terdengar hembusan nafas
mereka.
“Baiklah. Aku akan segera tampil. Nanti akan
kukabarkan jika sudah selesai ya. Ne, annyeong!
Hihi”
Sulli menatap layar ponselnya; wallpapernya
bergambar selca Sulli dan Taemin.
Sulli tersenyum sangat manis, akhirnya apa yang
ia inginkan selama ini tercapai juga. Taemin
melakukan apa yang Sulli minta. Menghubunginya
setiap saat, mengirimkan pesan, dan lain lain.
Masalah kemarahan Taemin kemarin? Hahaha itu
hanya sekedar kelabilan dari seorang pemuda
yang berusia 19 tahun ini sekarang.
Ponsel Sulli kembali bergetar, tanda masuk
sebuah pesan.
‘Sulli-ah, hwaiting dengan perform f(x) hari ini ya!
Jika sudah selesai segera kabari aku!’
Lagi lagi Sulli tersenyum, manis sekali. Kali ini
senyumnya lebih sempurna dibandingkan dengan
yang tadi.
‘Ne, aku akan memberitahumu, oppa!’
“Ehm, sepertinya ada yang sedang senang?
Kenapa senyummu itu tidak lepas dari bibirmu
hah?” Soojung yang tiba tiba datang menepuk
pundak Sulli dan menggodanya.
“Apa?! Tidak ada apa apa.” sesaat wajah Sulli
kembali merona.
“Ya, ya. Sepertinya aku akan menyalahkan
Taemin atas sebab kau senyum senyum seperti
itu.” Timpal Luna yang sedang membaca majalah
disudut ruangan.
“Ya unnie!”
“Luna unnie! Lihat, wajahnya semakin memerah!
Hahaha” Krystal tertawa, dia berhasil menggoda
Sulli yang sekarang menutupi wajahnya dengan
kedua tangannya ini.
.
.
.
END

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , , , , | 4 Comments

Post navigation

4 thoughts on “A Little Ruin..

  1. risa-taemintsulli

    Wah bagussssss ^^
    Taem labil nih..;p

  2. Na

    Oneshoot ya? hhe,tapi konfliknya kurang ngena mnurutku hhe

  3. niken

    bagus banengt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: