Two In Me

Tittle: Two In Me

Main Cast: Jung Soojung/Krystal, Choi Minho

Minor Cast: Goo Hara KARA

Author: Intan-97lines

Genre: Fluff, Romance (?)

Rating: PG 13

Disclaimer: it just my crazy fiction. Not mean to BASHING other. They belong they self and, the plot is mine

akhirnya aku bisa kembali ke dunia per-ff-an (?) dengan membawa sebuah fanfic ter-gaje yang pernah ada. sebelumnya ff ini memang pernah di publish di wpku sendiri dengan 2 chapter (twoshoot). lalu aku publish kembali disini dengan hanya 1 chapter (oneshoot) semoga suka🙂

“urgh, odieyo??” tanyaku ketika mendapati diriku berada di tempat yang asing. Aku memegangi kepalaku yang masih pening seraya mengedarkan pandanganku ke seluruh ruangan. Pandanganku terhenti ketika melihat sebuah cermin berdiri tegak di ujung sana. Kakiku mulai melangkah mendekati cermin unik itu. Entah ada dorongan dari mana, aku memberanikan diriku untuk menengadahkan tanganku dan menyentuhnya.

DDDRRRTTT *anggep aja suara sengatan listrik*

“ouch..SHIT!!” umpatku. Reflek aku langsung menarik tanganku dari benda asing itu dan mengelusnya pelan.

“dasar PABBO! Huh!” ujar seseorang dari ruangan ini.

“Who’s that??” sontak aku langsung memojokkan tubuhku membelakangi cermin.

“YA!! Kau membuatku tidak bisa bernafas!” teriak seseorang dari dalam cermin. Aku langsung membalikkan posisi tubuhku menghadapnya. Sosok itu telah berkacak pinggang sambil menatap jengkel ke arahku.

“kyaaaa >//<” teriakku begitu melihat sosokku didalam cermin melakukan hal yang berbeda denganku.

“santai saja, aku bukan orang jahat kok.” Ujarnya dengan santai.

“kau..adalah aku???” tanyaku (lagi). Kali ini dengan nada heran.

Sosok tersebut menganguk cepat mendengar ucapanku itu.

Aku mengerjapkan mataku berkali-kali sambil menatap sekeliling.

“Soojung~aa, kau sudah sadar?” Tanya suara yang terdengar familiar di telingaku. Aku mulai mengalihkan pandanganku padannya.

“Mi..Minho Oppa,” ujarku begitu melihat sosok Minho Oppa berada di sampingku.

“ke..kenapa aku ada disini??” tanyaku polos.

“Hhhh~ tadi kau berlari terburu-buru dan terpeleset kulit pisang. PABBO!!” ujar seseorang dari belakan Minho. Aku langsung mengedarkan pandanganku kearah sosok orang tersebut.

“Ish!! Waeyo?? Jangan menatapku seperti itu?!” ujarnya ketus. Buru-buru aku mengalihakn wajahku dan segera menundukkan kepalaku.

“Hara-ya! Tidak bisakah kau sedikit halus pada Soojung??!! Kondisinya masih belum pulih seutuhnya!” bentak Minho Oppa padanya. Hara yang sadar telah dibentak Minho langsung mengatup bibirnya rapat-rapat.

Aku dapat merasakan kalau sekarang dia sedang mencibirku.

“Oppa, aku mau ke kamar mandi dulu.” Izinku. Akupung beranjak meninggalkan dua orang tersebut ke kamar mandi.

“tadi itu minpi yang aneh,” gerutuku sambil memcuci mukaku.

“mimpi katamu?! Aku ini nyata!” sahut seseorang. Aku mengedarkan pandanganku ke seluruh ruangan ini, tapi tak kutemukan seorangpun yang ada.

“tengoklah ke cermin,” ujarnya. Aku mulai mengalihkan pandanganku dan melihat sosokku melipatkan kedua tangannya.

“KYAAA!!!! Kau siapa?!” teriakku.”hhh~ perlu aku jelaskan berapa kali padamu agar kau mengerti, huh?! Aku adalah SISI LAIN DIRIMU.” Ucapnya tegas. Cih, berbeda sekali dengan diriku yang pemalu ini.

“siapa namamu??” tanyaku sedikit ketakutan.

Oke! Mungkin kalian semua menganggapku sudah gila karena berbicara dengan diri sendiri di depan cermin. Aku juga berpikiran begitu.

“I don’t have name,”

“…”

“Soojung-ah, Gwaenchanayo??” teriak Minho Oppa dari luar. Aish, aku hamper lupa kalau dia berada disini.

Dengan sigap. Aku menata rambutku dan mulai keluar dari kamar mandi ini.

Normal POV

“Oppa~ ayo kita pulang. Aku tidak mau berlama-lama disini. Huft, Panas!” rengek Hara sambil mengalungkan tangannya ke tangan kekar Minho. Pada saat yang sama, Soojung mulai keluar dari kamar mandi.

“Minho Oppa…” ujarnya sedikit kaget.

Minho yang melihatnya, langsung melepaskan tangan Hara dan mulai bergerak mendekati Soojung. Hara yang mendapat perlakuan seperti itu langsung berdecak kesal.

“kau ini, Mengganggu saja! Cih,” rutuk Hara.

Soojung hanya bias diam mendengarkan omongan Hara.

“Oppa! Ppali kita pulang. Aku sudah MUAK disini,” teriak Hara.

“Kau pulang saja sendiri,” bentak Minho yang membuat suasana hati Hara tambah kesal. Perlahan, dia mulai meninggalkan Apartemen Soojung dengan gejolak amarah di hatinya.

Minho POV

‘dasar Hara! Tidak tahukah kau bahwa Soojung itu sedang sakit, Huh?!’ aku berdecak kesal begitu Hara mulai menghilang dari balik pintu.

“Oppa, kenapa dia pergi? Apakah Hara marah padaku??” Tanya Soojung polos.

“ah, Anni. Hara hanya kesal saja. Sudahlah, jangan dipikirkan. Kau istirahat saja, aku akan membuatkanmu bubur.” Tawarku.

PRIIIIITTTTTT…..

Terdengar suara peluit dari wasit pertanda pertandingan telah usai.

Dengan cepat, aku mulai berlari ke tempat dudukku dan mulai meneguk sebotol air mineral ang sengaj aku bawa dari rumah.

“Oppa, kau hebat sekali bias mengalahkan Taecyeon. Pentolan tim JYP Nation yang sangat terkenal itu.” Ujar Hara yang mulai mendekatiku.

“ergh, mana Soojung??” kini aku mulai  mengedarkan pandanganku mencari sosok Jung Soojung.

“ya! Kenapa mencari Soojung? Sementara disini ak\da Aku yang jelas-jelas lebih cantik darinya.” Ujar Hara. Dia mulai menggenggam kedua tanganku. Dasar Yeoja genit!

“mianhae, tapi sekarang aku hanya butuh Soojung. Permisi,” ujarku. Dengan cepat aku mula meninggalkan Hara.

Soojung POV

Kudengar hari ini Minho Oppa memenangkan pertandingan Basket melawan Tim JYP Nation. Dab aku memutuskan untuk memberinya selamat.

“Minho Oppa, chukkhae-yo atas kemenanganmu.” Ujarku saat tanpa sengaja berpapasan dengannya di koridor.”Gomawo Soojung-ah.” Kulihat sebuah senyuman terukir di wajahnya yang tampan itu.

Tampan?? Apa tadi aku berkata kalau dia tampan? Ya, minho Oppa memang tampan. Buktinya, Hara sampai mengincarnya.

“Minho-ya! Kemana saja kau? Kami semua mencarimu,” teriak teman satu tim-nya Minho Oppa. Perlahan, sosok Minho mulai menghilang dari pandanganku.

“Hei! Dasar kau wanita Jalang!” teriak seseorang padaku. Sesaat kutolehkan wajahku dan mendapati sosok Hara mulai bersiap menamparku. Aku hanya bias memejamkan mata saat itu.

“ayo tamper aku, dasar PENGECUT!” teriak seseorang. Tunggu dulu, itu kan saperti suaraku? Tapi tadi aku tidak berkata apa-apa. I swear!

“Yeoja sepertimu memang harus diberi pelajaran!” ujar Hara begitu emosi.

“ta-tadi itu bukan suaraku,” aku mencoba membela diri.

Kutolehkan pang\danganku dan mendapati sosokku yang lain tersenyum padaku.

Aku menatapnya dengan tatapan ‘pasti-ini-semua-ulahmu-!’

PLAKKK!!!!

Sebuah tamparan sukses mendarat di pipi kananku.

“AKU TIDAK AKAN MENGAMPUNIMU!!” ucap Hara yang kini mulai meninggalkanku.

‘sial!’ umpatku pada sosok lain diriku itu. Dengan langkah cepat, aku mulai berlari ke kamar kecil yang berada di ujung koridor.

“ya! Kurang ajar sekali kau!” umpatku pada sosok yang berada di dalam cermin yang notabene adalah diriku sendiri.

“yeoja seperti dia itu harus diberi pelajaran,” jawabnya ketus. Aku terdiam mendengar perkataannya tadi. Ternyata dia mengkhawatirkanku.

“eumm~ kau benar. Tapi, kenapa harus dengan cara seperti ini??” tanyaku dengan volume yang mulai agak pelan.

“aku tidak mau kau dipermainkan olehnya!” jawabnya tegas.

“lagipula, aku juga sudah MUAK padanya!” lanjutnya dengan menekankan kata muak padaku.

“…”

“oh iya, siapa namamu?” tanyaku.

“namaku sama sepertimu. Jung Soojung.” Jawabnya yakin. Aku berpikir sejenak seperti tidak yakin dengan namanya saat ini.

“eumm~ bagaimana kalau aku memeberimu nama Krystal. Jung Krystal. Agar kita tidak bingung. Otte?” tawarku.

“baiklah, aku setuju. Krystal, Tidak buruk.”

“yeah, welcome Krystal. Hihi.” Aku tertawa renyah diikuti olehnya.

“Hara-ya! Berhenti kau!” teriakku. Err~ lebih tepatnya Krystal yang berteriak.

“WAE??” sahutnya ketus.

“errr~”

“aku mau menantangmu bermain basket. Yang menang mendapatkan Minho Oppa, dan yang kalah harus segera pergi jauh-jauh dari kota ini! Otte?” ujar Krystal. Aku hanya membelalakkan mataku mendengar ucapan Krystal tadi. Yang benar saja! Aku kan payah dalam hal Basket?! -,-a

Sedangkan Hara, dia begitu mahir dalam hal itu.

“siapa takut?? Aku setuju! Kalau begitu, pertandingan akan diadakan minguu depan di lapangan sekolah.” Dia menjabat tanganku dan mulai meninggalkanku dengan gaya SOK-nya.

“AARRGGH!! Pabbo Krys. Kenapa kau menantangnya bertanding basket, Huh?!” protesku pada sosok didepanku ini yang notabene adalah diriku sendiri.

“kau lihat saja nanti, Soojung-ah.” Krystal tersenyum licik yang membuatku takut untuk mengomelinya.

“kau yakin akan beradu basket dengan Hara?” tanya Minho Oppa dengan nada tidak meyakinkan. Sebenarnya, aku juga tidak yakin apakah keputusanku itu benar. Lagipula, yang mengajak Hara bertanding-kan Krystal. Bukan aku, Jung Soojung.

“errr~ aku..aku..”

“aku yakin Oppa!” ujar Krystal. Sialan! Dia selalu saja mendahuluiku.

“heumm~ kalau begitu terserah kamu saja,” sahut Minho Oppa dengan nada pasrah.

“Hyaaa~ eotteokhae??!! Besok adalah hari pertandingannya dan aku masih belum siap menghadapi Hara.” Ucapku frustasi sambil merebahkan diriku ke tempat tidur.

“tenang saja Soojung-iie, aku akan membantumu besok,” ujar Krystal sambil tersenyum licik. Dan hal itu membuatku begidik ngeri.

“apa kau yakin??” tanyaku ragu. Dia hanya merespon dengan anggukan mantap.

Normal POV

Suasana pagi itu terasa sangat mencekam, pasalnya hari ini akan diadakan pertandingan basket antara Hara-Soojung di lapangan sekolah.

“baiklah, Soojung Hwaiting!!” ujar Soojung di depan cermin untuk menyemangati dirinya sendiri.

“aku yakin kau pasti bias mengalahkan Hara yang sombong itu, Soojung-iie.” Sahut seseorang dari dalam cermin.

“Gomawo Krys, huft.” Soojung menghela nafas panjang dan mulai berlari menuju lapangan sekolah.

“kau sudah siap, Nona Soojung?!” teriak Hara dengan nada sinis. Soojung hanya merespon ucapan Hara itu dengan anggukan yang meragukan.

Dua orang Yeoja itu mulai melangkah ketengah lapangan.

PRIIIITTTTT!!!!!

Terdengar suara peluit wasit dibunyikan pertanda pertandingan telah dimulai. Masing-masing dari dua Yeoja tersebut mulai berebut bola basket dan bergegas memasukkannya ke ring lawan.

Kini 30 menit telah berlalu sejak dimulainya pertandingan antara Hara-Krystal. Kedudukan Hara lebih unggul dengan 15-0.

“aku tidak akan membiarkanmu menang, Jung Soojung.” Gumam Hara disela pertandingan. Yeoja itu terus men-dribble bola menuju kea rah ring Soojung dengan seringaian liciknya.

“tinggal satu langkah lagi aku akan menang.” Batin Hara dengan senyuman kemenangan miliknya.

“Krystal, aku butuh bantuanmu!!” jerit Soojung dalam hati yang membuat waktu berhenti.

“sekarang, aku yang akan mengambil kendali Soojung. kau tenang saja. aku akan memenangkan pertandingan ini untukmu.” ujar Krystal sambil mengulurkan tangan kanannya. tanpa berpikir dua kali, Soojung langsung menerima uluran tangan itu . dan kini mereka berdua bertukar posisi.

“Goo Hara, tamatlah riwayatmu sekarang.” seringai Krystal sambil terus mendekati Hara dan mulai mengembalikan waktu seperti semula.Krystal mulai merebut bola yang tadinya berada di tangan Hara dan mulai men-dribblenya menuju Ring milik Hara.

PRIIITTT~

terdengar peluit wasit berbunyi menandakan kalau bola tepat masuk kedalam ring.

‘tidak mungkin! Soojung memasukkan bola??’ batin Hara tidak percaya.

Hara POV

hei, kenapa ini bisa terjadi?? aku, aku masih tidak percaya. Soojung memasukkan bola??!!! mimpi apa aku semalam.

“tsk, tidak akan kubiarkan kau menang, Jung Soojung!” gerutuku. dengan perasaan kesal, aku mulai merebut bola itu dari tangan Soojung dan men-dribblenya pelan.

“jangan harap kau bisa menang, Hara.” bisik Soojng pelan. dan itu membuatku ketakuta entah kenapa. aku sendiri juga tidak tahu. aku sendiri merasa auranya berubah menjadi gelap sejak aku akan men-dribble bola ke ringnya itu. sebenarnya apa yang terjadi??

PRIIIIITTTT~

suara peluit wasit kembali terdengar. kini kedudukan kai sejajar. 15-15.

aku masih saja terdiam di tempatku, kakiku tak bisa digerakkan sedikitpun walaupun aku memaksa.

“c’mon Hara! kau tidak boleh kalah dengan seorang pecundang kelas teri seperti Soojung,” tekadku.

aku mulai menghadang Soojung yang akan memasukkan bolanya ke ring-ku. sekilas aku menatap matanya.

DEGG~ ada apa ini? kenapa hanya dengan menatap matanya saja aku sudah ketakutan??

aku mulai meng-urungkan niatku untuk mengejarnya. sekarang aku hanya tertunduk lemas di tempatku.

PRIIITT~

wasit meniup peluit untuk yang terakhir kalinya. pertandingan telah usai. dan Soojung-lah pemenangnya, bukan aku. tak terasa air mataku mulai menetes. aku memang lemah dalam hal kekalahan. apalagi yang mengalahkanku itu orang yang tidak pernah memiliki prestasi apapun dalam hal olahraga. ya, aku kalah dari Soojung.

“Soojung-iie, Chukkhae.” ucapku datar pada sosok Sojung yang berada tepat di depanku.

“Gomawo,” jawabnya lemas. kulihat tubuhnya mulai goyang dan..

BRUKK~

Soojung POV

“Krystal?? itukah kau?” tanyaku pada sosok yang berada di depanku ini. kali ini aku berada di dunianya.

“Soojung-iie, aku menang. hihihi~” ujarnya bangga. aku jadi terharu mendengarnya.

“Chukkhae, kalau tidak ada kamu pasti aku sudah kalah melawah Hara. Gomawo Krys,” aku berhambur memeluk tubuh mungilnya itu.

“sekarang tugasku sudah selesai. kau bisa kembali hidup tenang tanpa gangguanku disana, Soojung-iie.” ucapnya tiba-tiba yang membuatku melepas pelukanku.

“Waeyo? kenapa secepat ini?” tanyaku murung. butiran-butiran ait\r mata mulai membasahi pelupuk mataku dan memaksa untuk keluar.

“kau sekarang sudah bisa mengurus dirimu sendiri, Soojung-iie. aku yakin itu.” ujarnya yang mulai menjauh dariku. air mataku mulai menetes dengan deras membasahi sebagaian pakaianku ini.

“uurrggh, Krys jangan pergi,” gumamku.

“Soojung-iie, kau sudah sadar huh?!” ujar suara seorang laki-laki padaku. terlihat seperti suara Minho Oppa,

perlahan, kubuka mataku dan menatapnya sekilas. terlihat disebelahnya terdapat sosok Hara yang memasang waah khawatir padaku.

“aku dimana??” ucapku sambil mencoba mendudukkan posisiku.

“ya, kau jangan memaksakan dirimu dulu. kondisimu masih belum pulih seutuhnya.” tutur Minho Oppa padaku.

“Soojung-iie aku minta maaf telah menggangumu selaa ini.” ujar Hara tiba-tiba.

“aku sadar bahwa Yeoja yang cocok berada disamping Minho adalah kau, bukan aku. dan sekarang akau akan menepati janji yang telah kita setujui dari awal pertandingan. aku akan pergi dari Seoul ini,” lanjutnya.

spontan aku kaget mendengar ucapan terakhirnya. yah, meskipun memang benar perjanjiannya seperti itu.

“tapi, kenapa mendadak??” tanyaku.

“aku sudah menghancurkan hidupmu. dan sekarang aku akan pergi dan tak akan menggangu kalian berdua lagi. selamat tinggal Soojung-iie. aku akan merindukan kalian.” ujar Hara yang mulai berhambur meninggalkanku.

“Tunggu! Hara-ya. kau harus berjanji akan kembali lagi kesini,” ujarku cepat sebelum dia meninggalkan ruangan ini. Hara tetap tidak menggubris perkataanku. Yeoja itu tetap pergi meninggalkanku.

“Tunggu! Hara-ya,” dengan sigap Minho Oppa langsung mengejarnya dengan sekuat tenaga.

“aku mohon, turuti permintaan Soojung,” teriakknya yang mampu terdengar olehku. begitu besarkah rasa cintanya padaku sehingga dia melakukan itu semua??

“baiklah,” sahut Hara.

7 Tahun Kemudian…

“Yoogeun-iie, kau jangan bermain disana. nanti jatuh,” teriakku sambil menggendong bocah itu ke pangkuanku.

“Eomma~ tapi aku ingin bermain disana,” rengek bocah itu.

“sudahlah, biarkan saja dia bermain disana.” ujar seseorang yang tak asing lagi bagiku.

“Minho Oppa, kapan kau datang?” tanyaku heran. kurasa baru kemarin dia minta izin padaku untuk bertugas ke luar negeri untuk beberapa hari. tapi, sekarang malah berada disini.

“Yoogeun itu sama sepertimu. tidak pernah bisa diam. dia mirip denganmu Oppa,” ucapku dengan pandangan lurus kedepan.

“Yeah, aku tahu itu Yeobo,” sahutnya sambil mencubit pelan hidungku.

“aku yakin, jika sudah besar nanti, Yoogeun akan setampan Appa-nya dan setangguh Eomma-nya.” sahut seseorang dari belakang kami.

kutolehkan pandanganku dan mendapati sosok Yeoja yang selama ini aku rindukan.

“Hara. kapan kamu kembali?? kenapa tidak menelponku dulu,” ujarku cepat dan langsung memeluk sosoknya tersebut.

“baru-baru ini. kali  ini aku menepati janjiku, Jung Soojung.” sahut Hara yang membalas pelukanku.

“oh, lalu Namja ini siapa?” tanyaku begitu melepaskan pelukanku.

“eumm~ perkenalkan. dia Donghae, Lee Donghae. dia calon suamiku dan kami akan menikah dalam waktu dekat ini.” jelas Hara singkat.

“waa~ Chukkhae Hara-ya. aku turut bangga denganmu,” ucapku tulus.

ya, ini semua berkat Krystal. dengan adanya dia dalam hidupku, aku bisa merubah 180 derajat sikap dan kelakuanku selama ini. Jeongmal Gomawoyo Krystal. aku akan selalu mengingatmu, ‘disini’.🙂

FIN

hehehe, akhirnya kelar juga. hho~ meskipun endingnya rada2 gaje gimanaaa gitu *lebay*

yaudaa deh, yang penting sekarang aye munggu komentar dari para readers sekalian🙂

NB: YANG SILENT READERS SAYA DOAKAN DOSANYA BERLIpAT GANDA DAN GAK JODOH SAMA BIAS XPPP

sampai ketemu di ff saya selanjutnyaa *tebar bunga bareng Minho*

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , , , , , , , , | 9 Comments

Post navigation

9 thoughts on “Two In Me

  1. salmaartania

    Pernah baca deh di blog lain..?
    Eh..gx tau ding takut salah..

  2. hah?? iyakah? blog apa namanya? O.o
    ini murni hasil olahan pikiranku sendiri kok…

  3. hajarnana11

    kalau jdulx qu udh prnh bc tp ceritanya beda kok…🙂

  4. salmaartania

    Unniee..aq baca ff nie di blog unnie sendiri pantes aja sama..he..mianhe

  5. Akhirnya Minho bersama Krystal :)))😀 dan mempunyai anak seperti Yoogeun Huahahahaha

    Daebak Chingu🙂

  6. minstal91

    hehehe…prnah baca d komik lama…mirip bgt ceritanya..
    terinspirasi komik it y…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: