…..Is It OK? [Part 1]

Author: taelliners =))
Main Cast: Lee Taemin / Choi Sulli
Other Cast: Cho Kyuhyun, Jung Krystal, Kang Jiyoung.
Main Cast: Tiffany Hwang, Kim Hyoyeon / Lee Hyukjae, Lee Sunny.
Genre: Romance, Friendship, Family
Length: Sequel / Multichapter

.
…..Is It OK? [Part 1]
.

“Umma, apa umma yakin kita akan tinggal dihotel ini?” Seorang gadis dengan susah payah mengangkut dua buah koper, yang satu dikiri dan yang lainnya dikanan tangannya.
“Kenapa tidak? Kita bisa tinggal untuk sementara dihotel ini kan?” Jawab sang ibu yang mendahului sang anak berjalan.
“Tapi bukankah hotel ini mahal jika dihitung per-malam-nya? Nanti itu akan memberatkan umma…” Sang ibu tadi tersenyum pada anaknya.
“Itu tidak masalah, Sulli-ah.. Sekali kali kita mencoba menginap dihotel tidak apa apa kan?”
“Ya, aku tau umma. Tapi apa kita akan selamanya tinggal dihotel seperti ini?”
“Tentu tidak, kita akan mencari rumah untuk kita tinggali. Kau tenang saja Sulli-ah” gadis yang dipanggil dengan sebutan Sulli itu hanya mengangguk dan tersenyum pada ibunya.
“Maaf, saya pesan kamar untuk dua orang, masih tersedia kan?” Tanya ibunya; yang bernama Tiffany itu pada salah seorang wanita penjaga hotel itu. Sulli hanya mengelilingkan matanya melihat sekitar sisi hotel.
“Ya, tentu saja. Anda ingin memesan untuk berapa malam?” Sahut perempuan tadi dengan sopan.
“Belum tau, itu bisa diurus nanti kan?” Tiffany juga menjawab dengan nada sopan.
“Oh pasti. Ini kuncinya, silahkan menikmati kenyamanan hotel ini, nona” penjaga tadi membungkukkan badannya sedikit disertai dengan senyumnya. Tiffany dan Sulli kembali membalasnya dan berlalu mencari kamar yang dimaksud.

“Sulli-ah, letakkan saja koper itu disebelah lemari itu ya..” Perintah Tiffany pada anaknya sambil kembali mengunci pintu kamar hotel itu.
“Ya.”
“Sulli, jika kau ingin mandi, mandilah. Kau belum mandi kan? Lagian pasti kau lelah juga melakukan perjalanan dari Daeyo ke Seoul ini berjam-jam”
“Ya, umma. Tapi aku ingin beristirahan sebentar. Rasanya lelah sekali jika langsung mandi” jawab Sulli dan langsung menyerbu kasur yang masih tertata rapi.
“Kau lelah sekali ya?” Tiffany menduduki kasur itu, lalu mengelus rambut anaknya itu yang sedang merebahkan tubuhnya.
“Ya.” Sulli mengangguk, “tapi itu tidak masalah. Aku tetap semangat kok!” Sambungnya sambil tersenyum. Tiffany ikut tersenyum melihat anakmu itu tersenyum.
“Ohya, bagaimana dengan kios bunga milik umma yang ada di Daeyo? Apa ditutup begitu saja?” Sulli bangkit dari tidurnya dan duduk titempat tidur itu.
“Ah tentu saja tidak. Umma sudah mengurus semuanya. Kios itu akan umma buka di Seoul. Lagian tujuan kita pindah ke Seoul untuk mencari suasan baru bukan?” Tiffany menyentuh pipi Sulli pelan. Sulli mengangguk mengerti.
“Pasti akan seru!! Aku akan tetap membantu umma menjaga kios itu!”
“Hahaha, tapi kau harus mengutamakan sekolahmu saja dulu. Umma sudah mendaftarkanmu kesuatu sekolah kan? Belajarlah dengan baik disana”
“Hm, tapi umma terlalu berlebihan mendaftarkanku kesekolah yang terlalu mewah itu”. Sulli sedikit mengerucutkan bibirnya.
“Hahaha, itu tidak masalah Sulli. Kau hanya perlu belajar dengan benar disana.”
“Ya umma. Aku akan mengusahakannya” Sulli kembali tersenyum. Ditampakkannya eye-smile itu seraya ia tersenyum.
“Yasudah, segeralah mandi, ini sudah malam. Kau juga harus tidur, besok kau akan memluai sekolahmu kan?” Celoteh Tiffany sambil mendorong pelan Sulli menuju kamar mandi.

.
.

“Sunny noona!! Kau mengambil rotiku!!”
“Ya! Hanya satu potong apa salahnya kan? Lagian kau bisa membuatnya yang baru lagi, Taeminnie”
“Aish!”
“Ya! Ya! Apakah kalian akan seperti itu sampai malam nanti? Taeminnie, cepat habiskan sarapanmu lalu pergi kesekolah. Ini sudah telat” Eunhyuk dengan bijaknya menasihati kedua anaknya itu.
“Ya, lagian jika aku datang kesekolah pukul 12 aku masih tetap boleh masuk kan?” Jawab Taemin santai sambil membuat roti yang baru dengan lapisan selai.
“Jangan mengandalkan itu lagi, kau tidak boleh berlaku seperti itu walau keluarga kita yang mempunyai sekolah itu” Kini Hyoyeon yang duduk disamping Eunhyuk angkat bicara.
“Yaaaa, aku mengerti. Harus berapa kali umma dan appa menasihatiku tentang itu?” Taemin beranjak dari kusrinya setelah melahap beberapa gigit roti yang diolahnya tadi.
“Aku pergi dulu ya” pamitnya sambil melangkahkan kakinya kedepan pintu.
“Ya, hati hati dijalan, Taeminnie!” Seru Hyoyeon sambil meninggikan suaranya agar bisa didengar Taemin.
Taemin memasukki mobilnya dengan santai. Yah, dia pergi kesekolah menggunakan mobil ini dan mengendarainya sendiri. Disekolah itu, siapa yang tidak memakai mobil? Sekolah Chaeri High School adalah sekumpulan anak elit dan terpandang. Dan pemilik sekolah itu adalah keluarga Taemin sendiri.
Keluarga Lee? Jangan ditanyakan lagi, siapa yang tidak mengenal keluarga kaya ini? Keluarga yang mempunyai cabang perusahaan dimana mana. Mempunyai sekolah, mempunyai restoran, mempunyai hotel, dan masih banyak lagi yang dipunya dari keluarga serba berkecukupan ini.
Taemin melajukan mobilnya masuk kedalam gerbang Chaeri High School, mobilnya kini menjadi pusat perhatian anak anak yang sedang berlalu lalang disana.
Taemin keluar dari mobilnya setelah berhasil memarkirkan mobil mewahnya itu disuatu tempat.
“Ya! Lee Taeminnie!” Panggil seorang laki laki dengan suara yang lantang. Laki laki itu memiliki wajah yang tampan, suara yang lembut dan langkah jalan yang sempurna. Laki laki itu menghampiri Taemin.
“Ya! Cho Kyuhyun!” Taemin membalas lambaian tangan pemuda yang bernama Kyuhyun itu.
“Kau senang sekali datang kesekolah diwaktu seperti ini” Kyuhyun menyikut pelan perut Taemin. Tamin tidak menjawab, hanya tertawa geli mendengar kalimat Kyuhyun tadi.
“Baiklah, ayo kita masuk!” Ajak Kyuhyun sambil merangkul Taemin, sahabat baiknya sejak kecil.

.
.

“Ya umma. Nanti jika aku sempat, pulang sekolah aku akan mengunjungi kios bunga untuk membantu umma”
“Baiklah, pergilah kesekolahmu. Nanti kau terlambat..” Sulli mengangguk manuruti kalimat ibunya itu dan menuju pintu gerbang hotel. Memberhentikan taxi yang lewat dan menaikinya.
“Annyeong umma!” Dilambaikannya tangannya kearah Tiffany.
“Annyeong!”

Sampai. Sulli menuruni taxi itu dengan perlahan. Rambutnya yang diikatnya menjadi satu membuat angin tidak bisa memberantakkan rambutnya.
Sulli tersenyum riang setelah melihat keadaan sekolah barunya ini. Ia langkahkan kakinya memasukki gerbang sekolah yang amat mewah itu dengan pelan sambil melihat sisi sisi sekolah itu.
“Waw” hanya itu respon Sulli setelah melihat betapa dewanya keadaan sekolah yang akan ia jadikan tempat menuntut ilmunya ini. Kini ia ingin sekali mengetahui dimana kelas yang akan menjadi kelasnya, sekaligus ingin mengetahui letak letak ruangan disekolah barunya ini.
Sulli terus berjalan dikoridor sekolah, suatu ruangan dengan pintu yang belum menutup sempurna menarik perhatian Sulli. Sulli bermaksud untuk mendekatinya dan melihat apa yang ada didalamnya. Didekatinya pintu ruangan itu dengan perlahan, diintipnya apa yang ada didalamnya.
Sulli terdiam.
Dilihatnya seorang laki laki yang amat sangat tampan memainkan sebuah piano dengan matanya yang terpejam, seakan sebegitunya mendalami permainan pianonya itu sendiri. Tangannya menari nari menekan tuts-tuts piano itu dengan lincha. Sampai sampai, kini Sulli ikut memejamkan matanya. Indah, bagus, menenangkan hati, sempurna, pikir Sulli setelah laki laki itu selesai memainkan piano dan membuka matanya. Sulli tersenyum manis, ingin sekali rasanya ia memasukki ruangan itu dan mengenal laki laki itu lebih dalam, tapi niat itu ia urungkan setelah laki laki itu berdiri dari tempat duduknya dan menuju kepintu dimana menjadi tempat persembunyian Sulli sedari tadi. Spontan Sulli menyingkir dari balik pintu itu dan menyandarkan tubuhnya didinding samping pintu itu. Dilihatnya laki laki yang bermain piano tadi berjalan keluar. Sulli hanya bisa melihat bagian belakang laki laki itu. Sulli kembali tersenyum. Laki laki itu sungguh menarik, batin Sulli.

.
.

“Kau anak baru disini ya?” Tegur seorang perempuan yang duduk dimeja depan meja Sulli sampai menghamburkan lamunan Sulli. Sulli yang sudah menemukan kelasnya tadi ini tersenyum pada perempuan itu.
“Ya, salam kenal ya” ucapnya disertai dengan senyuman.
“Yap, namamu siapa?” Perempuan itu menyodorkan tangannya kepada Sulli, membalikkan sedikit badannya agar dia bisa lebih enak mengobrol dengan Sulli.
“Sulli, namaku Choi Sulli.” Sulli menyambut tangan perempuan cantik itu.
“Namaku Jung Krystal. Senang berkenalan denganmu, Sulli.” Perempuan itu tersenyum lagi, begitu pula dengan Sulli.
“Kau pindahan darimana?”
“Aku berasal dari daerah Daeyo.”
“Daeyo? Waw! Jauh sekali!”
“Hehehe, itu daerah asalku.” Sulli memperlihatkan sederetan gigi putihnya. Krystal hanya mengangguk mengerti mendengar penjelasan Sulli.
“Kenapa kau bisa pindah ke Seoul?”
“Aku dan ummaku ingin mencari suasana baru disini. Jadi kami memutuskan untuk pindah ke Seoul.” Krystal kembali menganggukkan kepalanya.
“Bisakah kita berteman?” Sulli tersenyum pada Krystal.
“Tentu, sepertinya kau anak yang baik” Krystal membalas senyumannya.
“Ohya, kenalkan teman temanmu padaku juga boleh tidak? Aku ingin mempunyai banyak teman disekolah ini.” Kini Sulli mendekati Krystal, pindah duduk disampingnya. Krystal tersenyum manis, tapi tidak terlalu mengenakkan.
“Aku tidak mempunyai teman.”
“H-huh?” Sulli membelalakkan matanya, bagaimana bisa perempuan seperti ini tidak mempunyai teman?
“Be-benarkah? Ah-uh baiklah itu tidak masalah, hehe” rasa tidak enak sedikit muncul dihati Sulli sekarang.
“Kau mau pergi kekantin sekolah?” Tawar Sulli, perutnya lapar sekali. Tadi pagi ia tidak sempat sarapan saking semangatnya ingin datang kesekolahnya yang baru. Krystal menggeleng.
“Kau duluan saja. Nanti pasti aku menyusul kesana. Kau sudah tau dimana kantin sekolah kan?”
“Ya, aku sudah tau kok. Baiklah, aku pergi dulu.” Sulli melambaikan tangannya pelan dan memulai langkahnya menuju kantin sekolah.
Bruk. Tiba tiba Sulli menabrak seseorang dengan tidak sengaja.
Sulli terjatuh kelantai, dilihatnya siapa orang yang menabrak dia sebegitu enaknya saja.
“Ya! Kau—”
Laki laki dengan headset yang terpasang ditelinganya menatap Sulli dengan ekspresi datar itu membuat Sulli mengurngkan niatnya untuk meneruskan kalimat yang ingin ia lontarkan tadi.
“K-kau? Yang bermain….piano tadi?” Sulli ingat betul pada wajah laki laki yang ia lihat disuatu ruangan tadi, laki laki yang bermain piano sampai membuat hati Sulli menjadi tenang.
Taemin melepaskan headset yang sedaritadi terpasang ditelinganya itu.
“Maaf, biar kubantu” Taemin mengulurkan tangannya kehadapan Sulli yang masih tergeletak dilantai.
Deg-degan, hati Sulli tak karuan sekarang. Dengan ragu disambutnya tangan laki laki itu.
“Aku baik baik saja”
“Baguslah” dia memandang Sulli. Membuat Sulli ingin sekali terbang keangkasa sekarang. Sungguh, ia sangat tertarik pada laki laki ini.
“Ya! Lee Taemin!!” Suara seseorang yang terdengar dari arah belakang Taemin membuat Taemin berbalik.
“Ya! Kau kemana saja? Aku mencarimu!”
“Maaf Kyuhyun-ah, aku ingin kekantin untuk membeli minuman.”
“Oh, baiklah. Ohya, kau ditawarkan pihak sekolah untuk mengikuti acara resmi, kau disuruh untuk memainkan piano”
Taemin dan laki laki yang diapnggil Kyuhyun tadi berlalu tanpa memerhatikan Sulli lagi. Sulli hanya bisa melihat Taemin dari arah belakang. Sulli menarik senyuman lagi, sebenarnya ia tidak ingin secepat itu berpisah dengan Taemin. Tapi paling tidak, ia sudah tau namanya.

.
.

“Taeminnie!”
“Ya? Jiyoungie?”
“Tidak ada acara kan malam ini? Bagaimana kau makan malam denganku? Sepertinya itu menyenangkan?” Jiyoung menyimpulkan senyumnya pada Taemin.
“Ya, akan kuusahakan. Nanti akan kukabari jika aku bisa” Taemin membalas senyuman itu, senyuman yang tidak terlalu sempurna tapi.
“Jinjja? Asik! Baiklah, aku harap kau bisa” Jiyoung berlalu setelah melambaikan tangannya pada Taemin.
“Dia sepertinya sangat gila kepadamu, Taemin” Kyuhyun yang menyandarkan tubuhnya didinding menggoda Taemin sambil memperhatikannya. Tidak ada jawaban dari Taemin, hanya senyuman saja yang ia berikan.
“Terimalah hatinya! Kurang apalagi gadis itu? Cantik, pintar, pandai bergaul, dan keluarganya juga mengenal keluargamu kan?”
“Dia buka tipeku.” Jawab Taemin singkat sambil memainkan ponselnya.
“Hahaha, jangan terlalu memilih! Nanti gadis gadis yang sangat gila padamu itu menjauhimu”
“Mungkin itu lebih baik”
Kyuhyun terkekeh geli mendengar jawaban Taemin.
“Baiklah baiklah. Aku menyerah.”

.
.

Tiffany mengunci kamar hotelnya, ia bertujuan ingin menyantap sarapan. Pukul 11 pagi, sudah tidak pantas untuk dikatakan sarapan. Ia terlalu sibuk dengan urusannya memindahkan barang barangnya.
“Baiklah, akan saya usahakan.”
“Dan bunga yang terpajang disana. Apa kau tidak menyiramnya? Kenapa layu seperti itu? Segeralah ganti dengan yang baru”
Samar samar suara yang terdengar oleh Tiffany itu adalah suara yang ia kenal.
“Hyoyeon-ah?” Tiffany mendekati perempuan yang daritadi berceloteh berbicara dengan salah satu pegawai hotel.
“…..Kau?! Tiffanyyyyy?” Hyoyeon memeluk Tiffany erat. Tiffany, teman dekat lamanya yang sudah lama ia tidak temui.
“Sejak kapan kau di Seoul, Fany-ah?”
“Aku baru sampai tadi malam!”
“Jinjja? Kenapa tidak mengabariku?”
“Aku lupa, Hyoyeon. Ah! Ini hotel milikmu?”
“Ya, kau tinggal disni?”
Tiffany mengangguk seraya tersenyum.
“Aigooo, kebetulan sekali!”
“Iya hahaha.”
“Fany-ah! Sebaiknya kita mengobrol lebih jauh. Ayo kita kesuatu restoran saja bagaimana?”
“Haha, baiklah. Itu ide yang bagus” Tiffany kembali tersenyum pada Hyoyeon.
.
T.B.C
.

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , , , , , | 6 Comments

Post navigation

6 thoughts on “…..Is It OK? [Part 1]

  1. Whoaa,,
    part 1nya keren chingu😄
    itu knp sull pindah? O.o
    part2nya jgn lma2 ya😀

  2. annyeong~ aku baru hinggap di blog ini (?) bagus, chingu ffnya~ ^^

  3. @intan hehehe makasih yaaaaa {} :* sip itu udah ada hehe
    @hsrinria welcomeeee xD hehe makasih yaaaa :*

  4. keren🙂
    *ngacir ke part 2*

  5. Nadilak

    keren

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: