…..Is It OK? [Part 2]

Author: taelliners =))
Main Cast: Lee Taemin / Choi Sulli
Other Cast: Kang Jiyoung, Cho Kyuhyun, Jung Krystal.
Main Cast: Tiffany Hwang, Kim Hyoyeon / Lee Hyukjae,
Lee Sunny.
Genre: Romance, Friendship, Family
Length: Sequel / Multichapter
.
…..Is It OK? [Part 2]
.

“Bagaimana kabar suami dan anakmu, Hyoyeon-ah?” Tiffany menyeruput sedikit juice yang baru saja datang.
“Baik, semuanya baik kok. Bagaimana kabar anakmu? Apakah dia tambah lucu? Hahaha” Hyoyeon juga menyeruput juice pesanannya dengan perlahan.
“Hahaha ya, dia baik.”
“Hmm, baguslah. Ohya, ngomong ngomong ada urusan apa kau ke Seoul? Ada yang ingin dikerjakan?” Tiffany tersenyum dan menggeleng pelan.
“Anni, aku hanya mencari suasana baru. Semenjak suamiku meninggal, aku membuka kios bunga, dan kios itu juga akan kupindahkan ke Seoul.” Jelas Tiffany.
“Bagitu.. Lantas? Kenapa kau menginap dihotel ini?”
“Yah, kami belum sempat melihat lihat rumah, jadi untuk sementara kami menyewa kamar hotel dulu”
“Benarkah? Kenapa kalian tidak tinggal dirumah kami saja?” Tiffany melebarkan matanya sebentar.
“Huh? Tidak tidak! Itu akan merepotkan kalian saja.”
“Ya!! Aku ini temanmu! Hyukjae dan Siwon juga berteman baik dulu. Kenapa harus merepotkan?!” Hyoyeon menyenggol lengan Tiffany. Tiffany hanya bisa tersenyum mendengar tawaran itu.
“Tidak tidak, lagipula aku nyaman tinggal dihotel ini”
“Ya Fany-ah.. Apa kau benar benar tidak menyayangi sahabatmu ini?!”
“Anniiii bukan begitu Hyoyeon—”
“Yaaaa! Ayolah tinggal dirumahku saja.” Hyoyeon tetap pada pendiriannya, menyuruh Tiffany dan anaknya tinggal sementara dirumahnya.
“Hmm, baiklah. Aku menerima tawaranmu. Tapi hanya sementara. Aku akan segera mendapatkan rumah untuk ditinggali” Tiffany menyerah, lagipula ia tidak enak menolak penawaran sahabatnya ini.
“Yap! Hahaha”

.
.

Sulli berjalan menuju gerbang sekolah seraya tersenyum senyum entah maksudnya apa. Ini sudah waktunya pulang dari sekolah. Dengan semangat ia berjalan menuju tujuannya dan berhenti didepan gerbang untuk menunggu taxi.
“Ya! Sulli-ah! Senyumanmu itu sepertinya tidak pernah kau buang sedari tadi.” Goda Krystal sambil menyikut tubuh Sulli pelan.
“Huh? Aku tidak ada apa apa kok” Sulli menundukkan wajahnya, tapi senyuman itu belum juga hilang dikepalanya.
“Benarkah? Kenapa wajahmu sekarang memerah huh? Ya! Ceritakan padaku! Lagipula aku ini temanmu sekarang.”
“Krystal-ah, aku tidak apa apa. Aku hanya sedang semangat saja sekarang hahaha”
“Sungguh? Jika kau berbohong kau akan kuhajar! Hahaha” Krystal terkekeh, dia merasa berhasil mengerjai gadis yang imut ini.
“Yasudah, yasudah. Aku pulang duluan ya. Bye” pamit Krystal seraya melambaikan tangannya kearah Sulli. Sulli membalasnya dengan senyuman manis.
Mata Sulli terlihat dua orang laki laki secara tidak sengaja yang sedang berjalan. Lee Taemin dan Cho Kyuhyun.
Sulli tambah mengembangkan senyumannya ini. Yeah, the reason why she smile; Lee Taemin. Laki laki yang membuatnya ingin terbang saat dia memainkan piano, laki laki yang berhasil menarik perhatian Sulli. Ingin sekali Sulli mengenalnya lebih lanjut, tapi dia rasa waktunya belum tepat. Sebuah taxi yang kosong lewat didepannya. Sulli menghela nafasnya, kenapa taxi begitu cepat datangnya! Padahal ia masih ingin sekali memandang wajah Taemin. Mau tidak mau Sulli memasukki taxi itu, dengan masih tersenyum tentunya.

Sampai dihotel, Sulli menelusuri lorong lorong yang dikelilingi kamar. Dengan teliti ia mencari kamar yang ia tempati.
“143, ini dia” Sulli membuka kenop pintu kamar itu.
“Sulli-ah! Kemarilah!” Belum beberapa detik Sulli membuka pintu itu, Tiffany sudah menyuruhnya cepat masuk. Sulli melihat ada seorang tamu yang mungkin tidak asing baginya.
“Sulli, ini Hyoyeon ahjumma. Apa kau masih ingat?” Tanya Tiffany padanya. Sulli hanya menggaruk kepalanya yang tidak gatal, ia tidak ingat siapa perempuan itu.
“Ahh, kau tidak ingat aku ya? Ahaha tidak masalah. Dulu kau mengenalku masih umur 2 atau 3 tahun, masih kecil sekali! Masuk taman kanak kanak saja belum.” Sulli hanya memberi cengiran pada mulutnya ke Hyoyeon.
“Sulli-ah, bereskan pakaianmu.” Bisik Tiffany pelan pada Sulli.
“Eh? Untuk apa?”
“Sulli-ah, kau mau kan tinggal dirumahku sementara?” Kini Hyoyeon yang bertanya pada Sulli. Sulli tidak dapat menjawab apa apa, jika ia menolak? Alangkah tidak sopannya dia menolak begitu saja.
“Huh?” Sulli melirik Tiffany agar memastikan apa jawabannya. Tiffany tersenyum seraya mengangguk.
“B–baiklah” Sulli tersenyum pada Hyoyeon.
“Aigooo, pasti Sunny akan senang sekali mendapatkan teman baru!”

.
.

“Ayo, silahkan masuk Sulli-ah” Sulli mengitari matanya kesemua sudut rumah yang akan menjadi tempat tinggalnya ini. Besar? Sangat. Luas? Sangat. Nyaman? Pasti. Dan Sulli sepertinya akan bahagia dan makmur tinggal dirumah ini.
“Aigooo Fany-ah!!” Eunhyuk meletakkan koran yang tadi ia baca keatas meja dan mendekati Tiffany dan Sulli.
“Eunhyuk-sshi!” Tiffany dan Eunhyuk juga berteman baik. Seperti sama halnya dengan dia dan Hyoyeon.
“Ini anakmu? Aish cantik sekali!” Sambung Eunhyuk yang melirik kearah Sulli. Sulli menyimpulkan senyum manisnya pada Eunhyuk.
“Sunny-ah!” Panggil Hyoyeon dengan nada tinggi agar bisa didengar Sunny. Sepertinya Sunny sedang ada diatas.
“Yaaaa?” Terdengar samar jawaban Sunny dari lantai atas. Sunny menuruni tangga dengan cepat. Dihampirinya Tiffany dan Sulli.
“Sunny, ini Tiffany, dan ini anaknya.” Sunny membungkukkan badan pada mereka sambil tersenyum.
“Senang berkenalan dengan kalian” ucapnya. Tiffany dan Sulli membalas senyuman Sunny pula.
“Kau yang bernama Sulli?” Sunny menunjuk kearah Sulli. Sulli hanya mengangguk pelan.
“Yeah! Aku mendapatkan teman baru! Maukah kau kekamarku? Ayoooo!” Ajak Sunny sambil mengayunkan tangan Sulli dengan lembut.
“Ya! Nanti dulu, Sunny. Kemana Taemin?” Eunhyuk memutar matanya mencari anak bungsunya yang tidak tau kemana.
“Taeminnie!!” Teriak Sunny dengan kencang. Sulli terdiam sejenak. Apa?! Taemin? Tak lama kemudian sosok Taemin sudah tampak.
“K-kau?!” Sulli tergaket, sungguh! Ia ingin sekali menjambak rambutnya saat ini!
“Kalian sudah saling mengenal?” Tiffany melirik mereka berdua secara bergantian.
“Astaga! Sulli kau sekolahkan di Chaerin High School ya, Fany?” Tanya Hyoyeon yang disambut oleh anngukan Tiffany.
“Taemin bersekolah disana pula!”
“Benarkah? Ah senang sekali kalian sudah kenal satu sama lain!”
Taemin hanya tersenyum tipis sebentar pada Tiffany lalu membungkukkan badannya. Dia tidak terlalu memperdulikan Sulli yang akan satu rumah dengannya ini.
“Nah, sekarang Sulli sudah boleh kuajak kekamarku kan?!” Sunny kembali melingkarkan tangannya kepergelangan tangan Sulli.
“Ya ya, ajak sana dia.” Ucap Hyoyeon sambil memegang pundak Sulli. Sulli tidak merespon apa apa, dia hanya menurut Sunny yang menarik tangannya menelusuri tangga. Dia masih kaget jika memikirkan dengan siapa dia tinggal sementara ini. Dengan Taemin? Laki laki yang baru 1 hari ia sukai ini? Oh-my-god! Mungkin mulai dari sinilah Sulli berpikir bahwa Tuhan sangat menyayangi umatnya.
“Kau kenal Taemin darimana? Kau sekelsa dengannya?” Sunny membuka pintu kamarnya, kamar yang bernuansa serba biru itu membuat Sulli kagum. Betapa rapinya kamar Sunny.
“Hm? Tidak unnie, aku..tidak sengaja menabraknya waktu itu” Sulli tersenyum pada Sunny, begitu pula Sunny.
“Duduklah disini, kau belum mandi kan? Aku akan mempersiapkan handuk dan kamar mandinya. Tunggu sebentar ya.” Sejenak Sulli berpikir, sangat beruntung dia mengenal Sunny. Gadis ini sangat supel, cepat beradaptasi dengan orang yang baru ia kenal. Baik, cantik, imut, ah kurang beruntung apa Taemin mempunyai kakak seperti Sunny.
“Noona, kata umma kau tidur bersamaku dikamarku. Kamarmu akan dipakai oleh Sulli.” Taemin yang entah sejak kapan berada didepan pintu itu berbicara pada Sunny. Sulli terdiam, untuk yang pertama kalinya dia menyebut nama Sulli.
“Benarkah? Yah, aku ingin tidur bersamanya. Aku ingin bercerita banyak padanya.” Sunny menjawab setelah berhasil mengambil sebuah handuk dari dalam lemarinya itu.
“Hm, aku bisa tidur bersama umma. Tidak perlu seperti ini kok” Sulli memberanikan diri angkat bicara walaupun ia masih gugup.
“Ah, tidak apa apa Sulli. Pakailah kamarku. Semoga kau nyaman hahaha. Ini handukmu.” Sunny menyerahkan sebuah handuk kepada Sulli. Sulli hanya bisa menerimanya dan membungkukkan badannya sedikit.
“Aku keluar dulu ya..” Pamit Sunny pada Sulli. Dan Taemin? Entah sejak kapan dia hilang dari depan pintu itu.

.
.

Sulli menelusuri bagian bagian rumah itu. Sesekali ia memberanikan diri menyentuh foto foto yang terpajang rapi disana. Ia tersenyum melihat foto yang menunjukkan gambar Sunny dan Taemin. Kakak beradik yang cukup akur, batinnya.
Piano yang cantik terpajang pada sudut kanan, didekatinya piano itu. Disentuhnya pelan dan Sulli menekan tuts-tuts piano itu asal.
“Sulli” suara yang amat ia kenal terdengar ditelinganya itu sedikit mengagetkan Sulli.
“Taemin?” Jantung Sulli mulai kembali berdebar melihat Taemin.
“Sedang apa?” Tanya Taemin padanya.
“Tidak, tidak sedang apa apa hehe”
“Hmm, appa dan umma mengajakmu makan malam dibawah. Cepatlah kesana.” Suruhnya. Sulli pun berjalan dengan hati hati–mendahului Taemin.

“Sulli, ayo kemari!” Ajak Sunny yang menyuruh Sulli duduk disamping kursinya. Sulli hanya mengangguk dan menuruti apa kata Sunny.
“Ohya Sulli, nanti besok kau bisa pergi kesekolah bersama Taemin kesekolah. Ah pasti asik sekali kan?” Ucap Hyoyeon. Sulli membelalakkan matanya, diliriknya Taemin yang duduk didepannya dengan hati hati. Ekspresi Taemin seperti biasa, tidak terlalu senang, dan juga tidak terlalu membenci hal yang baru saja ibunya ucapkan tadi. Sulli baru tau sosok Taemin yang sebenarnya, sangat cuek terhadap apapun. Menerima apa saja yang datang padanya.
“Kau mau kan pergi bersamanya, Taemin?” Sambung Hyoyeon sambil melirik Taemin. Taemin tidak menjawab, hanya mengangguk satu kali dengan singkat.
“Sudah, nanti kita bicarakan yang lainnya. Makan saja dulu” sela Eunhyuk yang disetujui Tiffany dengan anggukan kepalanya.

.
.

Sulli merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur, lalu Sulli menyimpulkan senyuman dari bibirnya. Diambilnya bantal dan ditutupkannya wajahnya itu dengan bantal tersebut. Disingkirkan lagi bantal itu dari wajahnya, masih dengan senyuman manis dibibirnya.
“Aish! Kenapa aku jadi memikirkan laki laki itu????”
Sulli kembali tertawa sendiri jika mengingat wajah Taemin yang berbicara padanya tadi. Sungguh, Sulli benar benar jatuh hati pada laki laki ini, Lee Taemin.
Ditariknya selimut yang terletak dipinggir tempat tidur. Senyuman Sulli masih belum hilang. Ditenggelamkan kepalanya keselimut tadi, dia benar benar tidak bisa menghilangkan senyuman manisnya saat ini.

.
.

“Sulli, kau sudah siap kesekolah? Taemin sudah menunggu dimobilnya” Hyoyeon mengarahkan jarinya kearah luar.
“Huh? Aku–”
“Ayolaaah, dia sudah menunggu. Nanti kalian berdua terlambat datang kesekolah bagaimana?” Sulli pasrah, dilangkahkan kakinya kearah mobil itu. Sulli pun masuk mobil Taemin dan duduk dibangku depan.
Diam. Hanya suara mesin mobil dan suara AC mobil yang terdengar.
“Taemin” Sulli akhirnya berani memecahkan keheningan.
“Hn?”
“Kau– tidak suka kalau aku tinggal dirumahmu sementara ya?” Sulli menundukkan mukanya, hatinya berdegup menunggu jawaban Taemin.
“Hm? Kenapa kau berpikiran seperti itu?” Taemin menjawab dengan suara datar.
“Maksudmu?”
“Jika kau tidak mengerti tidak usah dipaksakan” Sulli menggaruk kepalanya, entah ia mengerti apa tidak. Ia juga bingung dengan dirinya sendiri.

Tidak terasa mereka sudah sampai disekolah. Sulli turun dari mobil dan disusul oleh Taemin.
Mereka berdua berjalan berdampingan memasuki pintu utama Chaeri High School.
“Taeminnie!” Suara seseorang terdengar sedikit jauh dari telinga mereka. Taemin membalikkan badan.
“Oh, Jiyoung. Ada apa?” Taemin tersenyum padanya.
“Kemarin kau tidak bisa makan malam denganku. Bagaimana jika hari ini? Kau bisa kan?” Jiyoung melemparkan senyuman manis pada Taemin.
“Hm, akan kuberitahu jika aku bisa, ya.” Sulli bingung, tidak mengerti dengan apa yang ia lihat dihadapannya kini.
“Yap, baiklah. Oh? Siapa dia? Anak baru ya?” Jiyoung melirik Sulli yang tersenyum tipis padanya.
“Kenalkan, aku Jiyoung. Kang Jiyoung” Jiyoung tersenyum pada Sulli dan menyodorkan tangannya pada Sulli. Gadis ini sungguh cantik, imut, manis, baik, berprilaku sopan. Hm, dengan rambutnya yang digerai begitu saja ini membuat wajahnya terlihat anggun, batin Sulli.
“Aku Choi Sulli” Taemin mengindahkan tangan itu seraya tersenyum pula.
“Taeminnie, dia siapamu?”
“Hn? Anak teman ibuku.” Taemin menjawab santai sambil tersenyum manis. Sungguh, baru kali ini Sulli melihat Taemin tersenyum semanis ini. Mungkin karena Jiyoung?
“Ah, aku mengerti. Baiklah, kau mau kekelas? Bagaimana kita kekelas bersama?” Tawar Jiyoung pada Taemin.
“Ya, boleh.” Sulli terdiam. Taemin meinggalkannya begitu saja dan pergi bersama Jiyoung?
Sulli menghela nafasnya. Mungkin Taemin menyukainya? Tidak salah juga, kan? Jiyoung gadis yang sempurna, batin Sulli daritadi.

.
.T.B.C.
.

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , , , | 7 Comments

Post navigation

7 thoughts on “…..Is It OK? [Part 2]

  1. tikatung

    Keren chingu!!^^

  2. alya

    Good job! Alurnya mudah dimengerti!!🙂

  3. qinqin

    kayaknya pernah di post deh sebelumnya,tapi tetep ga bosen ko bacanya

  4. Wah, Sulli udah cinta ma Taemin oppa🙂
    Taemin oppa suka ma Jiyoung?

  5. Nadilak

    Bagus

  6. gasela

    bguss

  7. Sungguh kasihan nasib Sulli eonni.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: