…..Is It OK? [Part 6]

Author: taelliners =))
Main Cast: Lee Taemin / Choi Sulli.
Other Cast: Kang Jiyoung, Jung Krystal.
Support Cast: Lee Sunny, Kim Hyoyeon/Lee
Hyukjae.
Genre: Romance, Friendship, Family.
Length: Sequel, Multichapter.
.
…..Is It OK? [Part 6]
.
Sulli berjalan menaiki tangga dengan langkah
yang pelan. Ditapakkan kakinya kepintu kamar
yang dia yakini Taemin dan Jiyoung berada
disana.
“Ck. Pintunya tertutup” Sulli sedikit
mengerucutkan bibirnya setelah melihat pintu
kamar itu tertutup.
Apa aku harus membukanya?, batin Sulli.
“Tidak, tidak, tidak”
Sulli menggelengkan kepalanya. Jika ia membuka
pintunya dan tertangkap kalau ia ingin mengintip
mereka……. Apa yang harus dikatakan? Mengaku
ingin mengintip?
Oh, anak anak sekolah dasar pun tau itu adalah
hal bodoh.
“Sulli? Sedang apa?”
Tap.
Sulli-kembali-tertangkap.
Jiyoung membuka pintu kamar tadi dan melihat
Sulli berdiri tepat dimuka pintu kamar.
“Ah? Uh— a-aku—”
“Kau sedang apa? Ingin masuk?” Jiyoung sedikit
memiringkan kepalanya.
“— Ya, aku ingin masuk. Eung, aku ingin
mengambil sesuatu.”
“Sungguh? Oh, kalau begitu masuklah.”
Mungkin sudah keberapa kalinya Sulli tertangkap
mengintip seperti ini. Betapa malunya ya ampun..
“Em, aku hanya mau mengambil ini. Hehe” Sulli
menunjukkan boneka beruang kecil yang terletak
dirak meja samping tempat tidur milik Sunny.
“Bukankah itu milik Sunny noona?” Taemin yang
sedaritadi hanya terpaku pada bukunya kini
angkat bicara.
“Oh? —Ya, a-aku ingin meminjamnya. Ah, boneka
ini lucu sekali kan? Makanya….aku suka, ehehe”
Sulli hanya bisa tertawa garing dihadapan mereka
yang mukanya sudah kebingungan.
“Baiklah, aku keluar dulu. Ma-maaf telah
mengganggu.” Sulli membungkukkan badannya
dengan cepat dan keluar dari kamar.
“Dia kenapa, ya?” Jiyoung kembali duduk dikursi
dekat Taemin.
Taemin hanya bisa mengangkat bahunya dan
memasang tampang datar.

“Ck! Apakah tadi aku terlihat seperti orang bodoh?
Aish!!!” Sulli mengacak rambutnya setelah ia
berhasil keluar dari kamar tadi.
“Aiiiiih!!!” Dengan suara yang diperkecil Sulli
berteriak lagi. Jika ia berteriak dengan suara yang
besar itu akan menambah kesialannya.
.
XX
.
Sulli membuka matanya dengan pelan. Nyawanya
belum terkumpul benar untuk bangun dari
tidurnya ini. Sulli menguap kecil menandakkan
rasa mengantuk masih saja dilandanya. Sulli
mengusap matanya secara bergantian. Posisinya
masih dalam keadaan tidur. Diraihnya jam kecil
yang terletak dimeja didekat tempat tidur itu dan
memaksakan matanya fokus pada jam kecil itu.
Sulli terdiam.
Masih terdiam.
Dan terdiam lagi.
“KYAAAAAAAAAAAA SUDAH JAM 7?!?!?!” Semua
rasa mengantuk dan rasa lemas didiri Sulli tiba
tiba hilang setelah melirik jam mini tadi. Pukul 7,
dan hari ini……tanggal…..21 Agustus?!?! Dan
tandanya, hari ini adalah pegelaran acara resmi
sekolah! Dan dia menjadi apa? Menjadi presenter
dalam acara itu!
Oh – My – God.
Kenapa tidak ada yang membangunkanku?,
gerutu Sulli didalam hati daritadi.
Dengan secepat kilat Sulli mandi dan
membersihkan semua tubuhnya.
Dengan panik ia menata rambutnya sebisanya
dengan cepat. Terserah saja jika rambutnya
terlihat tidak begitu istimewa jika dikategorikan
untuk membawa suatu acara resmi.
Selesai. Sulli bergegas memilih tas miliknya
dengan asal.
Dengan simple dress berwarna hitam selutut yang
hanya dihiasi oleh bunga berwarna biru kecil
dibagian kiri dada dan sedikit motif renda dibawah
bajunya dia memilih tas sedang sewarna dengan
bajunya. Rambutnya hanya ia beri pita kecil
berwarna hitam pula disudut kiri rambutnya. Sulli
menuruni tangga dengan terburu buru dan
dengan wajah yang panik.
“Ta-Taemin? Kau—tidak pergi keacara sekolah?
Bukankah kau mengisi acara?” Sulli menunjuk
Taemin yang sedang santai menonton tv sambil
meminum jiuce ditangannya, namun sudah
memakai baju rapi yang siap untuk pergi keacara
tersebut.
“Acara sekolah? Acara sekolah dimulai pukul 9
pagi. Dan ini baru pukul setengah delapan.”
Taemin menunjuk jam dinding yang terpajang
disana.
“….. Apa? Jam 9 pagi?” Sulli terdiam, menjatuhkan
dirinya disoffa yang diduduki Taemin.
“Kau kenapa?” Taemin hanya memandang Sulli
dengan tatapan bingung. Sulli tidak menjawab,
hanya memandang lurus tidak tau harus berlaku
apalagi.
“Aku mandi hanya 10 menit, memakai baju hanya
1 menit, menata rambutku ini hanya 5 menit,
memilih baju dan tas hanya 5 detik. Dan
sekarang……aku baru tau acara itu dimulai pukul
9 pagi.” Sulli berbicara tanpa mengalihkan
pandangannya dari tatapan lurus tadi.
Taemin memandang Sulli dengan ekspresi datar,
kemudian beberapa detik kemudian….
“HAHAHAHA!!!!”
Taemin memegang perutnya seraya tertawa puas
melihat Sulli bercerita kejadian yang menurutnya
sangat konyol itu.
“Ya! Lee Taemin! Mengapa kau tertawa huh?”
Sulli melempar tatapan sinis pada Taemin.
“Uh? Hahaha sungguh! Kau lucu sekali hahaha”
Sesekali Taemin menyapu air matanya yang
hampir jatuh saking puasnya dia tertawa.
“Yaaaa!”
“Sulli-ah! Kurasa kau harus mandi lagi.
Hahahaha”
“Ya Lee Taemin!”
Sulli beranjak dari soffa tadi meninggalkan
Taemin menuju arah dapur sambil tersenyum.
Sejujurnya, dia benar benar deg-deg-an melihat
Taemin tertawa karenanya. Sungguh, baru kali ini
Sulli melihat Taemin tertawa selepas itu
dihadapannya langsung.
.
.
“Ck. Benar benar. Baru kali ini rasanya aku
setegang ini.” Sulli menyatukan telapak
tangannya dan mengusapnya satu sama lain.
Dibackstage yang termasuk sepi itu dia masih
menekuni teks yang ditulis dalam kertas kecil.
Sesekali ia memeragakan sedikit cara membawa
acara yang baik supaya tampil maksimal diatas
panggung nanti.
Sulli mengintip keadaan luar. Oh astaga, dapat
dilihat sekitar 7 pemilik sekolah terkenal di Seoul
beserta kepala kepala sekolahnya dan berbagai
orang penting lainnya yang sudah duduk dikursi
depan. Dengan melihat keadaan luar ini Sulli
semakin cemas. Dia menjadi presenter sendirian?
Tuhaaaan..
“Hey nona presenter yang cantik!” Krystal yang
tiba tiba datang entah darimana merangkul Sulli
dengan santainya.
“Ya! Krystal-ah! Kebiasaanmu merangkulku
begitu!”
Krystal hanya menjawab dengan melemparkan
senyuman tanpa dosa miliknya.
“Bersiaplah! Acara akan dimulai 15 menit lagi!
Rilekskan wajahmu, kau kelihatan gugup jelas
sekali.”
“Benarkah? Ashhh aku memang sangat gugup
sekarang. Kau tidak lihat siapa saja yang hadir
disini huh?” Sulli sedikit memelankan suaranya
ketika mengucapkan kalimat terakhir.
“Ya, aku tau. Tapi aku yakin kau bisa! Hwaiting!”
Krystal mengepalkan tangannya kearah Sulli dan
meninggalkannya begitu saja.
Sulli merogoh saku kecil pada simple dressnya.
Mengambil sebuah foto yang baginya sangat ia
perlukan disaat seperti ini.
“Umma, sebentar lagi aku akan tampil. Mau kan
doakan aku?” Sulli menarik nafasnya perlahan.
“Tolong doakan aku supaya aku berhasil. Aku
yakin umma akan bangga denganku jika aku
tampil maksimal nanti. Coba umma
menyaksikanku langsung ya…..” Sulli tersenyum
dan sedikit menyerka air matanya yang entah
sejak kapan sudah jatuh itu.
“Kau pasti bisa.” Seseorang merangkul pundak
Sulli dengan lembut.
Suara laki laki.
Krystal?
Tunggu, tentu bukan!
“Taemin?”
“Aku akan mendoakanmu juga disini.” Taemin
tersenyum manis pada Sulli.
Ya ampun. Jantung Sulli serasa ingin keluar dari
tubuhnya sekarang.
“Ya, terima kasih banyak.” Sulli membalas
senyuman itu tidak lupa dengan eye-smile nya.
“Bersiaplah disana.” Taemin sedikit mendorong
tubuh Sulli pelan kearah pintu panggung. Sulli
hanya tersenyum lagi dan mengangguk dua kali.
“Yap.”
“Hwaiting!” Bisik Taemin yang masih bisa
didengar Sulli dari jauh.

.

“Kalian sudah pulang?” Hyoyeon mendekati
Taemin dan Sulli yang baru saja menapakkan
kakinya kerumah itu.
“Ya” Sulli tersenyum walau senyumnya lemas
karena ia lelah setelah berhasil membawakan
acara tadi.
“Taemin, duduklah disini dulu.”
Eunhyuk menaruh koran yang tadi ia baca diatas
meja. Taemin yang tadi sudah berniat akan
menaiki tangga mengurungkan niatnya dan
menduduki soffa didepan Eunhyuk.
“Bisakah kita membicarakan ini besok saja?”
Hyoyeon masuk dalam pembicaraan itu dan
duduk disamping Eunhyuk.
“Jika besok, itu akan lebih susah.” Balas Eunhyuk.
Sulli hanya terperangah dan ikut duduk, namun
dilain tempat. Ia duduk didamping Sunny.
“Appa, jika ingin membicarakan soal masalah itu
sebaiknya besok saja.” Belum sampai beberapa
menit Taemin duduk disoffa itu, ia sudah kembali
beranjak.
“Taemin, duduklah dulu.”
“Tidak. Appa sudah mendengar jawabanku kan?
Aku tidak mau. Aku tidak suka padanya.”
Sulli semakin bingung dengan topik apa yang
dibahas oleh mereka saat ini.
“Ya Taeminnie!”
“Bisakah appa mengerti perasaanku sedikit saja?
Ya, aku tau orang tuanya adalah teman dekat
keluarga kita. Tapi tidak begitu juga. Jangan
mengambil keputusan sepihak begini!” Taemin
sedikit meninggikan nada suaranya.
Sulli menatap Sunny bermaksud untuk
menanyakan apa yang mereka bahas. Sunny
hanya membalas dengan senyuman tipis. Sulli
memasang tampang bingung.
“Kau pasti bisa mencoba menyukainya sedikit
demi sedikit, kan?” Kini Hyoyeon yang berbicara.
“Ck. Sudah kubilang aku tidak mau bertunangan
dengannya.” Taemin meninggalkan ruang
keluarga itu.
Tu-tunangan? Apa maksudnya?! Sulli semakin
tidak mengerti dengan keadaan ini.
“Ya! Lee Taemin!” Eunhyuk kembali memanggil
Taemin.
“Kembali duduk kesini.” Perintahnya. Taemin
terpaku ditangga yang sudah setengah jalan ia
naiki.
“Appa bilang kembali ketempat dudukmu!”
Dengan malas Taemin berjalan menuju tempat
duduknya lagi.
“Kau tau siapa appanya? Kau tau bagaimana
hubungan keluarga kita dengan keluarganya?
Keluarganya sungguh menyukaimu. Appanya juga
sering menanyakan tentangmu.” Taemin tidak
menjawab. Hanya menatap lurus dinding yang
jauh berhadapan dengannya.
Sulli memilih untuk meminum air mineral
disebuah gelas yang terletak dimeja dekatnya. Dia
tak mau mengikut-campuri urusan keluarga orang
lain.
“Appa mengerti kau tidak punya perasaan apa
apa terhadapnya. Tapi mana mungkin appa
menolak usulan dari keluarga Jiyoung yang ingin
kau bertunangan dengannya.”
“Uhuk-uhuk-uhuk” Sulli tersedak, benar benar
kagek setelah mendengar penjelasan Eunhyuk
yang terakhir tadi. Pertunangan? Dengan Jiyoung?
Semua mata diruangan itu melihat kearah Sulli
yang masih sibuk menepuk dadanya sehabis
tersedak.
“A-ah, ma-maaf.. Aku—keatas dulu.” Sulli sedikit
membungkukkan badannya dan mempercepat
jalannya menaiki tangga. Entah, tadi ia sempat
lupa cara bernafas selama beberapa detik.
“Bertunangan? Dengan Jiyoung?”
Sulli memasuki kamarnya dan duduk dipangkal
tempat tidur itu.
“Apa ini mimpi?!”

“Appa tidak bisa menolak ini karena keluarganya
adalah teman dekat dari keluarga kita? Tapi apa
hanya gara gara hal itu jadi mengorbankan aku?
Tidak seperti itu!”
“Ya Taeminnie, bisakah kau tidak membentak
appa seperti itu?” Sunny yang tadinya berusaha
menahan diri kini berbicara.
“Ck. Terserah saja.” Taemin berlalu meninggalkan
mereka semua menuju kamarnya. Eunhyuk tidak
dapat bicara lagi. Kini dipikirannya terdapat dua
pilihan yang sangat susah dipilih.
Keluarga Jiyoung sangat dekat dengan keluarga
mereka. Ayah Jiyoung sangat tertarik pada
Taemin. Sehingga ayahnya memberikan usulan
mendadak. Taemin berunangan dengan Jiyoung.
Jika Eunhyuk menolak? Bagaimana cara ia
menolak? Semua kepala keluarga juga bingung
jika ada diposisi Eunhyuk. Alangkah tidak enaknya
jika ia menolak begitu saja usulan itu.
Nah, jika ia menerima? Bagaimana dengan
Taemin? Mungkin Jiyoung memang menyetujui
pertunangan ini. Sedangkan Taemin? Perasaan
suka pun tidak ada dari dirinya. Bagaimana bisa
melakukan pertunangan begitu saja. Diusia
mereka yang masih menduduki bangku sekolah
menengah keatas tidak mudah untuk diberi
masalah seperti ini.
.
.
“HAH? Kau-kau serius?!” Krystal membuka
matanya lebar. Benar benar lebar.
“Sssttt, bisakah kau memelankan suaramu itu?”
Sulli menutup mulut Krystal dengan cepat.
“Ya, maaf. Tapi perkataanmu tadi serius? Taemin
dan Jiyoung……. Tidak! Aku tidak percaya!”
“Ck. Terserah kau saja. Aku juga begitu.”
“Aish. Bagaimana bisa? Mereka masih sekolah
begini sudah mau tunangan? Keluarga Jiyoung
memang gila!”
“Sssttt! Ya Krystal-ah!”
“Ups, maaf lagi. Tapi aku benar benar tidak habis
pikir. Ckckck.”
Sulli hanya menundukkan kepalanya. Jika ia
teringat masalah itu, entah dia akan melakukan
apa nanti jika itu benar benar terjadi.
“Sulli?”
Deg.
Orang yang baru saja mereka bicarakan datang
kehadapannya. Jiyoung.
“…… Y-ya?” Sulli dengan gugup menjawab.
Dipikirannya sekarang adalah, apakah Jiyoung
mendengar apa yang mereka bicarakan tadi?
“Aku ingin bicara. Bisa kan?” Jiyoung tersenyum
pada Sulli. Dan dapat Sulli yakini Jiyoung tidak
mendengar apa apa tadi.
“Bicara? Bicara apa? Boleh.”
“Baiklah, bagaimana kalau kita ketaman belakang
saja?” Ajaknya dengan ramah.
“Eun, Sulli ingin kekantin. Ya kan, Ssul?” Krystal
menimpali pembicaraan mereka berdua. Mungkin
Krystal mengerti bagaimana perasaan Sulli
sekarang.
“—Ah tidak. Kau mau bicara apa? Baiklah kita
ketaman.” Sulli menyela kalimat Krystal. Krystal
membelalakkan matanya.
“Ssul—”
“Aku tidak apa apa Soojungie.” Sulli memegang
pundak Krystal dan bebisik pelan. Dijawab dengan
anggukan pasti Krystal dan senyumannya.
.
( T . B . C )
.

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , , , , , | 4 Comments

Post navigation

4 thoughts on “…..Is It OK? [Part 6]

  1. salmae everything

    author!!!! Cepetan lanjutin ya!!!! Suka bngt!!!!!
    Nb: kok cuman aku ya yg ngoment di blog ini, sepi amat yak??????

  2. @salmae heheh sippp thanks ya^^ iyanih sepi banget silent reader pada gapunya tangan buat ngetik komenan ahahah

  3. wah, Jiyoung mau ngomong apa ke Sulli eonni?

  4. niesha

    dohh…. jangan sampe sama jioung yah

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: