[Oneshoot] My Destiny

Author : Fiia a.k.a Choi Minri (@charisminho)

Tittle : My Destiny

Cast : Krystal Jung (you can change with your name)

Elias Choi (Choi Minho western name)

OCs : Luna Park

Minri’s presents

Seorang gadis menopangkan dagu di kedua tangannya yang bertumpu pada besi balkon sekolahnya. Matanya tampak sedang mencari sesuatu. Sesekali ia menggembungkan pipinya dan mengerucutkan bibir.

“Ya! Mencari Keroro mu lagi, eh?” celetuk seorang gadis berambut pirang sebahu sembari memiringkan kepalanya. Krystal, gadis yang ditanyai, menghembuskan nafasnya,

“Iya. Tapi aku belum menemukannya”

Luna, gadis berambut pirang sebahu itu ikut menopangkan dagunya, “Aku juga belum melihat Dino-ku hari ini.”

Suzy menyenggol lengan Luna, “Tapi kau lebih beruntung. Kau sudah dijadikannya sebagai adik angkat. Sedangkan aku? Huh, menyebalkan!”

Suzy mendengus lalu membalikkan tubuhnya dan bersandar dengan kedua tangan terlipat di dada, “Pesan yang kukirimkan pun, hanya dibalasnya dengan kata-kata yang singkat dan jelas.”

Hening sesaat. “Krystal-ah! Lihat, itu Keroro-mu!” teriak Luna

Gadis bernama Krystal itu dengan cepat menolehkan kepalanya lalu melihat ke arah yang ditunjuk leh Luna. Ujung bibirnya tertarik membuat sebuah senyuman, “Kak Elias!”

**

Krystal dan Luna adalah sahabat dekat. Keduanya bersekolah di sebuah Senior High School ternama di Seoul. Letak sekolah mereka bersebelahan dengan sebuah Universitas Kedokteran. Oleh karena itu, tak sedikit murid SHS yang menyukai senior mereka di Universitas.

Termasuk Krystal dan Luna. Dua gadis bersahabat ini menyukai dua orang senior yang berbeda. Luna, gadis dengan tinggi 160cm ini menyukai senior yang bernama Taylor Kim –tapi lebih sering dipanggil Dino karena bentuk rahangnya.

Sedangkan Krystal, gadis yang mengidolakan boyband SHINee ini, menyukai seorang senior bernama Elias Choi. Karena menurut Krystal, Elias mirip dengan Choi Minho, rapper dari boyband SHINee yang diidolakannya.

Tinggi badan, mata bulat, dan bibir yang sedikt tebal dan kecil. Hal itu yang Krystal katakana, jika Elias mirip dengan Minho.

**

Lagi-lagi Krystal menopangkan dagunya dengan mata menatap jauh ke gedung Universitas. Kali ini ia tidak sendiri, maupun berdua dengan Luna. Namun bertiga dengan Victoria. Gadis manis yang menyukai senior bernama Chase.

Mereka bertiga berdiri di balkon yang berjarak cikup dekat dengan gedung Universitas. Ketiga pasang mata itu sedang memperhatikan gedung Universitas dengan seksama.

“Aku ingin ke kelas sebentar..” ujar Krystal yang diikuti oleh Victoria.

Baru beberapa langkah dua gadis itu berjalan, Luna berteriak, “Krystal! Itu Kak Elias!”

Mendengar nama Elias disebut, Krystal langsung berbalik begitu pula dengan Victoria, “Dimana kak Elias?!” Tanya gadis itu. Raina menunjuk ke arah balkon gedung Universitas di lantai dua.

Mereka bersama-sama melihat, “Kyaaa!” pekikan itu berasala dari bibir Victoria.

Luna dan Krystal terkiki pelan, “Maaf! Aku tak bermaksud!” ujar Luna

Rona merah menghiasi wajah Victoria. “Sudah tidak ada” kata Krystal pelan setelah melihat lagi ke balkon lantai dua geding Universitas.

Ya, saat Luna meneriakkan nama Elias, itu hanyalah becanda. Ketika mereka bertiga melihat kea rah yang ditunjuk Luna –dengan asal—bukanlah sosok Elias, melainkan sosok Chase. Hal itulah yang membuat Victoria memekik kaget.

**

Seorang gadis keluar dari salah satu bilik toilet. Kemudian ia merapikan seragamnya dan membasuh tangannya. Setelah itu, ia berjalan santai mnyusuri koridor depan aula. Namun , seseorang menarik tangannya, “Krystal-ah!”

“Ya! Jessica-ya! Ada apa?” Tanya gadis yang tangannya ditarik secara paksa,

“Itu.. mahasiswa Universitas sedang berkumpul di lapangan, hehe” jawab gadis berambut pirang bernama Jessica. Suzy mendengus lalu menatap kea rah lapangan gedung senior. Bola matanya tamak mencari sesuatu diantara kumpulan senior laki-laki,

“Aish.. mengapa selalu saja Kak Chase yang kutemukan!” gerutu Krystal.

“Sudah menemukan Kak Elias? Aku belum menemukan Kak Aiden nih..” tukas Jessica.

“Aku tidak tahu bagaimana wujud Kak Aiden kalau—itu Kak Elias!” pekik Krystal

Kini giliran Jessica yang mendengus kesal melihat Krystal yang tengah memperhatikan senior yang disukanya. Saat Krystal sedang memperhatikan Elias dari lantai tiga, tiba-tiba saja laki-laki itu membalikkan badannya dan tatapan laki-laki jangkung itu langsung menuju ke arah Krystal berada. Skak Mat.

**

“Happy Birthday, Luna-ah!” ucap salah seorang teman sekelasnya. Gadis itu hanya tersenyum kecil. Ia melangkahkan kakinya keluar kelas dan mendapati Krystal yang baru dating, “Happy Birthday, Luna.. apakah Kak Dino mengucapkan?”

Senyum Luna memudar, “Tidak. Hhh.. nothing special. Bahkan orang yang mengucapkannya padaku, bias dihitung dengan jari. Berbeda denga tahun sebelumnya!” raut kesedihan jelas terlukis di wajah gadis berambut pirang sebahu itu.

**

Sepulang sekolah, Luna dan Krystal berjalan beriringan menuju tempat berkumpulnya kegiatan ekskul mereka. Setelah berganti pakaian, mereka menuju ke lapangan dan bergabung dengan yang lainnya untuk melakukan pemanasan.

Tiga jam berlalu. Pembina ekskul mereka memberikan arahan juga pesan. Wajah masing-masing siswa sudah mulai bosan. Tiba-tiba, Pembina mereka berteriak, “Satu..Dua..Tiga!”

BYURR

Tana disadari Luna, Spencer menumpahkan seember air bercampur sabun dan juga pasir putih dari belakangnya. Hal itu berhasil membuat yang lain tertawa, “Happy Birthday!!” seru mereka serentak seraya berlari menjauhi Luna.

Melihat hal itu, salah seorang laki-laki yang tengah berkumul dengan beberapa temannya di lapangan Universitas terbahak. Tanpa sengaja, Krystal melihat laki-laki yang dikenalnya sebagai kakak angkat Luna, Dino.

Krystal berteriak tanpa suara, “Dia ulang tahun!” dibalas dengan anggukan minta maaf.

**

Pagi ini Krystl dating lebih awal dari biasanya. Dilihatnya Luna sedang bercerita sesuatu ke Nana. Dihampirinya sahabatnya itu setelah ia meletakkan tas. Nana da Luna menoleh saat Krystal bergabung dengan mereka, “Hello..” sapa Krystal

“Aku semalam dikerjai Kak Dino!” celetuk Luna girang.

“Dikerjai seperti apa? Ceritakan padaku!” Luna pun mulai bercerita dari awal dengan ekspresi wajah yang berubah-ubah. Krystal mendengarkan dengan seksama dan sedikit berkomentar.

“Terakhir dia bilang.. Maaf kakak bikin kamu kecewa, blahblahblah. Dan terakhir kakak minta maaf kakak bohong sama kamu. Happy Birthday saying. Aaaaa..” Luna menghentakkan kakinya kegirangan. Krystal hanya tertawa melihat tingkah sahabatnya.

**

Krystal menggabrukkan tubuhnya diatas single bed berwarna ungu lavender. Ia baru saja kembali setelah mengambil sebuah titipan dari Ibunya. Handphonenya bergetar pertanda ada sebuah pesan masuk. Diraihnya benda hitam persegi itu.

From : Mommy

‘Titipan Ibu sudah kamu ambil? Hmm.. Apakah bibinya baik? Oya, teman Ibu itu memiliki anak laki-laki, sudah kuliah. Dia bilang, dia mau menjodohkan kamu dengan anaknya itu. Hihi.. nanti Ibu tanyakan siapa nama anaknya itu.’

Krystal melemparkan ponselnya ke sisi lain tempat tidur. Tak lama kemudian, handphonenya kembali bergetar..

From : Mommy

Namanya Elias Choi. Kebetulan dia kuliah di Universitas dekat sekolah kamu Kak ^^

Gadis itu membulatkan kedua bola matanya. Pikirannya melayang pada sosok laki-laki bertubuh jangkung yang beberapa bulan terakhir ini sering ia perhatikan. Elias Choi. Jantungnya berdegup kencang. Wajahnya memanas. Sedetik kemudian, ia melonjak kegirangan.

Faktanya, anak dari teman ibu Krystal dan laki-laki yang selama ini ia perhatikan adalah orang yang sama! ‘Kalau begitu, aku akan dengan senang hati menerima perjodohannya!’

**

Seorang laki-laki bertubuh jangkung berdecak pelan mendengar celotehan Ibunya, “Ya! Ini bukanlah zaman lampau, Ibu. Untuk apa perjodohan? Lagipula aku sudah memiliki kekasih” erang laki-laki itu.

“Tapi elias.. Ibu tidak mau tahu. Ibu hanya ingin kalian dekat dahulu. Setidaknya, kalian berstatus pacaran mungkin? Urusan kekasihmu, apa perlu Ibu yang menjelaskan? Oya, nanti kau ajak Krystal jalan-jalan. Ini alamat rumahnya” cerca wanita paruh baya itu pda anak bungsunya.

Elias kembali mendengus. Dibantingnya pintu kamar dengan keras. Ibunya hanya tersenyum. Beberapa saat kemudian, Elias keluar dengan pakaian rapih. Jeans biru tua dengan jaket yang diritsluiting jhanya sebatas dada. Ia melekatkan sepatu kets putih kesayangannya dan meraih helm, lalu berseru, “Ibu! Aku pergi!”

**

Motorsport putih Elias berhenti di depan rumah barcat cream. Seorang gadis keluar dengan sebuah earphone terpasang di telinganya. Rambutnya dikuncir kuda sedikit berantakan dan meninggalkan beberapa anak rambut yang terurai. Sepatu kets abu-abu juga jaket dan jeans yang berwarna senada.

Tanpa disuruh, gadis itu naik ke bagian belakang motor. Elias bergumam kesal, lalu menyerahkan satu buah helm pada gadis itu. “menyebalkan! Mau kemana kau?” tanya laki-laki itu dengan nada dingin.

Krystal mengangkat bahu, “Terserah”

Untuk kesekian kalinya Elias mengumpat kesal. Ia melajukan motornya dengan kecepatan rata-rata. Krystal mengambil sebungkus lollipop dari saku jaketnya.

Tak lama, Elias menepikan motornya di Sunagi Han. Setelah mengunci motor dengan aman, ia berjalan mengikuti Krystal dari belakang.

Gadis it uterus saja berjalan sambil mengemut lollipopnya. Tiba-tiba, kakinya tertekuk kesamping dan membuatnya oleng lalu jatuh terduduk. Melihat itu Elias terkekeh, “Dasar anak kecil! Jalan saja tidak bias” desisnya.

Laki-laki itu melangkahkan kainya melewati Krystal yang masih terduduk. “Lelaki tidak tahu diri!” umpat Krystal. Gadis itu mencoba bangkit, namun kembali terduduk karena nyeri di kakinya. Ia sedikit merintih memegangi pergelangan kakinya yang nyeri tersebut.

Mendengar rintihan gadis itu, Elias berbalik, “Benar-benar menyusahkan!”

Ia menghampiri Krystal lalu berjongkok dihadapan gadis itu dengan posisi memunggunginya. Krystal menaikkan sebelah alisnya. “Cepat naik!” hardiknya

“Eh?” krystal yang mengerti maksud Elias, menyeret kakinya mendekat ke punggung Elias dan mengalungkan kedua tangannya di leher laki-laki itu.

Setelah mendapat posisi yang pas, Elia mulai bangkit dan berjalan engan Krystal berada digendongannya. Krystal mengambil sebungkus lollipop lagi, kemudian membuka bungkusnya.

Disodorkannya lollipop tersebut ke depan bibir Elias, “terima Kak.. angga saja ungkapan terimakasihkua..” ujar Krystal. Elias meraih lollipop itu dengan mulutnya. Mereka pun berjalan dalam diam.

**

Elias menjatuhkan tubuhnya di atas sofa ruang tamu. Seorang wanita paruh baya ikut duduk disamping anak bungsunya itu, “Bagaimana? Tanya wanita itu.

“Dia itu mnyusahkan. Punggungku terasa ingin patah karena menggendong bocah itu!”

“Kau menggendongnya? Apa yang terjadi?”

“Kaki anak itu terkilir”

“hei, dia punya nama Elias!”

“Aish.. Ibu, apa maksud Ibu menjodohkanku? Minseok hyung saja tidak Ibu jodohkan. Dia juga belum memiliki kekasih. Mengapa tidak dia saja yang ibu jodohkan?”

“Hei.. kakakmu itu sudah ingin bertunangan kau tahu? Ia di luar negeri sana sudah memiliki kekasih..”

“Benarkah? Ia tidak perna mengatakannya padaku! Cih.. Sudahlah bu, aku ingin mengistirahatkan punggungku yang remuk ini.”

**

Sudah satu bulan ini, Ibu Elias mencoba mendekatkan anaknya itu dengan Krystal. Dan hal itu ternyata berjalan dengan baik. Setidaknya, kini Elias sudah mulai terbuka pada Krystal.

Kali ini, ibu dari namja jangkung itu merencanakan agar anaknya dapat dinner berdua saja dengan Krystal. Ia menyiapkan segala sesuatunya dengan baik. Berhasil. Kini Elias tengah menunggu krystal di depan rumah gadis itu.

Dress putih selutut bertali spaghetti menghiasi tubuh semampai gadis itu. Ditambah cardigan rajut berwarna putih salju agar terkesan tidak terlalu terbuka. Rambut panjangnya dibiarkan terurai dan dihiasi denganbandana hitam.

Untuk beberapa detik, Elias terpaku melihatnya. ‘Ia terlihat lebih dewasa mala mini..’ batin laki-laki itu.

Elias tersadar saat Krystal membuak pintu tempat duduk samping kemudi. “Hei, kau duduk dibelakang saja!” hardiknya. Krystal tampak ingin protes, namun ia urungkan.

Selama diperjalanan, mereka hanya diam. Elias menghentikan mobilnya di depan sebuah rumah yang sederhana, namun minimalis. Krystal mengerutkan keningnya. Ia hendak bertanya, sebelum Elias berkomentar, “Diam saja. Tidak usah banyak Tanya!”

Elias keluar lalu membuka pintu samping kemudi. Pintu itu kembali ditutup saat seorang wanita –mungkin seumuran Elias—duduk didalamnya. Wanita itu memakai dress hitam yang sangat minim. “Aigo.. inikah kekasih Kak Elias?”

Sepanjang jalan menuju restoran, Krystal hanya diam. Ia tak habis pikir, mengapa Elias membawa kekasihnya? Bukankah makan malam ini hanya untuk dirinya berdua?

Krystal menghembuskan nafas kesal. Kedua tangannya terlipat diatas dada. Mereka sampai di restoran tujuan. Ketiganya pun turun bersamaan. Wanita yang diketahui Krystal adalah kekasih Elias, bergelayut manja. “Menjijikkan sekali! Aisshh..” gerutnya pelan.

Mereka bertiga duduk di meja yang telah dipesan. Sepasang kekasih itu duduk berhadapan dan Krystal berada diantara keduanya. Pesanan yang mereka pesan sebelumnya dating. Krystal dengan cepat menghabiskan makanannya.

Gadis itu menyuapkan potongan terakhir dari steak yang dipesannya. Ia membersihkan bibirnya menggunakan serbet, “Aku ingin ke toilet” ujar gadis itu. Elias dan kekasihnya itu hanya mengalihkan pandangannya sekilas.

Melihat Krystal yang menghilang dibalik tikungan ke toilet. Seringaian licik terukir di bibir kekasih Elias tersebut, “Akhhh..”

Wanita itu meletakkan sendok dan garpunya. Ia meringis seraya memegangi perutnya. Elias langsunga tanggap, “Kau tidak apa-apa?”

“Antarkan aku pulang..” pinta wanita itu

Elias teringat akan Krystal yang masih di dalam toilet, “Tapi..”

“Akhhh..”

Erangan kesakitan dari kekasihnya membuatnya teralihkan. Dengan cepat ia membopong kekasihnya itu ke dalam mobil dan mengantarkannya. Seringaian licik kembali terlukis di wajah kekasih Elias.

Sementara itu, Krystal yang baru saja kembali dari toilet, heran. Ia bertanya kepada salah satu pelayan tentang keberadaan orang yang bersamanya tadi. Pelayan itu menjelaskan yang terjadi. Krystal melemas, ia berjalan gontai keluar dari restoran tersebut.

**

Elias melirik jam tangannya, “Aigo.. tak seharusnya aku meninggalkan Krystal” gumamnya pelan. Ia meraih ponselnya yang berda di dashboard mobil, kemudian menghubungi Krystal. Sebuah benda persegi hitam bergetar di kursi belakan mobil, Elias melirik sekilas dan mengumpat pelan,

“Gadis bodoh!”

Dipercepatnya laju mobil yang ia kendarai menuju restoran tempatnya meninggalkan Krystal. Entah mengapa, ia merasa sangat cemas terhadap gadis itu.

Suar aban berdecit yang bergesekan dengan aspal, terdengar saat Elias menghentikan mobilnya di depan sebuah halte yang tak jauh dari restoran tempatnya dinner tadi.

Seorang gadis tengah duduk disudut bangku. Kepalanya tertunduk, kedua tangannya memeluk tubuhnya sendiri. Elias keluar dari mobil dan menghampiri gadis itu, “Hei bodoh!” panggilnya.

Gadis itu mendongak. Matanya merah dan sedikti sembab. Bibirnya bergemeletuk, “Ka..kak?”

Cairan bening menggenang dipelupuk matanya, “Apa maksudmu meninggalkanku? Kau tahu jika aku ketakutan disini? Kalau kau memang tidak ingin makan malam denganku, katakana dari awal! Aku—“

Ucapan Krystal terpotong saat Elias tiba-tiba menariknya ke dalam pelukan. “Maafkan aku..” ujarnya pendek seraya membelai rambut Krystal. Gadis itu terdiam sesaat dan kembali terisak membasahi pakaian yang Elias kenakan.

**

Sudah beberapa hari ini Elias tidak melihat sosok Krystal. Semenjak insiden ia meninggalkan gadis itu dan memeluknya, gadis itu tak pernah menampakkan dirinya.

Bola mata Elias bergerak kesana-kemari mencari sosok Krystal diantara kerumunan siswa SHS yang baru bubar. Ia menghampiri Luna yang sedang asik berbincang dengan temannya. Gadis ietu tampak terkejut, “Ada apa kak?”

“Dimana Krystal? Sudah beberapa hari ini aku tidak melihatnya. Apakah terjadi sesuatu?” Tanya Elias to the point. Luna menaikkan sebelah alisnya,

“Oh, Krystal? Dia masih diatas.. aku duluan kak” pamit Luna yang dibalas anggukan.

Kurang lebih 30menit, Elias menunggu Krystal. Akhirnya gadis itu menampakkan batang hidungnya. Senyuman yang sempat terukir, hilang saat melihat Krystal erjalan berdampingan dengan seorang.. laki-laki?

Elias menghampiri keduanya, “Krystal-ah..” sapa Elias. Krystal hanya diam dan mengangguk. Elias menunjuk laki-laki disamping Krystal dengan mimic muka bertanya.

“Aku Nikky.. sa—“

“Dia Nikky, kekasihku” potong krystal cepat. Laki-laki bernama Nikky itu membulatkan kedua matanya dan tampak ingin menyangkal. Cubitan kecil di pinggang Nikky berhasil membuat laki-laki itu mengangguk ragu,

“Iya kak, Krystal pacarku. Ada masalah?” Nikky merangkul bahu Krystal

Ada perasaan tidak suka pada diri Elias saat mengetahui Nikky adla kekasih Krystal. “Oh.. tidak masalah. Ayo pulang” ajak Elias pada Krystal yang disambut gelengan kepala gadis itu.

“Aku akan pulang bersama Nikky.. lagipula, kami berencana untuk makan eskrim dulu. Bye Kak..”

Elias terdiam di tempatnya. Tangannya mengepal. Terlebih lagi satt ia melihat Krystal menggenggam tangan Nikky. Gadis itu juga memeluk pingang Nikky saat dibonceng. Hal itu membuat Elias kesal.

Satu hal yang belum disadarinya, jika dirinya dilanda rasa.. cemburu.

**

Krystal meletakkan helm yang ia pakai di kaca spion motor matic milik Nikky. Mereka berdua masuk ke dalam kedai eskrim yang memang biasa mereka kunjungi. Pojok ruangan adalah tempat favorit gadis itu. Setelah memesan, Nikky melipat kedua tangannya diatas meja dan menatap Krystal.

“Jadi.. apa maksudmu mengatakan jika aku ini kekasihmu, nona?” tanyanya.

Krystal tergelak, “Membuat Kak Elias cemburu mungkin? Hm.. tidak tidak” gadis itu menggeleng, “Aku ingin menghindar darinya. Yaa, daripada aku terus menerus sakit hati? Kau tahu maksudku, Nikky..” ujar gadis itu

Nikky mengangguk tanda mengerti. Seorang pelayan mengantarkan pesanan mereka, “Terimakasih” ucap keduanya.

“Kau juga akan membatalkan perjodohannya?” Tanya Nikky.

Krystal tampak berpikir, “Awalnya aku bersyukur. Tapi jika kondidinya seperti ini.. Aku ingin menyudahinya saja.”

Laki-laki berambut blonde itu terkekeh, “Kau yakin? Kurasa tidak. Aku tau kau sangat menyukainya.. tidak. Mencintainya lebih tepat” disuapkannya sesendok eskrim ke mulutnya,

“Bersabarlah sedikit lagi, aku yakin Kak Elias pasti juga menyukaimu..” tutur Nikky panjang.

Krystal mengaduk-aduk eskrim blueberrynya, “Oh yeah.. Kau benar Nikky. Dan kuharap omonganmu akan benar terjadi” tukasnya.

“Betapa bodohnya dulu aku menolak laki-laki sepertimu..” canda Krystal membuat Nikky terdiam.

Dulu, Nikky menyukai Krystal. Pada saat Nikky menyatakan perasaannya, Krystal menolak dengan alas an menyukai orang lain dan orang itu adalah Elias.

Nikky tersadar dari lamunannya, kemudian mengacak pelan rambut Krystal, “Tak ada gunanya menyesali itu, nona.”

Krystal menyuapkan sendokan terakhir dari eskrimnya, “Aku tahu. Bagaimana hubunganmu dengan Sulli?”

Nikky membersihkan bibirnya, “Baik. Dan kuharap dia tidak marah mengetahui aku berkencan dengan sahabatku sendiri hari ini” ucapan laki-laki itu dibalas oleh pukulan Krystal,

“Mau ke taman?”

**

Krystal menghentakkan tagan Elias yang mencengkeram erat pergelangan tangannya. Tadi, saat ia pulang sekolah, tiba-tiba Elias menarik dirinya secara paksa. Nikky, Luna, dan Sulli yang melihat hal itu tidak berbuat apa-apa.

Elias membawanya ke sebuah taman yang tak jauh dari sekolahnya. Gadis itu membuang muka saat Elias menatapnya. “Hei” panggil Elias

Gadis itu berbalik melihat Elias, “Apa maumu? Apa maksudmu menarikku secara paksa? Terlebih llai kau menarikku di depan kekasihku! Kau tah—“

“Aku tahu! Aku mengetahui jika Nikky bukanlah pacarmu! Kau mengatakan itu hanya untuk menghindariku kan?”

Air mata menggenag di pelupuk mata gadis itu, “YA! Kau benar! Aku menghindarimu, Kak! Kau tahu? Sakit, dadaku terasa sakit saat melihatmu! Menyadari sikapmu padaku! Kau tidak tahu betapa takutnya aku saat kau meninggalkanku saat itu! Menyaksikan setiap sikap lembutmu pada kekasihmu yang berbanding terbalik padaku! Sakit.. sakit Kak! Kau—“

Elias mendaratkan bibirnya di bibir tipis milik Krystal. Hanya sebuah kecupan, namun dapat menghentikan setiap ucapannya. Elias menarik bibirnya, “Aku tahu itu..”

Elias menangkupkan kedua tangannya di wajah Krystal, menempelkan dahi mereka. Kedua ibu jarinya mengusap air mata yang mengalir di pipi gadis itu, “Maafkan aku..”

“Aku tak bermaksud meninggalkanmu saat itu. Kau tahu? Aku sangat cemas saat itu” tutur Elias lembut. Ia menatap dalam ke mata Krystal, “Perlu kau tahu jika..”

Elias baru menyadarinya. Saat ia merasa nyaman berada di dekat Krystal. Saat dirinya mulai menerima keberadaan gadis itu di kehidupannya. Ketika rasa cemas yang melandanya jika sesuatu terjadi pada gadis itu. Ketika dirinya merasa kehilangan gadis itu. Terlebih lagi saat dirinya merasakan ketidaksuakaan saat mengetaui Krystal dekat dengan laki-laki lain. Satu hal yang disadari Elias ika,

“Aku menyukaimu, Krystal. Aku menyayangimu. Aku mencemaskanmu.” Ungkap Elias lalu menarik Krystal ke dalam pelukannya. Diusapnya kepala gadis itu dengan lembut. Sesekali mengecup puncak kepala gadis itu.

Krystal mendongak, “Bagaimana dengan kekasihmu, Kak?”

Elias tersenyum, “Aku memutuskannya” jawab laki-laki itu ringan. Krystal membalas pelukan Elias. Ia menyandarkan kepalanya di dada bidang milik laki-laki itu dan tersenyum.

Seorang laki-laki berambut blonde dan dua orang gadis berdiri tak jauh dari Krystal dan Elias. Ketiganya berjalan mendekat ke tempat dua orang yang sedang berpelukan itu.

“EHEM!!” seru salah seorang dari mereka.

Sontak Krystal melepaskan pelukannya, ia hafal benar suara itu, Nikky. Krystal menoleh dan mendapati Nikky, Luna dan Sulli.

“Hyaa! Pasangan baru ya!” celetuk Luna. “Akhirnya kau mendapatkan apa yang kau inginkan, Krystal-ah!” gadis berambut pirang sebahu itu memeluk sahabatnya.

Krystal terkekeh seraya , melirik Elias, “Ehehehe..”

Nikky mendekat, “Benar apa yang kukatakan kemarin kan..” ujarnya. Nikky baru saja mengangkat tangannya untuk memeluk Krystal, namun terdengar teriakan,

“Hei!”

“Nikky!”

Dua suara yang berasal dari dua orang berbeda. Elias dan Sulli. Elias menarik Krystal menjauh, “Dia ini sekarang milikku. Jangan asal peluk” ucapnya yang disambut oleh tawa mereka.

END

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , , , , , | 12 Comments

Post navigation

12 thoughts on “[Oneshoot] My Destiny

  1. qinqin

    aku yang pertama!suka deh ceritanya. .semangat buat karya yang lainnya

  2. Suka deh ceritanya…
    hihihi
    keren keren…

  3. ini ff minstal kan??
    mian..tp posternya itu kok minyul ya??

  4. Asik deh minstal hauahaha , Ini lagi si Nikky mau peluk Krystal -_- Udah punya orang woy !

    Tapi, kok ini FF MinStal . Tapi kenapa Posternya MinYul ?

    Good FF🙂

  5. Na

    minstal kah ff ni? suka suka,apalagi endingnya haha
    cemburu s eliasny haha

  6. krystalized

    aku suka critanya,
    minstal minstal,
    tpi mau protes sama posternya, bukanya itu minyul ya????

  7. Hajarnana11

    Lanjutkn crita minstal lainx… Hhii

  8. waah~ hehe… si elias judes bgt…

  9. Awalnya q merasa ini ff minyul, tpi ternyata bukan…
    Nice ff…
    Udah dua kli baca ff yg namanya pake nama elias, nikky, dan aiden hihihi
    tpi… Knp ada Suzy?

  10. FF-nya keren…
    aq kira awalnya akan ada yuri & ending nya minyul*nunjuk poster
    Tapi, ternyata salah ya

  11. keren!
    Suka ma ide ceritanya ini ^^

  12. Ananta Christyana

    BAGUSSSSS !!

    Klo minstal, aku jd smngat, dan critanya good bgt..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: