Silent Girl [Part 1]

tittle: silent girl

main cast: Choi Sulli (babydoll) | Lee Taemin (prince) | Kim Kibum (key)

minor cast: kang jiyoung

author: @2409intan (intan-97lines)

lenght: chaptered

genre: friendship, life, romance

rating: pg 13

disclaimer: the cast belong to god, but the plot is mine. an inspiration from japanise comic with tittle “i’m here”

annyeonghaseyo~

akhirnya kelar juga part1 nya ff ini😀. meskipun lama -,-”. hehehe. mian untuk readers yang menunggu ff ini u,u soalnya aku sibuk banget akhir-akhir ini #plakk hoho. maaf banget kalau part ini sama sekali tidak memuaskan u,u

nb: anggap saja taemin, sulli, key, sama jiyoung itu seumuran🙂

CLICK for read in my BLOG🙂

teman…

ya, semua orang berhak memiliki teman. teman begitu berharga untuk bertahan hidup. bahkan teman merupakan hal penting yang harus dipenuhi setiap orang. namun, sepertinya itu semua sama sekali tak berlaku untukku. ya, namaku sulli. Tepatnya, choi jinri. saat ini aku kelas 3SMA. Hal penting yang harus kalian ketahui adalah, bahwa sampai saat ini aku tak mempunyai teman satupun.

teman? ya, aku ingin tahu bagaimana rasanya mempunyai banyak teman. kadangkala, aku merasa iri dan tersisihkan oleh kehidupan. sepertinya dunia ini memang sudah tak peduli lagi denganku.

terbukti bahwa orangtuaku sendiri lupa dengan aku yang berstatus ‘anak kandung’nya.

mungkin kehidupanku akan terus berlanjut seperti ini hingga aku mati.

KLIKK!!

“yupp, sudah aku publish semuanya,” gumamku bangga. dari dulu, aku memang suka sekali menulis. entah itu cerita, ataupun tentang kehidupan sehari-hariku. sampai-sampai aku membuat blog khusus untuk menulis curahan hidupku selama ini.

kesepian? pasti.

“huft, andai saja aku mempunyai seorang teman.” gerutuku. dan sepertinya, tuhan sedang berbaik hati padaku sekarang. muncul seseorang ber-inisial ‘prince’ yang tiba-tiba mampir di blog ku dan memberikan komentar di salah satu tulisan yang baru saja aku buat.

i can be your friend, babydoll🙂

‘oh god, apa aku sedang bermimpi sekarang? benarkah dia mau menjadi temanku?’ pikirku tak percaya. yang benar saja, ada seseorang yang mau berteman denganku.

jeongmal gomawo, prince :)) let’s be friend🙂

seperti mimpi saja, aku mempunyai seorang teman -walaupun hanya dalam dunia maya-.

normal pov

sulli mengedarkan pandangannya keluar jendela. Memang sekarang jam pelajaran belum dimulai. jadi gadis itu mengambil kesempatan untuk sedikit bersantai,

“kyaa~ lihat. itu taemin dan kibum!” teriak salah seorang gadis dengan histeris. tak perlu butuh waktu lama, seisi kelas langsung memenuhi jendela hanya untuk melihat dua orang ‘primadona’ sekolah.

“hei! bisakah kalian berlari lebih cepat? bel sekolah akan berbunyi sebentar lagi!!!” teriak salah seorang pria. kedua lelaki itu -taemin dan kibum- mulai beradu cepat untuk samapi di kelas.

“yah, aku lebih dulu darimu.” teriak taemin dengan nafasnya yang masih terengah-engah.

“kau curang taem,” timpal kibum. keduanya terlihat amat bahagia sekarang.

sementara itu, sosok sulli masih memperhatikan mereka berdua dengan senyuman simpulnya. ‘enak sekali menjadi mereka. dapat mudah dikenal orang lain.’ pikirnya. tanpa sengaja, gadis itu menatap taemin. begitu pula dengan taemin. untuk sekian detik mata mereka beradu pandang. seolah ada sesuatu yang ingin diucapkan (?).

“yo! kenapa melamun taem? Jinki Songsaengnim akan segera masuk.” ujar Kimbum menyadarkan lamunan Taemin.

“oh, ne. arraseo kibum-ah,” sahut taemin yang mulai berjalan menuju tempat duduknya.

$$$

hari ini pelajaran olahraga dimulai. Seluruh siswa kelas 3 SMA Seoul berkumpul di lapangan -tak terkecuali-.

“baiklah, aku rasa olahraga kali ini akan kita isi dengan permainan bola volly. Dan aku akan membagi timnya.” jelas Victoria Songsaengnim -selaku guru olahraga-.

“ada yang belum dapat tim?” tanyanya setelah memanggil tiap nama dari absen. Terlihat seorang gadis berkacamata mengacungkan tangannya dengan sedikit ragu. “saya Songsaengnim.” ujarnya pelan. Victoria mengernyit pelan. Mengingat siapa gadis yang belum mendapat tim.

“uhm, kau…”

“Choi Jinri Saem,” potong gadis itu pelan. Victoria menepuk kepalanya pelan sambil tersenyum. “aigoo~ bagaimana aku bisa lupa dengan namamu Jinri-ah,” sesalnya. “baiklah, kau ikut kelompok Sunyoung.” lanjutnya. Sulli mengangguk pelan dan mulai berhambur menuju timnya.

“jadi kau yang bernama Jinri? Kenapa aku tak pernah melihatmu?” tegur Sunyoung saat Sulli masuk kedalam tim mereka. “ah, n-ne. Sebenarnya a-aku jarang berbicara. Hehehe,” jawab Sulli gugup. “oh, pantas saja. Sepertinya, lain kali kau harus sering mengobrol.” bisik Sunyoung. Sulli tersenyum. Pipinya merah merona sekarang. Perasaannya mulai bahagia dapat berkumpul dengan teman barunya, mungkinkah?

“permainanmu bagus sekali tadi.” puji Amber. Salah satu teman satu tim Sulli. “gomawo,” sahutnya dengan pipi memerah. Kini mereka bertiga -Sulli, Amber, dan Sunyoung- bertugas untuk mengembalikan bola Volly yang telah mereka pakai ke gudang olahraga.

“hei, dimana aku harus menaruh yang ini?” tanya Sulli yang sedang bersiap menaruh satu keranjang bola. “letakkan saja disana.” jawab Sunyoung. Sulli mengangguk dan segera membawa bola-nya menuju tempat yang ditunjuk Sunyoung.

“Amber, kau tidak haus?” tanya Sunyoung.

“tentu saja aku haus.” jawabnya.

“kalau begitu ayo kita pergi ke kantin membeli minuman.” ajak Sunyoung. Amber pun menyetujui ajakan temannya ini. Dengan sigap, mereka berdua keluar dari gudang dan menguncinya. Tanpa sadar jika Sulli masih berada di dalam.

BRAKK!!

pintu tertutup begitu saja. Dengan cepat, Sulli mulai berlari dan menggedor-gedor pintu ruangan tersebut. “ya! Aku masih di dalam. Jebal, keluarkan aku.” teriaknya. Kini matanya mulai berkaca-kaca. “Sunyoung-ah, kau melupakanku. Aku masih di dalam.” jerit Sulli yang matanya mulai mengeluarkan air mata.

“hiks, jebal. Keluarkan aku dari sini,” tangis Sulli sambil menenggelamkan kepalannya ke dalamdua tangannya. Gadis itu menyerah. Dia lelah terus berteriak dengan sia-sia, tak ada yang mendengarnya seorang pun.

‘hal ini sama seperti kejadian 10 tahun yang lalu,’ batinnya.

[flashback]

“kkajja, kita main petak umpet.” ucap seorang anak laki-laki yang berumur 5 tahun. Anak-anak yang lain mengangguk setuju dengan ajakan anak itu.

“baiklah, aku yang jaga. Aku hitung sampai sepuluh.” ujar anak yang lain. Tak butuh waktu lama, semua anak yang ikut bermain -termasuk Sulli- mulai berpencar mencari tempat persembunyian masing-masing.

“Tiffany ketemu!” teriak anak itu -yang tak lain adalah Siwon-. “Donghae ketemu! Yoona, Yuri, Jessica ketemu!” teriaknya lagi.

Sementara itu, di tempat persembunyiannya, Sulli merasakan jantungnya berdebar menunggu orang yang menemukannya. Menunggu. Menunggu. Dan terus menunggu. Kini malam akan menyapa, namun tak ada satupun yang menemukannya. Sulli mengintip dibalik pohon. Semua anak-anak yang bermain di taman itu telah pergi. Mereka dijemput Orangtua mereka untuk pulang. Sedangkan Sulli? Dia masih bersembunyi di balik pohon sambil menangis. Ya, dia sedang menangis sekarang.

“aku memang tak berguna, hiks.” tangisnya.

[end of flashback]

“jebal, ada satu orang saja yang menganggapku ada!” teriaknya. Tepat pada saat itu pintu gudang terbuka. Sosok lelaki tinggi terlihat berdiri di depan pintu gudang sambil menatap Sulli nanar.

Tanpa pikir panjang lagi, Sulli langsung berhambur memeluk lelaki itu. “hiks, aku takut,” isaknya.

Taemin -yang tak lain adalah lelaki itu- kaget dengan perlakuan Sulli saat ini. “gomawo, sudah menemukanku disini,” ucap Sulli. Taemin hanya bisa diam sekarang. Tak menyangka gadis pendiam seperti Sulli kini menangis di pelukannya. Taemin pun membalas pelukan Sulli dengan lembut. “uljima, aku disini.” ujarnya pelan.

Sulli mendongakkan kepalanya dan mendapati sosok Taemin sedang memeluknya. Betapa malunya Sulli saat mengetahui bahwa sedari tadi dia menangis di depan seorang Lee Taemin. Sang primadona sekolah.

“uh, mi-mianhae. Jeongmal mianhae, aku tak bermaksud mengotori seragam mu.” ucap Sulli pelan dan langsung berhambur pergi meninggalkan Taemin saat itu juga.

‘apa yang aku lakukan tadi? Memalukan sekali menangis di depan seorang Lee Taemin.’ batin Sulli sambil terus berlari menyusuri koridor.

Sulli menghentikan langkahnya ketika tiba di depan ruang kelasnya. Sepi. Ya, kelas memang telah usai sekarang. Sebagian siswa pun ada yang telah pulang. Entah, sejak pelajaran pertama tadi Sulli terkunci di dalam gudang. Dan kini, hanya ada satu buah tas di dalamnya. Tunggu dulu? Bukan hanya satu. Tapi tiga. Ya, ada tiga buah tas di dalamnya. Yang satu milik Sulli -pastinya-.

“sepi.” hal itu yang diucapkannya ketika melangkah masuk ke dalam kelas. Sulli mulai melangkahkan kakinya menuju tempat duduk yang terletak di ujung. Selama ini Sulli memang tak mempunyai teman sebangku.

“eh, Annyeong.” sapa Sulli ketika melihat seseorang sedang terbaring (tidur) dengan pulas di salah satu bangku. Orang itu mengerjapkan matanya beberapa kali sambil menatap Sulli.

“Annyeong,” jawabnya lalu kemudian terlelap kembali. Sulli mengenal siapa lelaki yang baru ditegurnya itu. Kim Kibum. Salah satu dari dua primadona sekolah. Beruntung sekali Sulli dapat menyapanya.

Sulli mulai berjalan keluar kelas sebelum berpapasan dengan lelaki yang menolongnya tadi. Ya, kini dia berpapasan dengan Taemin. Dan itu membuat jantung Sulli berdetak kencang.

“uhm, Annyeong.” sapa Taemin sambil menunjukkan senyuman termanisnya. Sulli hanya membalas senyuman itu dengan sedikit canggung. Baru kali ini dia berbicara dengan seorang lelaki -setelah kakaknya- langsung.

“a-annyeong Taemin-ssi,” jawab Sulli pelan.

“gamsahamnida, karena telah menolongku tadi. Dan juga, maaf aku telah lancang mengotori bajumu dengan air mataku ini.” ucap Sulli. Lagi-lagi Taemin tersenyum padanya.

“gwaenchana.” sahut Taemin singkat.

“ka-kalau begitu, a-aku pamit…pulang dulu… annyeong,” dengan langkah buru-buru Sulli melangkahkan kakinya menjauh dari sosok Taemin sebelum Taemin menarik tangannya.

“chankaman. Ada kotoran di rambutmu Sull,” ujar Taemin yang langsung menyentuh pelan (?) rambut Sulli agar kotoran itu pergi (?) #apadeh, bahasanya -,-”

Sulli terdiam. “kau, tahu namaku?!” pekiknya tak percaya. Jarang sekali ada orang yang mengetahui namanya. Karena selain tak dianggap, Sulli memang jarang berbicara.

“tentu saja. Kita kan sudah 3 tahun satu kelas. Hehe,” jawab Taemin menunjukkan eye smile nya. Sulli tersenyum canggung padanya.

“kalau begitu, aku mau… pamit pulang… dulu, Annyeong Taemin-ssi.” pamit Sulli. Taemin hanya tersenyum melihat sosok Sulli yang tersu menjauh darinya. ‘andai saja kacamata itu tidak melekat di wajahnya, pasti Sulli akan menjadi lebih cantik lagi,’ batin Taemin. Tanpa sadar, sosok Kibum kini telah berada di depannya.

“hei, kau melamun?” tanya Kibum. Taemin tersentak, dan mungkin lelaki itu menjadi salah tingkah sekarang.

“uh, a-anni. Aku hanya…”

“ppali, kita pulang.” belum sempat Taemin menyelesaikan kalimatnya, Kibum memotong. Taemin hanya mengangguk dan mengikuti Kibum dari belakang.

$$$

Sulli terus saja berkutat di depan laptop miliknya saat ini. Jemarinya terus beradu tanpa henti mengetik suatu kata.

Babydoll: Teman, hari ini aku bahagia. Apa kau tahu? Hari ini seseorang yang ber-inisial ‘bunga matahari’ menyapaku. Dan dia juga yang menolongku. Oh, rasanya aku merasa tidak sendirian lagi sekarang.

Sulli tersenyum bangga setelah mengetikkan kalimat tersebut. Tak lama kemudian muncul sebuah balasan dari ‘prince’

Prince: benarkah? Siapa sang bunga matahari itu? Kuharap kau bisa terus bahagia dengannya, babydoll🙂 aku akan selalu mandukungmu😀 hwaiting!

Babydoll: aku juga berharap seperti itu prince🙂 kau sedang apa sekarang?

Lama Sulli menunggu balasan dari ‘prince’ namun tak kunjung ada. Apa dia marah? Pikir Sulli. Namun, sepertinya dia salah sangka. Kini muncul sebuah balasan yang ditujukan untuknya. Hei, tapi tunggu dulu. Itu bukan balasan dari ‘prince’ nya?? tapi orang lain yang ber-inisial ‘barbie’. Mungkinkah? Mungkinkah dia akan menjadi temannya?

Barbie: sepertinya kau kesepian. Aku bisa menjadi temanmu😀

betapa senang hati Sulli saat itu ketika mendapati seorang lagi -selain prince- ingin menjadi temannya.

Babydoll: kyaaa~ gomawo barbie *hug >,<

kini dia kembali terbaring di tempat tidurnya. Memejamkan matanya sebentar, lalu membukanya.

“aku rasa ini semua bukan mimpi.” gumamnya. Sebuah senyuman merekah dari wajah cantiknya. Senyuman tulus yang ditujukan untuk teman-teman dunia maya nya.

Prince: ouch, mianhae. Aku tadi tertidur. Hei, aku rasa kau punya teman baru sekarang🙂

babydoll: hehe, of course. Dan sekarang, aku nyatakan kita bertiga teman😀

barbie: yeah. We are friends forever😀

$$$

“Taemin!” teriak seorang gadis cantik saat melihat Taemin sedang berjalan berdampingan dengan Kibum. Gadis itu mendekat ke arah Taemin denagn gayanya yang err~ sedikit genit mungkin?

“waeyo, Jiyoung-ah?” tanya Taemin malas. Jiyoung hanya memamerkan sederet giginya sambil merangkul lengan Taemin tiba-tiba.

“ya! Apa yang kau lakukan?? kau membuatku malu,” ucap Taemin sedikit emosi. Lelaki itu mencoba melepaskan diri dari cengkraman Jiyoung yang begitu erat. “aku hanya melakukan hal yang wajar saja. Toh semua orang di sekolah ini sudah menganggap kita pacaran. Jadi, apa salahnya aku menggandengmu?” sahut Jiyoung dengan manja. Taemin menoleh pada sahabatnya yang sedari tadi berjalan di sampingnya. Seolah mengerti maksud Taemin, Kibum langsung beraksi (?) untuk menyingkirkan Jiyoung dari Taemin.

“Jiyoung-iie, kurasa sekarang Taemin sedang butuh waktu untuk sendiri. Jadi, kumohon pergilah.” ujar Kibum halus. Jiyoung mengerucutkan bibirnya dan mulai berlalu dari hadapan Taemin.

“hhh~ akhirnya aku bisa bebas dari cengkraman Gadis mengerikan itu,” ujar Taemin lega. Diletakkannya tas ransel miliknya diatas bangku.

“hei, Taemin, Kibum. Apa kalian ingin mendengar ramalan cintamu?” ujar Jihyun yang menghampiri tempat duduk mereka. Kibum mengangguk cepat. “coba ramalkan kisah cintaku.” sahutnya cepat. Jihyun mengangguk dan mulai memainkan kartu tarotnya.

“ada satu orang yang akan merebut cintamu,” ujar Jihyun setelah sukses membacakan Tarotnya. Wajah Kibum yang awalnya cerah, kini berubah menjadi mendung.

“okay, sekarang giliranku.” ucap Taemin. Jihyun mengangguk dan mulai memainkan kartu tarotnya sekali lagi.

“kau akan mendapatkan cintamu. Namun, ada salah satu pihak yang akan patah hati. Sepertinya kau harus berhati-hati. Karena gadis yang kau incar itu juga diincar oleh orang lain.” jelas Jihyun setelah selesai membaca salah satu kartu tarot. Taemin tersenyum. Pandangannya kini mulai beralih pada sosok Kibum dan…Sulli?

“oh, aku ada permintaan satu lagi untukmu. Bisakah kau ramalkan kehidupan cinta Sulli?” tanya Taemin kemudian sambil menunjuk posisi Sulli. Bahkan seisi kelas tak tahu kalau teman mereka ada yang bernama Sulli.

“oh, tentu.” ujar Jihyun. Dengan cepat dimainkannya kartu tarot itu dan mulai membacakan hasilnya.

“kau disukai oleh 2 lelaki sekaligus. Yang mana kedua lelaki itu adalah seorang teman yang sangat dekat. Namun, ada satu hal yang akan menjadi masalah. Salah satu dari mereka akan mati jika kau memilih yang lainnya.” jelas Jihyun. Sulli terdiam. Mana mungkin ada lelaki yang menyukainya? Pikir Sulli.

“whooaaa~ itu adalah ramalan cinta paling rumit dari semua ramalan yang pernah aku bacakan.” lanjut Jihyun. Semua sorot mata mulai mengarah pada ketiga sosok manusia -Taemin, Sulli, dan Kibum- yang amat beruntung (?) itu.

‘apa maksud dari ramalan itu? Apakah ad hubungannya antara aku dan….Taemin?’ pikir Kibum.

TBC

hehehe. Eotteokhae? Jelek? Aneh? Gak jelas? Aku butuh sarannya yaaa….🙂

Hoho, maklum. Karena aku bikin ff ini ngebut #plak! Hehe. Jangan lupa RCL nya yaaa😀

komen kalian sangat berarti untuk intan loooh #apadeeh -,-”

sampai ketemu di ff selanjutnya😀

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , , , , , , , , | 12 Comments

Post navigation

12 thoughts on “Silent Girl [Part 1]

  1. Kaa24des

    Seru chingu~ lanjutin yaa🙂

  2. Seru chingu,,, lanjut yaaaa
    keren keren

  3. Seruuuu~ wah bau bau nya kagak enak nih hubungan taemin-sulli-key :O lanjutttt

  4. Hajarnana11

    Keren lohhh…

  5. lanjjuuutttt!!! #heboh sendiri

  6. yoomyoryun

    keren…
    next chapnya jangan lama-lama ya chingu! hehe🙂

  7. keren!
    Aigoo, cinta segitiga yg rumit -,-‘

  8. Bagus thor !!😀
    Lanjutlanjutlanjut !!
    Ditunggu lo ya !!🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: