The Brightness [Part 1]

Author: taelliners =))
Main Cast: Jung Krystal – Choi Minho – Kwon Yuri
Other Cast: Lee Taemin, Kim Jonghyun, Choi Sulli.
Genre: Romance, Angst.
Length: Sequel, Multichapter.
.
.
When an Accident, Can Change Everything..
.
.

“Lee Taemin! Kepala Minho mengeluarkan darah lagi! Cepat panggil dokter!” Krystal panik. Dilihatnya kapas yang terletak didahi bagian kiri Minho semakin banyak mengeluarkan darah. Taemin segera berhambur keluar dan memanggilkan siapa saja petugas disana.
“Oppa! Kenapa kepalamu mengeluarkan darah terus?!” Krystal memegang tangan Minho yang masih menutup matanya; dia tidak sadarkan diri.
“Maaf nona, anda harus keluar.” Suster yang baru datang menarik lengan Krystal dan menyuruhnya keluar. Krystal menepis tangan itu.
“Ck. Ya! Aku ingin berada disini! Aku tidak mau meninggalkannya!” Teriakan Krystal membuat seluruh orang yang ada diluar kamar itu melihat kearahnya dari jendela.
“Tapi maaf nona. Hal itu dilarang. Lebih baik anda tunggu diluar.” Suster itu masih berbicara dengan sopan. Sulli langsung menarik Krystal dengan sedikit paksaan keluar kamar pasien itu.
“Ya Sulli-ah! Kau ini kenapa? Aku ingin bersama Minho oppa!”
“Hey Krystal, kau mau Minho oppa sembuh atau tidak? Jika kau begitu itu akan membuat keadaan Minho oppa bertambah buruk!” Kini Sulli mengikuti Krystal, berteriak padanya. Sementara Taemin? Memilih diam disudut sana.
Krystal menyerah. Lalu duduk disuatu kursi diruang tunggu itu. Air matanya kembali turun. Penyesalan kembali berdatangan dipikirannya. Kejadian itu terus berputar diotaknya.
“Kenapa aku sungguh bodoh? Kenapa aku sungguh bodoh?” Krystal menutup wajahnya menggunakan kedua tangannya. Matanya sudah bengkak karena menangis terus menerus.

.
.

“Bagaimana kabar Minho? Apa dia sudah sadar?” Jonghyun yang baru datang masuk kekamar dimana Minho dirawat langsung menyerbu mereka.
Taemin menggeleng lemah. Ia duduk disamping Sulli sambil menyandarkan tubuhnya disoffa yang ia dudukki sekarang. Jonghyun menghela nafasnya. Ya, sudah 3 hari Minho belum tersadar dari komanya ini.
“Oppa…….” Terdengar samar suara Krystal. Suaranya gemetar. Dan dapat diyakini dia menangis lagi sekarang. Selalu, sudah 3 hari semenjak Minho dikabarkan koma, Krystal selalu menangis sambil memegangi tangan Minho dan duduk disamping tempat tidur pasien itu.
“Oppa aku rindu dengan suaramu.. Aku ingin kau memanggil namaku..”
Jonghyun menatap sendu kearah Krystal yang duduk disamping tempat tidur sahabatnya, Minho. Kasihan sekali gadis ini.
“Sudah berapa hari dia tidak tidur?” Tanya Jonghyun pelan pada Taemin dan Sulli. Pelan sekali, agar Krystal tidak dapat mendengarnya.
“Entahlah, sejak Minho dirawat disini dia tidak pernah tidur. Dia hanya menangis disampingnya saja.” Sulli menjelaskan.
“Dia juga tidak mau makan. Dia hanya memasukkan buah apel kedalam mulutnya, dan itu hanya 1 atau 2 gigitan saja.” Kini Taemin yang mewakili.
“Mau sampai kapan dia begini?”
Taemin dan Sulli mengangkat bahunya bersamaan. Mereka juga sudah lelah membujuk Krystal untuk beristirahat.
“Perasaan menyesal masih saja menyelimuti dirinya.” Taemin menatap Krystal nanar. Memang, kejadian yang membuat Minho sampai seperti ini melibatkan Krystal.

.Flashback.

“Ya! Jung Krystal! Kau tidak mau mendengar penjelasanku? Aku dan dia hanya sekedar teman.” Minho terus mengikuti jalan Krystal yang bisa dibilang terlalu cepat itu.
Krystal diam dan terus berjalan. Wajahnya sungguh kusut. Ya, Krystal sedang kesal kali ini.
“Ya! Soojungie!” Minho belum menyerah. Dia tetap mengikuti Krystal kemanapun demi sebuah penjelasan. Dia harus menjelaskan semuanya. Tapi Krystal tidak mau mendengar penjelasan itu sama sekali. Dia masih sakit hati membayangkan kejadian yang baru ia lihat. Minho, berjalan bersama Yuri. Ya, Krystal sebenarnya tahu Yuri bukanlah siapa siapa Minho. Tapi entah, gadis ini masih saja tetap pada pendiriannya.
“Sudahlah oppa, aku butuh waktu sendiri..”
Krystal menapakkan kakinya ingin menyebrang jalanan.
“Tapi—Krystal-ah! Hati hati!!!”
“Kyaaaa!!!!”
Krystal berteriak hebat. Satu mobil sudah siap untuk menabraknya saat ini. Lampu sen mobil itu sungguh jelas dimata Krystal.
Blak. Krystal terjatuh. Ya, dia terjatuh kepinggir jalanan. Bukan tertabrak mobil tadi. Tapi……
“Minho oppa!!!!!!”
Seketika Krystal lupa cara bernafas yang baik itu bagaimana. Dia tidak dapat mengatur keluar masuknya udara dari hidung dan mulutnya. Lutunya seperti habis dipukul menggunakan benda keras. Lututnya lemas sekali.
Krystal berlari menuju Minho yang sudah tergeletak dengan darah yang deras mengalir dipelipisnya. Mata Minho masih terbuka.
“Oppa!!!” Krystal meraih kepala Minho yang sudah dipenuhi darah. Sampai sampai tangan Krystal terkena darah yang berasal dari kepala Minho.
“K-Krystal-ah..” Minho memegang pipi Krystal dengan tangan yang lemah.
“Oppa!!”
Mata Minho tertutup. Tangannya sudah terjatuh begitu saja ketanah.

.End Of Flashback.

Krystal, gadis yang selalu ceria, terlihat cerah dimana saja dan dengan siapa saja.
Tapi sekarang, tidak pernah tidur, tidak bernafsu makan, hanya bisa mengeluarkan air matanya, duduk disamping Minho, terus menerus menyalahkan dirinya sendiri. Ini yang dilakukan Krystal setiap hari semenjak Minho dinyatakan koma. YaTuhan.. Krystal sungguh gila. Betapa cintanya gadis ini pada kekasihnya.
“Kau mau makan Krystal?” Taemin mendekati Krystal yang masih memegangi tangan Minho dengan tangan kanannya. Tangan yang satunya memegang kalung berbentuk hati yang ditengahnya terdapat permata cantik yang menggantung dileher Krystal. Kalung yang Krystal kenakan ini sama dengan kalung yang menggantung di leher Minho. Ya, couple necklace.
Krystal hanya menjawab dengan gelengan. Matanya semakin sembab. Terlihat warna hitam samar dibagian kelopak matanya.
“Nanti jika kau sakit Minho oppa akan marah padamu.” Kini Sulli ikut mendekati Krystal.
Pasangan kekasih ini; Taemin dan Sulli, tidak pernah berhenti untuk membujuk Krystal agar menenangkan dirinya.
Krystal kembali menggelengkan kepalanya.
Taemin menghela nafasnya.
“Yasudah, jika kau merasa lapar, ini makananmu ya.” Taemin menaruh sekotak makanan dimeja dekat Krystal berada.
“Ya, terima kasih ya.” Krystal tersenyum. Senyum yang ia paksakan.
“Krystal-ah, kau tidak ingin pulang?” Sulli merangkul pundak Krystal. Krystal kembali menggelengkan kepalanya lemah.
“Aku ingin disini sampai Minho oppa sadar.”
Sulli tidak menjawab, hanya mengusap kepala Krystal dengan lembut.
“Ssul,” tiba tiba Krystal memanggil Sulli.
“Ya?”
“Apa yang harus aku bilang kepada keluarga Minho oppa?”
Krystal menundukkan kepalanya. Keluarga Minho sudah dikabarkan tentang Minho ini. Sekarang mereka sedang dalam perjalanan ke Seoul. Ya, keluarga Minho bukan di Seoul, melainkan menemani kakak kandung Minho yang sedang menuntut ilmu di Amerika. Minho sudah lama tinggal sendirian disuatu rumah yang cukup besar. Rumah yang cukup besar, tetapi tinggal sendirian? Hm, Minho dilahirkan digolongan keluarga yang serba berkecukupan memang.
“Bilang saja kejadian yang sebenarnya.” Ujar Sulli sambil menenangkan Krystal.
“Pasti nanti mereka akan membenciku…….”
“Siapa bilang? Itu tidak mungkin!”
“Yuri noona?” Pandangan berhambur menuju sesosok perempuan cantik yang berdiri didepan pintu ketika Jonghyun menyebutkan namanya.
“Hai! Bagaimana keadaan Minho?” Yuri segera mendekati tempat tidur Minho.
“Begitulah. Kata dokter darah yang ada dikepalanya itu terus menerus keluar” Jonghyun mewakili mereka untuk menjawab.
“Apa dia sudah sempat sadar?” Tanya Yuri lagi. Semua orang yang ada disana menggelengkan kepalanya dengan lemah.
“YaTuhan..” Respon Yuri setelah melihat jawaban gelengan dari mereka.
“Apa keadaannya sebegitu parah?”
“Kami juga tidak tau.” Kini Sulli yang menjawab.
“Ini semua karenaku.. Karena kebodohanku!” Krystal menundukkan kepalanya. Sampai kapan anak ini akan menyalahkan dirinya sendiri seperti ini?!
“Tidak Krystal. Ini bukan salahmu.” Yuri meraih pundak Krystal dan mengusap kepalanya dengan pelan.
“Ini salahku unnie. Jika aku menghilangkan sifat keegoisanku itu, ini pasti tidak akan terjadi!”
“Tenanglah.. Dia pasti akan sadar.”
Yuri terus menenangi Krystal.
Yuri memang bukan siapa siapa Minho, tapi Yuri adalah teman satu kuliah Minho yang selalu mengajari Minho materi apa saja yang ia tidak mengerti.
Ya, Yuri. Orang yang Krystal ‘cemburui’ itu.
“Kau sudah makan Krystal?” Yuri bertanya setelah ia melihat makanan yang masih utuh dimeja samping Krystal. Krystal menggeleng pelan.
“Nafsu makanku hilang unnie.”
“Krystal-ah. Kau harus makan. Jika kau tidak makan kau akan sakit. Dan Minho pasti akan sedih kan?” Krystal tersenyum mendengar ucapan Yuri.
“Terima kasih unnie. Tapi aku akan memakannya nanti.”
“Kalau begitu kau harus istirahat sekarang. Ayo! Tidurlah disana.” Yuri menuntun tubuh Krystal menuju soffa. Krystal mengikuti ajakan Yuri. Tidak dapat dibohongi, Krystal sungguh lelah sekarang. Beberapa hari jarang makan, tidak istirahat sama sekali. Gadis ini sungguh nekat.
“Tidurlah untuk beberapa waktu.” Yuri mengambil selimut yang diberikan Taemin barusan dan menutupi tubuh Krystal. Perempuan ini sungguh perhatian pada Krystal.

.
.

“Ah, annyeong noona!” Taemin membungkukkan tubuhnya sempurna. Diikuti dengan Sulli. Mereka menyambut perempuan bertubuh tinggi dan super ramping itu yang baru memasuki kamar rawat Minho.
“Annyeong.” Perempuan itu membalasnya. “Bagaimana keadaan bocah ceroboh ini, Taemin?” Tanya perempuan itu sembari mendekati Minho.
“Dia belum sadarkan diri juga. Kepalanya setiap hari mengeluarkan banyak darah terus menerus.” Jawab Taemin. Beberapa detik kemudian Jonghyun datang.
“Ah! Sooyoung noona! Annyeong.” Jonghyun membungkukkan tubuhnya pula. Ya, Sooyoung. Choi Sooyoung adalah kakak kandung Minho yang bersekolah di Amerika.
“Annyeong Jjongie.” Sooyoung tersenyum pada Jonghyun. Dengan tatapan tidak sengaja Sooyoung melihat Krystal yang masih tertidur pulas disudut soffa kamar itu.
“Oh? Krystal? Kenapa dia tertidur disini? Kasihan sekali.” Sooyoung menatap Krystal. Lantas yang lainnya ikut menatap Krystal pula.
“Dia belum tidur selama 3 hari ini dan terus terusan menangis menunggui Minho, unnie” Sulli menatap Krystal dengan tatapan sendu. Wajah Krystal yang polos membuat mereka semua tidak tega melihat Krystal hanya tidur disoffa.
“Benarkah? YaTuhan..”
Drrt.
Ponsel Sooyoung bergetar. Diaraihnya ponsel yang masih terpendam didalam tasnya itu.
“Ck.” Decakan kecil terdengar dari bibir Sooyoung ketika membaca sebuah sms dari seseorang.
“Mereka gila!” Tiba tiba Sooyoung mengumpat.
“Ada apa noona?” Jonghyun bertanya.
“Ayah dan ibu tidak bisa datang karena ada urusan disana. Benar benar tidak bisa berpikir mereka. Hanya karena urusan pekerjaan mereka mengabaikan Minho? Yaampun!” Sooyoung memperlihatkan raut kekesalan dari wajahnya. Beginilah nasib anak yang hidup dikeluarga serba sibuk.

.
.

“Krystal lihat! Tangan Minho bergerak!” Sulli sedikit meninggikan suaranya. Krystal yang masih antara sadar atau tidak beranjak dari soffa. Dia baru saja terbangun dari tidurnya.
“Huh? Minho oppa?” Seketika mata Krystal yang tadinya setengah sadar sekarang sudah sadar sempurna.
“Kau pasti bisa membuka matamu!” Krystal segera memegang tangan Minho dengan erat. Wajahnya panik, namun ekspresi bahagia sedikit terukir karena Minho telah menggerakkan tangannya.
“Cepat panggil dokter!” Suruh Taemin. Krystal segera berlari entah kemana. Beberapa menit kemudian segerombolan orang berbaju putih sudah memasuki kamar rawat itu.
Otomatis semuanya keluar dan menunggu diruang tunggu dengan perasaan yang berdebar.

“Lama sekali!!!” Gerutu Krystal. Dia terus menerus menggosokkan kedua tangannya. Tegang. Sangat.
“A-ah? Sooyoung unnie?” Krystal membelalakkan matanya. Dia baru tersadar bahwa Sooyoung sudah datang.
“Krystal-ah!” Sooyoung mendekati Krystal dan memeluk gadis kecil ini.
“Unnie! Maafkan aku—” Ya, pasti Krystal akan menyalahkan dirinya lagi.
“Sudahlah. Aku sudah mendengar semuanya dari Jonghyun. Kau tidak perlu menyalahkan dirimu seperti ini terus.” Sooyoung membelanya. Kakak dari Minho ini sudah dekat dengan Krystal.

“Krystal-ah! Kau belum juga makan kan?” Tiba tiba Yuri bertanya. Krystal menganggukkan kepalanya pelan. Sooyoung menatap Krystal kaget. Dia tidak menyangka Krystal belum mengisi perutnya sama sekali sampai saat ini.
“Ck! Makan cepat! Aku yakin disekitar sini ada kantin atau semacamnya. Minho pasti sebentar lagi sadar. Jika dia melihat keadaanmu lemah. Dia pasti akan kecewa.” Lanjut Yuri. Krystal menganggukan kepalanya. Krystal memang benar benar lapar saat ini.
“Biar aku temani.” Sulli merangkul lengan Krystal. Sementara Yuri, Taemin, Jonghyun dan Sooyoung masih menunggu. Suasana tegang semakin menyelimuti mereka.

.
.

“Krystal-ah! Minho oppa sudah sadar!”
Tanpa —babibubebo— lagi Krystal menutup telephone dari Yuri dan memasukkannya kesaku bajunya. Langsung meninggalkan begitu saja makanan yang baru saja ia makan setengahnya.
Krystal berjalan dengan langkah terburu buru menelusuri koridor rumah sakit itu setelah selesai makan dikantin rumah sakit tadi.
“Krystal, bisakah jalanmu pelan pelan?” Gerutu Sulli yang tidak kuat mengikuti jalan Krystal.
“Aku tidak sabar melihat Minho oppa! Yuri unnie bilang dia sudah sadar Sulli!”
“Ya, aku tau. Tapi jangan terlalu cepat berjalan seperti ini.”
Krystal tidak menjawab. Ia hanya meneruskan jalannya. Hatinya sudah berdebar. Akhirnya Minho sadar. Walaupun Minho sadar ketika ia masih berada dikantin untuk makan, tapi dia tetap bersemangat berjalan menuju kamar dimana Minho dirawat.

Cklek.
Krystal membuka pintu dengan senyuman merekah.
Dilihatnya Minho yang sedang tertawa bersama Jonghyun dan Taemin, Sooyoung, serta Yuri disana.
“Minho oppa!!” Krystal berlari mendekati Minho yang sudah sadarkan diri dan sudah dapat mendudukkan posisinya. Krystal memeluk Minho. Erat sekali.
Minho diam. Tidak merespon apapun. Dan juga tidak membalas pelukan Krystal. Wajah Minho juga sangat datar. Tidak terlihat raut wajah senang sama sekali. Ada apa ini?!
Krystal melepas pelukkan itu sambil masih tersenyum.
“Dia siapa?” Minho mengeluarkan suaranya dan menunjuk Krystal.
Astaga.
Suasana menjadi diam.
Minho-tidak-mengenal-Krystal-?
“Op-oppa—”
“Kau siapa? Jonghyun hyung, apa dia kekasihmu?”
Jonghyun-Taemin-Sulli-Yuri-Sooyoung saling memandang satu sama lain. Bingung. Sangat.
“Choi Sulli, Lee Taemin, noona, apa aku mengenalnya?” Minho kembali bertanya.
Krystal terdiam. Apa maksud ini semua? Apa maksud Minho berbicara seperti itu? Sedetik kemudian hati Krystal entah kenapa menjadi sangat sakit. Seperti ditusuk oleh suatu benda yang paling tajam didunia ini.
“Hyung! Kau tau siapa aku?” Taemin menunjuk dirinya sendiri.
“Ya!! Jangan mengeluarkan pertanyaan bodoh!”
Semuanya saling berpandang lagi. Kenapa Minho tidak mengenal Krystal?!
“Minho oppa..” Dapat dirasakan suara Krystal bergetar sekarang. Minho memandang Krystal dengan tatapan datar.
Bagaimana bisa Minho lupa pada kekasihnya sendiri?
Dapat dirasakan otak Krystal kini tidak bisa berpikiran jernih. Kelopak matanya sudah ingin mengeluarkan air sekarang. Sungguh, rasanya sakit sekali.
.
TBC🙂
.

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , , , , | 19 Comments

Post navigation

19 thoughts on “The Brightness [Part 1]

  1. hyun gi

    Waaaa minstal😮
    Lanjutannya cepet ya😀

  2. novianti sitorus

    kasiaan krystaal😦 ko minho ngga kenal krystal ??
    seruu lanjuut yaaa😀

  3. krystalized

    minho oppa, knpa kau mlupakan krystal. T.T
    jungie tabahkan hatimu *peluk jung erat*

  4. @hyun gi: sip hehe ditunggu ya🙂
    @novianti: haha sip makasih yaaa {}

  5. @krystalized: huhuhu T_T *nangis dipeluk taelli* hehe sabar juga yaaaa

  6. Lanjut ya eon😀 seru kok. Kesian. Udah nggak makan, dihantuin rasa bersalah, amnesianya cuma sama krystal! Kalo jadi krys, tabah deehh

  7. qinqin

    kayak adegan yang di bbf deh,semangat ya buat part selanjutnya

  8. hahaha….. Lupa ama kekasihnya gak papa lah, asal jngn lupa ama sang pencipta. Hahaha ^_^

  9. Bener kan -___- Minho jahat lu -__- Awas aja kalo suka sama Yuri ta’ tabok dirimu!
    Ih Ih Krystalnya kasian dilupain sama Minho taulah gimana rasanya jadi Krystal😦
    Semoga Minho cepet inget sama Krystal dan boleh suka sama Yuri hanya sekilas !

    HUAHAHA Great FF chinguu😀
    Oh iya boleh kenalan ? Fira Imnida 13 y.o😀 Intro ?

  10. Hajarnana11

    Sdih nih.. Kok minho tega bget sih amnesiax cmn sm krystal ;(
    Lnjuttttt…

  11. AyoonaImKim

    Lanjutt!!!

  12. @qinqin: iyaaa ini terinspirasi dari sana emang adegannya wkwk.
    @firaeffects hahaha auknih minho jahat banget jadi pengen cium minho deh(???) Wkwk boleh boleh aulia, 14yo hehe.
    @hajarnana11 sedih ya? Alhamdulillah(?) Hehe thanks ya🙂

  13. choihairi

    haha..bru bca ff ini skrang🙂 lanjut ya oen..klo bsa secepetanya soalny udah gk sbar mau baca ,apalagi d tmbh sma minstal couple…. :}
    Faighting oen buat ff slanjutny :))

  14. lanjut😀

  15. kasian bnget Krystal eonni😦
    Kenapa Minho oppa lupa ma Krystal eonni? Sedang Taemin oppa dll masih di ingat…😦
    Ditunggu part slanjut’y😀

  16. Ziakyu

    Wah kenapa ff ny nggak di lnjutin, padahal ceritany bagus. Berharap ini ff dilanjutin. Fighting thor😀

  17. Lanjuuuuuut

  18. khalisha adelia aziza

    sayang bgt gk dilanjut

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: