i’m not bad boy

Author: hyominstal

Genre:  romance *kayanya gak ada deh*, friend ship.

 

Cast: Jung Soojung

Choi Minho

 

Disclaimer: plotnya punyaku, semua castnya milik tuhan. Cerita ini murni milik aku. Dan tanpa adanya copy paste dan plagiat. Jadi mohon untuk para readers yang senantiasa baca ff gaje ini harap meninggalkan jejaknya.

 

 

“kau harus mati Jung Soo Jung”

Krystal terbangun dari mimpi buruknya. Keringat dingin bercucuran di dahinya.

Bisa dibilang, ini adalah keempat kalinya Krystal bermimpi seperti itu.

Krystal mengambil segelas air putih di meja dekat tempat tidurnya.

Nafasnya tersenggal-senggal, gigi putihnya bergemetar kecil.

“hh~ hh~ kenapa aku selalu memimpikan itu?”

Sekali lagi diteguknya air putih itu.

Krystal memandang jam dinding dikamarnya.

Baru jam satu?

Shit.

Ini memang terlalu pagi jika harus bangun, tapi apa dia akan tertidur lagi setelah dia bermimpi aneh?

Krystal membuka selimutnya, dan berjalan ke dapur untuk mengambil minum karena air dalam segelas itu sudah habis diteguknya.

Krystal membuka pintu dapur perlahan. Namun_

“ahhh”

“meong..meong..”

“ahh rupanya kau Dadoong. Kenapa kau ada disini? Cepat kau pergi, nanti majikanmu akan memarahiku lagi karena kau tidak ada di rumah dan malah ke rumahku”

Entah karena itu mengerti dengan ucapan Krystal, Dadoong (kucing Thunder) pergi dari rumah Krystal.

Thunder dan Krystal memang dekat, bahkan ibu mereka pun sangat dekat.

Tililit..tililit..

“yoboseyo?”

“Krystal-ah, kau melihat kucingku?”

“dia tadi ke rumahku, tapi aku sudah suruh dia pulang karena mengganggu aku”

“dia belum pulang Soo Jung”

“itu bukan urusanku”

“Jung Soo Jung, kau harus bertanggung jawab. Kau harus mencarinya sekarang juga!”

“eh? Kenapa harus aku? Kamu saja yang cari”

“tidak bisa, kau harus mencari Dadoong”

“ini sudah malam Cheondung-ssi”

“tidak bisa. Kau harus pergi sekarang juga”

“ahh ne, baiklah”

Klik

Krystal menutup sambungan itu.

Aish, kenapa harus dia yang mencari kucing hutan itu? Kenapa bukan majikannya?

Menyusahkan sekali.

“oke, mungkin Dadoong tidak akan jauh dari sini”

Krystal dengan malasnya, berjalan keluar rumahnya.

Untung orang tuanya ada di San Fransiso, kalau ada mungkin dia akan dimarahi oleh ibunya karena keluar malam-malam.

“Dadoong kau kemana? Ayo cepat pulang”

Krystal berteriak-teriak memanggil nama Dadoong seolah Dadoong itu adalah manusia.

“Dadoong, Dara-Cheondung. Hahaha”

Dengan isengnya Krystal menyingkat nama Dadoong..

“meong..meong” dengan pendengaran Krystal yang tajam, dia bisa mendengar suara kucing (?)

“Dadoong? Kau kah itu?”

Dengan ragu, Krystal berjalan mengikuti sumber suara.

“meong..meong”

“Dadoong?”

“hey…Nona, kau pemilik kucing ini?”

Seorang pria dengan memakai sweeter yang berwarna biru itu berjalan ke arah Krystal dengan seekor kucing di tangannya.

Kucing?

“Dadoong? Ahh gomawo sudah menemukan Dadoong”

Krystal membungkukkan badannya.

“kau pemilik kucing ini?”

“ahh bukan. Kucing itu milik sahabat saya”

“eng?”

“kenapa? Kau bingung karena aku bukan pemilik kucing itu, tetapi aku mencarinya?”

“ahh tidak. Lupakan saja”

Sejenak percakapan mereka berhenti sampai disitu.

“ahh ini kucingnya”

Akhirnya lelaki itu kembali berbicara memecah keheningan diantara mereka.

“ahh iya gomawo” Krystal menerima Dadoong dari tangan lelaki itu.

“maaf, nama kamu siapa?”

“panggil aku Minho, Choi Minho. Nona sendiri?”

“jangan panggil aku Nona. Aku Krystal Jung. Atau kau bisa memanggilku Jung Soo Jung atau apalah”

Deg

Minho tampak kaget ketika Krystal mengucapkan kata ‘Jung Soo Jung’

“namamu Krystal, atau Soo Jung?”

“ahh kau tidak mengerti rupanya? Aku Jung Soo Jung, karena aku pernah tinggal di San Fransisco, namaku menjadi Krystal”

Deg

Sekali lagi Minho tampak  kaget.

‘apa dia Jung Soo Jung yang aku cari?’ Minho membatin.

“Oppa, uppss Minho-ssi. Kau tidak melamun ‘kan?”

Krystal menggerak-gerakkan tangan di wajah Minho.

“ahh tidak. Aku tidak melamun.  Ohh  iya panggil saja aku Oppa, itu juga kalau kau mau. Tidak usah sungkan”

Minho berbalik hendak meninggalkan Krystal.

Senyuman yang tidak bisa diartikan itu menghiasi wajahnya.

Dan dia mulai berjalan walaupun itu pelan.

“sampai jumpa Minho Oppa”

Krystal melambaikan tangannya, walaupun tidak bisa dilihat oleh Minho.

“Dadoong, kau mau mengenalkanku pada lelaki tampan itu ya?”

Saking senangnya, Krystal mencium Dadoong yang tadi dia sebut kucing hutan itu.

 

.

 

“Krystal! Namja chingumu ada di luar”

Dongho, teman sekelas Krystal yang selalu menyontek itu memanggil-manggil Krystal.

Namja chingu?

Krystal menaikkan alisnya, dia sama sekali tidak mempunyai namja chingu.

Karena penasaran, Krystal memutuskan untuk berjalan kea rah pintu

“kau jangan berbohong padaku Shin Dongho. Aku tidak mempunyai nam—, Oppa?”

Krysta tertohok ketika melihat seseorang dihadapannya adalah orang yang tadi malam dia temui sedang bersender di dinding.

Keren sekali.

“aku ma mengembalikan ini”

Minho menyodorkan sebuah bando berwarna pink pada Krystal *mirip yang di hot summer*.

“uh?”

Tunggu.

Perasaan kemarin dia tidak memakai bando.

Dan lagi pula bando yang seperti itu hilang.

Aneh.

“aku menemukannya kemarin malam. Mungkin kamu tidak merasakan kalau bando itu jatuh”

Bukan tidak merasakan, tapi dia memang tidak memakai bando.

Tapi dia memasang wajah tidak tahu. Dia membiarkan Minho berbohong, mungkin dia ingin memberikan bando itu pada Krystal.

Mungkin.

“ahh terima kasih”

Krystal menerima bando itu dan menciumnya.

Mm~ wangi parfum.

“aku pergi dulu cantik sampai jumpa”.

Deg

Apa benar Minho menyebutnya cantik?

Minho mengerlingkan matanya dan beranjak pergi meninggalkan Krystal.

Mm~  lelaki itu telah sukses membuat pipinya merah.

“ahhhh Choi Minho upps”

Untung tidak ada siapa-siapa.

“Dongho-ah”

Krystal berlari ke kelas dan menyambar Dongho yang sedang mengerjakan PR yang tidak diselesaikan di rumah itu.

Dipeluknya Dongho erat.

“hey..Krystal-ah..akk..ku..tidak..bisa bernafas”

Krystal melepaskan pelukannya.

“ahh mianhae”

“kau kenapa?”

“sepulang sekolah, kamu boleh membeli apapun yang kau mau. Aku yang bayar”

“memangnya ada apa?”

“tidak. Aku hari  ini sedang baik, dan ingin mentraktimu”

“jinjja? Baiklah, sepulang sekolah. Aku tunggu di gerbang”

Krystal hanya mengangguk.

Entah kenapa rasanya dia senang sekali. Padahal dia baru dua kali bertemu dengan lelaki itu.

Memandang bando itu sejenak, dan memeluknya.

 

.

 

“mm~ umma-appa aku akan membalaskan dendam kalian pada keluarga Kim Kibum *anggep aja Kibum itu ayahnya Jungie. Tapi maaf beda marganya*. Mereka harus menderita bahkan mati seperti umma dan appa. Mereka harus menderita”

Minho menatap tajam kedua batu nisan yang bertuliskan nama Hwang Mi Young dan Choi Siwon.

“Umma, Appa aku pergi dulu. Jaga diri kalian baik-baik dan sebentar lagi keluarga Kim Kibum juga akan menyusul kalian”

Mencium kedua batu nisan itu lembut, dan Minho benar-benar pergi meninggalkan makam kedua orang tuanya.

“appa-umma, kita mau kemana?” Minho kecil itu  bertanya pada Siwon dan Tiffany yang sedang duduk di depan.

“kemana ya? Pokoknya kamu bakal senang. Lihat saja nanti Minho”

“tapi Mino ingin tahu kita mau kemana?”

“sekarang tanggal berapa?” Tiffany bertanya pada putranya.

“tanggal 9 Desember, hari ulang tahunku yang ke 10. Umma dan appa mau merayakan hari jadiku?”

Siwon dan Tiffany hanya mengangguk.

“hh~ aku lelah ummaa. Aku ingin tidur”

“tidurlah sayang, dan setelah kamu bangun, kamu akan mendapatkan kejutan”

“Oppa, bagaimana dengan perusahaan kita yang ada di Hyundai?” Tiffany memulai pembicaraan.

“akan diambil alih oleh Kibum, kau tahu kan Kibum?” sontak Tiffany langsung menatap tajam Siwon yang sedang berkonsentrasi mengemudi itu.

Wajahnya tidak suram.

Apa dia hanya tenang-tenang saja?

“maksud Oppa, Kibum Oppa temanku waktu di Amerika?”

Tanpa mereka sadari dari tadi, ternyata Minho kecil tidak tidur, melainkan hanya tidur-tiduran di jok belakang, dan mendengarkan percakapan mereka.

“ne, dia yang akan mengambil alih perusahaan Hyundai”

“lalu bagaimana dengan nasib kita?”

“kita tidak butuh harta, karena harta yang paling berharga di dunia ini sudah aku miliki”

“apa?”

“memiiki seorang anak laki-laki yang bandel dan memiliki istri secantik kamu”

Greb. Rasanya pipi Tiffany merah.

Tiffany mengambil sebuah cermin dari tasnya.

Ouh ternyata benar, pipi Tiffany merah.

“Oppa”

“ne? kamu mau mengatakan kalau pipimu merah?”

“Opppppaaaa” Tiffany memukul-mukul pelan lengan Siwon.

Tanpa mereka sadari, sebuah mobil sedan merah itu sedang melaju cepat ke arah mereka.

“Oppa awas”

Brakk duargghhh

Tes..tes..tes

Minho membuka matanya perlahan, kepalanya sakit sekali.

Dia memegang kepalanya yang sakit itu, dan menyadari adanya sesuatu yang berwarna merah itu mengalir di dahinya.

Dia mencoba untuk menjelaskan penglihatannya.

“Umma? Appa?” kagetnya pelan.

Dia mencoba untuk berdiri.

Berhasil.

Dengan perlahan, dia berjalan mendekati kedua orang tuanya yang tekapar di tanah dengan darah yang tidak ada habis-habisnya keluar dari tubuh mereka.

“Umma, Appa bangun, bangun kumohon” air mata itu keluar membasahi ke dua pipinya.

“eng?” keningnya berkerut ketika menyadari sebuah kertas kecil tergeletak begitu saja di lantai.

“Kim..Ki..Bum. mwo? Kibum Ahjussi?” darahnya seakan berhenti mengalir ketika melihat tulisan yang berada di kartu nama itu.

 

.

 

“TIDAKK~ hh..hh..hh..”

Ternyata hanya mimpi, tapi kenapa mimpi itu terasa nyata?

“umma-appa”

Minho memeluk bingkai fhoto Siwon dan Tiffany. Air matanya keluar.

Walaupun ini terasa konyol bagi seorang Choi Minho, tetapi dia tidak menahannya kalau dia kesepian.

Tililit..tililit..

Minho mengambil ponselnya yang ada di meja dekat ranjangnya.

“yoboseyo?” Minho mencoba agar suara seperti biasa.

“annyeong! Minho-Ah, kau belum tidur?” Minho melirik sekilas ke arah jam dinding ketika –Yuri-, kekasihnya bertanya.

“ne, aku belum tidur. Noona juga?”

“iya, aku belum chagi~”

“oohh. Lalu kenapa Noona menelponku?”

“tidak, hanya saja aku ingin menanyakan kabarmu saja. Aku tutup telponnya”

Aneh.

Kenapa sepertinya ada sesuatu yang Yuri sembunyikan.

Klik.

Minho menghela nafas panjang.

Dia sangat tahu sekali Yuri, dia tidak pandai menyembunyikan masalah.

Tapi kali ini Minho tak perduli dan melanjutkan tidurnya.

“semoga tidak mimpi buruk lagi”

Dia menarik selimut agar menutupi tubuhnya, dan mulai menutup matanya.

2 TAHUN KEMUDIAN

“Krystal-Ah”

Krystal menoleh ketika melihat seorang namja dan dua orang yeoja mendekat ke arahnya.

“Annyeong”

“kau sekolah disini juga rupanya?”

“iya Dongho-ssi, aku juga tidak menyangka kalau kita bisa satu sekolah lagi”

“eh Krystal  perkenalkan mereka berdua temanku. Sulli, Jiyoung, dia Krystal”

Dongho memperkenalkan dua orang yeoja itu pada Krystal.

“aku kira mereka berdua ini kekasihmu. Perkenalkan namaku Krystal Jung Soo Jung” Krystal menyalami Sulli dan Jiyoung.

Mata Krystal membelalak kaget ketika melihat namja yang keluar dari mobil.

“Krystal? Kau kenapa?” Sulli menggerak-gerakkan tangannya di hadapan Krystal.

Sementara Dongho, dia mengikuti arah mata Krystal.

“rupanya lelaki itu” sahut Dongho pelan.

Krystal tak menyangka selama dua tahun ini, akhirnya dia dipertemukan kembali dengan

CHOI MINHO.

“aku kira kau sudah melupakannya” hanya dengan sekali gelengan (?) itu semua sudah menjawab ucapan Dongho.

“dia bersekolah disini kah?” akhirnya gadis yang beberapa detik ini diam angkat bicara.

“cepat ayo kita masuk, siapa tahu saja ada pengumuman. Kajja” krystal menarik tangan Dongho dan diikuti oleh Sulli dan Jiyoung.

“Annyeong haseyo”

“annyeong saem” kompak semua ‘mahasiswa’.

“kali ini aka nada pengumuman dosen baru disini. Cepat perkenalkan dirimu Minho”

Seorang namja masuk ke ruangan itu dengan senyum yang menjadi penambah  kharismanya.

“Annyeong! Aku bukanlah orang yang pandai berbicara, saya hanya akan membutuhkan waktu 10 menit untuk perkenalan saja, karena 10 menit terlalu lama untuk saya” ucapnya sebelum berbicara.

“10 menit lama? Hh~ bukankah seorang dosen atau guru itu harus pintar berbicara. Bagaimana bisa mengerti kalau Cuma 10 menit berbicara” Jiyoung mendengus kesal.

“namaku Choi Minho, atau kalian  bisa memanggilku Minho songsaenim, tapi itu juga kalau kalian mau karena sepertinya aku dan kalian umurnya tidak jauh berbeda”

“Minho saem sepertinya pendingin ya?” Sulli akhirnya angkat bicara.

“dingin? Ya dingin kaya es” balas Dongho dan mendapat tatapan tajam Krystal, mungkin itu karena kesal.

“ahhh baiklah”

“cukup sampai disitu perkenalannya, itu juga sudah lebih dari 10 menit”

“ssshhh~ Minho songsaenim itu benar-benar keterlaluan ya? Dosen itu harus banyak berbicara” Jiyoung kembali kesal dengan lelaki yang berdiri di depan sana.

Krystal menatap sekilas ke arah Minho.

Dan yang membuat dia kaget sekaligus senang adalah Minho mengedipkan matanya ke arah Krystal.

Mumpung Minho sedang melihat ke arah Krystal, Krystal mengambil sesuatu dari tasnya berupa bando. Ya, bando yang diberikan Minho dulu. Dia mengangkat bando itu ke atas.

“hey Krystal, kenapa kau mengangkat bandomu?” Jiyoung dan Sulli saling bertatap.

“diam sajalah”

“Minho songsaenimmenuju kesini? Omona” Krystal menunduk ketika Minho menghampirinya.

“eh?” kagetnya ketika Minho merebut bandonya.

Dan.

Dan  melemparnya ke sembarang tempat.

Krystal membuka mulutnya tak percaya.

“tidak baik mencari perhatian orang lain dengan menaikkan bandomu agar aku tertarik” ucapnya dingin.

Hah? Mencuri perhatian orang lain? Bukankah dia sendiri yang mencari perhatian banyak siswa?

Matanya tak dapat berbohong untuk menyembunyikan air matanya.

Dia berlari, dan berhenti sebentar di pintu. Menatap Minho tajam, dan Krystal benar-benar pergi.

“huuuuu” sorakan para mahasiswa.

“DIAM SEMUA”

Diam.

Semuanya diam ketika minho membentak semuanya.

..

“hh~ hh~ jahat sekali dia hiks..hiks.. apa dia tidak mengingatku lagi?”

“aku masih mengingatmu”

Buru-buru Krystal mengusap air matanya ketika didengarnya suara berat yang sangat dia kenal dan rindukan.

“mianhae” ucapnya datar.

Krystal mengangguk.

‘kenapa aku bisa seejahat itu padanya? Minho, seharusnya kau baik padanya agar dia bisa percaya’ Minho membatin.

“kenapa Oppa bisa sejahat itu padaku?”

“ahhh mianhae Soojung-Ah, aku tadi tidak percaya kalau itu kau”

Sekali lagi Krystl mengangguk.

 

.

 

Sejak kejadian itu, Minho dan Krystal semakin akrab, kadang mereka selalu pulang bersama.

“Oppa, kau tidak mau mampir terlebih dahulu?” Krystal melepas helm dan memberikannya pada Minho.

“bolehkah?”

“boleh, tidak ada ssiapa-siapa di rumah, jadi aku boleh mengajak lelaki ke rumah, asal tidak menginap saja hihihi”

Minho menurut, dia masuk  ke rumah Krystal. Dia sangat tahu sekali rumah ini, rumah pamannya.

“mau aku buatkan apa?”

“apa saja” Krystal berjalan ke arah dapur.

Minho memandang ke setiap sudut rumah ini. Tidak sopan memang. Tapi rumah ini memiliki kenangan tersendiri bagi Minho. Saat dia bermain sepak bola dengan Kibum, dia selalu menghabiskan waktunya disini. Tapi itu dulu. Saat dia belum tahu kalau Kibumlah yang membunuh orang tuanya agar mendapatkan perusahaan milik ayahnya.

“sudah lama menunggu?”

Minho kembali tersadar. Dia tersenyum ketika Krystal menyodorkan minuman yang dibuatnya. Tunggu. Kenapa dia harus tersenyum? Mungkinkah dia mulai menyukai Krystal?

Mungkin…

“Krystal”

“mm~”

Krystal menoleh.

Dan

Bibir Minho sudah menempel di bibir Krystal saat dia menoleh.

Apa yang merasuki Minho sampai dia harus mencium yeoja yang seharusnya dia benci.

Dan malam itu sesuatu yang tak harus dilakukan oleh mereka terjadi.

*mian ya gak diceritain adegannya/plakk*

Semenjak kejadian itu, Minho dan Krystal menjadi dekat, bahkan lebih dekat dari sebelumnya. Mereka mengganti status mereka yang pada awalnya itu sebatas murid dan guru, menjadi pasangan kekasih.

Dan ada sesuatu yang mengganjal di hati Minho, kenapa dia seperti tdak tega berbuat seperti ini pada Krystal? Terlebih dia sudah mengambil sesuatu yang paling berharga yang dimiliki Krystal.

“aishh Choi Minho, sadarlah. Kau tak boleh menyukainya apalagi mencintainya. Tidak boleh” tekadnya.

“Oppa”

Dia tahu betul siapa yang memanggilnya,  sebutan ‘Oppa’ dengan sedikit nada manja. Siapa lagi kalau bukan Krystal Jung.

“apa chagi~?”

“aku ingin makan di luar, ayo”

Minho menarik nafas panjang. Dan entah kenapa dia hanya bisa menurutinya. Seperti ada sihir. Ya, sihir dengan matanya yang menunjukkan sisi wajah polosnya.

 

“aku ingin milkshake. Kalau Oppa?”

“aku juga milkshake”

“mm~ kalau begitu milkshakenya dua”

Pelayan itu mengangguk dan meninggalkan Minho dan Krystal.

“hari ini orang tuaku akan dating”

Minho membelalakkan matanya. Kaget. Kenapa bisa secepat itu  dia bertemu dengan Kibum?

Tililit..tililit..

“yoboseyo?”

“….”

“apa? Appa sudah sampai di Seoul? Kenapa cepat sekali?”

“….”

“kalau begitu aku akan menjemput Appa”

“…”

“tapi kenapa tidak boleh?”

“…”

“baiklah”

Klik. Krystal menutup sambungan itu. Akhirnya pelayan datang dengan membawa nampan yang berisi minuman pesanan mereka.

Krystal menyeruput milkshake itu perlahan bagaikan tidak mau minuman itu cepat habis.

“Oppa”

“ne?”

Cup.

Krystal mencium pipi Minho sekilas.

“jeongmal saranghaeyo”

Dengan cerianya dan tak ada yang mengganjal di hati Krystal, dia mengucapkan itu. Minho diam. Memikirkan bagaimana nantinya hubungannya dengan Krystal mungkin. Dan bingung, karena dia sudah memiliki tunangannya –Yuri-

“hoeks..hoeks.. Oppa, aku pergi ke kamar kecil dulu. Oppa tunggu dulu disini”

Minho memandangi punggung Krystal yang mulai jauh itu. Dan menghilang di belokan sana. Diam. Dia takut sesuatu akan terjadi setelah ini. Mungkinkah semuanya akan baik-baik saja?. Semoga.

 

Setengah jam. Satu jam. Kenapa Krystal belum kembali?

Tunggu.

Kenapa dia harus perduli? Justru dia harus senang, kalau Krystal tidak kembali. Rupanya dibalik dendamnya, namja ini memiliki perhatian pada orang lain.

Dia menyusul Krystal, dia takut terjadi sesuatu pada gadis itu.

“aigoo, Krystal”

Dia menutup mulutnya seakan tidak percaya. Krystal tergeletak di lantai. Bodohnya dia tidak menyadarinya kalau satu jam tadi, krystal pingsan.

 

 

@hospital

“maaf, sebaiknya anda tunggu di luar” suster itu menahan tubuhnya agar tidak masuk ke dalam. Pikirannya kacau, memang.

Tililit..tililit..

Dia merogoh sakunya. Ponselnya tidak aktif. Dia mengecek ponsel milik Krystal. Ternyata benar, ponsel Krystal berbunyi.

My Dad.

“Kim Kibum?” kagetnya.

Pikirannya kacau. Bagaimana bisa dia menjawab telpon itu. Menarik nafas, dan mengeluarkannya perlahan.

“yo..yoboseyo?”

Gugup. Ya, dia gugup menjawab telpon pamannya.

“ini siapa? Mana Soojung?”

“dia..dia masuk rumah sakit”

“what? Oke, aku akan kesana”

Klik. Kibum akan datang kesini? Kenapa bisa secepat ini bertemu dengannya?

Shit.

“baiklah. Choi Minho, sekarang tantanganmu adalah menghadapi pamanmu. Hwaiting” dia menyemangati dirinya sendiri seolah akan bertempur dengan orang lain dalam medan perang.

 

..

“mana Soojungie?” seorang wanita berjalan ke arahnya dan diikuti oleh suaminya dari belakang.

“dia ada di dalam” wanita itu pergi ke dalam ruangan yang ditunjuk Minho.

“terima kasih telah menyelamatkan anakku”

Suara yang dia benci. Suara yang telah membunuh ke dua orang tuanya. Suara yang ingin menguasai harta keluarganya.

Minho menoleh.

“Siwon Hyung?”

“kenapa? Kau kaget? Aku bukan Choi Siwon, aku anaknya. Choi Minho”

Dengan lantangnya, dia mengucapkannya seolah menantang Kibum.

“Minho? Ahh ternyata itu kau. Ayo kesini, paman meridukanmu, rupanya kau sudah besar” Kibum hendak memeluk Minho, namun Minho menghempaskan tangannya.

“aku bukan Minho kecil, yang selalu kau tipu dengan wajahmu yang menunjukkan sisi baik. Sekarang, aku adalah Choi Minho yang akan menuntut balas atas kematian orang tuaku”

“kau tahu siapa yang membunuh mereka? Ceritakan pada paman, siapa yang membunuh mereka? Paman akan memasukkannya ke dalam penjara”

“tidak perlu, karena aku sendiri yang akan membunuhnya”

Minho mendekati Kibum dengan tatapan seolah ingin membunuhnya.

“kau mau apa? Kau mau memelukku? Ayo sini”

“aku tidak ingin memelukmu, tetapi aku ingin membunuhmu dengan tanganku sendiri”

Minho menaikkan tangannya agar bisa memegang leher Kibum.

“Minho jangan, kenapa kamu melakukan ini semua?”

“karena kau yang telah membunuh orang tuaku”

“bukan aku. Aku tidak membunuh mereka”

Minho menarik nafas, dia mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Kartu nama dengan bercak darah.

“kartu nama ini aku temukan saat aku kecelakaan, dan itu bukti kalau kau yang membunuh  orang tuaku”

“bukan. Bukan dia Minho” Minho menoleh dan mendapati seorang namja yang disampingnya ada beberapa polisi.

“aku yang mengendarai mobil sedan yang telah merenggut nyawa orang tuamu”

“siapa kau?”

“aku Park Jung Soo”

“lalu kenapa ada kartu nama Kim Kibum saat aku kecelakaan”

“kau ingin tahu ceritanya?”

Flash back

Waktu itu keluarga Park yang baru pindah dari California berencana akan menempati rumah yang Kibum tawarkan.

“kalian akan pindah ke Seoul?”

“…”

“kalau begitu kalian tempati saja rumah yang ada di sebrang rumahku”

“…”

“oohh kalian tidak tahu. Kalian masih punya kartu namaku? Kalian datangi saja kantorku”

“…”

End of flash back.

“sekarang kau tahu kalau yang membunuh orang tuamu adalah aku. Maafkan aku Minho, aku mengaku bersalah”

Minho ambruk. Tubuhnya terjatuh mengenai lantai yang dingin itu. Bagaimana bisa dia salah paham?

“lalu kenapa kau ingin menguasai harta keuargaku?”

“aku sama sekali tidak mengambil harta kamu sedikit pun. Kalau kau mau, kau datang ke perusahaan ayahmu, ambil berkas-berkasnya. Ingat! Sedikit pun aku tidak mengambil hakmu. Aku mengelola perusahaan ayahmu karena tidak ada yang mengelola. Ambillah berkasnya, setelah itu aku akan keluar dari perusahaan ayahmu, dan mendirikan perusahaanku sendiri”

Kibum mendekati YoonA yang sedang duduk di kursi penunggu pasien.

“ada keluarga Nona Krystal?”

YoonA dan Kibum mengancungkan telunjuknya.

“ada yang bernama Choi Minho?”

Minho berjalan kea rah dokter ittu.

“itu aku. Ada apa?”

“dia ingin bertemu dengan anda”

Minho masuk ke dalam ruangan Krystal.

Perasaan bersalah Minho muncul ketika melihat Krystal terbaring lemah disana.

“op..pahh, akku..”

“kau tidak boleh banyak bicara dulu Soojung” potongnya halus.

“ssa..rang..hae”

Cup.

Air mata yang awalnya pantang untuk dikeluarkan akhirnya jebol juga. Mungkinkah kata-kata cinta dan ciuman itu terakhir baginya? Dia tidak mau itu.

“nado saranghae Krystal Jung Soojung”

Baru kali ini. Ya, baru kali ini dia mengatakan itu setiap Krystal mengatakan kata ‘saranghae’. Semoga saja dia tidak terlambat untuk mengatakannya.

 

Sementara di luar ruangan.

“APA? KRYSTAL HAMIL? BAGAIMANA BISA?”

YoonA membelalakkan matanya kaget, bagaimana bisa anak bungsunya hamil?

“aku kira suami dari Nona Krystal lelaki yang tadi”

“bukan, dia bukan suaminya Krystal”

Kibum menghela nafas panjang. Kutukan apa yang diberikan oleh tuhan pada keluarganya? Apa dia pernah melakukan kesalahan yang tidak termaafkan sampai anak bungsunya harus hamil di luar nikah?

“ada apa? Ada sesuatu yang terjadi pada Soojungie?”

Buk.

Satu pukulan  keras mendarat di pipi Minho. Ternyata YoonA yang memukulnya.

“dia hamil, dia hamil di luar nikah. Dan ini semua karena ulahmu. Karena dendammu” YoonA mengeluarkan semua emosinya pada namja di hadapannya. Dia tidak terima jika anaknya harus hamil karena namja yang bernama Choi Minho.

“mianhae”

“walaupun kamu meminta maaf pada kami seribu kali pun, kami tidak akan memaafkanmu. Mungkin suatu saat nanti. Dan kami mohon kamu pergi. Kamu pergi dari kehidupan Krystal”

Deg.

Kenapa dia harus pergi dari kehidupan Krystal saat dia sedang mengandung darah dagingnya sendiri?

“aku mohon paman, aku akan bertanggung jawab, asalkan aku tidak pergi dari kehidupan Krystal. Aku akan menikahinya paman”

“tidak perlu. Krystal tidak membutuhkan suami seperti kamu. Dan anakmu tidak butuh ayah sepertimu”

Minho berlutut di hadapan Kibum. Dia memohon. Sebelumnya, pantang bagi seorang Choi Minho melakukan hal yang memalukan ini. Tapi itu beraku beberapa detik yang lalu.

“kau tidak perlu seperti ini. Karena kami tidak akan memaafkanmu. Berdirilah”

“apakah tidak bisa aku membahagiakan Krystal sebagai pengganti kesalahanku? Aku ingin membahagiakannya. Ku mohon”

“pergilah. PERGI, AKU BILANG PERGI. Dan jangan kembali lagi”

Menyerah. Dia harus menyerah saat ini. Kalau dia berjodoh dengan Krystal, pasti suatu saat nanti dia akan bertemu dengan Krystal.

“aku pergi dulu. Sampaikan salamku padanya”

Pergi. Bukan lelaki sejati jika pergi dari masalah. Tapi dia beruntung karena telah menyatakan perasaannya, tidak seperti kisah cinta yang ada di film terlambat mengatakan cintanya.

“ini hanya untuk sementara, aku akan kembali” Minho membatin.

 

“selamat Krystal, akhirnya kau bisa kembali lagi kesini” kakak perempuannya –Jessica- memeluk Krystal ketika dia pulang dari rumah sakit.

“aku pergi ke kamar dulu unni”

Krystal meninggalkan tanda Tanya besar bagi keluarganya. Krystal yang selalu ceria, kini muram.

“yaaa! Jung Soo Jung, kenapa kau seperti ini pada kakakmu?”

Diam.  Krystal hanya diam, seolah tidak mendengarkan pertanyaan unninya. Dan berjalan ke kamarnya.

“kenapa dia?”

“karena Minho. Dia menghamili Krystal”

“WHAT? Bagaimaa bisa? Aku saja belum menikah”

“sudahlah Jessica jangan bahas lagi masalah ini”

“lalu kemana Minho?”

“dia mati?” jawab YoonA asal.

“apa?”

“dia bohong. Minho masih hidup” Kibum menengahi obrolan anak dan istrinya.

“anggap saja dia sudah meninggal. Kita beritahu saja Krystal kalau Minho sudah meninggal. Dari pada dia terus memikirkan Minho”

“iya juga. Tapi kau yang harus berbicara padanya”

 

 

“Krystal-ah”

“ne umma?”

“kau kenapa?”

“aniyo. Aku hanya merindukan Minho saja. Kenapa dia tidak mau bertanggung jawab pada anak kami?”

“karena..karena dia..dia meninggal Krystal”

“apa? Tidak mungkin, pasti umma bohongkan? Aku tidak percaya”

“iya Krystal, dia meninggal. Saat dia pulang dari rumah sakit, dia mengalami tabrakan yang sangat parah sehingga harus membuat dia meninggal”

YoonA menyibakkan gorden kamar Krystal agar anaknya bisa melihat pemandangan di luar sana.

“tidak mungkin. Dia tidak meninggal kan Umma? Aku mohon Umma jawab” Krystal mengguncang-guncangkan tubuh ummanya.

“ddia meninggal Krystal”

Air matanya mengalir. Dia ingin cepat bangun dari mimpi buruk ini. Kenapa tidak bisa?

Mungkin ini jalan yang harus dia ambil. Dia harus merelakan Minho bahagia di alam sana.

 

.

 

$$$

 

4 Tahun kemudian

“Yoogeun-ah, kamu dimana sayang?”

“door…door..dorr..musuh harap menyerah”

Krystal tersenyum ketika anaknya sedang bermain dengan seorang namja yang tak lain adalah suaminya –Cheondung-

“kalian dari mana saja? Membuat umma khawatir saja” Krystal menunjukkan wajahnya marahnya dan menyimpan tangan di dadanya.

“umma jangan marah. Tadi apa keasyikkan bermain dengan guru TK ku”

“ehem~ Park Sanghyun”

“ahh Yoogeun berbohong, aku tadi hanya membantu Jieun Songsaenim mengajar. Tidak, aku tidak akan berbohong padamu”

“ahh Yoogeun, ayo mandi dulu. Dara ahjumma yang akan memandikanmu” rupanya Dara, kakak perempuan Thunder.

“baik ahjumma. Umma marahi Appa, oke” pesannya sebelum dia benar-benar pergi.

 

“tak terasa dia sudah besar” Thunder memulai.

“iya. Maafkan aku karena marganya harus Jung, bukan Park”

“haha. Memangnya aku appanya? Bukan. Aku hanyalah sahabat dari ibunya yang harus menikah dengan ibunya”

“tapi karena aku, kau jadi terus bahan omongan di perusahaan karena anaknya harus bermarga Jung”

“aku tidak apa-apa. Aku sangat menyayangimu, tapi sebatas adik”

“kau mencintai Jieun?”

“bagaimana ya? Rasanya aku selalu ingin dengannya ketika mengantar Yoogeun”

“pantas saja kau tak mengizinkanku untuk mengantar jemput Yoogeun”

“besok ayahku akan dibebaskan. Kau mau mengantarku kesana?” Thunder menatap lurus ke depan. Mengingat banyak flash backnya.

“mwo? Leeteuk Ahjussi besok akan bebas? Chukka. Oke, besok aku akan mengantarmu kesana”

“gomawo Krystal.  Tapi aku selalu bingung, siapa yang telah membebaskan ayahku? Padahal Minho sudah meninggal jika harus mencabut tuntutan”

“sudahlah. Mungkin ini hadiah yang tuhan berikan untukmu karena harus menikah dengan wanita hamil di luar nikah sepertiku”

“sudahlah Krystal. Kalau kau sampai  mengatakan itu lagi, aku akan marah padamu”

“ahh baiklah” Krystal menampakan wajah aegyonya. Wajah yang selalu dia berikan pada Minho.

 

“Appa” Thunder memeluk Leeteuk dengan sukacita. Disambung oleh Taeyeon dan Sandara.

“aku merindukanmu”

“aku juga chagi~” Leeteuk mencium kening Taeyeon.

“hey, ingat umur appa-umma” Sandara menyikut lengan Taeyeon.

 

.

 

Malam ini namja itu tengah mengantuk ketika pulang kerja. Mengganggu dalam perjalanan, memang. Tapi dia tetap berusaha agar rasa kantuknya hilang.

“Yuri Noona! Kau dimana?”

Namja itu mengucek matanya.

Ceklek

Tidak ada siapa-siapa. Hanya sepucuk surat.

“dear Minho. Kau bisa temui aku di taman kota malam  ini juga? Ada yang aku ingin katakana padamu” membaca surat itu pelan, dan melipat kembali seperti semula.

Seharusnya malam ini dia tidur dengan nyenyak agar besok bisa kembali bekerja. Dia pengecualian.

Menguap pelan, dia berjalan keluar rumahnya.

“annyeong! Noona sudah menungguku terlalu lama?”

“tidak. Aku duduk disini hanya beberapa menit saja”

“lalu dari tadi Noona kemana?”

“ahh tidak. Aku tidak kemana-mana” aneh. Nada bicaranya seperti takut pada Minho. Memangnya Minho salah apa padanya?

“anak ini siapa Noona?”

“Annyeong! Aku Kim Sung Ri, aku anak dari Kim Yesung dan Kwon Yuri”

Itu hanya omongan anak kecil. Tapi bisa membuat Minho membelalakkan kaget.

“maksudnya, dia anak Noona?”

“iya dia anakku Minho”

“tidak mungkin Noona pasti berbohong kan? Noona ingin memberiku surprise karena sebentar lagi ulang tahun pernikahan kita”

“Mungkin sekarang saatnya aku jujur padamu Minho. Aku sudah menikah empat tahun yang lalu dengan Jongwoon Oppa. Dan melahirkan anak, yaitu Kim Sung Ri”

Menjeda sebentar. Dia menarik nafas terlebih dahulu.

“namun tiga tahun yang lalu. Kau memintaku untuk menikah denganmu, padahal waktu itu aku tidak bisa karena aku sudah mencintai orang lain. Tapi kau malah memaksaku menikah denganmu karena aku mirip dengan kekasihmu, Krystal”

Brukk

Minho ambruk ke lantai, betapa bodohnya dia waktu itu. Memaksa Yuri untuk menikah dengannya, padahal Yuri sendiri tidak mencintainya. Bodoh. Pantas saja Yuri menolak untuk sekamar dengannya selama satu tahun ini. Rupanya dia tidak ingin mengkhianati Yesung, suaminya.

“dan, asal kau tahu. Kita tidak menikah. Karena penghulu tahu kalau aku masih bersuami. Kita tidak sah di mata hukum, Minho” Yuri kembali menjeda pembicaraannya, dan memikirkan kata-kata yang pas untuk disampaikan pada namja yang dua tahun lebih muda dari dia.

“dan aku akan kembali pada Yesung Oppa. Tidak diceraikan pun, aku sudah bukan siapa-siapa Minho. Jadi maafkan aku. Aku harus pergi” Yuri melepas cincin pernikahannya dengan Minho.

“pakaikan cincin ini pada Krystal. Dialah orang yang pantas memakainya” pesannya.

Diam. Meninggalkan senyuman yang manis untuk Minho, dan dia pergi dari hadapan Minho.

“Yoogeun, kau dengan Appa ya ke sekolahnya” Krystal mengalungkan bekal Yoogeun di lehernya.

“memang setiap hari aku dengan Appa bukan? Malah Umma jarang mengantarku”

“betul. Krystal nanti siang bisa kau jemput Yoogeun? Soalnya aku ada janji”

“dengan Jieun Songsaenim?” Thunder menoleh cepat ke arah Yoogeun. Bagaimana anak kecil ini bisa tahu?

“baiklah. Nanti aku akan kesana. Semoga berhasil kencan dengan Jieun unnie” ucapnya dengan mengepalkan tangannya.

“ahh, aku sedang dijalan menuju sekolahnya Yoogeun. Kau juga pasti sedang berada disana, menunggu Cheonsa”

“…”

“apa? Kau suruh Taemin Oppa yang menjaganya? Haha. Tapi aku juga selalu menyuruh Thunder yang menjaga Yoogeun”

“…”

“baiklah. Aku tutup dulu ya”

Percakapan itu berakhir.

“Yoogeun-ah, kesini!”

“Umma!”

Yoogeun memeluk Krystal bagaikan seperti itik yang kehilangan induknya.

“Yoogeun-ah, bagaimana kalau kita jalan-jalan ke taman bermain?”

“yang benar umma? Aku mau”

“baiklah. Ayo naik ke mobil”

Dia membantu Yoogeun naik ke mobil.

 

.

 

“Umma, aku pergi kesana ya. Disana ada teman-temanku, aku ingin bermain dengan mereka”

“baiklah. Hati-hati awas jatuh”

“iya umma”

Krystal tersenyum melihat punggung kecil Yoogeun. Persis seperti ayahnya. Sayang, Yoogeun tidak pernah merasakan kehadiran ayah kandungnya.

“jangan menangis. Tidak baik menangis disini. Ini” seseorang menyoodorkan sapu tangan pada Krystal.

Deg. Suara itu, suara yang sangat dia rindukan. Dia mendongakkan kepalanya. Ternyata benar, namja itu adalah CHOI MINHO.

“kk..kkrystal?”

“oppa..ini benar Oppa?”

“krystal”

Grebb. Minho memeluk Krystal erat. Kesalahan yang paling besar dalam hidupnya adalah meninggalkan Krystal saat dia hamil.

Krystal menangis dalam pelukan Minho membuat kemeja yang digunakan lelaki itu basah.

Dia bukan orang yang bisa mengekspresikan kebahagiaannya. Dia hanya bisa menangis, entah itu karena bahagia atau malah sebaliknya.

 

“Oppa kemana saja?”

“aku tidak kemana-mana, aku selalu di hatimu Krystal”

“sudahlah. Jangan bercanda Oppa”

“kabar yang aku dengar terakhir adalah kau menikah dengan Park Sanghyun”

“iya”

“Umma!”

Anak kecil? Siapa anak kecil ini? Mungkinkah dia anaknya? Tapi bisa juga kalau dia anak Thunder.

“annyeong Appa”

“APPA?” kaget Minho dan Krystal.

“Yoogeun-ah, kenapa kau memanggilnya Appa?” berat untuk Krystal membantah perkataan Yoogeun, karena memang Minho adalah ayah kandungnya.

“entahlah, aku juga tidak tahu umma”

Nah, sekarang Krystal baru menyadari istilah “darah lebih kental dari pada air”

“ahh umma, aku kesana lagi” Yoogeun kembali pergi.

“dia anakmu?”

“iya, masa bukan”

“siapa namanya?”

“Jung Yoogeun, panggil saja dia Yoogeun”

“tanpa marga Park?”

“sudahlah Oppa, kenapa kau ingin tahu sekali urusanku? Kau malah meninggalkanku waktu dulu. Lelaki macam apa kau”

Matanya kembali mengeluarkan cairan bening yang akhirnya membentuk sungai kecil di pipinya.

“karena..KARENA AKU INGIN TAHU APA DIA ITU ANAKKU APA BUKAN”

Perkataan Minho itu membuat Krystal tidak bisa membalasnya.

“dia memang anakmu” ucapnya lirih.

Senyuman indah terlukis di wajah Minho.

“Krystal…maukah kau menjadi istriku?”

 

.

 

Krystal menggaet tangan Minho. Dan keduanya memandang gaun  dan tuxedo mereka.

Hari ini adalah hari yang sangat indah bagi mereka berdua.

Mereka berjalan menuju altar dan mengucapkan janji suci mereka.

“Choi Minho, apa kau berdia menikah dengan Jung Soo Jung , mencintainya dan menyayanginya sampai maut memisahkan kalian?”

“ne, saya bersedia”

“dan  Jung Soo Jung, apa kau bersedia menjadi istri dari Choi Minho mencintainya dan patuh padanya sampai maut memisahkan kalian?” sekarang pendeta itu bertanya pada Krystal.

“ne, saya bersedia” jawab krystal tegas.

Lonceng berbunyi, pertanda kalau mereka sudah resmi menjadi pasangan suami istri.

Beban yang dulu mereka rasakan, akhirnya berbuah sekarang

Penderitaan, kekecewaan, kehancuran, penyesalan, keterlambatan untuk menyadari, bercampur membentuk warna-warni dalam kehidupan mereka.

Walaupun mereka tahu kalau suatu saat nanti cobaan yang lebih dari pada ini akan terjadi pada mereka.

“siap ya…1..2..3”

Bunga itu terlempar, dan tertangkap oleh Jieun.

“Jieun Songsaenim, nanti kau harus menyyusul umma dan appa dengan Thunder ahjussi”

Saat ini mereka berbahagia. Dan mereka tak ingin janji suci yang baru saja mereka ucapkan  itu palsu, mereka ingin saling mencintai sampai maut memisahkan mereka.

End

Bagaimana? Seru tidak? Mian ya kalau ffnya jelek. Aku sudah berusaha untuk jadi lebih baik dari pada yang kemarin-kemarin.

 

 

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , | 11 Comments

Post navigation

11 thoughts on “i’m not bad boy

  1. AyoonaImKim

    Keren chingu!!!
    Akhir’a MinStal bisa bersatu🙂
    D tunggu yah part 1nya She’s Neomu Yeppeo🙂
    Hwaiting!!!😀

  2. AyoonaImKim

    Daebak saengi!!!
    Akhir’a MinStal bsa bersatu😀

  3. AyoonaImKim

    Daebak saengi!!!
    Akhir’a MinStal bsa bersatu😀
    D tunggu FFmu yg lain yach🙂
    Hwaiting!!!
    Kunjungi blogku yah
    http://www.ayupoenyaff.wordpress.com
    Gomawo😀

  4. Akhirnya MinStal bersatu….
    waaaahhh,,, good good good
    Lanjutkan perjuangan untuk membuat karya-karya yang membanggakan #lebay #terlaluformal #alasby

  5. hajarnana11

    minsat lagi,, asikk.. kreennn

  6. qinqin

    ahahaha ceritanya mengharukan,minstal!

  7. sintarahayu

    Minstal akhirnya nikah🙂

  8. dddandyu

    Greatt akhirnya menikah

  9. kimjhyun

    akhirnya menikah juga hehe bagus🙂

  10. loveTAETEUKforever

    daebak author^^

  11. Ceritanya seru..
    Ditambah semua couple nya itu favorite aku..
    Keep Writing..😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: