Sincerity of Love [Part 5]

Author: taelliners =))
Main Cast: Choi Sulli – Lee Taemin.
Genre: Romance, Fluff.
Length: Sequel/Multichapter.

.
.

“Hnggggg” Sulli memanjangkan tubuhnya masih dengan selimut tebal yang menutupinya dan masih dengan nyawa yang belum sepenuhnya terkumpul.
“Hoaaahm.” Ia menguap dengan puas. Sangat malas rasanya bergerak dari posisi tidurnya saat ini.
Sulli mengelilingkan bola matanya kesekitar kamar. Seperti bukan kamarnya. Ah, Sulli rasa ia lupa jika ia sedang berada dikamar orang lain.
Ia melihat kesisi samping tempat tidur yang ia baringi sekarang itu. Soffa. Tidak ada orang yang menempatinya lagi. Berarti dia sudah bangun. Oh, pagi sekali. Sulli melirik kearah dinding yang terpajang jam disana. Dia terdiam.
Bukan Taemin yang bangun pagi, tetapi dia yang bangunnya siang!
“Jam 10? Bagaimana bisa?!” Sulli memilih hanya menghela nafasnya saja. Masih malas bergerak. Toh, hari ini ia tidak ada pekerjaan apa apa. Minggu adalah hari terbaiknya.

Cklek. Sulli membuka pintu kamar. Lama lama didalam kamar juga bosan. Dan kini nyawanya sudah seratus persen terkumpul.
“Kau sudah bangun?”
Oh, Taemin yang sudah bangun sejak awal pun menyiapkan sarapan ternyata. Tumben sekali dia mau.
“Hnngg.” Sulli lagi lagi mengusap matanya. Walaupun nyawanya sudah terkumpul, matanya belum bisa diajak berkerja sama dengan nyawanya. Matanya masih saja ingin tertutup.
“Kau yang menyiapkan semua ini?!” Sulli membelalakkan matanya sekarang. Makanan yang tertata rapi diatas meja itu sungguh membuat mata Sulli menjadi segar.
“K-kau menghabiskan uang berapa untuk membeli semua makanan ini, Taemin?” Sulli menarik kursi disamping Taemin yang sedang sibuk menata makanan makanan itu.
“Apa? Membeli? Enak saja! Aku membuatnya sendiri, tau!” Taemin memukul kepala Sulli pelan. Lagi lagi Sulli tertegun. “HA?!”
Yang benar saja, ada Omrice, Spicy Chicken Stew, Seaweed Soup dan beberapa Rolled Egg yang simple yang Taemin tata dimeja makan itu. Dan itu makanan buatan……….Taemin sendiri?
“Hey! Kenapa kau keget seperti itu, huh? Kau tidak percaya? Sunny nuna pernah mengajarkanku memasak semua ini! Cobalah, pasti enak!” Taemin berhenti menata meja itu setelah yakin semuanya sudah tertata dengan baik.
“Ah? Benarkah?” Sulli mengambil sebuah piring yang lumayan jauh dari jangkauannya itu. Ia ambil pula sendok yang terpajang disebelahnya.
Makanan yang pertama ia coba adalah Omrice.
“Hmmm, bagaimana kau bisa membuat makanan seperti in? Enak!!” Sulli cepat cepat mengacungkan jempolnya.
“Hahaha. Sunny nuna yang mengajarkanku.”
Kedua, Spicy Chicken Stew. Makanan yang termasuk digolongan makanan favorite bagi Sulli.
“Aaaaah! Lezat! Sungguh!” Sulli memejamkan matanya sambil mengunyahnya perlahan. Selezat apa makanan yang dimasak Taemin itu?! Sampai samapi Sulli tergila gila dengan masakannya.
“Berlebihan! Coba Rolled egg nya!” Taemin mendekati piring berisi Rolled egg yang disampingnya terdapat saus pula kepada Sulli.
Sulli mulai menyomoti Rolled egg itu menggunakan sumpit.
“Hngg. Enak juga…” Sulli mengangguk pasti. Baru kali ini dia menyicipi masakan laki laki seenak ini.
“Tapi sausnya kubeli, tidak kubuat sendiri. Aku tadi mencoba membuat sausnya. Tapi rasanya seperti cabai basi.” Taemin mengatakannya dengan ekspresi pasrah sambil memakani makanannya tadi. Sulli hanya tertawa saja, tidak mau merespon lebih, ia ingin fokus kemakanan lezat ini saja.
“Tapi, ini serius kau yang membuat semua ini sendiri?” Sulli menatap Taemin yang baru saja ingin menyuapkan sebuah rolled egg ke mulutnya, namun ia urungkan.
“Kau masih tidak percaya?!” Taemin sedikit melebarkan matanya.
“Ehehehe. Hanya…..kukira hanya kakakku saja yang dapat membuat makanan enak..” Sulli tersenyum lalu melanjutkan makannya.
“Enak saja! Aku juga pintar memasak, tau!”

Suasana berubah atmosfernya. Menjadi sunyi tidak ada yang berbicara. Hanya terdengar dentingan sumpit atau sendok, dan suara kucing diluar sana yang ingin meminta makanan.
“Sulli-ah!” Taemin memulainya. Sulli menoleh.
“Makanan ini tidak gratis!”
“Tidak gratis? Maksudmu aku harus membayarnya?”
Sulli melebarkan matanya. Taemin tersenyum jahil.
“Bukan itu, tenang saja.”
Sulli menghela nafasnya. Jika Taemin meminta bayaran sungguhan, mendingan dia tidak makan makanan ini lah.
“Jadi apa?”
“Kau pergi kedapur. Dan kau akan tau apa balasannya.” Taemin beranjak dari kursi dan menjauhi meja makan. Dia rasa perutnya sudah kenyang. Sulli mengernyitkan dahinya mendengar itu. Apa maksudnya?
“H-hey!”
Sulli meneriakinya. Ah, percuma. Laki laki itu sudah berlalu entah kemana.
Dirasa rasa cukup kenyang, Sulli menuju dapur untuk melihat apa yang dimaksud Taemin tadi.
Sulli terdiam…..
1 detik……
2 detik……
3 detik…….
“YA LEE TAEMIN!!!!!!! APA APAAN INI? KAU MEMASAK ATAU PERANG BERSAMA TENTARA DIDAPUR INI, HAH????” Sulli memekik tak karuan. Yang benar saja, dapur itu dalam keadaan berantakan total. Sampah dimana mana, cangkang telur berserakan, piring dan sendok entah sudah berapa yang harus dicuci, panci ada yang tergeletak dibawah lantai, bahkan dapur itu beraneka warnanya.
“Haaaaah.” Sulli ingin sekali menangis saat ini. Entah ingin mulai darimana ia membersihkan semuanya.

Sedangkan Taemin? Hanya santai menonton tv sambil menikmati teriakan Sulli yang menurutnya………..lucu.
.
IIIII
.
Sulli menjatuhkan tubuhnya kesoffa empuk itu. Lelah, sangat! Ia menghela nafasnya dalam. Sudah hampir 1 jam ia menghabiskan waktu hanya untuk membersihkan dapur. YaTuhan, Taemin memang benar benar gila. Makanannya sih, boleh enak. Tapi kenapa dapurnya tidak enak begitu? Mending dia membeli saja makanan diluar.
“Heh.” Taemin mendekati soffa yang diduduki Sulli setelah ia berhasil turun dari tangga.
“APA?!” Yaampun, suara Sulli ketus sekali.
“Hahaha! Wajahmu terlihat lucu jika sedang kelelahan.” Taemin berjalan kedepannya. Duduk disoffa seberang Sulli.
“Ck, kau gila. Kau itu memasak dengan siapa sih? Dengan tikus, atau dengan cicak? Seperti anak kecil saja.”
“HAHAHA.” Taemin tertawa puas. Oh, laki laki ini jahil sekali.
“Tidak ada yang lucu.” Sulli mengibaskan tangannya kearah wajahnya. Panas sekali.
“Hey” Pemuda itu memanggilnya lagi.
“Apa lagi?!”
“Cepat mandi. Habis ini kau temani aku keluar sebentar.” Taemin beranjak dari duduknya. Berlalu begitu saja kearah kamarnya.
“Hah? Kemana?!” Sulli melebarkan matanya. Mengajaknya keluar sesuka hatinya saja.
“Tidak perlu tau. Cepat sana. Aku tidak punya banyak waktu.” Taemin sudah benar benar berlalu.
“Ck, sudah tau aku lelah. Masih saja diajak.”
.
IIIII
.
“Mau kemana?” Sulli mengelilingkan matanya kearah luar pintu mobil, tempat yang cukup asing baginya.
Taemin tidak menjawab, lebih memilih berkonsentrasi mengemudi dibandingkan menanggapi pertanyaan Sulli.
“Hey, kita mau kemana sih?” Tidak mau menyerah gadis ini menanyakannya.
“Kau akan tau nanti.”

“Sampai” Taemin memberhentikan mobilnya tepat dipinggir tempat yang membuat Sulli tercengang. Hanya bisa melihat sekeliling tempat itu.
“Tae-Taeminnie… Untuk apa kita—”
“Sudah, ayo turun.” Taemin membuka pintu mobilnya. Sulli masih mempunyai banyak pertanyaan diotaknya. Ini tempat yang cukup mengagetkan……..
……Pemakaman.
“Sebelah sana.” Taemin menelusuri tiap sela pemakaman itu. Sulli tetap melirik kekanan dan kekiri tempat itu.
“Ha-hai” Taemin berhenti dan menyapa seseorang. Sulli yang tadinya masih berjalan dan mengelilingkan matanya pun berhenti. Kaget. Taemin bukan menyapa seseorang, melainkan menyapa sebuah makam yang Sulli sudah ketahui makam siapa itu.
Taemin berlutut disebelah makam itu.
“Suzy-ah, maaf aku baru bisa kesini hari ini. Aku benar benar sibuk. Aku juga harus menjaga rumah kemarin….”
Sulli tersentak sedikit. Taemin berbicara seperti itu……kenapa hatinya terasa sangat sakit?
“Kau baik baikkan disana? Ya, aku tau kau pasti bahagia disana. A-aku juga bahagia disini…..”
Dapat didengar samar oleh Sulli, suara Taemin mulai menimbulkan getaran.
Sulli memandang wajah Taemin. Pemuda itu tersenyum manis saja, tapi kelihatan jelas kalau senyumnya itu masih menggambarkan kesedihan.
“Sebenarnya……aku rindu padamu. Ah, dulu jika libur begini kita pasti bermain ditempat biasa. Kau selalu mengambil jaketku sehingga aku kedinginan. Ahahahaha.”
Yaampun, melihat Taemin berbicara seolah berbicara sendiri begini rasanya ingin sekali ia membawa Suzy kembali. Tapi anak SD pun tau itu hal yang konyol.
“Suzy-ah, aku terus mendoakanmu supaya kau tenang disana. Ah, padahal malam terakhir kita bertemu waktu itu aku sedang ingin memberimu sesuatu, tapi…..”
Seseorang yang menahan air matanya sekuat apapun, pasti akan mengalir juga. Begitu pula dengan Taemin. Niatnya yang ingin tidak menangis dipemakaman ini terhanyut sudah. Mata sebelah kanannya terlanjur mengeluarkan cairan bening itu.
“Ah, aku menangis….” Taemin menghapusnya.
Sulli menggigit bibir bawahnya dengan kuat. Entah mengapa hatinya sungguh tidak kuat melihat semua ini. Melihat Taemin yang layaknya orang gila berbicara sendiri pada makam ini. Taemin yang mengalami kenapa ia yang sedih? Dan sekarang, air mata Sulli jatuh pula. Dia dapat merasakan apa yang Taemin rasakan saat ini. Entah rasa itu datang darimana.
“Dan—oh, kau belum tau Sulli, kan?” Taemin melirik Sulli sebentar. Dapat Sulli lihat bekas cairan yang masih terlihat disekeliling matanya.
Sulli tersenyum tipis pada Taemin.
“Ini Sulli. Dan kau tau Suzy-ah? jika kau masih ada sekarang, mungkin kau dan dia akan berteman baik! Dia anaknya asyik. Tapi kadang menyebalkan.”
Sejenak Sulli terkekeh sedikit mendengar penjelasan Taemin itu.
Lalu Taemin menghela nafasnya dalam dan panjang.
“Apa aku harus pulang sekarang? Baiklah. Aku pulang dulu. Sekali lagi maaf aku baru bisa mengunjungimu sekarang..” Lagi lagi Taemin tersenyum.
Ia melirik Sulli, mengodekan seolah berbicara ayo-kita-pulang-sekarang.
Taemin berjalan duluan. Sementara Sulli terpaku sebentar makam itu.
“Hai, kau sungguh beruntung mempunyai kekasih yang sungguh menyayangimu. Kau menyayanginya kan? Aku akan menjaganya, untukmu…”
Setelah ia mengucapkan kalimat itu, Sulli pergi mengikuti Taemin yang sudah lumayan jauh disana.
.
IIIII
.
“Kau sedih?” Sulli memberanikan diri bertanya pada Taemin.
Taemin meliriknya sebentar sambil tetap serius mengemudi.
“Bukankah kau yang bilang jika menangisi hal yang begitu tidak ada gunanya?” Ia tersenyum pada Sulli.
Sulli terkekeh sebentar.
“Ya, tapi aku ikut tersentuh dengan kata katamu tadi.”
“Tersentuh? Siapa yang menyentuhmu?”
Oh, Taemin bercanda.
“Aku seriussss”
Bahkan disaat Sulli mengajak Taemin untuk serius saja, pemuda ini masih ingin bercanda.
“Kita kedanau itu, ya.” Taemin mengangkat kedua alisnya. Menunggu persetujuan untuk mengunjungi danau kemarin itu.
“Hahaha. Kau ketagihan pergi kesana?”
“Hm. Tempatnya menarik….” Ia menganggukan kepalanya beberapa kali.
“Baiklah jika kau mau.” Sulli juga menganggukan kepalanya. Tidak lupa senyuman tentunya.
.
“Tempat ini memang benar benar sepi. Tidak ada orang sama sekali…..” Taemin memutar matanya. Kedua kalinya dirinya berkunjung kedanau sepi ini.
“Ya, makanya aku suka menenangkan diri disini.” Sulli berjalan dengan sedikit berlari kecil mendahului Taemin.
“Hey, ada kursi. Ayo duduk disana!” Sulli menunjuk kearah sebuah kursi yang lumayan untuk diduduki dua orang. Taemin menurutinya. Mengikuti Sulli berjalan menuju si kursi itu. Dekat dengan danau disana.
“Waaah udaranya sejuuuuk.” Sulli menarik nafasnya dalam. Ia suka yang seperti ini. Segar udaranya.
“Hish, berlebihan!” Taemin menjulurkan lidahnya pada Sulli.
“Memangnya kenapa?” Gadis itu pula membalasnya. Ah manis sekali mereka.
Tiba tiba hening….
“Taemin,” Sulli memulai pembahasan baru.
“Ya?”
“Aku….sungguh penasaran pada Suzy….” Sepelan mungkin Sulli menyebutkan nama Suzy. Berharap Taemin tidak tersinggung dengan itu.
“Hng? Kau mau aku ceritakan tentangnya?” Tanyanya lembut sambil tersenyum tipis pada Sulli.
Sulli refleks langsung mengangguk cepat.
“Dia……mempunyai kepribadian yang sangat baik. Cantik, sangat menghormati orang lain, menghargai semua orang, selalu membuat orang yang mengenalnya tersenyum, tidak ada yang kurang dari dirinya.” Taemin menarik nafas sebentar. Sementara Sulli terus menyimak apa yang Taemin ceritakan. Sebab rasa penasarannya itu tidak main main.
“Ia juga suka membuatku tertawa, ceria, dan—yah, semuanya ada pada dirinya…..”
“Kau sangat menyayanginya?” Sulli bertanya. Dengan nada pelan lagi.
“Ya. Itu pasti. Semua orang menyayanginya…..”
Sulli mengangguk mengerti. Sesempurna apa gadis yang bernama Suzy itu? Rasa penasaran Sulli begitu tinggi sepertinya.
“Dia banyak mempunyai kesamaan denganku.” Taemin melanjutkannya.
“Maksudnya?”
“Dia suka dengan musik piano. Walaupun tidak terlalu jago memainkannya. Ia selalu memintaku untuk memainkan piano untuknya. Hampir setiap hari mungkin. Ia selalu bersemangat jika aku memainkannya untuknya…” Taemin menatap langit langit. Seperti menerawang jauh kejadian dulu yang sangat berharga baginya.
“Dia sungguh beruntung….” Sulli bersuara juga akhirnya.
“Beruntung? Maksudmu?”
“Dia sungguh beruntung mempunyai orang yang menyayanginya sepertimu. Kau sangat sayang padanya…” Sulli tersenyum kearah Taemin. Dan Taemin membalasnya lagi.
Sulli kagum pada Taemin. Cintanya memang tulus kepada perempuan itu…..

Dan Sulli tidak tau jika sebentar lagi dirinya akan……
…….menggantikan posisi Suzy; orang yang disayangi Taemin.
.
IIIII
.
“Taeminnie, bisa pinjam charger ponsel? Ponselku kehabisan baterai.” Sulli memasuki kamar Taemin begitu saja. Taemin yang sedang fokus pada tv itu mengalihkan pandangannya ke Sulli.
“Diruang tengah ada. Cari saja.” Jawabnya enteng.
“Sudah kucari. Tidak ada……” Katanya dengan sedikit mengerucutkan bibirnya.
“Benarkah? Tunggu disini, aku akan mencarinya.” Taemin berlalu keluar, untuk mencari barang yang diminta Sulli pastinya.
Sulli mengangguk. Dan semakin memasuki kamar itu. Ia berjalan kearah meja panjang yang terpajang disudut kamar. Ia melihat satu persatu foto yang tertata rapih disana.
Foto yang berbingkai beling itu menjadi pusat perhatian Sulli. Ia sentuh sedikit foto itu. Foto seorang gadis bersama Taemin. Ya, Suzy pasti.
Itu foto yang dulu ia lihat waktu pertama kali kerumah ini. Sepertinya Taemin mengganti bingkainya menjadi bahan kaca begini.
Foto itu ia perhatikan baik baik. Sesekali ia menirukan cara gadis difoto itu berpose. Gadis itu berpose biasa, dengan Taemin yang merangkul bahunya, tapi pose biasa itu membuat ia terlihat cantik malah.
“Tidak salah Taemin sangat sayang padamu…” Sulli tersenyum pada foto itu. Menyentuhnya lagi. Ia bermaksud untuk menaruh kembali foto yang ia ambil tadi.
‘PRANG!’
Yaampun, Sulli salah menaruh. Foto itu meleset dan…….
Foto – itu – terjatuh.
Pecah.
Astaga.
Benar benar panik Sulli sekarang. Bagaimana bisa ia seceroboh ini?!?!
Jantung Sulli berdetak jauh lebih cepat. Astaga astaga. Apa yang akan dilakukan Taemin padanya nanti? Akan ia jelaskan alasan apa pada Taemin? Bingkai foto itu benar benar sudah rapuh. Kecil kecil kaca yang berserakan dilantai itu hanya bisa membuat Sulli takut.
Baiklah, Sulli berusaha tenang. Taemin sedang tidak ada. Ia bisa menggunakan kesempatan ini untuk merahasiakannya. Bisa ia belikan yang baru kan nanti?
Sulli memulai ingin menyentuh pecahan itu.
Cklek.
Pintu kamar terbuka.
Mampus. Habislah sudah. Sudah tidak ada harapan lagi. Sulli kembali panik.
“Sulli-ah, ini—hah?!” Taemin berlari mendekati Sulli yang sedang berjongkok diarah sana. Melempar asal charger ponsel yang baru saja diambilnya itu.
“YA! APA YANG KAU LAKUKAN?!” Teriakan Taemin sangat mengagetkan Sulli.
“Ta-Taemin….”
“CK! KAU INI! KENAPA BISA PECAH?”
Benar benar marah. Sulli terdiam. Tidak berani mengucapkan apa apa lagi sekarang.
“Ma-maafkan—”
“KELUAR SEKARANG DARI KAMARKU!”
“Maaf….”
“KAU BISA MENDENGAR KAN? Kurasa kau sudah tau pintu keluarnya dimana!” Sulli memejamkan matanya mendengar teriakkan itu. Seram. Menakutkan…..
/ t b c /

Oh, maaf telat updateeee TT TT
UTS mengganggu nih hehe, thankyou thankyou :* (?)

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , , | 11 Comments

Post navigation

11 thoughts on “Sincerity of Love [Part 5]

  1. Kaa24des

    Apasih pake bersambung segala!! Lagi seru mut!! Lanjutin secepatnyaaa!!?

  2. salmae everything

    terusin!!! terusin!!!!

  3. . Jgn lama2 pliis. Hahaha.. Daebak!

  4. wahhh…..taemin emosian bgt sih jd serem sndiri,,hahaha
    lanjuutt thor,,kereeenn

  5. Taemin kalo udah marah kaya nya serem ._. Ya ampun Sulli sabar yaaa😀
    Lanjut Unnieeee ! Go Go jangan lama lama yaaa😀

  6. penasaran….
    lanjut unnie!!!

  7. penasaran -_-

  8. fannylovers

    waaaah ngomeeel” lg c taem hadeeuuuuh…
    kcian c sulli nie, jgn galak” taem ma sulli dy kn ga sngaja, pdahal chemistryny ud bgus jg ckckckckckk..

    ditunggu next partny chingu..

  9. endingnya gntng bgt thor?
    bgus2…

    FIGHTING bwt sljntnya thor… !!! ^ ^;;;;

  10. anirsab

    Aah..taemin sabar saeng..jgn pake urat ngomngx..lanjut dong thor..hehe..

  11. raqueensha

    Wah.. Seruuu..
    gak sabar nunggu lanjutannya!😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: