Anniversary!

;; p r o l o g ;;

“Hey.” Taemin menyikut gadis yang sedari tadi melihat kearah mana saja. Menunggu disebuah pinggiran jalan.
“Ya! Kenapa lama sekali?!” Gadis manis itu mengembungkan pipinya kesal. Tidak terlihat raut kekesalan, malah terlihat cute bagi Taemin.
“Hahaha, ya maaf. Minho hyung memintaku untuk membelikannya minuman kecil dulu.” Jawabnya santai. “Sudah, ayo masuk mobilnya. Anginnya sedang kencang. Pasti kau kedinginan.” Taemin menuntun Sulli kearah mobil. Ya, Sulli. Kekasihnya. Kekasih Taemin yang paling pertama. Begitu pula dengan Sulli, Taemin adalah kekasihnya yang pertama. Dan mungkin juga bisa menjadi yang terakhir? Haha, semoga saja.

“Berapa lama menunggunya memang?” Taemin membagi dua konsentrasinya, memandang lurus jalanan sambil mengemudi dan melirik Sulli sedikit.
“Hmmmm” Sulli meletakkan telunjuknya didagu, seolah berpikir sangat keras. “3 jam!” Diakhirinya dengan tawaan kalimat ini.
“Ya! Itu tidak mungkin! Aku mengajakmu jalan saja 2 jam yang lalu!”
“Ahahahaha. Tidak, tidak terlalu lama kok. Tidak usah khawatir.” Sulli tersenyum kepada Taemin. Senyum yang super manis.
“Ha? Siapa yang khawatir padamu? Ah kau percaya diri sekali!” Pemuda ini lalu menjulurkan lidahnya kearah Sulli, lalu terus cuek saja menyetir.
“Apa? Haish! Kau ini. Kau benar benar tidak menghawatirkanku?” Sulli tidak tau yang namanya bercanda-dengan-yang-tidak memang. Dia melipat tangannya didada dan memandang kearah luar.
Taemin menahan tawanya.
“Benar, aku sama sekali tidak menghawatirkanmu.”
Sulli tidak menjawab, hanya menggerakkan pandangannya sedikit menjadi lurus kedepan.
Tiba tiba tangan Taemin menyentuh ubun ubun kepala Sulli. Mengacak rambut hitam yang indah miliknya sambil tersenyum.
“Aku menghawatirkanmu tau! Sangat malah.” Ucapnya. Sejenak Sulli merasakan wajahnya memanas.
Sulli tersenyum pada Taemin, tidak lupa dengan kedua eye-smile-nya yang sungguh indah itu.
“Dasar, dijahili begitu langsung ngambek. Seperti anak kecil.”
Gantian, Sulli yang menjulurkan lidah panjangnya pada laki laki itu.
.
.
“Bintang itu yang paling bagus!” Seolahnya anak yang masih berumur lima tahun kebawah, Sulli bersemangat menunjuk satu persatu bintang cerah yang terlihat jelas dari kursi taman yang diduduki mereka sekarang.
“Yang itu juga.” Tidak mau kalah, Taemin pun menurutinya.
“Hari ini tanggal berapa?” Taemin mengalihkan perhatiannya. Oh, ia lupa tanggal berapa.
“25 Oktobeeer.” Sulli melirik Taemin seolah menatap, masa-tanggal-saja-lupa?
“Berarti dua hari lagi tanggal berapa?” Taemin bertanya lagi. Membuat Sulli ingin mencekik pemuda ini.
“27 Oktober Taeminnie oppaaaaa” Taemin menatap Sulli dengan dua alis matanya terangkat. Sulli terdiam sebentar.
“Ya! 27 Oktober! Ahahahaha.” Sulli terkekeh sebentar. Membuat Taemin geli melihatnya. Dia baru sadar sekarang kalau lusa itu 1st anniversary mereka.
“Tidak terasa sudah 1 tahun…..” Taemin menatap langit langit yang masih dipenuhi bintang itu. Sulli menghentikan tawanya tadi.
“1 tahun itu ternyata tidak lama. Aku merasa kita menjadi kekasih baru 1 minggu.” Sulli terkekeh pelan. Diikuti oleh Taemin rupanya.
“Besok ada jadwal?” Taemin menatap kekasihnya yang masih asyik memandang banyak bintang.
“Tidak ada, besok kami tidak ada jadwal. Mau keluar bersama?” Sulli menyunggingkan senyuman dari bibirnya.
“Tentu. bisa, kan?”
“Hm, pasti bisa! Lusa kita akan jalan lagi, ya? Jadi tiga hari berturut turut! Ahahaha”
Mereka tertawa bersama. Ah indah sekali malam itu, dengan bintang yang sempurna memancarkan sinar. Mereka kembali menatap bintang bintang ditaman itu.
.
“Sudah mau pulang?” Taemin mengikut sedikit lengan tangan Sulli. Jam delapan malam sudah. Mereka masih berada ditaman itu.
“Boleh, yuk.” Sulli beranjak dari duduknya dan meraih tangan laki laki itu. Taemin tersenyum dan ikut beranjak dari duduknya. Mengikuti gadisnya ini berjalan.
“Ah bintang itu bagus sekali!!!” Gadis ini memang penyuka bintang. Sangat exited ketika melihat bintang yang indah sedikit saja.
***

Anniversary – [Oneshot]
.
Author: taelliners
Cast/Pairing: Lee Taemin/Choi Sulli
G: Romance, Angst.
Special Taelli’s anniversary! Happy anniv my beloved parentssss(?) :*****
.
.

Taemin mematikan begitu saja tv didepannya dan membuang asal remotnya. Kesal. Sangat kesal. Apa maksudnya kabar tadi! Kabar yang membuatnya berapi api, ingin marah. Apa kabar itu benar? Apakah kabar yang baru saja ia tonton tadi betulan? Taemin meraih ponselnya. Melihat wajah gadisnya diwallpaper ponselnya itu membuatnya ingin marah lagi.
.
IIIII
.
“Oppa! Sebelah sini!” Sulli melambaikan tangannya tinggi tinggi kearah Taemin. Gadis itu tersenyum cerah. Pukul tujuh malam, mereka membuat janji untuk bertemu kan kemarin? Malam yang mereka pilih, jika siang itu akan mudah ketahuan oleh para wartawan.
Taemin berjalan santai. Wajahnya tidak menampakkan aura cerah sama sekali.
“Oppa, kau tidak memakai jaketmu? Udara malam ini dingin, loh.” Sulli memerhatikan Taemin.
“Apa benar kabar itu?” Taemin yang entah kenapa langsung menyambar pertanyaan yang kurang jelas.
Sulli yang tersenyum tadi merubah raut wajahnya menjadi datar.
“Hng? Kabar…..apa?” Dia mengerutkan keningnya. Bingung.
“Jangan pura pura tidak tau.” Sikap Taemin sangat dingin. Masalah apa sih yang sedang terjadi sebenarnya?
“Ha? Ya oppa! Aku tidak mengerti, kau—”
“Dongho?”
Sulli terdiam sekarang. Ia tahu mengapa Taemin bersikap dingin seperti ini.
“Oppa…..tidak begitu, hanya—”
“Benar itu kau?” Taemin menyela kalimat Sulli.
Sulli belum menjawab. Hanya tertunduk saja.
“Bisa kau jawab pertanyaanku?” Taemin bertanya lagi. Dengan masih ekspresi wajah yang super suntuk.
“…….Ya, itu aku…..” Akhirnya gadis ini menjawab.
Taemin memejamkan matanya dan menghela nafasnya dalam.
“Kau benar benar berkencan dengannya?”
Sulli menggelengkan kepalanya cepat.
“Tidak oppa, aku……”
“Apa? Kau sudah bosan denganku, begitu?”
“Ya oppa! Buka begitu, aku hanya berjalan biasa dengannya dan—”
“Mengapa tidak memberitahuku dulu?” Lagi lagi Taemin bertanya dengan nada datar.
Sulli membeku sekarang. Apa yang harus ia jawab? Bukan maksudnya ia ingin membohongi Taemin, bukan maksdunya begitu. Sungguh.
“Oppa…..”
“Ck. Kau mengecewakanku, Jinri.” Taemin membalikkan badannya dan berjalan bermaksud pergi. Dia sudah benar benar kecewa dengan perbuatan Sulli. Permasalahan ini memang tidak terlalu penting, tapi bagi Taemin itu masalah besar. Ia benci jika dibohongi. Apalagi dengan kekasih ya sendiri. Waktu itu Sulli bilang ia ingin menemani Krystal berbelanja. Dan ternyata………
“Taeminnie oppa! Kau tidak bisa meninggalkan seseorang yang ingin menjelaskan kejadian yang sebenarnya! Itu tidak baik! Dengarkan dulu penjelasanku!” Sulli berteriak kencang. Taemin menghentikan langkahnya. Sekitar 2 meter jarak mereka sekarang.
Brussssh.
Oh, hujan turun! Sangat deras. Mengapa hujan turun disaat yang sangat tidak tepat seperti ini. Tubuh mereka mulai dibasahi dengan rintikan hujan itu. Mereka tidak berlari menyelamatkan diri dari hujan seperti yang dilakukan oleh orang disekeliling mereka, mereka malah tetap berdiam disana.
“Dengarkan dulu penjelasanku, oppa….”
Taemin belum mau membalikkan tubuhnya, masih berjarak jauh dengan Sulli.
“Apapun yang ingin kau jelaskan, yang pasti kau sudah membohongiku, tidak jujur kalau kau ingin berjalan dengannya.” Taemin masih tetap pada pendiriannya. Sepertinya dia benar benar kecewa pada Sulli.
Sulli melangkahkan kakinya pelan kedepan. Sedikit demi sedikit mendekati Taemin. Dapat Taemin dengar sedikit suara percikan air karena tapakan kaki Sulli.
“Kau tau rasanya jika kau menjadi aku? Dibohongi itu tidak enak, Jinri.”
“A-aku tau……. Tapi bukan itu maksudku. Aku tidak bermaksud untuk membohongimu..”
Astaga, air mata Sulli keluar sudah sekarang. Air matanya bercampur dengan air hujan yang mengalir diwajahnya. Begitu pula dengan Taemin. Ingin rasanya mengeluarkan air mata. Tapi ia tahan.
Air hujan itu semakin deras. Semakin dingin udaranya. Tubuh mereka sudah basah sepenuhnya sekarang.
“Aku tidak mau kau marah jika aku menemaninya berjalan. Dia memintaku untuk menemaninya mencari suatu barang yang ia perlukan…” Suara Sulli sudah timbul getaran. Isak tangis itu tidak bisa disembunyikannya. Taemin tau ia terisak menangis sambil berbicara, tapi hatinya masih sakit. Entah kenapa.
“Aku tidak bermaksud untuk—”
“Kurasa hubungan kita sudah cukup sampai disini saja, Jinri….”
Taemin diluar kendali sekarang. Apa yang ia bicarakan tadi? Kalimat apa yang ia lontarkan tadi???? Kalimat yang……..sangat mengerikan. Emosinya tidak dpaat ia tahan.
“Ya Taemin oppa!” Tangisan Sulli semakin menjadi. Mendengar kalimat itu membuat hatinya ingin terbelah empat sekarang. Isakannya kembali terdengar.
“Oppa……” Suara Sulli semakin melemah. Ia raih telapak tangan kanan Taemin. Yaampun, dapat Taemin rasakan dengan sangat jelas bahwa tangan Sulli bergetar sekarang. Tangannya benar benar dingin.
Taemin sudah tidak bisa menahan air matanya. Air matanya jatuh juga.
“A-apa oppa ingin mengakhiri hubungan dimana besok itu adalah hari jadi kita? Begitu? Hari yang sangat berharga? Tinggal beberapa jam lagi kita genap satu tahun oppa…..” Sulli berbicara dengan pelan.
Tuhan, bahkan Taemin lupa kalau besok adalah hari jadi mereka. Besok hari jadi, malah ini yang terjadi. Sangat disayangkan.
Taemin terdiam. Bingung mau menjawab apa.
“Oppa jawab aku….” Sulli mempererat pegangan tangannya ketelapak tangan Taemin. Isakan tangis Sulli semakin menjadi-jadi rupanya.
Jujur, Taemin sangat tidak tega melihatnya. Ingin sekali ia memeluk gadis ini dan menenangkannya. Tapi sifat keegoisannya lebih tinggi dari itu.
“Bisakah kau melepas tanganku?” Taemin mencoba melepas tangan itu.
Bruk.
Sulli memeluk Taemin dengan erat dari belakang. Masih dengan tangan kanannya yang memegang telapak tangan Taemin dan tangan kirinya disisi perut laki laki itu.
“Oppa maafkan aku….” Nafas Sulli sudah tidak beraturan lagi. Tubuh mereka kedinginan sekarang. Tapi mereka hiraukan saja rasa dingin itu. Hujan terus menerus turun deras dan berlomba lomba membasahi tubuh mereka.
“Jinri-ah….” Taemin melepas kedua tangan Sulli yang masih memeluknya dan memegang tangannya erat itu.
Taemin masih tidak mau berbalik. Tidak berani menatap wajah Sulli yang sudah memerah sekarang. Bahkan matanya membengkak. Jika ia melihat wajah Sulli, ia yakin ia akan tidak tega. Tidak tega melihat Sulli menangis karenanya seperti ini.
“A-aku pergi……” Taemin berjalan meninggalkan Sulli yang masih menangis disana.
“Oppaaaaa!”
Percuma. Taemin tidak akan kembali lagi.
“Aku tidak akan pergi dari tempat ini sebelum kau kembali dan memaafkanku! Bahkan sampai besooook!” Sulli memekik lagi. Taemin mendengar kalimat itu dengan jelas. Pertamanya ia ragu benar benar ingin meninggalkannya. Tapi ia yakin, Sulli tidak akan bertahan disana.
.
IIIII
.
Brak.
Pintu dorm ditutupnya dengan keras begitu saja. Melempar sepatu yang baru saja ia buka asal dan duduk disoffa dekat situ.
“Hey, kau ini kenapa? Asal melempar saja!” Key memungut sepatu sang maknae itu. Ia memaklumi, jika Taemin kesal, pasti hal inilah yang akan ia lakukan.
“Taeminnie, bajumu basah semua? Matamu kelihatan bengkak. Kau kenapa?” Jonghyun mendekatinya. Tapi masih dengan nada yang cuek. Yah, laki laki, kurang perduli pada sekitar. Lain pula jika perempuan, jika melihat temannya menangis, langsung mengerubuni dan melempar pertanyaan yang aneh aneh.
“Ck.” Taemin hanya bisa mengeluarkan decakan dari bibirnya. Taemin memegang kepalanya dengan tangannya. Kepalanya pusing, ingin pecah rasanya. Ia menghela nafasnya pelan. Mencoba menenangkan diri. Kalimat terakhir yang diucapkan Sulli tadi masih terngiang diotaknya. Apa benar ia akan menunggu disana?
Taemin melirik jam ditangannya. Pukul delapan malam. Berarti sudah setengah jam Taemin meninggalkan gadis itu disana.
Taemin menggelengkan kepalanya.
Tidak, tidak mungkin Sulli menunggu sendiri disana. Lagipula ia pasti minta dijemput oleh laki laki itu. Batin Taemin mengatakan begitu.

Pemuda ini mencoba tenang, ia sandarkan tubuhnya kesoffa itu. Jonghyun baru saja pergi entah kemana, mungkin kekamar. Hanya ia yang ada diruang ini sekarang.
Taemin memejamkan matanya. Siapa tau dia bisa menidurkan dirinya. Menenangkan sedikit pikirannya.

Ck, tidak bisa! Bayangan wajah gadisnya itu terus menerus terlintas dibenaknya. Padahal dia sendiri yang memutuskan untuk meninggalkan Sulli, tapi ia sendiri yang terus memikirkannya. Dasar, pemuda labil.
Pukul Sembilan sudah sekarang. Hujan belum redah, yang ada malah tambah deras..
Yah, palingan Sulli sudah benar benar kembali. Hanya gadis nekat yang bisa bertahan satu setengah jam dalam keadaan hujan begini.
Taemin menenangkan dirinya lagi. Mencoba meyakini dirinya sendiri bahwa Sulli sudah pulang.
Pasti Sulli sudah pulang.
Pasti gadis itu baik baik saja………
Gruar!
Geledek berbunyi super kencang diluar sana. Taemin terkaget sendiri. Memegangi dadanya karena terkejut tadi. Petirnya benar benar dahsyat. Dan……..
Ah, gadis itu sudah pulang pastiiiii; batin Taemin lagi.

Gruar!
Taemin cepat cepat mengambil jaket berwarna hitam didekatnya dan meraih kunci mobil secepat kereta api setelah mendengar suara petir tadi. Dibukanya pintu dorm itu. Tersentak sedikit ia melihat hujan yang hampir disertai badai ini.
Tak ia pedulikan lagi bajunya yang basah, ia hanya masuk kedalam mobil dan meluncurkan segera mobilnya. Kemana lagi kalau bukan kembali ketaman.
Dipikirannya hanya ada Sulli. Sulli yang sedang kedinginan. Yaampun, Taemin. Bodoh sekali ia meninggalkan gadis itu.
.
Tuut tuut!
Bunyi klakson mobil dimana mana. Taemin sampai pusing mendengarnya. Macat t o t a l.
Mobil yang berebutan ingin melaju duluan, ditambah lagi dengan hujan hebat ini, menambah parahnya berantakan jalanan sekarang. Mobil tidak bisa bergerak sama sekali. Sepertinya ada suatu truk jauh disana yang sedang mogok dan menghalang semua mobil mobil ini.
“Aish!!” Taemin menggerutu sendiri. Setir mobil yang ia jadikan sasaran. Ia pukul stir mobil itu dengan kencang.
Setengah jam ia berdiam. Tidak ada perubahan. Keadaan macet itu benar benar parah.
Keputusan gila tiba tiba muncul dibenak laki laki ini. Ia buka pintu mobil itu, lalu keluar tanpa menghiraukan lagi nasib mobil ini. Ia lari secepat yang ia bisa. Dibiarkannya saja hujan yang masih deras ini.

Sampai.
Taemin mencari sekeliling, Dimana ia?
Taemin berlari kencang lagi kearah tempat yang ia gunakan untuk berdebat tadi. Hujan masih menusuk ketubuhnya.
Dapat.
Ya Tuhan… ini bukan mimpi. Ini bukan hayalan.
Sulli benar benar masih berdiri disana. Dengan tubuhnya yang sudah betul betul basah, tangan dan jemarinya yang ia dekatkan kebibirnya itu bergetar hebat, bibirnya pula bergetar, wajahnya pucat, bahkan bibirnya berubah warna. Ia benar benar menggigil disana.
“Ya Choi Sulli!” Taemin mendekati gadis itu. Sulli tersenyum manis, tersenyum yang dipaksakan. Tubuhnya lemah sekali saat ini.
“Ta-Taemin op-ppa…..” Ingin menangis rasanya Taemin melihat gadis ini. tubuhnya benar benar membeku. Taemin usap kedua pipinya, ia singkirkan rambut panjang Sulli yang mengganggu itu.
“Kau gila, hah? Satu setengah jam menunggu didepan hujan begini!” Taemin memekikkannya. Ia melepas jaket miliknya dan membalutnya ketubuh Sulli.
“Oppa, nanti kau kedinginan…” Sulli berusaha menolaknya.
Yaampun, gadis ini sudah dibentak mati matian oleh Taemin satu setengah jam tadi masih saja memperhatikannya…
“Tidak, kau yang lebih penting. Jangan sesekali lagi mengulangi ini! Mengerti?”
Sulli mengangguk dan tersenyum manis perlahan. Tubuhnya terasa ingin runtuh. Ia cengkram kuat kaus bagian belakang Taemin.
“Apa…..apa kita benar benar putus…?” Gadis ini bertanya perlahan dengan suaranya yang masih bergetar.
“Tidak, itu tidak mungkin terjadi, Jinri..”
.
IIIII
.
“Selamat hari jadi Choi Jinri!” Taemin melebarkan senyumnnya kearah gadis ini. Ia mengeluarkan sepuket bunga mawar yang begitu harumnya dari punggungnya.
“Hahahaha. Terima kasih, oppa!” Sulli mengisyaratkan Taemin untuk duduk dibangku sebelahnya.
Tepat tanggal 27 Oktober.
Hari jadi mereka. Ah, hari yang cerah.
“Apa harapanmu untuk hari jadi kita yang pertama ini?” Taemin memandang Sulli sok serius. Sulli terkekeh dulu.
“Semoga kejadian semalam tidak akan pernah terjadi lagiiiii.” Sulli memainkan hidung kekasihnya itu.
“Dan semoga kau tidak berlaku nekat lagiiiii.” Gantian, kini Taemin yang memainkan hidung Sulli.
“Tidak akan terulang lagi, janji??” Sulli mengacungkan kelingking kanan miliknya. Oh, layaknya anak TK yang ingin membuat janji.
“Janji Nyonya jinri!” Taemin meraih kelingking itu.
“Hahahaha.” Mereka tertawa lagi. Kejadian semalam sudah benar benar hilang sepertinya.
“Tapi oppa….” Sulli terdiam sebentar.
“Hng? Apa?”
“…..mengapa kau mau memaafkanmu? Jelas jelas aku sudah membohongimu….” Suara Sulli pelan sekali. Ia takut sebenarnya menanyakan ini.
“Hahaha. Aku berfikir tadi malam, kau membohongiku itu untuk kebaikanmu bukan?”
Sulli mengernyitkan dahinya. Sedikit tidak mengerti ia dengan kata itu.
“H-hah?”
“Kau tidak mau membuatku marah, kan? Jadi kau diam diam. Lagian aku tau kalau kau bukan orang yang begitu. Semalam aku sedang labil, emosiku diluar kendali….” Taemin menatap lurus kedepan sambil menjelaskan. Sejenak kemudian Sulli tersenyum sangat manis disampingnya. Jika ia ada diposisi Taemin tadi malam, mungkin dia akan melakukan hal yang sama.
“Terima kasih oppa…..” Ia meraih lengan tangan Taemin dan melingkarkan tangannya disana.
“Hahaha. Aku yang harusnya berterima kasih karena kau memaklumi sikapku tadi malam. Dihari jadi kita satu tahun aku malah membuatmu kecewa. Padahal aku sudah tau kalau Dongho itu sudah mempunyai kekasih….” Taemin tersenyum padanya. Lalu menarik tangannya kearah puncak kepala Sulli. Mengacak rambutnya dengan sayang.
“Semoga kita akan bersama sampai akhir hiduuuup!” Sulli sedikit berteriak. Membuat Taemin mencubit pipi kirinya sekarang.

/ e n d /

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , , | 9 Comments

Post navigation

9 thoughts on “Anniversary!

  1. Kaa24des

    So sweet!! Mut~ bagus bgt!^^

  2. Aww~ Sulli nekat bener -__- satu setengah jam ujan ujanan + angin -_– Taemin sih -_-
    Semoga mereka memang bener pacaran Real !😀

  3. . HOAAAAAA.. DAEBAK!!! Cute amaat siiih ni anak 2~ haha..
    Tp sulli kuat jg ye bdan’e, 1 stngah jam k’ujanan tp ga sakit. Hahaha

  4. sintarahayu

    Sulli sulli, kalo gw mah udah pulang aja kali

    ffnya bagus deh, sullinya nekat. Taemin kayaknnya cemburu bgt sih

  5. Fannylovers

    Waaah taelli copeeel, shining fx…
    Mank dh ni plg pas bwt shining fx copel, sma” lucu sma” ky bocah mukany pkokny pas bgt dh..
    Ayo bkin lg chingu taelli ff heheheheee..
    Nice chingu..

  6. loveTAETEUKforever

    taelli emang sip…..!!!
    itu taemin oppa tega banget deh ninggalin sulli ujan-ujanan
    daebak ff.a thor

  7. Angel TaeLli

    Sumpah, sweet ceritanya
    apalagi pas hujan2an itu.
    Teruskan buat cerita2 sweet gini chingu

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: