Silent Girl [Part 2]

 

tittle: silent girl

main cast: Choi Sulli (babydoll) | Lee Taemin | Kim Kibum | Prince

minor cast: kang jiyoung

author: @2409intan

lenght: chaptered

genre: friendship, life, romance

rating: pg 13

disclaimer: the cast belong to god, but the plot is mine. an inspiration from japanise comic with tittle “i’m here”

masih ingat dengan ff Silent Girl? hoho yang sudah lupa harap diingat2 kembali -_- #plak! hehe, sekarang saya membawa part 2 nya untuk kalian :3 mian kalao lamaaaa~ banget lanjutannya u,u lagi sibuk soalnya T.T hiks,

okelah, sekarang langsung kita lanjut saja ceritanya :3

nb: anggap saja taemin, sulli, key, sama jiyoung itu seumuran😀

$$$

“huh? Study Tour ke Incheon?” pekik salah seorang gadis setelah membaca sebuah lembaran yang dibagikan oleh ketua kelas. Terlihat beberapa siswa terlihat murung setelah membacanya, ada juga yang tersenyum lebar setelah membacanya.

“kau ikut Taem?” tanya Kibum setelah membaca semua isi selebaran tersebut. Taemin terlihat berpikir sejenak sebelum akhirnya menganggukkan kepalanya beberapa kali. Sosok Kibum mulai mengalihkan pandangannya pada sosok Sulli. “kau berencana ikut Sull?” tanya Kibum setelah Taemin mulai meninggalkannya. Sulli terlihat seperti kebakaran jenggot. Bingung menjawab pertanyaan Kibum yang memang sangat simpel itu.

“uh, eh. Aku..aku..sepertinya tidak akan ikut,” jawab Sulli kemudian.

“kenapa?”

“aku punya banyak urusan penting dirumah.”

“yaah, sayang sekali. Padahal ini adalah terakhir kalinya kita bersenang-senang sebelum menghadapi ujian.”

Setelah mendengar pertanyaan Kibum yang terakhir, Sulli mulai berpikir dua kali untuk mengikuti Study Tour itu.

$$$

‘Kau tahu? Betapa inginnya aku mengikuti acara tersebut?? Namun sebenarnya aku takut. Takut jika aku tak mempunyai teman disana. Takut jika diriku tak dianggap (oke, kalau hal ini sudah pasti.)

Dan saat itu, datanglah salah seorang laki-laki yang menginginkan aku untuk mengikuti acara tersebut. Nan Eotteokhae??’

KLIKK!!

“god, plesae give me the best..” pinta Sulli kemudian. Selang beberapa menit, muncullah sebuah balasan dari salah seorang pengunjung.

Barbie: itu kesempatan bagus Babydoll. Kalau memang yang mengajakmu adalah seorang laki-laki, why not??🙂 mungkin saja dia peduli padamu.

Babydoll: I Know. Tapi aku masih sedikit khawatir…

Barbie: why? Soal temankah?

Babydoll: yeah, kau tahu sendiri bukan. Aku sering sekali sendirian…

Barbie: tenang saja, aku akan selalu mendukungmu dari sini😀

Sulli merebahkan tubuhnya diatas tempat tidur yang menurutnya empuk itu. Dipejamkannya matanya untuk sekian detik, lalu membukanya kembali. Hal itu dilakukannya beberapa kali sebelum akhirnya gadis itu benar-benar terlelap.

$$$

“Taemin, Kibum apakah kalian ikut acara Study Tour besok??” tanya seorang Jiyoung sambil menggelayut manja disamping Taemin.

“errr~ aku akan menjawabnya setelah kau melepaskan tanganmu dari lenganku, Jiyoung-iie.” Pinta Taemin. Jiyoung menurut dan segera melepaskan tangannya.

“jadi bagaimana?” tanya Jiyoung meminta kepastian dari Taemin dan Kibum. Taemin mulai melirik mata tajam Kibum seakan memberi isyarat untuk meminta tolong. “uhm, begini Jiyoung-iie. Kami berdua akan ikut Study Tour itu. Sekarang aku mohon kau segera pergi dari sini, karena bel akan segera dibunyikan. Permisi,” jawab Kibum yang langsung menyeret tangan Taemin menjauh dari gadis itu. Bagi mereka berdua (Taemin dan Kibum tentunya), bertemu dengan Jiyoung sama saja dengan mengundang Kiamat datang.

“fiuh, hampir saja kita dimakan buaya,” ucap Taemin sambil membenarkan posisi duduknya. Kibum mengangguk dan mulai mengikuti Taemin. Lelaki itu menempatkan pantatnya tepat diatas sebuah kursi siswa.

“eh iya, aku belum meminta kepastian Sulli untuk mengikuti acara Study Tour.” Seru Kibum yang mulai menoleh ke arah bangku Sulli. “Sull, kau jadi ikut?” tanya Kibum bersemangat. Sulli terlihat berpikir sejenak sebelum akhirnya memasang senyumannya. “aku akan ikut,”

Lunch Time…

‘sepertinya aku sudah mengambil keputusan yang salah untuk mengikuti Study Tour ini. Aku rasa, aku harus memikirkan lagi hal ini,’ keluh Sulli. Sedari tadi, gadis itu hanya mengaduk-aduk Milk Shake-nya tanpa menyeruput minuman itu sedikitpun.

“huft, aku memang ceroboh.” Gumamnya.

“kau tidak ceroboh, hanya saja kurang yakin pada dirimu sendiri.” Ujar seseorang yang tiba-tiba muncul di depan Sulli. Gadis itu terperangah melihat siapa seseorang di depannya sekarang.

“kau seharusnya merubah sikapmu yang pendiam dan tertutup itu??!” lanjutnya begitu sukses menempatkan pantatnya diatas kursi. “hei, apa kau mau terus seperti ini?” ujarnya kemudian. Sulli menggeleng pelan.

“hh~ kalau begitu kau harus merubah sikapmu sekarang.! Hei, apa perlu aku membantumu?” tawarnya. “kibum-ah, tak usah berlebihan. Lagipula, aku sudah memutuskan kalau aku akan ikut acara Study Tour itu. Tenang saja,”tolak Sulli halus.

“baiklah..aku memang berharap kau akan ikut dalam acara ini.” Ujar Kibum yang mulai beranjak meninggalkan Sulli.

‘aku tak mengerti. Kenapa dia bisa membaca pikiranku??’ pikir Sulli bingung. Entahlah, sejak dia menyapa Kibum 3 hari yang lalu sikap lelaki itu seperti sangat peduli dengan Sulli.

“oh, itu Taemin Oppa!! Kyaa~” pekik salah seorang gadis yang mampu mengundang siswi lain datang.

“aigoo~ seperti biasa, dia selalu tampil dengan sempurna.” Sahut yang lainnya.

‘Taemin ya? Lelaki itu selalu terlihat seperti bunga matahari. Dia selalu mekar dan bersinar dimanapun ia berada. Tak sepertiku. Aku yang tertutup ini diibaratkan seperti akar pohon yang selalu menjurus ke dalam. Tak ingin dilihat banyak orang dengan wajahku yang jelek ini.’ Pikir Sulli. Gadis itu mendengus pelan kemudian memandangi sosok Taemin yang layaknya putra mahkota tersebut.

“sungguh mustahil aku bisa mendapatkannya,” keluhnya kemudian.

$$$

‘sang bunga matahari kembali menampakkan dirinya. Dan juga seperti biasanya, dia tampil sempurna di depan orang lain. Tanpa mempedulikan mawar dan melati yang iri padanya, dia terus saja bersinar. Hhh~ andai saja aku bisa menjadi matahari dari bunga tersebut, aku pasti akan terus menyinarinya hingga akhir hayatku. Tapi, bukankah kemungkinan tersebut sangatlah kecil untukku? Sang akar pohon yang malu menampakkan dirinya karena dirinya buruk rupa. Dia tidak tumbuh keatas, melainkan terus kebawah.

Untuk selamanya, aku takkan mungkin bisa menjadi matahari untuknya. Kalaupun aku bisa menjadi matahari, aku akan setia menemaninya.’

Sulli menatap langit-langit apartemennya. Gadis itu merasa akan ada sesuatu hal yang sangat heboh yang akan terjadi saat Study Tour besok. Benarkah? Oh, bahkan ia tak tahu. Gadis itu mulain melangkahkan kakinya menuju teras.

Hembusan angin terasa begitu sejuk ketika Sulli menyandarkan badannya diantara penyangga teras tersebut. Kerlap-kerlip lampu kota Seoul kini menambah keindahan pemandangan yang ada di depannya. Sulli memejamkan matanya sebentar untuk menikmati suasana sekarang.

Yang benar saja, kini dia melihat sosok Taemin di dalam pikirannya. Lelaki itu tersenyum pada Sulli dengan senyuman termanisnya. Hati Sulli mulai berdebar kencang. Perasaan apa ini? Apakah ia mulai jatuh cinta pada Taemin?

In Other Place…

Taemin menatap layar ponselnya lekat-lekat. Di dalam ponsel tersebut terdapat foto seorang gadis cantik yang akhir-akhir ini telah mengusik pikirannya. Tentu saja Taemin mengambil hampir semua gambar-gambar ini dari sebuah blog. Ada juga yang diam-diam ia memotret sosok gadis tersebut. Lelaki itu tersenyum bangga.

“hey, karena hal apa temanku yang satu ini tersenyum sendiri? Aigoo~” pekik suara laki-laki cempreng yang membuyarkan lamunannya. Kibum mulai mengambil posisi tepat disamping Taemin. “ya, ceritakan padaku.”ujar Kibum. Lelaki itu memberikan segelas kopi susu pada Taemin.

“mwo? Cerita?” tanya Taemin bingung.

“aigoo~ ceritakan padaku tentang sebab kau senyum-senyum tadi.” Kibum mencoba meyakinkan (?) sahabatnya tersebut.

“baiklah… akhir-akhir ini sepertinya pikiranku fokus pada seorang gadis.” Taemin memulai ceritanya. “gadis itu cantik. Dia bagaikan bungaikan akar bunga matahari bagiku. Selalu menopangku jika aku merasa lemah.” Jelas Taemin.

“jadi… siapa nama gadis itu? Jiyoung kah?”

“aish, mana mungkin aku menyukai Jiyoung. Kau ini aneh-aneh saja. Namanya…”

‘nunan neomu yeppeo, mincheo, replay replay replay,’ baru saja Taemin akan melanjutkan ucapannya, namun ponsel Kibum berdering.

“….”

“oh, ne Eomma. Aku mengerti. Aku akan segera kesana.”

“….”

“kau akan pulang?” tanya Taemin. Kibum mengangguk.

“sepertinya begitu. Adik sepupuku membuat masalah lagi. Ceritanya di lanjut di sekolah saja. Annyeong,”

$$$

“buku catatan, sudah. Alat tulis, lengkap. Makanan dan minuman ringan sudah aku beli semuanya. Yosh, sudah siap semuanya.” Gumam Sulli bangga. Gadis itu melangkah menuju tempat tidurnya. Ia membayangkan hal seperti apa yang akan terjadi besok hari. Sepertinya, Sulli mulai tak sabar akan Study Tour itu.

Study Tour’s Day…

Terlihat para murid kelas 3 SM High School sedang berkumpul dan bercanda di depan gerbang sekolah. Hari ini sekolah memang diliburkan. Namun tidak bagi para siswa-siswi kelas 3. Hari ini mereka mengadakan sebuah acara, “Study Tour”.

“oh, Taemin-ah.” Sapa Jiyoung ketika melihat Taemin dan Kibum dengan pakaian seragam musim dingin mereka. Gadis itu mulai berlenggak manja menuju Taemin.

“kukira kau tidak ikut.” Ujarnya sambil merapikan jas sekolah Taemin.

“uhm, bisakah kau bersikap biasa? Semua murid memperhatikan kita.” Ujar Taemin dingin. Jiyoung tak mempedulikan semua itu. Gadis itu malah melingkarkan tangannya di lengan Taemin.

“errr~ sepertinya aku harus pergi mencari Sulli.” Pamit Kibum yang merasa sedari tadi diperhatikan oleh Taemin dengan tatapan ‘Minta tolong’. Lelaki itu berjalan meninggalkan sahabatnya dengan terkekeh-kekeh sendiri.

Dari kejauhan, terlihat sosok gadis sedang menyendiri diantara beberapa bunga matahari yang tumbuh disekitar sekolah.

“Choi Sulli.” Sapanya sedikit berteriak. Kibum mulai berlari-lari kecil agar bisa berada tepat di depan Sulli. “oh, Kibum-ah. Waeyo?” tanya Sulli.

“hehe, anniyo. Aku senang kau bisa ikut.” Ujar Kibum bangga. Sulli tersenyum tipis menatapnya. Tampak seperti sebuah pujian jika kedatangan seorang Choi Sulli dianggap menyenangkan.

“gomawo,”

“untuk apa?”

“gomawo karena telah membujukku untuk ikut acara Study Tour ini.” Ujar Sulli tulus. Beberapa cairan bening mulai terlihat mendesak untuk segera keluar dari pelupuk matanya. Bahagia? Tentu saja.

“aigoo~ kenapa menangis?? Kan memang sudah sewajarnya kalau kita membujuk teman untuk ikut acara ini. Lagipula tahun ini adalah tahun terakhir kita. Jadi, aku ingin menghiasi tahun ini dengan semua temanku.” Jelas Kibum. Sulli tersenyum ditengah tangisannya. Baru kali ini dia merasa sangat diperhatikan oleh seseorang.

“kau tahu, dari dulu aku selalu ingin menjadi bunga matahari.” Sulli memulai ucapannya. Membuat \Kibum menatapnya untuk mendengar kelanjutan dari ucapan Sulli.

“meskipun ia sendirian, tetapi bunga matahari selalu saja tegar dan tetap berdiri tegak. Meskipun badai berusaha untuk menyingkirkannya, tetapi ia masih tetap saja kokoh berdiri. Dari dulu, aku paling suka bunga matahari.” Jelas Sulli.

“kenapa kau tidak mencobanya? Aku yakin kalau kau pasti bisa menjadi sang bunga matahari suatu saat nanti.” Timpal Kibum.

“dulu, aku pernah mencobanya. Namun di tengah perjalanan, semuanya gagal. Aku menjadi bahan olokan, ejekan, bahkan cacian. Tak ada segelintir orang pun, termasuk Orang Tuaku yang menganggap aku ada. Mereka semua seolah hanya peduli pada orang-orang yang terpilih dan sukses saja.” Sulli mulai menitikkan air matanya lagi. Dirasakannya tangan besar Kibum mulai mengusap lembut air matanya itu.

“uljima..tenang saja, aku akan selalu ada untuk mendukung dan memberimu semangat Sull,” ujar Kibum bijaksana.

“gomawo, jeongmal jeongmal gomawo Kibum-ah,”

“ya! Kibum-ah, ppali! Kita sudah mau berangkat.!” Teriak Taemin yang membuyarkan suasana haru tersebut.

“choa. Sekarang kau bisa meninggalkanku. Kembalilah berkumpul bersama teman-temanmu Bum.” Ujar Sulli mencoba menghapus kesedihannya. Sejujurnya dia sangat sedih saat mendengar bahwa bus akan berangkat.

“anni. Kkajja kita kesana bersama.” Ajak Kibum.

$$$

“kau dapat kelompok berapa Taem?” tanya Kibum sambil sedikit melirik nomor undian yang didapatkan Taemin.

“kelompok 3. Kau?” Taemin bertanya balik pada sosok sahabatnya, Kibum.

“aku kelompok 2. Aish, sayang sekali kita tidak satu kelompok,” keluh Kibum. Kemudian dia ingat kepada Sulli. Ditengoknya jok belakang, berharap Sulli ada disana. Dan tepat saja, disana duduklah seorang Sulli di jok tersebut.

“kau kelompok berapa Sull?” tanya Kibum.

“aku masuk Kelompok 3.” Jawab Sulli.

“yaah sayang sekali. Padahal aku berharap kita satu kelompok.” Keluh Kibum sambil mengerucutkan bibirnya beberapa senti. Sulli terkekeh melihat ekspresi Kibum yang bisa dibilang lucu.

$$$

“baiklah, kelompok sudah saya bagi. Masing-masing kelompok terdiri dari 2 Orang. Tugas kalian adalah mengamati beberapa tanaman disini beserta cara pengembang biakannya. Silahkan berkumpul dengan kelompok masing-masing.” Ujar Jinki Songsaengnim yang diikuti anggukan Victoria Songsaengnim.

“kureom, aku pergi dulu Sull. Annyeong,” pamit Kibum. Sulli mulai merasa bingung dan sedikit kesepian sekarang. Pasalnya, ia tak tahu siapa partner kerjanya. Bisa saja terjadi hal yang buruk seperti dulu. Ia ditinggal sendirian dan dikunci di dalam gudang (baca: Silent Girl Part 1)

“uhm, permisi. Apakah kau dimasukkan ke kelompok tiga?” tanya sebuah suara yang begitu mengagetkan bagi Sulli. Gadis itu menoleh dan mendapati sosok Taemin tengah berdiri di belakangnya.

Ya, Taemin yang akan menjadi partner kerjanya dalam Study Tour ini. Suasana terasa sedikit canggung ketika mata mereka bertemu satu sama lain.

“ehm, aku mau tanya. Apakah kau dimasukkan ke kelompok tiga?” tanya Taemin mengulang perkataannya tadi. Sulli mengangguk. Sedikit tidak percaya memang jika seorang yang cerah seperti Taemin akan menjadi partnernya sekarang.

“lalu, bagaimana dengan Jiyoung? Bukankah kau selalu bersamanya?” tanya Sulli sedikit hati-hati. Takut-takut kalau membuat Taemin marah karena selalu ikut campur dalam urusan pribadinya.

“oh gadis centil itu? Sepertinya dia bersama kelompoknya. Kenapa?” ujar Taemin tenang. Sulli diam. Dia tak dapat berkata apa-apa kalau seperti ini.

Kini keduanya mulai melakukan tugas seperti yang diinstruksikan oleh Jinki Songsaengnim. Yakni mengamati jenis tanaman. Dan objek yang mereka pilih adalah ‘bunga matahari’.

“kau tahu, dari dulu aku sangat menyukai bunga matahari ini.” Ujar Taemin disela pengamatan mereka. “bunga matahari bagiku adalah simbol dari kesetiaan. Meskipun beberapa kali diterjang oleh badai, dia tetap saja menghadap kepada sang matahari yang menjadi sumber kehidupannya.” Lanjut Taemin. Sulli sedikit tercengang dengan ucapan yang baru saja dilontarkan oleh taemin.

‘kenapa bisa sama denganku?’ batin Sulli.

Hening…

“aku…ingin menjadi bunga matahari.” Ujar Taemin kemudian.

“kau…bagiku kau sudah menjadi bunga matahari sekarang. Kau selalu bersinar dan tersenyum untuk Orang lain.” Sahut Sulli.

“walaupun begitu, sebenarnya aku masih merasa kesepian. Di setiap tawa dan senyum yang kulemparkan pada semua orang, sebenarnya hanyalah sebuah pelampiasan dari masalah yang selama ini kuhadapi.” Taemin menengadahkan tangannya untuk mencium bau bunga matahari.

“masalah?” taemin mengangguk. Ingin sekali Sulli membantu Taemin disaat seperti ini.

“aku sangat senang jika kau bisa membagi masalahmu itu.” Kata-kata itu terucap dari mulut Sulli begitu saja. Ia juga tidak mengerti mengapa ia berkata seperti itu tadi.

Taemin mengacak rambut Sulli pelan sambil menunjukkan senyuman termanisnya.

“gomawo. Jika saatnya tepat pasti akan kuceritakan masalahku padamu.” Taemin menepuk bahu Sulli dan perlahan mencium pipi kiri gadis itu.

Sementara Sulli, gadis itu kini tidak dapat berbuat apa-apa. Sulli hanya diam seperti patung setelah mendapat perlakuan seperti itu dari Taemin. Ia yakin, wajahnya pasti semerah kepiting rebus sekarang.

$$$

‘bunga matahari. Ah, kurasa sekarang aku menemukan dua bunga matahari yang selalu kokoh di setiap keadaan apapun. Bunga matahari pertama, ia sangat periang dan selalu optimis dalam segala hal. Aku suka itu. Bunga matahari yang kedua, ia begitu tampan, bijaksana, pintar, dan juga ramah. Jika aku boleh menyombongkan diri, mungkin aku adalah orang yang paling bahagia di dunia ini. Hehe~

Sayangnya, sang bunga matahari yang kedua seperti memendam sebuah perasaan yang telah lama ia kubur dan belum sempat ia salurkan perasaan itu. Aku jadi sedikit iba padanya :(‘

Sulli tersenyum senang setelah menulis serangkaian kata yang ia salurkan di dunia maya tersebut. Berharap ada balasan dari seseorang yang muncul, Sulli sampai rela tak tidur semalaman.

Prince: yay! Itu artinya kau sudah tak sendirian lagi BabyDoll😀 aku ikut bangga dengan semua ini..

Barbie: aku setuju dengan yang dikatakan Prince..

BabyDoll: hehehe~ gomawo chingu-ya. Karena kalian juga aku bisa menemukan kedua bunga matahari itu🙂

Barbie: kalau begitu kau harus terus mempertahankannya..hehe..

Prince:😀 aku ingin tanya padamu.. jika kau diharuskan memilih diantara dua bunga matahari tersebut, siapa yang akan kau pilih? Bunga matahari pertama, ataukan bunga matahari kedua?

Sulli bingung harus menjawab apa. Tangannya yang sibuk bermain dengan tuts-tuts Keyboard mulai menghentikan ketikannya. Bingung harus menjawab apa dari pertanyaan yang dilontarkan Prince itu.

BabyDoll: kenapa kau bertanya seperti itu?

Prince: anniyo, aku hanya punya firasat kalau salah satu dari kedua bunga matahari tersebut menyukaimu. Dan sepertinya kau juga menyukainya.

Oh, benarkah? Apa yang ditulis oleh Prince itu? Kenapa kata-katanya terkesan kalau ia sudah tahu segalanya?

Sulli langsung menutup Laptopnya dan dengan langkah lesu ia berjalan menuju tempat tidur. Entah kenapa hari ini ia merasa sesuatu yang luar biasa akan terjadi besok.

To Be Continued…

 

Hwe hwe hwe~ alhamdulillah ya selesai juga part 2 nya.. memang sesuatu banget😀 #PLAK!

Hehe.. bagaimana pendapat kalian tentang part yang ini? Jelek? Aneh? Gak nyambung? Terlalu pendek? Ataupun authornya yang kurang dalam penulisan cerita? (maksudnya, kalian bisa meng-kritik aku biar bisa lebih baik di masa depan :)) hehe,

Apapun itu, minumnya teh botol sosro *lho??? #KorbanIklan -___-

Gak ding, apapun kritiknya akan aku terima dan aku simpen (?) buat motivasi😀

Oke, aku pamit dulu..Annyeong ;D

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , , , , , , | 9 Comments

Post navigation

9 thoughts on “Silent Girl [Part 2]

  1. Kaa24des

    Sempet lupa sama part 1 yaudah tadi baca lg hehe🙂 ini lg seru ceritanya! Part 3nya jgn lama2 ya. Takut lupa lg jalan ceritanya hehe^^

  2. daebak cingu.. d tunggu kelanjutan’a.. nice ff

  3. salmae everything

    sebenernya aku udah bc komik im here, jd udah bsa ketebak thor. Diliat dri ceritanxa, kalo si prince keliatan bngt salah satu diantara mereka, gak seru dong!

  4. jojo

    haha…akhirnya…

  5. yoomyoryun

    akhirnya keluar juga😀
    author, next chapter ngepostnya jangan lamalama ya! *reader banyak maunya –‘*

  6. eh aku baru baca ini, part 3 nya udh ada blm? lanjut dong, keren soalnya!!🙂

  7. daebak!
    Cerita’y keren bnget😀
    Ditunggu part slanjut’y🙂 jgn lama” ya thor😉

  8. adis

    suka ceritanya,,
    tapi kok saya tunggu2 lanjutannya gak muncul2 y,,,,,

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: