[One Shot – Sequel] L.O.V.E

Title : L.O.V.E
Cast :
Amber Josephine Liu
Kim Key Bum
Kim Jonghyun
Choi Minho
Length : One shot?
Rating : PG-13
Genre : Fiction, Romance

Hai semua🙂 ini Altariaa balik dengan ff sequelnya yang memang sudah ada *hohoho*. Sebenernya udah ada di blog diriku, hanya belum di post disini. Judul yang ketiga, S.I.G.N. Udah ah, kelamaan. Cekidot bebeh…

-L.O.V.E-

“Ada masalah apa dengan sayapmu? Sepertinya kau sangat mempersiapkan sayapmu itu.”

Amber mendengar suara yang menyahut dibelakangnya. Ah, orang itu. Kenapa harus dia? Pikir Amber.

“Baik-baik saja, Minho. Sayapku baik-baik saja. Memangnya kenapa? Ya, aku ingin pergi.”

“Haruskah kau pergi? Sudah minta izin Jonghyun?”

Amber menghela nafas, memikirkan mengapa laki-laki ini terlalu bawel untuk ukuran seorang laki-laki. Ia tinggi, putih, tampan dan sempurna. Namun apa yang dia sampaikan pada Amber, mengubah persepsi Amber tentang dirinya.

“Untuk apa? Aku malas, Minho-ya.”

Amber mengambil sebuah kain yang ia beri percikan zat cair (bukan air) diatas salah satu sisinya. Segera ia usapkan kain itu pada sayapnya, menjaga agar bulu-bulu sayap yang berwarna hitam tetap melekat pada punggungnya. Minho masih terdiam sejak jawaban Amber yang terakhir. Lalu ia memutuskan untuk meninggalkan Amber sendirian yang masih merawat kedua sayapnya itu.

————————

“Kau sudah bertemu dengan Key-mu itu kan? Sudahlah, jangan kembali lagi.”

Jonghyun mulai berulah lagi dengan membicarakan tentang Key lagi. Amber hanya bisa membiarkan kata-kata itu ‘masuk telinga kiri keluar telinga kanan’. Ya, Amber telah kembali setelah menemui Key melalui portal rahasia milik kedua orangtuanya. Amber tidak melapor kepada petinggi di negeri mereka karena ia tidak mau tersangkut masalah izin. Memang, ada satu sebab mengapa ia tidak mau keluar melewati petinggi dan penjaga pintu utama.

“Hey! Kau dengar aku tidak? Kau ini, masih saja pura-pura tidak mendengar.”

“Aku dengar kau Jonghyun. Tenang sedikit bisa?!” Amber setengah berteriak kearah Jonghyun. Jonghyun hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“Terserah kau, Amber. Sudah, aku peringatkan kau untuk tidak kembali ke dunia manusia. Sebelum kita dapat tugas untuk kembali kesana-”

“Tapi Jonghyun! Aku merindukan Key! Bukan tentang apapun melebihi semua hal di dunia kita. Kau memang tak pernah tau, karena kau bagaikan penjara berjalan yang selalu membuatku terjaga didalamnya!”

Amber mengepakkan kedua sayapnya, lalu pergi dari tempat itu, meninggalkan Jonghyun yang masih terdiam. Jonghyun yang malang. Ia tahu bahwa mengakui Amber sebagai adik merupakan jalan yang salah.

————————

“Minho, bagaimana Amber?”

Jonghyun segera mendekati Minho, sang penjaga gerbang atau portal menuju dunia manusia. Minho hanya tersenyum, lalu kembali menunjukkan sisi dinginnya sebagai penjaga portal.

“Tetap seperti itu. Hal satu-satunya yang aku suka dari dirinya. Pembangkang.”

“Kau yakin-”

“Yakin apa?” Minho senantiasa menunggu kelanjutan dari ucapan Jonghyun. Jonghyun terlihat resah. Terlihat dari raut wajahnya yang berubah.

“Kau yakin ingin melakukan itu? Jika Amber tidak menyukai dan tidak menerimamu?”

Minho tersenyum penuh kemenangan. Terlihat dari senyumnya, tak ada sedikitpun rasa kasihan atau apapun selain kejahatan. Lalu ia menatap kearah Jonghyun, dan mulai berucap.

“Kau tak usah khawatir. Aku tahu Amber bukanlah adik kandungmu. Melainkan hanya seorang lemah yang kau perdaya, Kim Jonghyun.”

————————

“Amber? Kau dimana?”

Di suatu tempat di dunia, Key memanggil Amber yang Key anggap, Amber berada dimana saja. Ia tahu tentang Amber, segalanya. Key rindu dengan Amber, sehingga Key memanggilnya untuk yang kesekian kali di dalam satu minggu.

“Aku disini boo.”

Amber muncul dalam ilusi hitam dengan fusion dan campuran warna hitam dan ungu. Muncul dengan sayap yang melebar dan terkesan sehabis terbang melayang saat ingin menemui Key. Melihat itu, Key tersenyum.

“Baby, kau kemana saja? Aku merindukanmu, kau tahu?”

“Ya.” Jawab Amber singkat. “Ada apa?”

“Umm, I miss you. So, do you want to spend a night with me? I promise, just a night. You won’t pregnant, will you?” Key meminta persetujuan Amber atas apa yang akan terjadi satu hari – atau tepatnya satu malam – yang akan Key habiskan bersama Amber.

“I hope it won’t. I don’t want to be a mother though. Hahaha.” Amber mencoba melakukan lelucon, sampai Key menarik tangan Amber ke ruang tamu dan mengajaknya untuk memasak.

“Bagaimana di duniamu? Apakah kau akan hamil?”

Amber terdiam. Ia tidak pernah mengetahuinya. Yang ia tahu mungkin, berbeda dunia berbeda persyaratan. Atau apapun itu.

“Mungkin iya. Mungkin tidak. Namun jika waktunya datang, aku ingin mengandung anak darimu. Anak kita. Walau aku dan kau berbeda, Key.” Ucap Amber. Key segera melingkarkan tangannya ke pinggang Amber dari belakang.

“Kau tahu Amber, aku mau memiliki seorang anak. Darimu.” Ucap Key lembut di telinga Amber. Amber berputar dan menghadap Key, lalu mereka mulai berciuman dengan lembut dan melanjutkan sesuatu yang seharusnya tidak terjadi diantara dua dunia.

————————

“Kau kemana saja?! Pulang-pulang sudah berantakan begini. Apa yang kau lakukan dengan manusia itu?!”

Jonghyun mendapati Amber pulang dengan pakaian yang kusut dan acak-acakkan. Jonghyun merasa darahnya memanas, naik pitam. Ia segera menghujam Amber dari depan portal.

“Apa pedulimu, Jonghyun?”

“Terima Minho. Atau kau akan menyesal. Sangan menyesal.”

“Memang apa hubungannya dengan Minho? Apa hubungannya dengan si manusia bawel itu?!” Amber sedikit menaikkan nadanya. Namun sesosok dengan sayap hitam yang lebih besar dari milik Amber, datang dan berhenti tepat 2 centimeter di depan Amber.

“Mm.. Min.. Minho? Apa kk.. Kkau?”

“Semuanya. Apa, kau mau menerimaku? Aku sudah mengagumimu dari dulu, pembangkang.” Minho segera mengeluarkan sesuatu dari tangannya. Tuhan, itu ‘Borgol Sang Penjaga’, borgol yang dimiliki oleh seorang penjaga dan kini ia akan menerima ini jika menolak Minho.

“Bagaimana jawabanmu, Amber?”

“Aa.. Aku… Apa yang akan kau lakukan jika kujawab ‘ya’?” Amber mulai menunda waktu. Namun masih ada waktu untuk memperbaiki segalanya sebelum segalanya hancur.

“Tentu saja menjadi milikmu, bodoh. Jika tidak? Kau akan menanyakan hal itu bukan? Kau akan merasakan suatu hal yang paling berharga dalam hidupmu.”

Amber tercekat. Ia hanya diam. Belum ada waktu untuk memikirkan semua ini. Tak ada waktu lagi. Amber segera mengepakkan sayapnya lebar-lebar dan terbang selincah mungkin, meninggalkan Jonghyun yang terdiam dan Minho yang tersenyum licik.

“Tenang saja. Sebentar lagi, iya atau tidak, akan tercipta satu keajaiban. Hahahaha.”

————————

“Apa yang harus aku lakukan? Demi Key? Menikahkah?” Amber mulai berbicara pada dirinya sendiri. Ia aman sekarang, dan ia berada di satu ruangan dimana tak ada satu orang pun di dalamnya. Kenapa? Ruangan ini hanya boleh dimasuki satu orang.

“Menikah dengan Key? Aku tinggal disini, sementara Key? Ah, mana mau ia kuajak kesini? Tapi, bagaimana?” Amber mulai memutar-mutar otaknya, berusaha menemukan jalan keluarnya. Dan seketika itu juga, ia tahu apa yang harus ia lakukan. Pergi ke perpustakaan.

Ia mengepakkan sayap hitamnya dan pergi kearah perpustakaan, tempat dimana semua informasi dapat secara jelas kita peroleh. Ia segera pergi ke section 712, berarti semua teman-temannya yang dilahirkan dan mati di tanggal 7 Desember.

“Choi Minho, dimana namamu? Ah, ini dia!”

Amber menarik sebuah buku besar, dimana didalamnya terdapat daftar nama-nama dengan marga Choi, sampai terbukanya suatu sinar yang seperti televisi, mengulang masa lalu seorang pemilik nama Choi Minho.


“Jangan pergi, Liu. Kau tahu aku merindukanmu Liu.”

“Tidak apa-apa, Choi. Aku akan mengingatmu selalu. Apa kau tahu bahwa orang tua kita telah berjanji akan membuat keturunan kita bersatu?” Ucap seseorang yang bernama Liu itu.

“Aku tahu. Namun, sepertinya aku terkena kutukan. Karena….”

“Karena apa?”

“Aku menikahi seorang Hwang, marga terlarang.”

Pikiran Amber bagai disedot dari berbagai sisi. Ia tahu sekarang, Minho tidak jahat. Hanya saja, ia terpengaruh kutukan itu. Memori itu singkat, singkat sekali. Namun menggambarkan sesuatu hal yang tidak diketahui banyak orang. Termasuk wajah ayahnya.

Amber memutuskan untuk pergi, terbang kearah Jonghyun. Ia memutuskan sesuatu agar ia bisa bersama Key. Hanya satu-satunya cara agar Minho tidak menyadarinya.

“Jonghyun.”

“Apa?” Jonghyun menjawab Amber dari tempat tidurnya. Amber membuang nafas terberatnya.

“Aku butuh bantuanmu. Bantulah aku, Jonghyun.” Amber memohon pada kakak angkatnya itu.

“Iya, ada apa?”

Amber membisikkan rencana satu-satunya yang ada di otaknya sedari tadi. Lalu, ia tersenyum pada Jonghyun. Jonghyun hanya bisa menggeleng atas apa yang adik angkatnya itu pikirkan.

“Kau sudah tergila-gila pada Key? Kau ini.”

“Sudahlah Jong.” Amber mulai mencoba untuk membuka portal yang berada di kamarnya. “Turuti dan ikuti saja permainannya.”

————————-

“Aku tahu, kau masih menungguku Key. Aku menepati janjiku karena kembali.”

Amber melihat Key berada di kamarnya dan berbalik ke arah portal dimana Amber keluar. Amber tersenyum, demikian dengan Key yang terlihat memendam rindu yang dalam.

“Aku tahu. You’re my Y.O.U. Y for You are my love, even. O for Our love is forbidden, and. U for U are my everything, Amber.” Ucap Key.

Amber merasakan sesuatu menempel dan membuatnya tidak bisa bicara, melanjutkan kata-katanya. Ia melihat mata Key mengatup dengan jarak kurang dari lima sentimeter didepannya. Amber pun menutup matanya, menikmati segalanya.

“Kau!”

“Key. Jangan takut. Aku berjanji akan menjadi manusia, mendampingimu.”

“Tapi, bagaimana dengan Jonghyun? Orang tuaku?” Key terlihat sangat panik. Senyumnya terhapus dan digantikan oleh rasa panik.

“Lihatlah nanti.” Ucap Amber percaya. Lalu, semua lampu menyala. Amber dapat melihat Key lagi. Kim Kibum.

“Key! Segera turun!” Teriakan ibu Key membuat Key segera memutar knop pintu kamarnya. Tak lupa, ia membawa Amber bersamanya.

“Key! Ayo, sepupumu sudah datang! Jangan berduaan di kamar dengan Amber terus! Kalian baru akan menikah satu bulan lagi.” Teriak sang ibu. Key tertegun bingung. Ia melihat Amber yang hanya mengangkat kedua bahunya.

“Iya ibu, aku segera turun!”

Key menyusuri tangga bersama Amber. Ketika ia sampai dibawah, toyoran sang ayah menyambut dengan bahagia.

“Kau ini. Jangan berduaan terus di kamar. Tidak baik.” Ucap sang ayah. Key hanya mengangguk.

“Kim Kibum, kenalkan. Ini saudara jauhmu. Kau mungkin belum pernah bertemu dengan dia. Jonghyun, ini Key, sepupumu.”

Laki-laki itu memutar tubuh dan kepalanya. Mata Key membesar melihat seseorang yang dahulu menjadi kakak dari ‘calon istri’nya kini berdiri sebagai kakak sepupunya.

“Apa kabar Key? Kau jaga Amber dengan baik, bukan?”

————————-

“Jonghyun jelek, terima kasih! Terima kasih karena kau mau membalikkan waktu! Aku juga senang, bisa mempengaruhi pikiran keluarga besar Kim.” Amber tersenyum setelah ia mengajak Jonghyun ke taman.

“Hey! Tunggu dulu. Kau masih punya urusan dengan sang penjaga gerbang. Choi Minho!” Ucap Jonghyun sembari melebarkan kedua sayapnya.

“Oh, itu. Akan kupikirkan nan-”

“Tak bisa, Amber. Jawab sekarang atau calon suamimu akan kubawa ke penjara bawah tanah.”

Amber terkejut. Tanpa harus menoleh, ia tahu itu Minho.

‘Oh my God! Apa yang harus aku lakukan?!’

RCL ya😀 thanks🙂

Categories: Fanfiction | Tags: , , , , | 4 Comments

Post navigation

4 thoughts on “[One Shot – Sequel] L.O.V.E

  1. FFnya keren Thor, bisa ajah bikin Fiction yang kayak Gini. Daebak Dh🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: