[One Shot – Sequel] S.I.G.N

Title : S.I.G.N

Length : One Shot – Sequel

Rating : T

Genre : Fiction, Romance

Author : Altariaa

————————

 

“Amber, kau dalam masalah besar.” Jonghyun mulai berjalan menjauh, mengepakkan sayapnya, lalu pergi ke angkasa, terbang tinggi. Amber hanya terdiam di tempatnya, tak bergerak sama sekali.

“Bagaimana keadaanmu, pembangkang? Haruskah aku menanya-”

“Cukup! Sudah berapa kali aku menghindarimu dan tidak mau mendengar suaramu?!” Amber setengah berteriak. Minho kembali tersenyum licik.

“Aku? Kau tidak pernah mengatakan sesuatu padaku. Apapun. Jadi, bagaimana?” Minho masih menawarkan tawaran terindah menurutnya, pada Amber.

“Oh, terima kasih. Aku belum akan menjawabnya akhir-akhir ini. Biarkan angin berbicara dan menyebut semua kebusukanmu, Choi Minho.” Amber menatapnya dengan penuh kebencian, lalu mengajak kakinya masuk ke dalam rumah Key. Meninggalkan Minho yang tak sedikitpun merasa frustasi.

————————

“Ada apa? Aku mendengar ada keributan diluar. Kau ribut dengan Jonghyun?” Key menyambut kedatangan Amber dengan sebuah pertanyaan. Amber gugup, namun ia menjentikkan jarinya dan raut wajahnya berubah.

“Aku tidak apa-apa Key. Tenang saja. Oh iya, bagaimana? Aku punya waktu sebulan untuk membereskan semuanya?” Amber – dengan raut wajah yang tidak seharusnya – bertanya pada Key yang dalam hal ini, masih polos.

“Iya Amber. Aku harap, semua akan baik-baik saja.” Ucap Key lalu mencium kening Amber. Amber tersenyum.

‘Nyatanya keadaan tidak akan baik-baik saja, Key.’ Hati Amber mulai beradu keras dengan ombak dan karang.

“Am! Kau keluar!” Kepala Amber mulai diisi dengan sesuatu, suara Jonghyun. Iya, Jonghyun tidak mungkin berteriak ke dalam rumah. Tetapi menggunakan suara lain, angin, ia bisa memanggil Amber.

“Kau sabar sedikit! Ada apa?” Amber memejamkan matanya, mencoba mengikuti arah angin, yang menyampaikan pesannya. Lalu ia membuka mata, mendapatkan Key tengah berdiri menatapnya.

“Apa kau benar-benar menikahiku? Apa aku harus mengikuti dirimu pergi ke duniamu?”

Amber menggeleng. Ia menempelkan bibir kecilnya pada pipi Key, meraih kepalanya, lalu membelai rambutnya.

“Aku harap tidak. Aku ingin bebas. Sekali saja dalam hidupku.” Amber kembali membelai rambut Key, yang Key hentikan dengan sebuah ciuman lembut.

“Aku tahu. Dan aku berusaha mewujudkannya dalam hidupmu.” Ucap Key. Amber – untuk kesekian kalinya – tersenyum tulus dari hatinya.

————————-

“Aku mau! Aku mau mengorbankan sayapku! Asal aku bisa menikah dengan dia!”

“Tidak bisa! Korbankan sayapmu, maka kau akan pergi kembali ke dunia manusia menjadi orang lain. Bagi kami, tinggal di bumi adalah hal paling menjijikan!”

“Tapi aku-”

“Cukup! Serahkan sayapmu atau pergi!”

————————

“Aku sudah bilang.” Jonghyun segera menyambut Amber tanpa mengalihkan pandangannya pada Amber. “Jangan kau coba-coba untuk pergi ke sana. Kau terancam bahaya, Amber.”

“Tapi Jong, aku tak mau menikah dengan si bawel itu! Aku mohon. Aku yakin kau mengerti tentang diriku. Dan-”

“Dan apa?” Jonghyun segera menatap Amber sembari menggenggam kalung kecil yang tergantung dan menjuntai indah di leher Jonghyun.

“Dan masa kecilku, Kim Jonghyun. Aku ingat, kau sempat menyebutku ‘Liu Eunyoung’, bukan ‘Kim Eunyoung’.”

Jonghyun terdiam. Ia menutup mulutnya rapat-rapat sementara tangan kanannya menggenggam benda kecil pada lehernya itu. Ia terlihat ragu, entah kata apa yang harus ia pilih agar Amber tidak curiga.

“Uumm, itu hanya.. Ketidaksengajaan. Iya. Aku salah memanggil namamu dengan nama temanku. Aku minta maaf, Amber. Kau… Kau adikku.” Jonghyun mulai terbata-bata. Mengucapkan kata demi kata yang belum bisa terangkai dengan baik. Amber mengangkat sebelah alisnya.

“Tidak. Aku curiga denganmu, Jonghyun. Tak biasanya kau seperti ini. Gugup dan, tidak percaya diri.”

“Tapi aku-”

“STOP!!! Aku mau kau jujur Kim Jonghyun! Jangan berbohong seperti ini lagi padaku. Aku sudah berumur dua puluh tahun. Aku tahu mana yang-”

“Baik.” Jonghyun berusaha melepaskan kalung yang tergantung di lehernya. “Semua tentang dirimu, ada di kalung ini. Pakailah.”

Jonghyun memberikan kalung berbandul sebuah trapesium sama sisi terbalik yang dikelilingi oleh lingkaran. Amber menerimanya. Namun baru sekali saat ia menyentuhnya, semua memori masa lalu terulang.

———————–

“Kim! Kim! Aku butuh bantuanmu!”

Seorang ibu tergopoh-gopoh menggendong seorang bayi yang dilapisi lampin merah muda, terbang melalui pepohonan tinggi. Sang bayi menangis di dalam pelukkan sang bunda.

“Sabar anakku, kau pasti akan selamat dari perjanjian itu.”

Ditengah malam, sang ibu berusaha membawa sang bayi ke rumah keluarga Kim, sahabat yang dulu ia tinggalkan demi seorang Choi yang tak bisa ia dapatkan. Ketika ia melihat rumah itu, ia tersenyum lebar. Berdiri tepat di depan pintunya, dan mulai mengetuk.

“Kim! Ini aku! Liu! Bukakan aku pintu!”

Perlahan, pintu mulai terbuka. Menampilkan seorang ibu dengan pakaian rumah ala kadarnya. Ibu Kim.

“Ada apa Liu? Ada apa datang kesini? Kau mau menghindari kutukan kah? Perjanjian yang kau buat diantara dirimu dengan si Choi itu?”

Liu – demikian wanita itu disebut – menunduk malu dengan apa yang telah dibaca oleh sahabatnya. Namun ia berusaha tegar. Ditatapnya sahabatnya itu.

“Kim, dengar. Aku tidak butuh belas kasihanmu padaku. Hanya pada anakku. Serahkanlah sayapku pada ‘mereka’, jika kau mau. Namun aku mohon. Akui anakku ini sebagai keluarga Kim. Kim Eunyoung.”

“Tunggu. Kau sungguh ingin menyerahkan…. Anakmu?”

Liu mengangguk mantap. Segera ia ulurkan kedua tangannya, memberikan anak tunggalnya. Kim, dengan agak sungkan, mengambil bayi itu dan masuk ke dalam rumah. Ia tak ingin mengorbankan sahabatnya sendiri walau ia telah menyakiti dirinya.

‘Setidaknya kau selamat anakku. Hiduplah dengan tenang.’

————————

“Jong, ini-”

“Riwayat hidupmu. Apakah harus aku jelaskan?”

Amber mengangguk atas tawaran Jonghyun. Lalu Jonghyun mulai menarik nafas pertamanya, sebelum semua terbongkar.

“Choi, ia menikahi seorang Hwang dan melahirkan sang penjaga gerbang, Choi Minho. Choi dan Liu adalah sahabat baik, namun Choi dan keturunannya terkena kutukan turunan dari Hwang, bahwa mereka akan menjadi keturunan paling dingin. Itu sebabnya, Liu – ibumu- membawamu pada ibuku.”

Amber mengangguk mengerti. Namun dahinya kembali berkerut.

“Lalu, jika ibuku membawaku padamu, mengapa Minho bisa tahu?”

Jonghyun menghela nafas sesaat. Ia tahu, hal yang akan ia katakan setelahnya akan sulit dipercaya. Namun apa dayanya, semua memang telah terjadi. Dan itu benar-benar, cepat.

“Ibumu menyerahkan sayapnya dan tinggal di dunia manusia. Menikah dengan seorang duda – temannya dahulu – seperti hubungan antara kau dan Key, bukan satu dunia. Dan.. Minho mengetahuinya dari tanda setiap marga. Itu mengapa di lenganmu terdapat tanda lahir berbentuk bintang. Sedangkan aku, sudah berbeda seratus delapan puluh derajat.”

“Memang milikmu-”

Kata-kata Amber terpotong. Ia tahu saat Jonghyun menunjukkan sebuah tanda disamping punggung tangannya. Tepatnya pada pertemuan punggung tangan dengan ruas ibu jari. Amber bisa melihat itu dengan jelas. Sebuah tanda berwarna sedikit kemerahan dengan bentuk seperti pusaran angin.

“Kau langit, aku bumi. Kau tahu apa tanda Minho?”

Amber menggeleng. Jonghyun hanya tersenyum sesaat, lalu meneruskan perkataannya.

“Choi itu berbentuk Api. Sedangkan Hwang – marga terlarang – berbentuk sinar. Jadi, tanda Minho berbentuk-”

“Aku tahu.”

Wajah Amber menjadi pucat. Ia pernah membaca salah satu buku yang menuliskan tentang tanda-tanda pada kaumnya. Ia tercekat. Sekarang ia tahu mengapa Minho terlalu mudah menemukan keturunan dari Liu.

“Choi percaya bahwa menikahi marga terlarang akan melahirkan keturunan besar.”

“Ya. Aku tahu.” Amber menekankan sedikit nada bicaranya di kata ‘Aku tahu’. Ia mulai menatap dunia luar. Sekarang ia tahu mengapa takdir Minho begitu kejam tetapi indah.

“Aku tahu. Pasti Matahari. Pusat tata surya. Pusat dari seluruh tanda.”

Categories: Fanfiction | Tags: , , , , | 4 Comments

Post navigation

4 thoughts on “[One Shot – Sequel] S.I.G.N

  1. minstal91

    asiiiikk

    ff bru yeey….
    bkin ff tentang minstal dong…(◦ˆ⌣ˆ◦)•.♥.•

    • Hehehe. Makasih🙂 iya, nanti aku bikinin Minstalnya *belom selesai cuma*. Lagi bikin yg campursari (mintoria jongsul keystal taeber lunew :p)

      Thx yaa🙂

  2. Sefita L. Nugroho

    baru comen ><
    critanya bagus kok thor, lanjut dong thor😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: