[Drabble] Gotta Go My Own Way

Selamat Tahun Baru Semuanyaaaa!!!!!!!!!!!! Saya kembali dengan ff khusus tahun baru(?) Bagi kalian. Selamat membaca🙂

“Kau serius? Ini benar-benar serius?”

Seorang wanita bernama Luna menganggukkan kepalanya kepada ketiga kakaknya, Victoria dan Amber.

“Hei. Bukan seperti ini caranya, Luna. Tetapi-”

“Aku sudah mengetahui semuanya, Vic eonni. Semuanya. Kau tahu betapa sakitnya aku melihat dia bersama si Gyuri, kakak kelasku itu?!” Luna menaikkan nada bicaranya. Marah, satu kata yang menggambarkan ekspresi wajah Luna saat ini.

Victoria terdiam. Tiba-tiba, Luna menelungkupkan kepalanya keatas meja. Victoria tahu kesulitan adiknya saat-saat ini. Tapi sungguh, Victoria sendiri belum bisa mengerti apa yang terjadi.

“Kau pergilah tidur. Kita bicarakan masalah ini nanti.”

————————

“Selamat pagi Luna!” Ucap Jiyeon, salah satu sahabat Luna. Luna tersenyum singkat padanya.

“Halo.” Ucap Luna ditengah senyumnya. Merasa ada yang aneh, Jiyeon menghampiri Luna.

“Hey, ada apa denganmu? Apa ini masalah tentang kakak-kakakmu?” Tanya Jiyeon. Luna menggeleng.

“Bukan. Mereka baik-baik saja.”

“Lalu siapa? Ah! Kim Jonghyun?”

“Sudahlah.” Ucap Luna, lalu mengambil sesuatu dari dalam tas-nya. “Aku tidak mau membicarakan tentang dia.”

“Luna-yah.” Jiyeon mencoba mengembalikan semangat Luna, walau ia gagal.

“Apa? Jika kau ingin bertanya tentang laki-laki itu, lebih baik pergi.” Ucap Luna. Jiyeon menggeleng.

“Selesaikan masalah ini. Aku tahu mengapa, Luna Song.”

“Jangan sok tahu, Park Jiyeon! Kau-”

“Pagi, bulan.”

Sebuah suara laki-laki menghentikan suara Luna. Ya, laki-laki yang selama dua hari ini Luna pertanyakan keseriusannya dalam menjalin sebuah hubungan dengannya. Laki-laki itu mempunyai nama Kim Jonghyun.

“Pagi. Maaf, aku tidak ingin berbicara denganmu dulu.” Ucap Luna sembari berpura-pura tidur. Jiyeon menggeleng.

“Ada masalah. Ada baiknya kau keluar dulu, Jonghyun-ssi.”

————————-

“Luna, selamat! Kau terpilih di drama itu, bersama Jonghyun!”

Jieun mengucapkan selamat itu diiringi oleh tepuk tangan anak-anak lain yang mengetahui hubungan Luna dengan Jonghyun. Beberapa dari mereka menyebutnya ‘pasangan serasi’ bahkan ‘pasangan abadi’.

“Terima kasih.” Jawab Luna yang memberikan ‘Poker Face’nya yang sedang tersenyum. Sedangkan anak-anak lain masih riuh.

“Selamat Luna.”

Suara Mr. Jung membuat Luna berbalik menghadapnya. Dibelakangnya. Terdapat satu sosok yang belum ingin Luna temui untuk beberapa minggu kedepan.

“Ini skenarionya. Baca, dan kita akan memulai latihan nanti siang. Pastikan kau mendapatkan passion dan feel yang bagus. Karena skenariomu adalah tentang patah hati. Sampai berjumpa, Luna.”

Mr. Jung pergi dari kelas Luna diikuti Jonghyun dibelakangnya. Namun sebelum Jonghyun benar-benar pergi, Luna melihatnya memberikan Kiss bye sebagai tanda perpisahan. Tetapi Luna malah memalingkan wajahnya.

————————-

“Fighting Luna Song!! Kau pasti bisa.”

Luna menarik nafas dalam-dalam karena sebentar lagi, scene ketiga akan dimulai. Dukungan langsung dari Amber yang sekaligus pemeran pembantu dalam drama kali ini membuat Luna yakin atas semuanya. Dan ia juga yakin bahwa ini memang saatnya.

Luna masuk, tepat seperti dugaannya. Semua sesuai skenario dan berjalan dengan baik. Sampai drama ini menjadi musikal. Luna harus bernyanyi.

“Jangan pergi, Valle. Aku mohon.” Jonghyun dengan serius melakukan skenario sebagai Mario.

“Mario. Ada sesuatu yang salah diantara kita. Aku yakin tentang hal itu. Dengar.”

Ini tiba saatnya dimana Luna harus bernyanyi. Sebuah lagu dari drama musikal terkenal, High School Musical.

[Luna/Valle]
I gotta say what’s on my mind
Something about us
Doesn’t seem right these days

Life keeps gettin in the way
Whenever we try, somehow the plan
Is always rearranged

It’s so hard to say
But I’ve gotta do what’s best for me
You’ll be ok…

I’ve got to move on and be who I am
I just don’t belong here
I hope you understand
We might find our place in this
World someday
But at least for now
I gotta go my own way

Don’t wanna leave it all behind
But I get my hopes up
And I watch them fall every time

Another color turns to grey
And it’s just too hard to watch it all
Slowly fade away

I’m leaving today ’cause I
Gotta do what’s best for me
You’ll be ok…

I’ve got to move on and be who I am
I just don’t belong here
I hope you understand
We might find our place in this
World someday
But at least for now
I gotta go my own way

[Jonghyun/Mario]
What about us?
What about everything we’ve been through?

[Luna/Valle]
What about trust?

[Jonghyun/Mario]
You know I never wanted to hurt you

[Luna/Valle]
what about me?

[Jonghyun/Mario]
What am I supposed to do?

[Luna/Valle]
I gotta leave but I’ll miss you

[Jonghyun/Mario]
I’ll miss you

[Luna/Valle]
So
I’ve got to move on and be who I am

[Jonghyun/Mario]
Why do you have to go?

[Luna/Valle]
I just don’t belong here
I hope you understand

[Jonghyun/Mario]
I’m trying to understand

[Luna/Valle]
We might find our place in this
World someday
But at least for now

[Jonghyun/Mario]
I want you to stay

[Luna/Valle]
I gotta go my own way
I’ve got to move on and be who I am

[Jonghyun/Mario]
What about us?

[Luna/Valle]
I just don’t belong here
I hope you understand

[Jonghyun/Mario]
I’m trying to understand

[Luna/Valle]
We might find our place in this
World someday
But at least for now
I gotta go my own way
I gotta go my own way
I gotta go my own way

Suara tepuk tangan yang riuh membawa Luna pada tingkat tertinggi rasa percaya dirinya. Ditambah Luna benar-benar menangis karena ini. Tentu, karena inilah yang menggambarkan isi hatinya sedari ia melihat Jonghyun bersama Gyuri, yang notabenenya adalah mantan kekasihnya.

“Valle, aku mohon.”

“Tidak. Aku harus pergi. Pergi dari kehidupanmu, pergi dari pikiranmu. Maafkan aku untuk menghancurkan drama yang sudah disusun begitu indah dan menarik..” Ucap Luna tersedu. Jonghyun berusaha menenangkan Luna.

“Tapi ada satu hal yang ingin aku katakan padamu. Mewakili kisah cinta antara Valle dan Mario. Antara aku dengan kamu. Aku rasa aku memang harus pergi, Jonghyun, Mario. Temukanlah orang lain yang lebih pantas disana. Seperti lagu tadi, aku harus pergi dan tegar menjadi diriku sendiri. Aku tidak seharusnya berdiri disini, aku harap kau mengerti….”

Luna melihat kearah para penonton. Tidak ada satupun yang protes atas aksi Luna. Bahkan beberapa dari mereka menitikkan air mata, membuat riasan yang ada – bagi para perempuan – rusak karena tersapu air mata begitu saja.

“Kita akan menemukan tempat kita di bagian dunia ini suatu hari nanti. Tetapi setidaknya untuk saat ini, aku harus menuruti keinginan dan jalanku. Kim Jonghyun, aku rasa jalanmu tidak untuk berada disini….” Luna meletakkan jari telunjuknya di bagian dada tengah atas. Jonghyun yang kini mulai mengerti berusaha meraih Luna, namun Luna menghindar.

“Tidak. Pergilan dengan dia. Cinta pertamamu. Umur bukan menjadi masalah suatu cinta akan tumbuh. Biarkan hanya aku yang tenggelam dalam perasaan ini sendiri. Karena cinta itu rentan. Bisa bahagia, bisa membahagiakan, bisa menyakitkan. Pergilah. Aku tahu kau akan kehilangan dia karena aku….” Luna kembali tersedu. Victoria yang menontonnya dari kursi penonton menitikkan air mata. Sampai Mr. Jung terdiam di tempat. Luna tahu jika seseorang menggagalkan rencana Mr. Jung, ia habis. Namun tidak kali ini.

“Luna, Valle, maaf. Aku tahu bukan dirimu yang seharusnya tersakiti. Melihatmu membiarkanku begitu saja, aku merasa akulah lelaki yang paling bodoh tidak bisa menjagamu. Aku tak ingin semua berakhir begitu saja. Kau mungkin bilang bahwa cinta tak harus memiliki. Namun bagiku, cinta adalah memiliki kamu….” Jonghyun mulai membuka mulutnya. Ia pun menarik Luna kedalam pelukannya.

“Lepas!”

“Tidak. Jika kau berpikir memang ada sesuatu yang terjadi diantara aku dan kau, terjadilah. Biarkan aku mendekapmu. Jangan menangis. Aku percaya tentang tempat kita suatu hari nanti. Jika memang semua cerita itu berakhir hari ini, aku rela. Aku percaya semua ucapanmu. Aku percaya Valle. Aku percaya, Luna Song.” Ucap Jonghyun, lalu mendekap Luna erat yang masih berada pada tangisnya.

Tanpa disangka-sangka, Mr. Jung berdiri. Memberikan tepuk tangan yang meriah. Dan satu persatu diantara orang-orang sebagai penonton itu berdiri dan memberikan tepuk tangan yang meriah, Standing Ovation. Ada yang meneriakkan nama mereka sebagai Luna dan Jonghyun atau Valle dan Mario. Bahkan ada yang menyebut mereka ‘Jongna’.

Mr. Jung langsung naik ke atas panggung. Sebagai guru drama, ia tahu ekspresi wajah sungguhan atau hanya sekedar dibuat-buat untuk keperluan drama. Perlahan, tiran besar berwarna merah ditutup. Mr. Jung naik dan memberikan ucapan terima kasih karena ia tidak pernah berpikir akan menjadi sesukses ini. Ia membungkuk dan semua orang memberikan tepuk tangan.

Luna dan Jonghyun masih dalam posisi terakhir mereka menampakkan diri didepan orang-orang. Luna berusaha melepaskan diri dari Jonghyun, namun Jonghyun tak ingin melepaskan Luna semudah itu.

“Lepas. Aku tak mau kau-”

“Dengar, Luna Song! Aku sungguh-sungguh tentang semua ini. Ia hanya Park Gyuri, itu saja. Seperti dirimu hanya seorang Song Sunyoung. Tetapi ada sesuatu yang berbeda dari dirimu, kau tahu? Menemaninya hanya sebagai satu tanda kebaikan, itu saja. Harapanku kepadanya dengan kepadamu itu berbeda. Aku mengharapkan hubungan membaik setelah peristiwa menakutkan sepanjang hidupku….” Jonghyun menarik nafasnya setelah berbicara panjang lebar. Celakanya, mereka lupa bahwa microphone mereka belum dimatikan sedari tadi.

“Kau tahu maksudku? Dan kau tahu apa harapanku untukmu?”

“Apa? Apa maumu?”

“Aku ingin kita mempertahankan ini semua. Mempertahankan hubungan ini sampai ke tempat dimana kau sebut ‘tempat kita’ dalam lagu itu. Dan aku berharap semua itu adalah akhirat. Jadilah seperti apa adanya dirimu dalam dekapanku, Sunyoung. Aku mencintaimu. Aku tidak peduli tentang patah hati atau apapun. Aku hanya peduli tentangmu.”

“Kau sungguh? Serius?”

Jonghyun mengangguk. Luna memberikan pelukan terhangatnya untuk Jonghyun. Sementara para penonton yang sedari tadi setia mendengarkan, kembali memberikan standing ovation mereka untuk Mario dan Valle dalam kehidupan nyata.

RCL ya semua🙂 terima kasih🙂

Categories: Fanfiction | Tags: , , , | 9 Comments

Post navigation

9 thoughts on “[Drabble] Gotta Go My Own Way

  1. YUIrin

    wah, kagum mereka aktingnya menghayati.. Drama kehidupan nyata!(?)
    pengen nonton dramanya kalo beneran ada..

  2. Ayoona

    Daebakk thor!!!! Aku gak tau mesti koment apa, FF’a keren banget!!!!
    Aku jdi ingat scene di film HSM pas Gabriella mau pergi🙂 Kupikir alur’a kyk film HSM, ternyata dibuat jdi drama🙂
    Nice FF thor!!!! Aku tunggu FF karya author yg laen yach🙂
    HWAITING!!!!😀
    #mian klw koment’a gak membangun

  3. Makasih ya udah baca. Wah, ga nyangka ada yang suka. Aku juga mau liat. Jongna pasti keren deh nyanyinya😛

    Makasih ya, sekali lagi🙂

  4. Haha bagus thor *ketawa gaje* lucu akhirnya mikrofonnya belum dimatiin keren-keren🙂

    • Makasih ya🙂 buat semuanya makasih🙂 iya nih, nggak tau kepikiran dari mana *padahal ga ada ekskul teater

  5. Jongna jjang! Aih,walau ceritany singkat tpi feelny ttp krsa bgt. Sweet gmna gtu. Haha,pkkny sukaa.
    Mrka mmg couple paling cocok,paling serasi pkkny :3 wkwk

  6. ChoiMin'ah

    hahai..keren2 senyum senyum sendiri bacanya :}

  7. cheny

    Daebak.. ! Mereka emg serasi bgt

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: