The Regret

Tittle: The Regret

Main Cast: Jung Soojung, Choi Minho, Park Sanghyun, Kwon Yuri

Author: @IINTANN_

Genre: Romance, Hurt, Sad

Rating: T

Disclaimer: plot cerita murni hasil olah piker saya. Sedangkan castnya, saya meminjam nama dari salah satu personil Korean boy/girlband

ANTIS PLEASE OUT!!! NO SIDERS PLEASE!!!

$$$

Air laut menyapu ujung jari kaki Soojung, perlahan dan berulang membentuk sebuah irama yang membuat dirinya semakin terbuai oleh keadaan. Gadis berambut panjang itu berdiri menatap lurus ke arah hamparan lautan dengan tatapan sayu, membiarkan kakinya dipanjati oleh seekor kepiting kecil yang baru keluar dari pasirnya.

“aku berharap kau ada disini,” gumamnya. Wajah cantiknya perlahan dibasahi oleh butiran-butiran Kristal bening yang mendesak keluar dari pelupuk matanya. Ya, Soojung sedang menangis sekarang.

“Jung-ah,” panggil sebuah suara yang membuat Soojung buru-buru mengusap air matanya dan memasang senyum palsu kepada sumber suara.

“ada apa, Sanghyun-ssi?” Tanya Soojung begitu sosok Pria tersebut berada tepat didepannya. Pria itu menatap Soojung dari ujung kaki, sampai ujung kepala. Mengernyit, dan sesekali manggut-manggut (?).

“kau habis menangis ya?” tebak Sanghyun kemudian. Soojung hanya tersenyum pasrah mendengarnya. Toh, sekarang tak mungkin ia akan terus membohongi dirinya sendiri –seperti yang dilakukannya saat bersama Minho dulu–.

“Hhh~ sebaiknya kau harus mulai melupakan masa lalumu itu, dan menatap kenyataan yang ada di masa sekarang.” Ujar Sanghyun sambil menatap ombak yang saling mengejar itu. Mau tidak mau, Soojung menatap raut wajah Pria tampan itu dengan ekspresi bingung. Apa ia sedang membicarakan Minho Oppa? Pikirnya.

“dulu, kau sendiri yang membuang Minho seperti sampah. Setelah Minho pergi, kau baru sadar kalau kau memang mencintainya.” Sanghyun kembali menuturkan kata-katanya.

“kemudian, untuk melampiaskan penyesalanmu itu kau berlari padaku yang sejak awal mencintaimu. Kau bertindak seolah kau memang mencintaiku, padahal sesungguhnya tidak.”

Diam. Hanya suara desiran ombak yang terdengar diantara mereka. Soojung kembali menitikkan air matanya. Gadis itu jatuh tersungkur. Memegang bagian dada kirinya yang terasa sakit. Sakit karena telah membohongi semua orang, juga dirinya sendiri.

“Mianhae,” kata itu terucap dari mulut Soojung. “aku tahu, ini memang salah. Maaf karena aku telah memanfaatkanmu. Maafkan aku,” Soojung kembali menitikkan air mata. Memegang bagian dadanya yang terasa sakit.

“Gwaenchana. Aku mengetahui bagaimana rasanya jika berada dalam posisimu saat ini. Sekarang, yang harus kau lakukan hanyalah belajar untuk mencintaiku, bukan?” Sanghyun membantu Gadis itu untuk bangkit kembali dari posisinya sekarang.

“kau memang pria yang baik. Aku sungguh-sungguh minta maaf,” isak Soojung.

$$$

Soojung terbangun dan mendapati dirinya berada di sebuah taman yang dihiasi bunga mawar merah, warna kesukaannya.

“Soojung-iie,” sapa sebuah suara yang sudah taka sing lagi ditelinganya. Gadis itu mulai mencari sumber suara tersebut –yang akhirnya berhenti di depan sebuah air mancur yang dikelilingi oleh bunga mawar–.

“Minho Oppa?” ucapnya pelan begitu melihat sosok pria jangkung yang berdiri disamping air mancur dengan senyumannya yang dapat membuat para gadis meleleh. Langsung saja, Soojung mulai berlari kea rah pria tersebut dengan raut wajah bahagia.

“kau kembali! Aku sangat merindukanmu,” isak Soojung yang berhambur memeluk sosok pria didepannya itu.

“Oppa, aku minta maaf.” Soojung mulai melepaskan pelukannya dan menatap Minho dengan tatapan penuh penyesalan.

“untuk apa, Jung-iie?” minho membelai rambut Soojung dengan penuh kelembutan dan kehangatan (?).

“maaf, karena aku telah membohongimu. Sekarang aku sadar, bahwa aku memang mencintaimu. Aku sangat mencintaimu, Oppa.” Jelas Soojung yang mencoba menahan air matanya keluar. Tak ingin terlihat lemah di depan pria yang dicintainya.

“aku sudah memaafkanmu, Jung.” Ucapan Minho kala itu diikuti dengan sebuah kecupan hangat pada kening Soojung.

“Minho Oppa…” soojung terbangun dan mendapati dirinya sudah berada di dalam kamar tidur. Ternyata hanya mimpi, gumamnya sedih.

“Jung-ah, kau sudah bangun?” ujar sebuah suara berat yang ada di sampingnya. Sanghyun.

“Sanghyun Oppa,” Soojung berucap lirih. Pelupuk matanya kini dipenuhi oleh air mata yang ingin mendesak keluar. Sanghyun mulai menarik tubuh Soojung dan memeluknya, erat.

“Gwaenchana, aku disini, Soojung-ah.” Ucap Sanghyun sambil membelai lembut beberapa helai rambut Soojung. “mulai sekarang, aku yang akan selalu menjagamu.” Lanjutnya.

$$$

“terimakasih, sudah berkunjung.” Ujar seorang pria tinggi sambil sedikit membungkukkan badannya, hormat kepada pelanggan restoran tersebut.

“huft, dan itu adalah pelanggan terakhir kita hari ini.” Ucapnya kemudian. Pria itu melangkah menuju ruang ganti pegawai dan mengambil semua barang-barang yang dibawanya. Juga mengganti pakaian pelayannnya sekarang.

“Jung Soojung, tunggulah aku sebentar lagi.” Gumamnya sambil memandangi sebuah foto yang sengaja ia tempel di loker miliknya. Sebuah senyuman tersungging dari sudut bibir tebalnya. Sebuah senyuman yang sangat meyakinkan bagi seorang Choi Minho.

“kau masih menyimpan foto itu?” ujar seseorang dari belakang Minho. Pria itu menoleh ke arah sumber suara, dan melihat sosok Gadis cantik berdiri tepat di belakangnya.

“Yuri Noona,” Minho hanya memamerkan sederet senyumannya pada Gadis tersebut.

“kau… masih mencintai Soojung?” Tanya Yuri sedikit berhati-hati. Takut kalau Minho marah padanya.

Diam. Tak ada jawaban yang keluar dari mulut Minho. Pria itu menundukkan kepalanya, menunjukkan ekspresi enggan untuk menjawab.

Yuri menghela nafasnya pelan. Ia tahu bahwa pertanyaannya membuat Minho mengingat masa lalunya lagi. “aku tahu. Kau tidak perlu menjawab pertanyaanku tadi. Anggap saja aku tidak pernah menanyakan itu padamu. Oke?” Yuri menepuk bahu Minho, bermaksud memberi semangat.

“aku tidak bisa melupakan Soojung walaupun aku terus berusaha. Aku benar-benar mencintainya, Noona.” Minho berucap pelan.

“sejak saat itu, aku terus berusaha mendapatkan uang yang banyak agar ia bisa bahagia disampingku.” Lanjutnya. Yuri tertegun menatap sosok pria yang ada di depannya itu.

[flashback]

“aku sudah tidak mau bertemu Minho Oppa lagi.” Teriak Soojung ketika hanya mereka berdua yang ada di lorong tersebut. Sementara Minho hanya menatapnya bingung.

“k-kenapa, Jung-iie?” ucap Minho bingung.

Soojung menghela nafasnya perlahan sebelum membuka mulutnya kembali. “aku sudah tidak menyukai Oppa lagi… Karena kau miskin,” ucap Soojung dengan mata sedikit terpejam.

“tapi…kenapa? Bukankah, dulu kau pernah berkata kalau cinta tak harus memandang status?” Tanya Minho.

“itu dulu Oppa. Sekarang sudah berbeda. Aku sudah tak mencintaimu lagi. Karena kau…miskin.” Ucap Soojung dingin. Gadis itu mulai meninggalkan Minho yang sempat mematung oleh kata-kata pedasnya –mungkin–.

[end of flashback]

“Sudahlah, aku yakin kalau Soojung masih mencintaimu. Dia hanya tidak dapat perpikir jernih waktu itu.” Yuri tersenyum simpul pada Minho.

“terimakasih Noona. Kau memang kakak yang baik.” Minho berhambur memeluk Yuri saat itu juga.

$$$

Soojung mematut dirinya di depan kaca. Kini, sebuah gaun putih telah menempel di tubuhnya. Seharusnya, ia tampak bahagia hari ini. Karena, hari ini merupakan hari pertunangannya dengan Park Sanghyun. Ya, sungguh saat-saat yang diinginkan Soojung. Tapi, masih ada satu hal yang mengganjal pikirannya sekarang. Choi Minho.

“Jung-ah, orang-orang sudah menunggu dibawah.” Ujar seseorang dari balik pintu. Cepat-cepat Soojung memasang sebuah senyuman agar tak ada yang mencurigainya (?).

“arraseo. Aku akan segera turun.” Soojung tersenyum simpul pada Orang itu –meskipun sedikit dipaksakan–.

“kau… tidak menyukai pertunangan ini ya?” selidik Sanghyun. Cepat-cepat gadis itu menggeleng. Takut melukai perasaan pria yang kini sudah berada di depannya. “kenapa kau berpikiran seperti itu?” Tanya Soojung.

“matamu yang bicara padaku.” Ujar Sanghyun sambil mengelus pipi tirus Soojung.

“kau jangan membuatku ragu lagi Oppa. Aku yakin akan mengambil keputusan ini, asalkan aku bisa melupakan Minho Oppa.” Soojung meraih kedua tangan Sanghyun dengan sedikit terisak. Sebenarnya, ia tak rela jika harus melupakan Minho sepenuhnya.

Sanghyun menghela nafasnya sebelum kembali berbicara. “apa kau yakin?” soojung mengangguk mendengarnya. “baiklah.”

Soojung dan Sanghyun mulai menuruni tangga bersama dan segera mengumumkan kepada para tamu kalau mereka akan segera melangsungkan pernikahan dalam kurun waktu 2 minggu kedepan.

“Chukkhae,” ujar salah satu tamu yang langsung menyalami Soojung. Gadis itu tersenyum. Senyum yang begitu dipaksakan.

$$$

“Minho-ah, kau mau menemaniku membeli gaun pengantin hari ini?” Tanya Yuri begitu menghampiri Minho yang tengah membersihkan meja restoran. Pria itu langsung menghentikan pekerjaannya dan menatap Yuri heran.

“kenapa harus aku? Bukankah Kyuhyun Hyung masih ada?” Tanya Minho malas. Yuri mendengus kesal mendengarnya. “Kyuhyun Oppa sedang survey untuk menyewa gedung pernikahan. Ayolah, aku mohon.” Rengek Yuri.

“kalau aku tidak mau, bagaimana?” goda Minho. Ia ingin sekali melihat wajah Noona-nya cemberut. Dan benar saja, kini Yuri sudah memajukan bibirnya beberapa senti. Sungguh, Minho merasa geli melihatnya.

“arraseo, Noona. Kita berangkat setelah pekerjaanku selesai, oke?” ujar Minho mengacak rambut Yuri pelan.

$$$

“selamat datang, ada yang bisa saya bantu?” sapa seorang customer yang menyambut pria jangkung dan gadis cantik disebelahnya.

“kami ingin memilih gaun pengantin.” Ujar pria jangkung tersebut. Sang customer yang mengerti, langsung menuntun mereka menuju tempatnya. “baiklah,silahkan anda memilih.” Ujar sang customer yang kemudian meninggalkan mereka.

“Oppa, aku ingin gaunku nanti berwarna merah. Warna kesukaanku.” Ujar Soojung manja pada pria disebelahnya. Sanghyun mengernyit sebentar sebelum sempat menjawab. “anniyo. Sebaiknya kita memakai warna putih saja. Lebih simpel.” Bantah Sanghyun halus.

Soojung langsung mengerucutkan bibirnya. Tak terima dengan keputusan Sanghyun yang semena-mena. Pria itu kemudian tersenyum melihat ekspresi Soojung. “arraseo, arraseo. Kita memakai gaun berwarna merah.” Sanghyun mengacak rambut Soojung pelan.

“Minho-ah, menurutmu aku lebih cocok dengan gaun ini atau yang digantung sebelah sana?” Tanya seorang gadis dengan begitu antusiasnya. Minho –pria itu– mematut sebentar. Memperhatikan sosok Yuri dari ujung kaki, sampai ujung rambut.

“menurutku, gaun yang berwarna merah ini lebih cocok untukmu, Noona.” Ujar Minho sambil menunjuk gaun yang berada disamping Yuri. Gadis itu langsung bahagia dan segera mengambil gaun yang dipilihkan Minho untuknya. Namun, di waktu yang bersamaan, sebuah tangan juga mengambil gaun tersebut. Mata mereka saling berpandangan.

Sejenak Yuri tertegun menatap orang yang ada di depannya sekarang. Bukankah itu Soojung? Batinnya. Ia tak menyangka, akan bertemu dengan gadis ini sekarang. Tepat di belakang Soojung, berdiri seorang pria jangkung –yang menurutnya adalah calon suami Soojung–.

“Hey, Noona? Apakah kau sudah…” ucapan Minho terhenti setelah melihat sosok yang dirindukannya selama ini. Sebuah senyuman samar-samar terukir di bibir tebalnya. Air mata Minho mulai berkaca-kaca melihat gadis itu –Jung Soojung, yang selama ini dicintainya–.

Minho baru saja akan menghampiri Soojung, seorang pria muncul dari belakang Soojung –yang langsung merangkulnya–.

“Choi Minho-ssi? Lama tidak bertemu.” Ujar pria itu. Minho tersenyum kecut mendengarnya. Ternyata dia sudah menemukan pria lain. Batinnya. Soojung menunduk melihat sosok Minho –yang sekarang berdiri di depannya–.

“Sanghyun-ssi, aku…baik-baik saja. Kau sendiri bagaimana?” minho mencoba menyalami pria itu, dan tersenyum. “aku baik.” Jawab Sanghyun singkat.

Minho mengalihkan pandangannya pada Soojung yang tak berani menatap wajahnya. “Soojung-iie, lama tidak bertemu.” Ujar Minho pelan. Soojung tersenyum dengan sesekali menatap Pria yang ada di depannya itu. Perasaan rindu mulai bergejolak di dalam hatinya ketika menatap wajah Tampan Minho –yang tak pernah berubah sejak dulu–.

“uhm, kalian sedang apa disini?” Tanya Yuri mencoba lebih akrab.

“kami sedang mencari Gaun pengantin untuk pernikahan.” Jawab Sanghyun yang memasang senyum, bangga. Pria itu kembali merangkul Soojung untuk yang kedua kalinya.

“pernikahan? Memangnya, siapa yang akan menikah?” Yuri mencoba untuk mencari tahu informasi lebih lanjut. Baru saja Sanghyun akan menjawab, Soojung menyela. “kami yang akan menikah.” Soojung memasang senyuman pada Minho dan Yuri.

Untuk sejenak, Yuri menatap wajah Minho nanar. Ia merasa iba terhadap Dongsaeng-nya yang satu ini. “apa kalian juga mencari gaun?” Tanya Soojung. Gadis itu menatap Minho sebentar sebelum kembali memasang senyumannya.

“oh, iya. Minho yang menemaniku untuk…”

“Yuri Noona akan menikah denganku.” Potong Minho dingin. Ia menatap Soojung nanar, seolah tak percaya jika gadis itu akan menikah dengan Sanghyun.

“benarkah?” Tanya Soojung, hampir tak percaya dengan kalimat yang diucapkan Minho. Pria itu mengangguk, mengiyakan ucapan Soojung.

Suasana mulai terasa canggung untuk mereka berempat. Soojung dan Minho yang tak mengangka akan bertemu dalam keadaan seperti ini. Terutama Yuri, ia tak menyangka kalau Minho akan mengatakan hal seperti itu di depan gadis yang dicintainya.

“uhm, kalau begitu…aku harap kalian datang di hari pernikahan kita yang akan diadakan 1 Minggu lagi.” Ucap Soojung yang mulai meninggalkan sosok Minho dan Yuri yang masih mematung. Pipinya mulai basah seketika.

Kenapa? Kenapa ia harus bertemu dengan Minho saat ia sudah –hampir– mampu melupakannya?

“Jung-ah? Kau benar tidak apa-apa mengundang Minho ke pernikahan kita?” Sanghyun mulai berbicara pada Soojung. Ia menatap sosok gadis itu, iba. Soojung mengangguk sambil bewrusaha menyeka air matanya.

“aku bisa mundur kalau kau memang memilih Minho, Jung.” Ucap Sanghyun pelan.

“anniyo Oppa. Aku memilihmu sekarang. Minho Oppa sudah tidak ada hubungannya lagi denganku.” Sahut Soojung lirih.

$$$

“Ya!! Kenapa kau bisa mengatakan hal bodoh seperti itu di depan Soojung, huh?!” teriak Yuri. Minho menunduk dalam diam. Ia tahu, bahwa yang dilakukannya tadi memang salah.

“mianhae…Noona.” Ucap Minho pelan. Kini ia mulai merasa takut akan kemarahan Yuri padanya.

“CHOI MINHO!!! Kau ini benar-benar bodoh ya??!! Sudah jelas-jelas kau masih mencintai Soojung, tetapi kau malah membohongi dirimu sendiri! Aku benar-benar tidak tahu jalan pikiranmu sekarang!” teriak Yuri lagi. Ia benar-benar marah sekarang.

“aku tahu aku salah. Tapi, melihatnya bersama dengan Sanghyun…” ucapan Minho mulai melunak. “aku merasa cemburu dengannya.” Lanjut Minho.

Yuri yang awalnya merasa marah pada Minho, kini mulai iba padanya. “arayo. Tapi tetap saja, yang kau lakukan adalah hal bodoh.” Ujar Yuri yang membuat Minho kembali hanyut dalam diam.

$$$

Soojung menenggelamkan kepalanya kedalam kedua lututnya. Sesekali, suara isak tangis terdengar di dalam ruangan itu. Matanya mulai bengkak karena terlalu banyak menangis.

“aku benci Minho Oppa!” umpatnya kemudian. Ia mulai beranjak dari tempat tidur menuju meja riasnya, mengambil sebuah foto dan menatapnya nanar.

“Mianhae, aku…sudah benar-benar tidak mencintaimu sekarang, Oppa.” Lekas saja, Soojung langsung merobek foto-foto itu menjadi lembaran-lembaran kecil tak berarti.

Ya, 1 Minggu lagi ia akan menjadi milik Sanghyun seutuhnya. Itu artinya, ia dapat sesegera mungkin melupakan Choi Minho. Soojung kembali me-rileks kan dirinya diatas tempat tidur. Memejamkan matanya, mulai menjelajahi alam mimpi.

$$$

Park Sanghyun. Jung Soojung. Bagaimana bisa?

Minho terus saja memandangi selembar undangan yang berada di tangannya. Sampai sekarang, ia masih belum percaya kalau Jung Soojung dan Park Sanghyun –Sahabatnya– akan segera menikah dalam waktu dekat ini.

“aish! Benar-benar…” gumamnya kesal. Kini pandangannya mulai beralih pada sebuah pigora yang di dalamnya terdapat foto ‘cantik’ Jung Soojung.

“Jung-iie, aku harap semua ini tidak benar.” Ujarnya. Minho mulai mengambil pigora tersebut dan menatapnya lekat-lekat. “mendengarmu akan menikah dengan Sanghyun. Hatiku sungguh tak rela.” Lanjutnya. Pelupuk matanya mulai menggumpalkan (?) cairan bening yang mendesak keluar.

“sepertinya, aku sudah terlambat. Padahal, aku berniat akan melamarmu setelah aku mempunyai banyak uang. Tapi… sepertinya semua itu mustahil. Bahkan, sampai sekarang-pun aku masih belum mampu melakukannya.” Sesal Minho sambil terus menatap foto yang dipegangnya tersebut.

“kalau saja, aku berasal dari keluarga kaya. Pasti semuanya tak akan menjadi seperti ini.” Minho menutup matanya rapat-rapat. Mencoba melupakan semua kenangan yang diciptakannya bersama Jung Soojung.

“sepertinya, aku harus benar-benar melepasmu sekarang…”

$$$

“Appa tidak akan mengizinkanmu bersama dengan Pria itu!” teriak seorang pria paruh baya dengan memukul punggung meja yang ada di depannya.

“tapi, Appa… Minho Oppa adalah pria yang terbaik untukku.” Balas seorang gadis berparas cantik. Tak terima dengan ucapan ayahnya.

“tidak! Appa tidak mau nantinya kau akan hidup miskin. Choi Minho, adalah pria yang tak baik untukmu! Dia akan membuatmu menderita, Jung Soojung!” teriak Yunho lagi. Pria itu sepertinya sudah marah benar dengan Anak bungsunya ini.

“dengarkan Appa, Jung. Park Sanghyun, adalah pria yang cocok untukmu. Dia tampan, kaya, baik, juga sopan. Tak seperti berandalan yang kau suka itu.” Lanjut Yunho. Kali ini dengan nada yang sedikit lembut. Mata Soojung membelalak seketika mendengar sang Ayah berkata seperti itu.

“Appa bilang, Minho Oppa seorang berandalan?? Kenapa? Memangnya Minho Oppa seburuk itu-kah dimata Appa?” soojung memelankan suaranya. Ia sudah tak tahan lagi dengan kelaukan Ayahnya yang semena-mena.

“kalau kau tetap tak mau Menikah dengan Sanghyun, Appa akan membuat Minho lebih menderita.” Ancam Yunho. Soojung terdiam. Tak memberikan respon apapun terhadap ucapan Ayahnya sekarang.

“kenapa Appa selalu mengancamku seperti ini? Apa Appa memang ingin aku menderita?” teriak Soojung. Air matanya mengalir deras di wajah cantiknya itu.

“maaf Jung… ini adalah jalan satu-satunya agar kau bahagia. Ini untuk yang terakhri kalinya, Appa mohon kau menjauhi Minho.” Ujar Yunho dingin sembari meninggalkan putri bungsunya.

“Minho Oppa, kita harus bicara.” Ujar Soojung dingin.  Gadis itu mulai melangkahkan kakinya ke tempat yang sedikit jauh dari keramaian dengan Minho di belakangnya.

“kenapa? Jung-iie? Mood-mu terlihat tidak bagus. Apa kau sakit?” minho mulai menerpanya dengan berbagai pertanyaan yang –jujur– membuatnya semakin bimbang.

“Oppa, mulai sekarang aku tak ingin lagi berhubungan denganmu. Aku sudah lelah dengan semua penderitaan yang aku alami denganmu. Aku ingin, kita berakhir disini.” Jelas Soojung yang sukses membuat mata Minho membesar (?).

“ke-kenapa tiba-tiba?” Tanya Minho tak mengerti.

“hanya satu alasan yang aku punya dan aku tidak dapat mengatakan hal itu, Oppa.” Ujar Soojung berusaha menahan air matanya yang hampir keluar. “jebal… katakan padaku.” Minho terus memaksa Soojung.

Gadis itu menghela nafas pelan sebelum melanjutkan kalimatnya. “aku sudah tidak menyukai Oppa lagi… Karena kau miskin,” Soojung menatap lekat-lekat mata bulat Minho dengan nanar. Sesungguhnya ini hanyalah sebuah kebohongan yang ia ciptakan untuk melindungi Minho. Andai ia tahu.

“bukankah, dulu kau pernah berkata kalau cinta itu tak memandang status?” Tanya Minho dengan suara pelan. Berusaha menahan tangisnya.

“itu dulu. Sekarang, berbeda. Aku sudah bukan Soojung yang dulu mencintaimu apa adanya. Sekarang, aku hanyalah Soojung yang hanya peduli pada kekayaan, dan juga harta.” Soojung berucap dingin tanpa berani menatap mata Minho.

“tidak. Kau pasti berbohong. Kau bukan tipe gadis yang sangat materialistis, Jung.” Minho mulai mengguncang bahu Soojung. Tak percaya dengan semua yang dikatakan Gadis di depannya ini.

“sudahlah Oppa. Untuk apa kau mencegahku? Toh, aku tetap tidak akan merubah keputusanku. Maaf,” soojung melepaskan kedua tangan Minho yang memegang bahunya dan mulai beranjak pergi meninggalkan Pria itu sendirian. Mematung dalam diam.

Kenangan buruk itu selalu saja terngiang di pikiran Soojung. Sepertinya sangat sulit untuk melupakan Minho saat ini.

“Jung, kau tidak makan?” Tanya seorang Pria yang memasuki ruangannya. Suara khas pria yang sangat dikenali Soojung.

“oh, aku baru saja akan turun Appa.” Jawab Soojung seceria mungkin. Ia tak ingin terlihat sedih di depan ayahnya.

“kau…masih belum melupakan Pria itu?” Tanya Yunho penuh selidik. Soojung mulai sedikit gugup menghadapi Ayahnya jika seperti ini.

“a-ah, itu…”

“tenang saja, Abeoji. Soojung sudah melupakan ‘dia’ sepenuhnya. Iya kan, Chagi?” sahut seseorang dari belakang pintu. Sanghyun.

“y-ye. A-aku sudah tidak mencintai Minho oppa lagi.” Yunho tersenyum melihat putrinya, “bagus. Karena pernikahanmu tinggal 2 hari lagi. Appa harap, kau tidak akan mengecewakan keluarga ini.” Ujar Yunho yang kemudian menghilang di balik pintu.

Raut wajah Soojung kembali murung saat itu juga.

$$$

Wedding Day…

“Jung-ah, kau nampak cantik dengan gaun putih itu.” Puji Yoona –ibu Soojung– dengan penuh kebahagiaan. Ia tak mengangka, bahwa akan secepat ini dia harus menyerahkan putridnya kepada orang lain.

“gomawo Eomma. Awalnya, aku memilih gaun berwarna merah. Tetapi, akhirnya aku memutuskan untuk memilih gaun putih. Hehe,” ujar SOojung dengan nada sedikit dipaksakan. Keduanya terdiam sejenak.

“apa kau benar-benar bahagia dengan pernikahan ini? Eomma lihat dari tadi, raut wajahmu terlihat lesu dan tak bersemangat. Apakah terjedi sesuatu padamu?” beberapa pertanyaan mulai keluar dari mulut Yoona. Membuat Soojung kembali memasang mimic wajah seolah tak terjadi apa-apa.

“anniyo Eomma. Mungkin aku sedikit gugup dengan pernikahan ini.” Jawab Soojung berbohong.

“Nona Jung Soojung, ada yang ingin bertemu dengan anda.” Ucap seorang waitress yang muncul dibalik ruang pengantin. Soojung tersenyum –pertanda menyuruh ‘sang tamu’ masuk–.

“annyeong, Soojung-ah,” sapa seorang gadis berparas dewasa yang memasang senyuman manis (?). yoona mulai meninggalkan mereka berdua di ruangan tersebut.

“Kwon Yuri Eonnie?” soojung sedikit kaget dengan kedatangan yuri kali ini.

“chukkhae. Sebentar lagi, kau akan menjadi milik Park Sanghyun.” Yuri mengulurkan tangannya. Bermaksud menjabat tangan Soojung untuk memberinya selamat.

“gomawo. Untuk Eonnie juga. Sebentar lagi akan menjadi milik Minho Oppa.” Sahut Soojung pelan.

“Jung, sepertinya kau telah salah paham. Sebenarnya, aku tidak akan menikah dengan Minho. Tapi dengan Kyuhyun Oppa.” Jelas Yuri kemudian. Mata Soojung membelalak seketika mendengarnya.

“waktu kita bertemu di butik, sebenarnya Minho hanya menemaniku untuk membeli gaun saja. Ia mengatakan bahwa akan menikah denganku, karena kau.” Lajut Yuri.

“aku?”

“karena ia mendengar bahwa kau akan menikah dengan Sanghyun.” Yuri menekan kata ‘Sanghyun’ untuk mencoba meyakinkan Soojung.

“selama ini, Minho berusaha untuk mencari banyak uang agar ia bisa melamarmu. Tapi, hal itu sepertinya hanya sebuah mimpi untuknya. Karena Sanghyun sudah memilikimu.” Papar Yuri. Soojung menutup mulutnya dengan kedua tangan. Mencoba menahan isak tangisnya. Berarti, selama ini ia telah menyakiti Minho.

“Eonnie, aku begitu bodoh. Sehingga aku melepas Minho Oppa begitu saja. Aku terlalu takut Appa akan mencelakai Minho Oppa jika aku tetap berhubungan dengannya.” Soojung mulai angkat bicara.

“ini bukan salahmu, Jung.” Yuri mencoba menghibur Soojung.

“Eonnie, apakah Minho Oppa menghadiri upacara ini?” Tanya Soojung. Yuri mengangguk dan membelai rambut Soojung pelan.

Tanpa mereka sadari, Sanghyun telah mendengar semua percakapan Yru dan Soojung dibalik pintu.

$$$

Soojung melangkahkan kakinya menuju Altar gereja menuju Park Sanghyun yang sudah menunggunya. Iringan music pernikahan mulai melantun di daerah gereja saat itu.

Ia mengedarkan pandangannya dan mendapati Minho yang duduk di bangku undangan menatapnya. Untuk sekian detik mereka beradu pandang. Membuat rasa bersalah Soojung padanya semakin besar.

“sebelum saya mulai Upacara Suci ini, apakah ada yang keberatan dengan pernikahan kedua mempelai?” Tanya Pendeta.

“aku keberatan.” Ujar Sanghyun yang mengacungkan tangannya. Seluruh undangan heran dengan sikap ‘sang mempelai pria’ tersebut –termasuk Soojung dan keluarganya–.

“sebelumnya aku ingin meminta maaf kepada para undangan sekalian, juga Appa, Eomma, Aboeji, dan Eomoni karena aku tak dapat melanjutkan upacara ini. Aku juga ingin meminta maaf kepada Soojung karena telah memaksamu untuk menikah denganku.

Aku tahu, bahwa Soojung sebenarnya tidak mencintaiku. Ia sudah memiliki seseorang yang patut untuk dicintai.” Lanjut Sanghyun panjang-lebar. Ia mulai menuntun Soojung –yang masih kaget dengan ucapannya– menuju ke tempat salah satu undangan.

“Choi Minho, aku rasa kau yang paling cocok untuk membahagiakan Soojung.” Sanghyun mulai menarik tangan minho –yang masih heran dengan tingkahnya– dan meletakkannya diatas tangan Soojung.

“kalian berdua memang layak untuk hidup bahagia.” Ujar Sanghyun sambil menatap pasangan tersebut.

Sanghyun mulai menghadap pada kedua Orang tuanya –juga Orang tua Soojung–. “Appa, Eomma. Aku minta maaf, karena aku tak dapat melaksanakan upacara ini.” Sesal Sanghyun.

Yoochun dan Tiffany tersenyum bangga dengan Anak semata wayangnya itu. “kau sudah melakukan yang tebaik, Sanghyun-ah. Appa bangga padamu.” Ujar Yoochun dambil menepuk pelan bahu anaknya.

“Abeoji, Eomoni, aku minta maaf. Karena aku tidak sanggup menjaga Soojung.” Kini Sanghyun membungkukkan badannya pada Yunho dan Yoona.

“aku mengerti nak. Dari awal, ini sudah kesalahanku.” Ujar yunho. Pria paruh baya itu mulai mendekati Soojung dan Minho.

“Jung-ah, maafkan Appa. Seharusnya dari awal aku tidak menghalangimu bersama dengan pria ini.” Sesal yunho. Soojung tersenyum. “gwaenchana Appa.” Soojung memeluk Yunho erat.

EPILOG

A Few years Later…

“Yoogeun-ah, kau jangan berlari!” teriak Soojung sambil mengejar Yoogeun yang tak dapat berhenti.

“dia sama seperti Ayahnya yang tak pernah bisa diam.” Sahut seseorang dari belakang yang mampu membuat Soojung menoleh. “Oppa, kau sudah pulang?” Tanya Soojung yang langsung memberikan ciuman mesra pada pria tersebut.

“Geun-ah, Appa datang.” Teriak Minho yang membuat Yoogeun berlari ke arahnya. “Appa~” ucap Yoogeun manja. Lelaki berumur 5 tahun itu mulai naik di punggung Minho dengan bahagianya.

“sepertinya, kalian benar-benar hidup bahagia.” Sahut seseorang yang membuat pasangan suami-istri itu menoleh.

“Sanghyun Oppa!”

“Park Sanghyun!”

Teriak mereka bersamaan. Minho mulai menurunkan Yoogeun dari punggungnya dan berhambur memeluk sahabatnya yang sudah lama tak ia temui.

“mungkin kami tidak akan menikah jika waktu itu kau tidak menyatukan kami. Hehe,” ujar Minho polos.

“Oppa, aku jadi ingin kau kembali melindungiku.” Goda Soojung. Minho mulai membelalakkan matanya. Tak percaya bahwa istrinya tak menganggap dirinya sebagai suami.

“ya! Kenapa Sanghyun? Bukankan masih ada aku?!” pekik Minho tak terima. Soojung dan Sanghyun tertawa bersamaan. Ternyata Minho sama sekali tak berubah. Pikir Sanghyun.

“Minho-ah!” teriak seorang gadis. –Minho, Sanghyun, dan Soojung– menoleh kea rah sumber suara dan mendapati Yuri sedang berdiri dengan menggendong seorang bayi ditemani pria tampan disebelahnya.

“Yuri Eonnie!” teriak Soojung girang. Ia berhamburmenghampiri Yuri dan mulai menggendong bayi yang ada di tangannya.

“siapa namanya?” Tanya Soojung.

“Kyuri. Cho Kyuri.” Jawab Yuri singkat sambil menatap suaminya –Kyuhyun– dengan penuh senyum.

Mereka semua sudah bahagia. Sekarang, hanya tersisa aku yang belum mendapat pasangan. Batin Sanghyun sedih.

Kini ia hanya dapat melihat orang-orang di sekelilingnya tersenyum. Sepertinya aku harus segera menyusul mereka. Gumamnya.

FIN~

fiuh, setelah sekian lama hiatus dari blog ini akhirnya aku ngepost juga =)

gimana ceritanya? kepanjangan? gak nyambung? gak jelas? atau yang lainnya? aku butuh sarannya, pliss🙂

NO SIDERS” yaa😀

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , , , , , , , , , | 18 Comments

Post navigation

18 thoughts on “The Regret

  1. chadelr

    . Legaaa~ qrain ga jd MinStal. Buat squel’e aj, sanghyun mauin sulli tp sulli mw’e sama taemin. Sanghyun mauin luna, tp luna mau sama jjong, bgitu sterus’e . *pray for sanghyun* hehe..

  2. minstal91

    hwaaa…keren…ak mg selalu suka sm ff minstal….
    bkin yng bnyak yah ff ttg minstal…

  3. salmae everything

    hmmm……. Bleh juga…. Disini yuri gak berperan jahat… Bgus….

  4. AyoonaIU

    Daebakk chingu!!!!! Selingkuhanku a.k.a Thunder ternyata bukan pihak antogonis*senyum GJ#dikejar. Habis’a pas pertama kali lihat main cast’a aku udah kepikiran ‘jangan-jangan entar Thunder dapet peran antogonis’ dan eh ternyata eh ternyata Thunder jdi pahlawan,,,,, menyatukan cinta 2 insan yg saling mencintai#lebay
    FF’a keren chingu🙂 Aku seneng, di FF nie Yuri gak dapet peran antagonis😀

  5. YUIrin

    daebak!! Keren banget eon!!
    Tumben Yuri g jd antagonis! Malah yg menghalangi Yunppa =_=, matre jg ternyata Yunppa #dicekek Yunppa beserta Cassie. Untung akhirnya direstui yee! Minstal bersatu! #gelar syukuran

  6. ini lanjutan ya chingu?keren!pas liat judulnya kirain bakal sad ending taunya engga.makasih chingu udah buat ff minstal.

  7. YoungHye_

    Dæbakk bngt thor ff.a🙂 Ending.a uga romantis gmn gt
    haha😀

  8. keren. regret memang selalu datang terlambat…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: