Between Love and Reality [PART 1]

Title                : Between Love and Reality

Author            : Park Sooyun

Main cast        : Lee Taemin, Choi Jinri

Minor cast      : Song Seunghyun, Bae Suzy

Genre             : Romance/Hurt/Comfort

Rating             : PG 13+

Length            : Chaptered

Hello hello!!

Bertemu lagi dengan author gaje sedunia😀

Gak tahu lagi kesambet setan apa, bukannya belajar, saya malah bikin FF. Padahal schedule saya mulai padat apalagi sebentar lagi mau ujian praktek #ribetjadianakkelas9

Mumpung saya lagi online, sekalian aja saya update nih FF🙂

Saya sekalian numpang promosi ya😀

Visit blog saya : sooyunniekwang. Disana juga ada ff non shiny effects (?)

NB : Bagi yang belum baca before story-nya, saya saranin baca dulu. Biar nyambung sama ceritanya

Sorrow at Your Eyes

Part 1 | Part 2 | Part 3 – END

NORMAL POV

Sulli sangat bahagia dengan kehidupannya sekarang.

Ia mempunyai suami yang baik dan sayang padanya. Ia juga mempunyai seorang anak perempuan yang cantik bernama Lee Minji. Sulli merasa kehidupannya begitu lengkap sekarang. Ia bersyukur atas semuanya. Bersyukur karena ia punya suami yang baik, bersyukur karena ia punya hidup yang sempurna, bersyukur karena ia dijodohkan dengan Lee Taemin, bahkan ia juga bersyukur karena ayahnya berhutang kepada keluarga Taemin. 

Ya… Kebahagiaan yang sempurna tidak akan tercapai sebelum seseorang merasakan sakit. Dan Sulli sudah merasakannya. Ia pernah merasakan sakit yang amat sangat. Dan ia rasa itu sudah cukup. Ia tidak mau merasa sakit lagi.

“Umma!”

Sulli membalikkan badannya. Seorang anak perempuan berusia sekitar empat tahun sedang berlari ke arahnya. Ia melompat ke pelukan Sulli. Sulli tersenyum melihat tingkah laku anak itu.

“Ada apa Minji?”

“Ayo kita main!” pinta Minji.

“Umma harus memasak untuk appamu, Minji.”

“Ayolah umma. Sebentar saja.” Minji mengeluarkan puppy eyes-nya.

Sulli tertawa. “Kau tahu puppy eyes-mu sama sekali tidak mempan pada umma.”

Wajah Minji berubah menjadi cemberut.

“Main saja dengan appa.”

“Aku tidak mau!” seru Minji. “Appa selalu menolak jika aku ingin bermain dengannya. Ia terus berkata kalau ia sibuk.”

Sulli tersenyum melihat anaknya. Ia pasti belum mengerti. “Minji, appa sibuk bekerja. Ia melakukan itu semua demimu,” Sulli berlutut. “Jika appa tidak bekerja, kita tidak akan tinggal disini. Kau tidak bisa sekolah, tidak bisa makan es krim setiap hari, dan tidak bisa bermain bersama boneka-boneka kesayanganmu.”

Minji menunduk. “Tapi aku ingin bermain bersama appa.”

“Umma yakin dia ingin sekali bermain denganmu,” Sulli tersenyum. “Percayalah.”

Minji menunjukkan senyumnya yang imut. “Arraseo.” Minji berlari keluar dari dapur.

$#@#$

“Appa mau kemana?”

Taemin membalikkan badannya. Ia melihat seorang anak kecil berdiri di depan kamarnya. Ia berjalan menuju anak itu lalu menggendongnya.

“Hei! Anak appa cantik sekali.” Taemin tersenyum lalu memutar-mutar badannya.

Minji tertawa karena perbuatan Taemin. Setelah Taemin berhenti, Minji tersenyum manis sekali. Aish~ Neomu kyeopta~

“Appa mau kemana?” tanya Minji.

Taemin tersenyum menyesal. “Appa mau bekerja. Maaf ya.”

Wajah Minji langsung berubah menjadi murung. “Aku kira appa berpakaian rapi karena mau mengajakku jalan-jalan.”

Perkataan Minji seolah-olah menohok dada Taemin. Ia memang sangat sibuk dengan pekerjaannya dan tidak punya waktu untuk menghabiskan waktu bersama anak semata wayangnya itu. Taemin sudah berusaha untuk meluangkan waktu sebentar saja. Tapi pekerjaannya memaksanya untuk tetap bekerja.

Taemin ingin sekali saja… Dapat meluangkan waktunya untuk berkumpul bersama keluarganya. Ia jarang sekali bisa melakukan hal itu. Seingatnya, ia terakhir mengajak keluarganya jalan-jalan saat mereka piknik di taman tiga tahun yang lalu. Itu sudah lama sekali.

“Appa berjanji akan mengajakmu jalan-jalan,” ucap Taemin.

“Kapan?”

“Appa tidak tahu kapan. Tapi appa pasti akan mengajakmu jalan-jalan kalau appa sudah tidak sibuk.”

Wajah Minji masih terlihat murung.

“Jangan sedih! Bagaimana kalau nanti appa belikan es krim kesukaanmu?” tanya Taemin dengan nada semenarik mungkin (?)

“Baiklah!” Kini senyum lebar menghiasi wajah Minji. “Aku ingin rasa coklat dan vanilla!”

“Oke, Kapten,” kata Taemin sambil tersenyum. Ia membawa anaknya menuju ruang makan.”

$#@#$

“Aku merasa sangat bersalah pada Minji.”

Sulli menghentikan kegiatannya mencuci piring dan menatap Taemin yang sedang duduk di meja makan.

“Aku jarang sekali menghabiskan waktu untuk bermain dengannya.” Sulli dapat melihat Taemin menghembuskan napasnya. “Setiap kali ia memintaku untuk bermain dengannya, aku selalu menolaknya. Aku merasa seperti… ayah yang tidak berguna.”

Sulli hanya tersenyum. Ia berjalan dan duduk di hadapan Taemin. “Kau adalah seorang ayah yang sangat berjasa bagi keluarga kita. Tanpamu, keluarga kita tidak akan bisa merasakan apa yang sudah kita rasakan selama ini. Dan tentang Minji, ini hanya masalah waktu. Aku yakin suatu hari nanti Minji akan mengerti tentang kesibukanmu.”

Taemin terdiam. Tak lama kemudian ia tersenyum. “Ya. Seharusnya aku tahu hal itu sejak lama.”

$#@#$

Kehidupan seorang Bae Suzy yang sekarang tidak berjalan mulus seperti jalan tol. Dulu ia dengan mudah mendapatkan uang yang banyak dari orang tuanya. Tapi setelah orang tuanya meninggal, ia harus berjuang bahkan hanya untuk mendapatkan sesuap nasi.

Namun ia harus bersyukur. Seorang pria baik hati telah membantunya. Pria itu bernama Shin Dongho, seorang anak pengusaha kaya sekaligus kekasihnya. Ia telah membantu Suzy dalam banyak hal, termasuk dalam masalah keuangan. Karena itulah Suzy tidak pernah kekurangan. Sayangnya, Dongho telah pergi ke Amerika Serikat sebulan yang lalu.

Dan itu membuat Suzy sakit hati karena Dongho tidak memberitahunya. Sekarang ia menganggap semua pria itu breng*ek. Mereka hanya mendekati wanita ketika ingin. Lalu saat rasa bosan menghinggapi otak mereka, mereka akan mencari wanita lain. Termasuk Lee Taemin.

Baginya Taemin adalah pria terbreng*ek di dunia. Bahkan ia melebihi Dongho.

Memang sampai sekarang Suzy masih memendam amarah pada Taemin. Ia marah karena Taemin meninggalkannya hanya karena istrinya yang bernama Sulli. Padahal Suzy tahu, Taemin sebenarnya mencintainya, bukan Sulli. Dan Suzy telah bersumpah akan menghancurkan kehidupan Lee Taemin.

$#@#$

“Suzy, jangan lupa untuk membereskan café setelah kami pulang.”

Suzy hanya mengangguk ketika mendapat perintah dari bos-nya.

Sekarang ia bekerja di sebuah café. Tentu saja pekerjaan ini ia peroleh dari Dongho. Tugas Suzy sehari-hari adalah membersihkan café.

Bos-nya pergi ke dapur. Tiba-tiba ia berhenti. “Dan jangan lupa kunci seluruh toko sebelum kau pergi.” Bos-nya kembali pergi.

“Ne.” Suzy hanya menjawab singkat. Ia tidak tahu kenapa bos-nya selalu memberitahu tugasnya, padahal Suzy tidak pernah melupakan soal itu.

Jam sudah hampir menunjukkan pukul sembilan. Itu artinya sebentar lagi café akan tutup. Suzy menata gelas-gelas yang berada di atas meja lalu membawanya ke dapur. Lalu ia kembali lagi ke depan untuk membersihkan lantai.

Tiba-tiba pintu café terbuka dan seorang pria masuk.

“Maaf, Tuan. Café ini hampir tutup,” ucap salah seorang pegawai.

“Aku hanya ingin minum sebentar,” balas pria itu.

Suzy mengangkat kepalanya karena ia merasa mengenali suara itu. Hampir saja ia tersandung sapu yang ia pegang karena saking kagetnya. Ternyata pria itu adalah Lee Taemin! Orang yang paling Suzy benci.

Buru-buru Suzy membalikkan tubuhnya dan menundukkan kepala sedalam-dalamnya. Sesekali ia melirik Taemin yang duduk di sudut ruangan.

Lalu teman Suzy yang menerima pesanan Taemin berjalan melewati Suzy.

“Jia eonnie!” bisik Suzy.

Jia berbalik. “Ada apa?”

“Pria tadi pesan apa?” tanya Suzy.

“Secangkir cappuccino.”

“Biar aku yang buat. Kau ‘kan sedang membereskan meja bar.”

“Baiklah.”

Jia kembali ke meja bar untuk membersihkannya. Lalu Suzy meletakkan gagang sapunya dan pergi ke dapur. Setelah selesai membuat cappuccino pesanan Taemin, Suzy mengambil sesuatu dari dalam tasnya. Sebotol obat tidur yang biasa ia gunakan.

Suzy mengambil sebutir lalu menaruhnya di minuman Taemin.

Lalu ia segera membawa cappuccino itu ke orang yang memesannya.

“Ini minumannya, Tuan,” ucap Suzy dengan suara yang sedikit di berat-beratkan. Ia memakai topi sehingga Taemin tidak menyadarinya.

“Terima kasih,” balas Taemin lalu menyesap minumannya.

Suzy segera pergi dan melanjutkan pekerjaannya yang sempat tertunda.

Taemin tampak menikmati cappuccino pesanannya. Tapi entah kenapa, beberapa menit kemudian, ia merasa ngantuk. Bukan rasa kantuk yang biasa. Karena rasa kantuk itu tidak tertahankan lagi, ia tertidur.

“Hhh… Lagi-lagi ada pelanggan yang tertidur di sini,” keluh Jia.

“Eonnie pulang saja. Biar aku yang mengurusnya. Paling-paling sebentar lagi ia bangun. Dan jika ia bangun, aku akan menyuruhnya untuk pulang,” ucap Suzy.

“Baiklah. Terima kasih. Kau ini baik sekali, Suzy.”

“Sama-sama,” balas Suzy sambil tersenyum manis.

$#@#$

Rasa pusing tiba-tiba menyerang kepala Taemin. Ia segera bangun dan mengerjapkan matanya. Awalnya ia tidak tahu sekarang ia berada dimana. Tetapi ia segera menyadari bahwa ia berada di café semalam.

“Aishh… Pasti aku tertidur,” gerutu Taemin. Ia segera mengambil jaketnya di sampingnya lalu pergi ke kasir.

“Ini uangnya. Maaf semalam aku tertidur,” ucap Taemin.

“Ya. Tidak apa-apa,” balas si kasir. Ia terus menyembunyikan wajahnya di balik topi merahnya. “Terima kasih.”

Taemin segera meninggalkan tempat itu tanpa menyadari apa pun.

$#@#$

Café yang menghadap ke utara jalan itu tampak dipenuhi dengan suara tawa yang kejam.

“Akhirnya aku berhasil!” seru Suzy.

Ia memandangi foto-foto sambil tersenyum evil. Foto-foto itu berisi adegan mesra antara ia dan Taemin.

Tentu saja itu foto palsu. Fotonya memang asli. Tetapi laki-laki yang ada di foto itu sama sekali tidak tahu apa sebenarnya yang terjadi.

Kemarin malam, Suzy melaksanakan aksi balas dendamnya. Ia berpose ekstrem dengan Taemin dan memotretnya. Sekarang Suzy bisa melakukan apa saja dengan benda kecil yang ada di tangannya itu.

“Aku akan menghancurkanmu, Taemin oppa.”

$#@#$

“Oppa, kau kemana semalam?”

Taemin hampir-hampir tidak berani menatap istrinya yang sedang menatapnya tajam.

“Aku mengkhawatirkanmu,” ucap Sulli.

“Maaf chagi… Semalam aku pergi minum dan aku tertidur di sana.”

Mata Sulli membulat. “Minum? Bukankah aku sudah melarangmu untuk minum-minum?”

Taemin mendesah. “Maksudku minum cappuccino di café.”

“Oh… Maaf. Kukira kau minum soju,” balas Sulli sambil tertawa.

“Mian ya, sayang. Aku rasa aku terlalu capek, sehingga aku tertidur di café,” ucap Taemin.

“Ya ampun. Memalukan. Masa seorang Lee Taemin sampai tidur di café?” sindir Sulli.

“Hei!”

$#@#$

“Jadi bagaimana dengan keadaan Suzy, Dok?” tanya Minyoung sambil melirik Suzy yang duduk di sebelahnya.

Sore ini, Minyoung—teman yang juga tetangga Suzy—sedang mengantar Suzy ke rumah sakit untuk diperiksa. Beberapa hari ini Suzy sering merasa pusing dan mual.

“Selamat untukmu, Suzy-ssi. Anda sedang hamil,” jawab dokter itu.

“Kenapa kau bisa sampai hamil, Suzy?!”

Suzy hanya diam. Ia sendiri tidak tahu harus menjawab apa.

“Siapa yang melakukan ini padamu?” tanya Minyoung.

Sebenarnya sebuah nama telah muncul di otak Suzy. Ia hanya tidak mau menyebut nama itu. Akhirnya ia menyebut nama lain.

“Taemin oppa…”

Minyoung membulatkan matanya ketika mendengar jawaban Suzy. Ia tahu siapa Taemin itu. Dia adalah mantan kekasih Suzy. Tapi Taemin sudah menikah. Jadi tidak mungkin dia mendekati Suzy, apalagi sampai membuatnya hamil.

“Itu tidak mungkin! Taemin sudah menikah. Kau yang mengatakannya sendiri bukan?”

Suzy menghela napas. “Ia memang sudah menikah. Tapi siapa yang mengira kalau ia bisa juga merasa bosan dengan istrinya?”

“Tapi ia tidak mungkin…”

“Apa kau tidak percaya padaku?” tanya Suzy dengan nada bergetar. Matanya mulai berkaca-kaca. Oh. Ternyata tidak rugi ia punya kemampuan akting.

Minyoung buru-buru mendekati Suzy. “Bukan begitu. Tentu saja aku percaya padamu. Aku hanya tidak menyangka Taemin akan berbuat seperti itu.”

“Hiks… hiks… hiks…”

“Lalu apa yang akan kau lakukan?” tanya Minyoung.

“Meminta tanggung jawabnya tentu saja.”

$#@#$

Sulli tengah mempersiapkan sarapan pagi untuk suami dan anaknya. Nasi goreng dirasanya cukup untuk menjadi sarapan. Dan tentu saja nasi goreng buatannya kali ini tidak berasa seperti air laut seperti kata Taemin dulu.

“Umma! Ada tamu di luar,” Tiba-tiba Minji masuk ke dapur.

Sulli menolehkan kepalanya. “Siapa sayang?”

“Aku tidak tahu,” jawab Minji sambil menggelengkan kepalanya. “Dia perempuan.”

“Baik. Umma akan ke depan.”

$#@#$

Betapa terkejutnya Sulli ketika melihat siapa yang bertamu. Ternyata dia adalah Bae Suzy, mantan kekasih Taemin sekaligus orang yang pernah membuat hatinya hancur.

“Mau apa kau datang ke sini?”

Suzy tersenyum. “Jangan marah begitu, Sulli-ssi. Aku hanya ingin bertemu dengan Taemin oppa.”

“Untuk apa?” tanya Sulli.

“Aku ingin berbicara sesuatu dengan dirinya.”

“Baiklah. Silahkan masuk.” Entah apa yang dipikirkan Sulli. Ia mengijinkan Suzy masuk. Sulli berjalan menuju kamarnya dan memanggil suaminya.

Taemin dan Sulli lalu muncul di ruang tamu. Di sana juga ada Suzy yang sedang duduk manis sambil memperhatikan foto keluarga Taemin.

“Anakmu manis sekali, Oppa,” ucap Suzy ketika Taemin datang.

“Langsung saja ke inti, Suzy-ssi,” kata Taemin dengan nada datar. Nampaknya ia telah bosan untuk berurusan dengan mantan yeojanya ini.

“Aku… aku hamil.”

“Mwo? Lalu apa hubungannya denganku?” tanya Taemin dengan kening berkerut.

Suzy memasang ekspresi terluka. “Apa kau lupa? Kita pernah melakukan ‘itu’ dan sekarang aku hamil.”

Bagai petir di siang bolong. Perkataan Suzy menusuk hati Sulli. Apakah Suzy baru bilang kalau ia hamil? Dan karena Taemin? Tapi itu tidak mungkin. Taemin tidak mungkin mengkhianatinya.

“Jangan berbohong Suzy!” seru Taemin. “Kita sudah lama tidak bertemu. Bagaimana mungkin kau dapat hamil?”

“Aku punya bukti.” Suzy merogoh tasnya lalu menunjukkan beberapa foto.

Foto mesra dirinya dengan Taemin.

“Apa kau lupa dengan ini?” tanya Suzy.

Sulli memandangi foto itu. Pria yang ada di foto itu memang terlihat seperti Taemin. Mungkin… mungkin itu memang Taemin. Tapi itu tidak mungkin. Taemin tidak mungkin mengkhianatinya.

Dalam sekejap hati Sulli menjadi hancur hanya karena foto itu.Air mata menetes dari matanya.

“Maaf.” Ia segera berlari ke kamarnya.

$#@#$

Taemin membulatkan matanya ketika Suzy menunjukkan foto-foto itu. Alangkah terkejutnya ia. Ia merasa kalau ia belum pernah berpose seperti itu dengan Suzy. Apalagi sudah lama ia tidak bertemu dengan Suzy.

“Maaf.” Tiba-tiba saja Sulli berlari ke dalam.

“Sulli-ah!” Taemin bangkit dari duduknya dan hendak mengejar istrinya. Namun ia berhenti ketika ingat ada Suzy.

“Dengar, Suzy-ssi. Aku tidak merasa pernah berfoto seperti itu denganmu. Jadi jangan berbohong!” ucap Taemin dengan keras.

“Aku tidak bohong. Apa kau lupa dengan semua yang telah kau lakukan padaku?” tanya Suzy sambil menangis. Ia mencoba mendekati Taemin.

Tapi sayangnya Taemin mendorong tubuhnya dengan pelan. “Pergilah! Jangan rusak rumah tanggaku dengan Sulli!” usirnya.

Suzy pun pergi.

$#@#$

Rasa terkejut masih menguasai diri Sulli. Ia duduk di atas kasur sambil mengelap matanya yang basah dengan tisu. Ia tidak percaya dengan semua yang terjadi. Ini pasti bohong. Tidak mungkin Taemin mengkhianatinya dengan cara seperti itu.

“Sulli-ah…”

Sulli mendongakkan kepalanya dan melihat wajah Taemin. Suaminya menghampirinya lalu duduk di sebelahnya.

“Sull, jangan percaya apa yang dikatakan Suzy. Aku tidak tahu apa maksud dan tujuannya dengan semua itu, tapi percayalah, aku tidak mungkin melakukan hal seperti itu,” ujar Taemin berusaha meyakinkan Sulli.

Tapi Sulli hanya terdiam.

“Kau percaya padaku ‘kan?” tanya Taemin.

“Ya,” jawab Sulli singkat. Sedetik kemudian, ia bangkit lalu pergi menuju kamar Minji di atas.

$#@#$

Ia tidak tahu mengapa semuanya terjadi. Semuanya terjadi tepat di depan matanya, dan kembali menggoreskan luka di hatinya. Dulu ia pernah merasakan sakit seperti ini. Dan ia tidak mau merasakannya lagi. Namun entah mengapa, semuanya kembali menghujam hatinya.

Padahal ia yakin. Setelah memori masa lalunya yang menyakitkan, ia akan bahagia di masa depan. Tapi semuanya berbalik dengan apa yang diharapkannya.

Sulli hanya berharap angin segar dari pepohonan di taman dapat membuatnya tenang. Jarang sekali ia datang ke sini, apalagi setelah ada Minji. Ia harus selalu di rumah. Namun, ia memutuskan untuk ke sini saat Minji sedang ada di rumah bibinya.

Ya. Ini kesempatan yang bagus untuk melarikan diri. Tapi hanya untuk sementara.

Sulli mendongakkan kepalanya, matanya menatap lukisan langit biru—lengkap dengan hiasan-hiasan puluhan kapas putih. Langit sedang cerah-cerahnya, dan ia berharap cerahnya langit juga akan menular ke dirinya, membuat ia menjadi ceria lagi. Namun nyatanya tidak.

Ketika Sulli mengedarkan matanya, ia melihat sesuatu yang membuat hatinya sakit lagi. Seseorang yang entah apa tujuannya, kembali masuk ke dalam hidupnya dan mulai mengacaukannya.

Bae Suzy—nama wanita yang dilihatnya. Saat itu juga, Suzy melihatnya lalu menghampiri Sulli yang sedang duduk di kursi taman.

“Anneyeong, Sulli-ssi,” sapanya ramah. Senyuman menghiasi wajah putihnya.

Dalam hati bertanya-tanya, bagaimana Suzy bisa tersenyum seperti itu, padahal dihadapannya terefleksi seorang wanita yang tengah mengalami kekacauan dalam rumah tangganya.

“Hai,” balas Sulli singkat. Senyum kecil ia paksakan.

Suzy duduk di sebelah Sulli. “Sedang apa kau di sini?”

“Hanya berjalan-jalan sebentar. Kau sendiri habis dari mana?”

“Dari dokter—memeriksakan kandunganku,” Suzy tersenyum lalu mengelus perutnya yang masih terlihat datar. “Aku harus memastikan dia baik-baik saja.”

Betapa sedihnya Sulli mendengar perkataan itu. Bukan masalah kehamilan Suzy, tapi siapa yang membuat Suzy hamil.

“Sulli-ssi, kau pasti mengerti perasaanku,” ucap Suzy. “Pasti berat buatku melahirkan tanpa seorang suami. Dan aku tidak dapat membayangkan bagaimana nasib anakku kelak jika ayahnya tidak ada.”

Sulli hanya diam.

“Kuharap kau mengerti, Sulli-ssi. Kau juga seorang ibu. Jadi pastilah kau mengerti. Sulli-ssi, maukah kau membujuk Taemin oppa agar bertanggung jawab? Jika kau berat melakukannya untukku, lakukan ini demi anakku.”

Ini merupakan sesuatu yang sulit untuk Sulli. Ia memang seorang wanita yang baik dan tidak tega melihat orang lain menderita, tapi akankah ia tega melihat orang lain bahagia sedangkan dirinya merasakan kesakitan?

Perasaan bingung menguasai otak Sulli. Ia sangat bingung.

Bingung apakah ia harus mengorbankan kebahagiaannya bersama orang yang ia cintai, atau mengorbankan seorang anak yang tidak bersalah.

Ia tahu, ini terjadi karena bukan salahnya. Dan ia berhak untuk mendapatkan kebahagiaan. Tapi disatu sisi dia tidak tega untuk merampas hak seorang anak.

Haruskah ia memikirkan dirinya sendiri? Atau haruskah ia mengorbankan dirinya demi seorang anak—yang bahkan tidak ia kenal?

Dunia sungguh membingungkan. Sebuah pepatah mengatakan ‘Kebahagiaan akan muncul setelah adanya rasa sakit’. Dan ia telah merasakan rasa sakit itu. Tapi nyatanya rasa sakit kembali mendera dirinya. Membuatnya terombang-ambing antara pilihan-pilihan yang dapat menyakiti dirinya dan orang lain.

Tapi ia tahu. Ia harus memilih. Meskipun pilihan itu membuatnya sakit, tetapi itu adalah pilihan yang terbaik. Karena ini menyangkut kehidupan seorang manusia.

Pada akhirnya pun, Sulli mengangguk—walaupun pelan.

“Terima kasih, Sulli-ssi,” ucap Suzy sambil berdiri lalu membungkukkan badannya. Ia segera pergi dari situ.

Setetes air mata turun dari sudut mata Sulli.

To Be Continued

Categories: Fanfiction | 12 Comments

Post navigation

12 thoughts on “Between Love and Reality [PART 1]

  1. 1st’kahh???
    Hmm… Jujur sya suka sekali dg FF.nya.. Eon!! Apalagi cast.ny Taemin & Sulli,,
    Hehehee… *maklum Taelli shipper*
    Jujur… kesel bangt nih sma peran.x S*zy yg jdi org ke3.. Huhuuuu**
    MinJi??? Itu singkatan taeMIN & JInri kahh???
    Intinyaaa…. Aq suka sma semua ff yg main cast.ny Taelli.. Trmsuk ff ini..
    *kelanjutannya jgn kelamaan yah eon.. Penasaran soalnya** ^^~

  2. Kaa24des

    Aaaaaaaaaa seru!! Knp suzy selalu jd org jahat-_- lanjut lah~

  3. chadelr

    hadeuh knp suzy lg yg ngerusuh??? *pray for suzy*

  4. Wah. Keren banget ceritanya… Taelli bersatu ya. Suzy jahat banget -m- tapi bagus kok😀

    Btw, saya juga kelas 9 :p

  5. suzy jahat bgt toh… lanjt chingu ^ ^

  6. deam

    Wah aku nunggu ff ini loh, kok gak update2 eh ternyata kelas 9 ya.. Hwaiting ya! Sukses buat ujiannya. Lanjut yaa kalo sempet^^

  7. Gung Mass

    Bgs bgt FF.a~ ❤ Taelli couple
    Lanjut yaaa~
    O iya, qta sama2 kelas 9,
    Qta harus semangat ujian nanti, faighting !!!

  8. ondubu

    Waa, kasian sulli..
    Suzy jaat, ngboongin tetem..
    taem anakku sabar yah ..
    Ayo dlnjot thor..
    Suka karakter tetem dsini, jrg2 nemu tetem jd appa, hahaha

  9. sintarahayu

    hwaaa suzy jadi jahat. sedikit diceritain dong cerita taemin sma suzy dulu. itu pasti anaknya dongho.

  10. ih, Suzy eonni jahat bnget sih….
    Kasian bnget Sulli eonni….😦

  11. lia

    wah bener kan ada masalah lagi
    wah suzy tega banget ckckck

  12. suzy jahat!stiap di FF pasti dia jd org jahat -_- mukanya muka jahat sih😀 beberapa FF ttg TaeLi yg kubaca juga ada suzynya dya jd org jahat, pengganggu hbungan Taemin sm Sulli.. ^^
    Mian baru comment, abisnya baru baca -__-‘ drpda jd silent reader ya thor ya?*bujuk author.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: