A Little Story About My Life: Thinking Of You

minstal-wertryyui

Tittle: A Little Story About My Life (Thinking Of You)

Main Cast:

  • Jung Krystal F(x) As Jung Soojung
  • Choi Minho SHINee As Choi Minho

Length: Oneshoot

Genre: Life, Teen, School, Hurt

Rating: PG 15

Disclaimer: cerita ini aku buat berdasarkan pengalaman pribadi! Tentunya ditambah dengan variasi-variasi Imajinasiku. Untuk Cast, aku mengambil dari salah dua (?) artis SMent.

Backsound: SHINee – Your Name, BEAST – Fiction, MBLAQ – Cry

Annyeong~ udah lama saya tidak nge-post disini..muehehe~

adakah yang kangen sama saya? :p #DITENDANG! wkwk, bercanda.😀

sekarang aku bawa FF baru lagi niih😀 dan lagi-lagi castnya adalah MinStal -,-” wkwk.. semoga kalian suka yaahh… langsung saja, cekidot!

NOT FOR SILENT READERS!! ANTIS PLEASE GET OUT!!

©©©

“Aku mencintaimu. Will you be my girlfriend?” Pria itu berucap lembut padaku. Aku menundukkan kepalaku sambil tersenyum malu. Bagaimana bisa? Seorang Choi Minho melakukan hal ini padaku? Apa aku bermimpi? Aku harap tidak. Jika iya, aku harap aku tidak pernah bangun dari mimpiku sekarang ini.

“eottokkhae?” pria itu menatap mukaku –yang sudah memerah seperti kepiting rebus –. Aku menatapnya perlahan, kemudian menganggukkan kepalaku.

“A-Arasseo,,” jawabku pelan.

“aku mau, Oppa.” Gumamku. Kurasakan seseorang menepuk bahuku pelan. “Soojung~aa! Bangun!” teriak orang itu. Aku mengerjapkan kedua mataku. Mencoba tersadar kembali ke dunia nyata.

Sayang sekali, ternyata aku hanya bermimpi. Keluhku. Padahal kejadian itu seakan seperti nyata. Huft, apa aku terlalu terobsesi dengannya? Pikirku.

“hey! Kenapa bengong saja? Kau tak mau pergi ke Kantin?” Tanya Jinri yang mampu membuyarkan imajinasiku tentang mimpi yang baru saja kualami.

“arraseo, arraseo! Kkaja!” ujarku sambil menarik tangan gadis itu, cepat.

©©©

“kau ingin membeli apa?” Tanya Jinri. Aku hanya mengangkat kedua bahuku, pelan. Tak tahu apa yang harus kubeli saat ini. Entahlah, sepertinya perutku masih terasa kenyang. Pada akhirnya, aku memutuskan untuk menunggu Jinri di sebuah bangku di pojok ruangan.

Di sela-sela waktuku –menunggu Jinri –Aku mengedarkan pandanganku kearah seluruh sudut ruangan yang berukuran lumayan besar ini –dengan niat mencari seseorang.

Sepertinya, dia belum datang kemari. Atau mungkin, dia sedang tak ingin pergi ke Kantin? Pikirku. Sebenarnya, aku merasa sedikit kecewa tak dapat melihatnya sekarang. Tapi, mau bagaimana lagi? Aku juga bukan Orang yang penting baginya.

“Kkajja! Aku sudah selesai.” Ujar Jinri yang –lagi-lagi –membuyarkan lamunanku. Aku langsung bangkit dari tempat dudukku semula dan mulai mengikuti Gadis itu dari belakang.

Tepat pada saat itu juga, aku melihatnya! Dia baru saja memasuki Kantin. Dengan gayanya yang khas, -yang tentu membuatku menaruh hati padanya –pria itu langsung mengambil tempat duduk tepat diatas bangku yang aku duduki tadi. Oh God! Mimpi apa aku semalam?

Saat perjalanan menuju ruang kelas pun aku masih teringat wajah tampan tersebut. Aish, kenapa aku jadi seperti orang gila hanya karena seorang ‘Choi Minho-sunbae’? tsk,

“Soojung~aa, aku dengar kelas 12 akan mengadakan ujian praktik akhir februari ini.” Jinri memulai pembicaraan ketika kami mulai memasuki sebuah ruangan yang di dalamnya tertata rapi beberapa meja dan kursi –atau biasa disebut ruang kelas.

Aku mengangguk dan menyunggingkan senyumanku. Sebenarnya, sedikit sedih juga mendengarnya. Karena, secara tak langsung Minho-Sunbae juga akan pergi dari sekolah ini –mengingat bahwa ia berada di kelas 12.

“uhm, Jinri~aa. Kau sudah mengerjakan PR Kimia mu?” tanyaku mencoba mengganti topik pembicaraan. Gadis cantik itu mengangguk. “waeyo?” ujarnya kemudian. Aku hanya memamerkan sederet gigiku dengan pertanda ‘bolehkah-aku-meminjamnya-?’

“arraseo, arraseo. Kau selalu saja seperti itu.” Jinri mulai mengeluarkan buku tulis kimia nya dan memberikannya padaku. “Gomawo, Jinri~aa.” Dengan sigap aku mengambil buku tersebut, dan mulai mencoreti buku tulis kimia milikku dengan tulisan yang sama.

©©©

Sekarang, hanya tinggal beberapa bulan lagi aku bisa melihatnya di sekolah ini. jika saja aku mengingat waktu yang tinggal sedikit itu, aku menjadi semakin tak ingin melepaskannya untuk pergi ke salah satu Universitas di dunia ini. sedikit egois, memang.

Membayangkannya pergi saja, sudah membuatku sedih. Apalagi kalau dia memang benar-benar sudah pergi.dari sekolah ini. argh, rasanya aku tak bisa membayangkan ‘seperti apa aku nantinya?’.

“aarrggghh~” aku mengacak rambutku frustasi. Sekarang, aku benar-benar khawatir tentangnya. Aku takut kalau pada akhirnya ia memang pergi dari sekolah –oke, yang ini memang sudah jelas. Aku sangat takut untuk kehilangan dirinya. Oh God! Sepertinya aku benar-benar akan mengalami Syndrome Gila alias Tak Waras hanya gara-gara tiga kata, Choi-Min-Ho.

Beberapa menit aku memandangi nomor ponsel pria itu di dalam handphoneku. Apakah ia sedang memikirkanku sekarang? Aku rasa tidak. Apakah ia sedang merindukanku sekarang? Aku rasa tidak juga. Apakah ia sedang belajar untuk persiapan ujiannya sekarang? Aku pikir yang satu ini memang benar.

Sempat terbesit olehku untuk mengiriminya sebuah pesan. Namun cepat-cepat aku tepis pikiran tersebut –mengingat ia yang akan mengikuti tes kelulusan April besok.

“anniya, anniya. Aku tidak boleh seperti ini. aku harus membiarkannya belajar agar ia bisa masuk Universitas pilihannya.” Gumamku.

Kini, pandanganku mulai beralih pada buku biologi kelas 10 yang aku pegang sekarang. Oke, Jung Soojung kau harus fokus sekarang! Jangan memikirkan Minho-Sunbae! Ingat, dia bukan siapa-siapa untukmu. Kau hanya adik kelas baginya. Sekali lagi, HANYA ADIK KELAS!. Tekanku.

Sepertinya, malam ini aku tidak konsentrasi belajar. Huft,

©©©

Hari ini, siswa-siswi penghuni kelas 10-7 sedang pelajaran Olahraga. Begitupun aku –yang juga masuk kedalam komunitas kelas ini. sebelumnya, perlu diketahui bahwa kelas 10-7 adalah kelas terakhir di sekolah ini. tapi, bukan berarti kualitas otak anak 10-7 juga terakhir. Kebanyakan, anak kelas 10-7 adalah siswa-siswi yang pintar bernyanyi, berbakat, juga cerdas.

“oke, untuk kegiatan hari ini, kalian harus membentuk kelompok dan mulai mengarang gerakan senam kalian se-kreatif mungkin.” Jelas Siwon Songsaengnim –sang guru Olahraga.

“ne~” jawab kami serempak. Langsung saja, aku berkumpul dengan Jinri dan lima anak lainnya –Suzy, Soohyun, Jiyoung, Amber, dan Luna.

“oke, sekarang bagaimana kita mengawali senam tersebut?” Tanya Suzy antusias. Aku mengerutkan keningku, mencoba mengingat-ingat beberapa gerakan senam –karena aku sering melihat Oppa ku melakukan senam.

“uhm, bagaimana kalau dengan gerakan seperti ini?” ujarku sambil memperagakan gerakannya.

“bagus! Aku rasa kita bisa memakainya.” Sahut Soojung.

25 menit berlatih senam cukup membuatku tertawa. Bagaimana tidak? Setiap kali mencoba mencari gerakan baru, Amber selalu bertingkah konyol sehingga membuatku tak dapat fokus. Ckck,

Tiba-tiba, aku melihat sepasang mata sedang memperhatikanku. Mata itu, seseorang yang membuatku bahagia jika melihatnya. Minho-Sunbae. Sial, kenapa dia ada disini, huh? Batinku.

Beberapa detik kemudian, aku merasa dia sudah pergi. Syukurlah, kalau pun dia berada disini terus-menerus, mungkin aku akan kehilangan konsentrasiku.

“kalau begitu, latihannya kita lanjutkan minggu depan saja.” Usul Luna. Kami semua mengangguk setuju dengan ucapannya. Betul juga. Batinku. Dengan begitu, aku bisa istirahat dan fokus untuk pelajaran lainnya.

©©©

Sekarang sudah akhir Februari. Dan Kelas 12 –termasuk Minho-Sunbae –akan melangsungkan Ujian Praktek –berarti mereka pulang lebih awal. Dan itu artinya, waktuku untuk bertemu dengan Minho-Sunbae akan semakin sedikit –atau bahkan jarang.

“aigoo~ enak sekali kelas 12. Mereka pulang lebih awal. Coba saja kita yang pulang lebih awal. Huh,” keluh Jinri sambil menyandarkan bahunya di sandaran Kursi. Ah, semakin mengingatnya, aku jadi semakin tidak rela untuk melepasnya. Huft. Apa aku benar-benar mencintainya? Ah, tidak. Apa aku benar-benar mengagumi ketampanannya?

“aish, sepertinya kalau kita ingin pulang lebih awal harus menunggu sampai kelas 12..” sahutku. Aku menghembuskan nafasku dan mengikuti Jinri –menyandarkan bahu di sandaran kursi.

Dia benar-benar akan pergi ya? Sayang sekali. Kalau saja, Minho-Sunbae satu angkatan denganku. Pasti tidak akan seperti ini. batinku.

“Jung~aa, kau bisa mengantarku ke Toilet?” Tanya Luna yang baru saja menghampiri mejaku. Aku sempat berpikir sebentar. Sekarang sedang pelajaran kosong. Dikarenakan guru yang mengajar sedang menguji anak kelas 12. Kalau aku keluar, aku akan bertemu dengan Minho-Sunbae. Pikirku.

“baiklah. Kkajja! Jinri, Chankaman.” Pamitku pada Jinri. Gadis itu hanya tersenyum menatapku.

“Luna~ya, aku tunggu kau di luar.” Ujarku pada Luna.

Aku menunggu Luna di depan Toilet sambil memainkan kuku jariku. Sesekali aku melihat sekeliling. Melihat apakah Dia lewat daerah kelas 10 atau tidak. Mana mungkin kau lewat daerah ini, huh? Batinku. Selama ini, aku memang terlalu mengharapkannya. Dasar bodoh!

“aku sudah selesai. Kkajja!” ajak Luna. Aku menurut, dan mensejajarkan posisiku dengannya. Ah, Sunbae. Kau sukses membuatku gila!

©©©

Hari ini aku menunggu di tempat favoritku –Taman belakang Sekolah. Bukan karena apa-apa. Tapi, dari awal masuk sekolah ini, aku sudah menyukai tempat ini. Sepi, rindang, nyaman, juga sejuk aku sering berbicara sendirian disini –bukan karena aku gila. Maksudnya, menumpahkan isi hatiku –yang tak mampu aku ungkapkan ke orang lain. Tempat ini memang member kesan tersendiri untukku.

Aku memasang Headphone kecilku yang kuhubungkan dengan IPod kecil yang kubawa. Alunan music yang diiringi suara merdu dari para Anggota SHINee mengalun lembut di telingaku.

Call me, my name
Today is exactly your day
I’ll do anything for you
I want to give you a small gift
That only I can give to you
I’ll run to you now and confess

Those red lips, those sweet red lips of yours

My heart flutters, I tremble more and more
Every time I see you

I want to have you
Shall we have a cup of tea together and talk? –SHINee – Your Name

Minho-Sunbae. Aish, kenapa aku teringat padamu?! Aku benar-benar tak waras sekarang! Bukan begitu?

“Jung~aa…” sapa seseorang yang tak jauh dari tempatku berada. Aku menoleh, dan mendapati seorang pria yang memakai seragam sama denganku mendekat. Pria itu mengambil posisi di sampingku, sambil memasang senyum.

“Sunbae… wae gurae?” tanyaku bingung.

“anniya. Aku hanya ingin beristirahat disini.” Jawabnya. Pria itu mulai memejamkan matanya. Menikmati hembusan angin yang menerpa wajahnya. Tampan. Aku masih tak dapat mempercayai hal ini. benarkah? Minho-Sunbae sekarang berada di sampingku??! Aku pasti bermimpi.

“uhm, Sunbae… aku dengar, Ekstrakulikuler Basket akan mengadakan Lomba akhir minggu ini.” ujarku memulai pembicaraan. Dua mata besar itu kini menatapku. Sontak saja, aku tak dapat bergerak kemanapun. Badanku rasanya kaku untuk bergerak –bahkan hanya memalingkan wajahku saja.

“aku kurang tahu. Sekarang,a ku sudah tidak mengurusi Ekstrakulikuler lagi. Aku akan fokus untuk Ujian April mendatang. Coba kau tanyakan pada siswa-siswi kelas 11.” Sahutnya dingin.

“ohh…” suasana kembali hening seketika setelah aku menyelesaikan kalimat terakhirku. Aku rasa, ia benar-benar sudah berubah sekarang. Bukan lagi Choi Minho yang dulu aku kenal. Ia lebih bersikap dingin padakau. Bahkan, jarang sekali –atau malah tidak pernah –ia menyapaku.

Ayolah, aku tidak ingin suasana yang canggung seperti ini!! gerutuku.

“uhm, Sunbae. Bagaimana dengan Ujian Praktek yang sedang kau jalani?” aku mencoba mencairkan suasana dengan melontarkan pertanyaanku. Dia menatapku sekilas, sebelum akhirnya kembali menatap lurus kedepan.

“oh, Ujian Praktek ya? Bagus,” jawabnya singkat. Aku menghela nafas pelan. Bukan jawaban seperti itu yang kuharapkan. Huft,

Aku menoleh ke arahnya, dan melihatnya sudah mengatupkan kedua matanya erat. Tanpa sadar, aku terus memandangi sosoknya. Walaupun tertidur, kau tetap terlihat Tampan, Sunbae… Batinku. Aku jadi ingin tersenyum sendiri melihat raut wajahnya yang –menurutku –sangat Tampan dan Cute.

©©©

“Jung~aa, aku minta maaf…” ucap seorang pria jangkung padaku. Wajahnya yang kontras dengan cahaya matahari, tak dapat aku lihat dengan jelas. Aku hanya memasang ekspresi bingung di depannya. Maaf? Untuk apa?

“nde?” sahutku –tak mengerti. Pria itu mulai berlutut di depanku. Membuatku semakin bingung dengan kelakuannya sekarang.

“maaf, karena aku bersikap cuek padamu. Maaf, karena aku bersikap seolah tak mengenalmu… aku benar-benar minta maaf, Jung.” Ujarnya. Kenapa seperti ini? aku masih tak mengerti. Apa pria ini sudah tak waras?

Samar-samar aku melihat wajah Minho Sunbae dibalik kejadian ini. mungkinkah? Ah, aku terlalu berharap dia berada disini. Pabboya!

“K-Kau…?” aku mengurungkan perkataanku begitu melihat sosok Minho Sunbae yang sedang berlutut di depanku. Benarkah? Minho…Sunbae,

“Ne, ini aku Jung. Choi Minho. Aku minta maaf…” ucap pria itu lembut. Aku rasakan tubuhku seolah melayang ke udara. Ingin sekali aku menangis sekarang. Bukan karena apa-apa. Aku sangat bahagia saat ini. oh, ini benar-benar terjadi kan? Aku harap iya. Jikalau ini hanya mimpi, aku tak ingin bangun sekarang.

“Sunbae…” aku tak tahu harus berkata apa lagi. Kali ini aku benar-benar Spechless.

“mulai hari ini, aku ingin kita berteman seperti biasanya.” Ujarnya. Aku tersenyum menatap mata besarnya. Kedua mata itu kini menatapku dengan tatapan lembut.

“Ne…”

Arrrggghh!! Lagi-lagi aku bermimpi tentangnya! Jeongmal Pabboya, Jung Soojung! Rutukku. Hanya gara-gara seorang Choi Minho saja aku sudah menjadi seperti ini?? bagaimana kalau banyak Choi Minho??! Pasti aku sudah masuk rumah sakit jiwa. Ckck. Pria itu memakai mantyra apa sih? Sampai-sampai muncul ke dalam mimpiku berkali-kali?! Tsk,

Pagi itu, Aku terus bergumam di Kamar Mandi. Sepertinya, Choi Minho membawa pengahruh besar padaku. Huft…

©©©

“Jung Soojung!” teriak seorang gadis cantik dari kejauhan. Aku menoleh dan mendapatinya mulai berlari ke arahku.

“oh, Eonnie. Wae gurae?” tanyaku begitu gadis itu berada dalam posisi yang sama denganku. Ia menggeleng sambil menyunggingkan senyumannya. “anniya. Oh iya, kau mau ke tempat Latihan Basket sekarang?” Tanya gadis itu. Aku mengangguk.

“Ne…Eonnie juga mau kesana?” kini giliranku melontarkan pertanyaan padanya.

“iya, sesekali berkunjung tidak apa-apa kan?  Lagipula, semenjak kelas 12 aku jadi jarang mengikuti latihan.” Ujarnya padaku. “ohh…”

Tak lama kemudian, kami berdua –Aku dan Jiyeon Eonnie –telah sampai di salaha satu gedung olahraga di sekolah ini.

Kedua mataku mulai melihat sekeliling ruangan. Menangkap beberapa sosok Siswa yang sedang bermain basket –termasuk Jinri.

“Jiyeon~iie, kau datang?” ucap sebuah suara yang sangat familiar di telingaku. Suara itu… tidak mungkin! Minho Sunbae. Aku mengalihkan pandanganku ke arah Jiyeon Eonnie. Dan benar saja, Minho Sunbae sedang bersamanya sekarang.

Aku lihat mereka berdua tertawa lepas. Sepertinya mereka sedang membicarakan sesuatu. Pikirku. Akhirnya, aku memutuskan untuk menjauh dari mereka berdua dan memilih duduk sendiri di pojok ruangan. Dengan cepat, aku mulai memasang headphoneku. Lagu BEAST – Fiction mulai mengalun lembut di telingaku. Membuatku teringat –lagi –pada Minho Sunbae.

Like this again (Fiction in Fiction)
I can’t forget you (Fiction in Fiction)
I am writing the story that will never end in my heart

I will hold on to you (Fiction in Fiction)
I won’t let you go (Fiction in Fiction in Fiction)
Even today, I’m still in the story of you and I that hasn’t ended, in Fiction –BEAST – Fiction

Yah, mau bagaimana lagi? Toh, Minho Sunbae sudah pasti tidak menyukaiku. Sepertinya kisah cinta –atau bisa dibilang rasa sukaku –ini akan terus mengalir dengan alur yang tetap. Aku yang tak berani menyatakan perasaanku, dan Minho Sunbae yang selalu bersikap cuek padaku.

“Soojung~aa.,” suara Jinri membuyarkan lamunanku. Tepat setelah lagu itu berakhir. Dengan segera, aku mulai melepas Headphoneku dan menatapnya –seolah tak terjdi apa-apa.

“wae?” tanyaku. Sesekali aku melihat ke arah Minho Sunbae –yang masih bercengkrama dengan Jiyeon Eonnie. “hehe, kau bisa mengantarku pulang hari ini?” ucapnya manja. Aku berpikir sebentar. Sepertinya tidak masalah. Pikirku.

“Arraseo, arraseo. Aku antar kau pulang.” Sahutku sambil memukul bahunya pelan. Lagi-lagi aku memandang sosok Minho Sunbae dan Jiyeon Eonnie. Ah, iri sekali melihat mereka berdua. Andai saja aku bisa dekat dengan Minho Sunbae. Loh? Kenapa aku memikirkan Pria itu lagi?

“Jinri~aa. Bisa kita pulang sekarang?” tanyaku pada Jinri. Gadis itu mengangguk –sepertinya ia setuju. “Chankaman Gidaryeo… aku mau mengambil ranselku dulu.” Ucapnya.

Beberapa menit kemudian, kulihat Jinri sudah berada di depanku –lengkap dengan Ranselnya. Aku-pun segera keluar dari Ruang Olahraga.

“Eonnie~aa, aku pulang dulu. Annyeong,” sapaku pada Jiyeon Eonnie. Gadis itu melempar senyum padaku. “ne, hati-hati Soojung~aa. Annyeong!” sahutnya lembut. Aku mengalihkan pandanganku pada sosok Pria di sebelah Jiyeon Eonnie –Minho Sunbae –. Dia terlihat memandangiku selama beberapa detik dengan mata besarnya itu. Aku yang merasa diperhatikan langsung meninggalkan gedung oalhraga ini tanpa sepatah kata-pun untuknya.

Kenapa seperti ini lagi? Kau selalu saja memasang raut wajah itu padaku. Membuatku semakin tak yakin untuk melepasmu sepenuhnya. Ya! Choi Minho!  Kau itu manusia atau malaikat sih?? Tega-teganya membuatku berada dalam situasi sulit seperti ini.

Apa arti tatapan itu? Apa kau memberiku sebuah harapan? Oh, kumohon! Jangan lagi! Aku sudah tak ingin menjadi manusia paling bodoh di dunia ini lagi. Yang selalu mengejar pria bernama Choi Minho yang tak jelas perasaannya.

Aku harap perasaan ini akan berakhir. Sesegera mungkin…

FIN~

Fiuh, akhirnya selesai juga FF –yang tak jelas –ini u,u…

Maaf kalau FF ini kurang bagus atau aneh -_-zzz soalnya ini bikinnya ngebut -,-“

Oke, mungkin hanya itu yang bisa saya sampaikan sekarang. Jangan lupa beri komentarnya tentang FF ini –meskipun FFnya gak jelas -_-“.

oiya, sekalian mau numpang promosi :p bagi kalian yang senang menjelajah blog (?) silahkan kunjungi blogku disini. terus follow twittku :p disini

sekarang, saya mau pamit dulu.. papai~😀 *gandeng tangan MinStal*

“Cobalah menghargai karya seseorang, sebelum mereka dapat menghargai Karyamu =)”  -Maniac Choi *Quote ngasal -___- #PLAK!

Categories: Shiny Effects | 9 Comments

Post navigation

9 thoughts on “A Little Story About My Life: Thinking Of You

  1. deam

    ga ada sequel nya kah?
    bagus loh, penasaran akhirnya mereka gimana.

  2. YUIrin

    yah, gantung tu eon! Ceritanya udah keren! MinStal jjang!
    Jadi karena itu sy menuntut sequel *digusur*

  3. dddandyu

    Keren min haha
    Klo di lanjutin mantap deh haha
    Keren bgt

  4. Wah oenni keren oenn,, nyentuh. Bgt d hati oenn
    Pengalaman pribadi kt sma oenn#plak
    Keren oenn daebak!!! Yah aku telat bcanya u,u
    Buatin sequel dong oenn#plak *cerewet amat ni orang*

  5. loveTAETEUKforever

    eonni, daebak!!!
    salam kenal ya eonn, readers baru^^

  6. ime karundeng

    KEREN BNGT . AD LANJUTANNYA NGGAK???

  7. dvapril

    Yah kenapa gantung -.-
    Bgus padahal, soalnya klo based on true story lebih nge feel gitu keke
    Sequel dong…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: