[One Shot] One Biggest Tears

Title : One Biggest Tears

Cast : Keyber

Genre : Romance

~~ One Biggest Tears~~

-Amber POV-

“Mengapa mentertawaiku, Kim Kibum?” Tanyaku padanya saat kami selesai melakukan suatu acara radio.

“Aku hanya tidak tahan melihat ekspresi wajahmu. Itu cukup lucu!” Ucapnya. Ingin rasanya aku meninjunya sekarang juga. Namun aku masih menyadari bahwa dia seniorku dan dia lebih tua dariku. Korea memang sentiment terhadap hubungan Senior-Junior atau Kakak-Adik. Aku lelah.

“Cukup! Atau aku tak akan pernah memanggilmu oppa lagi seumur hidupku.” Ucapku padanya. Aku merasa menang karena ia berhenti tertawa.

“Terserah kau saja, Amber Liu. Ayo pulang! Aku ingin makan Samgyupsalnya Victoria Noona. Ppalli!” Ucapnya sembari menarik tanganku. Hey, siapa bilang kau boleh menarik tanganku? Aku hanya mengikuti kemana ia pergi berhubung juga krena sebelah dari bagian tubuhku dipegang erat olehnya. Aku hanya … diam.

Ternyata ia membawaku pergi ke van kami dan menuju suatu tempat yang aku rasa bukan dorm SHINee ataupun dorm f(x). aku hanya menunggu sembari melihat pemandangan kota Seoul yang cukup ramai. Ya, aku tidak bisa melakukan apa-apa. Setelah beberapa puluh menit, van kami berhenti di sebuah tempat makan di sekitar Apgujeong. Ada apa ia mengajakku kesini? ah, dasar Diva!

“Amber, aku ingin memperkenalkan kau pada seseorang. Kau sudah mengenalnya sih, tapi aku perlu mengenalkannya secara official. Masuklah. Ayo!” Aku merasakan bahwa tanganku ditarik lagi oleh sang Kim Kibum itu. Ah, bodohnya aku mau mengikuti dia. Dan dia menarikku sampai tepat didepan seseorang yang aku kenal betul.

“Nicole? Nicole Eonni?”

“Oh! Amber Josephine! Aku tak menyangka kau mengajaknya kesini, Honey.” Aku tersenyum kecut menghadap Nicole. Seakan seperti ada hal yang benar-benar ingin Key oppa sampaikan. Ah, aku sudah tahu. Dengan omongan singkat tadi, pasti tentang hubungan special antara dua makhluk ini.

“Ah, I’m sorry Honey. Lizard, ini kekasihku. Nicole, ini sahabat terbaikku, Amber. Kalian sudah saling mengenal bukan?” Aku mengangguk pelan dan berusaha untuk tetap ceria. Entah seperti ada yang hilang dari dalam diriku mendapati sahabatku tidak lagi membutuhkanku.

“Selamat ya. Aku tidak menyangka kalian akan berakhir sebagai pasangan. Tak sia-sia kuusulkan acara jalan-jalan itu. Kau tak tertangkap kan Key oppa?” Ucapku dengan cara dan senyuman khas yang aku miliki. Ia menggelengkan kepalanya.

“Tidak, Amber. Memang atas usulmu. Thank you buddy. Oh iya, makan dulu! Aku tahu kau ini manusia super duper hyper sibuk. Setidaknya kau isi dulu tenagamu.” Ucap Key. Nicole pun mengangguk sebagai tanda ia setuju dengan perkataan kekasih barunya itu. Aku … berusaha menggeleng.

“Ti … Tidak. Aku bisa makan di dorm nanti. Lagipula, aku tidak begitu lapar. Jam berapa sekarang?”

“Jam setengah satu.” Aku membulatkan mataku. Setengah satu? Sekarang? Oh tidak. Aku harus menghadiri acara di salah satu stasiun televisi jam satu! Dan aku belum melakukan apa-apa.

“Ah, oppa, eonni. Aku lupa bahwa aku ada jadwal jam satu ini dan aku belum bersiap-siap. Aku duluan ya. Selamat atas hubungan kalian. Aku pergi. Sampai jumpa.” Ucapku sembari melambaikan kedua tanganku kearah mereka. Mereka pun membalasnya dengan hati gembira. Entahlah, aku merasa tidak begitu genbira untuk tersenyum hari ini.

*

Aku sudah dalam perjalanan kearah studio lain untuk memulai jadwalku yang lain. Tetapi seperti ada yang hilang dari tanganku. Astaga, tasku! Sepertinya aku lupa membawanya karena tarikan tangan Key oppa yang membawaku menemui Nicole eonni. Astaga! Aku ceroboh sekali! Aku tak mungkin menyuruh supirku memutar balik arah untuk pergi ke studio radio itu. Terlalu jauh dan memakan waktu. Astaga, aku tidak tahu harus bagaimana! Aku hanya mengantongi handphoneku. Ah, Key oppa pasti bisa.

Aku menekan beberapa nomor yang aku yakini itu pasti nomornya. Aku hafal betul dan kuharap tidak akan melupakan satu nomor pun dari sekitar dua belas angka itu. Segera kutekan tombol dengan warna hijau itu dan mendekatkannya perlahan ke telingaku. Beberapa nada tunggu berbunyi, namun masih belum diangkat. Aku terus menunggu. Beruntung ia mengangkatnya.

“Oppa? Help me! Now!” Teriakku di telefon. Aku rasa ia sedang berjalan-jalan dengan Nicole eonni atau masih duduk dengan manis di restaurant tadi.

“Ya! Ada apa?”

“Gara-gara kau menarik tanganku tadi, tasku ketinggalan. Ambil tasku okay? No buts. See ya tomorrow. Bye!” ucapku cepat dan mematikan hubungan jarak pendek telefon tadi. Aku tak ingin mendengar banyak komentar darinya.

Studio tempat jadwalku akan berada beberapa meter lagi. Aku menarik nafas dan meminum beberapa teguk air yang disediakan di van ini. Sebenarnya, ini van f(x). Key oppa menumpang vanku karena van SHINee masih digunakan beberapa member lain disana. Aku melihatnya sekarang di pelupuk mataku. Apakah aku siap? Baiknya kuhadapi saja apapun yang terjadi. Aku tidak sebegitunya peduli.

Aku segera turun begitu melihat lobby dengan beberapa stylist dan manager f(x) yang kali ini memilih untuk mengikutiku karena Krystal sedang syuting, Sulli sedang sekolah, Vic eomma sedang di rumah tanpa jadwal dan Luna sedang pergi mengurus pendaftarannya ke universitas. Sedangkan aku? Terjebak dalam berbagai macam jadwal.entah masih ada berapa puluh tulisan menghiasi kalenderku setiap harinya. Astaga. Entah apa yang terjadi hari ini, aku merasa bahwa ada yang berbeda? Tapi apa? Ah, sepertinya aku tahu apa yang berbeda hari ini dan apa yang memang benar-benar terjadi pada diriku.

Key. Mungkin sudah bisa dibilang, dua tahun belakangan ini aku menyimpan rasa padanya. Sebuah rasa yang, tidak hanya memandang lawan jenis sebagai teman. Kau tahu itu tanpa harus kujelaskan lagi. Seringkali aku melihat dia melalui foto atau sekedar menelfonnya untuk menanyakan keadaannya saat itu. Tapi, yah, semua ini seperti air susu dibalas dengan air tuba bagiku. Semua pintu tertutup rapat.

Saat aku melihatnya tadi bersama sahabatku, Nicole, sebuah senyum palsu terukir seketika di wajahku. Entah mereka menyadarinya atau tidak. Aku rasa tidak. Mencoba menjadi Amber yang ceria dan humoris. Ah, aku tidak tahan sebenarnya tadi. Hanya saja, waktu memang sedang berpihak padaku. Terima kasih, waktu.

Aku menyiapkan segala hal untuk syuting sekarang. Berganti baju dan bersiap-siap. Aku melakukannya untuk satu jam dan akhirnya keluar dari studio itu. Lega rasanya, aku tak harus menyembunyikan dan mengganti ekspresi wajahku dengan banyak hal yang fake. Aku segera berganti baju dan bersiap-siap menuju dorm. Dorm tempat aku –mungkin – bisa mencurahkan seluruh keluh kesahku.

Sesampainya di mobil, aku mengeluarkan ipod-ku dan mendengarkan beberapa lagu dari ipod-ku itu. Beberapa lagu dari boy band atau girl band juga ada yang bagus. Salah satunya lagu yang aku suka dari Beast, berjudul Easy. Sincere version tentu saja. Aku menyukai dentingan piano yang lembut dan menggambarkan keadaan patah hati. Apakah itu kondisiku? Aku sendiri bahkan tidak memikirkan itu.

I don’t wanna say goodbye, say goodbye, bye, bye, say goodbye.
neowana ijewa ireohkae dwae beorin geoni
I don’t wanna let you go, let, let, let you go
easy come easy go …..

Aku terdiam. Memang semuanya hampir benar. Walau sebenarnya posisinya bereda. Aku berdiri disini dan hanya terpaku melihat mereka bergandengan tangan, berpelukan, atau bahkan berciuman didepanku. Klise memang, namun memang begitu adanya. Aku bahkan tidak pernah berharap menyukai dia. Namun sifatnya yang memenuhi syarat-syaratku membuatku secara tak sengaja jatuh padanya. Kim Kibum.

Handphoneku bordering. Lagu terbaru kami – setidaknya sampai saat ini – Hot Summer berkumandang dari handphoneku. Aku segera melihat pesan siapa yang masuk. Ah, Key oppa. Aku membuka pesan itu dan mendapati sesuatu yang sangat menusuk hatiku. Sangat. Seakan hari yang buruk yang benar-benar dimulai bersamanya.

Amber!! Aku mengirimkan foto kami berdua!! Lucu kan? Aku dalam bando harimau dan Nicole dalam bando zebra!! Kami seperti benar-benar couple!! Oh iya, tasmu. Sudah kuantarkan ke SM. Ambil disana ya? Annyeong!

Aku tersenyum. Segera kukatakan pada supirku untuk mengambil tasku di kantor SM. Segera ku dengarkan lagi apa yang ada dalam ipodku. Semua lagu yang aku kira bersedih. Kuurutkan berdasarkan liriknya dari yang benar-benar menyentuh sampai yang kira-kira lebih mempunyai beat untuk diajak menari. Ah, Super Junior sunbaenim. It’s You.

Tak terasa, aku tertidur. Aku tertidur selama perjalananku ke kantor SM. Ah, aku baru sadar saat mobil ini berhenti. Dan ipod-ku memutar lagu yang … aku sendiri masih mencari tahu apa artinya. Memang lagu ini dipadukan dengan suara hebat Onew oppa. Kira-kira, menceritakan tentang satu orang yang dicintai. Naega saranghaetdeon ireum, The Name I Loved. Yeah, the name I loved, Kim Kibum.

“Amber aggashi, kita sudah sampai. Ada yang anda perlu?” aku menoleh kearah supir van f(x). ah, ia menanyakan sesuatu padaku. Um, aku bingung. Haruskah aku yang mengambilnya sendiri? Ah, aku malas.

“Ada, ahjussi. Tolong ambilkan tasku yang dititipkan oleh Key oppa. Tolong ya, ahjussi.” Ucapku. Ia mengangguk lalu melangkah keluar.

Aku memutar lagu-lagu di ipod-ku lagi. Aku memutar kembali lagu Easy kesukaanku. Tak berapa lama, supir van f(x) ini telah kembali dengan tasku yang kelihatannya lebih berat dari sebelumnya.

“Ini, aggashi.”

“Ah, terima kasih, ahjussi. Oh iya, mengapa tas ini berat sekali? Aku rasa, aku tidak membawa terlalu banyak beban.” Tanyaku. Ia mengangkat kedua bahunya.

“Saya tidak tahu. Receptionist memberikan kepada saya sudah seperti itu.” Aku terkejut. Seberat inikah? Key oppa mengisi tasku dengan batu?

Aku membuka tasku, melihat isi didalamnya. Aku bertanya-tanya apa yang menyebabkan semua ini terjadi. Ternyata sebuah paket diletakkan di dalam tasku itu. Astaga, ini paket siapa? Aku melihat namaku disana, jadi aku membukanya. Sebuah kaset camcorder dan dua buah buku? Apa maksudnya? Aku menyuruh supirku memutarnya. Dan saat mendengarkan itu, air mataku terasa jatuh dengan sendirinya.

“Um, hi. Kau pasti mengenali suaraku, Amber Josephine? Pasti! Karena suaraku itu sangat khas. Hahahah, bercanda saja. Hei, aku merekam ini karena ada sesuatu yang aku tidak ingin siapapun tahu. Mungkin supir kita tidak apa-apa asal mereka menjaga mulut mereka. Hihihihi. Um, aku hanya mau bilang, bukanlah kedua buku itu. Aku tahu, semua terkesan aneh. Namun aku tidak bermaksud menyakitimu dengan ini semua. Bukalah,Amber Josephine Liu. I love you.”

Aku membuka buku itu. Astaga, aku terkejut dan terdiam. Ini air mata terbanyak yang pernah aku keluarkan tidak termasuk saat aku masih bayi. Ia punya semuanya. Ia menyimpan semuanya. Aku hanya bisa diam, menutup mulutku karena semakin bersuara dengan suara isak tangis itu.

Aku melihat semua foto-foto kami dari awal bertemu hingga terakhir kali kami bersama. Semua gambar0gambar kami yang diedit dan banyak yang lainnya. Aku tersenyum, tangis bahagia. Satu persatu kubalik foto itu. Astaga, memang semuanya persisi disusun secara rapi disini.

Aku juga membukan buku yang satunya lagi. Itu buku tulis yang berisikan … aku speechless. Ia dengan rajin menulis ‘I Love You, Amber’ disetiap halamannya. Satu kata per dua baris. Aku semakin terisak. Melihat dia menuliskan itu semua. Di dalam hatiku, hanya ada seratus miliar terima kasih. Terima kasih karena telah menjadi sahabat sekaligus senior terbaik. Terima kasih karena menjadi laki-laki yang baik. Dan terima kasih, karena sekarang aku tahu yang sebenarnya. Maaf karena telah berburuk sangka. Dan terima kasih, karena telah memberikan tangisan terbesarku karenamu, Kim Kibum.

~kkeut!!~

Enjoy guys😀

-Altariaa-

Categories: Fanfiction | 9 Comments

Post navigation

9 thoughts on “[One Shot] One Biggest Tears

  1. yah ini akhirnya gimana si key samaamber kaaan? :DD

  2. sintarahayu

    Jadi gak bertepuk sebelah tngn nih. kok kayaknya agak nanggung, lanjutin dong bkn sequelnya

  3. omo huuaaaaaa kok gitu siih

  4. fitaliu

    thorrrrrr !!!!
    aku nangis bacanya T^T
    tanggung jawab thor !!!

    Sequel dong thor !!

  5. Nanti adaa😀 tapi aku bikin yg jongna duluuuu~~~~~~😀 thx for reading ya teman-temaan😀

  6. wah keren thor daebak!!! nyentuh thor nice ff🙂

  7. affxtion189

    ak kurang ngerti akhirannya. jadi key ska amber nih?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: