A Nightmare [Part 1]

Judul: A Nightmare [Part 1]
Author: Ayoona
Main cast:
• All member f(x)
• All member SHINee
Genre: AU, aghst, triller, horror
Rating: PG 13

Disclaimer: Semua main cast di FF nie punya entertaimentnya masing-masing. Saya hanya meminjam nama, wajah, dan karakter masing-masing anggota. Jangan baca FF ini jika anda tidak menyukai main cast FF ini. Jangan jadi silent readers. FF ini terinspirasi dari sebuah film berjudul “A Nightmare on ELM Street”. Dan yang paling penting JANGAN JADI PLAGIATERS!!!

Ayoona U-ana’s Entertaiment Presents:

_______________

Bangunan yang terletak di pinggiran kota Seoul itu tampak lusuh. Garis polisi berwarna kuning yang menghiasi pagar bangunan itu sudah tampak memudar warnanya dan tampak robek di sana-sini.
Setelah ditinggal puluhan tahun bangunan itu tampak terlihat mengerikan. Apalagi jika di malam hari. Tulisan ‘Seoul Kindergarden’ yang tertempel di depan pintu bangunan itu tampak kotor.
Tiba-tiba dari bangunan itu terdengar suara jeritan anak kecil……….

=== A Nightmare ===

Onew menghela nafasnya dan menatap gelas kopinya yang telah kosong. Onew menatap kesekeliling, mencari pelayan café itu untuk meminta tambahan kopi.
Ia tersenyum kecil saat dilihatnya seorang pelayan wanita yang mengenakan baju seragam berwarna merah sambil membawa teko air. “Ya! Aku minta tambahan kopi” kata Onew.
Seakan-akan tak memperdulikan Onew, pelayan wanita itu malah terus saja berjalan. Onew menghela nafasnya kesal dan berdiri dari mejanya. “Ya! Apa kau tuli?! Aku bilang, aku minta tambahan kopi!” seru Onew. Pelayan wanita itu tetap tidak mendengarnya.
Onew memutar bola matanya kesal dan berjalan mengikuti pelayan itu sampai di depan pintu dapur café. Tiba-tiba, pelayan wanita itu hilang tiba-tiba. Onew tersentak kaget. Ia menggelengkan kepalanya.
“Aku hanya berhalusinasi, aku hanya berhalusinasi” gumamnya. Onew pun membuka pintu dapur café itu dan menatap ke dalam. Tidak ada siapa-siapa di dapur. Kosong. Sebuah panci yang berisi daging sapi tampak dibiarkan gosong.
Onew mengerutkan keningnya. Ini aneh, batinnya. Onew melangkahkan kakinya menelusuri dapur itu. Dilihatnya kepala manusia yang masih berdarah-darah tampak terletak di meja pengilingan. Onew menelan ludahnya. Perutnya seketika seperti terkocok. Ia akan muntah. Onew segera memalingkan pandangannya dari kepala manusia itu.
Kreeet…..
Bunyi pintu yang akan tertutup membuat Onew tersadar. Onew segera membalikkan badannya. Tanpa ia sadari, sebuah tangan yang mengenakan sarung tangan hitam dan di ke 4 ujungnya terdapat besi yang diujungnya tajam.
Sosok yang mengenakan sarung tangan itu perlahan mengikuti langkah Onew yang ingin melihat keadaan pintu dapur café itu. Onew menatap pintu dapur café itu yang terus saja tertutup dan terbuka secara perlahan.
Sedangkan sosok yang mengenakan sarung tangan itu seperti gelisah ingin segera membunuh Onew. Ia menggesekkan besi tajam yang berada di sarung tangannya yang menimbulkan bunyi srek yang cukup nyaring.
Sontak, Onew segera membalikkan badannya. Jantungnya berdebar kencang. Tak ada apa-apa. Onew pun kembali menatap ke arah pintu dapur café itu. Terbuka dan tak ada hal yang aneh.
Onew menghela nafas lega dan membalikkan badannya. Dihadapannya berdiri seseorang yang wajahnya rusak akibat luka bakar dan mengenakan sarung tangan.
Sosok itu hendak membunuh Onew tetapi Onew masih sempat mengindarinya dengan menutup wajahnya menggunakan telapak tangan kirinya.
Sret…..
Onew membuka matanya. Mimpi. Tadi itu hanyalah mimpi buruk. Onew menatap kesekeliling dan tidak ada perubahan. Café itu masih tetap saja sama. Onew merasa rasa menusuk-nusuk dan perih di telepak tangannya.
Onew pun melihat ke arah telapak tangannya. Detik berikutnya, ia tersentak kaget. Telapak tangan kirinya terluka. Panjang dan dalam. Darah segar mengalir membasahi meja café itu. Onew segera mengambil tisu dan mengelap darah yang mengalir dari tangannya.
Apa benar tadi hanya mimpi?, batinnya.
Disisi lain, Luna melangkahkan kakinya memasuki café Melody Stars untuk bertemu dengan Onew. Ia membuka pintu café dan melihat Krystal – teman kuliahnya sedang berjalan menuju ke arahnya.
Luna tersenyum dan menyapanya. “Hei, Krys”. Krystal membalas senyuman Luna. “Hei, Luna. Meja kosong ada di depan meja Onew” kata Krystal.
“Ani, aku kesini untuk bertemu dengan Onew” kata Luna. Krystal tersenyum dan melangkahkan kakinya menuju 3 orang namja yang sedang menikmati hidangannya.
Luna pun menatap punggung Onew yang menghadap ke arah pintu café dan melangkahkan kakinya mendekati Onew. “Hei” sapanya dan duduk di depan Onew.
Detik berikutnya, Luna tersentak kaget. “Wow” tambahnya saat melihat wajah Onew. Kantong mata Onew sangat tebal dan wajahnya terlihat sangat kusut. “Kau terlihat seperti…..” kata-kata Lune disela oleh Onew dengan nada getir.
“Tidak tidur selama 3 hari?”
Luna menganggukkan kepalanya. “Apa kau tidak mencoba untuk pergi ke psikiater?” tanya Luna. “Sudah. Kata mereka mimpi-mimpi itu merupakan kenangan masa laluku” jawab Onew dengan nada frustasi.
Di sisi lain, Minho meminum kopinya dan menatap lurus ke depan. Ia melihat Onew dan Luna – teman kuliahnya sedang duduk berdua. “Jong” panggilnya pada Jonghyun yang duduk di depannya. Jonghyun mengalihkan pandangannya dari Changmin dan menatap Minho. “What’s up?” tanyanya.
Minho menunjuk ke depan dan Jonghyun menatap ke arah yang ditunjuk Minho. Darah seakan-akan membara darah tubuh Jonghyun. “Kurang ajar” gumamnya.
“Minho, pacarmu datang” kata Changmin dengan nada jail. Minho membalikkan kepalanya dan melihat Krystal datang sambil membawa buku note kecil. Minho tersenyum dan Krystal membalas senyumannya.
Krystal pun berjalan menuju meja Minho dkk. “Ada yang lain?” tanyanya. Minho menatap Jonghyun yang mengepalkan tangannya kuat-kuat dan kemudian ia menatap Changmin yang menggelengkan kepalanya pelan.
“Tidak ada” jawab Minho. Jonghyun pun berdiri dengan wajah marah. “Kira pergi” katanya dingin. Changmin pun ikut berdiri bersama Jonghyun dan Jonghyun merogoh saku jaket kulitnya dan mengeluarkan beberapa lembar won yang sudah lecek. Jonghyun pun meletakkan uang itu dengan kasar dan berjalan keluar diikuti oleh Changmin.
Minho menghela nafasnya dan menatap Krystal dengan tatapan menyesal. “Aku minta maaf. Mereka memang begitu” kata Minho. Krystal tersenyum dan menatap Minho. “Tidak apa-apa, aku sudah terbiasa. Ada apa dengan Jonghyun?” jawab Krystal.
Minho mengangkat bahunya. “Jonghyun dan Luna baru putus kemarin dan sekarang kau lihat, Luna bersama dengan Minho” kata Minho. “Hey, aku bahkan tidak tahu kalau mereka pacaran” kata Krystal. Minho tersenyum dan berdiri. Ia pun merogoh saku celana jeansnya dan mengeluarkan beberapa uang won yang masih baru.
“Ambilah kembaliannya” katanya. Krystal menganggukkan kepalanya dan Minho pun berdiri. “Apa kau tidak bosan bekerja di akhir pekan?” tanya Minho. Krystal tersenyum sembari mengambil uang yang diberikan Minho. “Apa kau bosan selalu datang ke sini setiap akhir pekan?” tanya Krystal tanpa menjawab pertanyaan Minho.
Minho tersenyum dan mengelus pipi Krystal. Mata mereka pun bertemu, tapi kontak mata mereka terputus saat Jonghyun masuk kembali ke dalam café dan mengambil helmetnya yang ia letakkan di bawah meja café itu.
“Ayo pergi Minho” katanya dingin. “Yup” balas Minho. Jonghyun pun keluar dari café itu masih dengan wajah marah. Minho menghela nafasnya dan kembali menatap Krystal.
“Sampai ketemu besok di sekolah” katanya. Krystal menganggukkan kepalanya. Minho pun tersenyum dan melangkahkan kakinya keluar dari café itu. Krystal tersenyum menatap punggung Minho yang semakin menjauh dan kembali bekerja.
Di sisi lain, Onew dan Luna tampak terlibat pertengkarang kecil.
“Aku sudah berusaha menelusuri masa kecilku karena disanalah semua masalahnya berawal” kata Onew. “Apa yang berawal?” tanya Luna dengan ekspresi bingung. “Mimpi-mimpi buruk itu” jawab Onew.
“Mimpi buruk” kata Luna dengan nada bertanya. Onew tak menanggapi. Luna menatap wajah lelah Onew. “Jadi kau tidak bisa tidur?” tanya Luna.
“Aku bisa tidur” Jonghyun menghela nafasnya dan melanjutkan, “tapi aku tidak mau”
“Onew, dengarkan aku. Itu hanya mimpi. Tidak nyata” kata Luna. “Mimpi-mimpi itu nyata” kata Onew dingin.
“Tidak” balas Luna.
“Nyata” bentak Onew sambil mengebrak meja. Kopi yang berada di mejanya pun tumpah dan mengenai baju Luna. Luna tersentak kaget dan Onew pun tersadar dan berdiri dari kursinya.
“Luna, aku minta maaf” kata Onew dengan penuh penyesalan. Luna tersenyum. “Tidak apa-apa. Aku akan membersihkan diri. Tidak apa-apa” kata Luna lembut. Onew menatap Luna dengan khawatir tapi Luna hanya membalasnya dengan senyuman. “Kau benar-benat tidak apa-apa?” tanya Onew sekali lagi. Wajahnya menyiratkan tampang bersalah. “Tidak apa-apa” jawab Luna lembut.
Luna pun berjalan menuju kamar mandi. Di sisi lain, Onew menghela nafas frustasi. Onew menutup wajahnya dengan kedua telapak tangannya. Onew menurunkan tangannya dari wajahnya dan kembali menghela nafasnya frustasi. Onew menatap pisau yang terletak di mejanya. Onew pun memutar-mutar pisau itu di atas meja.
Perlahan, Onew pun tertidur dengan mata terbuka.
Onew membuka matanya. Suasana café itu menjadi suram. Onew menatap kesekeliling dan melihat pria dengan wajah terbakar telah berdiri di depannya sambil memamerkan tangan besinya.
Dengan refleks, Onew pun mengambil pisau yang terletak di meja untuk membantunya melindungi diri. Onew mengarahkan pisau itu ke arah pria dengan wajah terbakar namun pria itu terlalu cepat. Pria itu memutar tangan Onew dan menguncinya.
Pisau yang berada di tangan Onew sekarang mengarah ke arahnya. Nafas Onew memburu. Ia bisa merasakan tangan pria itu yang kasar di telapak tangannya. Ia belum ingin mati sekarang.
Onew segera meraih tangan pria itu untuk menarik pisaunya. “Kau tidak nyata!” teriak Onew. Onew bisa mendengar tawa kecil yang keluar dari mulut pria itu. “Sekarang aku nyata” kata pria dengan wajah terbakar itu sambil tersenyum kecil.
Onew berusaha sekuat tenaga menjauhkan pisau itu darinya. Ia terus saja menarik tangan pria itu untuk menjauh namun pria itu terlalu kuat.
Di sisi lain, Luna yang telah kembali dari toilet berjalan mendekat ke arah meja Onew. Keadaan café sudah sepi. Detik berikutnya, mata Luna membesar karena kaget.
Dengan mata kepalanya sendiri, ia melihat Onew mengarahkan pisau ke arah tubuhnya. “Onew-ah?” panggil Luna. Luna berjalan mendekat berusaha menyadarkan Onew. “Onew-ah yang apa kau lakukan?”kata Luna. Jantungnya berdetak cepat. Ia mulai berpikir Onew sudah mulai gila.
“Kau tidak nyata!” teriak Onew. Nafas Luna memburu. “Onew-ah, hentikan! Onew-ah!” teriak Luna. Onew masih saja mengarahkan pisau itu ke arahnya. Luna bisa melihat keringat memenuhi wajah Onew. Luna menatap kesekeliling. Berusaha mencari bantuan. Tapi tidak ada siapa-siapa di sana.
“Onew-ah, hentikan!” teriak Luna sekali lagi. Tiba-tiba, tubuh Onew mengejang dan Onew pun menusukkan pisau itu ke arah lehernya dan menusuknya hingga kedalam dan menorehkan luka dalam. Darah segar mengalir deras seiring semakin besarnya luka yang dibuat Onew.
Luna menutup mulutnya dengan kedua telapak tangannya. “ONEW-AH!!!!” teriaknya.

~TBC~

Annyeong!!!!! Aku kembali membawa FF GJ  Kali ini aku gak bakal bicara banyak. Koment, koment, koment….. 

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , | 8 Comments

Post navigation

8 thoughts on “A Nightmare [Part 1]

  1. fishata

    trus gmana?

  2. affxtion189

    lanjut thoor!

  3. alfira_putri

    nyu sadar msih ada gwe di sini jangan tinggalkan aku #korban sinetron ..next min keren bnget…

  4. lucretiablinger

    Ditunggu part 2 nya ya😉 oh iya masih ada beberapa kesalahan penempatan nama hehe

  5. ditunggu part selanjut’y😀

  6. Menyeramkan thor!!! Jadi merinding!!! Tapi….KENAPA HARUS ONEW!!!!???????

  7. Keren thor !! Lanjuttt😀

  8. Inddyybee

    Penasaran thor. Lanjut!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: