Beautiful Propose [Shining Effects]

Title                 : Beautiful Propose

Cast                 : SHINee & f(x)

Genre              : Romance

Length             : Oneshoot

Rating              : General

 

 

Hello hello! ^^v

Kembali lagi bertemu dengan author paling cantik sedunia (?) #ditendang

Setelah membuat Beautiful Propose versi Super Generation, saya memutuskan untuk membuat versi Shining Effects. Gak tahu kenapa, pengen aja. Kayanya seneng gitu kalo liat f(x) dilamar sama SHINee. Saya juga merasa kalau ide FF yang satu ini bener-bener brilian (?), jadi saya memutuskan untuk meneruskannya (??) pada Shining Effects.

Ya udah lah. Gak usah kebanyakan cincong.

Enjoy it~ And don’t forget to leave your comment!

 

 

 

 

 

 

“Betapa beruntungnya gadis-gadis ini.

Dilamar sang kekasih dengan cara yang tidak terlupakan.”

 

 

 

NORMAL POV

 

 

Onew/Victoria

 

Dengan seksama Victoria membaca pesan dari kekasihnya yang menurutnya aneh.

 

Qian, besok aku akan mengajakmu jalan-jalan. Bersiap-siaplah. Aku akan datang pukul 8 pagi. PS : besok pakai gaun yang pernah kuberikan padamu dan berdandanlah secantik mungkin! ^^

 

Oke, masalahnya bukan Jinki yang ingin mengajaknya jalan-jalan. Itu sudah biasa bagi Victoria. Namun yang sangat tidak biasa adalah Jinki menyuruhnya untuk memakai gaun yang pernah dibelikan Jinki padanya.

Tidak biasanya Jinki mengatur-atur tentang pakaian yang akan dipakai Victoria. Bagi Jinki itu adalah urusan rumit dan ia tidak mau campur tangan. Seringkali ia membiarkan Victoria yang mengurusnya. Namun tidak kali ini.

Victoria menautkan kedua alisnya. Ada apa ini?

 

$#@#$

Sebenarnya Victoria masih bingung dengan Jinki. Entah apa yang dipikirkan pemuda itu, ia tidak tahu. Walaupun kebingungan masih mengintai otaknya, Victoria berusaha untuk cuek dan menuruti perkataan Jinki.

Ia mengambil sehelai gaun putih yang pernah dibelikan Jinki sekitar setahun yang lalu. Lalu ia memakainya dan berjalan ke arah sebuah cermin.

Sekilas ini hanya gaun biasa─sebuah dress berwarna putih selutut yang hanya dihiasi oleh bunga di pinggang kanan. Namun entah mengapa bisa melekat begitu sempurna.

Victoria tertawa ketika mengingat perkataan Jinki. Saat itu Jinki baru pertama kali melihat Victoria memakai dress ini dan berkata, “Padahal menurut penjaga toko, dress itu adalah dress dengan model paling kuno. Tapi begitu sempurna ketika kau memakainya, Qiannie.”

Jujur, Victoria tidak tahu apakah itu pujian atau sekedar gombalan. Tapi karena ia tahu Jinki tidak pandai menggombal, ia memutuskan bahwa itu memang benar pujian untuknya.

Setelah berkaca, Victoria berjalan menuju lemari yang isinya kumpulan sepatu miliknya. Ia memperhatikan satu persatu sepatu yang ada di lemari. Akhirnya ia menjatuhkan pilihannya pada sepasang sepatu balet putih.

Ia segera memakainya dan kembali berkaca. Setelah ia puas dengan penampilannya, ia keluar dari kamar dan menemui Jinki yang baru datang lima menit yang lalu.

“Kau sudah menunggu lama?”

Jinki mengalihkan pandangannya. “Tidak. Aku baru datang…” Perkataan Jinki terpotong ketika melihat Victoria. Matanya melebar dan mulutnya sedikit terbuka. “Apa itu benar-benar dress yang aku berikan?” tanya Jinki sambil memicingkan matanya.

Victoria tertawa lalu menghampiri Jinki. “Tentu saja. Kau yang membelinya masa kau tidak tahu?”

“Hanya saja… berbeda sekali ketika aku melihatnya di toko dan ketika aku melihatnya dipakai olehmu, Qian,” ucap Jinki.

“Benarkah? Menurutku sama saja. Lalu kapan kita akan pergi? Dan kemana?”

“Kita akan pergi sekarang. Dan soal kemananya, itu rahasia.”

Victoria memutar matanya. Lagi-lagi Jinki membuatnya bingung. “Ya sudah. Terserah kau saja.”

 

$#@#$

Baru kali ini Victoria merasakan jalan-jalan yang sesungguhnya. Seharian ia mengelilingi berbagai tempat di Seoul. Tempat yang pertama ia kunjungi adalah taman kota. Lalu ia pergi ke pantai, mampir ke restoran untuk makan siang, dan pergi ke Namsan Tower. Namun rupanya jalan-jalan ini belum selesai. Jinki masih menyetir mobil ke sebuah tempat yang Victoria tidak tahu apa namanya dan dimana.

Victoria membuka handphone-nya dan melihat satu pesan masuk dari Sulli.

 

Umma kemana saja? Sekarang sudah jam tiga sore~ Ayolah, pulang sekarang… Aku sendirian di dorm. Luna eonni kencan dengan Jonghyun oppa, sedangkan Amber eonni dan Krystal sedang photoshot…

 

Ia tersenyum kecil. Anaknya yang satu ini memang sangat manja.

“Jinki-yah,” panggil Victoria.

“Hm?” Jinki melirik Victoria sebentar.

“Boleh kutahu kapan kita akan pulang? Sulli di dorm sendirian. Kasihan dia.”

“Tapi masih ada satu tempat yang akan kita kunjungi.”

“Lalu bagaimana dengan Sulli? Aku tidak tega dia sendirian di dorm.”

“Aku akan menyuruh Taemin untuk menemaninya. Kalau dengan itu pasti Sulli mau,” ucap Jinki.

“Memangnya Taemin tidak ada schedule?”

“Hari ini yang schedule-nya paling padat adalah Minho dan Key. Sedangkan aku, Jonghyun dan Taemin tidak ada schedule sama sekali. Jadi tenang saja.”

Victoria mengangguk lalu mengetikkan balasan untuk Sulli.

 

Kalau umma menyuruh Taemin untuk menemanimu di dorm, kau tidak akan merengek lagi?

 

Tak lama kemudian sebuah balasan masuk.

 

Taemin oppa? Baiklah!! Aku mau!! Selamat jalan-jalan dengan Jinki appa!! ^^v

 

Victoria menggeleng-gelengkan kepalanya ketika membaca balasan dari Sulli. Dasar anak itu. Jika saja mendengar nama Taemin, langsung berubah seratus delapan puluh derajat.

“Bagaimana? Dia mau ‘kan?” tanya Jinki.

“Kau ini benar-benar tahu bagaimana cara merayu Sulli ya…”

 

$#@#$

Dengan takjub Victoria menatap pemandangan Sungai Han di depannya. Ia tidak menyangka Jinki akan mengajaknya ke sini. Ke tempat pertama kali ia jadian dengan Jinki. Tempat dimana semuanya dimulai.

Cahaya matahari memantul lewat hamparan air─menimbulkan spektrum warna yang sangat indah. Goresan-goresan angin yang menimbulkan air menjadi sedikit bergelombang menambah keindahan tersendiri bagi Sungai Han.

“Aku tahu kau suka sekali tempat ini namun tidak bisa sering ke sini karena jadwalmu yang padat,” ucap Jinki.

“Terima kasih, Jinki~ Aku sangat senang kau mengajakku ke sini.”

“Aku punya sesuatu yang bisa membuatmu lebih senang lagi.”

Alis Victoria bertautan. Apa maksud Jinki?

Mata Victoria langsung membulat ketika Jinki berlutut di hadapannya. Ia merogoh sesuatu di dalam saku kemejanya lalu mempersembahkan sesuatu itu kepada Victoria. Gadis itu bertambah kaget ketika sadar bahwa sesuatu itu adalah cincin.

“Di tempat ini kita bertemu. Di tempat ini kita pertama kali menjadi sepasang kekasih. Dan aku juga ingin, di tempat ini kita saling menautkan janji sehidup semati. Maukah kau menikah denganku?”

Victoria menatap Jinki dengan mata berkaca-kaca. Kekasihnya itu tidak berbohong ‘kan?

“Aku hanya bertanya satu kali, Qiannie,” ucap Jinki.

Senyum Victoria perlahan mengembang. Air mata mulai turun dari sudut matanya. “Tentu saja aku mau, Jinki.”

Jinki ikut tersenyum. Pemuda itu bangkit lalu memasangkan cincin yang tadi ia persembahkan ke jari manis Victoria.

“Terima kasih, Qian.”

“Aku yang seharusnya berterima kasih,” ucap Victoria sambil memeluk Jinki. “Aku mencintaimu, Jinki.”

“Aku juga…”

 

 

 

 

 

 

 

Jonghyun/Luna

 

Peluh menetes perlahan dari dahi Luna. Ia sehabis latihan untuk persiapan comeback f(x) nanti. Luna berjalan mendekati kursi lalu menjatuhkan dirinya di sana. Sambil memejamkan matanya, ia menyenderkan kepalanya.

“Luna unnie,” Samar-sama Luna dapat mendengar suara Sulli. “Aku dan Soojung pergi beli makanan dulu ya~”

“Aku dan Vic umma mau menemui pelatih,” Kini giliran suara Amber yang terdengar. Luna hanya mengangguk-anggukkan kepalanya tanpa membuka mata.

Tiba-tiba saja ia mendengar suara handphone-nya berdering. Luna membuka matanya dan meraih HP yang ia taruh di dalam tas. Alis Luna terangkat sebelah ketika ia melihat ada pesan masuk dari Jonghyun. Ia segera membukanya.

 

I lost my mind, the moment I saw you. Except you, everything get in slow motion. Tell me, if this is love.

 

Luna mengerutkan keningnya. Apa maksudnya ini? Luna kembali membaca pesan itu. Sepertinya ia tahu. Ya, ia tahu. Ini adalah lirik lagu What Is Love.

Namun jika ini adalah lirik lagu, kenapa Jonghyun mengirimkannya pada Luna?

Ini aneh.

 

$#@#$

 

“Unnie, Jonghyun oppa mengirimu pesan.”

Luna menolehkan kepalanya dan melihat Sulli. Ia segera merebut handphone-nya yang digenggam Sulli. “Kau sudah membacanya?”

“Aku belum membukanya, kok,” ucap Sulli sebal. “Aku tahu privasi orang-orang yang berpacaran, tahu!”

Luna tertawa lalu meminta maaf pada Sulli. Setelah Sulli pergi dengan muka cemberut, Luna membuka pesan dari Jonghyun.

 

Love at the first sight. Hm~ It’s so beautiful

 

Apa lagi ini? Kenapa Jonghyun mengiriminya pesan seperti ini? Luna tahu kalau isinya adalah lirik lagu─yang ia lupa judulnya. Tapi untuk apa Jonghyun mengiriminya?

Apa Jonghyun sedang iseng?

Luna menyandarkan kepalanya di sofa lalu membuang HP-nya ke sebelahnya. Sudahlah. Ia sedang malas meladeni keisengan Jonghyun.

 

$#@#$

Mendadak rencana tidur Luna batal ketika gadis itu mendengar suara handphone-nya berbunyi. Gadis itu meraih HP-nya dan ekspresinya segera berubah ketika melihat nama yang tertera di layar.

Jonghyun.

Sambil merengut, Luna membuka pesan dari kekasihnya itu.

 

You laugh when I laugh… And you wipe my tears when I cry…

 

Ya ampun. Rasa kekesalan Luna makin memuncak. Jonghyun terus-terus saja menganggunya dengan pesan yang berisi lirik lagu itu. Akhirnya, daripada memilih dipusingkan oleh keisengan Jonghyun, Luna lebih memilih untuk tidur.

 

$#@#$

Rasa pusing segera menyergap kepala Luna ketika ia mendengar sesuatu yang berisik. Gadis itu segera meraih handphone-nya. Ada satu pesan masuk dari… Jonghyun.

Nama itu tersangkut di otak Luna. Ia merengut sambil membuka pesan itu.

 

Oh baby~ I think I wanna marry you~

 

Sedetik setelah membaca isi pesan dari Jonghyun, Luna membeku. Satu kata tersangkut di kepalanya; marry.

Tiba-tiba saja Luna menegakkan badannya. Ia mengutak-atik pesan dari Jonghyun dan menyusunnya dari pesan yang paling pertama.

 

I lost my mind, the moment I saw you. Except you, everything get in slow motion. Tell me, if this is love.

Love at the first sight. Hm~ It’s so beautiful

You laugh when I laugh… And you wipe my tears when I cry…

Oh baby~ I think I wanna marry you~

 

Semuanya berasal dari lirik lagu yang berbeda─namun anehnya lirik-lirik itu bisa bersinkronisasi satu sama lain dengan baik. Sangat pas. Dan sangat membuat Luna terkejut.

Tiba-tiba saja bel pintu berbunyi.

Luna mengerjap kaget lalu segera menghampiri pintu. Ia membuka pintu dan melihat seorang pria sedang tersenyum ke arahnya.

“Jonghyun oppa?”

“Hai,” sapa Jonghyun.

“Sedang apa Oppa di sini?”

“Tadi aku mengirimimu pesan, ‘kan?”

Luna mengangguk.

“Kau masih ingat isi pesannya?”

Oh baby, I think I wanna marry you.”

Jonghyun tersenyum makin lebar. Pria itu berlutut di hadapan Luna sambil bernyanyi, “Oh baby~ I think I wanna marry you~” Jonghyun mengambil sesuatu di dalam kantong kemejanya─yang ternyata adalah sebuah cincin─lalu mempersembahkannya pada Luna seraya bertanya, “Maukah kau menikah denganku?”

Berulang kali Luna mengedipkan matanya. Ia ingin memastikan bahwa ini bukanlah mimpi di siang bolong yang terlalu nyata. Akhirnya Luna menyadari bahwa ini memang bukan mimpi.

“Tentu saja, Oppa.”

Jonghyun memasangkan cincin itu di jari manis Luna. Kemudian ia bangkit dan mencium bibir Luna sekilas.

“Terima kasih, Sayang…”

 

 

 

 

 

Key/Amber

 

“Cepat bersiap-siap. Supirku akan datang menjemputmu.”

Sebenarnya Amber Liu belum benar-benar menempelkan handphone ke telinganya. Namun si lawan bicara sepertinya tidak sabar dan sangat buru-buru.

“Memangnya ada ap…”

“Sudah jangan cerewet!” Lagi-lagi si lawan bicara berbicara tidak sabaran. “Lebih baik kau bersiap-siap sekarang dan jangan bertanya apa pun! Kau akan tahu nanti.”

Amber memanyunkan bibirnya. Memangnya siapa yang cerewet?

“Tapi untuk apa, Key?”

“Aisshh… Apa susahnya sih menurutiku? Tinggal bersiap-siap saja dan supirku akan datang lima belas menit lagi. Pokoknya nanti kau tinggal mengikuti supirku. Dia akan mengantarmu ke tempat yang seharusnya.”

Tempat yang seharusnya? Amber menautkan kedua alisnya. Memangnya ia harus pergi kemana?

“Oke, oke…” Akhirnya Amber menyerah. Ia tahu, berdebat dengan Key adalah sesuatu yang sia-sia dan tak ada gunanya. “Sudah ya? Aku mau mandi dan bersiap-siap.”

Setelah melewati pembicaraan sengit itu, Amber meletakkan handphone-nya dan pergi mandi.

 

$#@#$

Ketika keluar dari dorm, Amber melihat seorang lelaki paruh baya berdiri di depan mobil yang parkir. Dengan segera ia tahu bahwa mobil yang terparkir itu adalah mobil milik Key dan ia juga yakin bahwa lelaki paruh baya itu adalah supir yang dikatakan oleh Key.

“Anda Nona Amber Liu?” tanya sang supir ketika melihat Amber berjalan mendekatinya.

Amber mengangguk. “Apa kau orang yang akan mengantarku?”

“Ya, Nona. Silahkan masuk ke dalam mobil.”

Tanpa banyak bertanya, Amber masuk ke dalam mobil milik Key. Selama perjalanan─yang ia tidak tahu tujuannya─Amber hanya duduk diam sambil menatap pemandangan luar. Setidaknya ia berusaha untuk menemukan petunjuk kemana supir Key akan membawanya.

Dan matanya membulat seketika saat mobil berhenti tepat di depan sebuah… salon. Tempat yang paling Amber tidak suka.

“Jadi ini tempat tujuannya?” tanya Amber pada supir.

“Sebenarnya ini adalah satu dari tiga tempat tujuan yang akan Anda datangi.”

Tiga tempat? Amber menghela napas. Setelah ia ke salon, Key akan menyuruhnya untuk pergi ke tempat lain lagi? Ya ampun… Apa sih sebenarnya mau namja itu?

Dengan malas Amber turun dari mobil dan masuk ke dalam salon kecantikan itu. Di sana ia melihat seorang pegawai salon tersenyum ramah padanya.

“Silahkan duduk,” Pegawai itu mempersilahkan Amber. “Jangan khawatir. Kami hanya akan mengubah tatanan rambut Anda.”

Amber menghela napas lega. Ia kira ia akan didandani sefeminim mungkin.

“Ya sudah. Lakukan apa yang menjadi tugasmu.”

 

$#@#$

Amber membelalakkan matanya ketika melihat apa yang telah terjadi pada rambutnya. Rambutnya yang sebelumnya berwarna coklat dan sedikit campuran warna kuning, sekarang sudah menjadi coklat seluruhnya. Dan yang paling parah modelnya telah berubah. Dari model rambut semi-spike *author ngarang* berkhas laki-laki, telah berubah menjadi model rambut pendek khas perempuan!

Ya ampun. Rambut itu ‘kan akan ia gunakan untuk comeback Electric Shock-nya. Bagaimana jika managernya tahu bahwa rambutnya telah berganti wujud?

“Ehm… Maaf…” Amber menatap pegawai salon yang tadi merubah rambutnya. “Tadi kau bilang akan mengubah ‘tatanan’ rambutku. Kau tidak berkata mengubah ‘model’ rambutnya.”

“Maksud saya tatanan beserta modelnya,” jelas sang pegawai salon. “Maaf jika Anda tidak puas, Nona. Saya hanya melakukan sesuai permintaan Tuan Kim Kibum.”

Amber menatap lagi rambutnya lewat pantulan bayangannya di cermin. Sekilas terlihat ekspresi kekesalan di matanya.

‘Key! Kau harus bertanggung jawab!’ teriak Amber dalam hati.

“Baiklah. Hanya ini saja ‘kan?”

“Ya. Saya sudah selesai dengan tugas saya.”

“Kalau begitu terima kasih.”

Amber berdiri dan segera meninggalkan salon kecantikan itu. Terlintas dipikirannya wajah Key yang akan segera ia hajar (?). Namja itu tidak tahu betapa berbahayanya perbuatan yang telah ia lakukan!

Bisa-bisa Amber dimarahi managernya. Atau yang lebih parah. Ia bisa ditegur langsung oleh Lee Sooman. Dan para fans-nya pasti akan bereaksi negatif karena rambutnya saat highlight dan comeback Electric Shock sangat berbeda.

“Anda sudah selesai, Nona?” tanya sang supir.

“Ya,” jawab Amber singkat. “Kita akan pergi lagi ‘kan?”

 

$#@#$

Ya ampun.

Sungguh, Amber benar-benar tidak mengerti apa mau dan maksud Key. Setelah membawanya ke salon kecantikan secara tidak langsung, sekarang namja itu membawanya ke butik wanita! Apa yang direncakan Key?

Oh my God… Give me strength,” gumam Amber.

Dengan lunglai ia berjalan masuk ke dalam butik. Saat ia masuk, seorang pegawai toko menyambutnya dan langsung menyuruhnya untuk memilih-milih pakaian.

Amber hanya menatap bingung berpuluh-puluh pakaian yang tertata rapi di depannya. Ada banyak sekali jenis. Ada dress selutut, dress yang panjangnya semata kaki, bermacam-macam rok dan kemeja. Semuanya berbau wanita!

Karena sudah lama ia tidak menyentuh pakaian bermode wanita, akhirnya Amber memilih pakaian secara random. Pilihannya jatuh begitu saja pada dress selutut berwarna hitam tanpa lengan. Setidaknya modelnya tidak terlalu feminim.

“Aku pilih yang ini saja,” ucap Amber sambil menunjuk dress pilihannya.

“Pilihan yang sangat bagus, Nona. Anda bisa langsung mencobanya.”

 

$#@#$

Sambil menutupi wajahnya dengan kedua tangan, Amber berjalan menuju mobil dan langsung masuk ke dalamnya. Setelah merasa aman, Amber menarik kedua tangannya dan melirik sekelilingnya. Semoga saja tidak ada orang yang menyadari bahwa wanita cantik bergaun hitam yang lewat tadi adalah Amber f(x). Semoga saja.

“Jadi, kita akan kemana lagi?” tanya Amber pada supir.

“Anda akan tahu nanti.”

Uhh… Lagi-lagi rahasia. Jangan sampai nanti mobil ini berhenti di depan spa atau toko aksesoris!

Namun ternyata tebakan Amber salah─dan ia bersyukur untuk itu. Setelah sepuluh menit berjalan, mobil ini berhenti di depan sebuah restoran yang terletak di tepi pantai.

Amber turun dari mobil dengan diiringi rasa bingung dan penasaran. Bukankah restoran ini milik orang tua Key?

Daripada penasaran, Amber langsung masuk ke dalam restoran tersebut. Alisnya bertautan ketika ia tidak melihat seorang pengunjung pun─bahkan seorang pegawai pun. Ia hanya melihat Key sedang berdiri di samping meja makan. Ia terlihat tampan dengan jas hitam. Lalu Amber menyadari bahwa suasana di sini terasa sangat… romantis.

Uh oh. Sepertinya Amber mulai mencium sesuatu yang sangat aneh. Ini bukan Key yang biasanya. Ini bukan style namja itu. Key bukanlah pria romantis yang mengajak kekasihnya makan di restoran dengan suasana seperti ini. Dan Key tidak pernah menyuruh Amber untuk berpakaian atau berdandan seperti wanita.

“Key? Kemana semua orang? Kenapa hanya ada kita berdua?”

Bukannya menjawab, Key justru tersenyum. Ia menarik tangan Amber dan mempersilahkannya untuk duduk.

“Sudahlah. Kita makan saja dulu. Nanti aku ceritakan,” ucap Key.

Akhirnya Amber hanya menuruti perkataan Key. Ia memakan makanan yang tersedia di meja. Ketika ia dan Key sudah selesai, ia langsung saja memberondong Key dengan pertanyaan.

“Jadi, sebenarnya ada apa? Kenapa kau menyuruhku ke sini? Dan kenapa di sini sepi sekali?”

Key tertawa kecil. Lalu ia merogoh sesuatu dari dalam sakunya dan segera berlutut di hadapan Amber. Pemuda itu memperlihatkan benda yang tadi ia bawa. Sebuah kotak. Ia membuka kotak tersebut dan ternyata isinya adalah sebuah cincin.

Sontak Amber kaget dan menatap Key dengan bingung.

“Would you marry me?”

“Key…” gumam Amber. Ia tersenyum sambil berusaha menahan air matanya. “Yes, I do.”

Setelah mendengar jawaban itu, Key segera memasangkan cincin ke jari manis Amber. Ia berdiri dan membawa Amber ke dalam pelukannya.

“Terima kasih…” ucap Key.

“Sama-sama. Uhm, bolehkah aku bertanya?”

Key melepas pelukannya dan menatap Amber. “Apa?”

“Kenapa kau menyuruhku untuk ke salon dan memakai gaun seperti ini?”

“Sebenarnya… Itu,” Key menggaruk kepalanya yang tidak gatal lalu mengangkat bahunya. “Yah… Jujur saja, saat aku berpikir untuk melamarmu, tiba-tiba saja terlintas dibayanganku akan seperti apa pernikahan kita nanti. Dan aku benar-benar tidak bisa membayangkanmu memakai gaun pengantin wanita. Jadi aku menyuruhmu untuk ke salon dan ke butik supaya aku mendapatkan gambaran.”

Mata Amber berkilat marah. “Jadi hanya itu?! HANYA ITU?! Kau tahu bagaimana nasibku nanti jika manager tahu bahwa rambutku telah berubah, hah?! Kau harus bertanggung jawab!”

Key memutar matanya. “Ayolah. Itu hanya rambut. Bisa diubah lagi.”

“Memangnya itu mudah dan memakan waktu yang sebentar?” sahut Amber tidak mau kalah.

“Baik, baik,” ucap Key cepat. “Aku akan bertanggung jawab.”

“Kapan?”

Senyum mengembang di wajah Key. “Setelah aku menciummu~”

Setelah mengatakan itu, Key langsung mendaratkan bibirnya di atas bibir Amber tanpa peduli wajah Amber yang masih berkilat marah. Ia mendekap tubuh sang gadis sambil membawa ciuman mereka lebih dalam.

 

 

 

 

 

Minho/Krystal

 

Suasana dorm kali ini benar-benar sepi. Yang terdengar hanyalah suara rintik-rintik hujan. Krystal Jung menekuk kakinya ke atas dan memeluknya erat. Hari ini cukup dingin karena angin berhembus sedikit kencang.

Krystal mendesah ketika hening membuatnya tidak nyaman. Semua penghuni dorm sedang pergi─kecuali dirinya, tentu saja. Victoria ada di China untuk bertemu keluarganya, Luna dan Amber yang sepertinya tertahan di kantor SM karena hujan, dan Sulli yang sedang kencan entah dimana dengan Taemin.

Akhirnya Krystal beranjak dari kursi dan mengambil jaket di kamarnya. Ia segera memakai benda itu. Mungkin sebaiknya ia jalan-jalan sebentar. Walaupun sedang hujan. Lebih baik keluar disaat hujan seperti ini ketimbang duduk sendirian di dorm sampai bosan. Krystal meraih sebuah payung lalu membawanya keluar dorm. Ia membuka payung tersebut dan berbalik untuk mengunci pintu.

Tiba-tiba saja ia merasakan sesuatu bergetar dari dalam saku celananya. Krystal segera mengeluarkan handphone-nya. Ada satu pesan masuk dari Minho.

 

Kau ada di rumah? Aku ingin mengajakmu jalan-jalan…

 

Alis Krystal terangkat sebelah. Kebetulan sekali Minho ingin mengajaknya jalan-jalan. Krystal mengetikkan balasan untuk Minho.

 

Aku baru saja keluar. Oppa mau mengajakku kemana? Kita bertemu di pertigaan ya. Jangan lupa bawa payung sendiri. Aku tidak mau berbagi denganmu.

 

Satu menit kemudian sebuah balasan masuk.

 

Itu rahasia~ Memangnya kenapa kau tidak mau berbagi payung denganku? Apa kau malu? Ya sudah. Aku akan langsung ke pertigaan.

 

Krystal tersenyum kecil sebelum menaruh handphone-nya ke saku celanya. Ia menangkat payung yang ia bawa untuk menaunginya dari hujan. Dalam hati Krystal bersyukur. Intensitas hujan sepertinya sudah mulai berkurang. Sekitar sejam yang lalu, hujan turun cukup lebat namun sekarang sudah berubah menjadi gerimis kecil.

Ketika sampai di pertigaan, Krystal dapat melihat sosok Minho yang tinggi. Pria itu menyandarkan seluruh badannya ke dinding toko yang ada di sana. Krystal mendesah ketika tahu bahwa Minho tidak membawa payung. Sepertinya ia harus berbagi payung lagi dengan kekasihnya.

“Hei, Krys,” sapa Minho. Ia tersenyum sambil mengangkat sebelah tangannya untuk merangkul bahu Krystal.

“Sudah kubilang supaya kau membawa payung.”

Minho terkekeh pelan. “Memangnya kenapa? Apa kau tidak suka berbagi payung denganku?”

Krystal mendengus kesal. Bukannya ia tidak suka berbagi payung dengan kekasihnya sendiri. Hanya saja, berbagi payung dengan Minho itu artinya membuat jarak antara ia dan pria itu semakin kecil. Dan Krystal tidak bisa menahan rasa gugup yang sering melanda dirinya ketika ia dekat-dekat dengan Minho. Itulah mengapa ia selalu protes jika Minho ingin berbagi payung. Namun sayangnya kekasihnya itu cuek saja.

“Terserahlah,” gumam Krystal.

Minho tersenyum kecil lalu menggeser badannya ke bawah naungan payung Krystal.

“Sebenarnya kita mau kemana?”

“Makan es krim.”

Alis Krystal terangkat sebelah. “Makan es krim? Di cuaca sedingin ini?”

“Iya. Oh, ayolah. Aku sedang ingin makan es krim…”

 

$#@#$

Krystal merapatkan jaketnya ketika angin mulai berhembus. Matanya menatap lurus ke arah Minho yang sedang memesan es krim. Apa pemuda itu gila? Mengajaknya makan es krim saat cuaca seperti ini? Dan kenapa memesan es krimnya lama sekali?

Ketika Minho kembali dengan membawa dua mangkuk es krim berukuran sedang, Krystal langsung menghela napas.

“Lama sekali…”

“Hm?” Minho melirik Krystal sekilas lalu tersenyum. “Yang penting sekarang sudah datang. Ayo dimakan.”

Perlahan Krystal menyendokkan sesuap es krim ke dalam mulutnya. Ia bergidik pelan ketika es krim menyentuh giginya. Dengan paksa Krystal menelan es krim coklat itu walaupun mulutnya terasa beku. Ia terus melakukannya sampai es krim di mangkuk itu mulai berkurang.

Ketika Krystal menyendokkan es krimnya, tiba-tiba ia melihat sesuatu benda tertimbun es krim. Ia mengorek-ngorek es krimnya dengan sendok sampai akhirnya ia melihat benda yang tertimbun itu.

Sebuah cincin?

Krystal mengangkat cincin perak itu ke udara. Alisnya bertautan heran dan mulutnya sedikit menganga. Ia mengalihkan pandangannya pada Minho yang tersenyum aneh padanya.

“Ini apa?”

“Cincin untuk melamarmu,” jawab Minho ringan.

Hah? Otak Krystal membeku sesaat. Apa kata Minho? Cincin untuk melamarnya?

“Maukah kau menikah denganku, Krystal Jung?”

Krystal mengangkat kepalanya dan memaksa otaknya bekerja. “Tentu saja, oppa…”

Seulas senyum tersungging di bibir Minho. Ia mendekatkan badannya ke Krystal lalu mencium bibir gadis itu sekilas tanpa peduli lirikan-lirikan cemburu di sekelilingnya.

“Terima kasih, chagiya…”

 

$#@#$

“Kenapa kau tidak memakai cincinnya?”

Krystal mendongak. “Karena cincinnya ditaruh di dalam es krim, cincinnya jadi membeku. Jariku bisa kedinginan jika aku memakainya sekarang.”

Minho menghela napas. “Sudah kuduga. Ide Onew hyung sangat bodoh…”

“Hah? Ide Onew appa?”

“Ya,” ucap Minho. “Sebenarnya ide melamarmu dan menaruh cincin di dalam es krim itu adalah idenya Onew hyung. Aku benar-benar kehabisan ide dan tidak tahu apa yang harus kuperbuat. Akhirnya kupakai saja ide Onew hyung.”

“Aisshh… Oppa ini payah! Sudah memakai ide orang lain, cara melamarnya pun aneh! Tidak kreatif!”

Minho mendesah. Lalu dengan cepat ia rangkul bahu Krystal. “Cara melamar seseorang itu tidak penting. Yang penting adalah bagaimana caranya menjalani hidup setelah melamar itu.”

“Iya…” Krystal tersenyum. “Oppa benar.”

“Dan yang terpenting kau sudah menjadi milikku,” ucap Minho. Ia mencium Krystal sekali lagi.

 

 

 

 

 

 

 

Taemin/Sulli

 

Matahari mulai mengintip dari celah-celah tirai. Namun sang pemilik kamar sudah bangun dari setengah jam yang lalu.

Choi Sulli duduk di pinggir tempat tidurnya sambil memainkan handphone-nya. Terkadang ia melirik Krystal─teman satu kamarnya─yang masih tertidur pulas. Ingin rasanya Sulli tidur lagi. Tapi ia tidak bisa. Bahkan tadi ia hanya tidur selama lima jam karena ia pulang larut malam. Dan ia terbangun tiga puluh menit yang lalu. Tanpa terasa badannya mulai pulih dan ia merasa segar.

Karena bosan, Sulli beranjak dari kamarnya dan memutuskan untuk membuka jendela-jendela dorm. Suasana dorm masih sepi karena baru dia yang bangun tidur.

Setelah selesai membukakan semua jendela, Sulli berjalan menuju pintu depan dan membuka pintu. Ia mengangkat sebelah alisnya ketika menemukan sebuket bunga matahari di depan dorm. Sulli mengedarkan pandangannya ke sekeliling─berusaha untuk menemukan orang yang mungkin saja menaruh bunga ini di depan dorm.

Apakah dari fans? Tapi rasanya tidak mungkin. Lokasi dorm f(x) bahkan tidak diketahui publik dan sekarang masih pukul tujuh pagi. Terlalu pagi rasanya─bahkan untuk fans yang ingin memberikan hadiah pada idolanya.

Lalu siapa?

Karena tidak bisa menemukan jawabannya, Sulli mengangkat saja buket bunga itu dan ia menghitung jumlah bunga yang ada. Sepuluh bunga matahari. Ketika mata Sulli beralih ke bagian bawah buket, ia melihat ada kartu pengirim yang diikat.

 

SEPULUH detik aku baru melihatmu, aku langsung jatuh cinta padamu, Choi Sulli…

 

Sulli tidak dapat menahan senyumnya. Ia membalik kartu ucapan tersebut sambil berharap menemukan nama sang pengirim. Namun yang ia temukan hanyalah inisial ‘LT’.

Hm… LT? Jangan-jangan itu singkatan dari Lee Taemin.

Sulli tertawa. Kekasihnya bukanlah tipe orang yang suka memberi bunga pada wanita. Bahkan Sulli masih ingat. Taemin memberinya bunga hanya pada saat menembaknya. Seterusnya Taemin tidak memberinya bunga.

Mungkin ada sesuatu yang ingin Taemin sampaikan padanya lewat bunga matahari ini.

 

$#@#$

Sulli mengerutkan dahinya ketika ia menemukan sesuatu yang diletakkan di atas tasnya. Ia mengedarkan matanya ke sekeliling ruangan. Tidak ada siapa-siapa. Lalu siapa yang menaruh benda itu?

Dahi Sulli tambah mengerut ketika ia sadar bahwa benda itu adalah sebuket kecil bunga matahari. Ia mengangkat buket bunga itu dan tanpa menghitungnya ia tahu bahwa ada lima bunga matahari. Sulli membuka kartu pengirim yang diselipkan di antara bunga-bunga berwarna kuning itu.

 

Setelah itu, aku menyatakan cinta padamu tanggal LIMA Februari. Dan aku sangat senang ketika kau menerimanya.

 

Tanggal 5 Februari? Sudah pasti ini yang mengirim adalah kekasihnya, Lee Taemin. 5 Februari adalah tanggal jadian mereka berdua.

Sulli tersenyum lebar. Ia tidak tahu kenapa Taemin mengirim bunga padanya. Tapi yang pasti ia sangat senang karena sang kekasih melakukan hal romantis seperti ini.

 

$#@#$

Sulli menghapus keringat yang turun dari dahinya. Ia menghela napas lega setelah selesai comeback Electric Shock. Ia dan keempat temannya melakukan performance dengan sangat baik.

“Akhirnya setelah lama menunggu, kita bisa comeback juga…” gumam Victoria.

“Ya,” Luna menyahut. “Ini hasil setelah setengah tahun menunggu.”

Sulli tersenyum. “Aku senang akhirnya kita bisa comeback. Lihat saja wajah fans-fans kita. Mereka juga nampak senang.”

“Kau benar.”

“Sulli-ah?” panggil Krystal. “Aku menemukan ini di ruang ganti, di atas meja riasmu.”

Ketika melihat benda yang dibawa Krystal, Sulli langsung menautkan kedua alisnya. Bunga matahari… lagi? Kenapa Taemin mengiriminya bunga matahari selama tiga hari berturut-turut?

Akhirnya Sulli mengambil bunga matahari yang berjumlah dua itu. Ia membaca kartu pengirim yang diikat.

 

Sampai akhirnya kita melewati masa-masa indah dan sakit bersama-sama selama DUA  tahun.

 

“Dari siapa, sih?” tanya Krystal heran. Ia menjulurkan kepalanya dan melewati bahu Sulli untuk melihat kartu pengirim.

“Taemin oppa…” jawab Sulli pelan.

“Apa maksud tulisan itu?”

Sulli mengangkat bahunya. “Entahlah, Krystal. Aku juga tidak tahu.”

“Kau tidak bertanya padanya?”

“Belum. Mungkin aku tidak akan menanyakannya.”

“Kenapa?”

“Entahlah. Sepertinya Taemin oppa akan melakukan suatu surprise untukku. Kalau aku bertanya, nanti bukan kejutan lagi namanya.”

 

$#@#$

Baiklah. Sekarang Sulli merasa bertambah aneh pada Taemin. Beberapa hari yang lalu kekasihnya itu mengiriminya bunga dengan tulisan-tulisan yang tidak ia pahami. Dan sekarang Taemin menyuruhnya untuk datang ke ruang musik SM.

Dengan diliputi rasa penasaran, Sulli melangkahkan kakinya menuju ruang musik. Ia membuka pintu perlahan. Ketika ia melihat Taemin sedang duduk di sudut ruangan, Sulli langsung masuk.

“Kenapa oppa menyuruhku ke sini?”

Taemin berbalik dan ia tersenyum. Ia bangkit dari kursinya. “Aku ingin memberikan ini,” ucap Taemin sambil mengeluarkan setangkai bunga matahari yang tadi ia sembunyikan.

Alis Sulli bertautan. Jadi kekasinya hanya memanggilnya untuk memberikan bunga matahari?

“Te-terima kasih…” Sulli menerima bunga matahari itu walaupun ia benar-benar tidak tahu apa maksud Taemin. Ia menatap Taemin dengan raut wajah bertanya, namun Taemin hanya tersenyum tidak jelas.

Sulli menemukan selembar kertas yang diikat di ujung tangkai bunga matahari itu. Ia menariknya lalu membacanya.

 

Dan sekarang aku ingin MENYATUKAN cinta kita berdua lewat sebuah pernikahan. Maukah kau menikah denganku?

 

Sulli langsung membeku seketika. Matanya berpaku pada kalimat terakhir. Apa maksud kalimat itu? Apa Taemin bermaksud mengajaknya menikah?

“Ap-apa maksudmu, oppa?”

“Sangat jelas bukan? Aku ingin kau menikah denganku.”

“Tapi… di saat umur kita masih dua puluh?”

Taemin tertawa kecil. “Ini bukan pernikahan yang sesungguhnya, Sulli-ah. Tentu saja aku tidak mengajakmu untuk menikah muda. Tapi setidaknya aku mengajakmu untuk mengikat janji sehidup semati walaupun tidak resmi. Yang kumaksud adalah melamarmu.”

Kebekuan yang melanda Sulli belum mencair. Ia masih diam pada posisi sebelumnya.

“Jadi bagaimana?”

Sulli langsung tersenyum dan memeluk Taemin erat. “Tentu saja aku mau, oppa!”

“Terima kasih, Sulli-ah… Sarangheyo.”

“Nado sarangheyo~”

 

The End

Categories: Fanfiction | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , | 21 Comments

Post navigation

21 thoughts on “Beautiful Propose [Shining Effects]

  1. egina

    niceuu~~

  2. fishata

    nice story😀

  3. Kien_33

    sukia cara ngelamarnya taemin.
    punya onew jga boleh.

  4. syalalaa

    minstalnya pol! </3

  5. syalalaa

    minstalnya pol! <33333

  6. LoveKeyBer4ever!

    uaaaahhhh keren!!!!!!! tapi yg minstal aq agak takut… cincin-nya untuk gk kemakan sama krystal wkwkwkwk…..😄 paling suka yang cerita JongNa walaupun bukan JongNa shiper

  7. Luthfia piew

    Suka yang minstal

  8. yg keyber DAEBAKKKKK >//////< thor

  9. Ayoona

    JongNa, TaeLli, ama MinStal ceritanya keren!!!

  10. suka ama semua couplenya..🙂

    klo d bwt sequelnya bkal lbh seru nih thor ^^

  11. flychicken97

    paling keren punyanya jonghyun sama taemin! aw aw aw, pengen bet entar kayak gitu hahaha~

  12. paling menarik versi jongna dan taeli,tapi aku suka minstal dan keyber.kata-katanya enak dibaca

  13. chadelr

    . Taemiiiin~ cieeee .

  14. Qq98

    Nice Story
    KeyBer nya bikin yang banyak ya thor.. ^^

  15. whoaaa jeongmal daebak!! eonni emang selalu keren kalo bikin FF, aku suka FF eonni 1000 jempol buat eonni, bagian taelli , taeminnya sosweet BANGET, (y) bagian ontoria juga, ganyangka leader sangtae bisa sosweet kya gtu wkwkwk

  16. KeyKey

    KeyBer!!!!!!!

  17. MVP's

    ontoria…..

  18. Keyber !! Like

  19. Han Ah Seul

    uhhhhhh so sweet banget……………..
    keren bgt

  20. Magnaaa

    KeyBer + MinStall daebak !!!

  21. na

    manisnyaaaaa.
    apa lag taelli
    iyyuhhh minho. .gk kreatif. .kkk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: