Machine [1 / 2]

Author             : Park Sooyun

Title                 : Machine

Cast                 : Choi Minho, Krystal Jung

Genre              : Romance

Length             : Twoshoot

Rating              : General

 

“Her heart is closed up. Her gaze doesn’t give me a clue.

Is she a doll, doesn’t breathe? Making a cold smile.

She’s really a cold machine…”

 

 

 

 

NORMAL POV

 

Puluhan mata tertuju ke arahnya. Tapi nampaknya ia tidak terlalu peduli akan hal itu. Ia sudah terbiasa; bahkan terlalu biasa.

Seperti biasanya, gadis-gadis selalu memandangi Choi Minho. Kharisma dan pesona yang dimilikinya nampaknya benar-benar menyihir para wanita. Tak hanya itu. Ketampanan dan kemampuannya yang luar biasa di bidang olahraga telah menjadi nilai plus tersendiri bagi Minho.

Hal itulah yang mendorong beberapa wanita di kampus Minho untuk menembak Minho. Tapi sepertinya Minho tidak terlalu tertarik akan hal itu. Baginya wanita-wanita itu terlalu mudah dijerat dan didapatkan.

Meskipun pada kenyataannya banyak wanita yang telah jatuh cinta padanya, ada satu wanita yang tidak peduli dengan Minho. Dan karena wanita itu, baru kali ini Minho merasa gagal dalam mendapatkan wanita.

 

$#@#$

Arah pandangan Minho belum teralihkan juga sedari tadi. Nampaknya ia belum bosan memandangi seorang wanita yang sedang duduk di dekat jendela perpustakaan kampus.

Wanita itu nampak serius dengan bukunya. Gerakan matanya hanya berpindah dari baris kiri dan kanan buku itu. Entah apa yang dimiliki buku itu, sampai-sampai wanita itu lebih tertarik dengan buku daripada Minho.

Alis Minho bertaut ketika ia melihat wanita yang sedang dipandanginya menutup bukunya lalu segera keluar dari perpustakaan. Wanita itu berjalan melewati lapangan basket begitu saja—menghiraukan Minho yang mulai terpesona dengan dirinya.

Cara berjalan wanita itu biasa saja, namun yang membuatnya nampak anggun adalah tatapan matanya. Begitu tajam dan mengintimidasi. Wajahnya yang dianugerahi kecantikan luar biasa pun menambah daya tariknya. Rambutnya yang panjang bergelombang, kulit seputih dan sehalus batu pualam, matanya yang abu-abu, serta bibirnya yang tipis.

Seringkali Minho berpikir, apakah wanita itu adalah boneka dan tidak bernapas? Wanita itu bergerak dari satu tempat ke tempat yang lain serta melakukan hal-hal yang sewajarnya dilakukan oleh manusia. Tapi yang membuat Minho heran, wanita itu tidak pernah berbicara. Atau setidaknya ia belum pernah melihatnya berbicara. Ia pernah melihatnya tersenyum, tetapi senyum yang dingin. Bibirnya hanya membentuk lengkungan kecil dengan sudut kurang dari dua puluh derajat dan matanya tetap membentuk pandangan datar. Benar-benar membuat Minho penasaran.

“Hei! Sedang apa?”

Sebuah suara mengagetkan Minho. Ia menolehkan kepalanya dan menatap orang yang ada di sebelahnya dengan kesal. “Apa sih? Jonghyun hyung menganggu saja!”

Jonghyun tidak memperdulikan Minho. Ia mengikuti arah pandangan Minho sebelum ia datang. “Hm… Memandangi Krystal lagi ya?”

Minho hanya menghela napas.

“Jika kau begitu penasaran, hampiri dia. Jangan terus memandanginya seperti ini.”

“Kau kira itu perkara mudah?” cibir Minho. “Krystal adalah gadis yang sangat dingin. Bahkan aku belum pernah melihatnya berbicara.”

“Ayolah… Pasti ada celah untuk mendekatinya. Donghae hyung saja berhasil memacari kakaknya yang juga sama-sama dingin.”

Sebuah wajah muncul di benak Minho. Donghae adalah seniornya yang telah lulus. Dia juga dengar kalau Donghae berpacaran dengan Jessica, kakak Krystal. Padahal Jessica adalah gadis pendiam yang dingin─sama seperti Krystal.

“Ya… Aku tahu itu. Aku sangat heran bagaimana Donghae hyung bisa mendekati kakak Krystal,” gumam Minho.

“Sudahlah, Kawan,” ucap Jonghyun. “Kita harus menemui dua anak baru yang akan bergabung dengan tim basket kita. Kudengar namanya Kris dan Suho.”

“Oke…” balas Minho. Ia bangkit dari duduknya. Diam-diam ia melirik Krystal yang ternyata sudah sampai di kelasnya. Senyum terpasang di sudut bibir Minho. Ia akan mencari tahu soal Krystal. Pasti.

 

$#@#$

Lagi-lagi pandangan Minho terarah ke Krystal Jung─gadis yang telah membuatnya penasaran selama hampir setengah tahun.

Krystal Jung adalah mahasiswi semester satu yang baru masuk ke Universitas Seoul. Ia masuk fakultas Sastra Korea; dan hanya itu yang Minho tahu. Selebihnya ia sama sekali tidak tahu.

Ketika pertama kali melihat Krystal, Minho hanya berpikir jika Krystal adalah gadis pendiam yang belum terbiasa dengan lingkungan barunya di kampus. Namun dua bulan setelahnya, ia menyadari bahwa Krystal memanglah gadis dingin yang sulit didekati. Such a difficult girl.

Lalu sejak saat itu, Minho terus menerus melihat Krystal dari jauh. Berusaha untuk mencari tahu apa yang sebenarnya dirasakan gadis itu. Ia berjuang keras untuk meneliti pandangan mata Krystal, namun itu sama sekali tidak memberinya petunjuk. Sepertinya hati Krystal telah tertutup rapat dan tidak memberikan celah bagi siapapun yang ingin mengintipnya.

Minho yakin darah mengalir di bawah kulit pualam Krystal dan jantungnya juga berdetak. Ia juga yakin jika Krystal mempunyai suara, namun ia belum pernah mendengarnya. Tapi jika benar, mengapa Krystal sedingin itu? Apakah Krystal adalah sebuah mesin robot yang diciptakan untuk mengacaukan pikirannya? Jujur saja, sekarang otak Minho dipenuhi dengan hal-hal berbau Krystal. Pengaruh Krystal membawanya sejauh ini. Bahkan ia mulai melupakan kuliahnya dan hobinya yang sangat ia gemari, basket.

Oh tidak… Sungguh, ia tidak bisa terus seperti ini. Bisa-bisa otaknya rusak hanya karena memikirkan Krystal.

“Hyung, kau baik-baik saja?”

Minho mengedipkan matanya dan menoleh. Ternyata Suho, mahasiswa semester satu yang baru bergabung dengan klub basketnya. Atau singkatnya, Suho adalah juniornya.

“Jonghyun hyung menyuruhku untuk memanggilmu,” ucap Suho. “Ia menyuruhmu untuk bersiap-siap. Latihan akan dimulai sebentar lagi.”

“Oh, ya… Tentu. Aku akan bersiap-siap…” Perkataan Minho terhenti sejenak. Kemudian ia menatap Suho. “Kau mahasiswa fakultas Sastra Korea ‘kan?”

“Ya.”

“Apa kau mengenal Krystal Jung?”

“Oh, The Ice Girl,” gumam Suho. “Tentu saja aku tahu. Semua orang tahu dirinya. Tapi aku tidak terlalu mengenalnya. Yang kutahu dia adalah gadis baik yang pendiam dan jarang tersenyum.”

“Gadis baik?”

Suho mengangguk. “Aku pernah melihatnya menolong seorang gadis kecil yang jatuh dari sepeda di pertigaan jalan depan kampus. Aku juga pernah meminjam buku Sejarah Sastra Korea yang kebetulan sedang ia baca, namun dengan senang hati ia meminjamkannya padaku.”

“Apa dia meminjamkannya padamu sambil tersenyum?”

Alis Suho bertaut. “Ya. Tapi tentu saja senyum yang dingin. Kenapa hyung ingin tahu?”

“Ah… Tidak apa-apa,” ucap Minho. “Hanya saja… aku benar-benar penasaran dengannya.”

Suho hanya mengangguk-anggukkan kepalanya. Sedetik kemudian ia tersenyum pada Minho. “Hati-hati, hyung. Rasa penasaran yang terlalu besar bisa sangat berbahaya.”

“Tentu saja aku berhati-hati,” sahut Minho yang juga tersenyum.

 

$#@#$

“Minho, kau tahu memandanginya tidak akan membuat rasa penasaranmu hilang.”

Ucapan Jonghyun membuat Minho mengalihkan pandangannya. “Aku tahu,” sahut Minho.

“Jika kau tahu, dekati dia.”

“Dia sulit didekati.”

“Kalau begitu, cari informasi tentang dia dulu.”

Minho mendesah. “Kau ini cerewet ya, hyung.”

“Tapi aku benar ‘kan?”

“Iya…” gumam Minho. Perkataan Jonghyun memang benar. Tidak seharusnya ia berdiam diri seperti ini terus. Hanya memandangi Krystal dari jarak jauh tidak akan menghasilkan apa-apa. Tidak akan menghilangkan rasa penasarannya begitu saja. “Tapi jika aku ingin mencari informasi tentangnya, aku harus mulai darimana?” tanya Minho.

“Coba kau tanya Suho atau Kris. Setahuku Suho satu fakultas dengan Krystal, dan aku pernah dengar kalau Kris pernah tinggal di Amerika selama beberapa tahun dan bertetangga dengan Krystal.”

“Benarkah? Aishh… Kenapa kau tidak memberitahuku sejak dulu, hyung?” ucap Minho frustasi.

“Kau tidak bertanya,” sahut Jonghyun. Ia terkekeh pelan. “Aku baru melihatmu frustasi karena wanita.”

“Sudahlah…”

 

$#@#$

“Hei, Kris…”

Kris mengalihkan pandangannya. “Ada apa, hyung?”

“Aku ingin bertanya padamu…” ucap Minho pelan. Ia duduk di sebelah Kris dan menatapnya dengan serius. “Kudengar kau pernah bertetangga dengan Krystal dulu. Apa kau mengenalnya dengan baik?”

“Ya. Aku dulu berteman sangat baik dengannya,” jawab Kris. “Sebenarnya ada apa? Kau nampak sangat serius dan penasaran.” Perkataan Kris terhenti sebentar lalu ia menatap Minho sambil tersenyum jahil. “Ah… Aku dengar dari Jonghyun hyung bahwa kau sangat penasaran dengan Krystal. Apa itu sebabnya kau bertanya padaku?”

Minho menggaruk kepalanya yang tidak gatal. “Iya… Jadi, jika kau berteman dengan Krystal dulu, bagaimana kepribadiannya?”

“Krystal yang sekarang dan yang dulu sangat berbeda,” ucap Kris. “Dulu Krystal adalah gadis periang yang suka bercanda. Tapi sekarang ia terlihat sangat dingin.”

“Mengapa ia berubah?”

“Aku tidak tahu,” jawab Kris sambil menggeleng-gelengkan kepalanya. “Aku terakhir bertemu dengannya saat aku berumur delapan tahun sebelum akhirnya aku pindah ke Kanada.”

Minho mengangguk-anggukkan kepalanya. Ia semakin tertarik dengan Krystal. Sepertinya sekarang otaknya benar-benar terjerat dengan Krystal.

“Kau begitu serius ya, hyung…”

“Ya. Aku penasaran sekali dengan Krystal. Aku bersumpah akan mencari tahu tentang kehidupannya yang sebenarnya. Dan aku akan menjadi orang pertama yang membuatnya tersenyum─bukan senyum dingin.”

 

$#@#$

Dengan malas Minho membuka buku yang tadi ia pinjam dari Jonghyun. Minggu depan ia akan ujian, namun ia sama sekali belum belajar. Ia bahkan lupa dengan jadwal ujian. Otaknya benar-benar sudah dipenuhi dengan Krystal.

Minho mendesah. Sudah seminggu sejak ia memutuskan untuk mengikuti saran Jonghyun; mencari informasi tentang Krystal. Namun secuil pun ia belum mendapatkannya sampai sekarang ini.

Tidak. Ia tidak boleh memikirkan Krystal saat ini. Minggu-minggu ini jadwalnya akan sangat padat dengan berbagai ujian yang memusingkan. Dan ia harus fokus. Jika tidak, nilainya akan jelek dan ia bisa dipaksa pulang oleh orang tuanya.

Karena terus sibuk dengan otaknya, Minho tidak sadar bahwa ia sedang berjalan dan menabrak seseorang.

“Oh… Maaf, aku tidak sengaja,” ucap Minho sambil membantu orang itu─yang ternyata adalah seorang wanita. Mata Minho membulat ketika menyadari siapa wanita itu. Senyum dingin dan ekspresi datarnya…

“Krystal-ssi, maaf aku sudah menabrakmu. Aku tidak sengaja,” ujar Minho. Ia segera menebar senyum pesonanya.

Namun sepertinya itu sia-sia saja karena Krystal sama sekali tidak terpukau. Ia hanya tersenyum dingin sambil menatap Minho datar. Tangannya bergerak dengan kaku sembari menata buku-buku yang tadi ia bawa.

“Tidak apa-apa, Minho-ssi,” ucap Krystal. Ia segera pergi dan sama sekali tidak menghiraukan Minho.

Sedangkan Minho hanya diam membatu di tempatnya. Ia tidak bergerak satu inci pun. Barusan ia mendengar suara Krystal. Untuk yang pertama kalinya. Suara Krystal begitu dingin, menusuk dan tanpa emosi. Dan itu membuat Minho bertambah penasaran.

Minho segera berjalan mengikuti langkah kaki Krystal. Sepertinya rencana untuk belajar sudah ia lupakan…

 

$#@#$

Kertas hasil ujian yang ia pegang tak henti-hentinya ia tatap.

Minho mendesah lega karena hasil ujiannya tidak terlalu buruk─setidaknya ia tidak perlu mengikuti remidial walaupun nilanya sangat nyerempet; C minus. Tidak apalah. Ia sudah cukup puas meskipun biasanya ia mendapat nilai B atau A.

Mungkin ini adalah teguran untuknya bahwa ia tidak bisa fokus pada dua hal sekaligus. Ia harus memilih. Fokus pada kuliahnya atau pada Krystal.

Ya. Lagi-lagi nama Krystal Jung disangkut pautkan dengan Minho. Sepertinya Minho belum jera juga untuk mengejar-ngejar Krystal. Ia masih sangat penasaran.

Kemarin ia mengikuti Krystal dari siang sampai pulang kuliah. Setelah penguntitan itu, akhirnya Minho tahu dimana tempat tinggal Krystal. Ternyata tidak terlalu jauh dengan rumahnya, hanya berjarak sekitar lima blok. Dan ia tahu kalau Krystal tinggal sendirian. Menurut tetangga Krystal, kakaknya sudah pindah dan tinggal bersama suaminya di sekitar daerah Gyunji. Hm… Tak terlalu jauh sebenarnya.

Apakah ia harus menemui kakak Krystal? Hanya untuk mencari informasi tentangnya? Oh ayolah, Choi Minho. Itu terlalu memalukan. Dengan segera Minho menggeleng-gelengkan kepalanya. Tidak mungkin ia akan datang ke rumah kakak Krystal dan berkata, “Namaku Choi Minho. Aku sangat penasaran dengan adikmu, Krystal. Bisakah kau menceritakan semuanya tentang Krystal padaku?”

TIDAK. Itu terlalu memalukan. Tapi, apa ada cara lain?

 

$#@#$

Saat Minho membuka matanya ternyata kelas sudah sepi. Ia mengangkat kepalanya dari atas buku. Setelah mata kuliahnya selesai pukul tiga sore, ia memutuskan untuk belajar bersama Jonghyun di kelas. Namun Jonghyun tidak kunjung datang sampai akhirnya ia mengantuk dan tertidur.

Minho melirik jam tangannya. Hampir pukul empat sore. Oh tidak. Ia baru ingat kalau hari ini ada jadwal latihan basket. Isshh… Sudahlah, lupakan saja. Lebih baik ia melanjutkan tidurnya.

Ketika akan memejamkan matanya, tiba-tiba Minho melihat sesosok gadis melewati kelasnya. Minho langsung membuka matanya lebar-lebar, membawa tasnya dan berlari mengejar gadis itu. Ini kesempatan yang tidak boleh dilewatkan!

Saat jarak Minho dan gadis itu hanya beberapa meter, Minho memperlambat langkahnya sambil berusaha untuk menyamakan langkah gadis itu. Ia berdehem.

“Kau tidak pulang, Krystal-ssi?”

Krystal melirik Minho yang ada di sebelahnya sekilas lalu membuang pandangannya. “Lalu bagaimana denganmu, Minho-ssi?” Krystal balik bertanya.

“Aku tadi belajar dulu, sehingga pulang agak terlambat,” jawab Minho walaupun jawabannya berbalik dengan kenyataan yang ada.

Krystal sama sekali tidak menyahut.

“Kau mau pulang bersamaku? Rumahmu searah denganku, bukan?” Rupanya Minho belum mau menyerah.

“Maaf, Minho-ssi. Aku tidak bisa pulang dengan seseorang yang bahkan baru kuajak bicara sekali ini,” sahut Krystal dengan nada mengintimidasi.

“Oh… Baiklah,” ujar Minho gelagapan. Sial! Usahanya kali ini sia-sia. Dan parahnya lagi ia sudah mati kutu di hadapan Krystal. God! Ini baru pertama kalinya Minho gagal di hadapan seorang wanita!

“Mungkin lain kali…” lanjut Minho.

Krystal menarik sedikit sudut bibirnya─namun pandangannya masih datar seperti biasanya. “Ya, tentu.” Sedetik kemudian, gadis misterius itu pergi dari hadapan Minho.

Eh? Tentu?

Bukankah itu berarti Krystal memberinya kesempatan? Perlahan senyum menghiasi wajah Minho. Ia terkekeh pelan. Setidaknya pengejarannya mulai menunjukkan perkembangan yang cukup baik (?)

 

$#@#$

Latihan kali ini terasa cukup berat bagi Minho. Berhadapan dengan pelatih baru yang keras dan beberapa anak-anak baru membuatnya sedikit pusing. Untung saja ada Jonghyun yang membantunya. Jika tidak, mungkin ia sudah pingsan di lapangan basket.

Minho melirik jam tangannya. Hampir pukul lima sore. Biasanya ia tidak pulang sesore ini untuk latihan basket. Namun pelatih baru itu menyulitkan dirinya dan anak-anak yang lain. Bahkan tadi ia mendengar Jonghyun dan Suho yang ngedumel tentang pelatih baru itu.

Isshh… Memikirkan soal pelatih itu saja sudah membuatnya pusing. Ditambah lagi ada tugas kuliah yang harus dikumpulkan lusa depan. Ya ampun. Beban Minho kini bertambah banyak.

“Tolong!”

Ketika mendengar jeritan seorang wanita, Minho langsung menghentikan langkah. Ia memasang telinganya baik-baik untuk menemukan sumber suara. Aha. Ia tahu dimana sumber suara itu. Asalnya dari gang yang terletak sekitar beberapa meter di depannya.

Minho berjalan menuju gang itu sambil memasang kuda-kuda. Lalu ia melihat seorang wanita yang sedang berkelut dengan seorang pria. Nampaknya wanita itu akan diperkosa.

Mata Minho membulat ketika menyadari siapa wanita malang itu. Dia Krystal. Langsung saja Minho berlari dan menghajar pria kurang ajar itu. Pria itu langsung jatuh tersungkur dan segera berlari. Nampaknya pria tadi sedang mabuk.

“Baru pertama kali aku melihat seseorang mabuk pada jam lima sore,” gumam Minho. Ia segera mengalihkan pandangannya ke arah Krystal yang sedang duduk memeluk lututnya dengan ekspresi ketakutan.

“Krystal-ssi? Kau baik-baik saja?” tanya Minho sembari mendekat.

Tiba-tiba saja Krystal bangkit dan mundur beberapa langkah dari Minho. “A-aku baik-baik saja. Te-terima kasih sudah menolongku,” ujar Krystal.

“Kau mau kuantar pulang?”

“Tidak usah!” sahut Krystal cepat. “Aku akan pulang sendiri.” Krystal segera membalikkan badannya dan pergi secepat mungkin.

Minho menautkan kedua alisnya ketika menyadari ada sesuatu yang aneh pada diri Krystal. Tadi saat ia akan menolongnya, Krystal tiba-tiba langsung menjauhi Minho. Itu aneh. Cara berterima kasihnya pun aneh.

Dari pada Minho merasa penasaran, ia lebih memilih untuk mengikuti Krystal diam-diam.

 

$#@#$

Kini rasa penasarannya bertambah besar. Sungguh, Minho begitu penasaran dengan kehidupan Krystal yang sebenarnya. Sepertinya ia sudah terlalu larut dalam rasa penasarannya itu. Dan kini Minho harus segera mendapat jawaban sebelum ia mati karena tenggelam di pertanyaan besar tentang Krystal.

Minho menyadarkan bahunya di batang pohon yang ada di belakangnya. Ia menghela napas pelan dan menatap dedaunan. Tiba-tiba seseorang menepuk bahunya. Minho segera menegakkan badannya.

“Donghae hyung?”

Donghae tersenyum. “Sedang apa kau di sini, Minho?”

“Hanya duduk-duduk saja.”

“Duduk di taman seperti ini?” Donghae tertawa. “Itu bukan sikapmu yang biasanya.”

“Yaa… Aku hanya sedikit bosan. Hyung sedang apa di sini?”

“Kebetulan lewat dan aku melihatmu.”

“Sudah lama tidak bertemu denganmu, Donghae hyung. Terakhir aku melihatmu di acara perpisahan dua tahun yang lalu,” ujar Minho. “Lalu bagaimana dengan hyung sekarang? Apa hyung sudah menikah?”

“Tentu saja aku sudah menikah,” Donghae berseloroh. “Aku menikah setahun yang lalu dengan Jessica.”

Alis Minho bertautan. “Eh? Dengan Jessica noona?”

“Ya. Memangnya kenapa?”

“Tidak. Hanya saja… aku…”

 

$#@#$

 

“Oh… Jadi begitu.”

Minho menganggukkan kepalanya.

“Kau suka dengan Krystal namun sekali pun kau tidak bisa menarik perhatiannya.”

“Jangan katakan itu, hyung! Kata-katamu terlalu memalukan!”

Donghae tertawa. Ia menepuk bahu Minho. “Baik, baik.”

“Lalu apakah kau mengenal kehidupan Krystal yang sebenarnya?” tanya Minho.

“Ya, tentu saja aku tahu. Tapi aku tidak mungkin menceritakannya padamu.”

“Kenapa?”

“Biarlah Jessica yang menceritakan. Dia kakak Krystal dan dialah yang memegang hak apakah ia mau menceritakannya atau tidak.”

Minho menatap Donghae frustasi. “Sebenarnya kenapa sih? Apa Krystal punya rahasia atau masa lalu yang kelam?”

“Bisa dibilang begitu…”

Jawaban Donghae membuat Minho terdiam. Otaknya kembali diterkam oleh rasa penasaran yang bertambah besar. Sebenarnya ada apa dengan Krystal?

“Nah, Minho. Ayo masuk dulu. Akan kucari Jessica,” ujar Donghae.

Minho menatap sebuah rumah yang ada di hadapannya. Sebuah rumah dengan model minimalis yang kecil. Dari luar rumah itu nampak sangat nyaman untuk ditempati.

Ketika melihat pintu yang telah terbuka, Minho segera mengikuti mantan seniornya itu ke dalam rumahnya. Ia duduk diatas sofa. Beberapa menit kemudian, ia melihat Donghae dan istrinya datang. Mereka berdua duduk berhadapan dengan Minho.

“Jadi kau Minho?” tanya Jessica.

Minho hanya mengangguk.

“Kemarin Krystal bercerita padaku bahwa kau telah menyelamatkannya dari seorang pemabuk. Terima kasih, ya.”

“Tidak masalah,” ucap Minho sambil tersenyum kecil.

“Lalu apakah kau ingin tahu tentang Krystal yang sebenarnya?”

“Jika noona atau Krystal tidak ingin supaya seorang pun tahu, itu tidak apa-apa. Aku tidak akan bertanya lagi.”

“Bagiku tidak masalah jika kau ingin mengetahuinya,” ucap Jessica. “Tapi Krystal… Dialah yang tidak ingin masalah itu diketahui orang lain. Tapi, sudahlah… Aku anggap menceritakannya adalah imbalan atas perbuatanmu. Jadi, ada alasan mengapa Krystal menjadi begitu dingin dan cuek pada orang lain…”

Minho menahan napasnya ketika mendengar cerita Jessica.

“Sebenarnya, Krystal…” Jessica menghela napasnya. “Dulu…”

 

To Be Continued

TBC-nya gantung banget yak?? *dilempar

Sengaja saya buat begitu😀

Biar readers tambah penasaran. Kekeke~

Ide FF ini muncul setelah saya tahu arti lagunya EXO yang berjudul MACHINE. Terus saya mikir, kayaknya kalo dijadiin FF Minstal bakalan bagus dan cast-nya cocok. Yah… Dan akhirnya jadilah seperti ini.

Kata-kata di FF ini juga saya ambil dari lirik lagu MACHINE. Hehehe~ #gak kreatip

 

Pada KOMEN ya??? XDDDDDD~~~~

 

 

Park Sooyun~

 

Categories: Fanfiction | Tags: , , , , , , | 15 Comments

Post navigation

15 thoughts on “Machine [1 / 2]

  1. fishata

    penasaran,,,,,
    ditunggu lanjutannya yah😀

  2. Ayoona

    Keren!!!!
    Next part jangan lama-lama yach ;)#penasaran tingkat tinggi

  3. Kien_33

    yah kenapa tbcnya cepet banget?
    baiklah karena sudah membuat penasaran, ditunggu lanjutanya🙂
    keep writing

  4. syalalaa

    AAAAAAAAAAAAAkenapa dipotong setengah jalan😦

    btw bagus2 aku suka gaya tulisan, sama plotnya! Update faster makin baik loh😛

  5. Luthfia piew

    Aduh itu tanggung tinggal dikit lagi sica mau cerita..

  6. lanjutt nya yg cepet ya ?

  7. krystal kenapa?penasaran banget.udah jarang ada ff minstal.ditunggu updatenya

  8. 0606lau

    Ampuuun deh nanggung banget!! Tapi keren!
    Next part ditunggu yaaa.

  9. allyssa

    Keren ceritanya!
    Cepet yah next part nyaaa!
    Ga sabar nih ><

  10. aku kangen minstal !! ><
    akhirnya ada ff minstal baru.
    bagus banget ceritanya, iya emang minstal cocok jadi castnya *maunya :p*
    sungguh amat sangat penasaran banget.
    ditunggu lanjutnya ya thor, semangaaaat !!

  11. Sebenarnya Krystal Kenapa thor? Oh ternyata kris itu temen krystal dulu di America. Lanjut yaa penasaran nih hehe

  12. edrarybelvi

    Huah..
    Keren thor!!
    Penasaran tingkat dewa!
    Daebak dah ff nya😀

  13. anwook

    daebak chingu!!!

  14. Aku suka banget kalo Krystal punya sikap dingin gitu, mnrutku cocok . . .
    Ceritanya bagus . . .

    Lets go to the next .. ..

  15. vankaka

    argh! suka banget! ada HaeSica nyaaa.. yg pasti juga ada MinStal hahah^^
    konfliknya keren. next figthing!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: