Fate OF Life

Fate Of Life

Main Cast :
Lee Taemin
Choi Sulli

Supporting cast :

Lee Taesun
Taemin’s Mom
Krystal & Luna ( Just mentioned )

Type : OneShot

Genre :
Sad
romance
Fantasy

Rating : General

Author : Patty

Note :
This is just a fiction, so, sorry if the plot is same with your life.
Taemin and Sulli aren’t mine. Just using their character into my fict.
The Plot is trully from my ‘AMAZING BRAIN’. So, no Plagiarism !
If you are a good reader, you’ll do comment after read it !
I hope you’ll like my story and you’ll love the author even more. LOL
Forget it, haha, just enjoy my story !! Happy Reading !!

~
~

Aku tak mengenalmu, tapi aku merasakanmu.. kau hadir bahkan saat aku tak menginjakkan kaki di bumi ini..
Kau membuatku mencintaimu, tapi aku sadar. Aku berbeda..

~
~
~

Keram dan sakit. Perasaan itu menghujani tubuhku yang terbujur tak berdaya di atas tempat tidur ini. Perlahan aku membuka mataku yang seakan ingin tertutup lagi, sangat berat. Ku coba menggosok mataku dengan tangan kananku, tapi baru ku sadari ada sesuatu yang melekat di tanganku. Infus yang masih terhubung dan menetes. Ah.. Aku di rumah sakit rupanya. Apa yang terjadi padaku?
“Omo..!! Sulli ah, kau sadar? Dokter !” Ibuku berteriak. Sepertinya dia baru tersadar dari tidurnya. Sedari tadi dia tertidur disampingku. Apakah aku sakit parah sampai-sampai dia harus shock saat aku sadar?
Selang beberapa menit, dokter dan perawat masuk dan memastikan ulang kesehatanku.
“Ma, aku kenapa?” tanyaku. Sesekali aku melihat Dokter dan para perawat yang sibuk mencabut alat-alat yang rupanya menancap ditubuhku. Aku baru sadar akan ribetnya alat dan mesin yang mengelilingi tubuhku ini.
“kamu kecelakaan sayang, kamu koma selama 1 bulan dan membuat mama berpikir akan kehilanganmu. Ternyata Tuhan sangat baik.” Ibuku mengeluarkan airmatanya. Apakah aku separah itu?

Ah..
Iya, aku baru mengingat kejadian na’as itu. Bus yang ku tumpangi terjatuh di jurang saat sedang mengikuti wisata sekolah.
“ma, teman-temanku?” tanyaku. Aku mulai memikirkan keadaan mereka, kalau aku seperti ini, bukankah mereka juga pasti terluka? Itu bukan kecelakaan yang main-main.
Ibuku menundukan kepalanya dan terisak lagi.
“semuanya meninggal.. Teman sekelasmu..”
kata-kata itu seperti sebuah tebasan pedang tepat di leherku. Memutus nafasku seketika itu juga. Benarkah? Sahabatku, Krystal dan Luna, mereka sudah tiada? Tuhan, apakah kau mengembalikan nafasku hanya untuk memberikan luka yang bahkan lebih berat ini? Kalau bisa memilih aku ingin ikut bersama mereka dari pada harus hidup sendiri. Mereka sahabat terbaikku, tempat curhat ku, tempatku menangis dan tertawa. Mereka segalanya bagiku. Air mataku tak bisa kutahan, ku bongkar semua peralatan rumah sakit tanpa memperdulikan tulang-tulangku yang masih menyesuaikan diri. Aku hampir gila saat itu kalau saja suster tidak menyuntikan obat penenang padaku. Sahabatku, meninggal.

~
~
~

sudah 2 minggu aku menyesuaikan diri dengan rumah sakit ini, aku sudah mulai berjalan-jalan disekitar sini walaupun belum diperbolehkan pulang ke rumah.
Tak ada yang spesial disini. Hanya bau obat, muka pucat pasien, atau tangisan keluarga yang kutemui disepanjang jalan dari ruang ke ruang.

Sampai aku melihat sebuah cahaya yang ada di ujung lorong. Karena penasaran, terus ketelusuri lorong gelap itu. Aku melihat sebuah taman yang sangat luas di dipenuhi bunga sakura dan pohon semanggi. Aku tak percaya ternyata ada juga taman yang indah di rumah sakit ini. Aku mulai berjalan menikmati taman itu. Kupunggut sepotong daun semanggi yang gugur sambil terus memandang sekeliling.

“yeppeota…” teriakku. Ya, taman ini sangat bercahaya dan penuh warna. Semua kesedihan dan juga tangisanku seakan-akan tergantikan dengan rasa kagum atas ciptaan Tuhan yang luar biasa ini.
Tak lama, pandanganku beralih pada seorang pria berbaju pasien yang sama denganku sedang duduk dibawah pohon Sakura yang ada ditengah-tengah taman. Ada kursi panjang di situ dan pria itu duduk di ujungnya, terus memandang langit.
Kuberanikan diri mendekatinya dan duduk di ujung yang berlawanan. Tetap diam. Pandangannya tak berubah walaupun aku ada disini. Ku coba mengikuti kegiatannya memandang langit. Silau, aku terpaksa menyipitkan mataku. Apakah matanya tak rusak menatap langit sedari tadi?
“kau suka langit?” lagi-lagi aku memberanikan diri. Ya, aku memang bukan orang yang pasif. Aku kaget saat dia mengalihkan pandangannya dari langit dan menatap lurus kedepan, aku tak begitu melihat wajahnya karena dia belum juga menatapku.
“aku ingin kesana, tapi sepertinya ada yang menahanku..” ucapnya. Suaranya membuat jantungku berdebar. Entah perasaan apa ini, tapi suaranya itu membuatku ingin tersenyum. Sangat halus. Dia ganti menatapku. Aku langsung terpaku saat ditatapnya. sekitar 30 detik kami hanya diam dan saling bertatapan, jantungku kembali berdebar saat kedua ujung bibirnya membentuk senyum simpul. Tampan.
“aku Lee Taemin.. Kamu?” dia memperkenalkan dirinya. Aku tak percaya dia mau berbicara denganku.
“Choi Sulli..” ucapku. Kini dia tak menatapku lagi dan mulai berdiri.
“selama ini hanya aku yang datang di taman ini, aku sangat terkejut ada orang lain yang bisa menemukannya. Aku senang bertemu denganmu, Choi Sulli” ucapnya. Dia mendekatiku dan mengulurkan tangannya. Aku menyambut tangannya dan memberi salam sopan padanya. Tangannya lembut menyambut tanganku. Aku tersenyum. Terima kasih Tuhan, kau memberikanku kesempatan memiliki teman lagi.
“kau sakit apa?” tanyaku memberanikan diri. Dia tersenyum, aku baru sadar matanya ternyata ikut tersenyum.
“bukan penyakit yang spesial kok. Hanya perlu istirahat yang cukup.. Kamu?”
“aku kecelakaan sebulan yang lalu, syukurlah semuanya berlalu.. Tapi, aku kehilangan.. Ahh.. Waegurrae. Kenapa aku malah ngawur bicaranya. Gweancanha Taemin shi, aku juga sudah sembuh dari koma..” segera ku hapus air mata di pelupuk mataku. Memalukan sekali kalau aku harus menangis didepan orang yang baru mengenalku. Aku harus memberikan kesan baik. Tidak boleh terlihat cengeng.
“gwaencanha, sepertinya kau baru melewati masa sulit, tak apa-apa sebenarnya kalau kau ingin menangis. Lain kali kalau kau ada masalah, kau boleh ke taman ini, aku juga selalu kesini kalau sedang jam istirahat pasien. Ini sapu tanganku, kalau kau ingin menangis, langsung hapus saja pakai ini. Tidak baik seorang gadis cantik menangis. Aku pergi dulu..” dia melambaikan tangannya padaku dan menghilang di balik lorong yang kulewati tadi. Tampan dan baik hati. Beruntungnya aku bertemu dengannya di rumah sakit ini. Krystal, Luna, apakah Lee Taemin adalah titipan kalian ? Apakah dia bisa menjadi pengganti kalian untuk saat ini?

3 Hari kemudian..

Sudah 4 kali aku bertemu dengannya. Pria yang merubah hari-hariku menjadi menyenangkan. Setiap hari kami selalu bertemu di tempat yang sama dan saling berbagi cerita. Makin kesini aku jadi tahu kalau aku berumur satu tahun di bawahnya. Dia mengatakan padaku kalau dia mempunyai seorang kakak lelaki. Akupun berbagi mengenai keluargaku.
“jadi kau punya dua oppa? pasti hidupmu menyenangkan..” ucapnya. Senyumnya tak pernah hilang. Aku tak pernah bosan menatap wajahnya yang sangat cerah itu. Kalau dulu kami berdua masing-masing duduk di ujung kursi, sekarang kami sudah duduk berdampingan. Memang benar kata pepatah, semuanya akan berubah seiring berjalannya waktu.
“hehe.. Kadang iya kadang tidak, mereka sering meledekku dan bilang kalau aku cewek manja, cengeng, dan tidak laku. Mana ada kakak yang seperti itu.” aku mendengus kesal. Dia terkekeh menatapku.
“kau lucu..” ucapnya. Dia mencubit pelan pipi kiriku dengan tangan kanannya. Tak bisa dipungkiri lagi wajahku sekarang memerah. baru kali ini ada pria yang memegang wajahku selain almarhum Ayahku dan kedua kakak gilaku itu.

Normal POV
“ah.. Mian..” Taemin melepas cubitannya dan membuang muka. Dia menatap sembarang arah. Ternyata itu adalah reaksi spontan yang dia lakukan, entah kenapa dia bisa sangat gemas seperti itu pada anak ini.
Lama mereka saling kaku karena malu, hujan deras langsung mengguyur saat itu tanpa aba-aba.
“omo, andwae ! ” teriak Sulli. Sesekali terdengar suara kilat yang sangat keras. Taemin langsung berdiri dan menarik sulli. Berlari menuju ujung lorong dan berteduh disana.
“kau tidak apa-apa?” tanya Taemin. Sulli tak menjawabnya. Dia menutup wajahnya dan terlihat badannya bergetar.
“ka..kau menangis?”
Tak ada jawaban dari sulli, dia semakin terisak. Tanpa pikir panjang Taemin langsung menarik sulli kedalam pelukannya dan mengelus punggungnya.
“sudah.. Sudah.. Uljima..”
“ke..kecelakaan itu terjadi karena hu..hujan deras dan kilat seperti i..ini..” Sulli bergumam. Badannya tak berhenti bergetar. Taemin perlahan melepas pelukannya dan memegang kedua bahu Sulli, menatapnya lekat. Seperti menyadari sesuatu.
“semuanya sudah berakhir, kau tenanglah. Ada aku disini” ucap Taemin lembut dengan senyum yang sangat Sulli sukai. Sulli kembali memeluknya.
“gomawo Taemin shi, aku tidak tahu akan jadi apa hidupku dirumah sakit ini kalau tidak bertemu denganmu. Kadang aku berpikir, kau adalah pengganti Krystal dan Luna.” ucap Sulli dalam pelukannya.
“Krystal, Luna..? Siapa mereka? ”
“merekalah sahabatku yang kuceritakan sebelumnya.. Mereka meninggalkanku seperti ini, aku tidak punya sahabat selain mereka berdua..” air matanya kembali keluar.
“aku sahabatmu sekarang. Jangan bersedih lagi.”
~
~
~
(1 Bulan kemudian)

“Taemin ah…neon oddieya?” panggil Sulli. Tidak biasanya Taemin belum datang di taman padahal sudah pukul 6 Sore.
“aissh.. padahal dia sendiri yang bilang hari ini harus datang lebih awal..” Sulli mendengus kesal sambil duduk dikursi memainkan kakinya ditanah.

*ssssshhhhh….!

Hujan lagi. Mata sulli langsung terbelalak kaget dan badannya mematung. Tak bergerak sama sekali. Dia sangat ketakutan. Bisa dibilang traumanya belum juga pulih.

“Ta..Taemin..” airmatanya mengalir bersama air hujan. Betapa dia ingin Taemin menenangkannya saat ini. Beberapa detik kemudian, Sulli merasa heran karena dia tidak terkena hujan lagi padahal jelas sekali hujan masih sangat deras. dia melihat keatas dan sangat terkejut karena ada payung hitam yang melindunginya.
“maaf terlambat..” suara Taemin terdengar dari belakang. Sulli langsung berdiri dan berbalik memukulnya sambil menangis.
“aku pikir kita tidak akan pernah bertemu lagi, ini pertama kalinya kau datang terlambat..aku takut Lee Taemin..” Sulli menutup wajahnya dengan kedua tangannya. Dia sangat malu terlihat lemah seperti itu.

“mianhae.. Saengil chukkae..” Taemin mengeluarkan sepucuk bunga mawar putih yang sedari tadi dia sembunyikan dibelakangnya. Sulli berhenti menangis dan menatap Taemin bingung.
“kenapa bingung? Saengil chukkae Choi Sulli.. Hari ini hari ulang tahunmu. 29 Maret kan? Kau sendiri yang mengatakannya padaku.” Taemin menyodorkan mawarnya dan Sulli mematung sekali lagi saat menerima bunga itu. Seketika itu juga hujan berhenti dan disambut kicauan burung.
“hari ini dokter memperbolehkanmu pulang kerumah kan? Aku tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan ini.. Choi Sulli, mungkin menurutmu ini gila dan tidak masuk akal. Aku mencintaimu.” Taemin langsung menarik sulli kedalam pelukannya. Betul-betul hal yang sangat tiba-tiba dan susah untuk dicerna oleh Sulli.
“Ta.. Taemin..”
Taemin tersenyum dan sempat meneteskan airmatanya saat berpelukan. Bisa dibilang ini hal yang sangat instant dan tak terduga bagi Sulli. Taemin bahkan sepertinya tak berpikir panjang dan langsung menyatakan perasaannya tanpa ragu sedikitpun.
“mianhae, gomawo, saranghae..” tiga ungkapan yang aneh bagi Sulli. Maaf, terima kasih, aku mencintaimu? Sulit untuk di mengerti. Taemin mengecup kening sulli dan tak terlihat penolakan darinya. dan yang lebih mengagetkan, airmata benar-benar membanjiri pipi Taemin sekarang.
“Sulli ah, jangan lupakan aku.. a.. aku pergi !” Taemin langsung berlari dengan sangat cepat meninggalkan Sulli, dia menghilang diujung lorong. Apa yang Taemin lakukan pada Sulli disaat yang spontan seperti ini? tanpa bisa di perkirakan oleh Sulli sebelumnya.

Sulli POV

Lee Taemin, ada apa denganmu? Baru saja kau merayakan ulang tahunku, mengatakan perasaanmu padaku dan menyatakan perpisahan denganku. 3 hal yang sukses membuatku memiliki perasaan yang campur aduk. Ku pandang punggungnya yang menjauh dan menghilang dari hadapanku.

Choi Sulli babo ! Kenapa kau hanya melihatnya pergi ? Tahan bodoh ! Kau juga mencintainya dan kau baru menyadarinya ? Kau akan segera keluar dari rumah sakit ini dan bahkan dimana Ruang inap Taemin saja tak pernah kau cari tahu ! Bagaimana kau bisa bertemu dengannya lagi kalau seperti itu? So Stupid..

Aku merutuki diriku sendiri. Langsung ku pejamkan mataku dan meyakinkan perasaanku. Akupun berlari menyusulnya.

“Lee Taemin.. Neon oddie ya ? Kajima ! Na do saranghae. Jjeongmal saranghae. Jaebal kajima..!”

Teriakan yang percuma..
~
~
~
Now i know the reason why God didn’t take me yet..its because of her.
Even if i’ll never see her again, I’ll be alright. Because i love her..
~
Where are you? Why’d you run away ? You just give your heart for me and you take it back so suddenly? Didn’t you see my feeling that I loved you too?

Normal POV

(1 Minggu kemudian)

Sulli menjadi kacau. Sudah 1 Minggu dia pergi kerumah sakit tapi dia tidak menemukan Lee Taemin. Bukan hanya Lee Taemin, tapi TAMAN  tempat mereka bertemu tidak ada sama sekali. Lorong menuju taman itu sama sekali BUNTU dan tak menembus apapun. Tak ada jalan sekalipun.
Apakah Sulli bermimpi?
Tapi dia masih memiliki sapu tangan Taemin hingga saat ini. Dan bunga mawar putih itu sampai sekarang masih terpajang dikamarnya. Sulli hampir stres berkutat dengan pikirannya sendiri. Dia semakin kurus dan malas makan.
Orangtua dan kakaknya sama sekali tidak mempercayai ceritanya mengenai Taemin dan malah berkata kalau itu hanya hayalan atau mimpinya saja.
~
~
~

Sulli menyerah mencarinya. Dia memutuskan hari ini adalah terakhir kalinya dia mencari Taemin dan setelah itu dia akan berusaha melupakannya dan menganggap itu hanya hayalan. Walaupun dia tidak bisa memungkiri keberadaan sapu tangan dan bunga itu sebagai sebuah kenyataan.
Sulli berjalan lemas saat kembali dari jalan buntu yang dulunya adalah lorong menuju taman. Dia berjalan lambat sambil menatap lantai. Tak berpengharapan. Air matanya sudah kering.

“ANDWAE !! LEE TAEMIN KAJIMA !!!!”

teriakan itu seperti sebuah petir yang menyambar telinga sulli. Itu bukan mimpi. Jelas-jelas dia mendengar suara seorang wanita meneriaki nama Taemin.
Sulli berdegup kencang. Apakah Lee Taemin yang dia maksud adalah orang yang sama?
Sulli berjalan tak ada arah. Dia tidak tahu dimana sumber suara itu. Hingga dia melihat seorang pria muda keluar dari kamar pasien tepat didepannya dan tersungkur. Dia menangis terisak dan berteriak. Tak memperdulikan orang yang melihat.

“Lee Taemin.. Di.. Dimana dia?” Sulli mencoba bertanya pada orang itu tapi dia hanya berdiri dan menatap Sulli sejenak dan kembali menangis ditembok.
Sulli menarik nafas panjang. Dia memasuki kamar itu dan melihat dokter dan beberapa perawat sedang mencoba memberikan pertolongan terakhir pada seorang pasien. Memberikan rangsakan listrik di dada pasien itu. Tapi sama sekali tak ada perubahan dan pendeteksi jantungnya menyatakan dia meninggal. Sulli dapat melihat seorang wanita paruh baya tersungkur menangis dilantai. Dia mendekat di tempat tidur pasien dan betapa kagetnya saat dia melihat Lee Taemin yang dia kenal terbujur kaku disana. Sulli melotot dan air matanya langsung mengalir begitu saja. Dia menutup mulutnya tak percaya.
“a..andwae.. ” Sulli memaksa masuk diantara perawat dan memegang tangan Taemin.
“Ya !! Ige mwoya..? Taemin ah ! Kau baru saja menyatakan perasaanmu dan langsung meninggalkanku? Kau membuatku mencarimu selama satu minggu ini seperti orang gila! Kau bilang kau mencintaiku dan kau langsung meninggalkanku saat itu! Apa kau tidak keterlaluan pergi padahal aku belum memberikan jawaban padamu ?” kini Sulli menangis sekencang-kencangnya dan menggoyangkan badan Taemin. Ibu Taemin yang heran langsung menariknya.
“kau siapa berani-beraninya mendekati anakku seperti itu?” teriak ibunya, masih dengan tangisannya.
“a..aku Choi Sulli. aku bertemu dengan Taemin 1 bulan lalu dan dia tiba-tiba meninggalkanku minggu lalu tanpa penjelasan..” ucap Sulli, berusaha mengontrol tangisannya saat berbicara.
Ibunya menganga tak percaya dan menatap Taemin sejenak. Semua alat belum dicabut dari tubuhnya karena ibunya belum mengiyakan perkataan dokter. Taemin masih terbujur kaku disana.
“jadi kau.. Ini tidak mungkin terjadi…! “gumam ibu Sulli. mukanya tiba-tiba saja menjadi pucat.
“Tidak mungkin? Aku mencintainya dan itu bukan sebuah kemungkinan, tapi kepastian..sebenarnya apa yang terjadi? Taemin ah.. Ireona ! jaebal !” Sulli tak tahan lagi. Dia tersungkur dan menangis disamping tempat tidur Taemin. Berusaha menutup wajahnya.

is it our fate? God, if You knows everything inside my heart, please. Don’t take him away from me..

I love him, i love him with all my heart. give me a chance to confess my love to him..Please God, heal him for me..

*Tit.. Tit.. Tit

Ajaib, saat itu mesinnya kembali mendeteksi jantung Taemin, walaupun detakannya lemah, tapi masih terus berjalan. Dokter langsung memasang alat bantu lainnya dan mulai memeriksa Taemin. Setelah yakin akan pemeriksaan mereka, dokter menatap keluarga dengan heran.
“dia tidak jadi meninggal, tapi dia kembali mati suri/koma. Baru kali ini ada hal seperti ini.. Kami pergi dulu. Teruslah berdoa, selain dokter, Doa adalah hal yang paling penting.” ucap Dokter

Dengan cepat Sulli langsung berdiri dan memegang tangan Taemin.
“kau pasti bisa sembuh, bertahanlah Lee Taemin!” ucapnya.
“Namamu Choi Sulli ? Ma.. Kau lihat kan ? Yang aku katakan benar ! Taemin hidup walaupun dia mati suri ! Dia bisa bertemu dengan seseorang itu berarti dia ada ! Mungkin ini tidak masuk akal tapi aku percaya pada Taemin ! ” ucap Taesun, kakak Taemin.
Sulli terheran dengan kata-katanya.
“apa maksudmu? Ah.. Apa kau Lee Taesun kakak Taemin? Dan anda pasti ibunya, maafkan aku kalau aku lancang. Tapi Taemin sudah menceritakan tentang kalian” ucap Sulli, kini dia mulai menghapus tangisannya.
“iya aku kakaknya. Aku sangat kaget saat kau mengatakan namamu..”
“maksudmu kak?” Tanya sulli. Tetap menggenggam tangan Taemin.
“Menurutku yang bertemu denganmu memang Taemin tapi hanya kau saja yang dapat merasakan kehadirannya. Sebelumnya kau pasien disini? ”
Sulli terheran namun mengangguki pertanyaan kakak Taemin.
“ne, aku kecelakaan 2 bulan lalu karena bus ku jatuh ke jurang. Aku mengalami koma selama 1 bulan. Tapi Tuhan baik dan mengembalikan nafas padaku. mempertemukanku dengan Taemin.” terang Sulli.
“Oh My God..” gumam kakaknya lemas dan terduduk di atas kursi. Dia menatap Taemin.
“Taemin sudah tergeletak koma disini selama 2 bulan.. Mustahil kalau dia bangun dan bertemu denganmu..kecuali kalau ini adalah keajaiban Tuhan..” ucap kakaknya.
“mwo? 2 Bulan koma sampai sekarang? Ti.. Tidak mungkin..” Sulli tak percaya.
“Choi Sulli, apa kau maksud kau koma karena kecelakaan bus saat badai salju dan hujan deras di jalan Trans Busan?” tanya kakaknya intens. Sulli kaget namun mengangguk.
“takdirkah? Apakah takhayul yang selama ini orang katakan itu benar? Choi Sulli, mungkin kau tak percaya, Tapi badai itu menyebabkan bus kalian menabrak mobil Taemin yang kebetulan sedang lewat dari arah berlawanan dan keduanya jatuh ke jurang. kau sungguh-sungguh tak mengingat detail saat kecelakaan itu terjadi?”
Sulli mulai mem-flashback ulang kejadian itu, mencoba mencari apakah ada hal yang janggal.

(FLASHBACK) 2 BULAN SEBELUMNYA..

Sekolah Chungdam high School sedang mengadakan perjalanan wisata tahun baru ke busan. Saat ini cuaca sedang hujan dan bersalju. Saat melewati jalan trans Seoul, tiba-tiba saja ada hujan deras dan badai Salju membuat jalanan kabur dan licin. Tak terlihat apapun, tiba-tiba Bus itu menabrak sebuah mobil. Semua siswa berteriak histeris. Tentunya Sulli juga ada disitu sedang menangis ketakutan menggenggam tangan Krystal. Luna duduk dibelakang mereka.
Posisi duduk Sulli ada dipaling depan sebelah kiri samping jendela, tepat setelah pintu masuk.

Na’as, Bus dan mobil itu sama-sama terjatuh ke jurang yang sangat dalam. Badan Sulli terlempar keluar saat bus sedang terjatuh karena pintunya terbuka. Sudah tak terdengar lagi teriakan siswa. Semuanya sudah meninggal. Sulli yang berlumuran darah disekujur tubuhnya masih sempat sadar dan menyangga badannya dengan lutut dan tangannya.
“TO..TOLONG !! KRYSTAL, LUNA , DIMANA KALIAN!!!” teriak Sulli. Kepalanya sangat pusing dan dia hanya bisa berteriak saat dilihatnya bus itu sudah terbakar.
Sulli menjerit histeris hingga suaranya benar-benar habis. Tiba-tiba dia mendengar sebuah suara tak jauh dari tempatnya.
“to.. tolong a.. aku. jaebal. sa.. sakit” Sulli menatap kesebelah kanannya dan kaget saat melihat seorang pria sudah penuh darah dan merangkak keluar dari mobilnya yang terbalik. Pria itu menatapnya dalam.
“ka.. Kau.. ” Sulli bingung dan hanya bisa menatap pria itu yang mendekatinya dengan susah payah. Karena melihat pria itu sudah tak bisa merangkak lagi dan langsung terjatuh lemas, Sulli berusaha berjalan dengan Sikunya mendekati pria yang terbujur itu karena lututnya kini sudah tak terasa lagi. Pria itu menjulurkan tangannya pada Sulli, Sullipun menjulurkan tangannya. walaupun tak saling kenal, mereka benar-benar membutuhkan pertolongan saat ini. Mereka mungkin berpikir bisa mendapat pertolongan satu sama lain, padahal mereka lupa kalau mereka sama-sama sekarat. Tangan kanan pria itu dan tangan kiri Sulli kini saling berpegangan. Tapi, seketika itu juga, mereka berdua langsung tak sadarkan diri. Ya, Pria itu adalah, LEE TAEMIN. Menurut takhayul, seseorang akan mempunyai ikatan kuat atau benang merah dan akan dipertemukan dengan orang yang terakhir kali dia lihat saat dia meninggal dalam kecelakaan, seperti orang yang mati penasaran. Mungkin ini juga berlaku untuk orang yang koma atau mati suri.

Flasback End.

“benar kan dugaanku.. Omo..” gumam kakaknya sangat kaget mendengar cerita Sulli.
“ja..jadi pria itu Lee Taemin dan ini takdir kami? lalu itu taman apa? Kenapa Taemin bisa bertemu denganku padahal dia masih koma?” Sulli berkutat dengan pikirannya. Dia gemetar tak percaya akan kemustahilan yang baru saja dia alami.
“aku juga tak mengerti, Mungkin ini kehendak Tuhan. walaupun gila, Tapi ini memang terjadi. Kau lihatlah ini. Ini diari yang ditulis Taemin dan aku temukan di bawah bantalnya 2 hari yang lalu. Aku hampir gila saat membacanya.” Taesun menyerahkan sebuah diari berwarna biru pada Sulli.

~
~
~

Ada apa ini? Aku bisa melihat badanku yang sedang koma? Aku bahkan bisa bebas bergerak dan bahkan menulis diari ini. Tuhan, apa yang kau lakukan padaku? Apa ini kesempatan yang kau berikan padaku untuk memberikan pesan terakhir pada orangtua dan Taesun Hyung? Tapi mereka bahkan tak bisa melihatku berapa kalipun kupanggil. Mereka hanya terus menangisi badanku dan menyuruhku bangun.
~
Taman yang sangat indah aku temukan ! Kenapa hanya aku yang selalu datang ditaman itu. Padahal banyak orang dirumah sakit ini, apa mereka tidak tertarik dengan tempat yang indah itu?
~
Tuhan, kapan kau mengembalikanku kebadanku? lebih baik kau memanggilku saja dari pada aku sendiri seperti ini. Appa, umma, dan Hyung bahkan tidak menyadari keberadaanku..
~
Tidak mungkin! setelah 1 bulan sendiri disini ada wanita yang datang ke taman ini dan setuju kalau taman ini memang indah. Namanya Choi Sulli, dia sangat cantik. Tapi kenapa mukanya tak asing bagiku? Dan.. Kenapa dia bisa melihatku?
~
Dia sangat takut pada hujan karena trauma akan kecelakaan yang dia alami. Dia menangisi sahabatnya. ah.. aku baru sadar .. Dia adalah gadis yang kulihat saat kecelakaan. Choi Sulli, apakah ini takdir? Tapi kenapa hanya kau saja yang dapat melihat dan merasakan kehadiranku?
~
Melihatnya tersenyum dan bercanda dengannya membuatku senang. Cantik !
~
Aku sudah gila, Aku mencintainya.
~
Dia akan segera pergi dari rumah sakit ini. Apa yang harus kulakukan? Haruskah aku mengucapkan selamat ulang tahun dan menyatakan perasaanku?
~
Aku sudah mengatakannya. Tapi aku tak sanggup mengatakan keberadaanku. Aku meninggalkannya begitu saja. Ya, babo Taemin..
~
aku merindukan Choi Sulli. aku tak berani bertemu dengannya. Aku tak sanggup melihatnya terus menangis mencariku. Aku harus sadar kalau aku ada di ambang kematian.
~

Sulli menangis terisak membaca tulisan tangan Taemin, dia benar-benar tak menyangka kalau Taemin hanyalah roh selama ini. Dan dia tak menyangka Taemin sangat kesepian. Dia lebih tak menyangka saat tahu dia ditakdirkan bertemu dengan Taemin di taman yang bisa dibilang “alam roh”. Sulli benar-benar berterima kasih pada Tuhan yang sangat baik mau mempertemukannya dengan seorang Lee Taemin, walaupun itu dalam dunia lain.

“aku rasa 2 hari yang lalu terakhir kalinya Taemin bisa bebas. Karena kemarin dan hari ini dia tak menulis diari lagi. Mungkin Tuhan mengembalikan badannya saat itu. Semenjak itu detakan jantungnya melemah hingga tadi dia sempat meninggal. Aku tak menyangka dia kembali hidup saat kau datang. Mungkin memang Tuhan benar-benar ingin kau bertemu dengan seorang Lee Taemin sehingga dia merencanakan semua ini.”
Jelas Taesun. Ibunya hanya bisa terpaku dan memegang tangan kanan Taemin saat Sulli terdiam menatap Taemin dan mengelus Tangan kirinya.
“kalau benar begitu, aku akan menunggunya. Kalau Tuhan mempertemukan Taemin hanya denganku dan membuat kami saling mencintai, Tuhan harus membuatku benar-benar bersama Lee Taemin, Lee Taemin yang hidup ! Mulai sekarang aku akan berada disampingnya dan menjaganya.” ucap Sulli dengan pasti. Dia menghapus airmatanya dan dengan yakin mengambil keputusan seperti itu. Ibu Taemin mengangguk dan mendekati Sulli, memeluknya dengan hangat.
“Gomawo Choi Sulli.. Maaf aku sempat tak mempercayaimu..” ucapnya. Sulli tersenyum dan mengangguk menatap ibu Taemin. Taesun mendekat pada mereka dan mengelus lembut rambut Sulli.
“Mulai sekarang kau jaga adikku, aku yakin dia akan sembuh, aku punya firasat baik. Salam kenal, Choi Sulli.” ucap kakaknya. Sulli kini tersenyum lega.
~
~
~
3 Bulan kemudian…

Trough all the tears we left behind
The Joy we shared with your hands in mine
I can resist oh touching you, not even while you sleeping..
And when you awake i promise you we’ll celebrate our dreams come true..
The love like ours will only grow much stronger i wanna tell you
That Forever more i’ll be the one to love you..
When you need me i’ll be there to make you smile..
That forever more i’ll be the one you come to, oh honey..
I’ll be the one to love you when the morning comes..
~
~
“hah…”

Sulli tersenyum, menyandarkan gitar putihnya dan berdiri dari tempat duduknya. Menuju kantong infus dan mengecek aliran alkohol agar terus normal.

“Choi Su..Sulli..?”

Sulli kaget dan hampir terjatuh saat mendengar namanya dipanggil. Langsung dia tatap Taemin yang juga menatapnya namun dengan mata yang dicipitkan. Dia masih terbaring disitu namun sudah bisa menggerakan tangannya.

“apa itu benar kau? ah.. Kepalaku pusing sekali.. entah kenapa aku terbangun saat mendengar seseorang menyanyi..”

“TAEMIN !! KAU SADAR? OH MY GOD !! DOKTER !!!”

~
~
~
Thank you God, for make him back..
I’ll take care of him for now on..

Our Fate is to be Together, Forever..

***END***

GAJE?
Akhirnya 1 dari 3 FF yang aku janjikan udah terwujud. Gimana ? Aku pengen pendapat jujur dari readers, so please, komen dan like ya !! Itu sangat membantu…!!

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , | 29 Comments

Post navigation

29 thoughts on “Fate OF Life

  1. demi apa, ff nya Daebak!
    Aku suka banget, aku sempet nangis baca T.T

  2. dddandyu

    Keren banget…….😮
    Speechless dah.

  3. @FE_Amber

    Kyaaa :'(Sedih😥

  4. annyeong^^
    aku reader baru d sini…^^ #bow salam kenal

    sumpah, ffnya daebbak^^ gak kebayang dari sebuah kecelakaan yg mengerikan akan ada sebuah pertemuan dan kisah cinta yg sangat indah…

    d tunggu ff lainnya🙂

  5. nia chrsty

    Kyaaa !!!
    🙂
    Daebak, critanya bags😀

    Ehm, ini yg buat me+u, catch you dll bukan ?
    Hehe ._.v
    Gomawo eon🙂

  6. veren

    Bagusssssss aah suka bangett!! ♥ ♥

  7. pattytaem

    makasih buat yg uda komen.

    rezagorjesspazzer : thanks🙂 nangis kah? Mian…

    dddandyu: Makasih ^_^

    @FE_Amber : gk brmksud bkin kmu sdih😦

    fitria seokyuwiress. Welcome reader baru ! Mdh”an kmu betah bca ff di blog ini🙂 makasih..

    nia chrsty : makasih ya ! Iya,aq yg buat me+u,catch you,dll🙂 hehe

    veren: thanks for comment ^_^

  8. Bagus thor.
    Cuman menurutku terlalu banyak percakapannya. Terus penjelasannya kurang banyak.
    Udah itu aja. Tapi aku suka idenya! Keren.

  9. Reader

    Dari cerita awalnya, aku kira FF-nya bakal sad ending….ehh, ternyata nggak!! Yess! I Love this story!!!

  10. Kyu@yy

    2 jempol untuk author aniyyy 10 jempol dehhh..
    Daebakkk..aku suka bnget ceritanya..

  11. @_Millasnc

    Aku Reader baru😀 FF disini keren keren terutama yang ini terharuuu

  12. taekey

    daebak thor..
    sempet netes bacax..
    bikin lg ffx yg taemin yaa thor..
    tp jgn sedih2 trs..
    okok thor..

  13. anwook

    Daebak chingu!
    ide ceritanya menariik

  14. chadelr

    Lupa uda komen atau blm. Lama ga buka jg -_-. Tp oke lho ffnya, berasa nyeseknya pdhal udah 2x baca. ^^ . Lnjut yah bkin ff taellinya. Hoho

  15. dara andini

    badai bangett ff nya terharu jadiiinyaa :”)

  16. taelli

    Awalnya sad tapi akhirnya happyjugaa daebakkk!

  17. fai

    Huuaaaaa daebakk author!!

  18. Ini butuh sequel thor , Jujur thor ff nya DAEBAK banget sampe gak tau mau kasih kesan apalagi ._.

  19. MushmushInRoom

    DAEBAK thor! gila, smpe speechless! :* <- ?

  20. Halo halo, ada orang?
    Annyeong! aku reader udh lama disini, tp kadang” suka jd silent reader..krna aku telat ngomen..org udh komen dri 2th yg lalu aku baru komen ._.
    Apa skrg aku masih telat?hehe, mianhaeyeo.
    FF nya DAEBAK banget thor.. muantap pokoknya..bkin nangis, speechless pkoknya, Terharu :’)
    huhuhuh…keren bngt idenya si author nih..daebak pokoknya ^^ nyesel bngt klo aku gk baca ni FF😀 hiaha..makasih udah mau di post, jeongmal gamsahamnida thor ^_^

  21. CrysanJung

    Amazing!!!
    feelnya krasa smpe aku nangis :’)
    tpi agak gantung dengan kisah cintanya TaeLli🙂

  22. holly

    daebak thor keren bangettt
    jangan lupa sequel ya

  23. firly

    author! aku baca crita ini 2 kali abis pertama kali selesai akhirnya ketemu lg, ya ampun aku masih aja terharu dan masih ngerasa feelnya selalu dapet.padahal 2 kali.baca i.laf ya dah keren bgt.

  24. Silvana

    Daebakk

  25. DAEBAKKK!!!!!!! Whooaaa keren…

    Speechless min..

  26. Lee Minhyuk Btob ♡ Nam Jihyun 4minute

    Keren ff nya mian commentnya cuma segitu aja habis bingung mau comment apa hehehe

  27. DAEBAAAAAAAAAK!!❤ terus nulis ff ya min! TaeLli-nya banyakin yaaaaa /apeng

  28. Jihan N. A

    Authorrr!!!! Yampunn akhirnya ketemu lagi sama FF yang selama ini aku cariin >< Yampun sumpah pengen mewek gue min/? :''3 Beast is the Beast buat AUTHOR nyaa!!!!❤

  29. permisi numpang promote ya^^
    buat kamu yang suka cast Sulli+(BOY)
    yuk kunjungi
    http://soorinchoram99.wordpress.com/ ^^
    kamsaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: