Behind The ‘Hatred’ Chapter 4 of 5

Behind The Hatred

Title                       : Behind The ‘Hatred’

 

Cast                       : Lee Jinki (Onew) & Krystal Jung (Soojung)

 

Sub Cast               : Park Jiyeon, Kim Jongin, Lee Taemin

 

Genre                   : Romance-Sad

 

Rating                   : PG-17

 

Length                  : Short Fic (4 of 5 chapter)

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

 

***

 

Tomorrow Morning

 

 

 

“Kau HARUS mempertanggung jawabkan kelakuanmu pada Taemin, JIYEON!” bentak Kai saat Jiyeon, berusaha kabur dari sekolah dengan membawa  tas-nya.

 

 

 

“I DON’T WANT TO! INI BUKAN SALAHKU, KAI!!!”  Balas Jiyeon memberontak.

 

 

 

“BUKAN SALAHMU? …KAU YANG SUDAH MENENGGELAMKAN TAEMIN KE KOLAM, dan sekarang… LIHAT ITU!”  Seru Kai membentak Jiyeon lagi, sembari menunjuk ke arah Soojung yang tidak jauh sedang termenung dan sesekali mengeluarkan air matanya. Ia benar-benar terlihat sangat menyedihkan.

 

 

 

“Krystal SEPERTI ITU KARNA AKIBATMU!! KESALAHAN YANG KAU BUAT, IA YANG HARUS MENANGGUNGNYA! KINI SEMUA ORANG MENYALAHKANNYA ATAS KEJADIAN LEE TAEMIN! BAHKAN LEE JINKI. LEE JINKI SAAT INI BALAS MEMBENCINYA KARENA DIRIMU JIYEON!”

 

“ITU PANTAS DI DAPATKAN KRYSTAL, KAI!!!!” Geram Jiyeon. Pandangan Kai terhadapnya seakan ‘tak-percaya’

 

 

 

“a-apa maksudmu?” tanyanya bingung.

 

 

 

“aku benci padanya. Aku benci jika, ia terus di cintai dan di BELA OLEH LEE JINKI. Namja yang selama ini AKU CINTAI! Aku tau yeoja brengsek, itu juga mencintainya. TAPI AKU TIDAK AKAN MEMBIARKAN MEREKA BERSATU! Terlebih, karena Yeoja itu tidak tau diri, SUDAH MEMPERMALUKAN NAMJA TAMPAN MILIKKU ITU!!!” jelas Jiyeon.

 

 

 

“CUKUP!!!!”

 

Suara Kai yang teramat keras membuat, semua orang dapat mendengar perkelahian mereka. Bahkan, Soojung… yang terduduk tidak jauh, tiba-tiba berpaling memandang kelakuan kedua sahabatnya itu. matanya kembali menajam mendapati, sosok Jiyeon yang ketakutan melihatnya.

 

 

 

“K-kau… KU KIRA KITA INI BERSAHABAT! T-tapi pada dia saja, kau dapat bersikap seperti ini! A-aku menyesal pernah mencintaimu, Jiyeon.” Jelas Kai sembari mengatur nafasnya yang kembali memburu amarah.

 

 

 

“k-kai…kau…?” gumam Jiyeon terbata.

 

 

 

“Jika, kau mencintai namja itu seharusnya kau tidak mengorbankan orang lain jiyeon. Itu bukan CINTA. Itu OBSESI!! Tidak ada cinta tulus yang sanggup menyakiti ORANG LAIN Bahkan, SAHABATNYA SENDIRI!”

 

 

 

Jiyeon masih  terdiam tak bergeming dari tempatnya. “Aku benar-benar kecewa padamu, Jiyeon… kau memang pem-bully sejati! Tidak akan ada yang sanggup menandingi kejahatannmu, sekarang…  dan aku…memilih mundur. Aku tidak ingin, menjadi orang jahat lagi! Aku ingin, memulai kembali hidupku bersama teman yang selama ini aku cari. T-taemin…Lee Taemin” lanjut Kai.

 

 

 

“Taemin? K-KAU?!”

 

“dia membuka semua isi fikiranku beberapa jam yang lalu, dan aku memutuskan untuk memulai hidupku menjadi lebih baik… sekarang, kau bisa menguasai geng ini sepenuhnya…  terlebih, Krystal sudah mulai kehilangan jiwanya karena Jinki. …chukae Jiyeon~” seru Kai sembari mempersembahkan senyum ‘evil’-nya pada Jiyeon untuk yang terakhir kalinya.

 

Lalu, ia menuntun kakinya untuk melangkah pergi meninggalkan sosok  Jiyeon yang membeku di coridoor sekolah. Hal selanjutnya yang dilihat Jiyeon setelah sosok Namja berkulit coklat itu pergi, adalah seseorang yang sudah ia hancurkan jiwanya. Soojung.

 

Gadis itu kini berada tepat di depannya. Memandangnya, dengan tajam lebih tajam dari silet.

 

 

 

“s-soojung…a-aku tidak tau bahwa Taemin adalah…”

 

 

 

Sebuah tangan pucat menghampiri pipi sang Yeoja bermata sipit. Mengelusnya pelan. Pandangan Soojung melembut, saat mendapati goncangan tubuh Jiyeon melemah.

 

 

 

“G-gwaenchanayo, Jiyeon-aah… ini memang salahku. semuanya… adalah salahku… terimakasih sudah ingin menjadi temanku selama ini…” kata Soojung lembut lalu, pergi meninggalkan Jiyeon yang semakin membeku.

 

 

 

Melihat sahabatnya terluka seperti ini… tidak membuatnya puas sedikitpun.  malah, ia merasa sangat bersalah atas hal itu.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

***

 

“Taemin… kau sudah makan?” Tanya Jinki pada adiknya yang baru saja bangun.

 

 

 

“Sudah Hyung…eum kapan aku bisa pulang? Aku sangat rindu pada rumah…oh iya, kenapa Umma tak menjengukku hari ini? Apa dia tak sayang padaku?”  Tanya Taemin berlipat-lipat.

 

Jinki menghela nafas, sebelum berkata,“aishhh~ kau ini kebiasaan sekali, nah sekarang…mana yang harus aku jawab duluan?”  Namja berparas cantik itu hanya, terkekeh melihat reaksi Jinki atas kebiasaannya yang memiliki banyak pertanyaan.

 

 

 

“kenapa Umma tak menjenguku hari ini?” Tanya Taemin

 

 

 

“eum…Umma hari ini ada event di mini marketnya, jadi…dia akan datang sore nanti!”

 

 

 

“Lalu, kapan aku bisa pulang Hyung?”

 

 

 

“besok pagipun kau sudah boleh pulang, Taeminie~ dokter hanya ingin memastikkan keadaanmu satu hari lagi. Makanya, hari ini kau masih berada di sini…”

 

 

 

“oooh~…lalu, apa Umma sayang padaku Hyung?”

 

 

 

“Aegyoooo sudah pastilah…nah! aku sudah menjawab semua pertanyaanmu, sebaiknya sekarang kau mempersiapkan diri karna, sebentar lagi, sarapan datang!” seru Onew mengakhiri Tanya-jawab yang sejak tadi di selenggarakan Taemin. Kelakuan adiknya terkadang, memang sangat tak di duga-duga.

 

 

 

 

 

 

“Hyung!” panggil Taemin

 

 

 

“Hm?” sahut Jinki

 

 

 

“Aku belum selesai bertanya Hyung… bagaimana hubunganmu dengan Soojung?” Tanya Taemin. Kali ini, nada Taemin lebih lembut dari sebelumnya, ia tidak ingin menyinggung perasaan Hyung yang paling di sayanginya itu.

 

 

 

“Jangan sebut nama itu lagi, Tae. Aku tidak ingin, mendengar apapun lagi tentangnya…” jawab Jinki. Ekspresi-nya mengeras, saat mendengar nama Soojung kembali di sebutkan.

 

 

 

“tapi Hyung, kau harus mendengarkan-ku terlebih dahulu…”

 

 

 

“Jangan membelanya karna, ia gadis yang ku cintai! Siapapun orangnya, aku benci jika ia menyakiti keluargaku!” seru Jinki meninggi. Taemin terdiam seribu bahasa. Ia tau benar, sifat Jinki yang keras kepala. Tak akan ada yang bisa merubah isi kepalanya sampai kapanpun.

 

 

 

‘lalu bagaimana aku bisa menjelaskan bahwa, bukan Soojung pelakunya?’ *batin Taemin

 

 

 

 

 

*KNOCK-KNOCK

 

 

 

Terdengar suara ketukan pintu sebelum akhirnya, pintu terbuka dan memunculkan sosok yang tak asing lagi bagi Taemin, juga Jinki. Namja berparas cantik itu kembali mengembangkan senyum di wajah imutnya.

 

 

 

“Kai?” sapanya saat melihat, Namja bernama Kai itu tersenyum sambil membawa buah-buahan untuknya. Kedua insane ini, Nampak seperti reunian. Tidak sama halnya, dengan namja berambut coklat caramel yang sedaritadi menaikkan sebelah alisnya, saat pertama kali pemuda bernama Kai itu datang.

 

 

 

“Untuk apa kau kesini?!” Tanya Jinki sinis.

 

 

 

Taemin mendelik tajam kearah Jinki. Bagaimana mungkin, Jinki bisa sedingin ini pada Kai? Namja yang sudah menolongnya waktu itu. eh?! Apa Jinki tidak tau?

 

 

 

“Hyung~ jangan bersikap seperti itu… Kai lah yang sudah menolongku tempo hari! Ia yang membawaku kerumah sakit…” jelas Taemin.

 

Jinki kembali menaikkan alisnya. Tak percaya bercampur bingung saat, mendengar penjelasan adiknya tadi. “Kau?! Menolongnya?! B-bukankah kau dan Soojung satu komplotan?!! Lalu, untuk apa kau menolong adikku?”

 

Sekarang kebiasaan Taemin tertular pada Jinki. Berbagai pertanyaan, di ajukan Jinki hingga Kai bingung ingin menjawab yang mana.

 

 

 

 

“Adikmu telah membukakan fikiranku, semenjak kepindahannya ke sekolah Jinki-yya!”

 

 

 

“Kai. Panggil dia Hyung! ” Taemin menginterupsi. Kai terkekeh dan kembali menatap Jinki.

 

 

 

“aku memutuskan untuk meninggalkan, kelompok itu pada Jiyeon…hanya ia yang bertahan sepertinya, Hyung” lanjut Kai.

 

 

 

 

 

 

 

 

‘Mwo?!’

 

Kenapa Kai Nurut sekali pada Taemin? Apa yang sudah di perbuat adikku untuk menjinakkan namja berkulit coklat yang tak punya hati ini?! *Batin Jinki

 

 

 

 

 

 

“C-cakkaman! Kenapa hanya Jiyeon? Bukankah masih ada eum…S-Soojung???” Tanya Jinki kebingungan.

 

 

 

Kai menghela nafas panjang sebelum berkata, “Taemin, jadi kau belum memberitahunya?” Taemin menggeleng pelan usai, mendengar pertanyaan Kai.

 

 

 

“dia tak memberiku kesempatan untuk menjelaskannya, Kai. Kau saja yang jelaskan!”

 

 

 

“T-tunggu! Apa maksud kalian?!” Tanya Jinki semakin bingung.

 

 

 

 

 

 

 

JinkiPov

 

“Yang mengerjai Taemin waktu itu…Bukanlah Jung-Soojung, Hyung. Melainkan, Jiyeon… Park Jiyeon!” tegas Kai.

 

 

 

Sebuah belatik seperti sedang berusaha menusuk dadaku dalam-dalam saat mendengar, pernyataan Kai barusan. B-bukan Soojung?…a-apa?…t-tapi…

 

 

 

“B-bukankah kalian sama saja? Kalian selalu melakukan hal itu bersama-sama kan?”

 

 

 

“Soojung tidak tau, bahwa Taeminlah yang dimaksud Jiyeon saat itu. tapi, Jiyeon mengetahuinya. Ia melakukan hal itu karena ia menyukaimu dan sangat membenci perlakuan Soojung terhadapmu, Hyung! Ia tau, bahwa kalian saling mencintai dan ia tidak ingin melihat kau dan Soojung bersama pada akhirnya, maka… ia melakukan itu pada Taemin lalu membuat seolah-olah Soojunglah yang melakukannya!” jelas Kai.

 

 

 

Kali ini, aku memastikkan belatik tadi tidak hanya datang untuk menusukku. Melainkan, mencabik-cabiknya hingga ke akar sampai tak berbekas. Bodoh!

 

Bagaimana bisa aku menuduh Soojung?

 

Yeoja yang selama ini, sangat aku-

 

 

 

“Hyung, Kau harus cepat mendapatkannya kembali! Sebelum, hatinya terlalu jauh pergi menjauhimu!” Pinta Taemin.

 

“Taemin benar, Jinki Hyung. Keadaan Soojung beberapa hari ini sangat kacau, yang ku dengar dari orang tuanya… ia tidak ingin keluar kamar sejak malam kemarin….ia  terlihat begitu sakit!” Kai menambahi.

 

 

 

“T-tapi..”

 

 

 

“Tenang saja. Aku bersama Kai, Hyung! Kai adalah sahabatku. Sudah dapat dipastikan, ia bisa menjagaku…” kata Taemin menyemangati Hyung-nya. Kai tersenyum manis pada namja berparas cantik itu lalu, kembali menatap sang Namja berambut coklat caramel yang sedaritadi menunggu responnya atas pernyataan Taemin.

 

 

 

“apalagi? Kau sudah dengar dari adikmu kan? Kami bersahabat. Aku berubah karenanya, dan sudah pasti aku akan menjaganya, seperti yang kau lakukan sejak dulu, Jin-Ki Hyung!” ledek Kai. Taemin, memukul kecil lengan kai.

 

 

 

Jinki tersenyum, kemudian ia berkata “baiklah… a-aku pergi!”

 

 

 

“good luck, Hyung! Dapatkan Jung-Soojung kembali!” seru Taemin lagi menyemangati Hyungnya yang terlajur menghilang di balik pintu. Lalu, menatap sang sahabat yang masih senantiasa tersenyum padanya.

 

 

 

“Jongin-aah…gomawoyo~” gumamnya saat, mendekap Kai dengan erat ke pelukannya.

 

 

 

“Choenman, Taeminie… “ balas Kai.

 

 

 

 

 

 

 

 

 

***

 

To Be Contineu

 

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , , , , , | 2 Comments

Post navigation

2 thoughts on “Behind The ‘Hatred’ Chapter 4 of 5

  1. Choi Hyera

    Daebak ceritanya!!
    Tapi, sepertinya letak spasinya cukup jauh. sebaiknya letak spasi di perhatikan supaya pembaca tidak terganggu.
    Hwating thor!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: