Into Your World

Author            : Park Sooyun

Title                : Into Your World

Cast                : SHINee & f(x)

Genre              : Romance

Length            : Kumpulan drabble yang disatukan menjadi Oneshot (?)

Rating             : T

 

 

(backsound : EXO – Angel)

 

 

[ontoria]

 

As if I was reborn as a child who doesn’t know anything

I thought it was a dream so I closed my eyes and opened them again

You were standing in front of my desperate self and praying

I want to walk side by side with you at least once, just once…

 

Tak disangka seperti inilah kehidupan seorang artis.

Sebenarnya ia sudah memikirkan resiko ketika ia ingin menjadi penyanyi. Namun ia tidak tahu akan seberat ini. Onew sudah melewati berbagai cobaan dan rintangan dari pertama kali ia debut sebagai member SHINee. Semenjak ia berumur 18 tahun ia mulai mengenal kerasnya dunia keartisan.

Jika dihitung-hitung, ia sudah menjadi penyanyi selama hampir lima tahun. Seharusnya ia sudah menjadi kuat dan kebal terhadap masalah-masalah seperti ini. Namun entah mengapa, kali ini semuanya menjadi terasa makin berat. Dan ia tidak yakin dapat menanggungnya sendirian.

Akhir-akhir ini jadwal SHINee makin memadat. Memaksa Onew untuk bekerja ekstra keras dan mengorbankan waktunya yang berharga. Membuatnya makin tersiksa dengan rasa rindu yang mendera dirinya.

Terkadang ia merasa lelah dengan semua ini. Perilisan single baru, acara press conference, konser SM Town… Berbagai hal yang menguras tenaga dan pikirannya.

Onew menyenderkan tubuhnya di sofa yang empuk. Di depannya terdapat secangkir kopi hangat. Ia berusaha keras untuk membuat dirinya relaks. Namun beban pikiran masih saja menghantuinya.

Dulu sempat terlintas di pikirannya; ia akan berhenti menjadi artis. Tetapi pemikiran itu langsung ditepis jauh olehnya, mengingat ia telah bersusah payah untuk meraih semua ini dan ia akan melepasnya begitu saja? Itu namanya penyia-nyiaan terhadap nasib.

“Jinki hyung ada di ruang keluarga.” Tiba-tiba saja Onew mendengar suara Key.

Tak lama kemudian, sesosok wanita berjalan ke arahnya. Onew mengenal wanita itu sebagai Victoria, kekasihnya. Gadis itu duduk di samping Onew lalu menyentuh keningnya.

“Kudengar dari Taemin kalau kau sedang sakit,” kata Victoria.

Onew tersenyum kecil. “Aku baik-baik saja. Hanya sedikit lelah.”

“Jangan meremehkan badanmu ketika kau sedang sakit,” Victoria menurunkan tangannya dan memandang Onew. “Katakan padaku, apakah ada sesuatu yang mengganjal pikiranmu?”

“Aku tidak apa-apa, sungguh.”

“Kau tidak bisa berbohong padaku, Lee Jinki.”

Uh, kali ini Onew menyerah. Ia baru ingat kalau Victoria adalah gadis yang benar-benar mengerti akan dirinya—sampai-sampai tahu ada yang mengganjal di pikirannya. “Jadi, begini…” Onew mendesah. “Akhir-akhir ini jadwal SHINee makin padat saja.”

Victoria mendengarkan dengan seksama.

“Aku dan yang lainnya harus kerja ekstra keras untuk mempromosikan single baru kami. Selain itu, kami juga mengikuti acara fanmeeting, press conference, bahkan konser SM Town. Dan itu membuatku lelah.”

Senyum lembut ditunjukkan Victoria. “Jinki-ya, aku tahu bagaimana rasanya semua itu. Aku juga seorang artis dan leader sepertimu. Terkadang, ketika semuanya terasa sulit kau akan merasa tidak berdaya. Kau merasa lelah dan jenuh,” Victoria memegang erat tangan Onew. “Tapi menyerah dan berhenti tidak akan menyelesaikan semuanya. Ingat, Jinki. Kau adalah seorang leader, sekaligus seorang kakak. Tentu kau tidak ingin mengecewakan adik-adikmu, ‘kan? Jika kau masih merasa lelah dan tidak mampu untuk berdiri, aku akan ada di sini untuk memegangimu.”

Satu hal yang Onew lupa akan Victoria; gadis itu adalah gadis yang kuat dan berpikiran luas. Kedewasaannya melebihi gadis manapun.

Berbeda dengan dirinya, dia adalah seorang anak yang dilahirkan di dunia keartisan tanpa tahu apa-apa. Tanpa tahu beban seorang artis, seorang leader dan seorang kakak bagi adik-adiknya.

Namun dengan genggaman erat Victoria, ia menjadi lebih kuat. Dan ia menjadi tahu bahwa di sekitarnya masih ada orang-orang yang akan membantunya.

“Terima kasih, Qiannie,” kata Onew sambil mengecup kening Victoria lembut.

.

.

.

[jongna]

 

You are more dazzling than Michael

Who could ever oppose you?

I won’t forgive anyone who does…

 

Karena tak ada sesuatu yang bisa ia lakukan, akhirnya Kim Jonghyun memutuskan untuk pergi ke ruang musik SM Entertainment. Kebetulan latihannya telah selesai, jadi ia pergi meninggalkan kawan-kawannya yang sedang beristirahat di ruang latihan.

Jonghyun mendorong pintu ruang musik. Ia terhenti sebentar ketika ia mendengar suara piano yang mengalun indah. Lalu matanya tidak sengaja menatap seorang wanita berambut pirang yang sedang memainkan piano di sudut ruangan. Ia tersenyum.

Wanita itu terlihat sangat serius ketika memainkan permainan pianonya. Namun beberapa saat kemudian, permainan nampak agak kacau. Nada-nada yang keluar terdengar sumbang. Akhirnya si wanita menekan tuts pianonya dengan agak kasar dan permainan itu terhenti.

Jonghyun yang melihat hal itu menggeleng-gelengkan kepalanya lalu berjalan menghampiri wanita itu.

Dia punya masalah, batinnya.

“Aisshh… Kenapa susah sekali?!” gumam wanita itu dengan kesal.

“Ada apa denganmu, Luna?” tanya Jonghyun.

Luna menolehkan kepalanya. Ia tersenyum masam pada Jonghyun. “Aku sedang latihan untuk drama musikal terbaruku.”

“Saat berlatih piano, yang kau bawa seharusnya adalah perasaan yang tenang dan lembut, bukan emosi yang menggebu-gebu.”

“Aku tahu…” desah Luna. “Tapi mood-ku memang sedang tidak bagus. Coba oppa lihat partitur ini.”

Jonghyun meraih partitur itu dan sekilas melihatnya. “Hm, memang cukup sulit. Tapi kau bukan gadis yang mudah menyerah, bukan?”

“Yaaaa~” gumam Luna. Ia menyandarkan kepalanya di atas tuts piano sehingga menimbulkan bunyi yang tidak beraturan. “Tapi produser drama itu sangat menyebalkan! Ia baru menyerahkan partitur itu kemarin, dan menyuruhku untuk menghapalkannya sebelum gladi resik minggu depan. Apa itu tidak gila?” Luna memanyunkan bibirnya. “Ia juga mengancamku; jika aku tidak bisa menghapalkannya, dia akan mengeluarkanku dari drama itu. Padahal… aku sudah berlatih lagu-lagu yang lain dengan keras…”

Tak ada respon yang keluar dari mulut Jonghyun. Ia hanya mengelus rambut pirang Luna.

Ia tahu, Luna adalah gadis dengan kemampuan bermain piano diatas rata-rata. Bahkan gadis itu mulai mengungguli dirinya. Tapi sebagus-bagusnya permainan piano seseorang, untuk mempelajari partitur yang diberikan produser sialan itu butuh waktu sedikit lebih lama. Belum juga lagu-lagu lain yang harus dipelajari.

Dalam benak Jonghyun, ia bertanya-tanya—produser macam apa yang berani mengancam kekasihnya seperti itu? Seseorang yang tak bisa berpikir rasional dan tidak pantas untuk mengurus drama musikal seperti itu.

“Kau tidak perlu khawatir, Luna-yah,” ucap Jonghyun lembut. Ia menarik sebuah kursi dan memposisikannya di sebelah Luna. “Aku akan membantumu berlatih untuk drama musikal terbarumu.”

Perlahan Luna mengangkat kepalanya. Ia tersenyum lalu mengambil partitur lagu di tangan Jonghyun. “Ayooo~!”

Jonghyun berkata dalam hati, ia tidak akan memaafkan orang yang berani mengancam dan menolak gadis sesempurna Luna.

.

.

.

[keyber]

 

As your guardian angel, I will block out that strong wind

Even if everyone turns their back against you

On hard days, I will wipe away your tears

If only I can be that kind of person

Wherever we go, it’ll be heaven

 

Kim Kibum atau Key sedang menikmati waktu luangnya yang begitu sempit ini. Dengan santai ia menyesap sekaleng soda yang sedari tadi menjadi temannya. Kebetulan ia sedang sendiri. Onew pergi mengurus sesuatu, Jonghyun tadi pamit untuk membeli makanan, Minho pergi ke toilet dan si maknae entah keluyuran ke mana.

Ia memejamkan matanya—meresapi nikmatnya minuman soda yang mengalir ke tenggorokannya. Ia membuka matanya, lalu sekilas ia melihat Amber.

“Yo, Amber!” panggil Key sambil melambaikan tangannya.

Amber menoleh dan menyipitkan matanya. Lalu seringai khasnya muncul. “Yo, Key!” Si tomboy itu berjalan ke arah Key.

Sepertinya Key menyadari sesuatu pada rambut Amber. Ah, sepertinya gadis itu memotong rambutnya. “Kau memotong rambutmu, Boo?”

Seringai yang menghiasi wajah Amber seketika berubah menjadi senyum masam. Key mengangkat sebelah alisnya melihat perubahan ekspresi itu. Biasanya jika Amber mengubah style rambutnya atau sekedar memotongnya, ia akan pamer pada Key sambil berkata, “Rambutku keren, bukan? Jauh lebih keren dari rambutmu!” Namun sekarang ekspresi pamer itu sama sekali tidak muncul.

“Kau kenapa? Ada masalah? Jika ada masalah, ceritakan padaku!” sahut Key bertubi-tubi.

Amber mendesah. “Aku memang memotong rambutku. Hair stylist-ku yang menyuruhnya. Tapi aku tidak menyukai rambut ini.”

“Kenapa? Menurutku itu keren.”

“Ini bukan masalah soal keren atau tidak, Key,” sahut Amber cepat. “Masalahnya, aku terlihat sangat seperti laki-laki dengan potongan rambut seperti ini.”

Key tertawa kecil. “Lho, bukannya itu memang identik denganmu?” Lalu Key segera melanjutkan perkataannya ketika melihat raut wajah kesal milik Amber. “Maksudku, sudah menjadi ciri khasmu—berpenampilan boyish. Biasanya kau tidak mengeluh tentang hal-hal seperti ini. Ada apa sih?” tanyanya sambil mendekatkan badannya dengan Amber.

“Entahlah, Key. Aku hanya…” Amber mendesah lalu mengusap-usap wajahnya dengan tangan kanannya. Ia terlihat tidak tenang. “Terkadang aku bosan memiliki penampilan yang seperti laki-laki ini. Sifatku memang tomboy—kuakui itu. Tapi ada saat dimana aku ingin dipandang sebagai seorang wanita.”

Perkataan Amber membuat Key tertegun. Rasanya ia mulai memahami permasalahan yang dimiliki Amber.

“Dulu Min, Fei dan Jia pernah iseng-iseng memakaikanku rambut palsu yang panjang, lalu aku mengambil selca dan meng-upload-nya di Twitter. Aku melihat banyak komentar dari para fans. Banyak yang bilang kalau aku terlihat bagus dengan rambut panjang, namun tak sedikit yang berkata kalau aku lebih cocok dengan image boyish,” Amber menghela napas. “Aku… aku merasa aneh. Maksudku, aku adalah seorang wanita, tapi banyak yang menganggapku kalau aku seperti seorang pria dan mereka menyukai itu.”

Mata Amber mulai berkaca-kaca. “Aku ini wanita, Key. Aku juga punya perasaan. Terkadang aku merasa sebal pada perusahaan dan hair stylist yang sering mengubah model rambutku seperti laki-laki. Aku juga ingin… ingin dipandang bahwa aku adalah wanita.”

Dan akhirnya air mata itu jatuh. Key tidak mengira akan melihat Amber seperti ini. Setahunya, Amber adalah gadis yang kuat dan cuek. Namun ternyata secuek-cueknya Amber, dia masih punya perasaan.

Key tidak tahan untuk maju dan memeluknya—membiarkan kekasihnya itu menangis di pundaknya. Ia mengelus rambut pendek Amber dan berbisik dengan lembut, “Sudahlah. Jangan pedulikan orang-orang yang tidak suka denganmu. Komentar mereka tidak berarti apa-apa bagi teman-teman yang ada di sekelilingmu.”

Ucapan Key nampaknya membuat Amber lebih tenang. Gadis itu melepas pelukan Key dan mengusap air matanya. Key hanya tersenyum melihat hal itu. Ia senang melihat gadis yang dicintainya tidak bersedih lagi. Lagipula, ia sudah berjanji. Ia akan menjadi seorang guardian angel yang selalu menjaga Amber. Yang akan menghapus air matanya ketika gadis itu menangis, yang akan memeluknya ketika orang-orang mencibir Amber. Walaupun terkadang gadis itu terlihat sangat kuat… Namun ada masanya ketika sekelebat angin kencang menerjang, pohon besar akan roboh juga. Dan ia akan ada di sisi Amber ketika masa-masa itu tiba.

“Mereka hanya tidak mengenal dirimu yang sesungguhnya, Amber,” ujar Key. “Mereka hanya melihat penampilanmu saja. Tapi aku tahu… kau adalah wanita yang sesungguhnya.”

Perlahan Amber tersenyum. Dan itu adalah senyuman termanis yang pernah Key lihat. Senyum yang terlihat sangat kewanitaan. Key yakin, ketika orang-orang yang mencibir Amber melihat senyuman itu, mereka akan langsung berubah pikiran dan memuja-muja gadisnya.

Key mempersempit jarak antara dia dan Amber. Ia memiringkan kepalanya dan perlahan mencium bibir Amber dengan lembut.

.

.

.

[taelli]

 

I have come to love you now

There’s no place for me to go back to

My wings have been taken away, oh no…

Even if I’ve lost eternal life, the reason why I’m happy

Is because my forever is now you, eternally love

 

Ah, tak terasa kini jadwalnya kian padat saja. Ia harus menghadiri konser SM Town, promo single baru SHINee, hingga proyek baru SM Entertainment : Younique Unit.

Terkadang Taemin merasa aneh dengan nama tersebut. Younique Unit. Bukan nama yang umum, namun juga bukan nama yang mudah diucapkan. Ia saja sering keseleo ketika menyebutkan proyek baru SM Entertainment tersebut. Namun walaupun jadwalnya harus bertambah karena Younique Unit, ia tidak keberatan. Setidaknya ia bisa bertemu dengan sahabat lamanya di sana; siapa lagi kalau bukan Kim Jongin atau Kai? Selain itu, ada orang spesial yang selalu mendukungnya…

“Taemin oppa!”

Panggilan itu membuat Taemin membalikkan badannya. Ia melihat kekasihnya—Sulli—sedang berdiri di hadapannya sambil membawa dua gelas bubble tea yang nampak segar.

“Kau habis latihan ‘kan? Jadi aku membelikanmu bubble tea! Diminum ya~” kata Sulli dengan eye smile-nya itu yang selalu membuat Taemin gemas. Ia menyerahkan segelas bubble tea kepada Taemin.

“Ah, terima kasih Sulli-ah,” balas Taemin sambil tersenyum. Ia lalu merangkul pundak gadisnya tanpa ragu-ragu.

“Eh, oppa?” Sulli menatap tangan Taemin yang kini sedang merangkul pundaknya dengan agak ragu.

“Kenapa?”

“Kau tidak takut jika ketahuan? Barangkali ada seseorang lewat lalu menemukan kita sedang seperti ini, hubungan kita bisa ketahuan.”

Taemin menatap mata kekasihnya itu. “Kau takut pada antis?”

“…entahlah,” jawab Sulli ragu. “Hanya saja… terkadang mereka bisa menjadi sangat menakutkan.”

Perkataan Sulli ditanggapi Taemin dengan menganggukkan kepalanya. Yang dikatakan Sulli memang benar. Terkadang para fans bertindak terlalu jauh. Ia pernah dengar, ketika seniornya—Eunhyuk—terkena skandal dengan IU, fans-fans itu marah seolah tidak terima. Bahkan ada kabar yang mengatakan tentang pembakaran album IU yang dilakukan fans, meskipun Taemin tidak tahu apakah kabar itu benar atau tidak.

Ia juga masih ingat, ketika Jonghyun menjalin hubungan dengan Shin Sekyung. Banyak fans yang kecewa dan marah akan hal itu, sampai-sampai menutup website yang mereka buat.

Sebegitukah bencinya mereka ketika idola mereka menjalin hubungan  dengan seseorang? Seorang fans yang waras seharusnya mendukung idolanya itu. Jika ternyata hubungan itu membuat idolanya bahagia, tidak ada salahnya ‘kan?

Walaupun hal itu ada di pikiran Taemin, ia tahu ia tidak bisa merubah watak para fansnya. Namun setidaknya ia tahu satu hal yang akan ia lakukan ketika fansnya mengendus hubungannya dengan Sulli.

“Kau tidak perlu takut, Sulli-ah,” kata Taemin sambil tersenyum lembut. “Jika mereka tahu hubungan ini dan tidak mau mengerti, aku akan melindungimu dari antis-antis itu. Aku siap terluka untukmu.”

Sulli membulatkan matanya setelah mendengar perkataan Taemin. Sedetik kemudian ia tersenyum, lalu ia melingkarkan tangannya ke pinggang Taemin. “Terima kasih,” bisiknya.

Karena Taemin tahu, sebelah sayapnya telah terikat dengan Sulli. Ia tidak bisa terbang menjauh dari gadis itu. Tidak ada tempat bagi hatinya untuk berlabuh, kecuali pada Sulli.

Sekali pun ia harus terluka karena antis-antis itu, ia tidak keberatan. Karena baginya, Sulli adalah segala-galanya—gadis itu adalah alasan baginya untuk bahagia.

The End

 

Kayaknya ada satu yang ilang, ya? #nyari minstal #digebuk readers

Eh eh, maaf ya saya gak masukin minstal. Bukannya gak suka, cuma otak saya memang udah bener-bener mampet ._.

Sekali lagi maaf ya, semoga readers mau menerima kekurangan couple dalam ff ini ._.

Dan jangan lupa buat komen!~ ^^

*teleportasi*

Categories: Fanfiction | Tags: , , , , , , , , , , , , , , , , , , , | 7 Comments

Post navigation

7 thoughts on “Into Your World

  1. GillChan

    Haha. asli tadi nyari minstal, kok tau2 udah the end aja .😀
    tapi gapapa suka banget ama KeyBer & Taelli nya ^_^
    oh iya disini buka lowongan author kah ?

    • hehehe, maaf ya😀
      otak saya udah bener-bener macet

      kalo soal lowongan author saya gak tahu… mending langsung tanya sama adminnya

      thanks for RnR!🙂

  2. loveTAETEUKforever

    minstal, where are you? #nyaridibawahkolong #plak
    terus bikin ff kyk gini yaa eonn ^_^ aku suka fanfic bikinanmu ^-‘)b

  3. Khoirus Sakinah Karina

    Minstal kamu dmna

    yah knapa minstalx g da padahal yg di tunggu2😥

    y tpi gpp yang penting ceritax asyik🙂

  4. Zizi~

    Bagus loh thor;)sweet. keep writing yah!^^

  5. achan gimbelz

    jiiaahh. minstal nya kemana ?? lagi kondangan yaa ?? heehee..
    suka banget ama keyber kopel :* tp semuanya so sweet ko ^_^

  6. Lee Minhyuk Btob ♡ Nam Jihyun 4minute

    Huwaaa taelli jjang taemin rela berkorban demi sulli pacar yg baik

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: