I’m Here…

969558_468317503246201_684279089_nI’m Here (One shoot)

Cast :
Choi Minho
Jung Krystal
Bae Suzy

Genre : Romance

Rating : 16+

Author : PATTY

Note : Ini hadiah ultah buat Nia eon, mudah’’an yang bersangkutan suka. Dan buat readers, mudah’’an kalian juga suka ah satu lagi, ini cerita agak panjang. so, kalo males baca, jangan baca :)hehe Happy reading!!!

 

 


***
“Ya Frog!!”
Seorang wanita berlari dari jauh ke arahnya yang sedang merayu seorang junior.

“Aiissh!!” keluh pria ini. Dia sedang asik berciuman padahal. Pura-pura tak mendengarkan, pria ini terus saja menikmati aksinya bersama wanita yang bahkan namanya saja tidak dihafalnya di perpustakaan yang memang jarang didatangi mahasiswa. Hanya digunakan orang untuk bercinta.

“Bruk!!!” Pria ini terjatuh sangat keras karena di tendang dari samping oleh wanita yang meneriakinya itu. Tidak main-main, itu adalah tendangan melayang yang memang sudah menjadi keahlian wanita itu.

“Aw! Appo! “ teriak Minho, nama pria itu. Dia mengelus pinggangnya yang sakit kena tendangan.
“Kau, pergi sana!” usir wanita ini kepada junior Minho dengan tatapan tajam.
“Cih.. Dasar tidak sopan. Mengganggu orang saja. “ keluh junior itu sebelum pergi meninggalkan mereka.
“Shut up you, slut!” teriak si pemarah ini. Minho menggeleng.

“Aissh.. Catty! Kau keterlaluan. Mengganggu makan siangku saja!”
“Mwo? Cewek seperti itu kau anggap makan siang? Bibir jelek begitu juga!” cerocos gadis ini. Berkacak pinggang didepan Minho.
“Sudah ah. Aku ada kelas habis ini!” Minho berjalan meninggalkan wanita ini. Wanita ini mengekor dibelakangnya.
“Tante menelponku. Nanti malam akan ada makan malam bersama keluarga Bae! Jangan lupa! Kau akan segera tunangan froggy!! Jangan bermain wanita lagi!”
“Aissh. Kenapa umma malah menghubungimu sih Krystal? Bukan anaknya sendiri!” keluh Minho. Sepanjang perjalanan dia bermain mata dengan gadis-gadis lain. Krystal adalah nama wanita ini. Mengenai Frog dan Catty, itu adalah nama julukan buatan mereka sendiri. Bagi Krystal, mata Minho sangat mirip dengan Kodok, sedangkan bagi Minho, mata Krystal mirip dengan kucing.
“Hentikan matamu itu! Menjijikan! ” Krystal memukul kepalanya dari belakang.
“Haha.. arasseo baby!” ucap Minho. Dia memperlambat langkahnya dan membiarkan Krystal berjalan mendahuluinya. Kemudian memeluknya dari belakang.
“Aissh. Sudah ku bilang jangan peluk aku di tempat umum!” ucap krystal sedikit risih. Mereka berjalan pelan sambil Minho memeluknya. Para mahasiswa hanya menggeleng melihat dua orang ini.
“Shirreo. Terserah aku dong.” Minho hanya terkekeh melihat ekspresi Krystal yang malu bercampur kesal.

@Rumah Minho

“Yuhuuu~ Anybody home?” teriak Krystal saat masuk ke rumah Minho dan langsung membantingkan dirinya di sofa ruang tamu. Dia menyalakan TV yang ada disitu.
“Aigoo… uri Krystal semangat sekali. Mana Minho?” tanya Ibu Minho yang datang dari dapur. Masih dengan celemeknya.
“Masih di mobil tante, dia menumpahkan snack tadi, mobilnya sudah kayak kapal pecah!” gumam Krystal sambil tertawa.
“Dasar anak ini, bukannya membantunya..” Ibu minho menggeleng dan kembali ke dapur.
“Hehe.. dia saja tidak pernah membantuku tanteku sayang..” Krystal tersenyum. Sekitar 5 menit dia menonton, Minho menampakan dirinya di pintu masuk.
“Ma, Catty suruh pulang kerumahnya saja! dia bahkan tidak membantuku membersihkan mobil! Setiap hari di antar jemput tapi tidak tahu terima kasih!” protes Minho.Krystal menjulurkan lidahnya.
“Aigoo.. kalian berdua ini. Masuk kamar sana! Jangan ribut disini. Appa tidak bisa konsen di ruang kerja. Suara kalian berdua terdengar sampai didalam.” Ucap Ayah Minho yang keluar dari ruang kerja tepat disamping ruang tamu hanya untuk mengatakan itu.
“Arrasseo!” gumam Minho. Dia menarik Krystal kekamarnya di lantai 2.
“Mianhae Om!” teriak Krystal sekilas saat menaiki tangga.
***

“Ya Frog! Kau mendengarku atau tidak?” tanya Krystal. Mereka berdua sekarang sedang berbaring di atas kasur sambil Minho memeluk Krystal dan memejamkan matanya. Sedari tadi Krystal terus membahas soal persiapan pertunangan sambil melihat langit-langit. Karena tak ada jawaban, Krystal menolehkan kepalanya kesamping. Melihat Minho yang sudah tidur dengan pulas, Krystal menyampingkan badannya dan tersenyum, membalas memeluknya.
“Aissh.. dasar Choi Minho! Percuma aku bicara panjang lebar!” gerutu Krystal. Dia mengelus rambutnya dan sedikit mencubit hidung Minho. Setelah itu dia mengecup singkat bibirnya. Baru dia mau melepaskannya, Minho menahan kepalanya dan melanjutkan ciuman mereka. Mereka berciuman sangat lama sampai Krystal mendorongnya.
“Babo! Jadi kau pura-pura tidur!”
“Hehe.. siapa suruh kau kayak Ahjumma.. banyak bicara!” Minho tersenyum tanpa dosa.
“Aku serius babo! Kau sudah 23 tahun, sebentar lagi gelar Master of Art akan kau pegang. Sudah mau wisuda kedua kalinya tapi kau acuh tak acuh soal pertunangan! Dewasa sedikit Choi Minho! Kau akan segera berkeluarga” ucap Krystal dingin. Seketika itu juga muka Minho menjadi datar. Dia melepas pelukannya dan membelakanginya.
“Aku mengantuk!”
“Aish! Choi Minho! Aku serius! Aku tidak mau kau hanya bermain-main terus. Pikirkan kebahagiaanmu juga! Masa depanmu bersama orang yang kau cintai!” Krystal mengeraskan suaranya.
“Huh, memikirkan kebahagiaanku? Kau tahu apa? Kau orang pertama yang merusak kebahagiaanku. Mendukung keputusan Umma untuk menjodohkanku dengan Suzy!” ucap Minho tak kalah keras.
“Kau sendiri yang bilang kau sudah bosan bermain wanita. Bosan menjadi pria yang hanya menikmati masa muda. Kau ingin serius, menghabiskan waktu dengan wanita yang kau cintai. Ingin menikah dan bekerja demi membahagiakannya. Dan saat tante mempertemukanmu dengan Suzy, kau mengiyakannya kan? Kenapa sekarang kau seperti ini? Suzy cantik dan baik. Kau pasti akan bahagia dengannya.” Ucap Krystal, dia memeluk Minho dari belakang. Minho menghela nafas panjang. Menutup matanya.
“Aku mengantuk Catty.. Kau pulanglah..” gumam Minho. Krystal diam, melepas pelukannya dan pulang ke rumah.

Rumah Krystal tepat berada di samping rumah Minho. Orang tua mereka bersahabat, begitu juga mereka berdua. Sangat dekat seperti amplop dan perangko. Dari kecil mereka sudah bersama. Sering mandi bersama, tidur bersama, dan melakukan hal lainnya bersama. Saat menginjak remaja, mandi bersama sudah menjadi pengecualian. Tapi Krystal masih sering tidur bersama Minho di rumahnya ataupun sebaliknya. Orang tua mereka tidak bermasalah dengan hal ini. Bagi mereka, hubungan Minho dan Krystal sudah seperti soulmate yang tak bisa di pisahkan. Mereka bukan pasangan. Tapi Soulmate. Seperti sahabat yang mengerti seluk-beluk satu sama lain, seperti kakak adik yang saling melindungi dan merengek. Krystal 3 tahun di bawah Minho. Saat ini mereka kuliah di Universitas Negeri Korea. Krystal mengambil jurusan S1 Desain Komunikasi Visual sedangkan Minho sedang meneruskan S2 nya di bidang seni.

Walaupun hubungan mereka kadang seperti Tom & Jerry, tapi mereka saling menyayangi satu sama lain. Orang sering salah paham dengan hubungan mereka. Karena terlalu seringnya mereka melakukan skinship. Berpegangan tangan, berpelukan, bahkan berciuman didepan orang (kecuali orang tua mereka) sudah mereka lakukan.
Pertama kali mereka berciuman adalah saat Minho kelas 2 SMA dan Krystal duduk di bangku SMP. Mereka menonton sebuah drama dikamar dan terpengaruh saat ada adegan ciuman. Saat itu Minho bertanya apa dia boleh mencobanya juga, dan lucunya krystal menyetujuinya. Setelah saat itu mereka jadi menganggap ciuman itu bukan hal yang buruk dan sering melakukannya diam-diam kalau sedang dikamar.

***
Baru 6 bulan yang lalu Minho di kenalkan dengan keluarga rekan kerja Ayahnya. Karena Minho pernah mengeluh di meja makan soal tidak mempunyai pacar dan ingin dikenalkan dengan wanita, orang tuanya menjanjikan akan mempertemukannya dengan wanita yang cocok dengan kriterianya. Rambut panjang, mempunyai suara bagus, senyum yang manis, dan pintar. Tak ada yang tahu kalau saat itu, Minho hanya bercanda. Karena saat itu Krystal juga sedang makan bersama mereka, Minho penasaran ingin melihat reaksi Krystal. Ternyata Krystal malah mendukung permintaan Minho dan juga tawaran orang tuanya untuk menjodohkan Minho. Tak terlihat kekecewaan diwajahnya. Membuat Minho tidak menyesali permintaannya dan menganggap ini mungkin yang terbaik untuknya.

FLASHBACK

5 bulan lalu

“Kau betul-betul setuju aku ditunangkan Catty?” tanya Minho. Mereka sedang menonton dikamar Krystal, duduk di atas tempat tidur sambil Minho menyandarkan kepalanya di bahu Krystal. Sudah 1 bulan sejak dia diperkenalkan dengan Suzy. Suzy memang sangat cantik dan periang. Dia juga baik hati. Sesuai dengan kriteria Minho. Hanya saja ada yang tidak tepat disini, Minho sama sekali tidak menginginkan hal ini sebenarnya.

“Tentu saja! Demi kebahagiaan Froggy ku!” gumam Krystal terus menatap TV.
“Kenapa tidak kau saja?” Tanya Minho. Krystal terdiam sejenak.
“aiih… Kau ngelantur lagi. Mana mungkin aku denganmu. Kau jauh dari kriteriaku bodoh. Aku mencari pria yang cute dan penyayang. Sedangkan kau? Terus membuatku marah. Kau sendiri kan yang bilang dulu, kita akan bersahabat selamanya. Kau juga pernah bilang aku bukan kriteriamu. Jangan bilang kau akan melanggar janjimu dan melupakanku karena sudah ada Suzy!” Krystal menoleh ke arahnya. Minho membaringkan badannya. Menutup seluruh badannya dengan selimut.
“Baiklah.. aku akan bertunangan..” gumam Minho pelan.

“Babo.. aku harus tahu diri! Aku tidak mungkin menghalangi kebahagiaanmu.” gumam Krystal dalam hati.

****
3 Minggu kemudian, Minho sudah mulai seenaknya. Dia mulai merayu banyak wanita, pergi ke club, dan bermesraan dengan mereka. Saat Krystal memarahinya, dia hanya memberikan satu alasan. menikmati masa bebasnya sebelum jadi milik orang. Sebenarnya Krystal sangat marah, tapi dia mengesampingkan perasaannya dan mencoba bersikap seperti biasa. Dia tidak bisa membenci Minho dan menjauhinya karena hal ini. Minho sudah seperti setengah dari kehidupannya. Lama kelamaan, Krystal sudah menganggap biasa hal ini, tak jarang dia memberi pelajaran pada Minho kalau dia mendapati langsung Minho bermesraan dengan wanita lain. Perasaan sayangnya mengalahkan kebenciannya. Dia hanya ingin membahagiakan Minho. Dia lebih memilih menjadi sahabat Minho demi kebahagiaannya. Dia tahu, Minho hanya menganggapnya sahabat dan tidak ingin merusak hal itu.

Flashback END

***

“Suzy ah.. kau semakin cantik saja!” puji Ayah Minho. Mereka sedang dinner bersama di rumah Minho.
“Haha.. Minho memilih pasangan yang tepat. Sudah saatnya ada pendamping hidup yang mengurusnya. Sudah cukup Krystal mengawasi anak nakal ini.” Gumam ibunya. Suzy tersenyum dan memperlihatkan eyesmilenya.

“Minho.. makan ini.” Suzy menyuapi Minho yang duduk disampingnya. Semua yang sedang makan menggoda mereka. Mereka memang terlihat sangat cocok. Minho memberikan senyumannya pada Suzy. Dia memang sudah mulai menyayangi Suzy karena dia sangat baik dan perhatian. Walaupun Suzy hanya seminggu dalam sebulan berada di korea karena sibuk kuliah di Amerika, tetapi dia selalu memberikan perhatian full pada Minho. Di sudut meja, terlihat Krystal hanya memutar-mutar spagettinya. Tak berniat melihat pemandangan mesra Minho yang menghapus noda di mulut Suzy dengan tangannya. Dia merasa tidak seharusnya dinner bersama dua keluarga calon besan ini. Dia hanya sebagai orang asing yang numpang makan di rumah orang. Ya walaupun dia sudah terbiasa karena ini rumah keduanya.

“Aigoo.. mesra sekali” gumam Ibu Suzy.

“Krystal, kau sedang tidak enak badan? Kenapa makanannya tidak kau makan?” tanya ibu Minho. Seketika itu juga Minho mengalihkan pandangannya dari Suzy dan menatap krystal khawatir.
“Anniyo Tante. Hehehe.. aku hanya kecapekan tadi sore mengerjakan proposal. Sepertinya aku harus pamit duluan. masih banyak tugas dari dosen. Mianhae Tante, Om, aku pulang dulu! Ya frog aku pulang! Suzy ah, bye!” Krystal membungkuk pada kedua orang tua Minho dan Suzy, dan setelah itu melambai pada Suzy dibalas dengan senyuman dan anggukan Suzy. Krystal langsung pergi tanpa menatap Minho. Minho memandangnya yang berjalan menuju ruang tamu dengan khawatir.

****

“Ya! Kenapa telponku tidak kau angkat semalam? Aku menunggu di depan rumahmu mau tidur denganmu tapi tidak kau bukakan pintu!” Minho mendekati Krystal yang sedang membaca buku di taman kampus dan memberikan ciuman singkat dibibirnya. Krystal tidak menjawabnya dan terus saja membaca. Minho memonyongkan bibirnya dan duduk disampingnya. Penasaran dan ikut membaca bacaan Krystal.
“Aissh.. Coding lagi ! Apa kepalamu tidak pecah membaca pemograman seperti ini?” gumam Minho menyandarkan kepalanya di bahu Krystal. Tidak ada jawaban dari Krystal.
“Aissh.. waegurrae? Aku salah lagi?” Minho duduk seperti semula dan menatapnya.
“Atau… jangan-jangan kau cemburu karena semalam aku perhatian pada Suzy?” goda Minho sambil tersenyum nakal. Krystal tidak bereaksi.
“Aigoo.. uri Catty mulai cemburuan. Tenang saja, kau nomor satu!” baru Minho mau memeluknya, Krystal sudah berdiri.
“aku sedang tidak mood.. jangan ganggu aku dulu.” ucap Krystal dingin dan meninggalkannya.
“Aissh…” Minho mengacak rambutnya.

Keesokan harinya.

“Ya! Kenapa kau tidak kerumah sih kemarin? Aku kesepian!” Minho membanting dirinya di kasur Krystal. Ini masih pagi tapi dia sudah tidak tahan bertemu dengannya. Sejak kemarin pulang kampus, krystal bahkan tidak pulang dengannya. Dan sampai malam Minho menunggu, krystal tidak pernah datang kerumah. Akhirnya dia berinisiatif datang pagi-pagi sekali. Krystal yang baru keluar kamar mandi hanya menatapnya datar. Dia membuka handuknya dan menuju lemari untuk mencari pakaian.

Satu yang tidak diketahui orang, mereka sudah terbiasa mengganti baju didepan satu sama lain. Mereka sudah terbiasa melihat tubuh ‘polos’ masing-masing karena dari kecil mereka sudah mandi bersama. Hanya mereka berdua yang tahu hal ini. Kalau sampai orang tua tahu mereka masih melakukannya di usia seperti ini, mereka bisa di marahi habis-habisan. Muka Minho memerah melihat Krystal. Selalu saja Minho merasa panas kalau Krystal sudah seperti ini dihadapannya. Tapi Minho selalu berhasil menahan keinginannya. karena dia tahu, kalau dia kelepasan, itu sama saja dengan merusak masa depan Krystal, orang yang dia sayangi.

“Berhenti mengacuhkanku. Aku salah apa lagi kali ini?” tanya Minho duduk bersila di atas kasur sambil menatap Krystal yang sedang mengaitkan branya. Setelah itu dia memakai pakaiannya. Baju kaus oblong dan celana pendek. Dia mendekati Minho di kasur dan berbaring disampingnya.

“Mianhae. Aku tidak mood kemarin. Kau merindukanku ya? Dasar..” Krystal terkekeh pelan. Sebenarnya dia ingin sekali menjauhi Minho, tapi hasilnya selalu berlawanan.
Mendengar hal itu, Minho bernafas lega. Dia sempat berpikir Krystal tak akan mau lagi berbicara dengannya. Dia ikut berbaring dan langsung memeluk krystal. Menghembuskan nafasnya di leher krystal sambil menikmati aroma sabunnya. Menutup matanya sambil tersenyum.

“Frog..”
“Hmm..?”
“Besok pertunanganmu akan berlangsung..” gumam Krystal yang menatap langit-langit.
“Lalu?”
“Apa kau senang bersamanya?”
Minho terdiam sejenak.
“Suzy orang yang baik, mungkin aku akan bahagia..” jawab Minho. Belum mau membuka matanya. Krystal menghembuskan nafas panjang.
“Aku harap juga begitu.” Mata Krystal berkaca-kaca namun segera dia menghapusnya. Tak ingin Minho mendapatinya.
“Besok aku akan datang dengan Kai.” Gumam Krystal. Minho langsung membuka matanya.
“Mwo? Teman kuliahmu yang menyukaimu itu? Andwae!” larang Minho. Krystal tertawa.
“Wae? Dia tampan dan baik. Sudah saatnya aku membuka hati untuknya. Dia terus menungguku 2 tahun ini dan kau masih saja melarangku pacaran dengannya. Aku sudah 20 tahun for ur information Sir!” ucap Krystal diselingi tawa. Dia berbalik ke arah Minho dan balas memeluknya.

“Aku tidak suka kau dengannya..” gumam Minho, memberikan kecupan singkat dibibirnya.
“Wae? Cemburu?” tanya Krystal membalas mengecup bibirnya juga.
“Ne… Aku cemburu.. Sahabatku di ambil orang..” ucap Minho memonyongkan bibirnya.
“Hah.. sahabat….” gumam Krystal dalam hati. Dia langsung berdiri dari kasur meninggalkan Minho yang bingung akan reaksi wajahnya yang berubah lagi.
“Kenapa lagi Catty?” tanya Minho, ikut berdiri melihat Krystal yang akan keluar kamar.
“Anni.. tidak ada apa-apa.. ayo turun. Mama mungkin sudah membuat sarapan. Aku lapar.” Panggil Krystal. Minho tersenyum dan ikut turun bersamanya.
“Kenapa begitu sulit untuk bilang aku cemburu sebagai seorang pria yang tidak ingin wanitanya di ambil?” Minho menyalahkan dirinya sendiri.

***

“Omo.. Kau cantik Suzy ah!” puji Krystal di meja rias. Melihat Suzy yang memakai gaun panjang berwarna merah, warna kesukaan Krystal. Rambutnya dia urai dan memakai mahkota kecil di belahan poninya. Krystal memakai dress mini biru yang memperlihatkan bahu polosnya dan paha mulusnya. Rambutnya dia blow wavy seperti biasanya. Dia tidak terlalu suka make up yang berlebihan. Karena Minho juga tidak menyukainya.

“Makasih Krystal, kau banyak membantuku! Kalau tidak ada kau, aku tidak mungkin bisa bertunangan dengannya. Dia sangat keras seperti batu dulu.” Gumam Suzy.
“Yah.. memang seperti itulah Froggy ! dia keras karena dia sedikit pemalu padamu. Maklum lah, kau sangat cantik.” Puji Krystal. Dia sedikit iri dengan Suzy yang memiliki kecantikan yang luar biasa itu.

“Krystal ah, acara sudah mau di mulai! Cepat ke podium!” Panggil Ibu Minho. Ya, Karena Krystal lah yang akan menjadi MC pada malam ini.

Saat Krystal berjalan menuju Hall tempat pesta berlangsung, tiba-tiba seseorang menariknya. Krystal kaget saat dia di bawa di toilet pria.
Dia hampir berteriak tapi tertahan saat Minho sudah ada di depannya. Memburu nafas dan memegang kedua pundaknya.
“Ya Frog! Apa yang kau lakukan! Kau membuatku hampir jantungan!” Krystal memukul pundaknya.
“Catty.. Apa kau benar-benar setuju aku melakukan ini? Apa ini keinginan hatimu? Apa menurutmu aku akan bahagia?” Tanya Minho. Dia menatap tajam mata Krystal. Mengharapkan jawaban yang berlawanan dari pertanyaanya. Krystal diam. Matanya berkaca-kaca.
“Ya tentu saja aku akan melakukan apa saja untuk kebahagiaan Froggyku. Dan kau akan bahagia dengan Suzy! Aku setuju.” Jawab Krystal dan langsung mengecup singkat bibir Minho. Minho kehabisan kata-kata. Dia sama sekali tidak mengharapkan jawaban itu.
“Itu ciuman terakhir kita sebagai sahabat. Kau akan bertunangan sekarang. Dan kita harus membatasi skinship kita! Arraseo frog?” Tanya Krystal sedikit bercanda dan mencubit kedua pipinya. Namun itu tidak berhasil membuat ekspresi dingin Minho berubah.
“Arrasseo.. aku masuk duluan.” gumam Minho dingin. Meninggalkan Krystal yang kini meneteskan airmatanya.

***

“Hadirin sekalian, kita sambut pasangan yang serasi ini untuk naik ke atas panggung. Choi Minho dan Bae Suzy!” Krystal memperkenalkan mereka. Minho dan Suzy pun berjalan masuk melewati blue carpet dan dipandang beratus pasang mata undangan. Minho sangat gagah memang dengan Tuxedo hitamnya. Suzy melingkarkan tangannya pada Minho dan melempar senyum pada para undangan. Minho tak tersenyum. Dia hanya memandang lurus kedepan. Tepatnya memandang Krystal yang berdiri dengan cantiknya di panggung. Krystal tahu Minho terus menatapnya dari jauh. Dia tidak ingin orang lain heran kenapa Minho tidak tersenyum.

“Wah, sepertinya Sang pangeran Katak terlalu gugup karena berdampingan dengan wanita secantik Bae Suzy. Saudara Choi Minho, mana senyumnya? Malu loh anda di rekam kamera.” canda Krystal membuat para undangan tertawa dan menyetujui perkataannya.

Karena acara tunangan ini di buat dengan tema standing party dan juga western, jadi acaranya tidak terlalu formal. Undangan bahkan bisa mengajak bicara pasangan yang sedang menuju panggung ini. Minho sadar akan kebodohannya dan mulai memberi senyum terbaiknya.

“Sebelum menyematkan cincin pertunangan, kita dengar sepatah kata dari keluarga.”
Ucap Krystal. Orang tua Minho dan Suzy maju ke atas panggung.

“Terima kasih undangan telah hadir. Saya sudah lama mengagumi Minho sebagai anak yang sangat pintar. Beruntung anak saya yang menjadi pasangannya. Saya sangat senang. Saya harap Minho bisa menjaga Suzy dengan baik.” Gumam Ayah Suzy.
“Minho sangat manja dan kekanak-kanakan. Suzy ah, kau jaga dia. Sudah saatnya Krystal melepaskan tugasnya sebagai penjaganya.” Ucap Ayah Minho. Mendengar namanya disebut, Krystal hanya menunduk. Minho menyadari hal itu dan menatapnya sedih.
“Babo!” gumam Minho dalam hati.
Setelah ucapan dari orang tua, mereka saling menyematkan cincin. Itu adalah saat paling menyakitkan bagi Krystal. Dia tahu, saat cincin itu tersemat, dia harus rela melepas Minho.
“Apakah ini akhir?” ucap Minho setelah menyematkan cincin di jari Suzy. Suzy sangat senang dan menatap Minho sambil tersenyum. Minho membalas senyumnya.

“Baiklah, saat yang ditunggu-tunggu! KISS! Choi Minho silahkan mencium tunangan anda.” Ucap Krystal. Minho menatap Krystal cukup lama. Tidak rela harus mencium Suzy di depannya.

“Kenapa menatap MC? Gugup karena tidak tahu cara berciuman?” Ledek Krystal menbuat seisi gedung tertawa dengan celetukannya. Minho menghela nafas dan mengangguk pelan. Dia menatap Suzy dan akhirnya mendekatkan wajahnya. Suzy menutup matanya sambil tersenyum. Dan akhirnya, bibir mereka bertemu. Minho langsung melepasnya. Suzy tersenyum dan memeluk Minho.

“Jangan menangis disini babo!!!” teriak Krystal dalam hati.

***
1 Bulan kemudian.

Minho dan Suzy sudah semakin dekat, mereka sering keluar untuk kencan. Walaupun hanya bertemu 7 hari dalam sebulan, tapi mereka mengisi waktu itu bersama. Suzy sangat perhatian pada Minho. Kadang dia membuatkan makan siang untuknya. Dia bahkan menjahitkan syal untuk Minho. Minho menyayangi Suzy karena sangat baik dan mengerti Minho. Tapi dia tahu, ada sesuatu yang hilang dari hidupnya. Krystal. Semenjak pertunangan itu, Krystal tidak pernah lagi mau tidur bersamanya. Walaupun mereka tetap saling meledek dikampus, tapi Krystal tidak seperti dulu. Dia tidak mau berpelukan bahkan berciuman dengannya. Ya, Minho tahu. Dia sudah tunangan dan itu memang seharusnya. Setiap dia datang kerumah Minho, dia tidak mau lagi masuk kedalam kamar. Hanya sebatas makan bersama dan bercanda diruang tamu. Saat Minho datang kerumahnya pun, Krystal tak pernah mengajaknya bercanda di kamar lagi. Semua berubah. Hidupnya berubah.

Minho ingin sekali menyesali keputusannya untuk bertunangan. Tapi mengingat ucapan Krystal yang menganggapnya sahabat, Minho sangat sakit dan menganggap tunangan ini mungkin keputusan yang benar. Sejak saat itu Minho juga sudah tidak pernah bermain wanita lagi karena dia menghargai Suzy sebagai tunangannya.

***

“Minho, apa gaun ini cantik?” Suzy keluar dari ruang ganti dan dengan anggunnya memakai gaun pengantin yang dicobanya. Minho menatapnya kagum. Dia tersenyum.
“Aku suka yang ini, yang ini saja ya?” ucap Minho. Suzy mengangguk.
“Ok, yang ini saja..” ucap Suzy. Dia masuk dan kembali mengganti pakaiannya seperti semula. Mereka memesan gaun itu untuk pernikahan mereka minggu depan.
“Minho yah… kenapa Krystal jarang dihubungi akhir-akhir ini? Apa dia sakit? Padahal aku ingin dia juga memilih gaun pengantin kita. Seleranya sangat bagus. Gaun merah waktu itu saja dia yang pilihkan..” gumam Suzy. Mereka berjalan menuju mobil sambil Suzy melingkarkan tangannya di lengan Minho. Minho tersenyum mendengar gaun merah itu pilihan Krystal. Tidak heran gaun itu sangat cantik. Warna kesukaan Krystal.

“Akan lebih bagus lagi kalau kau yang memakainya Catty..” gumam Minho dalam hati.

“Ya! Kau mendengarku atau tidak?” tanya Suzy. Minho terkekeh pelan.
“Sorry sorry.. haha.. kau tahu sendiri kan dia, sibuk mengurus tugas kuliahnya. Sok sibuk. Aku saja di acuhkannya sekarang..” ucap Minho mengelus rambut Suzy.

***
6 Hari kemudian

Krystal POV

2 Minggu lalu aku sudah memutuskan untuk menerimanya Kai sebagai pacarku. Walaupun perasaan ini tidak bisa berbohong, tapi aku harus move on. Minho sudah bahagia. Tidak seharusnya aku menempel padanya lagi. Terimakasih Tuhan aku bisa menghadapi 1 bulan dengan tidak terlalu dekat dengannya. Walaupun setiap bertemu dengannya aku selalu rindu memeluknya, aku lega aku bisa menahannya. Krystal, kau memang wanita yang kuat.

Hari ini Kai ulang tahun, dan dia mengundangku untuk makan malam disalah satu BAR yang sudah dia sewa. Ini pertama kalinya aku pacaran dan aku berusaha memberikan yang terbaik untuk pacarku. Mungkin aku akan memberikan ciuman pertamaku dengan orang lain selain Minho pada Kai. Dia pantas mendapatkannya.

Froggy yah.. kau bahagia kan sekarang?

***
Author POV

Hari menunjukan pukul 00.00 AM. Krystal belum juga pulang kerumah. Orangtuanya sangat mencemaskannya karena Krystal sama sekali tidak mengangkat telponnya.

~i believe i can fly.. i believe i can touch the sky… (Hp Minho)

Minho terbangun dari tidurnya saat melihat Ibu Krystal menelpon.
“Yoboseyo tante..”
“Minho yah.. Krystal bilang padamu dia kemana? Dia belum pulang sampai sekarang. Ini pertama kalinya dia keluar bukan denganmu. Aku khawatir. Dia tidak mengangkat telponnya. Katanya dia pergi ke ulang tahun Kai.. tapi Kai pun tidak mengangkat telponnya”

Mendengar itu, kantuk Minho jadi hilang. Dia terduduk di kasurnya dan matanya membulat.
“Omo.. tante.. baiklah, aku akan mencarinya. Tante tenang saja..” ucap Minho. Dia mematikan telponnya dan berdiri, mengambil jacketnya dan kunci mobil. Bersiap keluar kamar. Tapi saat itu juga, Hpnya berdering lagi. Minho langsung menjawabnya.

“Ya Tante aku akan segera per…”

“Mi..Minho..”

“Ca.. Catty? Kau dimana? Ada apa dengan suaramu?” Minho terhenti saat mendengar suara Krystal. Ternyata Krystal yang menelponnya.

“A..Aku dibawah.. buka pintunya..” ucap Krystal. Minho langsung berlari kebawah. Semua orang rumah sudah tidur. Dia membuka pintu rumahnya dan Krystal langsung menyambar memeluknya. Minho kaget dan membalas pelukannya. Sudah 1 bulan dia tidak merasakan pelukan ini. Hati Minho berdegup kencang.

“Ada apa Krystal?” tanya Minho. Dia bingung dengan tingkah laku Krystal.
Tapi isakan tangis Krystal membuat Minho sadar, ada sesuatu yang sudah terjadi. Dia melepas pelukannya dan kaget saat melihat pakaian krystal sedikit sobek. Eyelinernya sudah mencair, serta lipstiknya berantakan.

“Apa yang terjadi padamu? Siapa yang membuatmu menangis?” tanya Minho menggoncangkan badan Krystal yang menangis terisak. Krystal tidak menjawabnya dan kembali memeluknya. Minho langsung meneteskan airmatanya. Dia sangat sakit melihat Krystal menangis. Selama ini dia tidak pernah melihatnya menangis kecuali saat mereka masih kecil. Karena tidak ingin membangunkan pembantu ataupun orangtuanya, Minho langsung membawa Krystal kekamarnya.

Krystal duduk di atas kasur, masih dengan tangisannya.
“Catty.. siapa yang membuatmu seperti ini? Sebenarnya apa yang terjadi? Tolong jawab aku.” Pinta Minho. Memegang erat tangannya.

“Kai..Di.. Dia mabuk dan mencoba memperkosa aku. A..Aku takut Choi Minho. ruangan itu dikunci dan bar itu sangat ribut. Bahkan teriakan minta tolong pun tak ada yang dengar. Dia memperlakukanku dengan kasar. A.. Aku hampir diperkosa..” Tangis Krystal pecah dan dia menutup wajahnya dengan kedua tangan. Minho mengepalkan tangannya. Dia sangat emosi mendengarnya. Ingin sekali dia menghajar yang namanya Kai saat itu juga.

“Lalu.. bagaimana kau keluar?”

“Ada pelayan yang mengantarkan pesanan kami. Pelayan itu punya kunci dan membuka pintunya. aku langsung lari saat itu juga.. a.. aku takut.. kalau pelayan tidak datang, aku pasti sudah…”
Minho langsung memeluknya.
“ssshh.. sudah.. tidak usah dibahas. Tenanglah, ada aku disini..” Minho mencium keningnya dan memeluknya erat. Krystal mereda dan mempererat pelukannya.

“Maafkan aku..”
“hmm? Untuk apa?”
“Kau akan menikah besok tapi aku malah terus membuatmu cemas..”
“Tidak usah dibahas Catty..” Minho menatap matanya cemas dan menghapus airmatanya.
“Kau jadi jelek kalau menangis..” ledek Minho. Mencubit kedua pipinya.

***
“Mandi sana, kau bau alkohol!” suruh Minho, mendorong Krystal menuju kamar mandi. Krystal tersenyum. Dia merindukan saat-saat seperti ini, saat dimana mereka saling meledek dan memerintah.
Krystalpun mandi. Mencoba membersihkan kenangan buruk yang baru saja terjadi. Dia bersyukur hal itu tidak terlampau terlalu jauh. Dia bisa menyelamatkan dirinya.

15 menit kemudian, krystal keluar masih dengan tubuh yang basah dan polos dari kamar mandi. Minho sedang menonton di atas kasur.

“Aissh.. Froggy ! Tidak ada handuk kering di kamar mandi! sejak aku tinggalkan kau tidak mengurusi apapun disini! Dasar pemalas..” Krystal membawa baju kotornya dan melemparnya di keranjang baju kotor tepat diluar pintu kamar mandi. Minho menatapnya sekilas dan tersenyum.
“Lap pakai baju bersih saja. Handukmu dan handukku sudah kotor. Dua-duanya aku pakai beberapa hari ini. Hehe.. Aku lupa suruh ahjumma mencucinya.” Minho menggaruk kepalanya. Krystal hanya menggeleng menuju lemari Minho. Mengambil baju dan mengeringkan badannya dengan itu.

Tiba hati Minho berdegup kencang. Melihat Krystal berdiri dengan badan tanpa busana mengeringkan badannya sambil menonton tepat disamping kasur Minho membuat Minho memikirkan hal yang tidak-tidak. Ditambah lagi mengingat Kai hampir merenggut keperawanan Krystal membuat Minho semakin panas.

”Kai tidak merebut yang tidak seharusnya dia ambil kan?” tanya Minho. Terus mengunci pandangannya di badan Krystal. Krystal membuang nafas panjang karena kembali mengingat kejadian yang nyaris itu. Krystal menggelengkan kepalanya.
“Tidak sempat.. Kupikir lain kali aku harus ke bar itu dan berterima kasih pada pelayan itu..dia yang menyelamatkanku secara tidak langsung..”
“Andwae! Jangan pergi ketempat seperti itu lagi..” larang Minho. Krystal tersenyum dan menatapnya. Senyuman yang membuat hati Minho mencair.
“Ne.. arasseo.. aku tidak akan kesana lagi..maafkan aku.” Ucap Krystal.

“Besok aku harus menemui Kai, memutuskan hubungan kami..” sambung Krystal. Tanpa dia sadari , Minho sudah berdiri dari kasurnya dan memeluknya dari belakang. Memeluk badannya yang belum memakai apa-apa. Krystal melotot.
“Ya! Frog! Aku belum pakai baju babo! Lepas dulu..!” Krystal berusaha melepas tangannya tapi Minho memeluknya sangat erat. Perlahan dia mencium leher Krystal dari belakang.
“Jangan menemui Kai, aku tidak sudi pria seperti dia berbicara dengan Cattyku!” dia melanjutkan ciumannya. Tangannya mulai menjalar keseluruh tubuh Krystal, membuat Krystal merasa panas.
“Frog, jangan seperti ini.. kau punya Suzy…” Krystal menahan desahannya. Minho membalikan badannya dan mencium Krystal dengan ganasnya. Sekitar 1 menit mereka berperang mulut, krystal mendorongnya!
“Cukup Choi Minho! Pikirkan Suzy!” teriak krystal.“Aku ingin melakukannya denganmu! Aku tidak ingin pria lain mendapatkanmu! Dan aku tidak ingin Suzy yang mendapatkan tubuhku duluan ! kau lupa kita selalu mendahulukan satu sama lain? Aku ingin kau yang pertama! Aku marah saat ada pria lain yang mencoba menyentuhmu. Aku cemburu ! Aku cemburu saat tahu kau berpacaran dengan Kai, aku marah saat kau tidak pernah mau memelukku lagi. Aku marah saat aku tidak bisa tidur denganmu lagi, aku marah saat kau menjauh. Catty yang selama ini ada untukku sudah berbeda. Tidak bisakah kau menjadi Catty yang sebelumnya untuk malam ini saja? Ku mohon..” mata Minho berkaca-kaca. Terlihat dia memang sudah menyimpan kekecewaan ini sejak lama.

“Kau akan menikah Minho.. besok.. itu besok.. kau tidak bisa seperti ini.. kita tidak bisa seperti dulu..” Krystal mengeluarkan airmatanya. Dia sakit. Sangat sakit. Bohong kalau dia bilang tidak apa-apa.

“Malam ini saja, ini terakhir kalinya. Aku mohon, aku merindukanmu. Aku merindukan kita yang dulu..” Pinta Minho menghapus airmata dikedua wajah Krystal. Krystal terdiam sejenak. Setelah itu mengecup bibir Minho singkat.
“Baiklah..” ucap krystal.

Dia tahu ini gila, tapi dia ingin memberikan hadiah yang terbaik untuk Minho sebagai hadiah terakhirnya. Dia tahu setelah Minho menikah, dia tidak berhak lagi melakukan hal seperti biasa dengan Minho. Ini kesempatan terakhirnya. Walaupun sakit, Krystal mencoba mengabulkan permintaan Minho. Minho mulai menciumnya. Ciuman mereka semakin panas dan Minho melepasnya untuk membuka bajunya sendiri. Dia membaringkan krystal di atas kasur, dan setelah itu terjadilah hubungan intim mereka. Tak ada yang bisa menghalangi keinginan mereka malam itu. Kedua-duanya sama-sama ingin memberikan ke-virginan mereka kepada satu sama lain. Untuk orang yang mereka cintai. Walaupun kata ‘cinta’ itu sendiri tidak pernah mereka katakan. Hanya menjadi kata yang tertunda dan membuat kesalahpahaman itu terus terjadi antara mereka.

***
KEESOKAN HARINYA

“Tante.. aku ke kamar Minho dulu..” ucap Suzy. Pagi ini dia sangat senang karena ini adalah hari pernikahannya dengan Minho. Dia berjalan riang menuju kamarnya. Tapi pemandangan saat dia membuka pintu kamar membuat air mata Suzy terjatuh. Minho sedang tidur bersama Krystal tanpa busana dengan ditutupi selimut di setengah badan mereka. Minho memeluknya. Suzy menutup mulutnya shock. Perlahan dia berusaha menenangkan dirinya dan menutup pintu itu pelan. Dia turun dan memilih membantu ibu Minho menyiapkan sarapan. Dia beralasan membiarkan Minho tidur dulu karena dia terlihat pulas pada ibu Minho.

1 jam kemudian, Krystal terbangun. Dia melihat disampingnya Minho masih tertidur. Pandangan tidak sekalipun dia alihkan. Dia tahu, setelah ini, dia tidak bisa sedekat ini melihat wajah Minho. Krystal menyentuh alisnya, mata, hidung serta mulut Minho. Dia tersenyum.
“Yeokshi.. kau memang tampan Frog.. “ gumam Krystal. Tak sadar air matanya meleleh. Tanpa dia sadari, sebenarnya Minho sudah bangun. Hanya saja dia berpura-pura. Saat mendengar Krystal menangis, Minho hanya bisa menahan sakit hatinya. Menahan dirinya untuk tidak menghapus airmata Krystal. Krystal bangun dan memakai baju. Karena Krystal sering tidur dan mandi disini, bajunya banyak dilemari Minho begitupun sebaliknya.

***
Krystal turun dan kaget saat melihat Suzy sudah ada.
“Omo.. Suzy.. kapan kau datang? Ta.. tadi kau naik ke kamar?” tanya Krystal gugup. Dia takut kalau Suzy melihat mereka. Suzy hanya tersenyum ramah.
“Baru datang sejam yang lalu, mau ku bangunkan tadi, tapi aku takut mengganggunya. Aku pikir dia butuh istirahat, jadi aku batal masuk kamar. Haha.. jadi kau tidur dengannya semalam?” tanya Suzy. Krystal menggaruk kepalanya tidak enak.
“Ne.. Mi.. Mianhae..” ucap Krystal. Dia berusaha mencari alasan untuk membuat Suzy tidak kecewa.
“Hmm… kau tahu kan froggy banyak maunya. Di..Dia menyuruhku tidur dengannya karena ingin bertanya soal kau lebih banyak. Nanti malam kan kalian akan sah, dia bertanya tips membuat istri bahagia padaku. Dasar anak itu. Aku kan belum menikah. Pertanyaannya ada-ada saja..aku tertidur mendengar sejuta pertanyaannya.” ucap krystal memutar matanya, berpura-pura memperlihatkan tampang kesalnya. Suzy hanya tertawa melihatnya, walaupun dalam hati dia sangat sakit.
“Dasar anak itu, tidak bisa lepas dari Catty nya..” Ibu Minho ikut tertawa.
“Ya umma! Sudah ku bilang hanya aku yang boleh memanggilnya Catty!!” ucap Minho saat turun tangga. Mereka semua tertawa. Sedangkan Suzy, dia hanya tersenyum kecil.

****

Krystal menyisir rambut Suzy didepan meja rias. Mereka sekarang berada di ruang ganti yang ada di gereja. Suzy sudah sangat cantik dengan balutan gaun putih. Sebentar lagi pernikahan akan segera di mulai. Krystal ingin menangis karena dalam waktu beberapa menit saja, Minho Frog nya bukan Minho yang sama lagi. Suzy menyadari kekosongan di mata Krystal saat menyisir rambutnya.

“Krystal, waegurrae?” tanya Suzy. Krystal dengan cepat menggeleng dan tersenyum.
“anni.. hehe..”

“Pengantin wanita harap bersiap, 15 menit lagi, acara di mulai. Pengantin pria sudah ada di gereja.” Salah satu panitia pernikahan ini menyampaikannya. Krystal tersentak, begitupun dengan Suzy.

15 menit kemudian

***“Hadirin sekalian, kita sambut pengantin pria kita, Choi Minho, harap memasuki altar.Hadirin di mohon berdiri.” Sesaat setelah MC berbicara, Minho berjalan menggandeng Ibunya diiringi lagu pernikahan. Dia memakai Tuxedo putih yang sangat elegan. Semua mata tak berhenti menatapnya. Dengan gugup Minho mendekati altar dan berdiri disana, berbalik dan menunggu pengantin wanitanya.
“Sekarang, kita sambut pengantin wanita..” semua orang menyoraki karena Suzy memakai gaun yang sangat indah. Ada dua anak sebagai pagar ayu dan terus menyebarkan bunga di belakang pengantin. Minho tersenyum, gaunnya sangat cantik. Tiba-tiba Minho teringat akan Krystal, pandangannya dia alihkan dari Suzy dan malah mencari Krystal. Dia menolehkan kepalanya tapi tak mendapati Krystal disemua sudut gereja.
“Hah.. dia pasti sedih harus melepaskan sahabatnya..” gumam Minho. Tanpa sadar pengantin sudah ada disampingnya. merekapun berbalik dan menatap pendeta yang sudah berdiri di atas altar.

“Saudara Choi Minho, bersediakan kau menerima pasanganmu, mencintai, menjaga dan merawatnya, baik dalam suka maupun duka, sampai maut memisahkan kalian?” tanya pendeta. Minho mengangkat tangannya. Membulatkan tekadnya walaupun dia tahu hatinya memberontak.

“Saya bersedia..”

“Saudari Jung Krystal, bersediakah kau menerima pasanganmu, mencintai, merawat dan mendampinginya, baik dalam suka maupun duka, sampai maut memisahkan kalian?”

Minho membulatkan matanya saat mendengar nama JUNG KRYSTAL disebutkan. Dia sangat kaget dan langsung menatap pengantin yang ada disampingnya. Wajahnya memang masih tertutup dengan kain kaca. Minho pikir pendeta salah menyebutkan nama, tapi mendengar suara pengantin wanita itu, Minho baru sadar itu memang Krystal.

“Saya bersedia..” Ucap krystal mengangkat tangannya. Minho masih terkurung dalam kebingungan.

“Sekarang silahkan sematkan cincin di jari masing-masing.” Ucap pendeta. Tak disangka, Suzy muncul sebagai pembawa cincin. Harusnya ini terbalik, Krystal harusnya membawa cincin untuk mereka. Suzy hanya tersenyum sambil mengangguk menatap Minho. Minho menyadari kalau Suzy tahu akan hubungannya dan juga perasaannya pada Krystal. Kebingungan hilang dari wajahnya dan dia membalas senyuman Suzy. Dia mengambil cincin itu dan memakaikannya di jari Krystal. Krystalpun demikian. Memakaikan cincin di jari Minho. Suzy kembali dengan senyum lebar di wajahnya.

“Sekarang, silahkan cium pengantin wanita sebagai tanda kalian telah bersatu.” Ucap Pendeta. Dengan perasaan gugup, Minho membuka kain penutup wajah Krystal dan memindahkannya ke belakang. Dia tersenyum senang karena Krystal benar-benar terpampang di depan wajahnya.
“Ya! Menghayal terus! Ppali frog!” bisik Krystal. Minho tersadar lalu mencium istrinya itu. Semua undangan bertepuk tangan.

FLASHBACK

“Pengantin wanita harap bersiap, 15 menit lagi, acara di mulai. Pengantin pria sudah ada di gereja.”

“Krystal ah.. masih ada waktu 15 menit, aku ingin meminta sesuatu.”
“Apa itu? Jangan yang aneh-aneh ya. aku masih anak kuliah, uang jajanku belum banyak.. tidak bisa membelikanmu hadiah yang mah..”

“Menikahlah dengan Minho” ucap Suzy tiba-tiba. Memegang kedua tangan Krystal. Krystal tersentak.

“Mwo? Ja..Jangan bercanda.. haha.. kau ada-ada saja”

“Aku serius, kalian saling mencintai Krystal. Hanya saja kalian tidak berani mengakuinya. Aku bisa melihatnya dari mata Minho. Aku juga mendapati kalian tidur bersama. Aku memang kecewa tadi, tapi aku sadar, kalian memang saling mencintai. Hanya saja Minho terlalu pengecut untuk mengakuinya. Matanya saat membicarakan tentangmu padaku sangat bercahaya. Aku tahu dari situ. Aku pikir dia sudah mencintaiku, ternyata aku salah. Aku tidak ingin merebut kebahagiaan orang yang saling mencintai. Aku sudah mengatakan ini pada orangtuaku dan juga orangtua Minho tadi siang. Orangtuaku awalnya tidak setuju, tetapi mendengar penjelasanku, mereka menyetujuinya. Dan orang tua Minho, mereka menangis karena tidak menyadari perasaan kalian berdua. Minho belum mengetahui apa-apa. Ku mohon Krystal, jadilah istrinya. Ini permintaanku yang terakhir padamu. Setelah kalian menikah, aku ingin fokus dengan kuliahku di Amerika. Jadi kumohon kabulkan permintaanku sebelum aku benar-benar pergi dari korea.” pinta Suzy. Matanya berkaca-kaca. Krystal menangis mendengarkan penjelasan Suzy. Dia memeluknya dan terisak.

“Mianhae Suzy..”
“Haha.. kenapa minta maaf.. aku yang seharusnya mengatakan ini karena tidak menyadarinya dari awal. Aku memisahkan kalian.. sekarang ayo cepat kita ganti baju! Jangan menangis lagi, kau jadi jelek..aigooo.” ucap Suzy melepas pelukannya. Krystal tersenyum dan mengangguk.
“Suzy.. Gomawo..” gumam krystal dalam hati.
FLASHBACK END
****

“Ya frog!! Bantu aku melepaskan gaun! Ribet nih!” teriak Krystal yang berkutat dengan gaunnya yang rumit.
Minho masih asik membuka kado pernikahan dari para undangan. Mereka sedang berada di kamar Minho. Orangtua Minho padahal sudah memesan hotel berbintang untuk menjadi tempat malam pertama mereka, tapi Krystal menolaknya dan lebih memilih kamar Minho, tempat yang penuh kenangan mereka.
“YA FROG!!” menyadari teriakan Krystal, Minho langsung bangkit dari tempat tidur dan tertawa sambil berjalan ke arahnya.
“Aigoo.. Catty, aku sudah jadi suamimu! Jangan meneriakiku seperti itu lagi..” Ucapnya sambil membantu membuka resleting yang terletak disamping. Dia juga membantu melepas asesoris kepala Krystal. Saat semua terlepas dan Krystal hanya memakai dalaman, Minho langsung memeluknya dari belakang.
“Hah.. akhirnya kau menjadi istriku. Aku benar-benar tidak menyangka..” ucap Minho.
“Aku saja tidak menyangka kau benar-benar mencintaiku, aku pikir kau hanya menganggapku sahabat.” Ucap krystal sambil memegang tangan Minho yang melingkar di perutnya.
“Maaf aku tidak pernah berani mengakuinya..” ucap Minho menyandarkan dagunya di bahu Krystal. Krystal tersenyum.
“Maaf aku juga tidak pernah berani mengaku..” gumamnya.
Minho membalikan badan Krystal dan menciumnya singkat.

“Dengar baik-baik catty, Aku mencintaimu. Sangat mencintaimu..” ucap Minho tulus. Krystal berkaca-kaca mendengarnya. Ini pertama kalinya dia mendengar pengakuan langsung dari mulut Minho.
“Na do Saranghae..” Ucap Krystal. Mengakhiri pengakuannya dengan ciuman lembut dibibir Minho. Minho langsung memeluknya

“Sudah bolehkah kita menikmati malam pertama? Aku sudah tidak sabar.” Gumam Minho dipelukannya. Krystal langsung mendorong dan memukul pundaknya.
“Tidak ada malam pertama! Kau sudah melakukannya semalam..” tolak Krystal.
“Aissh.. kalau begitu malam kedua..” bujuk Minho. Krystal menggeleng cepat berpura-pura menolak dan menjulurkan lidahnya. Minho mengejarnya dan merekapun tertawa bersama.

TAMAT
HIHIHI
To Nia eon : gimana ceritanya? Kurang memuaskan? Happy belated birthday!

To Readers : Panjang ye? Maaf, author abis makan banyak makanya ngetiknya bertenaga n gak capek’’. lol Gimana ceritanya? KOMEN SANGAT DI HARGAI with love, Patty!

Categories: Fanfiction | Tags: , , | 20 Comments

Post navigation

20 thoughts on “I’m Here…

  1. cheny

    Bagus.. Ga masalah panjang atau pendek ceritanya.. Justru aku suka yg panjang.. Lebih seru baca nya wkwkwkw… Author yadong juga… Syukur aja yadongnya nggak gimana gitu jadi santai wkwkwk

  2. Zizi~

    Muehehe:)) ada NCnya juga. But good job thor. Keren! Keep writing^^

  3. achan gimbelz

    kyaaaa. bagus.bagus
    minho oppa neo… aiish jinjja !!!!
    nappeun namja !! kekekekek :p

  4. jalan ceritanya bikin deg-deg an, aku pikir Minho bakal nikah ama Suzy

    aaaaaaaaa i love it!!!!

  5. Novy wekwekk

    oh my goshh 0,0
    GREAT! sumpah.. aku speechless bacanyaa!! alurnya campuran kan? tapii emang keren.. aku bahkan gak bingung samaa ceritanya yg bolak balik, rapih bangett authorr😄
    well.. suka bgtt ama gaya sahabatan Minstal disinii.. gak biasa, lucu, lain dehh.. Kreativ gilaa nih author *,*
    entah kenapa, setiap aku baca fanfic Mnstal karyamu, semuanya pasti berkesan.. feelnya dapett bgtt!! entah yang pake chapter, Oneshoot, etc.. semuaa pastii okke T,T

    bikin ff Minstal lagii yaa^^ with romantic genre tapii.. itu harus sihh😀
    Cemungudhh authorr😀

  6. sonexo

    Keren banget thor! Untung suzy nya ngalah jadi krystal+minho bisa bersatu (´⌣`ʃƪ)
    Sangat ditunggu sequelnya~ ^^

  7. githapril

    omo~ its so nice story >< d tnggu ff minstalnya yg laen eaa..:)

  8. Intan

    sip, thor🙂 minstal lagi pliss😀

  9. Ahahaha mantap thor ceritanya xD
    aku malah sneng baca ff panjang, drpda yg pendek gk bkin puas wkwkw…
    keep writing thor (y)

  10. SulliVans

    Keren! Thor! Ceritanya..
    Bikin aku senyum-senyum gaje bacanya!😄

  11. Ceritanya keren.. Aku suka temanya..
    Terkadang kalau kasus nya udah kaya minstal, itu udah susuah dibilang cinta sebagi sahabat.. Karna pasti ad persaan lebih..
    Ceritanya panjang tapi nggak berasa. DAEBAK author..!!

  12. Ceritanya keren.. Aku suka temanya..
    Terkadang kalau kasus nya udah kaya minstal, itu udah susuah dibilang cinta sebagi sahabat.. Karna pasti ada persaan lebih..
    Suzy sabar banget..
    Ceritanya panjang tapi nggak berasa. DAEBAK author..!!

  13. lee airin

    waaah ,
    bgus cerita.na ,
    suka sma gya shabatan.na minstal ,
    pkok.na bagus bgt . ^^

  14. crystallia

    kreatif banget, rapih ceritanya, aku suka karakter minstal yang sahabat itu, keren banget ^^ love it

  15. kerenn
    thor tolong lanjutkaan pliss kasi sequeelll

  16. keren banget thorrr!!

  17. Waaaahhhh sahabat jadi cinta beneran nih. So sweet …
    Oke banget thor …

  18. parkhyojin

    speechless
    ini bagus banget. emang ff-nya udah lama tapi aku bar suka baca ff jadi baru baca. dan ini ff favorit aku. thanks banget buat authornya karena udah nulis ff ini
    and keep writing

  19. aryati

    Aigoo suka bgt dgn alurnya hwaaaa keren bgtttttttt pengen sequel hahahaha keep writing

  20. vankaka

    jiah, minstal.. untung aja mereka happy ending^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: