Lie & Lie Part 2

945389_460992333978718_667831803_nLie & Lie Part 2
Cast:
Choi Minho
Jung Soojung
Lee Taemin
Choi Sulli

Genre : Romance, Friendship

Rating : PG 13

Author : Patty

Note : Yooo~ ahaha.. lama nunggu? Nggak dong ya, kan patty biasanya nunda itu sampe setahun, kalo masih bulan mah belum masuk kategori lama kan ya? #DIGEREKREADERS
Okok, SORRY! Gak banyak permintaan maaf, langsung baca aja! hihi

***

“Soojung, aku minta maaf..” Sulli mendekati Soojung yang mengasingkan diri di pojok kantin sambil memakan nasi goreng kimchi yang dia bawa dari rumah. Sedari tadi dia tidak pernah mau berbicara dengan Sulli. Membuat Sulli merasa bersalah.

“Ok, aku minta maaf.. Soal Taemin, aku tidak mengatakan hal tentangnya karena aku takut kau akan menjauhiku. Kau paling anti dengan anak populer. Taemin paling terkenal di sekolah ini. Jadi kau pasti tidak mau lagi berteman denganku kalau tahu aku ini pacarnya.” Sulli duduk berhadapan dengannya. Soojung hanya menatapnya sebentar dan melanjutkan makannya.

“Kalau aku tidak berteman denganmu, kau kan bisa cari teman yang lain..” gumam Soojung.
“Shirreo, kau satu-satunya orang yang aku percayai dan aku sayangi. Walaupun kita belum sampai setahun bersama, tapi kau adalah temanku yang sangat berharga Soojung. Hanya kau yang berteman denganku tanpa mempedulikan gayaku yang seperti ini. Kau juga selalu bersedia mengajariku pelajaran apapun. Kau bahkan selalu memarahi orang-orang yang menghinaku. Kau tak pernah mau ku antar pulang dengan mobilku. Kau selalu bekerja untuk membiayai uang sekolahmu. Aku sangat mengagumimu sebagai sahabatku Jungie. Ku mohon, jangan marah lagi. Aku tidak mau kehilanganmu..” ucap Sulli. Matanya berkaca-kaca. Tiba-tiba Soojung yang sedang mengunyah nasi gorengnya langsung muncrat dan semua nasinya berserakkan di meja dan sebagian di wajah Sulli. Sulli terdiam sebentar dan kemudian berteriak merengek.
“Soojungieeeee…!!!!” dia memasang tampang sedihnya. Krystal tertawa dan mengambil tissue lalu membantu membersihkan wajahnya. Ekspresi wajahnya kembali normal.
“Babo!! Siapa suruh ucapanmu puitis seperti itu! Bagaimana aku tidak muncrat! Aku tidak mau kehilanganmu? Kau pikir ini sinetron!” ucap krystal. Senyuman Sulli langsung mengembang. Dia tidak mempedulikan wajahnya yang berantakan.
“Tidak marah lagi?” Tanya Sulli. Krystal memutar matanya.
“Huh, bagaimana aku bisa marah kalau kau sudah bicara seperti itu. Lagian, aku tidak punya teman selain kau.. Makanya jangan berbohong lagi. Kau tahu kan hal yang paling aku benci adalah dibohongi.”
“Hehe.. arrasseo.. lagian aku berbohong belum terlalu lama kok. Aku jadian dengannya baru 3 bulan ini. Jadi kebohonganku kadarnya belum tinggi.” Ucap Sulli sambil menyengir. Krystal menggeleng. Tidak habis pikir dengan kepribadian 3 dimensi sahabatnya ini.

Saat itu, Sulli menjelaskan bagaimana dia bisa kenal dengan Taemin. Mengenai Taemin adalah tetangganya dari kecil. Dari SD mereka terus bersama. Hanya saja saat masuk SMP, banyak cowok yang naksir padanya. Taemin yang mengaku diri sebagai sahabat Sulli mulai risih dengan kehadiran banyak cowok di sekitarnya. Dia tidak suka ada orang lain dekat dengan Sulli selain dia. Lama kelamaan sikap Taemin semakin menunjukan kalau dia sangat menyayangi Sulli. Saat Taemin masuk SMA dan Sulli masih SMP, Sulli tahu kalau Taemin populer berdasarkan cerita Taemin yang pamer padanya. Disitu Sulli sadar kalau dia tidak suka akan kedekatan Taemin dengan wanita lain. Sulli yang awalnya akan disekolahkan di Amerika (*bersama dengan Minho tentunya) menolak tawaran Ayahnya dan memilih satu sekolah dengan Taemin kalau sudah lulus SMP. Tapi, karena trauma akan kepopulerannya saat SMP, Sulli memilih untuk merubah penampilan. Dia tidak suka diganggu pria. Makanya dia berubah culun dan memakai make up kusam serta kacamata tebal. Taemin shock dan memarahinya, karena semua siswi terus mengerjai Sulli dan menghinanya. Taemin ingin melindunginya dan selalu diam-diam mengikuti Sulli dari belakang. Berapa kali dia hampir kehilangan kontrol saat ada siswi yang mengerjainya. Tapi, baru mau menolong Sulli, Soojung sudah ada dan melindunginya. Hal itu membuat Taemin lega, Taemin bersyukur Sulli mempunyai sahabat seperti Soojung.

Taemin menyatakan perasaannya 3 bulan lalu saat mereka sedang makan malam keluarga di rumah Taemin, karena orang tua mereka berteman. Saat orang tua asik membicarakan bisnis di ruang keluarga, Taemin dan Sulli menghabiskan waktu di balkon kamar Taemin. Disitulah Taemin menyatakan perasaannya dan membagi ciuman pertama mereka.

Sulli meminta Taemin untuk merahasiakan hubungan mereka agar tidak terjadi masalah di Sekolah. Taemin awalnya menolak, tapi akhirnya setuju karena memikirkan pacarnya yang mungkin akan disakiti. Kejadian tadilah puncaknya. Saat melihat pacarnya disiksa dan dipukuli didepan matanya, Taemin tidak bisa bersandiwara lagi.

Soojung meneguk jus terakhirnya dan mengangguk setelah mendengar penjelasan Sulli.

“Jadi itu sejarahmu dengannya. Ternyata dia pria baik huh? Baguslah..” ucap Soojung membuat Sulli tersenyum lega karena Soojung menyetujui hubungan mereka. Tapi ada satu rahasia yang masih membuat Sulli merasa gelisah. Hubungannya dengan Minho. Soojung sangat membenci Minho, dan pastinya dia akan lebih membenci Sulli kalau tahu Minho kakaknya.

“Aissh, mianhae Soojung ah.. aku harus berbohong lagi..”

***

“Hebat sekali ya kau berpacaran dengan adikku tanpa seijinku! Aku sangat terkejut tadi. Melihat adegan pangeran kepagianmu kepada adikku. ’Choi Sulli, gadis cupu ini, adalah pacarku.’ Dialog yang kau ambil dari sinetron mana huh?”

Minho dan Taemin saat ini sedang bertanding satu lawan satu di lapangan basket sekolah. Banyak siswi yang menonton mereka karena ini adalah jam istirahat.

“Haha.. mianhae.. Bagaimana aku bisa cerita padamu kalau kau masih di Amerika..Kalau ku pikir-pikir lagi, yang ku katakan tadi terdengar keren loh dimata para gadis. Haha ”
“hahaha! Narsis! Bung, kau lupa dunia ini punya teknologi untuk digunakan? Apa kabar laptop, tablet, PC, handphone, dan segala macam barang produksi keluargamu kalau kau tidak memakainya!”
“Ahaha.. Mian.. biaya telpon internasional mahal. Aku juga jarang buka email. Ya.. sorry..”
“Mahal katamu? Baru kali ini aku mendengar orang kaya mengeluh soal kemahalan tarif telpon!”
Taemin tertawa dan memasukkan bola di ring basket. Setelah itu dia membaringkan badannya dilapangan. Minho ikut berbaring.
“Haha.. sudahlah.. mianhae.. yang jelas kau sudah tahu sekarang.. oh iya, soal Soojung! Kau berani sekali mengaku pacarnya. Kapan kau menembaknya? Dimana? Jam berapa? Choi Minho setahuku kau baru bertemu dengannya kemarin.” sindir Taemin sambil menggeleng. Mengingat soal Soojung, Minho tersenyum kecil. Dia menutup matanya, dan kembali, wajah Soojung yang menatapnya dengan tajam selalu terbayang.
“Taemin ah..”
“Hmm?”
“Apa dia orangnya segalak itu? Padahal dia cantik..”
“Siapa? Soojung?”
“Gosh! Ya iyalah Soojung. Masa aku bertanya soal adikku!”
Taemin duduk dan mengambil minuman kaleng dingin yang tergeletak disitu. Dia meneguknya sebentar dan kemudian tertawa.
“Choi Minho, jangan bilang kau benar-benar jatuh cinta padanya. Oh Man! in two days? Wow!”
Minho ikut duduk dan tersenyum.
“Aku akan mendapatkannya!”
“Jangan terlalu percaya diri. Kau sudah membuatnya marah besar. Aku tahu Soojung, Minho yah..”
“I don’t care..”
“Sesukamu saja lah..haha”
***
Keesokan harinya,

“Hey cantik!” panggil Minho pada Soojung yang sedang fokus membaca buku cetak bahasa inggris di kelas. Saat ini jam istirahat. Dan tentunya puluhan mata menatap mereka dengan cemburu. Bayangkan saja, seorang Choi Minho yang sangat terkenal selama 3 hari ini datang ke kelas 10 A dan langsung berjalan lurus ke belakang, ke tempat duduk Soojung dan Sulli. Sulli kaget menatap oppanya yang begitu nekad. Dia melotot pada Minho dan hanya dibalas kedipan sebelah mata.

“Soojung ah, aku ke toilet sebentar..” Sulli berdiri dan melewati Minho.
“Aww! Appo ! Ya!” Minho berteriak kesakitan saat Sulli sengaja berjalan melewatinya dan menginjak kaki Minho yang sedang asik duduk di depan Soojung. Sebelum pergi, dia sempat memberikan tatapan mematikannya pada Minho.
“Aissh.. nenek sihir itu!”
Soojung langsung mengalihkan pandangannya dari buku dan memberikan tatapan tajamnya.
“Siapa yang kau sebut nenek sihir? Jaga mulutmu! Sulli bukan nenek sihir!” bentaknya. Minho menyengir kecil.
“haha.. kenapa kalau aku memanggilnya seperti itu? dia kan ad..”
“Kalau bukan karena kau sahabat pacar Sulli, sudah lama aku menghajar mu! Bisa tidak kau jauh-jauh dariku?” potong Soojung.
“Ah… sepertinya dia tidak tahu tentang Sulli. Menarik!” gumam Minho dalam hati.
“Tidak bisa, kau kan pacarku..” gumam Minho sambil menyengir. Krystal memutar matanya dan berdiri. Bersiap meninggalkannya. Tapi Minho malah ikut berdiri dan merangkul pundaknya.
“Ya! Lepaskan aku gila!”
Minho tidak mempedulikan teriakannya dan terus saja merangkul dan membawanya ke sebuah taman sekolah. Membuat siswi lain berteriak melihat pemandangan itu.

“Ya!! Kau sudah gila?”
Lagi-lagi Minho tidak menjawab pertanyaannya dan malah mengambil sesuatu dari kantongnya. Sebuah Handphone Samsung galaxy S4 dia letakkan ditangan Soojung. Membuat wanita ini membulatkan matanya.
“Aku dengar kau tidak punya Hp, jadi aku membelikan ini untukmu. nomorku sudah ku save dan ku setting di panggilan nomor 1. Kalau butuh apa-apa…”
Belum sempat melanjutkan perkataannya, Soojung sudah meletakan kembali barang itu ditangan Minho. Minho kebingungan.
“Aku bukan wanita malang yang butuh dikasihani. Aku akan membeli apapun dengan uang dan usahaku sendiri! Choi Minho, aku tidak tahu apa maksudmu mendekatiku. Tapi yang aku tahu, kau ingin mencari gara-gara denganku kan? Sesukamu saja. Tapi tolong jangan menganggapku rendah. Dan aku minta kau mengklarifikasi hubungan kita didepan umum!” Soojung menyelesaikan kalimatnya dan bersiap pergi.
“Ya sudah, hp ini aku buang saja. Terserah mau diapakan. Atau dibuang di tempat sampah. Aku berniat baik. Tidak ada niat untuk merendahkanmu. Lagian apa salahnya menerima hadiah dari orang lain? Aku pergi.” Ucap Minho. Dia membuang handphone itu sembarang di tanah. Soojung yang membelakanginya tidak percaya dia akan pergi begitu saja. Tapi, saat dia berbalik, Minho benar-benar sudah lenyap. Dipandanginya Hp yang benar-benar tergeletak begitu saja di tanah.
“Orang itu sudah gila. Membuang barang semahal ini begitu saja. Apa dia tidak tahu bagaimana susahnya orang sepertiku mengumpulkan gaji untuk membeli benda seperti ini?” Soojung mendengus kesal dan terpaksa memungut Hp itu. Walaupun dia tidak menginginkannya, dia tidak mungkin membuangnya. Disudut lain, Minho yang bersembunyi di balik pohon tersenyum senang karena pemberiannya di ambil.

***

@Time Cafe

“Selamat malam tuan, mau pesan apa?”

“Aku pesan Jung Soojung, lengkap, tidak pakai lama. Ah, gulanya jangan terlalu banyak. Soalnya dia sudah terlalu manis.”

Jung Soojung yang bekerja paruh waktu di Cafe, tak percaya akan apa yang dilihatnya sekarang. Minho sudah duduk mantap di salah satu meja sambil menyebarkan senyumnya.

“Mau apa kau disini? Kau stalker?”
“Idih.. Geer sekali! Aku datang untuk makan. Ya, aku kaget juga pacarku ternyata kerja disini.”
“Ya! Aku serius! Kau tahu dari mana aku kerja disini?” tanya Soojung geram. Minho langsung tertawa dan mengangkat Hpnya .
“Hehe.. aku mengecek keberadaanmu lewat GPS. Ini fungsinya teknologi baby! Oh ya, mulai malam ini aku akan menelponmu. Besok pagi akan ku jemput. Aku sudah tahu rumahmu. Tadi aku mengikutimu saat pulang.” Jawab Minho santai. Baru Soojung ingin membentaknya, dia sudah dipanggil oleh manager restoran karena terlalu lama melayani tamu.
“Aissh.. awas kau!” bentak Soojung frustasi. Minho hanya mengedipkan matanya.

***
Soojung POV

Aissh.. mimpi apa aku semalam. Aku terus saja di ganggu oleh anak baru itu. Aku tahu dia tampan, tapi apa dia pikir kekayaan dan ketampanannya itu bisa menguasaiku? Untuk apa dia datang ditempat kerjaku? Apa dia ingin membuatku di pecat? Apa dia betul-betul ingin membuatku menyesal karena telah mencari masalah dengannya waktu itu? Jangan harap aku akan jatuh pada jebakanmu bodoh.

***
Hah.. akhirnya dia pulang juga. Tidak nyaman sekali bekerja dengan tatapannya yang terus memantau gerak-gerikku. Awas saja kalau besok kau mencari perkara lagi denganku.

“Sudah mau pulang Soojung?” tanya manajer. Aku mengangguk dan memberi hormat.
“Apa tidak perlu ku antar?” tawarnya. Aku tersenyum.
“Gwaencanayo. Aku akan pulang naik bus..” tolakku. Dia tersenyum dan kemudian meninggalkan cafe. Aku membersihkan sisa pekerjaanku dan mulai menutup semua jendela. Terakhir, ku kunci pintu cafe dan meregangkan otot-ototku. Hah.. capek sekali bekerja dari Sore hingga tengah malam seperti ini. Tapi tidak apa-apa. Toh ini semua demi kelanjutan hidupku.
Aku berjalan menyusuri gangnam. Masih ramai disekitar sini karena banyak anak muda yang berkumpul dan minum di pinggir jalan. Langsung ku percepat langkahku. Aku memang sangat trauma melewati jalan ini. Ya, sudah sering aku di rayu orang-orang mabuk. Walaupun aku bisa beladiri tapi tetap saja, aku tidak suka di ganggu.

“Hai cantik..”
“Pulang dengan Oppa..”
“wah.. badanmu bagus sekali..”
“Tidak kedinginan? Bajumu tipis. Nanti oppa hangatkan”

Hah.. lagi-lagi ada yang menggangguku. Aku berjalan lebih cepat dan mengeratkan genggamanku di tas samping yang ku pakai.

“Jongsohamnida..” Aku mencoba untuk menghormati mereka yang kebanyakan sudah Ahjussi. Aku melepaskan tangan mereka satu per satu yang mencoba menyentuhku dengan sopan. Aku merasa tidak sopan kalau harus memukul mereka.

“Aissh.. jual mahal sekali.” Ada yang mencoba kasar denganku. Sial, kali ini harus pakai kekerasan lagi kah?
“Ya! Jagiya! Kalau jalan jangan terlalu cepat dong. Aku sampai kebingungan mencarimu.” Suara itu. Orang yang mengatakan hal itu langsung menerobos kerumunan orang yang merayuku dan merangkul badanku dengan erat. Hangat. Ku menoleh kesamping, dan benar dugaanku. Pemilik suara itu adalah Choi Minho. Aish.. orang ini selalu saja membuatku tidak bisa berkata apa-apa dengan sikapnya.

“Mianhae ahjussi, apa pacarku membuat masalah?” tanya Minho. Para ahjussi itu langsung mundur karena melihat badan Minho yang bidang. Mereka pasti takut Minho akan memukul mereka. Mereka langsung pergi begitu saja saat itu. Meninggalkan aku yang masih dalam keadaan bingung tidak tahu harus berkata apa. Seketika itu juga Minho langsung membalikkan badanku dan memegang kedua pundaku.

“Apa-apaan kau ini? Wanita sepertimu berjalan sendiri jam 12 malam? Apa kau sudah gila? Banyak hal berbahaya yang bisa terjadi padamu kalau tidak ada yang menjagamu!” Minho sedikit mengeraskan suaranya. Ada apa dengan anak ini? Dia perhatian padaku? Aku ingin tertawa mendengarnya.

“Aku sudah biasa melakukannya. Aku bisa beladiri. Kau saja yang sok pahlawan datang entah dari mana.” Ucapku. Dia sedikit menghembuskan nafas dan menggeleng menatapku.

“Tetap saja, kau wanita! Sehebat apapun kau dalam bela diri, kau tidak akan pernah tahu kapan kau lengah. Jangan meremehkan laki-laki! Dan apa-apaan bajumu ini? Ini musim dingin. Hanya memakai kaus dan rok pendek. Apa kau ingin membeku disini?” Minho langsung membuka jaketnya dan menyelimuti punggungku. Kenapa aku tidak bisa membantah orang ini sekarang?

“Mulai besok aku yang akan menjemputmu setiap pulang kerja.” Ucapnya. Dia langsung memegang tanganku dan kami berjalan berdampingan. Aku bahkan hampir lupa kalau aku baru mengenal orang ini dan aku sangat membencinya. 1 menit aku berjalan dalam kebingungan, aku langsung sadar dan melepas tangannya kasar.

“Aku bukan pacarmu! Berhenti memperlakukanku seenak jidatmu! Aku bisa pulang sendiri!” ucapku dan langsung meninggalkannya. Dia mengejarku dan merangkulku lagi. Aissh.. orang ini, apa maunya?

“Ya sudah, anggap aku teman sekolahmu! Mobilku ada di sekitar sini! Biar ku antar. Ini sudah malam. Kau bisa kedinginan bodoh.”
Dia memaksaku berjalan mengikutinya ke arah mobilnya yang di parkir. Kenapa aku harus mengikuti kata-katanya?

Author POV

“Besok ku jemput. kita ke sekolah bersama.” Ucap Minho saat Soojung turun dari mobilnya. Sedari tadi mereka tidak berbicara memang. Soojung tidak menjawabnya dan langsung masuk ke rumah mungilnya.
“Ada apa dengan pria ini? Aku orang miskin. Dia sudah melihat keadaan rumahku yang bobrok ini. Apa dia masih ingin memojokkanku lebih jauh?” gumam Soojung dalam hati sambil memasuki rumahnya.

***
~Kringkring

Saat tengah bersiap untuk tidur, hp Soojung berbunyi. Dia bernafas kesal karena tahu satu-satunya orang yang nomornya ada di Hp itu adalah Minho.

“Ada apa? Aku mengantuk!”

“Ya ampun galak sekali tuan putri! Aku hanya ingin mengatakan selamat tidur!”

“Ya sudah! Aku tidur!”

Soojung mematikan hpnya kesal.

“Aissh.. kenapa aku merasa seperti sudah terjebak? Ck.. Soojung! Kau tidak boleh kalah dari permainannya!”

Keesokan harinya,

“Oppa, mobilku!!” teriak Sulli kesal saat dilihatnya Minho sudah mantap duduk di mobilnya.
“Mianhae dongsaengie, entah kenapa mobilku ada gangguan pagi ini. Taemin akan segera menjemputmu, aku sudah menelponnya. Annyeong..!” pamit Minho dan langsung melesat pergi. Sulli sangat kesal dibuatnya.

“Ya ampun princess.. masih pagi sudah bengkok begitu mukamu…” Taemin mencubit pipi Sulli saat dia masuk kerumahnya. Sulli memang sudah menunggunya di ruang tamu.
“Aish.. aku tidak ingin pergi denganmu Oppa. Kau tahu kan fansmu sebanyak apa!” Sulli berdecak kesal. Masih kesal kenapa Minho harus membawa kabur mobilnya.
“Tidak apa-apa. Kan sudah ku bilang, kalau ada yang menyakitimu lagi, aku akan melindungimu. Lagian mereka semua sudah tahu kau pacarku. Ah.. dan lagi, singkirkan make up tebal dan kacamata mu itu. Kau pacar Taemin!” ucap Taemin sambil melepas kacamata Sulli.
“Aissh.. bagaimana kalau banyak pria yang menyukaiku? Kau tahu kan aku tidak suka didekati orang.”
“Tidak akan. Sulli hanya milik Lee Taemin. Ayo sana hapus make up kusam mu itu! Mulai sekarang kau jadi Choi Sulli yang asli!” Taemin mendorong Sulli kembali ke kamarnya untuk bermake-up selayaknya Sulli yang sesungguhnya. Orang tua Sulli yang melihat mereka hanya tertawa.

“Kau keluar kamar sana Oppa! Aku gugup kalau dilihat seperti itu!” Sulli mencoba mengusir Taemin dari kamarnya. Taemin tertawa dan mengangkat tangan menyerah.
“Ok, arrasseo. Tapi pakai ini. Kemarin aku membelikan seragam baru untukmu. rok pendek, baju ketat. Ehehe..” ucap Taemin dengan senyum bangganya sambil mengeluarkan seragam itu dari tasnya. Sulli menggeleng cepat.
“Shirreo! Aku pakai ini saja sudah cukup!”
“Tidak ada kata tidak. Pakai! Jangan mau dihina cupu oleh murid lain. Kayak mereka cantik saja menghina pacarku!” Taemin langsung menaruh seragam itu di pelukan Sulli dan keluar dari kamar. Tersenyum puas.

***

“Morning jagi!” sapa Minho di depan rumah Soojung tepat saat Soojung keluar. Membuat wanita itu kaget setengah mati.
“Mau apa kau?” tanyanya dingin.
“Ya ampun, kau pikun? Mulai sekarang kau akan kesekolah denganku. Kajja!” Minho langsung menarik tangannya dan memasukannya kedalam mobil. Soojung bahkan belum sempat mengatakan apapun. Dia masih terkurung dalam keadaan bingung.

10 menit kemudian, mereka sampai di sekolah ternama itu. Minho memarkirkan mobilnya di tempat parkir depan sekolah. Bukan yang di ruang bawah tanah karena ingin memamerkan moment ini di depan umum. Saat Soojung keluar dari mobil, Minho langsung ikut keluar dan mengejar langkah soojung agar berjalan berdampingan dengannya. Semua siswa dan siswi yang baru datang dan yang ada di sekitar situ menganga melihat pemandangan ini.

“Omo.. mereka datang ke sekolah bersama..”
“Omo.. gadis miskin itu beneran pacaran dengan Minho?”
“Apa yang murid baru itu lihat dari gadis kampungan itu?”
“Soojung pasti menghipnotisnya! Kasihan Minho..”

Soojung sangat panas mendengar semua ocehan orang disekitarnya. Tapi dia menahannya.
“Sudah lihat apa yang kau timbulkan? Demi Tuhan, tolong jangan mendekatiku lagi!” ucap soojung dingin dan mempercepat langkahnya. Meninggalkan Minho yang menggaruk kepalanya pasrah.
“Aissh.. susah sekali ditaklukan..”

“Ckck.. Baru beberapa hari sudah bisa mengantarnya kesekolah, kau hebat Choi Minho!” teriak Taemin. Minho menatap kebelakang dan kaget melihat Taemin sedang merangkul adiknya yang sedang tertunduk malu. Minho menatap Sulli dari ujung kaki ke ujung kepala. Sulli kembali seperti semula. Cantik.

“Wah.. Sulli. Ada apa denganmu? Kau berhasil di rayu orang pervert ini untuk berpakaian seperti ini?” ledek Minho sambil tertawa. Taemin kesal mendengar ucapannya.
“Ya! Aku bukan pervert! Ini hanya pakaian siswi kebanyakan. Aku hanya tidak mau dia berpakaian culun lagi! Dia pacarku, dan semua orang harus tahu secantik apa dia! Aku tidak ingin dia dihina lagi.” tekan Taemin. Muka Sulli kembali memerah. Bagaimana tidak. Ucapannya barusan agak keras dan cukup untuk semua telinga disekitar mereka mendengarnya. Minho langsung tertawa terbahak-bahak.
“Taemin, pidatomu terlalu puitis. Ahahahahaha!” ledek Minho. Taemin baru sadar kalau disekitarnya para gadis sudah ada yang berteriak bahkan menangis. Berbeda dengan para pria yang menatap Sulli dengan terpesona.

“Wah, itu Choi Sulli sahabat si miskin?”
“Maldoandwae! Tidak mungkin dia secantik itu!”
“Ya! Kenapa kita mengacuhkannya selama ini?”
“Damn! She’s hot!”

Muka Taemin langsung memerah mendengarnya. Bukan karena malu, tapi karena marah mendengar ucapan para pria itu.

“Ya! Dia pacarku! Pergi kalian!” teriak Taemin risih. Para siswa itu langsung pergi tapi sambil mencibirnya. Sulli langsung menggeleng dan menatap sinis pacarnya itu.
“Sudah ku bilang kan? Aku tidak mau berdandan seperti ini. Baru datang saja kau sudah cemburu. Bagaimana nanti kalau mereka mendekatiku? Bodoh. Aku ke kelasku dulu.” Ucap Sulli dingin. Meninggalkan Taemin yang masih cemburu dan Minho yang hanya tertawa melihat kejadian ini.
“Ya! Kenapa tertawa? lihat adikmu itu! Malah memarahiku. Memangnya aku salah?” tanya Taemin kesal. Minho hanya mengangkat bahunya dan tersenyum kecil.
“Molla.. aku ke kelas dulu.. “ Minho meninggalkannya sambil bersiul.
“Pacar, sahabat, sama saja!” Taemin mendengus kesal dan berjalan menyusul Minho.

***

“Annyeong Soojungie..”
“Annyeong Su.. y..ya!! kau Sulli?” tanya Soojung shock saat melihat penampilan Sulli. Bukan hanya dia, ternyata satu kelas sedang terpaku kaget melihat perubahannya yang drastis. Sulli hanya menyengir dan duduk disampingnya.
“Taemin menyuruhku kembali normal. Sudah ku bilang tidak mau tapi dia memaksa.” Gumam Sulli. Soojung yang awalnya kaget, langsung tersenyum.
“Tidak salah kau bisa pacaran dengan orang terpopuler disekolah. Kau sangat cantik! Ya ampun, aku bahkan baru tahu sahabatku secantik ini!” ucap Soojung tak percaya. Tak sedetikpun melepaskan pandangannya dari wajah Sulli.
“Ya ampun, kau pikir kau tidak cantik apa? Kau bahkan lebih cantik Jung Soo Jung.” Sulli mencubit pipinya.
“Ya! Jangan memfitnah orang!”
“Loh? Aku serius. Eh, aku dengar kau datang dengan Minho? Wah.. kau pacaran dengannya?”
“Jangan bahas dia. Moodku jadi jelek lagi kan! Dari kemarin dia terus menjebak dan memaksaku. Aku bahkan tidak bisa berbuat apa-apa kalau dengannya.”
“Wah.. jinjja? Seorang Jung Soojung tidak bisa melawan pada Choi Minho? Jangan-jangan kau ada perasaan padanya, mungkin.” Gumam Sulli sambil tersenyum kecil. Kagum dengan kehebatan Oppanya itu.
“Aissh! Tidak mungkin! Amit-amit!”
“Ingat Jungie, benci itu beda tipis jaraknya dengan cinta..” ucap Sulli dengan nada bernyanyi.
“Stop meledekku!” Soojung langsung memukulnya dengan buku. Sulli hanya tertawa melihat tingkah polos sahabatnya itu.

To Be Continued.

Kagak gantung kan ya? Jadi gak bakal marah-marah kan ya? Bisa komen ff ini kan ya? Disini gak ada silent reader kan ya?

Hahaha.. KOMEN!

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , | 31 Comments

Post navigation

31 thoughts on “Lie & Lie Part 2

  1. Wah tmbh seru nih, lnjutanx jgn lama2 ya

  2. Khansa

    baru nemu lie yg chapter 1, ternyata yg ke2 udah dipost
    ceritanya makin keren, kpn ya krystal bakal luluh? suka nih cowok yg gak pantang menyerah kayak minho
    akhrnya sulli udah berubh ke wjud aslinya, ati2 buat taemin ntar bnyk saingan
    next chapter cepetan ya ^^

  3. sumpah Minho nyebelin banget tapi so sweet >.<

    semakin cepat di update semakin bagus hehehehehe *maksa

    makin penasaran

  4. Keren!!!!! Lanjutkan karyamu itu!!! Wkwkwkwk . . . #maaf Eonni

  5. Lanjut!! Next… Jangan lama lama ya… TGS-nya juga.

  6. novie

    aduh…. hmpir lumutan tau gk nuggu ne chapter…
    but ok tuk crita ny….
    and lanjuuuut terus thor….
    jgan lama2 lg kyak chapter ne…

  7. GillChan

    Daeeeeebak !!!!
    kocak banget si Minho ama krystal wakakaka
    Itu taemin-sulli banyakin lagi yaaaa pleaseee >,<
    taemin dsini bandel-bandel dikit yah, wakakakaka.
    Next chapter nya ditunggu thor HWAITING !!!!

  8. Novy wekwekk

    keyyeeeeeeeeenn! akhirnya lanjut jugaa^^
    cukup memuaskan, seenggaknya ada perkembngan darii sikap kryss yg udah mulai sfghxtyuecvhc😄
    Minppa! Jangan nyerahh yaa! Kryssie.. buka hatimuu buatt Minho dongg :3

    lanjutannya cepett yaa!

  9. sonexo

    Daebaaaak~
    Suka karakter krystal aka soojung disini berani nolak minho kekekeke lanjut thor!

  10. Lanjuttt seru banget jangan lama lama ya

  11. githapril

    lucuu bngett si minho kpedean abiss dy😄,, lanjutt thorr🙂

  12. elfias

    makin seru ceritanya lanjutannya jangan lama-lama yaa..

  13. yaya ali hidaya

    mana lanjutannya
    cepetan ya POV😀

  14. BIntanK

    Oke, Thor🙂 Lanjuuut …

  15. DAEBAK !!!! SERU THOOORRR LANJUUUTT!!!
    next cepetan bagus banget keren, hihi Krystal gk sadar tuh pedahal si Minho serius sama dia..
    aku sangat PUAS dengan perubahan Sulli, akhirnya semua orang tau kalau dia cantik pake banget ^^
    Taemin yang sabar ya, hahaha jaga Sulli baik” biar gk di deketin namja lain..
    next thor cepetan gak sabar ini -_-
    yang the gangster sister lanjut dong thor, terlebih sama yang Crab Kiss… arrghh lanjutin semua dong thor jebal jebal😀

  16. nisa andia

    Seruu ceritaaanya!:-D sulli emg udh tjantikk kok:3 tjie taemin cemburu haha:p ditunggu kelanjutannya ;;)

  17. Anisa wulandari

    Author yg baik hati bgt,,,ff’y cpt dilanjutin donk…! Gak trima kalo gak dilanjutin…hehe:D

  18. dena^^

    Daebak !!!!!!!! Lanjut eonniiiiiii ^^😉

  19. Lollipop

    lanjut dong eonnie tertarik nih baca FFnya kyaa paling suka moment TaeLli .?

  20. na

    mana lanjutannya…???????

  21. ffangirll

    Lanjut author …..

  22. dena^^

    Lanjutttttt donggg jangan lama2 yaaa😉

  23. krystalized

    dan sampai sekarang msh berharap ff ini dilanjut…
    *pasang puppy eyes bareng krystal
    lanjut ya author
    *poke author pake tangan minho
    T.T

  24. ~ Annisa ~

    udah pernah baca yg di fb, tapi baca lagi disini krn gak bosen2!!

    kyaa!! kata2nya minong itu loh “Aku pesan Jung Soojung, lengkap, tidak pakai lama. Ah, gulanya jangan terlalu banyak. Soalnya dia sudah terlalu manis.” bikin melting😄

    ayo author, lanjutin!!!
    udah berbulan2 nunggu😥
    ayolah, please lanjutin secepatnya sampe endingnya😥
    fighting author!!!

  25. ~ Annisa ~

    Reblogged this on ANNISA's WORLD.

  26. Wwwwaaaaaahhhh …… udah g sbar. Really, I’m waiting for next chapter ..
    Author, fighting ..!!!!!!

  27. Soojung-ah~~

    nice one🙂 update soon author gila >< #dibunuh jngn lama2 ya😉

  28. Soojung-ah~~

    update soon author gila>< #GueDibunuh

  29. dara citra rellianty

    Lanjut lanjut lanjut ayooo thorr cepet lanjutin aku suka banget sama MINSTAL ayooo thorr lajutin author FITHING ^ ^

  30. ratri latifah

    lanjut dong thor terus banyakin deh moment minstal

  31. Itu lagi seru eon yaampun please ya ini keanjutannya cepet2 di post bener-bener penasaran gimana kelanjutan kisah minho yang menaklukan soojung wkwk

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: