What’s wrong with you, Sulli?

105533

What’s wrong with you, Sulli?

Rating : PG 13

Author: Patty

Desclaimer :

Cerita ini saya buat terinspirasi dari rumour/skandal Sulli yang muncul baru-baru ini. buat yang tau pasti ngerti sama cerita ini.

Taemin membanting Hpnya di lantai hingga baterainya pun terlepas. Membongkar rambutnya frustasi dan terus saja mengeluarkan makian yang ‘jarang’ terdengar oleh member lain. Itu hanya akan dia lakukan saat dia benar-benar emosi.

“Ya, itu benar. Aku berpacaran dengan Choiza oppa. Apa pedulimu? Cih. Berhenti bersikap seolah-olah kita masih pacaran.”

Kata-kata itu terus terngiang di otak Taemin setelah dia menelpon Sulli dan memarahi semua tindakan bodohnya 10 menit yang lalu. Tanpa mematikan Laptopnya dengan prosedur yang benar, dia langsung menekan tombol shutdown yang ada di bagian Keyboard. Layar yang tadinya menyala dengan artikel mengecewakan dan ratusan komentar pedas seketika itu juga mati tanpa proses.

“cewek memalukan! Gadis bodoh! Tidak tahu malu! Idola terbodoh yang pernah ku kenal!” teriak Taemin sambil berdiri dan menendang emosi kursi yang baru saja dia duduki hingga terjatuh. kamarnya betul-betul kacau sekarang dengan keadaan orang yang seperti monster ini.

“Ya! Kau gila? Tau diri sedikit! Ini bukan hanya kamarmu!” teriak Key, yang menjadi teman sekamarnya.
Taemin memberikan tatapan jangan-mengganggu-moodku-key tapi Key malah membalas tatapannya dingin.

“Sulli bukan pacarmu lagi! Get over it!” sinis Key dan keluar kamar, menutup pintu dengan keras cukup untuk menegaskan Taemin kalau dia marah.

“Choi Sulli, kau gila!” teriak Taemin setelah sempat meneteskan setetes air mata dari mata kanannya.
~
~
~
Siapa artis yang tidak tahu kalau kedua orang yang saling membenci ini pernah menjadi dua orang yang saling mencintai, bahkan sampai ditahap dimana orang berpikir suatu saat mereka pasti akan menikah. Ya, 5 tahun pacaran sejak 2008. Mereka menjadi trainee di tahun yang sama dan bertumbuh bersama. Pacaran yang awalnya hanya dianggap sebagai cinta main-main alias cinta monyet ala anak remaja bertumbuh menjadi hubungan yang serius dan benar-benar dalam. Semua tahu mereka. Perusahaanpun demikian. Tidak dilarang, hanya saja mereka ditegaskan untuk tidak memamerkan hubungan di publik dan didepan fans. Image mereka perlu dijaga. Dan dengan profesionalnya mereka dapat melakukannya selama 4 tahun menjadi artis bersama-sama. Tak ada cela untuk ketahuan, kecuali oleh mata-mata fans yang mendapati sedikit hint atau petunjuk mereka dan mulai melakukan bongkar-pasang couple dan mencocokan bias mereka, atau yang lebih dikenal dengan shipper. Mereka berdua tidak peduli, bahkan tidak senang dengan adanya shipper mereka. Karena dengan hal itu, mereka pasti harus lebih bertindak seperti orang yang tidak saling kenal agar tidak ketahuan.

Dunia entertainment di Korea memang sangat mengikat dan menekan artis. Tapi, itu pilihan dari mimpi mereka. Itu sudah menjadi resiko. Untuk itu kenapa kebanyakan dari mereka sangat menjaga privasi dan tidak mengumbar. Mereka tahu mereka harus menghargai penggemar mereka juga. Karena penggemarlah yang bisa membuat mereka besar. Mendukung mereka. Bahkan menceritakan hal positif tentang sikap dan perilaku mereka, walau sebenarnya mereka tidak sebaik itu.
~
~
Kembali berbicara tentang Taemin dan Sulli, semua keadaan dua orang yang saling mencintai ini berubah drastis semenjak mereka mulai menjadi sorotan banyak orang. Sejak Sulli sudah mulai menjejaki mimpinya yang lain. Menjadi pemeran utama dalam drama, dan Taemin mulai mendapatkan banyak part dalam bernyanyi serta menjadi visual SHINee di jepang. Kebanggaan dan sedikit kesombongan mulai menyelimuti mereka. Hingga saat bertengkarpun, mereka sudah mulai keras kepala dan egois. Mulai dari pertengkaran kecil karena mereka sudah jarang bertemu akibat jadwal yang selalu bertabrakan, hingga pertengkaran besar yang memakan waktu berminggu-minggu untuk berbaikan hanya karena masalah cemburu. Itu wajar. Walaupun yang dicemburui adalah hal yang menyangkut profesionalitas alias Kiss scene dalam drama, tapi tetap saja mereka tidak bisa meninggalkan masalah itu begitu saja. Walaupun mereka sudah berbaikan, tapi itu tidak bertahan lama. Hanya beberapa bulan kemudian, SHINee comeback dan semua pertengkaran mulai terjadi lagi karena kesibukan Taemin. Mereka sangat jarang bertemu. Apa masuk akal bertemu hanya sekali-dua kali dalam satu bulan? Kalian pasti tidak percaya. Tapi itu kenyataan.

Puncaknya adalah saat Taemin menerima tawaran staff WGM. Lebih tepatnya bukan dia, tapi pihak manajement. Dan demi yang disebut ‘profesionalitas’, Taemin mau-mau saja melakukannya. Dan ya, dia sedikit senang akhirnya mempunyai program sendiri dan tidak harus mengekor pada member yang berskill dalam variety show sepeti Jonghyun, Key, ataupun Onew.

Hubungan mereka mulai tidak sehat saat Sulli menunjukan kekecewaannya dengan mulai berteman dengan musisi-musisi dewasa atau para rapper-rapper yang terkenal dengan pergaulan yang tidak baik. Sulli sudah diumur yang legal untuk bergaul dengan mereka. Ya, Taemin tahu, Sulli sedikit tomboy dan sangat menyukai hip-hop walaupun dia tidak menunjukannya karena image yang sudah terlanjur ditanamkan SM padanya sebagai wanita ‘innocent’. Dia masih merasa wajar mereka berteman.

Tapi ketidakwajaran mulai terasa janggal di hati Taemin saat Jiyoung sahabat Sulli sempat menelponnya. Saat itu dia sedang di backstage bersama member SHINee yang lain menunggu untuk tampil di ajang Miss Korea 2013. Jiyoung berkata, Sulli berubah. Pulang tengah malam di dorm dan jarang curhat padanya. Tentunya berdasarkan laporan member yang lain juga. Terakhir dia curhat kepada Krystal dan Jiyoung adalah tentang kekecewaannya pada Taemin dan ketakutannya kalau Taemin akan benar-benar menyukai Naeun. Ketakutan yang tidak masuk akal menurut Taemin karena dia hanya menganggap program itu sebagai ‘drama’ yang di ‘real’ kan. Naeun baik dan cantik, tapi cukup sampai di pemikiran itu.
~
~
~
Satu hari pada bulan juni, Taemin dan Sulli berbicara dari hati ke hati. Mereka bertemu di gedung SM, mencuri sedikit waktu luang dari sibuknya Taemin di Jepang, dan Sulli karena persiapan comeback f(x).

Awalnya mereka hanya saling menatap di cafe dalam gedung SM itu. Melempar tatapan dalam untuk menentukan nasib hubungan mereka. Sampai akhirnya Taemin memecah keheningan.

“mianhae.”
ucapnya. Sulli hanya terus menatapnya.

“Jinri, kau tahu aku sibuk. Kau pun begitu.” dia mulai memegang tangan kanan Sulli dan mengelusnya sedikit dengan ibu jari.

“Hubungan kita sudah tidak sehat, oppa. Dimana kau mendengar orang pacaran dan bertemu hanya 1 kali dalam sebulan? Apa itu masuk akal?” Sulli membuang muka. Taemin menghembuskan nafas lelahnya.

“Aku lelah Sulli, aku baru sampai dari Jepang dan yang aku inginkan kita berbaikan dan menghabiskan waktu bersama. Bukan membahas masalah yang itu itu saja.”

“Ini bukan masalah yang itu itu saja Lee Taemin. Kau saja yang membuat masalah ini tidak pernah selesai!” Sulli sedikit mengeraskan suaranya dan membuat Onew yang sedang berbicara dengan salah satu staff di ujung meja hanya menggeleng melihat mereka.

“Okay, jadi maumu apa? Demi Tuhan aku dan Naeun hanya sebatas teman. Itu akting Jinri, dan kau tahu itu!”

“Aku tidak sedang membahas itu. Jangan mengingatkanku pada hal yang tidak ingin ku ingat. Ini tentang hubungan kita yang sudah tidak sehat!” Sulli melepas tangan Taemin dan meminum es jeruknya dengan emosi.

“Baiklah, jadi apa maumu? Tolong bersabar, bisa kan? Kita ini idola. Bukan hanya sekedar artis, tapi kita dari grup terkenal, Sul. Kita tidak seperti dulu lagi yang memiliki banyak waktu bersama. f(x) hebat sekarang dan kau sibuk kan? Itu resiko. Aku sudah pernah mengatakan hal ini? Sudah berapa kali? 5 kali? 6 kali? Sebelum kau debut aku sudah pernah mengatakannya juga.” Sulli tertawa kecil. Tertawa sinis tepatnya.

“Jangan membuat ‘kesibukan’ menjadi alasanmu, oppa. Aku wanita, dan aku butuh perhatian!”

“Telpon dan smsku setiap hari tidak cukup? Aku berusaha untuk membangunkanmu saat pagi dan mengucapkan selamat tidur malam hari. Aku berusaha, Jinri! Apa perasaan kita tidak cukup untukmu bersabar saja? Tunggu sampai kita akan menikah dan bebas dari kamera.” Taemin memegang kedua tangannya.

“huh, seakan-akan itu akan terjadi saja sampai aku harus menunggu.”

“Ya!!” teriak Taemin tidak tahan akan sikapnya. Dan seperti biasa. Sulli akan menangis kalau Taemin meneriakinya. Itu berarti dia benar-benar marah dan emosi.
~
~
“Oppa, kita putus.” tangisan Sulli berhenti dan menyisakan tatapan kecewanya pada Taemin. Ini pertama kalinya Taemin meneriakinya dengan keras seperti itu. Dan ya, pasti Taemin sudah sampai di titik jenuh sampai-sampai dia tidak tahan lagi. Mereka sering bertengkar, marahan, atau semacamnya. Tapi tidak pernah sampai dititik Taemin ingin menamparnya atau memberikan tatapan ‘lelah’nya.

“Terserah.” Taemin menghela nafas panjang dan berdiri dalam diam. Dia langsung memakai kembali kacamata hitamnya dan pergi. Bahkan meninggalkan Onew yang tadinya datang bersama dengannya. Sulli diam dan kembali meneteskan air matanya.
~
~
Dulu, mereka sering mengeluarkan kata putus hanya untuk pertengkaran kecil. Tapi tidak butuh waktu lama untuk berbaikan karena kata itu tidak benar-benar dari hati. Tapi kali ini, Sulli seolah-olah ‘lelah’ dengan semuanya. Dia bahkan sebenarnya telah memikirkan kata ini sebagai kemungkinan terburuk sesaat sebelum bertemu dengan Taemin saat itu. Mereka tidak sama lagi. Tidak pernah lagi bermesraan di ruang tunggu dan menjadi bahan godaan member atau grup lain, tidak pernah lagi melakukan adegan romantis di sepanjang jalan backstage seperti Taemin menggendong Sulli dibelakangnya untuk mengantarnya kepanggung saat dia masih menjadi MC di SBS Inkigayo, tidak ada lagi adegan dimana Sulli mengantarkan masakan ‘asal jadi’ buatannya di ruang tunggu saat SHINee debut bahkan comeback Love Like Oxygen, Juliette, Ring ding dong, Lucifer dan Sherlock, atau pelukan hangat Taemin dibelakang panggung untuk menyelamati Sulli setelah sukses dengan semua comeback stagenya setiap tahun.
Para artis lain menyadari hal itu. Artis dalam maupun luar SM. Tapi mereka menganggap itu bukan urusan mereka dan membiarkannya berlalu. Kebingungan mereka mulai muncul saat terlihat Sulli mulai sering jalan bersama member Dynamic Duo, Choiza. Choiza memang orang yang baik dan perhatian. Tapi tidak dapat dipungkiri umur mereka berjarak sangat jauh. Mereka heran kenapa Sulli memilih pergaulan seperti itu. Rumour mulai beredar cepat dikalangan pers dan Netizen. Banyak kenalan artis mereka yang bertanya pada Taemin tentang hubungan mereka. Tapi Taemin hanya mengatakan mereka sedang ‘break’. Walaupun dalam hati dia bingung dengan apa yang sedang Sulli lakukan. Dia kecewa. Tapi membiarkan Sulli sendiri dulu dan menikmati pertemanan barunya. Bahkan Taemin membiarkan semua skandal attitude yang selama ini dibuat oleh Sulli.
~

Ya, saat kata putus keluar dari mulut Sulli, Taemin tidak pernah menghubunginya lagi. Disatu sisi, dia jenuh dengan semua tuduhan dan tuntutan Sulli. Dia ingin beristirahat dulu. Memikirkan semuanya dengan jernih. Fokus dengan semua perkerjaannya dulu. Bagi Taemin, dia tidak pernah mengiyakan keputusan Sulli. Walaupun dia tidak sadar kata ‘terserah’ yang dia lontarkan itu membuat Sulli berpikir dia ‘mengiyakannya’. Dan membuat Sulli menjadi cuek akan kehidupannya dan mau masuk dalam pergaulan yang bisa membuatnya melupakan Taemin dan semua sakitnya. Setidaknya untuk sesaat. Cinta? Masih. Mereka masih saling mencintai. 5 tahun. Itu cukup untuk menegaskan bagaimana kuatnya perasaan mereka kan?
~
Entah Sulli nyaman dengannya atau bagaimana, tapi dia menerima permintaan Choiza untuk menjadi pacarnya secara tiba-tiba di sebuah club. Dan itu membuat banyak orang shock saat melihat Sulli sering berduaan dengannya di belakang panggung. Taemin? Taemin sudah tahu akan hal ini dan tidak ada yang lebih sakit hati dari dia sekarang. Para member menguatkannya dan memberinya semangat. Tapi itu tidak cukup untuk menghentikan airmata Taemin yang mengalir saat pertama kali Taemin membaca artikel itu. Artikel yang menegaskan kalau Sulli bersama dengan pria itu dari malam hingga pagi hari. Terlihat mesra sambil berpegangan tangan. Dengan tangan gemetar dia menekan tuts nomor 1. Nomor panggilan cepat dan itu adalah nomor Sulli. Sulli mengangkatnya dengan nada yang malas dan itu membuat hati Taemin semakin sakit.

“Jinri yah..”

“Apa lagi? kau juga mau memarahiku sama seperti perusahaan? Aku lelah dengan semua panggilan masuk hari ini. Cukup tutup mulutmu Lee Taemin! Aku tidak ingin mendengar ceramahmu.”

“Sulli ah. Ada apa denganmu? Kenapa kau berubah?” suaranya gemetar berbicara dengan Sulli. Sulli hanya diam.

“Apa kau benar pacaran dengannya? Apa kau bermalam dengannya? Apa kau tidur dengannya? Dimana akal sehatmu Choi Jinri?” ucapnya kecewa.

“Ya, itu benar. Aku berpacaran dengan Choiza oppa. Apa pedulimu? Cih. Berhenti bersikap seolah-olah kita masih pacaran.”

“kau publik figur. Pikirkan fansmu. Pikirkan apa yang akan orang pikirkan tentangmu. Sudah cukup banyak artikel yang tidak baik tentangmu, dan kau menambahnya lagi. Kau akan dihukum perusahaan. Mana Sulli yang dulu?”

“sudah mati saat kata putus keluar dari mulutnya untuk Lee Taemin.” potong Sulli.

“Choi Sulli!” teriak Taemin marah. Dia kecewa. Dia langsung melempar hpnya emosi dan telponnya mati seketika.

~~~

“Taemin ah..” panggil Luna dengan tatapan sedih saat dia datang di dorm SHINee di hari yang sama. Tidak ada yang tahu kalau Luna adalah sahabat terdekat Taemin bersama Kai. Mereka seumuran. Hanya saja Luna tidak pernah membuatnya nampak didepan kamera. Luna tahu karena artikel pagi ini, Taemin adalah orang yang paling sakit.

Setelah menerima telpon dari Key yang emosi dan menyuruhnya datang untuk menenangkan Taemin, akhirnya Luna langsung memaksa manajernya untuk mengantarnya ke dorm SHINee.

“Sunyoung ah, apa yang ada dipikirannya? Dia sudah gila?” ucap Taemin saat dia melihat Luna masuk kamar dan menutup pintunya pelan. raut wajah Taemin sudah berubah. Kini kesedihan yang terlihat disana.
Luna membuang nafas beratnya sebentar dan tersenyum kecil berusaha membuat mood sahabatnya itu tidak terlalu buruk.

“Sulli masih labil. Dia sedang dalam masa pengenalan akan jati dirinya Taemin ah. Dia kecewa, dan aku rasa itu pelariannya. Dia bahkan tidak memikirkan resiko dari perbuatannya. Aku sudah menelponnya tadi dan dia menangis menyesali keberaniannya jalan dengan Choiza oppa didepan publik. Yang terlintas dipikirannya saat itu ingin membuatmu sakit hati dan marah.” jelas Luna sembari duduk disamping Taemin dikasur.

Mata Taemin langsung berair dan dia menutup wajahnya dengan kedua tangannya.

“wae? Kenapa harus membuatku sakit hati dengan cara itu? Walaupun dia tidak mencintaiku lagi dan ingin balas dendam, tidak harus dengan merusak nama baiknya sendiri. Aku tidak suka melihat orang menghinanya! Aku tidak suka SM memberinya ganjaran. Aku tidak suka dia di bully.”

“Dia masih mencintaimu Taemin ah. Aku tahu itu. Aku mengambil diari yang selalu dia letakkan di bawah bantalnya dan aku membacanya. Dia masih menyebutkan namamu di akhir tulisannya setiap hari. Dia menunggumu menghubunginya. Dia menyesal mengatakan putus. Dan mengenai Choiza, dia merasakan ada sosok Ayah di dalam diri Choiza oppa. Dia sangat perhatian. Dia bahkan menulis kalau Choiza oppa membantunya melupakan masalah tentangmu. Dia menerima Choiza oppa karena dia ingin mencoba melupakanmu. Walaupun lingkungan Choiza adalah orang-orang yang pergaulan bebas, tapi Choiza selalu melindunginya dari itu semua. Dia hanya berharap suatu saat kau akan memintanya kembali padamu. Sampai itu terjadi, dia akan mencoba melupakanmu dan tidak mau berharap banyak. Aku membaca semuanya.” Luna tidak menyangka di akhir ucapannya, seorang Lee Taemin telah menangis terisak dan langsung memeluknya.

“Ottokhae? Sunyoung ah. Tolong bantu Sulli! Jaebal!” tangisnya di pundak Luna. Luna menghela nafas dan membalas pelukannya. Matanya sedikit berair. Tapi dia bukan tipe wanita yang akan menangis didepan sahabatnya yang sedang sedih. Dia memang vitamin. Selalu membangkitkan semangat orang.

“Sulli pasti akan berubah. Dia akan kembali. Kau hanya perlu bersabar Taemin ah. Dan tolong, kembali padanya.” ucap Luna, masih memeluknya.

“Apa kalau aku kembali, dia akan berubah?” tanya Taemin lagi. Luna tersenyum dan melepas pelukannya. Dia tertawa kecil melihat mata Taemin yang sembab dan menghapus air mata bodohnya itu.

“Pasti! Kau adalah alasan dia berubah, Lee Taemin. Kalau kau kembali, Sulli yang dulu pasti akan kembali.” ucapnya sambil tersenyum.

“Hubungi dia.” sambungnya.

“Hp ku rusak. Aku melemparnya tadi saat berbicara dengannya.” Luna menggeleng. Dia sudah menduganya. Dia mengeluarkan Hpnya dari saku celana dan mulai menghubungi nomor Sulli. Sayang, nomornya tidak aktif lagi.

“Tidak aktif..” ucap Luna. Dia melihat tatapan kecewa Taemin dan langsung tersenyum.

“Tenanglah. Saat dia pulang nanti, kau datanglah ke dorm. Bicaralah baik-baik. Himne !” ucap Luna menyemangatinya.

“Gomawo Sunyoung ah..”

~~~

Dan disinilah Taemin dan Sulli, duduk di meja makan dorm f(x) dan baru saja ditinggalkan oleh member yang lain yang memilih tidur. Tentu saja, ini sudah jam 11 malam. Saat dimana mereka punya waktu luang setelah semua kesibukan yang ada.

15 menit di isi dengan kekosongan dan saling tatap. Keduanya tidak tahu harus memulai dari mana. Mata Sulli sembab dan Taemin yakin dia habis menangis seharian.

“Bagaimana keadaanmu?” Taemin memecah perang mata mereka. Sulli menunduk.

“Tidak ada yang lebih buruk dari sekarang.”

“Jinri yah..”

“Jangan memanggilku dengan nama itu lagi.” potongnya dingin.

“Maafkan aku.” ucap Taemin tulus dengan tatapan sedihnya. Sulli mengangkat kepalanya dan menatap Taemin. Mencari apakah ada tatapan terpaksa di matanya.

“Aku benar-benar menyesal membiarkan hubungan kita semakin buruk. Aku hampir gila saat membaca artikel tadi pagi. A.. Aku..”
Sulli langsung membuang muka.

“Tidak ada yang perlu di maafkan. Semua sudah terlanjur. Aku mengantuk!” Sulli berdiri dan bersiap meninggalkannya. Tapi pelukan hangat Taemin yang tiba-tiba menyerangnya dari belakang membuat air mata Sulli mengalir tanpa di minta.

“Kau bodoh Jinri. Kenapa melakukan itu untuk membuatku sakit hati? Baiklah mungkin kau mencintainya, tapi tolong jangan bodoh dalam bertindak. Aku sakit melihat orang mencibirmu. Tidak bisakah kau berpacaran diam-diam seperti yang kita lakukan dulu? Kau boleh pacaran dengannya tapi jaga imagemu Sulli yah.” Sulli dapat merasakan ada air mata menetes di bahu kanannya karena kainnya yang terasa basah.

“Kau merelakan aku pacaran dengannya. Huh. Baiklah. Sudah kuduga.” Sulli tak ingin berbalik menatapnya dan langsung melepas pelukan Taemin dengan kecewa.

“Lee Taemin bodoh.”

“Saranghae.” potong Taemin.

Mendengar ucapan Taemin, Sulli langsung berbalik dan menangis terisak. Dia menutup wajahnya. Dia sangat malu dengan perbuatan kekanak-kanakannya ini. Dia menyusahkan banyak orang hanya untuk memuaskan keinginan hatinya. Hanya untuk membuat Taemin marah.

“Putuskan dia, Jinri..” pinta Taemin sambil memegang kedua pundaknya. Taemin menangis. Jinri mengangguk. Masih tidak ingin berbicara atau melepas tangan dari wajahnya. Dia masih tidak sanggup melihat kekecewaan di wajah Taemin. Taemin langsung memeluknya erat.

“Sudah.. Tenanglah. Semua akan berlalu. Aku akan membelamu.” tangisan Sulli meledak.

“O..Oppa.. Aku takut..” Taemin menggeleng cepat sambil mengelus kepala Sulli dalam pelukannya.

“Gwaencanha. Semua akan baik-baik saja. Apapun yang terjadi, kau tetaplah diam. Semua akan berakhir dengan sendirinya.”

“Mi.. Mianhae..” isak Sulli.

“hussh.. Uljima..”

Taemin lega. Ingin sekali dia menangis terisak seperti orang bodoh karena senang mereka bisa menyelesaikan masalah antara mereka berdua. Tapi dia tidak ingin membuat Sulli lebih merasa bersalah. Mengetahui mereka kembali bersama saja sudah cukup membuatnya senang.
~
~
30 menit kemudian, Kamar Sulli.

“Ka.. Kau tidur dengannya?” tanya Taemin tiba-tiba saat mengelus kepala Sulli yang berusaha tidur dipangkuannya. Sulli tertawa kecil tetap dengan menutup mata.

“Anni. Aku tidur di kamar tamu. Ada Ibu Choiza oppa juga disana. Jangan berpikiran macam-macam.” ucap Sulli.
Taemin tertawa seperti orang bodoh. Kecurigaannya tak beralasan. Dia lega sekarang.

“Saranghae..” gumam Taemin.

“Nado..” balas Sulli sebelum benar-benar tertidur dipangkuannya.
.
.
.
END.

KOMEN SANGAT DIHARGAI. TQ

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , | 23 Comments

Post navigation

23 thoughts on “What’s wrong with you, Sulli?

  1. Ddulli~

    OMG! aku nangis baca FF kakak😥 hiks…..

    buat FF TaeLli lagi ya kak🙂 keep writing!~ hehe

  2. achan gimbelz

    huwaa. sempet kebawa emosi juga gegara sikapnya sulli ke taemin !! bagus deeh ff nya !!!!
    oia, untuk ff black pearl part 4 belum ada lanjutannya yaa ??

  3. Ukh! sempet emosi gegara sikap Sulli eonni -_-
    tapi, gegara ni ff saya jd sedikit tenang dgn gosip Sulli eonni ma Choiza ahjussi..
    moga aja ini beneran trjadi..amin🙂
    good job, thor🙂

  4. daebak,, hampir nangis terharu baca ff ini.. TT
    mudah2an ini bisa menjadi real..🙂
    keep writing, thor! ^^

  5. waaaaaaaaaaaa akhir’y happy ending, untung balikan lagi mereka :’)

  6. GillChan

    Astagaaaa pas banget ini FF nya.
    Bete banget liat artikel2 buruk soal Sulli dan itu bener2 beruntun beritanya. ckckck.
    tapi entah ya, akhir2 ini sulli sering banget di comment wajahnya cemberut lah, ngga kaya dulu lagi. T_T
    Mana moment taelli jarang banget akhir2 ini. FFnya mengangkat jiwa shipper nih. haha
    Keep writing yaaaa author >_<

  7. Sarahayud

    aa a a a. .

    andai ini nyata thor . .
    huhu

    daebak 1000% . hampir nangis aku thor . .
    huft yg mbuat aku galau it tntang WGM bukan choiza . .

    buat FF taelli lg thor yg fantasi sih thor jebal . .

  8. pooblinky

    Terharu bacanya hix :’
    Keren thor ><

  9. Sempet nyesek ditengah cerita, aaaaaaa bener2 shock sama berita itu😦

    Keren min ff-nya. banyakin lagi ya nulis ff-nya, sampe para readers kenyang pokoknya! /maksa/ wkwkwkwk xD

  10. Part nya Taemin-Luna itu sesuatu..
    Menggugah perasaan *apadehbahasanya…
    Sweet banget..😀

  11. cheny

    Huaaa so sweet😄 berharap banget kalo Taemin dan Sulli pacaran..😄 cute and innocent couple X3

  12. dyahh

    maaf baru komen.
    Author. Apakah anda benar2 ada disana saat kejadian itu merebak? Aku mau nangis pas putus. Semoga ini cerita real yaa. Kurang lebihnya gini lah. Taelli pokoknya jadi real couple.
    Keep writing ff taelli ya

  13. Spakling Pearls

    Bener comment yg diatas yg paling nyesek tuh taemin ikutan wgm daripada rumor sulli pacaran aku sempat mikir pas waktu itu baca rumornya sulli itu mngkn karna dia marah liat taemin ikutan wgm dia jd pura2 pacaran ama choiza cuma bisa berharap klu ff ini bener2 terjadi di dunia nyata #amin

  14. author keren ffnyaa! nangis deh bacanyaaa~
    lanjutkaan ff taelli minstal yg lebih wow yaa thor:”)

  15. gracessul

    Sesange , aq mewek bacAnya thor … Tp gpp asalkan Taelli ttp bersatu !!
    Keep writting about sulli yah !! Fighting !! ^_^ *bow

  16. Ya ampun ceritanya dpt banget #Taelli

  17. THIS!
    jujur sedikit kecewa ngeluat sulli yang sekarang
    kangen banget sama sulli yg lovable yg dicintai banyak orang
    hufft~

  18. NewCam_shawol

    Waaahh ,, keren2 , crta’a hdup bgt

  19. Annisa Kpopers

    Huhuhuhu. Aku enggak mudeng sama ff ini.

  20. Nadia SonElf

    Bagus FF nya🙂
    Semoga jadi kenyataan yah🙂

  21. mustika

    Aku nangiss ni thor….bikin sequel atau Ff taelli lagi yang banyak ya thor…. Keren ceritanyaaa….

  22. wahhh aku Kira taeli bakalan tiada penghujungnya …. taeli jjang!!!

  23. sumpah aku nangis ya
    jujur ini mah ga boong😦

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: