Look at me,I love you! [1/2]

1392960_10200814568507006_851204165_n

Cast: Choi Minho, Jung Soojung, Lee Taemin, Choi Sulli

 

Genre: Romance, Friendship

 

Rating: PG13

 

Author: Patty

 

Ff ini sbg permintaan maaf krna patty banyak bohongnya dan banyak hutangnya. Hahaha

 

Enjoy!!

 

***

 

“Jangan lihat matanya! Kamu bisa dikutuk!”

“Auranya dingin. Pasti Ratu iblis ada disini.”

“Y..Ya.. dia menatapmu. Bodoh. Kenapa kau berbicara didepannya. Bisa kena sial kita!”

“Ma.. Maaf.. Ratu.”

 

Pagi ini sama saja. Sang ratu iblis menjadi pembicaraan sepanjang gerbang hingga ruangan kelas. Ini bukan kebiasaan lagi, tapi budaya sekolah ini. Setiap Ratu ini memasuki gerbang pasti semua orang yang berpapasan atau berjalan didekatnya langsung berhamburan lari atau menjauh darinya. Mereka tidak hanya takut melihat wajahnya yang tanpa senyum dan dingin itu, tapi mereka percaya kalau mereka ditegur oleh sang ratu ini, mereka akan terkena sial.

 

 

“Selamat pagi..”

 

Sapa sang gadis menakutkan ini sesaat setelah memasuki kelas. Namun, tentu saja tak akan ada yang membalas sapaannya. Semua langsung kembali ke tempat duduk mereka dan duduk rapi tanpa bersuara. Takut.

 

“Pagi, Jung Soojung. Hehe ”

 

Kecuali pria ini. Pria yang sangat digandrungi banyak siswi karena ketampanannya. Bukan hanya tampan dan hebat dalam olahraga. Orang ini dijuluki malaikat karena keramahannya yang kelewatan batas. Dia terlalu baik pada semua orang. Tersenyum kepada siapapun yang berpapasan dengannya, kenal ataupun tidak. Bahkan tak segan-segan mengajak mereka berbicara. Tidak lupa dia juga pria yang sangat periang (dan sedikit cerewet).

 

Ya, nama gadis yang di sapa pria ini adalah Jung Soo Jung. Sang Ratu di sekolah. Bukan Ratu yang terkenal karena kecantikannya. Tapi terkenal karena muka dingin dan menakutkannya. Wanita tanpa ekspresi. Berkepribadian misterius dan tak pernah berbicara selain mengucapkan salam membuat semua orang takut padanya.

 

Sebenarnya awal dari takhayul tentang ratu ini adalah saat 2 tahun lalu mereka masih menjadi siswa baru di SMA ini. Seseorang menyatakan cintanya pada Soojung, tapi Soojung hanya memberikan tatapan mautnya dan 1 menit kemudian, dia tertimpa pot bunga yang terjatuh dari lantai 2. Siswa itu mengalami geger otak setelah itu. Bukan hanya itu saja, saat Soojung melakukan tugas piket kebersihan sepulang sekolah bersama 1 orang siswi sekelas, siswi itu tiba-tiba pingsan tak sadarkan diri dan dilarikan kerumah sakit. Belum lagi kejadian saat Soojung sedang menonton pertandingan basket antar sekolah dan duduk di kursi depan, tiba-tiba salah satu anggota tim basket sekolah mereka yang mendribble bola tepat didepannya jatuh terkilir. Kasus terakhir yang menguatkan kepercayaan mereka akan kesialan yang mereka alami kalau berurusan dengan Soojung adalah saat seorang kakak kelas pria berteriak di seluruh kantin kalau Soojung adalah setan yang menakutkan. Tanpa dia sadar, Soojung sedang makan disalah satu meja itu. Saat pulang, kakak kelas itu digigit oleh anjing yang terkena rabies.

Itulah beberapa kenangan terburuk sekolah ini tentang Soojung. Sekarang dia sudah duduk di kelas 3. Entah kapan gadis ini akan berbicara ataupun tersenyum untuk mematahkan gosip dari semua orang yang tidak masuk akal itu.

 

“Hey.. kenapa melamun?”

 

pria itu melambaikan telapak tangannya di wajah Soojung yang terus menunduk. Saat dia kembali ke alam sadarnya, Soojung langsung menggeleng dan berjalan cepat menuju kursinya. Tanpa menjawab pertanyaan pria itu.

 

“Hah.. dia mengacuhkanku lagi.” Keluh pria itu memajukan bibirnya dan kembali duduk di kursinya. Dia duduk di bagian depan sedangkan Soojung menyendiri di belakang.

 

“Lihatlah, sang malaikat kita tak takut terkena kutukan iblis..” bisik Sulli. Temannya yang duduk tepat disebelah kanannya.

 

“Sudah ke-562 kalinya Minho menegurnya tapi dia belum pernah tertimpa pot, terkilir, pingsan ataupun digigit anjing.” Sambung Taemin yang duduk di belakang Sulli. Minho mengangguk dan Sulli tertawa kecil.

 

“Hanya orang bodoh yang percaya cerita rakyat seperti itu. Haha” sambung Minho.

“Haha. Berarti di sekolah ini, hanya kita bertiga orang pintar. Karena hanya kita saja yang tidak mempercayainya sama sekali. Bahkan guru pun takut menegur atau menatapnya.” Ucap Sulli.

“Banyak bacot kalian berdua. Kalian juga sama saja kan, tidak berani menegurnya.” Ucap Minho sambil membaca komik ‘Slam Dunk’ nya yang tadi tertunda.

“Interupsi! Tidak pernah, bukan tidak berani! Dia tidak pernah berbicara denganku, untuk apa aku tegur.” Ucap Taemin malas.

“Ya.. begitu juga denganku..” sambung Sulli.

“Kau itu selalu mengiyakan kata-kata Taemin. Kenapa kalian tidak pacaran saja.” Ledek Minho. Muka Sulli langsung memerah. Sedangkan Taemin hanya melempar pensilnya ke arah Minho.

 

Tak ada yang menyadari sepasang mata selalu memperhatikan tingkah dan gerak-gerik Minho. Soojung. Wajahnya memerah masih mengingat kejadian barusan saat Minho menegurnya. Tak ada yang pernah tahu kalau sebenarnya, sang ratu iblis ini sudah mengagumi sang malaikat dari dulu. Dia selalu diam-diam memperhatikannya dari kejauhan. Tentunya dengan wajah datar dan menakutkan itu.

 

Flashback

2 tahun lalu.

 

“Kenapa semuanya menjauhiku seperti ini? Demi Tuhan aku tidak mengutuk kakak kelas itu. Aku bahkan tidak pernah menyangka dia akan tertimpa pot bunga itu. Itu murni kecelakan. Dan Yoomi, aku bahkan tidak tahu kalau dia terkena anemia. Kalau aku tahu aku akan menyuruhnya istirahat dan mengerjakan semua tugasnya. Tak ada yang percaya padaku. Hanya karena aku tidak pernah senyum bukan berarti aku orang jahat kan. Iya kan, Komde? Kamu percaya padaku kan?” ucap Soojung. Matanya berair sambil berbicara pada Komde, anjing peliharaannya. Dia sedang membawa komde jalan-jalan disekitar rumahnya.

 

“Aku percaya kok.”

 

Mata Soojung membulat dan dia hampir terkena serangan jantung.

 

“Ko.. Komde,kau.. bisa bicara?”

 

“guk!guk!” komde malah menggonggong dan mengarahkan pandangannya ke belakang kursi yang diduduki Soojung. Soojung langsung mencari tahu ada apa dan hanya bisa terkejut saat Minho melambai padanya.

 

“Aku bukan komde, Soojung ah..” Minho tertawa dan langsung duduk disamping Soojung.  Soojung sangat malu. Dia yakin Minho mendengar semua pembicaraannya dengan komde dan menganggap dia gila. Dia hanya bisa tertunduk meratapi kebodohannya.

 

“Hey..”

 

Minho langsung memegang wajah Soojung dengan kedua tangannya dan membuat Soojung menatap matanya. Soojung sangat kaget dan matanya melotot. Manusia normal yang melihat ekspresi wajahnya sekarang mungkin akan lari terbirit-birit. Dia terlihat seperti sadako yang akan membunuh orang saat itu juga. Minho hanya tersenyum menatap wajah menakutkannya itu dan memindahkan rambutnya ke belakang telingannya.

 

“Tahu tidak, wajahmu sangat menakutkan.” Ucap Minho tanpa menghilangkan senyumnya. Soojung masih tak berkutik. Dia masih mematung di genggaman telapak Minho yang menempel di kedua pipinya.

 

“itu yang membuat semua orang takut padamu. Cobalah tersenyum. Kau pasti sangat cantik. Baru sekarang aku benar-benar melihat wajahmu. Kalau saja kau memakai BB cream, lip gloss dan sedikit eyeliner pasti orang akan terkejut melihat kecantikanmu. Kau cantik, hanya saja kau tidak mau memperlihatkannya. Kenapa rambutmu harus selalu menutupi wajahmu sih?” Minho melepas tangannya dan bersandar di kursi. Dia memeluk komde yang entah sejak kapan melompat ke pahanya.

 

“Boleh aku jadi temanmu?” tanya Minho lagi. Sambil mengelus badan komde, Sedari tadi dia seperti berbicara dengan dirinya sendiri. Karena sang ratu iblis tak pernah menjawab perkataannya. Soojung terus saja menunduk.

 

“Oh iya, namaku Choi Minho, aku dari kelas 1-2. Kamu dari kelas 1-1 kan? mudah-mudahan nanti kita bisa sekelas ya!” ucap Minho sambil menatap komde dan bermain dengan telinganya.

 

Tiba-tiba Soojung merebut komde dari pelukan Minho, membungkuk , dan akhirnya lari dari situ.

 

“Jung Soo Jung!” panggil Minho terkejut, tapi dia tak berbalik sama sekali.

 

Itulah awal dimana rasa ‘suka’ Soojung timbul untuk Minho. Sejak saat itu, kalau tak sengaja berpapasan di gerbang ataupun di area sekolah, Minho pasti akan melambaikan tangan atau tersenyum padanya dari jauh. Tak jarang Minho juga menyapanya. Dengan gugup dan malunya, Soojung selalu lari darinya. Minho pasti berpikir dia sedang mengutuk atau menyumpahinya dengan wajah menakutkan seperti itu tiap memandangnya. Minho hanya tidak tahu bahwa wajah seram itu justru adalah ekspresi gugup Soojung.

 

Saat menginjakan kaki di kelas 3, dengan mengejutkan Minho ternyata sekelas dengan Soojung. Saat itu Minho memilih untuk duduk di samping Soojung. Tapi Soojung menatapnya dengan tatapan tajam dan Minho langsung di tarik oleh Taemin dan Sulli untuk duduk di depan. Oh iya, Taemin dan Sulli adalah sahabat Minho. Mereka yang paling tahu tentangnya karena sudah kenal dengannya dari TK. Bagaimana ramahnya dia dan pecicilannya dalam bergaul. Mereka mengetahui semuanya. Minho adalah orang yang tidak sadar kalau dia telah menebar pesona kepada semua siswi dan membuat mereka salah paham akan perasaannya. Laki-laki ini sebenarnya masih naif dan belum dewasa.

 

Flashback End.

 

“Sudah ku bilang jangan ambil bekalku! Ya Lee Taemin!” teriak Sulli di koridor sekolah menuju kantin. Taemin merampas bekalnya. Walaupun itu hanya iseng, itu memang sudah menjadi kegiatan mereka sehari-hari. Sulli terus mengejarnya sampai dia terhenti karena Taemin tiba-tiba menghentikan langkahnya.

 

“Ada apa jelek?” tanya Sulli.

“Sst! Diam..” kode Taemin. Dia melihat sesuatu yang di luar dugaan. Seorang Soojung sedang memperhatikan Minho yang sedang asik bercanda dengan gadis-gadis kelas lain yang terus menempel padanya dan memberikannya bekal. Tentunya Minho yang terkenal ‘rakus’ ini menerima pemberian mereka dengan senang hati. Pipi Soojung memerah dan Taemin bisa melihatnya. Soojung juga memegang dadanya.

 

“Omo.. itu ratu.” Ucap Sulli menutup mulutnya.

“Ya.. dia sedang menatap Minho diam-diam.”

“Jinjja? Apa dia menyukai Minho? Wah. Bahkan sihir Minho mempan pada Ratu Iblis? Kasihan Soojung. Bakal seliar apa dia kalau tahu Minho tidak menyukainya? Kita harus menghentikannya Taeminnie!”

“Jangan memanggilku Taeminnie!”

Sulli tertawa. tawanya terdengar oleh Soojung yang menatap mereka tajam. Sulli hanya membalasnya dengan senyum kaku dan melambai padanya.

 

Taemin langsung berjalan mendekati Soojung yang bersembunyi dibalik tembok. Tentunya Sulli mengekor di belakangnya.

 

“ya! Kau mau mati?” bisik Sulli sambil menarik seragam Taemin dari belakang tapi mereka sudah terlanjur sampai dihadapan Soojung yang saat ini mungkin siap membaca mantra kutukan dilihat dari wajahnya sekarang.

 

“Kau suka Minho?” tanya Taemin tak bertele-tele. Sulli hanya bisa menganga akan keberanian temannya itu. Beda hal nya dengan Soojung. Dia melotot. Ingat bagaimana seorang ibu tiri melotot pada anak tirinya? Seperti itulah ekspresinya.

 

 

 

 

 

“I..Iya..”

 

Dunia seolah-olah terbalik. Seorang Soojung menjawab pertanyaan mereka dengan malu-malu. Seorang Soojung mengucapkan kata lain selain ‘Selamat Pagi’. Ini seperti rekor dunia yang telah di pecahkan oleh Taemin. Sulli langsung bertepuk tangan.

 

Ya,tidak ada yang tahu, Soojung adalah orang yang sangat jujur. Dia paling tidak suka berbohong. Mungkin berkat didikan orang tuanya. Taemin sedikit terkejut ratu iblis ini mau membuka mulutnya. Tapi ekspresi dingin itu tak pernah hilang tentunya.

 

“Omo Jung Soo Jung.. Jinjja?” tanya Sulli terkejut. Sulli juga orang yang ramah. Awalnya dia takut pada Soojung. Tapi melihat Soojung membalas pertanyaan Taemin, ketakutannya menghilang. Di sisi lain, soojung terkejut ada siswa lain yang mau memanggil namanya, selain Minho tentunya. Dia pikir semua siswa membencinya dan akan selamanya memanggil dia Ratu iblis.

 

“Menyerahlah. Minho tidak menyukaimu. Kau akan berakhir sama seperti gadis-gadis itu. Diberikan harapan palsu. Kau tahu kan banyak adik kelas bahkan teman se-angkatan kita yang menangis karena di tolak Minho? Aku bukannya menjelek-jelekan sahabatku atau membuatmu kecewa, tapi itu kenyataannya. Wanita yang cantik saja di tolaknya, apalagi kamu.”

 

“Y..Ya jangan terlalu kejam!” bisik Sulli mencubit pinggangnya.

 

“Ah..Soojung ah, maksud Taemin, kau pikir-pikir dulu dengan perasaanmu. Mungkin saja itu bukan cinta. Kau hanya masih bingung. Ya kan Taemin?” Sulli melotot padaTaemin.

 

“Cih..terserahlah..” ucap Taemin. Mengembalikan bekal Sulli dan berbalik bersiap pergi.

 

 

 

 

 

“Bagaimana caranya agar dia menyukaiku?”

 

Sekali lagi. Rekor luar biasa telah di pecahkan hanya dalam satu hari. Soojung berbicara. Bukan hanya ‘selamat pagi’ dan ‘iya’ tapi sebuah kalimat. Sulli dapat melihat ketulusan di matanya. Langkah Taemin terhenti dan kembali menatapnya. Dia benar-benar menyukai Minho.

 

“Kau serius? Apa kau menyukainya hanya karena dia terkenal dan tampan? Kalau karena itu, kau duduk dan meratapi kegagalanmu saja.” Ucap Taemin. Sulli langsung menjitaknya.

 

“Ya! Jangan sok cool di depan Soojung! Berbicara yang sopan sedikit bocah.”

“Aw appo!” ringis Taemin. Tak ada yang menyangka, sikap dua orang sahabat ini membuat Soojung tertawa kecil. Tawa yang tak pernah mereka lihat sebelumnya.Tawa yang menakutkan dan kaku.

 

“Kau seperti nenek sihir.” Ucap Taemin sambil menggaruk kepalanya. Sulli mengangguk  dan menatap Soojung kaget.

 

“Ta..Tapi kau tertawa! kau bisa tertawa! wah.. keren! “ ucap Sulli sambil melompat dan memeluk Soojung. Soojung kaget dan langsung mendorongnya.

 

“Kau tidak takut terkena sial?” tanya Soojung menunduk.

 

“Siapa yang terkena sial? Sulli? Tanpa kau kutuk pun dia sudah jadi cewek sial!” ledek Taemin. Sulli langsung memukul perutnya. Soojung tertawa lagi. Kali ini lebih ringan. Membuat Taemin dan Sulli sadar kalau dia sama seperti wanita yang lain. Hanya saja dia kaku dan pendiam.

 

“Soojung ah! Melihat sifatmu yang sebenarnya, aku jadi ingin membantumu merebut hati Minho.”

 

“Ya! Jangan memberi harapan palsu padanya bodoh!” ucap Taemin.

“Mau bantu atau tidak? kalau tidak mau, jangan menggangguku!” ucap Sulli dan langsung menarik tangan Soojung.

 

“Kajja, kita makan bersama di kantin” ajak Sulli. Soojung sangat terharu. Setelah 3 tahun di Sekolah ini, akhirnya ada yang mau berbicara dengannya. Tapi tetap saja dia tidak bisa tersenyum. Lebih tepatnya dia tidak tahu cara tersenyum.

 

****

“Wah! Jung Soojung!” teriak Minho heboh sambil tersenyum melihat Soojung sedang duduk di kantin bersama Sulli dan Taemin. Sulli langsung memanggil Minho untuk duduk di samping Soojung.

 

“Apa ada sesuatu yang aku lewatkan Soojungie?” tanya Minho sok akrab. Soojung hanya terus memakan bekalnya.

“Dia akan bergabung dengan kita mulai sekarang. Sekarang tidak ganjil lagi deh! Hehe” ucap Sulli bangga.

“Wah, bagus kalau begitu! Apa karena ketampananku ya?” tanya Minho polos. Taemin dan Sulli langsung memutar mata dan mengacuhkan ocehannya. Sedangkan siswa-siswi yang lain sibuk menggosipkan keberanian mereka makan bersama pembawa sial.

 

***

“Kau harus sering tertawa seperti waktu itu Soojung. Orang-orang pasti akan terkejut melihat keramahanmu.” Ucap Sulli. Saat ini Minho, Taemin, dan Sulli sedang bergosip disekitar tempat duduk Soojung. Tentunya mereka yang mendekatinya. Mustahil Soojung beranjak dari tempat duduknya.

 

“Dia tertawa pada kalian?” tanya Minho terkejut. Dapat terlihat dia sedikit kecewa.

“Wae? Dia bahkan tidak tersenyum padamu? Kau pantas mendapatkannya!” ledek Taemin sambil mengelus kepalanya.

“Ya!” teriak Minho. Soojung hanya terus memasang wajah datarnya. Dia terlalu gugup.

 

“Oh iya, sebentar pulang sekolah tugas piket Youngjae dan Soojung. Youngjae sedang sakit. Bagaimana kalau kau menggantikannya Minho ya? Kan kasihan kalau Soojung harus membersihkan semuanya sendiri tanpa bantuan laki-laki.” pinta Sulli. Soojung terkejut mendengarnya dan langsung menatap Sulli, dibalas dengan kedipan mata olehnya.

 

“Dengan senang hati princess!” ucap Minho. Sulli memperlihatkan lagak ingin muntahnya mendengar ucapan Minho dan Taemin hanya menggeleng.

 

***

 

“Hmm.. Mulai dari mana ya?” tanya Minho pada Soojung saat mereka berdua tertinggal di kelas untuk piket. Soojung hanya terus duduk di kursinya sedangkan Minho berdiri di dekat papan tulis.

 

“Haruskah aku mengangkat sampah dulu dan kamu menyapu saja? Atau kau mau kita menyapu bersama dulu? Atau mungkin membersihkan jendela?” Minho menggaruk kepala. Dia seperti berbicara dengan hantu. Soojung langsung berdiri dan mengambil sapu yang disimpan di belakang kelas.

 

“Ah..jadi menyapu dulu. Arasseo..” gumam Minho seperti orang bodoh.

~

~

~

 

“Aw! Appo!” jerit Minho kesakitan. Tanpa hitungan detik, Soojung sudah berjongkok di depannya.

 

 

 

“Ada apa? Apa kau terluka? Mana yang sakit? Kau tidak apa-apa Choi Minho?”

 

Di sinilah Choi Minho, terduduk di lantai karena kakinya tersandung oleh sebuah ‘penghapus’ papan tulis yang tadi dilemparkan oleh guru pada salah satu siswa yang tidur saat jam terakhir. Entah gaya menyapu seperti apa yang dia praktekan sehingga harus terjatuh seperti itu. Dia bahkan tidak berlari atau semacamnya.

Lupakan sakitnya, Minho bahkan terlihat sudah sembuh dengan senyum lebar diwajahnya saat menatap wajah cemas Soojung. Wajah yang tidak pernah dia lihat.

 

“Ah.Appo! Lututku mungkin berdarah.” Minho membuat-buat sakitnya. Dia sama sekali tidak berbakat dalam akting. Untung saja Soojung bukan orang yang suka menonton sinetron. Kalau tidak dia akan tahu kalau akting Minho sangat buruk.

 

“Tenanglah. Aku gulung celanamu biar bisa ku lihat lukanya.” Ucap Soojung. Minho hanya mengangguk pelan sambil menatap wajah cemasnya. Kagum karena bisa mendengar Soojung berbicara banyak.

 

“Lututmu biru. Pasti sakit. Aku carikan es batu dulu untuk mengompresnya biar cepat membaik. Tunggu disini!” ucap Soojung sambil berlari keluar kelas. Minho yang tertinggal di kelas hanya tersenyum seperti orang gila.

 

“Gomawo, penghapus! Kau membuatku bisa melihat ekspresi lain Soojung. Haha besok akan ku pamerkan pada dua suami istri itu!”

 

***

 

“Jangan berlari di koridor! Kau bisa jatuh!” suara seorang pria menghentikan langkah Soojung.

 

“Lee Taemin? Kau belum pulang?” tanya Soojung. Wajah cemas masih terpampang disana. Taemin kaget melihat ekspresi baru Soojung itu.

 

“Kau berbicara lumayan banyak hari ini. Aku belum pulang karena berjaga-jaga jangan sampai si Minho sialan itu pergi meninggalkanmu. Dia tipe pria yang akan pergi kalau ada siswi lain mengajaknya makan sepulang sekolah. Dia paling lemah dengan kata ‘traktiran’. Kalau bukan Sulli yang suruh, aku tidak akan melakukan hal merepotkan ini. Kau harusnya berterima kasih bodoh.”  Ucap Taemin sambil bersandar di dinding luar kelas dengan kedua tangan di saku celananya.

 

“Gomawo, Lee Taemin.”

 

Itu dia, senyum Soojung. Senyum yang berbeda dari senyumnya sebelumnya. Senyum yang membuat Lee Taemin mengeluarkan tangannya dari saku dan membuka sedikit mulutnya. Kaget.

 

“A.. Apa kau sudah memperlihatkan senyum seperti ini pada Minho?” tanya Taemin membuang muka.

 

“A..Aku tidak tahu caranya tersenyum. Aku selalu memalukan kalau di depannya. Terlihat seperti ingin membunuhnya. Aku takut tersenyum padanya.”

 

“Baguslah. Senyummu sangat aneh. Jangan tersenyum padanya kalau tidak ingin dia lari darimu!” Soojung membuang nafas setuju, sambil mengangguk.

 

“Ada es batu di refrigerator yang ada di UKS. Ada handuk kecil juga disana. Pakai itu untuk mengompres lukanya. Karena hari ini tidak ada yang mengajak Minho pergi, aku pulang duluan!” ucap Taemin dan langsung berlalu dari pandangan Soojung. Memunggungi satu lengan ranselnya dengan tangan kanan dan satunya lagi di saku kirinya.
***

 

“Lama sekali..” ucap Minho saat melihat Soojung datang dengan handuk kecil putih yang membumbung. Bisa di tebak kalau di dalamnya ada es batu.

 

“Duduklah di kursi. Aku akan mengompres lukamu.” Ucap Soojung. Minho hanya mengangguk dan mengangkat dirinya sendiri. Berpura-pura kesakitan saat menuju salah satu kursi. Soojung membantunya dengan memegang tangan kanannya. Hal itu membuat Minho tersenyum.

 

“Ah..appo.”

 

“Tahanlah. Sedikit lagi. Atau memarnya akan membesar.” Soojung yang berlutut di lantai memusatkan perhatiannya pada lutut Minho. Berbeda dengan Minho, yang terus menatap mata indah Soojung dan baru menyadari kalau dia memang sangat cantik. Bukan hanya sekedar cantik.

 

“Gomawo Soojungie.” Ucap Minho. Tanpa balasan.

 

***

 

“Bagaimana Soojung? Berhasil? Kalian berduaan saja kan? atau fansnya datang mengganggu kalian? Dia tertarik padamu? ” tanya Sulli ingin tahu. Mukanya betul-betul mengantisipasi kisah romantis seperti di dalam komik. Soojung hanya menggeleng.

 

“Aish.. kau harus lebih aktif lagi. Kalau perlu ungkapkan perasaanmu padanya! Dia kan perhatian padamu. Mungkin saja dia juga menyukaimu.” Ucap Sulli. Mengepalkan tangannya yakin dengan pendapatnya. Taemin hanya bisa menggeleng melihat sahabatnya itu. Dia betul-betul tidak berbakat menjadi biro jodoh atau apalah namanya. Ya, mereka bertiga sedang makan di kantin saat Minho sedang latihan ekskul basket.

 

“Taemin sunbae, temanku Naeun dari kelas 2-3 ingin berbicara denganmu di taman sekolah. Bolehkah?” kata 1 dari 3 orang adik kelas yang menghampiri mereka bertiga di meja kantin. Mereka terlihat malu-malu. Soojung tak menatap mereka dan hanya sibuk memakan ramennya. Sedangkan Sulli kini menatap 3 gadis itu dengan tatapan ‘kalian ingin aku bunuh’ nya.

 

“Maaf, tapi bilang pada temanmu aku tidak menyukainya.” Ucap Taemin, menatap mereka dengan tajam. Sulli mengangguk sambil tersenyum.

 

“Tolong tambahkan juga detailnya, Taemin sunbae kalian sudah berpacaran dengan Sulli sunbae! Mengerti! Sekarang pergi!” usir Sulli dengan senyum sinisnya. Mereka terlihat ingin menangis dan lari dari situ.

 

“Jahat sekali! Untung saja aku menyukai Minho sunbae!”

“Taemin sunbae terlalu dingin!”

“Cih Sulli sunbae itu selalu menempel pada Taemin sunbae!”

“Kepribadian mereka hampir menyerupai ratu. Pantas saja mereka berteman.” Ucap siswi-siswi yang pergi dengan kekecewaan itu.

 

“Taemin ah, ada apa? Tadi aku berpapasan dengan mereka. Sepertinya mereka menyebutkan namamu. Kau menolak mereka?” tanya Minho masih dengan keringat bercucurannya dan baju basket sehabis latihan.

 

“Kau bau! Ganti seragam dulu sana!” ucap Sulli. Soojung kini melepas makanannya dan menatap Sulli yang berhadapan dengannya dengan gugup. Minho duduk disampingnya. Mungkin itu yang membuat dia tidak bisa makan.

 

“Habis ini masih ada kegiatan klub! Jadi aku masih akan latihan. Ayo jelaskan ada apa?”

 

“Adik kelas yang terus mengejarnya mengajaknya bicara. Mungkin ingin menyatakan cinta. Taemin menolaknya dan aku bilang saja aku pacarnya. Lucu kan? hahaha” ucap Sulli. Minho tahu ucapan Sulli sedikit berat. Ya, Sulli menyukai Taemin dari dulu. Ini hanya menjadi rahasianya dengan Minho. Sayangnya Taemin terlalu cuek untuk menyadarinya.

 

“Aku benci saat kau membuat fakta palsu seperti itu! Kita tidak pacaran! Orang selalu menyangka kita pacaran karena kau terus menempel padaku. Berhenti bersikap bodoh dan carilah pria ! jangan mengekor terus pada sahabatmu!” ucap Taemin sedikit keras. Membuat mata Sulli berair dan lari dari situ.

 

“Kau keterlaluan.” Ucap Soojung tiba-tiba. Dan kembalilah tatapan menakutkan ratu iblis.

 

“Soojung ah, tolong kejar Sulli. Dia itu penakut. Jangan biarkan dia sendiri.” Ucap Minho. Soojung langsung berdiri dan mengejar Sulli.

 

“Aku ingin memukulmu tapi aku tidak bisa. Karena seseorang akan membunuhku kalau aku menyakitimu. Aish. Aku pergi dulu. Waktu istirahatku Cuma 5 menit. Kita bertemu pada jam pulang sekolah ya!” ucap Minho dan pergi dari situ sambil mendribble bola basketnya.

 

***

 

 

“Aku terlihat menyedihkan ya?” tanya Sulli pada Soojung yang terus menatapnya di toilet wanita ini.

 

“Aku menyukainya dari kecil. Tapi aku takut merubah status kami yang sudah sangat dekat. Aku takut dia menjauhiku. Bodoh kan?” tambahnya.

 

“Mian. Aku lupa kau tidak banyak bicara. Gomawo sudah menemaniku disini.” Ucap Sulli dan langsung membasuh mukanya di westafel. Soojung hanya terdiam. Dia paling tidak berbakat untuk menasihati orang. Dia hanya berharap teman pertamanya ini akan membaik.

 

***

 

“daebak! Fighting Minho yah!” Sulli berteriak sekencang-kencangnya. Bahkan mengalahkan suara para dancer dan penggemar berat Minho. Mereka sedang menonton Minho latihan bersama teman ekskul yang lain di lapangan basket sekolah. Ya, Sulli telah kembali seperti semula. Hanya butuh waktu setengah jam untuknya meredakan emosi.

 

Minho tertawa melihat Sulli dan berkedip padanya. Dia tidak sadar ada Soojung disamping Sulli yang menatapnya dalam diam. Dia tidak sadar juga kalau Soojung sudah mengira kalau kedipan itu untuk dia dan dadanya kini terasa ingin meledak karena terlalu gugup dan senang.

Minho malah kini melambai pada mereka berdua. Muka Soojung semakin merah.

 

“Omo, Soojung! Kau memerah!” ucap Sulli sambil tertawa gemas melihat sahabatnya itu.

 

***

 

 

“Masih marah?” Taemin menyodorkan lolipop strawberry dihadapan Sulli yang sedang mencatat tugasnya. Mereka sedang ada di dalam kelas. Dan Taemin langsung duduk di sampingnya.

 

“Kau jadi tambah jelek kalau marah seperti ini. Seperti babi. Kau makan banyak lagi ya? Karena marah padaku? Hati-hati kau terkena obesitas!” ucap Taemin. Sulli tidak tahan. Dia langsung tertawa dan memukul Taemin.

 

“Haha! Siapa yang bisa marah lama-lama padamu bodoh! Jangan mengganggu. Aku sedang mengerjakan tugas.”

 

“aigoo..naye chingu is the best!” ucap Taemin sambil mencubit pipinya. Ya, pada Sulli, sikap hangat Taemin selalu keluar. Itu yang membuat Sulli nyaman padanya.

 

***

 

“Sunbae. Ini bekal untukmu. Aku sangat menyukaimu! Mudah-mudahan kau menikmati bekalnya.” Ucap seorang siswi girang pada Minho yang berbinar melihat makanan.

“Uwa! Steak kau jadikan bekal? Gomawo. Aku juga menyukaimu!” ucap Minho dan tersenyum serta mengelus rambut hoobae itu. Minho tak sadar, 2 meter dari jaraknya berdiri, Soojung sedang menatapnya dengan mata berair.

 

“Minho menyukai hoobae itu. Dia menyukainya.” Gumam Soojung dalam hati. Dia tertunduk dan langsung berbalik bersiap pergi.

 

 

 

“Jung Soo Jung!”

 

Panggilan Minho membuat Soojung menghentikan langkahnya. Tapi dia tidak berbalik.

 

“Kenapa kau tidak bilang kalau ada disini dan malah pergi?” tanya Minho memegang pundaknya. Soojung melepaskan tangannya.

 

“Maaf, aku harus pergi.” Ucapnya. Minho mengerutkan dahinya, bingung. Dia langsung membalikan badan Soojung.

 

“Sebenarnya ada ap..omo.. kau menangis? Wae? Ada yang menyakitimu?” tanya Minho cemas.

 

“Orang yang kusukai menyukai wanita lain.” Ucap Soojung. Belum lupa bagaimana tidak bisa berbohong nya wanita ini kan. Minho tersentak. Dia tidak menyangka Soojung menyukai seseorang.

 

“Jinjja? Aigoo.. siapa pria brengsek yang berani mencampakan Soojung? Sudahlah. Ada aku..” ucap Minho. Dia menjatuhkan bekal yang dia pegang dan memeluk Soojung. Mata Soojung langsung membulat dengan perlakuannya ini. Tapi, sesaat kemudian, dia terisak.

 

“Uljima..” ucap Minho, mengelus punggungnya.

 

***

 

“Hal yang perlu kau lakukan adalah membuatkannya bekal. Tidak lupa juga selalu membelikannya pepsi blue dingin kesukaannya saat ekskul. Hal itu saja sudah akan membuatnya menyukaimu. Dia akan menyukai apapun yang berhubungan dengan perutnya.” Ucap Taemin malas. Ya, dia sedang asik membaca di perpustakaan, saat Soojung tiba-tiba datang dengan pertanyaan ‘apa yang membuat Minho bisa menyukai gadis lain seperti itu’ padanya. Akhir-akhir ini, Soojung mulai berani bertanya. Sepertinya dia serius ingin menembak Minho. Dia memang sangat lugu dan belum pernah berpacaran, itulah kenapa dia mengira menembak pria itu wajar dan harus.

 

Soojung mengangguk mendengar penjelasan Taemin. Taemin hanya memutar matanya melihat mata bersemangat Soojung.

 

“Dimana Sulli?” tanya Taemin.

 

“Dia sedang membantu Minho mengusir penggemar-penggemarnya. Kata Sulli kalau Minho, tidak akan pernah tega mengusir mereka.” Ucap Soojung, memajukan bibirnya. Sekali lagi, ini ekspresi baru Soojung. Taemin kembali terdiam menatapnya.

 

“Ah iya, aku tadi belum memakan bekalku. Kau mau makan bersama?” tanya Soojung. Mengeluarkan kotak bekal buatan ibunya. Taemin melotot tak percaya. Soojung benar-benar berubah menjadi aktif sekarang.

 

“Aku? Makan denganmu?” tanya Taemin. Masih belum menyangka sang ratu iblis ini berani berbicara seperti itu padanya.

 

“Wae? Kau tidak lapar? Mianhae. Aku lancang. Aku pikir bekalku kebanyakan. Tadinya ingin makan dengan Sulli.. tapi ya sud..”

 

“Sumpit untukku mana?” tanya Taemin membuang muka. Soojung tersenyum. Dia pikir dia terlalu sok akrab dengan Taemin dan takut orang ini menjauhinya. Ternyata tidak. Soojung mengeluarkan sumpit cadangan yang selalu disediakan Ibunya. Dan ya, mereka makan bersama di perpustakaan itu. Mereka tidak sadar, kalau dua pasang mata sedang melihat mereka dengan kekecewaan.

 

 

***

 

“Ya! Ada apa denganmu. tidak berselera sekali!” tanya Taemin melihat Minho yang hanya mengaduk-aduk nasi gorengnya.

 

“Anni.. aku hanya berpikir. Akhir-akhir ini aku kurang konsentrasi karena sesuatu. Mungkin aku terlalu banyak pikiran.” Jawab Minho menatap Soojung yang makan dalam diam. Kali ini terbalik. Minho duduk di samping Sulli, dan Taemin duduk di samping Soojung.

 

“Orang sepertimu bisa berpikir juga? Haha. Kau juga, kenapa kalian berdua mendadak seperti ini?” tanya Taemin ke Sulli. Sulli hanya melempar eyesmilenya padaTaemin dan melanjutkan makannya.

 

“Soojung ah, pulang sekolah, kau temani aku.” Ucap Minho tiba-tiba. Soojung langsung terbatuk-batuk karena shock.

 

“Minum dulu. Bodoh.” Ucap Taemin dan langsung memberikan air putih untuknya. Minho kalah cepat. Padahal sudah ada gelas di tangannya. Sulli menyadari tatapan kecewa Minho, dan hanya tersenyum kecil menatap Taemin.

 

“Ada apa kau memanggilnya? Aku dan Taemin tidak?” tanya Sulli memecah keheningan saat Soojung sudah mereda.

 

“Aku di tugaskan membersihkan ruangan club. Dan kalau ada Soojung pasti ruangan akan bersih. Tidak ada yang mau membantuku. Dia sangat cekatan. Jangan katakan kalian berdua akan ikut, kalian paling benci ruangan olahragaku karena baunya.” Ucap Minho.

 

“Tanya persetujuan Soojung, dia mau atau tidak.” Ucap Taemin dingin.

 

“A.. Aku mau. Aku akan membantumu.” Ucap Soojung. Wajahnya memerah. Minho tersenyum.

 

“Geurrae, kalau begitu aku dan Taeminnie pulang berdua. Sepi deh.” Sulli menggerutu sambil tertawa kecil.

 

***

 

“Ruangannya bersih.” Ucap Soojung. Tak ada yang perlu di bersihkan di ruangan ini. Minho hanya duduk di salah satu kursi dan menatap Soojung yang berdiri meminta penjelasan darinya.

 

“Aku berbohong.” Ucap Minho. Soojung bingung tapi terus diam.

 

“Kau.. Ah.. anni..” Minho memegang belakang lehernya. Bingung dengan perasaannya.

 

“Menurutmu.Taemin itu bagaimana?”

 

Tanyanya, menatap Soojung penuh harap.

 

“Baik, perhatian.” Jawab Soojung cepat dan singkat. Minho merasakan ada yang aneh darinya.Hatinya terasa janggal.

 

“Kalau aku bagaimana?” tanya Minho membuang muka. Wajahnya memerah. 3 menit menunggu jawaban, Soojung sama sekali tidak berbicara dan terus menatapnya. Tatapan yang sama. Tatapan datar dan dingin. Membuat nyali Minho menciut dan menghembuskan nafas kecewa.

 

“Itu saja. Ayo kita pulang. aku akan mengantarmu sampai di halte.” Ucap Minho. Wajahnya dingin. Soojung bingung, tapi dia tidak berani berbicara. Dia terlalu gugup kapanpun Minho ada disekitarnya.

 

***

 

TBC

 

Sbnarnya pengen langsung ku share smpe abis. Tp mengingat dan menimbang BANYAKNYA silent reader yg berserakan dan hnya ngarepin authornya nge share ff smpe tamat. Ada baiknya saya gantungin. Komen. Apa susah ya? Baca smpe abis bisa tp komen susah amat kyak disuruh ngelepasin bias.

Ya sudahlah. Aq pamit! Besok aq share endingnya🙂

 

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , , , | 22 Comments

Post navigation

22 thoughts on “Look at me,I love you! [1/2]

  1. aaaa kereeenn
    I’M SO CUROUS YEAH /joget sherlock/

    cepetan diupdate ya thor lanjutannya. jangan PHP mulu xD karena admin Patty itu yg paling sering PHP nya :p
    o iya, Innocent Prostitute aku juga masih nungguin lho..😉

  2. dindachoi

    bagus thor, wajib lanjut,,🙂

  3. krystalized

    halo author…
    ak mantan sider.. skrg udh insyaf #plak
    okesip..
    suka thor.. bagus critany.. bhsany jg..
    ak kok lebih ngefeel sm taestal yaa drpd minstal.. kykny si tae ngefeel sm si krys..
    dtnggu next chapny author-nim..
    fighting..

  4. Magdalena

    aaaaa patty cepetan di lanjutnyaaa😀
    Eh iya yang lie lie ato apa gitu lupa judulnya juga cepetan di lanjutttttt dongssssseeee ><

  5. achan gimbelz

    kyaaaa. cerita nya baguuuss ^^
    eum, tp ceritanya muter2 gini yaa ?? klo menurut feeling gua yaa thor, kek nya si taemin suka ama soojung (?) *sok tau nih anak dukun* #diciumMinho :* wkwk
    apapun kelanjutannya, minumnya pepsi blue *lah (?)
    okyu laah, ditunggu lanjutannya yaa thor ^^ *ketjhup author
    *authornyaKejengkang

  6. kartika melia

    Duhhh soojung kenapa polos banget sih jadi orang?-_-wkwk tapi gapapa deh,mungkin karna kepolosannya mereka bisa jadian wkwk. Lanjutt thorrr

  7. hehehe lucu. gak kebayang klu peran Krystal mirip cewek di Kimi Ni Todoke. next

  8. choihyemin

    Minho jgn2 udh suka ama soo jung eonni ?
    Tapi pasti dikiraiin soo jung eonni nggk suka ama minho oppa~
    Taemin oppa juga, jgn2 suka ama soojung eonni,,,,
    di tunggu part sljtnya🙂

  9. Lanjut dong thor,,, Jgn PHP…
    Lagi asik asik jugaa

  10. Jungie

    daebek cerita nya pake bgt…
    minho blm sadar nih klo udh naksir soojung…
    taemin so cool bgt sih…
    sulli sukama taemin tp si taemin gak sadar…

  11. wah keren min. sumpah deh. lanjutin yaa thor♥♥
    pas ada moment taestalnya gue agak rada sedih sih. apalagi minsulnya huh air mata udh pen netes aja. pokoknya lanjutkaaan ya thor endingnya~

  12. salmae everything

    BURUAN OR DEAD! Seru!!!

  13. kyaaaa! keren~
    aish! si Taem jutek amat nyak, apa perasaanku aja :3
    uhm, si Taem naksir yq ma KrysJung? trus Minho juga naksir ‘kan am KrysJung? #sotoy
    lanjut eonni, please #puppyeyesbarengKrysJung

  14. di

    keren thor..
    Lanjuuut…
    Oia thor, innocent prostitute nya lanjutin dong thor. Please… #pasang wajah memohon

  15. githapril

    akhirnya fanfic minstal kembali ‘ada lagi’ di page ini,🙂 paling suka baca pas adegan kutukan, kesian yg kena rabies😀 pkoknya suka, lanjut cepet ya, penasaran ama taemin sukanya sama sapa dy😉

  16. Orang tua 4 bocah ini siapa ya..?? Dididkannya bagus bener..
    Itu mulut kalau ngomong jujur amat, kagak mikirin orang..
    Keren ceritanya.. Lanjut baca ya Author-nim..😀

  17. dita

    Anyeong, aku reader baru, maaf kalu baru baca, aku taelli shiper juga…. ffnya seru lanjutin ya author. Gomawo ^^

  18. kayaknya bakalan ada salah paham nih.
    lanjut ah~ hehe FF-nya keren author !

  19. Kurnia

    Kyaa , aq ska bgt dialog mrka dsnie , sntai tp gak lebay , nmpak akrb’a , minho krtkter’a kyk onew , rmah , hangat , yg pst ska mkan ,dya naif bgt , stiap yg ngsh mknn dya skain , gx tw org dah klepek2, lucu deh minho ,, tapi ko taem’a agx jutek gt sihh , soojung emg co2k jdi ice price ,, daebak thor

  20. Annisa Kpopers

    Keyen thor!😄

  21. na

    aku udah baca ff ini d fb..
    ceritanya bagus…ratu iblis..
    gak ada bosennya baca ff minstal. krn aku minstal shipper

  22. Ceritanya bener” greget. Suka deh😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: