Look at me, I love you! [2/2]

1392960_10200814568507006_851204165_n

Cast:Choi Minho, Jung Soojung, Lee Taemin, Choi Sulli’

 

Genre:Friendship, Romance

 

Rating:PG 13

 

Author:Patty

 

yo. baca gih.

 

***

 

“Soojung! Kau harus mengikutinya! Kau harus mendaftar!” belum sampai di dalam kelas, Sulli sudah berteriak dari luar. Dia terlalu bersemangat. Semua siswa dan siswi yang sekarang sudah terbiasa melihat pertemanan sang Ratu iblis dengan mereka hanya bisa menggeleng. Masih tidak bisa menerima pikiran mereka dengan akal sehat. Tapi selama bukan mereka yang menjadi korban ratu, tak ada masalah selama mereka terus menghindarinya.

 

Soojung yang sedang mencatat materi pelajaran sebelumnya kaget mendengar teriakan Sulli. Dia langsung melepas pena nya dan menatap Sulli bingung.

 

“Ekskul basket membuka lowongan manajer baru! Manajer lama mereka memundurkan diri karena ditolak Minho! Memang sih salah Minho juga karena menggantungkan semua cewek. Tapi ada hikmahnya kan? kau bisa lebih dekat dengannya. Ayolah Soojung!” tawar Sulli dengan mata berbintang.

 

“Huh.Teriakanmu mengganggu tidurku Sul.” Keluh Taemin yang entah sejak kapan duduk dan tertidur di samping meja Soojung.

 

“Loh,kenapa kau duduk disini?” tanya Sulli heran. Soojung hanya menggeleng. Dia juga bingung sejak pelajaran selesai, Taemin langsung duduk di sampingnya dan tidur di situ.

 

“Di depan berisik, jadi aku tidur di belakang.” Ucap Taemin dan langsung berdiri meninggalkan mereka berdua. Sulli menatapnya dengan mata sedih. Dia mengerti semuanya. Tapi berpura-pura tidak menyadarinya.

 

“Sulli, kau mendengarkanku?” Soojung memecah lamunan Sulli. Ternyata sedari tadi Soojung sudah menjawab pertanyaannya tapi Sulli tak memperhatikannya.

 

“Kau tadi bilang apa?” tanya Sulli langsung berpaling padanya.

 

“Apa dengan jadi manajer dia bisa menyukaiku? Aku tidak mengerti basket.” Tanya Soojung lugu. Sulli tersenyum. Dia mengesampingkan perasaannya pada Taemin dan ingin fokus untuk membantu Soojung. Walau dia tahu itu juga akan menyakiti orang yang dia cintai.

 

“Babo! Jadi manajer tidak perlu tahu seluk beluk olahraga itu. Kau hanya perlu memberikan mereka handuk setelah berlatih, membagikan minuman, merapikan peralatan dan seragam mereka di ruang klub, dan juga mencatat perkembangan permainan. Tidak sulit kan?” ucap Sulli. Soojung mengangguk.  Dia mencerna tugas-tugasnya dulu dan memantapkan hatinya untuk mendaftar.

 

“Mau?” tanya Sulli penasaran. Soojung mengangguk. Sullipun tertawa senang.

 

“Omo! Ppali kau ke ruang basket sebelum ada yang mendahuluimu!” Sulli langsung menariknya dari tempat duduk dan mendorongnya keluar dari kelas. Soojung pun dengan tak berstrategi berjalan menuju tempat tujuan.

 

“Kau berisik sekali! Untuk apa menyuruhnya seperti itu. Minho tidak menyukainya.” ucap Taemin saat Sulli kembali ke tempat duduknya.

 

“Dia bukan tidak menyukainya, tapi dia belum menyadarinya saja.” Jawab Sulli. Taemin hanya menggeleng dan melanjutkan tidurnya.

 

***

 

Minho menganga melihat keadaan di klub saat ini. Sekitar 20 orang adik kelas berbaris untuk mendaftarkan diri sebagai manajer. Bukan karena gadis-gadis ini menyukainya makanya dia kaget, tapi kehadiran Soojung di ujung antrian membuatnya tak percaya. Selama seleksi, matanya hanya menatap Soojung. Tidak sabar kapan antrian ini selesai.

 

“Selanjutnya!” panggil guru pembimbing. Yang menyeleksi manajernya adalah guru pembimbing olahraga, Ketua tim basket, dan Minho selaku Ace.

 

“Annyeonghaseo. Bae Suzy imnida. Aku dari kelas 2-1 dan sangat mengagumi basket. Aku akan memberikan yang terbaik demi kenyamanan para pemain dan guru yang ada di klub ini.”

 

Gadis yang bernama Suzy ini sangat cantik. Posturnya juga tinggi. Rambutnya hitam panjang dengan poni. Para pemain lainnya yang berdiri di belakang bersiul dan menyoraki dia. Tak ada yang menyadari, adik kelas ini hanya memandang Minho sunbae seorang dari tadi.

 

“Minho sunbae, ini Sushi untukmu khusus di buat dari Restoran Appa. Aku dengar Sunbae suka Sushi jadi Appa menyuruhku membawakannya untukmu. karena kau pemain terbaik di tim basket sekolah ini.” Ucap Suzy sambil meletakan kotak Sushi itu di hadapan Minho.

 

Banyak pria yang berteriak karena iri. Minho hanya tertawa. dapat terlihat dia sangat senang. Dia hanya menggaruk kepalanya malu. Guru mereka hanya menggeleng mengamati murid-muridnya yang ada dalam masa puberitas ini.

 

Suzymembungkuk dan menyelesaikan wawancaranya.

 

“Selanjutnya!”

 

“Loh. Sudah tidak ada orang? Seingatku masih ada seorang lagi.” Ucap guru mereka. Minho tahu siapa yang seorang itu. Dia juga kecewa orang itu malah pergi sebelum di seleksi. Dia berpikir, mungkin orang itu menarik kembali keputusannya. Dan Minho bingung kenapa dia harus merasa kecewa karena hal itu.

 

“Karena sudah tidak ada orang, Seleksinya kita tu..”

 

 

 

“Jakkamanyo.”

 

Semua orang di dalam ruangan kaget melihat Sang Ratu Iblis datang dengan berlari dan nafas yang tersengal-sengal. Dia membawa sebuah kotak bekal. Mungkin alasan dia menghilang tadi juga karena itu. Minho kaget melihat Soojung kembali. Namun perlahan Senyum terukir di ujung bibirnya.

 

“Namaku Jung Soojung dari kelas 3-1. Aku diberitahu Sulli kalau ada perekrutan manajer basket. Aku ingin menjadi manajer karena Minho. Aku melihat hoobae membawakan Sushi untuknya jadi aku berlari ke kelas mengambil bekal Minho yang memang sudah kusiapkan dari rumah. Mohon terima aku jadi manajer club.” Ucap Soojung dengan suara sedang dan datar dan kemudian meletakan kotak bekal itu di meja. Dia terlalu polos untuk menyadari perkataannya sendiri.

 

Seluruh anggota club dan juga siswi yang menunggu pengumuman saat itu juga hanya saling berbisik. Dapat terdengar mereka membicarakan Soojung dan juga ketakutan mereka akan malapetaka kalau Soojung diterima jadi manajer. Minho menyadari mata kosong Soojung saat mendengar teman-temannya dan beberapa calon manajer membual tentangnya. Dia langsung mengepalkan tangannya marah.

 

“Songsaengnim, boleh aku merekomendasikan Soojung? Seperti yang dia bilang kan, dia ingin jadi manajer karena aku. Kami berteman baik. Jadi dia pasti ingin menjagaku. Aku juga ingin dia jadi manajer club ini. Boleh kan?” pinta Minho di depan semua orang. Soojung senang karena dia merasa Minho membelanya. Tapi tentunya kesenangan itu tidak terlihat di wajah datar nya itu.

 

“Andwae Minho yah. Banyak yang tidak menyukai anak ini. Kau harus memikirkan kenyamanan teman-temanmu juga. Dari semua yang telah di seleksi, siswi sebelum Soojung, Ah namanya Suzy . dia lebih cocok untuk jadi manajer.” Ucap guru itu. Suzy yang mendengarnya langsung tersenyum senang, sedangkan siswi yang lain langsung keluar ruangan dengan kecewa.

 

“Kalau begitu, kita pakai 2 manajer. Suzy dan Soojung.” pinta Minho.

 

“Aish.. Minho kenapa harus memperjuangkan si ratu sih. Apa dia tidak takut kena sial?” bisik salah seorang temannya. Sayangnya Soojung mendengarnya dan takut kalau kesialan itu akan benar-benar terjadi. Dia langsung membungkuk pada guru itu.

 

“Jeosonghamnida, aku sebaiknya memundurkan diri. Maaf atas ketidaknyamanannya.” Soojung pergi setelah menatap gurunya. Bahkan gurunya sendiripun takut melihat tatapannya.

 

“Jadikan Soojung manajer juga, atau aku akan keluar dari ekskul ini.” Ucap Minho tiba-tiba membuat guru pembimbing, anggota, serta Suzy kaget mendengarnya. Soojung yang akan pergi langsung menghentikan langkahnya dan berbalik menatap Minho. Mustahil mereka membiarkan Minho keluar karena Minholah pemain terbaik yang selalu membawa sekolah ke ajang Nasional.

 

“Hah. Ya sudah. Kalian harus menerima Soojung dengan senang hati. Perlakukan dia dengan baik. Arasseo?” tekan gurunya pada semua anggota. Minho tersenyum lega. Sedangkan anggota lain mengeluh. Dapat terlihat Suzy memutar matanya kesal.

 

***

(Kegiatan ekskul, sore hari)

 

“Oppa,Ini handuknya~!” ucap Suzy dengan riang setelah Minho dan kawan-kawan menyelesaikan latihan.

 

“Gomawo Suzy ah..” ucap Minho sambil mengelus rambutnya. Dia memang semakin dekat dengan Suzy setelah beberapa minggu menjadi manajer klub basket.

 

Setelah melap keringatnya, Minho melayangkan pandangannya ke tempat lain. Mencari keberadaan Soojung. Dan disanalah Soojung. Berjongkok tepat di bawah ring basket. Memungut semua bola yang di pakai dan meletakannya di keranjang serta memungut sampah minuman yang berserakan.

 

Tugas Soojung dan Suzy berbeda. Suzy selalu membagikan minuman dan handuk kepada para pemain dan mengingatkan jadwal mereka, sedangkan Soojung memungut bola, sampah dan merapikan ruangan club. Belum lagi mencuci baju tim mereka. Lebih ke pembantu. Alasan kenapa Soojung tidak mengerjakan tugas Suzy karena para anggota tidak mau melakukan kontak langsung dengannya. Mereka masih mempercayai takhayul itu.

 

“Hei.. sedang apa?” Minho meninggalkan Suzy yang mendengus kesal dan mendekati Soojung. Soojung tidak menjawabnya. Orang bodohpun tahu kalau dia sedang mengumpulkan bola. Minho hanya ingin mencari topik saja.

 

“Kau memasukan bekal di lokerku lagi. Gomawo. Aku memakannya dengan lahap.” Ucap Minho dengan nada tinggi. Soojung tersenyum dalam hati. Dia senang karena setiap hari Minho memakan habis bekal buatannya. Yah. Walaupun dia memakan bekal buatan fans nya yang lain juga.

 

“Oppa! Ada yang ingin aku diskusikan tentang tim!” panggil Suzy dari jauh. Minho melambai dan mengangguk padanya.

 

“Aku pergi dulu! Tunggu aku, kita pulang bersama.” Ucap Minho yang kemudian berdiri.

 

 

 

“Kumohon jangan jatuh cinta padanya.” Ucap Soojung tiba-tiba sambil menatap bola. Minho tersentak. Dia sudah membelakangi Soojung. Perkataan Soojung sangat jelas terdengar olehnya walaupun itu sangat pelan. Soojung pasti tidak menyadari kalau perkataan untuk dirinya sendiri itu terdengar oleh Minho. Minho sendiri bingung akan maksud perkataan Soojung. Tapi dia mencoba membuang jauh-jauh  keganjalan itu dan berlari menemui Suzy.

 

***

 

“Aish. Suzy itu semakin licik saja! Masakan kau dijadikan pembantu seperti itu. Cih, aku tidak sudi kalau sampai Minho jatuh kepelukannya.” Sulli meremas sumpitnya dengan kesal. Taemin hanya menggeleng.

 

“Aku ke ruang guru dulu. Dipanggil Miss.Patty. Ada english subject yang dia ingin tanyakan padaku. Malas mendengar ocehan kalian!” ucap Taemin.

 

“ne.. murid teladan.” Sindir Sulli kesal. Selalu saja Taemin pergi kalau mereka sedang membahas hubungan Soojung dan Minho.

 

“Aku ikut, aku lupa aku di panggil oleh Guru Park (pembimbing olahraga) untuk membahas kegiatan klub.” Ucap Soojung tiba-tiba. Sulli menatap kedua sahabatnya ini tidak percaya. Soojung benar-benar mulai aktif berbicara sekarang. Perubahan yang signifikan semenjak dia mempunyai sahabat seperti mereka.

 

“Ya sudah, ayo.” Ucap Taemin. Tak ada yang menyangka Taemin akan memegang tangan Soojung saat itu. Bahkan soojung pun kaget dibuatnya.

 

“Begini lebih baik, jalanmu sangat lambat. Aku tidak ingin dimarahi Miss.Patty karena keleletanmu.” Ucap Taemin dingin. Dan merekapun beranjak dari kantin. Meninggalkan Sulli yang tersenyum pahit.

 

“Kau memang sering memegang tanganku seperti itu. Tapi itu karena kita sudah mengenal dari kecil. Tapi, memegang tangan Soojung itu berbeda, Taemin ah. Kenapa ini sakit sekali. Huh?” ucap Sulli sambil menunduk menahan tangis.

 

Di sisi lain, Choi Minho gagal menembakan shoot tiga angkanya karena melihat pemandangan yang tidak ingin dilihat. Taemin dan Soojung berpegangan tangan. Untuk pergi ke ruang guru, mereka harus melewati pinggir lapangan basket yang terbuka. Dan itu membuat Minho melihat semuanya. Melihat bagaimana wajah tenang Soojung saat Taemin memegang tangannya. Dia sama sekali tidak memberontak. Sangat berbeda saat bersama dengannya. Soojung selalu menghindar dan berwajah dingin.

 

“Huh..”

 

***

(Kegiatan ekskul, Sore hari.)

 

“Cih. Percuma memberikan bekal untuknya. Dari puluhan bekal yang ada di lokernya, dia hanya menghabiskan bekal pemberianku.” Sindir Suzy saat memasuki ruang klub dan mendapati Soojung memasukan kotak bekal milik Minho.

 

“Dia juga menghabiskan bekal pemberianku.” Jawab Soojung datar tanpa memandangnya. Dia sudah terbiasa dengan sikap tidak sopan adik kelasnya yang satu ini. Selalu berkata kalau Minho adalah miliknya dan membanggakan kekayaannya.

 

“Huh? Menghabiskan bekalmu? Kau bercanda Soojung sunbae? Kau yakin itu bukan karena aku yang membuang sisa makanan yang ada di kotak bekalmu dan membuatmu yakin dia menghabiskannya? haha” tawa Suzy puas. Dia berbohong. Tapi kebohongannya sukses membuat Soojung percaya.

 

“Aku tidak sepertimu yang pengecut dan selalu menghindari Minho oppa. Aku menyukainya dan tidak akan pernah menyerah. Aku akan menembaknya! Hari ini. Jadi bersiaplah patah hati.” Senyum sinis dan percaya diri terukir di bibir Suzy. Soojung hanya terdiam dan memegang kuat sebuah sapu lantai. Dia tidak mau itu terjadi.

 

“Sebaiknya bersihkan ruangan ini sebelum mereka datang.” Perintah Suzy. Soojung hanya diam dan melakukan tugas yang memang sudah menjadi tugasnya. Bukan karena menjalankan perintah.

 

 

 

“Oppa!”

 

Suzy langsung berlari ke arah Minho yang baru saja datang dan langsung melingkarkan tangannya di lengan Minho.

 

“Hey.. cepat sekali kau datang, Suzy.” Ucap Minho sambil mengelus rambutnya. Pemandangan yang di benci Soojung tapi dia tidak bisa mengekspresikannya.

 

“Itu harus. Aku kan manajer. Aku yang selalu datang paling awal untuk memastikan keperluan kalian sudah tersedia oppa!” ucap Suzy bangga. Bohong.

 

“Geurrae?” kata Minho. Sedikit tidak yakin dengan perkataan Suzy.

~

~

~

“Semuanya, latihannya cukup sampai disini!” kata sang ketua. Para anggota pun bersiap pulang. mereka sedang di dalam ruangan mengatur perlengkapan pribadi. Sedangkan Soojung, masih di luar mengumpulkan bola dan membersihkan sampah.

 

“Suzy ah, kenapa tidak sekali-kali kau menggantikan tugas Soojung?” tanya Minho. Dia sedikit merasa tidak adil akan pembagian tugas mereka.

 

“Ne? Aku juga maunya seperti itu. Tapi Soojung eonni berkata tidak usah. Dia sangat suka membersihkan. Di.. dia juga agak tidak nyaman dengan Minho oppa, jadi dia memilih itu.” Jawab Suzy sambil menggaruk kepalanya. Bohong lagi.

 

Minho menutup kotak bekal Soojung yang dihabiskannya, mengganti bajunya kemudian pergi mendekati Soojung dan membantu memungut sampah. Suzy tidak habis pikir Minho tidak menganggap keberadaannya.

 

 

“Tidak usah. Kau bisa kepanasan.” Ucap Soojung tanpa menatapnya.

 

“Lalu kau tidak kepanasan? Kita sama-sama manusia.” Jawab Minho. Tetap melakukannya.

 

“Suzy?” tanya Soojung. Minho tahu maksud perkataannya. Karena semua orang tahu dimana ada Minho, disitu ada Suzy.

 

“masih dalam ruangan.” Jawab Minho. Setelah itu, mereka hanya diam dan melakukan tugas itu dengan segudang pertanyaan yang ingin keluar, sebenarnya.

 

“Ya! Kalian berdua!”

 

Minho dan Soojung sama-sama mengalihkan pandangan mereka ke luar lapangan. Taemin dengan pakaian casualnya datang ke sekolah.

 

“Ya, bocah. Untuk apa ke sekolah? Merindukanku?” tanya Minho. Jarang sekali Taemin datang menjenguknya pada kegiatan ekskul. Hingga Minho sadar, ini bukan karena dia.

 

“Huh? Aku? Aku tadi hanya lewat. Dan berhubung aku ingat kalau kalian berdua ada di sekolah, jadi aku mampir. Sudah makan? Aku akan mentraktir kalian. Aku membawa mobil Appa.” Tawar Taemin. Soojung menatap Minho dan kemudian menatap Taemin lagi.

 

“Aku akan makan di rumah..” jawab Soojung.

 

“Aku sudah makan bekal buatan Soojung.” Sambung Minho. Taemin terdiam.

 

“Ah. Kalau begitu aku sita Soojung. Enak saja kau sudah makan dan Soojung kelaparan. Sahabat macam apa ini. Dasar” ledek Taemin dan menarik tangan Soojung.

 

“Ta..Tapi.” Ucap Soojung.

 

“Bye..Minho.” Ucap Taemin. Soojung hanya bisa menoleh ke belakang dan menatap Minho yang tersenyum tipis sambil melambai padanya.

 

“Annyeong.” Ucap Minho.

 

Soojung belum berpaling saat dilihatnya Suzy mendekati Minho dan menarik tangannya memasuki ruang klub. Seperti ingin mengatakan sesuatu. Dan tiba-tiba dia teringat perkataan Suzy tadi. Tentang ingin menembak Minho. Hatinya langsung sakit dan tidak tenang.

~

~

~

“Taemin. Mian.. aku harus kembali.” Ucap Soojung pelan tapi Taemin tidak melepaskan genggamannya.

 

“Tadi aku membaca smsmu di Hp Sulli saat aku di rumahnya. Babo. Ini bukan saat yang tepat untuk menembaknya. Dia belum menyadari perasaannya padamu. Minho tidak akan menerima Suzy. Hanya karena Suzy mengatakan hal itu kau pikir dia akan menang? Kau tenang saja.” Ucap Taemin.

 

“Tapi..”

 

Tiba-tiba Soojung teringat balasan sms dari Sulli tadi.

 

~Lakukan apa yang hatimu ingin lakukan. Jangan dengarkan perkataan orang lain Soojung ah. Kau yang lebih tahu hatimu. Bukan aku, Taemin, ataupun Minho.

 

Kata-kata itu seolah menguatkan hati Soojung. Soojung langsung melepaskan genggamannya dan berlari kembali. Taemin langsung menutup mata. Kecewa.

 

***

 

“Oppa, aku sangat menyukaimu. Itu alasan kenapa aku jadi manajer disini. Kau menyukaiku juga kan, oppa?” tanya Suzy penuh harap. Matanya berair setelah mengakui perasaannya. Minho mendekatinya dan memegang pundaknya.

 

“Mianhae. Suzy ah. Aku hanya menganggapmu sebagai dongsaeng. Tidak lebih.” Ucap Minho. Airmata Suzy langsung jatuh.

 

“Apa karena Soojung sunbae?” tanya Suzy lagi. Membuat Minho kaget dan tidak tahu harus berkata apa.

 

“Molla. Aku juga bingung.” Jawab Minho.

 

“Oppa, boleh aku memelukmu? Aku betul-betul sedih saat ini.” Pinta Suzy. Minho tersenyum dan langsung memeluknya.

 

Saat itulah air mata Soojung jatuh. Hal yang dia tidak harapkan terjadi sesaat setelah dia memasuki ruangan itu. Suzy tersenyum menatapnya  sambil memeluk Minho yang membelakangi Soojung. Senyum yang di kira Soojung sebagai senyum kemenangan.

 

~Buk!!!

 

Tiba-tiba pemandangan yang lebih luar biasa terjadi. Minho yang sedang memeluk Suzy langsung ditarik oleh Taemin dan wajahnya dipukul sangat keras. Soojung terkejut dengan kedatangan Taemin. Dia pikir Taemin sudah pergi. Soojung ingin melerai tapi kakinya tertahan. Dia masih sakit hati.

 

“Ya! Lee Taemin ada apa denganmu!” teriak Minho bingung.

 

“Ada apa denganku? Aku bosan mempunyai sahabat yang tidak peka sepertimu! Huh? Pacaran dengan orang lain yang sudah jelas-jelas penjilat ini? Dimana akal sehatmu? Kau lebih memilih dia dari pada wanita yang sudah 3 tahun memendam perasaan dan peduli padamu? Kau tidak lihat Soojung menangis? Kalau kau memang tidak menyukainya, jangan permainkan dia dan memberikan harapan palsu. Kau boleh melakukannya pada wanita lain. Tapi Soojung berbeda. Dia sangat mencintaimu. Kalau kau hanya akan menyakitinya biarkan dia bersamaku! Aku mencintainya bodoh!” teriak Taemin sambil menunjuk Soojung yang berdiri di pintu. Semua shock. Kaget dengan pernyataan Taemin. Minho pun lebih kaget mendengar fakta ini. Fakta kalau Soojung mencintainya dan menangis karena dia.

 

Tiba-tiba Minho langsung balas memukul Taemin hingga terjatuh.

 

“Lalu kau apa? Kau berkata aku tidak peka lalu kau apa hah? Sulli sudah 10 tahun menyukaimu. Kepekaanmu lebih parah! Kau sama sekali tidak memandangnya. Apa kau tidak keterlaluan? Dari dulu ingin sekali aku memukulmu karena lagak sok bijaksanamu itu. Kau selalu menasihatiku tapi aku selalu sabar karena Sulli menghalangiku. Kau selalu membuatnya menangis bodoh! Dan sekarang kau lebih peduli pada Soojung dibanding Sulli. Kau hanya menganggapnya patung saja. Kalau aku mencintai Sulli, sudah dari dulu aku merampas wanita hebat dan istimewa itu darimu! Sayang aku menyayanginya seperti adik kandungku sendiri! Kau beruntung!”

 

Minho langsung pergi dari ruangan itu. Dia sempat berhenti di depan Soojung dan menatapnya sedih. Dia kemudian mengatakan hal yang benar-benar menusuk hati Soojung.

 

“Mianhae Soojung ah. Aku pikir aku mencintaimu. Tapi semua yang aku lakukan selalu kacau karena mengingatmu. Skill basketku jadi berkurang. Aku bahkan tidak bisa konsentrasi belajar. Aku pikir mencintaimu hanya akan memberikan dampak negatif padaku. Ini mungkin bukan cinta. Cinta apa yang membuatmu jadi menurun? Kita mungkin lebih cocok berteman.” Ucap Minho dan pergi dari situ. Penolakan halus yang benar-benar membuat airmata Soojung kembali mengalir.

 

Suzy langsung berlari mengejar Minho. Dan Taemin. Dia masih di lantai. Masih mencerna kata-kata kilat dari Minho.

 

“Sulli menyukaiku? Huh? Sejak kapan dia..” Mata Taemin berair. Dia menyadari tindakannya yang keterlaluan pada Sulli. Dia malah mencintai wanita lain.

 

“Taemin..” panggil Soojung. Dia dalam dilema besar. Dia merasa menjadi akar permasalahan dari semua ini. Kalau saja dia tidak masuk dalam kehidupan 3 sahabat itu, Minho pasti tidak akan bertengkar dengan Taemin. Sulli pasti tidak akan kecewa dan menangis. Dan Taemin pasti tidak akan jatuh cinta padanya. Semua menjadi rumit karena dia.

 

“Soojungah. Uljima. Mianhae.”

 

“Minho benar. Kau tidak menyadari perasaan Sulli. Aku selalu sedih melihat mata Sulli yang kecewa saat kau selalu mengacuhkannya. Temui dia, Taemin ah. Walaupun mungkin sekarang kau tidak mencintainya, aku yakin nanti kau akan sadar akan perasaanmu yang sebenarnya. Kau hanya peduli dan simpati padaku. Tapi kau tidak  sadar sebenarnya kau selalu mencari perhatian pada Sulli. Kau selalu memarahinya saat dia tidak berbuat salah. Kau selalu menemaninya ke kamar mandi karena dia selalu takut. Kau selalu membujuknya kalau dia marah padamu. Bahkan hanya di depan Sulli saja kau memperlihatkan sifat ke kanak-kanakanmu. Kau hanya belum menyadarinya.” Ucap Soojung yang mengulurkan tangannya untuk Taemin.Taemin bediri masih dengan keadaannya yang bingung.

 

“Aku antar kau pulang.” ucap Taemin kosong.

 

***

 

“Mwo? Minho sunbae dan Taemin sunbae bertengkar karena Ratu? Tidak mungkin.”

 

“Kudengar Suzy dan Minho berpacaran. Dan Taemin sunbae memarahi Minho sunbae karena tidak menerima cinta Ratu iblis. Dan juga Taemin mengakui cintanya pada ratu. Daebak.”

 

“Jinjja? Sudah ku bilang kan, ratu iblis itu akan membawa sial di persahabatan mereka. Lihat saja pertemanan mereka yang awet dan tidak pernah renggang langsung seperti ini.”

 

 

“Bisa diam?” teriak Sulli.

 

Ini masih pagi dan dia baru sampai di sekolah. Tapi baru di pintu gerbang semua orang sudah menggosipkan sahabat-sahabatnya. Sulli sedikit banyak menangkap pembicaraan mereka. Dan tidak ada yang bisa membohongi sakit hatinya. Dia kecewa. Yang dia takutkan benar-benar terjadi. Perasaan Taemin pada Soojung, dan pertengkaran Minho dan Taemin. Dia sudah memperkirakan hal ini akan terjadi suatu saat. Tapi dia tidak menyangka itu akan terjadi sesaat setelah Taemin pergi dari rumahnya. Taemin memang bilang akan menjemput Soojung dan Minho di sekolah untuk membawa mereka ke rumah Sulli dan makan bersama. Tapi Sulli tahu itu alasan. Dia melihat Taemin membaca sms dari Soojung yang masuk di hpnya. Dia yakin Taemin pergi karena tidak ingin Soojung menyatakan perasaannya. dan yang dia lakukan adalah menangis di kamar saat Taemin pergi.

 

Saat Sulli memasuki ruang kelas, yang dia dapati adalah Taemin dan Minho yang duduk di kursi masing-masing dengan wajah yang memar. Tak ada yang berbicara. Sulli berusaha acuh dan mengangkat suasana.

 

“Annyeong. Aigoo. Kenapa muka kalian? Tersandung? Jatuh? Berkelahi dengan preman mana? Kenapa tidak memanggilku biar kuhajar mereka!” tanya Sulli duduk disamping Taemin dan memegang lukanya.

 

“Ah..Appo.” Jerit Taemin.

 

“Cih. Manja. Haha. Bagaimana denganmu bodoh?” tanya Sulli pada Minho. Dia mendekatinya dan melihat lukanya.

 

“Sepertinya kalian belum akan mati. Aku jadi lega.” Ucap Sulli sambil tersenyum dan mengelus rambut Minho.

 

“Ya kau pikir aku adikmu.” Minho melepas tangannya. Sulli tertawa.

 

“Ya, dalam kasus ini kalian berdua adikku. Karena kalian sama sekali tidak bisa jaga diri. Ckck” Sulli menggeleng dan kembali ke tempat duduknya.

 

“Annyeong Soojung ah! Kemarin bagaimana? Suzy jahanam itu tidak memerintahmu yang macam-macam kan?”  tanya Sulli. Menatap Soojung yang duduk diam di belakang. Soojung hanya menggeleng. Sulli mendesah kesal. Semua sahabatnya memperlakukannya seolah-olah dia tidak tahu apa-apa.

~

~

 

Mereka makan di kantin seperti tidak terjadi apa-apa. Bedanya, mereka hanya makan dan diam. Sulli tidak tahan dengan semuanya. Dia membanting sumpitnya dan berdiri.

 

“Baiklah. Kalian sudah tidak menganggapku sahabat. Diam saja sesuka kalian. Anggap aku tidak tahu apa-apa. Aku pergi.” Sulli meneteskan airmata. Menatap mereka dengan kecewa. Soojung menutup mata menyalahkan dirinya sendiri dan langsung mengejar Sulli.

 

“Sudah kuduga Sulli mengetahui semuanya. Hah.” Gumam Minho dan menutup wajahnya.

 

“Mian.” Gumam Taemin tiba-tiba. Minho langsung menatapnya serius.

 

“Aku terlalu takut karena kemarin Soojung akan menyatakan perasaannya padamu. Aku datang untuk menghalanginya. Tapi aku malah menyakiti Kau, Soojung, dan Sulli. Mianhae.” Ucap Taemin dengan mata berair.

 

“Aku tidak menyalahkanmu.” Ucap Minho.

 

“Kau.. Mencintai Soojung?” tanya Taemin yang kini menatapnya. Minho hanya diam dan memakan makanannya.

 

~

~

 

“Sulli..”

 

“Aku ingin sendiri, Soojung.”

 

“Taemin. dia sudah mengetahui perasaanmu. Minho mengatakan semuanya.” Ucap Soojung. Sulli hanya bisa menangis dan menutup wajahnya.

 

“Aku benar-benar memalukan.” Tangisnya.

 

“Bukan kau, tapi aku. Aku pembawa sial dalam persahabatan kalian.” Ucap Soojung tertunduk. Sulli mengangkat kepalanya dan langsung memeluk Soojung.

 

“Bukan kau. Tapi kita semualah yang bodoh dan pengecut hingga masalah ini terjadi. Aku tidak menyalahkanmu. Aku bodoh karena tidak pernah berani menyatakan perasaanku pada Taemin, Taemin bodoh karena tidak berani mengaku padamu, kau bodoh karena tidak berani mengaku pada Minho, dan Minho bodoh itu terlalu naif karena memilih orang lain yang lebih tumpul lagi.” Ucap Sulli sambil tertawa kecil. Tentu saja bersamaan dengan tangisnya yang deras.

 

“Kau masih sempat-sempatnya berceramah.” ledek Soojung sambil mengelus punggungnya.

 

“Soojung ah. Tahu tidak, kau sudah berubah. Kau sudah berbicara dan tersenyum. Kau sudah mau memeluk orang lain. Kau bisa menangis, tertawa. kalau dipikir-pikir, semuanya tidak terlalu buruk. Setidaknya ada perubahan positif yang terjadi.” Sulli melepas pelukannya dan tersenyum. Menghapus airmatanya.

 

“Aku tidak akan mati hanya karena Taemin tidak mencintaiku. Haha” sambungnya.

 

“Aku juga tidak akan mati hanya karena Minho tidak mencintaiku.” Jawab Soojung sambil tersenyum.

 

“Gomawo, Sulli ah, kau betul-betul merubahku.” Sambungnya lagi.

 

“Soojung ah, aku punya ide.” Ucap Sulli semangat. Dia benar-benar berkepribadian 3 dimensi. Sesaat tadi dia masih menangis terisak. Sekarang tatapan matanya malah seperti iblis.

 

***

 

Minho POV

 

Sudah 3 hari Soojung tidak masuk sekolah. Aku tidak tahu apa yang terjadi padanya.Tapi menurut absensi, dia sakit. Aku cemas. Terlalu cemas bahkan tidak bisa belajar dengan baik. Sulli bahkan tidak mau berbicara denganku saat kutanyai. Aku tidak tahu dimana rumah Soojung. Bahkan Taeminpun sama, hanya mengantarnya sampai di halte. Tidak ada yang tahu selain Sulli, tapi sahabatku yang satu itu malah mengacuhkanku dan Taemin. Dan Soojung, dia tidak pernah mengangkat telponku.

 

“Sampai kapan kau mengacuhkanku?” Taemin mencolek bahu Sulli dengan pensil. Tapi Sulli hanya terus membaca buku pelajarannya.

 

“Mianhae! Sudah 100 kali aku mengatakannya secara langsung. 100 kali aku misscall dan 100 kali mengirim sms padamu. Kau selalu memaafkanku kalau aku melakukan itu.” Sambungnya. Tak ada balasan.

 

Melihat Taemin mau berbicara pada Sulli lagi, aku lega. Dia mulai bisa melihat Sulli dan mungkin sekarang dia sedang dalam proses untuk menanggapi perasaannya. aku tahu dua orang ini lebih dari siapapun. Jadi aku bisa melihat gerak-gerik mereka. Dan aku tahu, tidak akan muda bagi Taemin untuk melupakan Soojung. Sama sepertiku.

 

Mungkin Taemin bisa menekan perasaannya. tapi aku tidak. Aku sudah tidak tahan lagi. Aku ingin menemuinya. Ingin mengatakan sesuatu yang aku sesali.

 

***

 

 

“Tante, Sulli ada? Ada yang ingin kutanyakan padanya.” tanya Minho yang datang dengan t-shirt oblong hitam dan celana jeansnya ke rumah Sulli.

 

“Sulli? Dia sedang keluar dengan Soojung ke supermarket. Kenapa tidak masuk saja? Biasanya kau langsung masuk kamar.”

 

“Loh bukannya Soojung sakit tante?” tanya Minho bingung.

 

“Sakit? Haha. Dia sehat. Sudah 3 hari Soojung menginap disini. Hanya saja tante tidak mengerti kenapa dia tidak ikut Sulli ke sekolah beberapa hari ini. Katanya sih Soojung sedang sakit hati. Hah. Anak muda jaman sekarang. Oh iya, Mau naik atau tidak hm?”

 

***

 

 

“hahaha! Kau keterlaluan Sulli! Taemin pasti sangat kecewa haha”

 

 

 

“Minho?”

 

Soojung dan Sulli kaget saat mereka memasuki kamar dan mendapati Minho duduk di atas kasur Sulli. Menatap mereka dengan heran dan seperti orang bodoh.

 

(“Soojung..Dia tertawa”)

 

“Sedang apa kau disini?” tanya Sulli dingin. Wajah Soojung pun kembali datar. Menatap ke lain arah.

 

“A..Aku. (Kau tidak tertawa lagi saat melihatku.)”

“Mencemaskan Soojung?” tanya Sulli dan tersenyum sinis. Soojung kini menatap Minho. Mempunyai harapan kecil kalau Minho memang mencemaskannya.

 

“Kau berbohong. Kau tidak sakit.” Ucap Minho menatap Soojung kecewa.

 

(“Aku merindukanmu”)

 

“Soojung ah, aku ke bawah dulu. Aku sedang tidak mood. Kau temanilah pria bodoh ini bicara.” Ucap Sulli. Dia langsung mengunci mereka berdua dari luar sebelum Soojung sempat mengekor di belakangnya. Alhasil, kini Soojung hanya berdiri di belakang pintu. Mereka berdua hanya saling menatap.

 

“Kau selalu tertawa pada mereka berdua dan tidak padaku.” Gumam Minho pelan. Memainkan boneka Sulli dengan wajah murungnya.

 

“Aku tidak bisa.” Jawab Soojung dingin.

 

“Wae? Kau bilang kau mencintaiku.” Ucap Minho. Menatap wajahnya. Walau dia malu membanggakan perasaan Soojung padanya, tapi dia tidak mau Soojung melupakan fakta itu.

 

“Aku tidak pernah mengatakannya kan?” jawab Sulli. Benar. Taemin lah yangmemberitahukan perasaan Soojung, bukan Soojung sendiri.

 

“Ta..Tapi..”

 

“Apa pedulimu? Kau punya Suzy. Jangan mengurusi orang yang tidak kau cintai.” sambung Soojung. Dia tahu dia terlalu berlebihan membalas pertanyaan Minho.Tapi Sulli selalu mengajarinya untuk berbicara seperti itu kalau mereka bertemu.

 

Minho menutup mata kesal dan berjalan mendekatinya. Dia menyandarkan Soojung di pintu. Memegang kedua bahunya. Menatapnya dalam.

 

“Aku mencintaimu bodoh.” Ucap Minho. Membuat Soojung melotot dan membuka mulut. Dia membeku sekarang. Belum bisa menyaring kata-kata Minho.

 

“Dan Suzy. Aku menolaknya waktu itu. Suzy mengejarku dan minta maaf setelah kejadian itu. Dia tidak menyangka keadaan kita serumit ini dan jujur akan semua sikapnya padamu. Kalian saja yang salah paham dan main pukul.”

 

Soojung tersadar dari lamunannya dan menunduk malu.

 

“Bu.. Bukan aku yang main pukul. Sahabatmu.” Ucapnya.

 

“Masa bodoh. Sekarang jawab aku. Apa kau mencintai Taemin?” tanya Minho serius. Masih menghimpit badan Soojung.

 

“Tidak. Bukannya tadi kau sendiri sudah mengatakan siapa yang aku cintai.” Jawab Soojung. Belum berani menatap Minho.

 

“Lalu kenapa kau hanya tersenyum Taemin?(aku cemburu). dan memperlihatkan muka serammu hanya padaku?” tanya Minho.

 

“Aku juga tersenyum pada Sulli. Dan memperlihatkan muka seramku pada siswa satu sekolah.” Kelak Soojung.

 

“Lalu kenapa aku tidak?” tanya Minho sedikit kesal dengan semua jawabannya.

 

“Aku gugup! Puas? Aku tidak bisa berekspresi saat melihatmu. Terlalu senang dan gugup sampai-sampai aku tidak sadar sudah memasang tampang aneh! Sulli menertawaiku. Bahkan Taemin juga. Sekarang mau tertawa juga? Silahkan!” teriak Soojung.

 

Pertama kali dalam seumur hidup Minho mendengar Soojung berteriak dan marah seperti ini. Hanya pada Minho saja Soojung bereaksi yang bukan-bukan. Dingin, menakutkan, marah, menangis, dan sekarang seperti ingin membunuh orang lagi. Tidak pernah mendapatkan Soojung yang tersenyum, tertawa, malu, dan berbicara akrab dengannya.

Tapi mendengar alasan Soojung, dia tersenyum dan langsung memeluknya.

 

“Mianhae. Aku menolakmu waktu itu. Aku masih meragukan perasaanku. Tapi saat kau tidak ada, aku baru sadar aku sangat mencemaskanmu. Saranghae.” Ucap Minho dipelukannya. Dia tidak menyadari ucapannya itu membuat seorang Ratu Iblis menangis di pelukannya. Dia terisak.

 

“Wae? Ya uljima..” ucap Minho. Dia ingin melihat wajah Soojung tapi Soojung menahan pelukannya.

 

“Jangan melihatku menangis. Wajahku menakutkan!” ucap Soojung. Minho tersenyum.

 

“Baiklah. Aku tidak akan melihatnya. Tatap aku kalau kau sudah tersenyum!” jawab Minho dan membiarkan Soojung menangis dalam pelukannya.

 

 

5 menit kemudian.

 

“Minho..” panggil Soojung yang masih memeluknya.

 

“Hm..?” jawab Minho. Soojung langsung melepas pelukannya dan tersenyum padanya. Senyum yang belum pernah dia lihat sebelumnya. Pipi Minho langsung memerah karena malu dan langsung membuang muka.

 

“Sebaiknya jangan tersenyum. Ka.. kau terlalu cantik!” gumam Minho malu. Soojung langsung tertawa mendengarnya. Dan lagi lagi Minho melihat wajahnya. Tawa lepasnya membuat Minho bisa melihat gigi rata Soojung untuk pertama kali. Terlalu cantik.

 

“Geumanhae!!” teriak Minho terlalu malu karena terpesona. Dia langsung memeluk Soojung lagi karena tidak ingin melihat wajahnya.

 

~cklek

 

Terdengar suara kunci yang dibuka.

 

“Cepat keluar sebelum terjadi hal yang tidak di inginkan di kamar virgin saya!” teriak Sulli dari luar. Minhopun tersenyum. Dia memegang tangan Soojung.

 

“Gomawo. Saranghae..” ucap Minho.

 

“Na do saranghae…” jawab Soojung.

 

Minho mendekatkan wajahnya dengan wajah Soojung. Dan disinilah, di kamar Sulli mereka melakukan first kiss. Dua orang yang sama-sama belum pernah berpacaran sebelumnya.

 

“Ya! Cepat keluar. Sudah kubilang jangan nodai kamarku!” teriak Sulli dari luar pintu sambil menyengir kecil. Dari saat dia keluar tadi, dia terus menguping di balik pintu. Dia mendengar semuanya dan sempat meneteskan airmatanya karena ikut senang. Asalkan dua sahabatnya yang saling mencintai ini bisa bersama, itu sudah cukup.

 

 

END

~

~

~

~

~

Epilog

 

~Malaikat berpacaran dengan Ratu Iblis. Opini atau Fakta? FAKTA! So, jangan ganggu mereka kalau tidak ingin terkena Berkat dan Kutukan melimpah.~

 

 

“Ya! Artikel macam apa itu? Kau mempermalukan Sulli dan Minho. Kenapa tidak pakai nama asli saja?” protes Taemin pada Sulli yang puas menempelkan selebarannya di seluruh penjuru sekolah.

 

“Bukan urusanmu!” Sulli membuang muka dan berjalan menuju kelas.

 

“Kau masih memarahiku? Sampai kapan?” keluh Taemin yang masih mengekor dibelakangnya.

 

“Sampai kau melupakan Soojung, Tuan Lee Taemin.” Sambung Sulli jutek.

 

“Baiklah, awas saja kalau aku sudah benar-benar melupakannya dan kau masih seperti ini!” Ucap Taemin kesal.

 

Minho hanya menggeleng melihat dua orang sahabat ini. Dulu, Sulli yang terus mengekor pada Taemin, sekarang malah terbalik. Taemin mengemis meminta maaf dari Sulli. Minho menoleh ke belakang dan tersenyum melihat pacarnya yang ternyata sedang menatapnya. Soojung malu dan langsung membuang muka. Dia tidak berubah. Minho tertawa. dia lalu menulis sesuatu di secarik kertas dan melemparnya pada Soojung. Soojung memperlihatkan ekspresi bingungnya tapi Minho hanya menyuruhnya membukanya.

 

~Saranghae..mulai besok duduk disampingku~

 

Soojung menatap Minho. Dia membisikan kata “Na Do Saranghae”  dari jauh dan akhirnya tersenyum.

 

“Akhirnya…..” gumam Minho dalam hati dan membalas senyumnya.

 

 

 

Puas? Komen.

With hate, Patty🙂

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , , , , | 21 Comments

Post navigation

21 thoughts on “Look at me, I love you! [2/2]

  1. krystalized

    akhirny keluar stlh d tnggu2..
    well.. trnyta bnr si taem suka sm si jung.. asekasek..
    daaaaannn happy ending buad minstal..
    yg lie lie dtnggu lo author updateny..
    suka bgt sm ff itu T.T
    lanjutin pelis >.<
    okay.. author fightiiiiiing!!!!!

  2. di

    keren thor n_n

  3. githapril

    oh, akhirnya muncul juga,🙂 ciee, miss patty jdi guru english /uhuk/
    Minstalnya so sweet, taellinya so cute >< sukaaa!
    Lagi donk ^^

  4. puas bngeetttt😀
    kyaaaa~ so sweet >_< saya jd senyum" sndiri xD
    daebak!

  5. kartika melia

    Aahhhh so sweet minstal nyaaaaa<3 apalagi yang lagi first kiss dikamar sulli wkwk. Akhirnya mereka jadian juga:') . Terus kelanjutan hubungannya sulli sama taemin gimana tuh?masih tetep marahan?hahaha

  6. choihyemin

    Akhir yang bahagia,,,,,
    Syukurlah minho oppa sama krystal eonni jadian🙂

  7. Jungie

    akhirnya minstal bersatu…
    tapi taelli belum bersatu…
    jadi seqeul yah eon…

  8. puas??
    BELUUUMMM KARENA TAELLI BELUM JADIAAAN AAAA AKU KECEWA/? :’)
    lanjutin dong thor… taelli nya nggantung :3

  9. Author-nim, taelli gimana ceritanya itu..??
    Minstal kan udah happy, Taelli gimana..?? #nangisgaje #peluksulli..
    Tapi Daebak author..😀
    Di tunggu FF selanjutnya..

  10. bess

    Terimakasih, thor🙂 udah bikin ff MinStal❤

  11. Kereeeeen

  12. dita

    keren, kenapa ngk ujungnya sulli sama taemin?😦

  13. Cichangmin

    Hueeeyy thor maapin yee gue baru baca inih epep. Dan Aaaaaaaaakkkk manis sekaleeeee~
    jadi senyum senyum sendiri baca’y. Huhu~ :3
    banyakin lagi donk epep minstal nya thor, yaah yaah *kedipin belek*😉
    oh iya satu lagi kok cerita’y ke pelem jepang yee *lupa judul’y* bener gak ?

  14. oke deh pokoknya …
    Kayaknya aku telat deh bacanya …

  15. ratu iblis. ratunya enak. iblisnya? ckckck
    selamt deh ya yg udh pacaran haha.
    dan semoga menyusul untuk yang dua lagi . Ahh suka sama ffnya. selain panjang, kata2nya juga enak dibaca. kkkk~ Great FF author !

  16. Jung Soo Jung

    Feel ny dapet banget thor~
    kerennn. tapi kasian Taelli nya masih ngegantung T^T
    tapi oke kok~~~

  17. Kurnia

    Kyaaaaaaa ,,, taelli gimana ? Gantung bgt sih mrka b’2 , q kira d epilog bkal lebih baik , ternyata ta ta ta *abikan ,,, tp puas sih lihat minstal , ini ff bagus bgt thor , wlaupun cma 2 part tpi bnr2 jelas , detil , gx da skip ,, bwt lg yg bnyk ea thor ,,,

  18. chiliez

    Miss Patty yg cantik. .Bikinin sekuel buat taelli dunx. .masih gantung tuh😦 kan rada seret baca’y. .;-)

  19. Annisa Kpopers

    Keren! Tapi kayaknya ada salah ketik tuh thor!!

  20. na

    so sweet banget!!!sumpah…
    ayo buat minstal lagiiiii

  21. Butuh akhir cerita taelli jugaaaa.. Oh iya, mau koreksi, setau aku harusnya mengundurkan diri bukan memundurkan diri:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: