Winter of Love – Close The Door

IMG_20140111_2

Winter of Love – Close The Door

 

Cast: Choi Minho x Jung Krystal

 

Genre: Fluffy, Romance

 

Author: Patty

 

Yoo..baca aja. No comment..

 

 

****

 

 

[Seoul, South Korea. December 21th 2015]

 

 

Aku melayangkan pandanganku ke seluruh gedung ini. Walaupun retina dan pupil mataku tentu tak bisa menangkap mereka yang jauh, tapi setidaknya aku bisa melihat kalau dia tidak datang.

 

 

“Kenapa melamun? Ini sudah encore! Ayo bersenang-senang.” Sulli menarikku dan menyiram sebotol penuh air mineral ke wajahku. Anak ini. Banyak fans tertawa melihat mimik wajahku yang tidak berubah. Aku sadar aku tidak boleh begini. Akupun langsung tertawa dan mengejar Sulli yang kini sedang asik berjoged dengan Victoria.

 

 

“Aku akan datang ke konser perdana f(x) suatu hari nanti untuk mendukungmu! Entah itu kapan. Ini janjiku. Aku ingin menjadi salah satu dari ribuan fans kalian yang memegang lightstick periwinkle itu. Kau pasti akan senang.”

 

 

Aku ingat janjimu 5 tahun yang lalu. Saat aku datang untuk mendukungmu akhir tahun 2010. Konser pertama kalian. Saat dimana kau menangis di belakang panggung. Menangis di pelukanku dengan bau keringatmu dan baju orange yang sudah basah itu. Aku ingat semuanya. Sekarang, aku bahkan tidak ada keinginan untuk menangis. Sudah lelah menunggu saat ini tiba. Dan tidak ada kau disisiku membuat aku malas mengeluarkan airmata.

 

 

“Ya! Princess! Himne!” Amber merangkul pundakku. Hah. Orang lain yang selalu membuatku tertawa. paling tidak saat tidak ada lelaki itu, orang ini yang selalu membuatku tersenyum dengan kegilaannya. Tentu saja, member lain juga.

 

Aku mengambil salah satu balon periwinkle yang memang berserakkan di atas panggung dan menggoyangkannya. Berpura-pura girang sambil menyanyikan lagu ‘Is It Ok?’. Lagu girang yang menjadi pilihan Luna sebagai lagu encore.

 

 

“Ya! Soojung ah. Kau harus semangat. Penantian kita panjang untuk mempunyai konser seperti ini.” Teriak Sulli di telingaku. Memang suara musik terlalu keras sampai kami harus berteriak kalau bicara. Aku lihat matanya berair. Tidak Sulli. Jangan katakan kau akan menangis di lagu seperti ini.

 

 

 

Aku tidak peduli lagi. Aku menggelengkan kepalaku dengan cepat dan merubah moodku. Aku ingin menikmati saat terakhir ini. Bersama mereka berempat. Aku tak peduli dia ada di mana. Ini konserku. Bukan dia. Ini konser kami dan para fans tak bernama ini. Aku ingin menikmatinya. Untuk pertama kali.

 

Aku berlari dan menyirami wajahku sendiri dengan air. Melempar bola warna-warni, menyanyi, dan tertawa melihat kegilaan member lain. Aku menyusuri seluruh panggung. Sampai aku terhenti di salah satu sudut paling samping, paling belakang. Sesuatu menarik perhatianku dan membuat jantungku berdegup kencang. Aku yakin keberadaan orang-orang ini bahkan tak akan pernah terekam kamera.

 

 

 

‘Minstalhwaiting!’

 

 

 

A….Aku speechless. Bagaimana bisa ada fans yang menyadari. Tidak. Lupakan soal shipper atau apapun kalian memanggilnya. Tapi bagaimana bisa staff mengijinkan banner sebesar ini masuk ke dalam gedung? Bukankah mereka me raziah hal apapun yang tidak berhubungan dengan f(x)?

 

Aku menatap wajah 2 fans itu. Mereka berdiri di tingkat 2 dan bersama-sama memegangnya. Gadis yang mungkin berusia 17 tahunan. Ini gila. Sudah berakhir berapa tahun semenjak aku dan dia meredam gosip itu setelah dimarahi perusahaan karena bahasa tubuh kami yang tercium di kamera. Membuat semuanya seolah-olah tak ada apa-apa. Menghapus jejak sampai ke dasar-dasarnya. Bertingkah seperti orang yang tak saling kenal. Bahkan Sulli ikut membantu. Masih ada yang mempercayai kami?

 

Aku tersenyum dan melambai kepada anak-anak itu. Aku ingat bertapa cerianya aku saat masih seumuran mereka. Masih sering bertingkah imut di hadapan member lain.

 

Dua gadis itu tersenyum dan mata mereka berair. Mereka mungkin tak pernah bermimpi aku akan tersenyum pada mereka dari jauh. Semakin aku tersenyum dan melambai, mereka semakin mengangkat banner itu. Akupun mengangguk. Bisa ku lihat mereka berteriak dan berpelukan. Apa itu artinya anggukanku adalah tanda atas persetujuan akan keyakinan mereka tentang aku dan dia sampai mereka harus sesenang itu?

 

 

 

Ending page dilantunkan. Kelima dari kami berkumpul di tengah pangung. Berdiri dengan stand mic dan menyanyi dengan kesungguhan. Haha. Luna dan Victoria menangis. Amber berkaca-kaca. Sulli berpura-pura tegar dan aku.. haha Aku tak mau menangis di sini. Jangan sekarang. Tidak boleh. Tanganku sampai berkeringat karena menahan tangis. Ayo. Cepatlah selesai agar aku bisa menangis sepuasnya. Aku tidak tahan melihat wajah para fans dan member yang terlihat lelah menanti saat ini tiba setelah 6 tahun dengan tangisan mereka.

 

 

Dan damn. Lagu terakhir. Lagu yang paling aku benci. Beautiful Goodbye. Lagu yang dari dulu selalu aku hayalkan sebagai lagu penutup konser solo kami, benar-benar menjadi lagu penutup di konser kami yang sebenarnya. Bukan hayalan lagi. Aku bukan membenci lagu ini karena aku tidak suka. Tapi karena aku sangat membenci kata perpisahan. Hah. Tidak boleh menangis. Tidak boleh.

 

 

 

***

 

 

 

“Kau sudah bekerja keras, Soojungie. Aku bangga padamu.”

 

 

 

Aku menjatuhkan botol minuman yang aku pegang sesaat setelah aku memasuki ruang ganti yang ada di belakang panggung. Sendirian. Para member lain sibuk bersama dengan para keluarga, pacar, dan sahabat mereka yang juga datang menonton dan memberi selamat.

 

Bagaimana tidak kaget. Sosok yang aku rindukan tiba-tiba saja sudah ada disini, membuka tangannya bersiap memelukku, tersenyum.

 

 

Berhenti tersenyum. Aku membencimu.

 

Kakiku gemetar karena kelelahan. Mataku langsung menumpuk dengan air.

 

 

“Tidak usah menahan diri dan berpura-pura, bodoh. Kemari.” Dia langsung datang dan membawaku dalam pelukannya.

 

“Kau bau keringat. Hmm..” ucapnya. Masih mengelus punggungku sambil mengecup dahiku.

 

“Kau luar biasa.” Pujian setelah ejekan. Aku selalu membenci sisinya yang seperti ini. Karena ini membuatku tak bisa melupakannya.

 

 

 

“Kau dimana? Aku mencarimu.” Pertanyaan pertamaku untuknya hari ini. Dia melepas pelukannya dan memegang kedua pundakku. Mensejajarkan wajahnya dengan wajahku dan tersenyum. Sudah ku bilang jangan tersenyum.

 

 

“Aku membeli tiket yang paling murah bersama Taemin. Jadi kami kebagian tempat duduk tingkat 3 dan paling jauh.” Jawabnya sambil menyengir. Kalian miskin? Demi Tuhan kalian berdua bisa membeli tiket VIP.

 

“Haha. Aku paling suka dengan wajah bingungmu itu. Aku dan Taemin sengaja duduk paling jauh. Ingin merasakan bagaimana rasanya jadi fans yang tidak kaya dan hanya bisa membeli tiket murah. Dan bagaimana rasanya melihat artis idolanya dari jauh dan hanya terlihat seperti titik. Haha” jawabnya. Apa dia bisa membaca pikiranku? Apakah kalian pikir itu lucu, huh?

 

 

“ya ampun, kau tidak mempercayaiku? Baiklah, aku jujur. Kami sengaja biar kau dan Sulli tidak gugup melihat pacar tepat di depan mata dan malah salah lirik, kan memalukan. Jonghyun, Onew, dan Key duduk di VIP kan. Paling tidak ada perwakilan.” Ucapnya sambil mencubit kedua pipiku. Orang ini.

 

 

 

“Tutup pintunya.”

 

 

Dia membulatkan matanya yang terlalu besar itu. Aku tertawa kecil melihat muka bingungnya akan responku yang random ini.

 

“Aku bilang tutup pintunya, Choi Minho.” Ucapku lagi. Dia melepas tangannya dari kedua pundakku dan berkacak pinggang.

 

“Kau mengusirku? Kau ingin ganti baju sekarang? Aku masih ingin bersamamu..” dia memajukan bibirnya. Aku paling suka saat dia manja seperti ini.

 

“Aku bilang tutup pintunya. Bukan pergi dari sini kan! tutup dan kembali padaku. Aku tidak ingin ada yang tiba-tiba memanggilku di saat seperti ini.” Dia terlihat mengerti ucapanku. Akhirnya. Dia tersenyum dan berjalan cepat menutup satu-satunya pintu ruang ganti ini. Pria ini. Dia bahkan menguncinya.

 

 

 

“Kau tidak akan lelah melakukannya langsung sehabis konser?” tanyanya sambil tersenyum. CHOI MINHO DEMI TUHAN.

 

“Menurutmu aku akan melakukan apa, hm?” tanyaku. Mendekat padanya. Mukanya memerah.

 

“Bukannya kau menyuruhku menutup pintu karena tak ingin ada yang mengganggu kegiatan kita?” jawabnya.

 

“Tutup matamu..” ucapku.

 

Aku mendekatinya dan dia menutup matanya bersiap sambil tersenyum.

 

 

 

 

“Aku pikir kau akan menciumku.” Ucap Minho. Kaget karena aku tiba-tiba memeluknya dengan erat.

 

Choi Minho. Aku tidak tahan. Dari tadi aku menahannya. Tapi sekarang aku tidak bisa lagi. Melihatmu hatiku seperti benar-benar mencair dan semua bebanku hilang. Aku lega kau menepati janji.

 

“Kau menangis. Ya.. uljima.. Soojung ah.” Minho mengelus punggungku. Sesekali dia mengelus rambutku juga.

 

“Ssstt.. Uljima.. Uljima.. Sudah.. Ada aku disini.”

 

“Kau hebat. Tidak perlu menangis. Kau sudah melakukan yang terbaik. Kau menyanyi dengan baik. Tadi hanya 1 saja gerakan yang salah. Dan.. Aku suka permainan pianomu. Kau hebat. Aku bangga padamu. Sudah.. uljima.. Ssshhh…”

 

Aku tak bisa menahan isakanku mendengar suaranya. Dia benar-benar menyayangiku dan akupun begitu. Aku senang dia benar-benar ada dan menepati janjinya. Aku senang aku bisa membuat sedikit dari fans yang mempercayai keberadaan kami berdua senang akan hubungan kami yang tetap bertahan sampai hari ini. Aku senang bisa membuat banyak orang tersenyum. Aku senang akhirnya grupku yang tidak terlalu diperhatikan ini bisa menggelar konser. Aku senang aku bisa berdiri di panggung yang khusus untuk kami saja dan bernyanyi di depan orang-orang yang menyukai kami, bukan orang yang datang dan mendukung artis lain lagi. Aku senang dengan kenyataan ini. Aku senang bisa menangis di pelukannya, sama seperti saat dia menangis padaku dulu.

 

 

Minho tertawa kecil dan menghela nafasnya. Kini dia diam dan tidak membujukku lagi. Dia hanya mengeratkan pelukannya dan tetap mengelus kepalaku. Mungkin dia lelah menyuruhku diam. Aku hanya tidak bisa diam. Aku terus terisak. Mengingat semua hal yang kulewati sendiri, bersama kakakku, grup ku, dan bersama dia. Aku tidak menyangka aku bisa sampai ke level ini.

 

 

 

(15 minutes later)

 

“Sudah,jagi?” tanyanya. Aku tersenyum. Aku sudah lega sekarang. Dan aku tidak terisak lagi seperti tadi. Dia melepas pelukan kami dan memegang kedua pipiku.

 

“Lain kali kau harus bilang kalau kau ingin menangis, agar aku bisa membawa sapu tanganku untuk membersihkan ingusmu.” Ucapnya. Wajahku memerah.

 

“YAH!!!” teriakku. Dia tertawa. pria ini. Aissh.. aku sangat mencintainya.   Matanya berubah serius dan menatapku. Memegang kedua tanganku dengan lembut.

 

Perlahan, dia mengecup tangan kananku, dan berganti dengan tangan kiriku. Setelah itu, dia tersenyum dan mengecup pipiku.

 

“Saranghae, Jung Soo Jung.”

 

Ucapnya dan diakhiri kecupan lembut dibibirku. Aku tersenyum dalam ciuman kami. aku selalu suka saat dia mengatakan kata itu. Dia terlebih dahulu melepas ciuman kami dan menatap wajah merahku. Dia tertawa kecil dan kembali menciumku. Kali ini ciuman yang ada di tahap selanjutnya. Lebih dalam. Dadaku selalu berdegup kencang saat kami sudah berciuman seperti ini. Dia menaruh tanganku dia sekitar lehernya dan menaruh kedua tangannya dipinggangku. Aku membuka mata dan melihat matanya yang benar-benar tertutup. Akupun ikut menutup mataku dan menikmati ciuman kami.

 

 

 

“Boleh aku lanjut ke tahap selanjutnya? Tujuanmu yang sebenarnya saat menyuruhku menutup pintu?” tanyanya sambil menempelkan dahi kami dan tersenyum. Memburu nafas.

 

“Yah! Choi Minho, byuntae!” Aku hanya memukul dadanya pelan dan tersenyum malu. Dia tertawa dan langsung mengecup dahiku. Lagi. Choi Minho. Aku suka ciumanmu yang hangat seperti ini.

 

“Cepatlah ganti baju, aku antar pulang. Lakukan dirumahmu saja.” ucapnya setelah mengecup dahiku. Dia memberikan senyum terakhirnya, mencubit pipi kananku, keluar, dan menutup pintunya pelan. Aku sangat mencintai orang itu. Demi Tuhan.

 

Oh iya, aku tidak akan melakukanya hari ini. Aku lelah, Choi Minho. Mianhae. Besok saja. Haha. Jjeongmal saranghae.

 

 

 

***END***

 

 

Maksud hati bikin ff romantis, eh ujungnya”nya gak ada romantis-romantisnya. Yaudahlah terserah readers. KOMEN SANGAT BERHARGA. sengaja bikin pendek. soalnya gak tahan bkin fluffy panjang-panjang. protes aja dikomen..

 

 

 

 

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , | 25 Comments

Post navigation

25 thoughts on “Winter of Love – Close The Door

  1. sequel dong….. nanggung… yang di rumah itu woy! admin! admin patty!! xD

  2. Ssul ~

    minstal ~
    Semoga bener terjadi, hihi😀
    tapi sekarang f(X) udah punya nama fandom kok ^^
    Diamond ~
    huhuhu, akhirnya!😀
    ffnya daebak!daebak! nanti kalau f(x) konser diIndonesia pen bawa banner Taelli :3 /abaikan/
    pkoknya ffnya daebak😀
    I love it~😉

  3. githapril

    mengharukan, lucu, senang jdi satu dah di ff ini,
    mengharukan krna konser f(x) yg berasa bnget feelnya pas aq baca
    lucu krna minstalnya, oh my cutee ><
    n senang akhirnya ad ff minstal lgi hihih
    thx udah dbuatin ff minstal admin patty, dtnggu kisah2 mu yg lain, yg cetar2 kayak gini heheh

  4. sequelll doooonggg😀 minho ,,kau romantis skli🙂 mskipun sya bkan minstal shipper tp sya ska kok bca ff minstal kkkkk :p huaaa… berharap fx emang pnya solo concert ^^

  5. yang terakhir itu lohhh,,bikin penasaran,,

  6. seruuuu~ udah lama gak baca ff minstal kkk
    sequel nya boleh dong😀

  7. Minnie12

    suka sukaaa sukaaaa bgt ><
    couple paporit minstal setlh taestal dan minsul hehe suka jga sih sma taelli😄

    terharuuuu sma perlakuan mino k krys yaaampuun T.T
    dan miris jga sma fakta f(x) yg smpe skrng blum tau nma fandomnya.. official colour.. trus the first concertnya.. Yaa Allah..

  8. Jungie

    eonnie sequelll…
    gantung end x nihh…

  9. Cichangmin

    Kira’in yg diamond itu~
    ah lupakan.. -_-
    asalkan mereka f(x) dan minstal tetap bersama saya sudah amat bahagia.
    Swiiitt swiiitt yang di rumah’y anee di tunggu yah wahai minstal kopel. Kkk~
    jgn sequel min ff baru aja. Hahaha xD

  10. Ya gue pikir tu fandom beneran -_- sial bangat dh.. Ouh btw, sequel ya pliss dah eon😀 … Sya bkan reader bru, tp sya bru aja bisa bkin acc dcni hehe……. Pokoknya Author JJANG lah (y)

  11. MinJung ah~~

    Daebak !!! Sya nangis baca ni ff, gue tu berharap banget Minstal itu real ame first con ya f(x) jdi kenyataan :*

  12. wohohohoh udah lama banget gak baca FF Minstal

    sabar ya Minho tunggu besok hahahahah

    kasian Minho😀

  13. minstal! andai aja beneran real~
    thor ff mu keren ^ ^ aku suka kata-katanya😀 Great FF !

  14. Anita Chan

    Ffnya bagus banget sih.. Keren banget.. Uuu.. Suka..😀

  15. bes

    Berharap Minstal emang bener” kaya gini critanya :))
    Oke~ keep writing🙂

  16. Cilla Choi

    Semoga Minstal beneran pacaran yaaa❤
    Aku suka FFnya, Thor. Keren..
    Tapi yang terakhirnya kenapa gak dilanjutin haaaaa

  17. Couple ini terlalu real kalo hrus diblang fake. (Yakin banyak yg setuju)
    I love this story . . .

  18. Aishh asa miris kalo mengingat f(x) T,T . . So sweet plus lucuu hahaha penasaran yg ntar d rmh mw pda ngapain😀

  19. aryati

    Selalu suka dgn karya mu thor daebakk tp maaf aku cm suka minstal jd ga baca ff yg cast lain kcuali minstal. Request banyakin minstal dong hehehehe

  20. RMD

    Kalo aku perhatiin. Koq tangan Minho ada 3 di poster???

  21. Nanggung thor ceritanya masih ngegantung. Padahal bagusloh ffnya.

  22. yasminh

    aaah… awalnya mau jadi silent reader saja disini. tapi sumpaaah ga bisaaa!! aku gatel pingin ikut ngomen. kenalin, panggil saja yasminh disini, 93liners. aku baca ini ikut ngerasain feelnya. beneran ikut nangis! f(x) akhirnya bisa ngelakuin konser tunggal dan itu bukan sekedar 6 tahun, tapi 8 tahun!!! itupun tanpa ada sulli didalamnya. hiks. aku benci bilang ini tapi memang f(x) berasa anak tiri di agensi itu. aku jadi curiga kalo itu akal”an sm aja biar klee ga hengkang dan f(x) bubar. mereka bahkan baru tahun ini punya nama fandom. heol… aah, sudahlah. aku ikut seneng fans f(x) akhirnya bisa sedikit tersenyum setelah penantian panjang dan drama itu. hehe.. masih berharap banyak kisah minstal yang muncul lagi. eh, tepatnya pairing shinee-f(x) lagi. bukan exo-f(x) ato pairing lain.. sumpah kangen si klee bisa tertawa lepas d panggung, dia kaya ga ada niatan buat senyum setelah unni-nya hengkang. kangen banget minstal momen bukan min” yang lain lagi. keep writting dong authornim. sebagai reader yang tidak bisa dikatakan baru tapi memang baru muncul ini butuh hiburan dan kehadiranmu. gomapta. annyeongi~~~

    • wah komennya panjaang. saya terssentuh. haha makasih ya. tenang selama minho masih di shinee dan krystal masih di f(x), minho bakalan ttep bkin krystal tersenyum apapun hubungan mreka

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: