Winter of Love – Colorful

IMG_20140108_1

Winter of Love – Colorful

 

Cast: Lee Taemin x Choi Sulli

 

Genre: Romance, Family

 

Rating: PG 13

 

Author: Patty

 

Ini FF original gue *mendadakfrontal. Lo plagiat, gue sikat.

 

Becanda guys, Happy reading. Haha

 

 

***

 

 

Seoul, December 20th 2013

 

“Yoomi yah.. Jangan bermain terlalu jauh. Umma akan kesulitan mencarimu.”

 

“Ne Umma. Tenang saja.” Teriak Yoomi ceria dan melanjutkan permainannya bersama sahabatnya. Hari itu masih sore dan memang Yoomi dan Ibunya selalu datang kesini untuk bermain.

 

“Hey..”

 

Panggil pria yang datang dengan memakai setelan jas lengkap dan tas kantornya. Dia mengambil tempat duduk tepat di samping wanita ini.

 

“Chanyeol.Tumben kau cepat pulang.” Sulli, Ibu Yoomi ini tersenyum mendengar suara pria ini. Chanyeol balas tersenyum dan mengelus rambut Sulli.

 

“Proyeknya cepat selesai jadi aku bisa cepat menjenguk kalian. Coba lihat, Yoomi sudah penuh dengan pasir.” Chanyeol melambay pada Yoomi yang baru menyadari kehadirannya dari kejauhan.

 

“Aku tidak bisa melihatnya, bodoh.” Ucap Sulli sambil membuang nafas berat dan tersenyum kecil. Chanyeol hanya membentuk senyum datar dan melonggarkan dasinya.

 

 

 

“Appa!” teriak Yoomi dari jauh dan berlari ke arahnya. Chanyeol tertawa dan berdiri. Bersiap menyambut anak ini.

 

“Lihat, ada pelangi!” teriaknya girang sambil menunjuk langit. Chanyeol langsung menggendong anaknya itu. Menatap langit.

 

“Yeppeota..Sulli yah! Lihatlah..” ucap Chanyeol.

 

“Appa babo! Umma kan buta. Mana bisa umma melihatnya. Haha” ucap Yoomi polos. Chanyeol tersentak.

 

“Yoomi! Jaga ucapanmu! Aku tahu aku buta! Untuk apa membanggakan kelebihan kalian? Pelangi tidak ada indahnya sama sekali!” Bentak Sulli. Yoomi langsung berteriak menangis. Chanyeol langsung menggendong dan menenangkannya. Dia menatap Sulli sambil menggeleng.

 

“Kau tidak seharusnya membentaknya, Sulli. Kau bisa bicara baik-baik. Hari apa ini? Kenapa kau jadi emosian seperti ini. Hah. Ayo pulang.” Chanyeol mengambil tasnya dengan tangan kiri dan tetap menggendong Yoomi dengan tangan kanannya. Sulli masih memasang wajah kecewanya dan mengambil tongkat yang ada di samping kursi itu. Diapun ikut berjalan mengikuti suara langkah kaki Chanyeol. Ya, dia buta.

 

 

 

Bogosipheo…

 

***

 

 

 

 

Singapore, December 20th 2013

 

“Taemin ah, kau mengacuhkanku lagi. Aku kan rindu. Sudah 3 hari kau fokus kerja. Kau bahkan tidak pernah menghubungiku. Pasangan mana yang pacaran seperti ini selama bertahun-tahun. Harus selalu aku yang mendatangimu disini.”

 

Taemin,masih dengan pakaian kantornya melepas tasnya begitu saja di sofa ruang tamu  dan membantingkan dirinya disitu. Melepas dasinya dan menutup mata. Mencoba beristirahat.

 

“Naeun ah, aku lelah.” Jawab Taemin singkat, tetap menutup mata.

 

“Ck.. Kau benar-benar tidak mencintaiku. Aku pulang ke Korea saja kalau begitu.” Naeun menghentakkan heelsnya dan bersiap pergi. Namun, Taemin langsung berdiri dan memeluknya dari belakang. Menghentikannya. Dia menyandarkan kepalanya di bahu Naeun, membuat wanita ini tersenyum setelah melakukan kontak fisik dengan pria ini.

 

“Mian. Pulanglah dengan salah satu karyawanku. Nanti aku menyuruhnya memesankan tiket untukmu.” Ucap Taemin di bahunya. Ekspresi wanita ini berubah. Dia kesal. Dia menyangka Taemin memeluknya karena tidak ingin dia pergi. Tapi malah..

 

“Aku tunanganmu, Lee Taemin! Kau keterlaluan! Aku datang karena aku ingin bersamamu tapi kau bahkan tidak pernah sekalipun menunjukan kepada orang di sini kalau aku adalah tunanganmu. Apa kau bahkan mencintaiku selama kita berpacaran dan akhirnya bertunangan? Demi Tuhan..”

 

Ucapan Naeun terhenti saat Taemin mencium bibirnya tiba-tiba. Naeun mencair akan perlakuannya ini. Mereka berciuman sangat lama sampai akhirnya Taemin melepasnya dan tersenyum. Mengelus kepalanya.

 

“Mian.. pulanglah ke korea. Sebentar lagi sahamku disini sudah stabil, aku sudah memutuskan akan pulang ke Korea.” Ucap Taemin. Naeun tersenyum senang mendengarnya. Akhirnya.

 

 

 

Taemin memasuki kamarnya dan membaringkan tubuhnya di kasur. Dia menutup mata sejenak dan membukanya lagi. Menatap langit-langit cukup lama sampai matanya mengatup lagi. Dia tertidur.

 

“Apa kau bahkan mencintaiku?”

 

“Aku membencimu!”

 

“Pria brengsek!”

 

“Kenapa aku harus mengikat janji denganmu?”

 

“Aku benci karena aku sangat mencintaimu”

 

“Mianhae!” teriak Taemin. Dia bermimpi hal yang sama lagi. Bermimpi tentang wanita yang paling dia cintai, dan bagaimana sakitnya wanita itu karena perbuatannya.Taemin duduk bersandar di kasurnya dan menutup matanya. Dia menangis.

 

“Bogosipheo… Happy Anniversary, jagi..” ucapnya, dan kemudian terisak sendiri sambil menutup wajahnya.

 

 

 

***

 

 

Seoul, 23th December 2013.

 

 

“Aigoo..Taemin ah! Kau sudah tambah gagah sekarang! Ibu tidak menyangka kau akan pulang ke korea setelah 6 tahun. Kau benar-benar terlihat matang. Harusnya kau sudah menikah dengan Naeun. Berikan aku dan Ayahmu cucu.“ Ibu Taemin memeluk erat anaknya yang dia rindukan itu.

 

Taemin benar-benar tidak pernah pulang ke korea selama 6 tahun. Kalau rindu, merekalah yang pergi ke Singapore menemuinya. Taemin tidak ingin menginjakan kakinya di korea karena ingin melupakan semua masa lalunya. Masa lalu yang sebenarnya tak pernah ingin dia kubur.

 

 

 

***

 

Chanyeol, Sulli dan Yoomi sedang menikmati hari libur di taman hiburan. Mereka terlihat sangat gembira. Sudah berbagai wahana permainan mereka naiki. Sulli sangat menikmatinya, walaupun dia tidak dapat melihat apapun. Mendengar teriakan orang, suara musik, dan bahagianya suara anak-anak yang lalu lalang disekitarnya. Dia tidak bisa menahan senyumnya. Terlalu banyak kenangan di taman hiburan ini.

 

 

 

“Chanyeol ah, aku ke toilet dulu. Kau disini saja, bersama Yoomi.”

 

“Andwae.. kau tidak mungkin bisa ke sana sendirian, Sulli. Yoomi ah, kau temani umma, ne? Nanti Appa yang akan antri membeli tiket. Kalau kau yang antri orang dewasa akan mendahuluimu. Kau tahu dimana toilet, kan?” Ucap Chanyeol yang membungkuk pada anaknya. Mereka sementara mengantri untuk menonton film kartun di salah satu bioskop disitu. Yoomi mengangguk dan tersenyum. Diapun memegang tangan Sulli dan berjalan berdampingan dengannya.

 

“Kajja, umma!” ucapnya girang. Sulli hanya tersenyum mendengarnya. Padahal dia sementara memaki dirinya dalam hati. Menyalahkan dirinya yang selalu bergantung pada orang lain, bahkan pada anaknya yang masih kecil.

 

 

“Umma, masuklah. Umma bisa sendiri kan? aku tunggu di luar sini.” Ucap Yoomi sesaat setelah mereka sampai di depan toilet wanita. Sulli tersenyum dan meraih kepala anaknya. Dia mengelusnya.

 

“Arraseo. Kau jangan kemana-mana ya..” ucap Sulli memastikan. Dia pun masuk dengan mengandalkan tangan dan tongkatnya.

 

Belum sampai 3 menit menunggu, Yoomi sudah tergoda dengan gerombolan anak-anak yang sedang mengejar cosplay boneka beruang besar yang sedang menghibur mereka. Diapun pergi dan ikut bermain dengan beruang itu. Semakin lama, semakin menjauh dari tempat sulli berada.

 

Sulli yang sudah selesai dengan buang air kecilnya keluar dari toilet. Sesampainya di luar, dia bingung karena berapa kalipun dia panggil, Yoomi tidak menjawabnya. Airmata membendung di pelupuk matanya. Dia takut. Dia takut Yoomi hilang, dan takut kalau diapun akan hilang. Sulli berjalan sembarangan arah dengan cemas. Beberapa kali dia menabrak orang. Dia memegang tongkat lipatnya dengan gemetar. Sulli tidak sadar kalau tongkat dan tangannya menuntun dirinya keluar dari taman hiburan, menuju ke pintu gerbang.

 

 

 

#brukk

 

Dia terjatuh. Kali ini dia tidak kuat lagi setelah badannya menabrak orang, dan langsung menjatuhkan dirinya dan menangis. Dia membenci dirinya yang buta ini.

 

“Yo..Yoomi yah.. oddiega?” isaknya sambil berusaha berdiri lagi, tapi dia malah kembali jatuh. Dia terlalu lemas. Sulli seperti orang kelabakan mencari-cari tongkat lipatnya yang terjatuh entah dimana. Banyak orang yang prihatin dan mengerumuninya. Mengatai dia gadis buta yang malang dan lainnya.

 

Dia tidak menyadari, kalau orang yang dia tabrak kini sedang menangis menatapnya dalam diam.

 

“Sulli yah.. Choi Sulli..” panggil pria itu pelan, bergetar.

 

 

Sulli yang sedang mencari tongkatnya di tanah langsung tersentak. Walaupun sudah berlalu bertahun-tahun, dia masih mengingat pemilik suara itu.

 

“Siapapun, tolong carikan tongkatku! Antar aku ke bioskop, ku mohon!” tangisan Sulli pecah, dia menangis. Dia benci terlihat begitu malang di depan orang ini. Orang yang bahkan tidak bisa dilihatnya lagi.

 

Ada orang yang akan menolongnya tapi pria ini langsung mengambil tongkat Sulli.

 

“Aku yang akan menolongnya. Aku kenalannya.” Ucap pria itu. Orang langsung bubar setelah mendengarnya. Pria ini langsung menghapus airmatanya dan meraih tangan Sulli, membantunya berdiri. Setelah berdiri, Sulli malah menepis tangannya.

 

“Aku tidak mengenalmu. Kemarikan tongkatku.” Ucap Sulli kasar dan menghapus airmatanya. Pria ini semakin sakit melihat wanita ini.

 

 

 

“Kau buta? Sulli… Jelaskan padaku kenapa bisa seperti ini? Siapa yang membuatmu seperti ini? Ku mohon.” Pria ini memegang kedua tangannya. Dia hampir menangis lagi.

 

“LeeTaemin. Orang itu yang membuatku buta.” Ucap Sulli dingin. Pria ini bagai ditampar dengan keras mendengar namanya disebut. Penyebab kebutaan Sulli.

 

“Bagaimana bisa.. ba.. bagaimana.. “ Taemin tidak tahan. Setelah 6 tahun tidak bertemu dengannya, dia betul-betul tidak bisa menerima fakta ini. Wanita yang paling dia rindukan mengalami cobaan seperti ini tanpa sepengetahuannya. Dia tidak menyangka dia akan bertemu dengan Sulli disini, di tempat kenangan mereka saat Taemin menyatakan perasaannya dulu. Dia lebih tidak menyangka dengan semua kenyataan sekarang. Sulli buta. Karena dirinya. Taemin langsung memeluknya dan menangis. Dia benar-benar menangis seperti anak kecil yang baru saja dipukuli ayahnya. Hal ini membuat Sulli kaget dan hatinya terpukul menerima pelukannya. 6 tahun dia merindukan pria ini. Dan dia bertemu dengannya lagi dengan keadaan yang menyedihkan. Sulli malu.

 

 

 

“Lepaskan aku, Taemin. Kita sudah lama berakhir.” Ucap Sulli. Dia menangis, tapi tidak terisak. Dia bahkan tidak membalas pelukan Taemin.

 

“Umma!” Yoomi berlari kencang dengan airmata yang mengalir dipipinya menghampiri Sulli. Sulli langsung mendorong Taemin dan mencari sumber suara itu.

 

“Yoomi yah..” Yoomi langsung memeluk pinggang Sulli dan terisak.

 

“Aku kira Umma hilang. Aku takut bilang ke Appa jadi aku mencari Umma terus dari tadi. Mianhae umma..” tangisnya.

 

“Gwaencanha.. yang penting umma sudah menemukanmu.” Sulli menghapus airmatanya.

 

“Tapi, umma. Siapa Ahjussi ini? Kenapa Umma memeluknya tadi?” Yoomi menatap bingung ke arah Taemin. Taemin yang sedang menghapus airmatanya hanya menatap anak ini sambil tersenyum pahit. Dia menatap Sulli lagi, dan kembali menatap Yoomi.

 

“Namamu Yoomi? Kau cantik, sama seperti Umma mu. Kenalkan, aku Taemin, teman lama Sulli.” Taemin mendekatinya dan mengelus kepalanya. Herannya, Yoomi yang susah dekat dengan orang asing langsung tersenyum padanya.

 

“Ne..Taemin ahjussi, salam kenal. Ahjussi Tampan! Bahkan Appaku kalah tampan. walaupun ahjussi tidak setinggi Appa sih. hehe” tawa Yoomi membuat Sulli terkejut. Dia cemas Yoomi akan akrab dengan Taemin. Beda hal nya dengan Taemin. Mendengar kata ‘Appa’ membuat Taemin tahu Sulli sudah menemukan orang lain. Dia benar-benar sedih.

 

 
“Sulli, Yoomi ! ya ampun kalian membuatku cemas.” Chanyeol berlari tergesa-gesa mencari mereka dan memburu nafas sesampainya di hadapan Sulli. Yoomi langsung berlari memeluk Chanyeol.

 

“Appa! Mianhae! Tadi Yoomi meninggalkan Umma. Untung Taemin Ahjussi menolong Umma.” Ucap Yoomi. Chanyeol melotot mendengar nama Taemin dan menatapnya kaget.

 

“Ta..Taemin.”

 

“Appa, kau mengenalnya?” tanya Yoomi. Chanyeol mengangguk.

 

“Dia teman lama Appa.. dan.. Umma.” Ucap Chanyeol menatap Sulli yang tertunduk. Mukanya begitu murung.

 

“Bangapta, Chingu ya. Jadi kau dan Sulli sudah menikah dan punya anak? Chukkae. Emm.. kalau begitu aku pergi dulu. Aku lupa ada rapat.” Ucap Taemin sambil membungkuk. Dia mendekati Yoomi dan mengelus kepalanya sebelum akhirnya pergi meninggalkan mereka dengan hati berat.

 

Chanyeol hanya menatap Sulli yang kembali mengeluarkan airmata saat Taemin sudah lama berlalu.

 

“Kenapa kau tidak mengatakan padanya?” tanya Chanyeol. Sulli hanya menggeleng.

 

“Tidak perlu.”

 

Chanyeol hanya tersenyum. Dia takut. Dia takut Sulli akan kembali lagi pada Lee Taemin, pria yang ‘masih’ dia cintai.

 

 

 

***

 

 

2007

 

 

 

“Sulli, kita cerai saja.” Ucap Taemin. Sulli yang sedang menjahit syal untuk hadiah ulang tahun Taemin, langsung tak sengaja menusuk jari telunjuknya karena kaget.Taemin ingin berlari mendekatinya di kasur dan mengobati lukanya, tapi dia berpura-pura tidak peduli.

 

“Apa maksudmu Taemin, jangan bercanda.” Sulli melepas sulamannya dan berdiri. Mendekati Taemin. Tak peduli dengan jarinya yang berdarah. Matanya berair.

 

“Apa karena aku belum juga punya anak pewaris perusahaan? Apa Ayahmu memaksamu lagi? Apa hutang perusahaan tidak bisa dilunasi? Jawab aku Taemin!” Sulli kini menangis di hadapannya.

 

“Aku tidak mencintaimu lagi, Sulli. Aku.. aku bosan denganmu.” Taemin membuang muka.

 

“Setelah 2 tahun menikah, kau tidak mencintaiku lagi? Secepat itu? Kenapa kau menikah denganku kalau begitu huh? Aku tidak ingin cerai! Aku tidak mau.” Sulli berlari ke kamar mandi dan menangis disana.

 

 

Semenjak itu, Taemin mulai seenaknya pada Sulli. Dia pulang tengah malam dan mabuk-mabukan. Dia bahkan pernah membawa wanita lain ke dalam rumah.

 

Hingga 1 bulan kemudian, Sulli tidak tahan lagi.

 

 

“Taemin, kita cerai.“ ucap Sulli dihadapan Taemin yang sedang asik menonton TV di ruang tamu. Dia melempar surat cerai yang sudah dia tanda tangani di hadapan Taemin dan pergi dari rumah. Sulli bahkan sudah menyiapkan kopernya. Dia benar-benar pergi meninggalkan Taemin dan tidak berniat kembali.

 

Sulli hanya tidak tahu, Taemin menangis menatap surat cerai itu. Ini bukan kemauannya, tapi Ayahnya.

 

Malam itu, Sulli tak ada arah dan tujuan. Dia benar-benar seperti orang terlantar dengan tangisan yang keras di tengah jalan, dia sakit. Sangat sakit dicampakan suaminya seperti ini. Orang yang sangat dia cintai.

 

Hingga sebuah mobil menabraknya dan membuat sebuah perubahan besar terjadi di hidup Sulli. Dia buta.

 

 

 

Chanyeol lah orang yang mengisi kehidupannya selama Sulli ada dalam masa sulitnya. Ibu Sulli yang ada di Daegu menghubungi Chanyeol yang adalah teman akrab Sulli dan Taemin saat mereka kuliah dulu sampai sekarang. Ibunya tahu Chanyeol menyukai Sulli, Sulli pernah mengatakannya. Ibunya hanya ingin chanyeol menghiburnya agar bisa melupakan Taemin. Dia sangat kecewa anaknya menjadi seperti ini. Tapi dia mengenal Taemin. Bahkan sangat mengenalnya. Dia tahu Taemin bukan pria seperti itu.

 

 

end of flashback

 

 

***

 

 

Mata Taemin berair memasuki rumah ‘lama’ nya bersama Sulli. Rumah ini sudah kosong selama 6 tahun dan Taemin bahkan tidak mengijinkan orang tuanya menjualnya. Dia tidak ingin apapun berubah di rumah ini.

 

Setelah kehilangan kontak dengan Sulli, Taemin memutuskan untuk pindah ke Singapura. Mengurus perusahaan di sana dan ingin membuktikan pada Ayahnya kalau dia bisa membuat perusahaan maju tanpa harus menikah dengan anak rekan bisnis Ayahnya, Naeun, sebagai kontrak kerjasama.

 

Taemin pernah mencari tahu keberadaan Sulli seminggu setelah Sulli pergi. Dia khawatir dan cemas. Tapi ucapan Ibu Sulli membuat Taemin tidak bisa berbuat apa-apa selain berdiam diri dan tidak menemuinya.

 

“Sulli wanita yang kuat. Aku tahu dia sangat mencintaimu, begitu juga denganmu. tapi, kalau memang kau memilih takdir ini, jangan mengubahnya lagi. Sekali kau memutuskan pergi dari hidupnya dan memilih jalan lain, jangan pernah menelan perkataanmu sendiri dan berubah pikiran. Dia baik-baik saja bersamaku. Kau hiduplah dengan baik mengikuti takdirmu Taemin.”

 

Taemin membuang nafas pelan mengingat kembali kejadian 6 tahun lalu. Hal yang paling menyakitkan di hidupnya. Dia harus menerima kenyataan kalau Sulli sudah mempunyai kehidupan baru, keluarga baru.

 

 

Dia melepas sepatunya di pintu masuk. Hal yang membuatnya kaget adalah saat dia memasuki ruang tamu mereka, ada Pohon natal yang pernah dia rangkai bersama Sulli di sudut ruang. Dia tersentak. Siapa yang memindahkan pohon ini dari gudang dan juga kenapa rumah ini begitu bersih. Padahal rumah ini sudah lama tak di tinggali. Hal yang membuat Taemin lebih terkejut adalah foto polaroid yang sangat banyak di dinding. Foto Sulli… dan foto Yoomi. Taemin membulatkan matanya. Kenapa ada foto anak Sulli di rumah kenangan mereka. Taemin sedikit menangkap kalau Sulli lah yang sering menjenguk rumah ini, tapi dia kecewa kenapa Sulli menodai kenangan mereka dengan anaknya bersama pria lain.

 

Baru dia ingin pergi, perhatian Taemin teralihkan pada tumpukan amplop biru yang ada di bawah pohon natal. Masing-masing surat memiliki tanggal dan tulisan “untuk Lee Taemin” di luarnya. Dengan penasaran dia mengambil semua surat itu dan duduk disofa. Mencoba membacanya.

 

 

20 Desember 2007

 

Kau dimana, Taemin? Kenapa kau tidak menjengukku? Apa kau benar-benar tidak peduli kalau mantan istrimu ini buta? Aku tidak bisa berbohong. Aku sangat mencintaimu. Aku datang karena aku merindukanmu. Aku tahu aku bodoh masih mencintai pria brengsek sepertimu. Aku senang, Chanyeol mau mengantarku kesini, kalau tidak aku tidak tahu bagaimana harus kesini. Ahaha. Aku menyuruhnya menunggu diluar. Aku tidak akan pernah membiarkan dia masuk. Kau selalu cemburu kan kalau Chanyeol menjenguk kita dulu. Aku bersyukur aku masih mengingat kode pintu rumah. haha

 

Dan..

 

Taemin ah, aku hamil. Dan ini anakmu.  Apa kau percaya? Aku bahkan tidak percaya setelah kecelakaan itu anak ini masih selamat. Sudah 7 bulan. 2 bulan lagi aku akan melahirkan. Aku tidak mau menemui orang tuamu. Aku takut mereka akan mengambilnya dariku. Mereka sudah mengambilmu. Aku tidak mau lagi.

 

Taemin ah, Happy 3th Anniversary. Aku tahu kita sudah cerai. Tapi aku tidak bisa melupakan hari bersejarah kita. Mian.

Merry Christmas, Taemin.

 

 

18 Juli 2008

 

Saengil Chukkae Lee Taemin babo! Kau sudah tua. 23 tahun.

 

 Ah… aku belum bilang kan kalau anak kita ku beri nama Yoomi. Lee Yoomi. Anakmu. Sangat cantik, kata Umma dan Chanyeol sih.

 

Dia lahir tanggal 24 Februari. Tahu tidak, anakmu ini mirip denganmu. Itu kata Umma. dia bahkan sama rakusnya denganmu. minum ASI nya seperti tidak pernah diberi makan selama berhari-hari.  Anak kita sudah 5 bulan sekarang.

 

 

Taemin ah, apa kau merindukanku? Karena aku sangat merindukanmu.

 

 

20 December 2008

 

Happy 4th Anniversary, Taemin.

 

Kau baik-baik saja?

 

Oh iya,  Yoomi sudah bisa bicara. Walaupun baru kata Appa dan Umma sih. Sayangnya, dia berpikir Chanyeol Appa nya. Apa kau tidak apa-apa dengan ini? Huh, Sulli babo. Aku tetap saja menulis ini walaupun aku tahu kau tidak akan pernah kembali ke rumah ini bahkan kembali padaku.

 

Aku hanya ingin bilang, aku sudah baik-baik saja sekarang. Aku sudah terbiasa dengan kebutaanku. Hihi. Hari ini aku bahkan membersihkan rumah ini. SENDIRIAN. Hebat kan? Menulis surat seperti ini juga sudah termasuk hebat loh. Aku buta! Tulisanku sudah cukup rapi kan sekarang?

 

ingin sekali membawa Yoomi kesini dan melihat fotomu dan foto pernikahan kita. Tapi Umma tidak mengijinkannya. Dia tidak mau membuat Yoomi bingung. Padahal Yoomi kan baru 10 bulan. umma berlebihan.

 

Taemin ah, bogoshipeo.

 

 

18 Juli 2009.

 

Saengil Chukkae Taemin ah..

 

Chanyeol melamarku. Ottokhae? Aku sama sekali tidak bisa menerimanya. Aku hanya mencintaimu. Neon oddieya?

 

Saranghae…

 

25 Desember 2009

 

Merry Christmas! Aku lupa menulis surat tanggal 20. Sepertinya aku mulai pikun karena tidak bisa melihat kalender. Haha.

 

Happy belated Anniversary Taemin. Hm. Kalau saja kita belum cerai, kita benar-benar murni sudah 5 tahun menikah. Ini sih perayaan 5 tahun mencintaimu.

 

Aku tidak enak dengan Chanyeol. Dia tahu aku tidak pernah mencintainya dan membatalkan lamarannya. Dia  tidak ingin aku menikahinya karena ‘butuh’ dan ‘simpati’. Bukan karena cinta. Tapi, dia bersedia menjadi Ayah Yoomi. Dia benar-benar akrab dengan anakmu. Aku betul-betul merelakan kalau dia menjadi Ayah Yoomi. Dia sangat baik. Mianhae Taemin ah. Sepertinya aku tidak akan pernah memberi tahu Yoomi soal kau. Dia begitu nyaman dengan Chanyeol.

 

18 Juli 2010.

 

Saengil Chukkae, brengsek! Kapankau pulang kesini huh? Apa kau tidak keterlaluan membiarkan orang buta membersihkan rumah ini setiap tahun? Kalau aku terkena penyakit paru-paru karena ini, aku akan menuntutmu!

 

20 Desember 2010

 

Happy Anniversary, Choi Sulli😦 kau tidak punya suami tapi masih merayakan ulang tahun pernikahan gagalmu ini.

 

 

18 Juli 2011

 

Aku akan membunuhmu kalau aku dengar kau sudah meninggal !! demi Tuhan sudah 4 tahun aku tidak pernah mendengar kabarmu. Apa kau baik-baik saja?

 

Saengil Chukkae…

 

20 Desember 2011

 

Happy Anniversary lagi, Choi Sulli. Huh. Kau bodoh masih mengingat hari ini. Dia bahkan tidak memperdulikanmu lagi.

 

LEE TAEMIN AKU BENCI KAU

 

18 Juli 2012

 

Saengil Chukkae, Yoomi Appa, LeeTaemin. Apa kau bahkan masih mengingat kau pernah menikah denganku?haha

 

Apa kau sudah menikah Taemin ah? Apa itu Naeun? Apakah kalian sudah punya anak? Karena aku tidak. Aku belum menikah. Belum berani. Kau brengsek membuat aku tidak bisa menerima Chanyeol.  Aku membencimu. Uh..

 

 

20 Desember 2012

 

Bogoshipeo..

 

 

18 Juli 2013

 

Taemin ah.. pulang.. ku mohon…aku ingin mati..

 

 

20 Desember 2013

 

Tadi aku memarahi Yoomi karena mengingat hari ini. Aku begitu bodoh sampai emosiku ku lampiaskan pada anak kita. Aku benar-benar merasa bersalah padanya. Aku hanya teringat saat dulu kita melihat pelangi bersama di ulang tahun pernikahan kita. Kau bilang kau akan buat hidupku berwarna dan tidak akan pernah mengecewakanku. Sakit Taem. Aku tidak bisa melihat apa-apa sekarang, apalagi pelangi.

 

Aku sudah tidak berharap lagi Taemin. Aku pasrah. Aku tahu kau sudah melupakanku. Aku tahu aku bodoh. Memang sebaiknya aku hentikan penantian panjang Chanyeol. Aku harus menerimanya. Aku akan menikah dengannya. Ini terakhir kali aku menulis surat bodoh ini.

 

 

 

 

***

 

Taemin menangis seperti orang gila. Bagaimana bisa dia tidak ada saat Sulli sangat membutuhkannya. Bagaimana bisa dia mengira Sulli akan baik-baik saja tanpanya.Yoomi lahir tanpa Taemin disisinya. Taemin sangat ingin membunuh dirinya karena hal ini. Dia begitu bodoh. Naif.

 

“Mianhae.. Sulli.. Mianhae! Na do bogoshipeo.. Na do saranghae.. Mianhae..” Taemin tersungkur di lantai, menangis dengan hebatnya. Menyesali semuanya. Dia menyesal.

 

 

 

*tit

 

Taemin mendengar mesin pintunya berbunyi. Tanda ada seseorang membuka kode pintu. Dia langsung menghentikan tangisnya dan menghapus airmatanya. Berusaha keras menghentikan suaranya yang terceguk-ceguk karena tangisan. Dia diam dan kembali duduk di sofa. Menantikan siapa yang akan masuk.

 

Airmata Taemin kembali mengalir saat Sulli masuk, melepaskan tongkat lipatnya di salah satu sudut dan masuk ke dalam sambil meraba-raba dinding. Taemin tidak berani berbicara dan hanya menatapnya. Hatinya sakit sekali.

 

Tiba-tiba, Sulli tersungkur di lantai dan bersandar di dinding itu. Dia… menangis. Taemin membulatkan matanya. Apa dia datang ke rumah ini untuk menangis? Tangisan Sulli semakin lama semakin kuat. Dia memukul-mukul dadanya sendiri. Taemin semakin sakit melihatnya.

 

“Kenapa harus bertemu dalam keadaan seperti ini, Taemin? Kenapa? Kau pasti tidak tahukan kalau aku dan Chanyeol tidak pernah menikah dan Yoomi adalah anakmu. Sok tahu!! Kau bodoh! Kenapa pergi seperti itu? A.. Aku masih merindukanmu. Uh.. sakit sekali! Aku tidak berani menangis di hadapan Chanyeol dan Yoomi. Sulli,kau bodoh.. Masih mencintai orang yang bahkan tidak merindukanmu! “

 

Taemin menangis dalam diam mendengar perkataan Sulli. Sulli masih tidak menyadari keberadaannya. Dia hanya menatap Sulli yang terus menangis sambil memegang dadanya.

 

 

 

***

 

30 menit kemudian.

 

Sulli membuang nafas menenangkan diri. Dia puas. Lega telah menangis tanpa harus menahan perasaannya seperti saat bersama Chanyeol dan Yoomi. Dia berdiri dan berjalan menuju Pohon natal. Dia bermaksud membuang semua surat-surat bodoh yang telah dia tulis. Tapi, saat tahu surat-surat itu tak ada di tempatnya, dia melotot.

 

“Kemana semua surat-surat itu? Apa Ibu Taemin datang? Oh Tuhan jangan sampai ada yang membacanya! Mereka tidak boleh tahu!” Sulli cemas dan mulai mencari surat-surat itu. Dia meraba di semua sudut rumah. Matanya berair lagi.

 

“Sulli babo, kenapa juga harus menulisnya.” Dia menyalahkan  dirinya sendiri. Dia berjalan menuju dapur berharap surat itu tercecer di sana tanpa sadar kalau ada ember yang pernah dia gunakan untuk mengepel lantai di tengah jalan menuju tempat itu.

 

 

 

#brukk!

 

Sulli terjatuh. Tapi, bukan pada permukaan keras, melainkan badan Taemin. Taemin yang mengikutinya berjalan langsung sigap menolongnya. Sulli berada  tepat di atasnya. Dia langsung berteriak dan memukul Taemin.

 

“Pencuri!!!” dia memukul Taemin sembarangan dan terus berteriak. Menutup matanya takut. Taemin langsung memeluknya dengan erat dan membuatnya tidak bisa bergerak.

 

“Tenanglah Sulli, Ini aku…” Sulli sangat terkejut mendengarnya. Dia langsung berdiri seperti semula dan bersiap pergi, tapi dia malah menabrak dinding. Taemin langsung memeluknya dari belakang.

 

“Aku  membaca semuanya. Babo. Na do saranghae.. Na do bogosipheo.. Jangan menikahdengannya, ku mohon. Aku tidak bisa tanpamu.”

 

Taemin menenggelamkan wajahnya di pundak Sulli. Menangis lagi.

 

“Pembohong! Tidak bisa tanpaku, tapi bisa meninggalkanku selama 6 tahun. Pembohong!” bentak Sulli, menahan tangisnya.

 

“Kau mau aku bagaimana? Ayah mengancamku akan menyakitimu, dan saat aku mencarimu, Ibumu menyuruhku untuk tidak menemuimu karena kau sudah baik-baik saja tanpa aku. Aku hampir gila Choi Sulli, aku harus bertunangan dengan Naeun, wanita yang tidak ku cintai. Aku tidak pernah melupakanmu. Sudah ku coba, ku coba 6 tahun untuk tidak pulang agar bisa melupakanmu. Tapi semuanya bullshit! Aku sama sekali tidak bisa. Aku berusaha untuk membuat perusahaan berhasil agar aku tidak harus menikah dengan Naeun dan kembali padamu tidak peduli Ayahku atau Ibumu menghalangiku untuk menemuimu, dan aku berhasil. Sahamku terus naik. Itu semua demi kau Sulli. Hatiku benar-benar hancur saat tahu kau buta karena aku. Dan membaca semua suratmu… sejenak aku ingin bunuh diri. Tapi aku sadar. Itu sama saja dengan aku membunuhmu. Kau masih mencintaiku! Bisakah kau tidak egois saat ini? Ku mohon.. aku merindukanmu. Aku merindukan kita yang dulu.” Tangis Taemin setelah mencurahkan semua isi hatinya pada Sulli. Bahu Sulli bergetar. Dia menangis.

 

“Kita sudah bercerai Taemin.” Ucapnya pasrah. Dengan bodohnya ingin terlihat kuat padahal jelas-jelas dia menangis.

 

“Apa kau mau aku membawa surat cerai yang kau berikan dan memperlihatkanmu kalau aku tidak menandatanganinya? Kita masih terdaftar suami istri Sulli! Tidak ada yang tahu hal ini. Aku.. aku tidak sanggup menandatanganinya dan berpura-pura sudah bercerai di hadapan orang tuaku. Kita belum bercerai! Aku masih mencintaimu, demi Tuhan.” Ucap Taemin. Dia membalikan badan Sulli dan menghapus airmatanya.

 

“Ku mohon, jangan berkeras hati lagi dan kembali padaku, Sulli. Aku tidak bisa lagi berpisah denganmu. dan Yoomi.. aku tidak mau Yoomi tidak mengenalku seumur hidup. Ku mohon Sulli, aku mencintai kalian berdua. Aku sangat sakit saat melihat Chanyeol bersamamu dan mengambil peranku sebagai Ayah Yoomi.” Taemin memegang kedua tangannya. Sulli masih saja menangis.

 

“Kumohon… “ pinta Taemin lagi.

 

 

 

Taemin langsung lega saat Sulli tiba-tiba menyambar memeluknya dan menangis di pelukannya.

 

“Aku pikir.. aku pikir kau sudah melupakanku. Babo! Bogoshipeo.. Ja.. Jangan pergi lagi. Kumohon. Kau harus bertanggung jawab. Kau harus menjadi mataku.” Taemin tersenyum dalam tangis mendengar ucapannya.

 

 

“Aku jamin kau akan melihat pelangi lagi! Aku akan jadi matamu. Gomawo Sulli ah, sudah mau menerimaku lagi. Gomawo jjeongmal. Saranghae..” ucap Taemin. Dia melepas pelukannya dan perlahan bibirnya menyentuh bibir mungil Sulli. Ciuman yang bercampur dengan air mata. Mereka benar-benar saling rindu. Pasangan suami-istri yang hebat. Yang bisa menjaga perasaan cinta mereka tetap utuh walau terpisah 6 tahun dengan segala kesalahpahaman.

 

 

 

 

***

 

1 Tahun kemudian.

 

“Naeun pindah ke Perancis? Kenapa?” tanya Sulli yang sedang membaca novel dengan huruf braile di atas kasur saat Taemin beristirahat disampingnya dan menyampaikan berita itu.

 

“Dia ingin melupakanku, katanya. Ah.. dan dia juga tidak membencimu. Dia hanya cemburu padamu. Dia minta maaf akan semua kekasarannya padamu 1 tahun ini.” Ucap Taemin. Dia memeluk badan Sulli yang sedang bersandar.

 

“Dia wanita yang baik. Oh iya, Chanyeol tadi menelponku dan dia bilang dia yang akan menjemput Yoomi di TK. Dia ingin mengajaknya jalan-jalan.” Ucap Sulli.

 

“Ck.. si jangkung itu selalu saja mengkonspirasi anakku. Awas saja kalau dia membelikan Yoomi mainan lagi dan Yoomi malah mengejekku karena tidakmembelikannya.” Gerutu Taemin. Sulli tertawa dan melipat bukunya.

 

“Kau ini.. Chanyeol kan Appanya jadi wajar kalau dia membandingkan kalian berdua!”

 

“Bunda, sebagai informasi. Yang memelukmu sekarang adalah Ayah kandungnya.” Taemin mencubit hidung Sulli. Sulli tersenyum dan membaringkan tubuhnya. Balas memeluk Taemin.

 

“Aku senang..” ucapnya.

 

“Wae?”

 

“Karena aku bisa memelukmu lagi dan mimpi burukku sudah hilang. Orang tua mu sangat menyayangi Yoomi dan Ibuku sudah memaafkanmu. 1 tahun usaha kita tidak sia-sia..” ucap Sulli. Taemin tersenyum dan mengeratkan pelukan mereka. Dia mencium kening Sulli sebentar dan membelai rambutnya.

 

“Tidurlah, besok kita akan melihat pelangi bersama.”

 

“Babo, aku tidak bisa melihatnya. Lagian ini masih siang Pak.” Sulli memukul pelan pundaknya.

 

“Anni, kau bisa melihatnya, karena aku disisimu. Kau lupa kalau aku ini matamu?” tanya Taemin halus. Menatap wajah istrinya. Sulli tersenyum dan mengangguk.

 

“Geurrae.. Aku tidak sabar melihatnya. Kau harus menjelaskan padaku warna dan keindahannya. Arrasseo?” pinta Sulli. Menenggelamkan wajahnya di dada Taemin.

 

“Saranghae…” bisik Taemin.

 

 

“Nado..”

 

 

 

 

 

Epilogue

 

29 Maret 2015

 

“Saengil Chukkae, Choi Sullli..” bisik Taemin di telinga Sulli tepat jam 12 malam. Saat waktu telah berganti ke hari ulang tahunnya. Sulli yang memang belum tertidur karena menunggu saat ini tersenyum dan membalikan badannya ke samping, memelukTaemin.

 

“Gomawo.. Saengil sonmeul!” pinta Sulli. Berlagak manja dihadapannya dengan bibir yang dimajukan. Taemin tertawa dan langsung mengecup bibirnya singkat.

 

“itu saja hadiah ulang tahunku? Ck..” keluh Sulli. Membalikan badannya membelakangi Taemin. Taemin tersenyum lebar. Mendekati istrinya lagi dan memeluknya dari belakang.

 

“Rumah sakit sudah mengkonfirmasi. Ada pasien yang bersedia memberikan donor mata untukmu. hidupnya sudah tidak bisa di selamatkan lagi karena tumor ganas. Besok kita bisa melakukan operasi.” Ucap Taemin. Sulli langsung membalikan badannya menatap Taemin. Dia tidak tersenyum.

 

“Apa tidak apa-apa mengambil mata orang lain? Dia akan meninggal apa aku harus senang mendengarnya?” ucap Sulli sedih. Taemin tersenyum kecil.

 

“Aku tahu. Aku juga sama sekali tidak menyangka. Orang itu berkata pada dokter kalau dia pernah melihatmu saat kau dirawat karena kecelakaan. Dia merasakan kekosonganmu selama di rumah sakit karena dia juga sudah lama di rawat disana. Dia bertanya kepada Umma kenapa kau sampai buta dan ikut sedih mendengar penjelasan umma. Ternyata dia punya masalah yang sama dengan kita. Dia meminta cerai kepada istrinya karena tidak ingin istrinya menderita karena harus merawatnya sampai akhirnya istrinya kecelakaan dan lumpuh karena tidak ingin cerai. Dia ingin memberikan matanya untukmu karena melihat keinginanmu untuk hidup. Tidak seperti istrinya yang memilih bunuh diri karena tidak kuat menerima kenyataan.” Ucap Taemin. Memeluk sambil mengelus kepala Sulli. Sulli berkaca-kaca mendengarnya.

 

“Ssh…uljima.. ini hari bahagiamu, Choi Sulli. Anggaplah ini hadiah ulang tahun dari Tuhan. Kau harus tersenyum. Kau ingin melihat aku dan Yoomi lagi kan? dan juga pelangi. Kau harusnya senang.” Ucap Taemin. Sulli akhirnya menahan tangisnya dan tersenyum. Taemin benar.

 

“Dan juga.. aku tidak bisa selamanya menjadi matamu.” Ucap Taemin. Sulli mengerutkan alisnya. Sedikit tidak senang dengan kata-kata itu. Seolah-olah Taemin akan meninggalkannya.

 

“Saat tua nanti aku pasti terkena katarak.” Ucap Taemin. Sulli langsung tertawa.

 

“Babo! Haha”

 

 

 

END

 

Sorry kepanjangan. Saya kalau bkin ff selalu di luar kemauan deh. Pengennya bkin ini,eh jadinya ini. Pengennya bkin pendek, eh kepanjangan. Pengen bkin panjang, eh jdnya pendek. Yo wess lah, tinggal tunggu komen.🙂

 

 

 

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , , | 20 Comments

Post navigation

20 thoughts on “Winter of Love – Colorful

  1. abaikan

    PATTY AILOPYUUUUUU:*

  2. di

    daebak…

  3. Ssul ~

    hyaaaa~
    aku nangis T^T
    Keren banget ><
    ffmu selalu membuatku menangis😦
    tanggung jawab! /plak/ :-p
    daebak, Thor..

  4. pas Temin baca suratnya aku nangis,,tapi endingnya lucu,,,

  5. Jungie

    aigo… ending bikin senyum…
    sweets bgt…

  6. reea

    siip. ahahaay ga nyangka endingnya kayak gtu

  7. Deabaaaaaak
    Sedih, senang, bahagia
    Keren bangeeeeet

  8. keren thoor🙂 . Ceritanya nyentuh banget , aplagi ada chanlli dan taelli pastinya

  9. Wah author daebak. 4 jempol buat author, Sumpah deh, menurut aku ff paling bagus, dapet feelnya, alurnya, pemilihan kata, karakter, sampai ke endingnya semuanya Buagus bangets.. Dari semua ff yang pernah ku baca inilah yang paling nyesek dan membahagiakan..

    Aku suka ff yang main castnya Sulli eonni apalagi panjang, oneshot dan happy ending pula.

    Tapi author bohong, masa’ di atas ditulis ‘genre: romance, family’ padahal ada sadnya. XDxD

    Pokoknya Author Jjang. Buat ff yg main castnya Sulli lagi ne! Faighting!🙂

  10. Aahhh kerennn! Hampir nangis baca nya thor sumpah hehe. Keep writting:D

  11. Wanda Salsabilla

    kerennn!!! huhuhu ini ada sequelnya gak??

  12. novia

    weh baru bc nih kak. yaelah sedih banget netes woy kak T.T
    udh lama gk ngunjungi wp ni soalnya taellinya lama bgt update dan shock liatnya. endingnya bagus kak sama sekali gk kebaca beneran.
    huaa inoncent prostitute kapan kak:””’
    ditunggu kak. maksi udh buat ff taelli kak laflaf hihii

  13. MUSTIKA

    unpredictable alurnya….. nggak nyangka ternyata….. wah…ini ff yang paling mengharukan yang pernah aku baca…

  14. Annisa Kpopers

    Kkkekkek~ ane suka sama ffnya miss patty neh. Keren + gimana gitu😄

  15. mega7x

    oh my goosshh.. keereeen bgt thor ceritanya,.. taelli emang gk ada matinya.. good job authornim

  16. pooblinky

    DAEBAK YEAH! GOOD JOB THOR:V

  17. Ya! Keren eon ffmu!!😀 lanjut bikin ff taelli yg lainnya ya?😉

  18. keren bgt ff nya dapet feel nhe min , keepwriting yah min

  19. mengsica

    wah daebak min ffnya,
    salut sama chanyeol yang rela berperan jadi ayah yoomi demi ngebahagiain sulli
    bahkan sampe gak sama cewek lain

  20. terharu hisk hiskk… yeayyyy happy ending!!!!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: