Innocent Prostitute [2]

Untitled-1 copyb

Innocent Prostitute

Cast: Lee Taemin x Choi Sulli

Genre: Romance, Smut

Rating: 17+ (Mature) NC

Author: Patty

Warning! This fic has so many mature contents, so, if u can’t stand it, don’t read it! I’m just being naughty, don’t forgive me. Tehehe…

AHAHA.lama ya? 6 bulan.. lumayan lah dari pada TGS 2 tahun. #admingila tapi kali ini dgn bangga kalian boleh pegang janji saya. Innocent Prostitute bakal lancar selancar selang aer setelah ini.soalnya chapter” selanjutnya udh di garap. So,mimpi basah kalian sudah berakhir. Monggo.

***

Taemin dan Sulli terlihat canggung saat mulai melakukan hubungan intim pertama kali dalam seumur hidup mereka ini. Ah. Salah. Bukan pertama dalam seumur hidup Taemin, tapi Sulli. Taemin sudah pernah melakukannya sekali, saat dia mabuk di sebuah klub karena benci dengan segala perintah orang tuanya, dan akhirnya meniduri salah satu pekerja seks komersial disana.  Dia bahkan tidak mengingat apa saja yang dia lakukan. Yang dia ingat hanyalah berciuman, dan bangun pagi dengan keadaan tak berbusana dan kemudian memberikan tip kepada PSK itu.

Ciuman mereka berantakan, tak berpola. Sulli sepertinya tak tahu berciuman dan asal saja menerima semua ciuman Taemin. Tak berbeda halnya dengan Taemin yang tadi terlihat begitu profesional saat menguji kepolosan Sulli malah terlihat terlalu terburu-buru. Baru masuk kamar saja dia sudah membuka piyama Sulli, membuat gadis ini menutup badannya dengan tangan seadanya sambil menutup mata. Sebenarnya, Taemin juga gugup.

“Bu.. Buka sendiri baju dalammu. Aku ke kamar mandi dulu.” Ucap Taemin yang mukanya memerah.

“Ya Tuhan Choi Sulli, kau sudah gila. Sumpah. Babo. Ottokhaji..” Sulli menutup wajahnya karena takut, malu, dan gugup. Namun, kenekatannya kembali naik ke ubun-ubun. Dia langsung membuka pakaian dalamnya hingga benar-benar polos dan berlari dengan takut dan langsung membanting dirinya di kasur. Menutup seluruh tubuhnya dengan selimut.

Taemin yang selesai menenangkan hormonnya yang terlampau tinggi keluar dari kamar mandi dengan handuk yang melingkari pinggangnya. Badannya sudah polos.

“Su.. Sulli?” panggil Taemin heran melihat Sulli sudah tak ada. Tapi dia bisa melihat pakaian dalamnya sudah tercecer di lantai.

“Aku disini, di.. dingin sekali jadi aku..” ucap Sulli dari dalam selimut. Taemin tidak bisa menahan senyumnya. Gadis ini benar-benar polos dan lucu. Sulli bahkan belum memperlihatkan wajahnya. Dia pasti benar-benar malu.

“Kau masih boleh berubah pikiran, babo. Kalau takut seperti ini jangan sok tadi. Pakailah lagi bajumu.” Taemin mulai merunduk dan memunguti semua bajunya. Hening selama beberapa detik. Mereka berdua sama-sama berpikir.

Sulli POV

Taemin pasti berpikir kalau aku sangat kekanak-kanakan. Tadi aku sendiri yang memaksa. Sekarang aku malah bersembunyi karena ketakutan. aku tidak boleh mempermalukan harga diriku. Lagian dia pria baik, dia pasti akan bertanggung jawab.

Taemin POV

Sial. Cepatlah berubah pikiran sebelum aku benar-benar menidurimu. Apa yang aku lakukan sekarang ini? Memunguti bra dan celana dalammu. Demi Tuhan aku tidak bisa kalau tidak membayangkan hal-hal itu kalau melihat ini. Sulli, berhenti menguji kesabaranku.

Author POV

“Ya! Cepat kemari. dingin bodoh. Kau yang menyuruhku melepaskan semuanya tapi kau sangat lama di kamar mandi” ucap Sulli. Dia kini duduk. Setengah badannya terlihat sedangkan bagian bawahnya tertutup dengan selimut. Mukanya merah seperti tomat, walaupun tidak terlalu terlihat karena hanya mengandalkan lampu tidur. Muka Taemin langsung memerah melihat payudaranya yang tidak kecil itu.

“Lee Taemin. berhenti berpikiran kotor!” makinya dalam hati.

*Skip

~

~

~

“Sakit, Taemin!” teriak Sulli saat Taemin mulai menuju pada inti permainan mereka setelah mereka melakukan berbagai adegan panas pembuka. Taemin gugup, ini pertama kalinya dia merasakan hal ini di bawah alam sadarnya. Dia hanya berharap dia bisa bertanggung jawab dengan sepenuhnya kepada wanita ini setelah merenggut keperawanannya.

“Lebarkan sedikit kakimu, Sulli. Sempit sekali.” Ucap Taemin dengan desahan. Sulli yang sebenarnya dalam hati begitu ketakutan akan dosa yang dia lakukan ini, mengikuti instruksi Taemin. Ya, Sulli sekarang sedang meremas bantal sambil menutup mata saat Taemin yang berada di atasnya mulai memasukan miliknya. Terlihat airmata mengalir dari ujung matanya. Taemin tidak tega melihatnya dan mengeluarkan miliknya kembali. Dia mengecup bibirnya singkat dan Sulli langsung membuka matanya.

“Kenapa berhenti?” tanya Sulli yang sudah berkeringat.

“Kau terlihat kesakitan.. Ketakutan. kita bisa melakukannya lain kali.” Ucap Taemin sambil mengelus kepalanya. Ini pertama kali dalam seumur hidup Sulli merasakan perasaan aneh setelah mendengar ucapan peduli Taemin itu. Sulli tidak percaya. Plot cerita hidupnya terlalu cepat untuk sampai ketahap perasaan spesial ini. Hanya dalam 1 hari.

Taemin yang membersihkan miliknya dari bekas sperma akibat blowjob yang sempat dilakukan Sulli dengan mulut atas permintaannya, dan ingin berdiri dari tempat tidur, langsung kembali menindih badan polos Sulli. Ternyata Sulli memeluknya tiba-tiba. Hal ini tidak gagal untuk membuat hati seorang calon direktur pemegang saham 35% di perusahaan dan sekarang menjabat sebagai CEO di perusahaan itu tiba-tiba berdegup kencang.

“Ada apa ini?” pikir Taemin dalam hati.

“Lakukan saja sekarang. Aku tidak ingin merasakan sakit yang sama besok, lusa, atau lain kali saat kita memulainya lagi. Ku mohon.” Pinta Sulli dalam pelukannya. Taemin tersenyum dan kini menatap wajahnya. Dia memberi kecupan singkat di bibirnya.

“Baiklah. Kalau begitu kau harus tahan. Cium aku kalau terlalu sakit. Kau juga boleh memukulku.” Ucap Taemin dan kembali fokus pada kegiatan yang tadi sempat dia tunda itu. Sulli menutup matanya dan memeluk leher Taemin. Menciumnya. Ingin mengalihkan fokus dan perhatiannya sendiri dari rasa sakit itu. Taemin mengulang percobaannya berkali-kali sampai akhirnya benar-benar masuk dan mulailah aktivitas gila mereka di atas tempat tidur tak berdosa itu.

~~

~~

*Skip

Sulli mengucek matanya yang masih berat. Dia baru saja terbangun dari tidur panjangnya. Dia melihat sekeliling dan matanya terbuka lebar melihat jam weker yang terpajang di atas meja. Pukul 11.00.

“Ya Tuhan, aku bangun kesiangan! Aku tidak ke sekolah lagi? Mati aku! Aku bisa dikeluarkan kalau begini. Kemarin kan surat peringatan terakhir.” Sulli merutuki dirinya sendiri dan memukul-mukul kepalanya.

Terlalu lama memukul kepalanya hingga membuatnya sadar akan liarnya malam yang dia lakukan dengan Taemin. Sulli langsung menutup mulutnya. Mukanya kembali memerah. Mengingat semua hal yang mereka lakukan demi mendapatkan anak hanya dalam 1 malam panjang itu. Dia menatap kesamping dan Taemin sudah tidak ada. Tidak heran, dia orang yang cekatan dari penilaian Sulli 1 hari kemarin. Dia pasti sudah pergi entah ke-mana-tempat-dia-beraktivitas menurut pemikiran Sulli. Sulli mengehela nafas panjang sebelum akhirnya berdiri dan memakai kembali piyama tidur yang sudah diletakan Taemin di atas kasur.

~

~

“Sudah bangun? Makanlah. Ahjumma sudah memasak untukmu. aku tidak begitu tahu seleramu. Tapi, aku jamin makanannya enak. Aku sudah menelpon sekolahmu dan meminta izin untuk hari ini. Tenang saja, Ayahku salah satu donatur di sekolah itu jadi mereka mengenalku.” Sapa Taemin dari ruang nonton saat melihat Sulli mendekatinya dengan wajah malu. Berusaha melihat ke sembarang arah. Membuat Taemin ingin tertawa.

“Jakkaman, dari mana kau tahu sekolahku? Dan.. Kau pakai jas..” tanya Sulli bingung.

“Mianhae.. Aku tadi melihat handphone mu dan melihat selca mu dengan seragam sekolah itu. Aku mengenalnya. Ah, jas ini? Kenapa? Tidak cocok denganku? Aku baru saja ingin ke kantor. Sedikit kesiangan karena menunggumu bangun sih.” Ucap Taemin.

“A.. Anni.. Gomawo..Ah mian..” ucapnya malu, menggaruk kepala.

“Oh iya, kalau mau mandi, pakai saja pakaian noonaku. Semuanya sudah jadi milikmu mulai sekarang. Badan kalian hampir sama. Dia mengijinkannya. Aku baru saja menelponnya.” Ucap Taemin sambil mengeratkan dasinya. Sulli melotot tak percaya. Pakaian-pakaian mahal yang semalam dia lihat dengan kagum itu sekarang menjadi miliknya?

“Tunggu apa? Makan sana, kau pasti kelaparan. Oh iya, akan ada tamu tak di undang nanti malam, jadi kau harus berakting sebagai pacarku ya! Kita adalah pasangan yang saling mencintai didepan orang. Ingat itu.” Ucap Taemin. Sulli mengangguk. Dia harus membiasakan dirinya dengan keputusan yang dia setujui sendiri.

~

~

~

“Taemin ah.. bogosipheo..” seorang wanita cantik dan manis dengan rambut panjang terurai langsung memeluk badan Taemin.

“Ma.. Maaf.. Kau salah orang.” Ucap Sulli membisu. Wanita itu melepas pelukannya dan memperbaiki nada suaranya. Sedikit malu karena mengira dia Taemin.

“Taemin mana?” tanya nya dingin.

“Taemin? Hmm.. dia sedang makan. Ada yang perlu ku bantu?” tanya Sulli. Wanita itu menatap Sulli yang memakai baju kaus putih oblong dan hot pants jeans serta rambut di kuncir asal dari atas hingga bawah. Menatapnya tajam.

“Cih.. bisa-bisanya Taemin menyewa pembantu dengan gaya seperti ini.” Ucapnya sinis dan berjalan masuk mencari Taemin di ruang makan. Tak memperdulikan pertanyaan Sulli. Sulli yang sedikit kesal mengikutinya dari belakang.

“Siapa yang datang, Jagi?” tanya Taemin. Tak ingin repot-repot melihat ke arah dua perempuan yang berjalan itu karena dia tahu betul siapa tamu yang datang dan melanjutkan makannya.

“Jagi? Maksudmu siapa, Jagi?” tanya tamu ini risih karena ini pertama kalinya Taemin memanggil seseorang dengan sebutan Jagi(sayang) dan malah bukan dirinya.

“Ah, Naeun? Mian.. Aku pikir siapa. Duduklah. Kau sudah dinner? Jagi, kau juga lanjutkan makanmu.” Ucap Taemin pada Sulli setelah menyapa Naeun. Wajah Naeun langsung berubah masam. Sulli ingin menahan tawa melihat wajah perempuan itu. Puas karena merasa dia menang dan berhasil balas dendam dari penghinaannya tadi berkat perkataan Taemin.

“Ne.. Naeun, duduklah. Ikutlah dinner..” ucap Sulli sambil tersenyum sinis dan duduk disamping Taemin. Memberikan kecupan tak terduga di pipi Taemin. Membuat Taemin sempat tersentak kaget.

“Jangan terlalu cepat makannya. Kau bisa tersedak, bodoh.” Ucap Sulli. Taemin hanya diam dan kembali memakan samgyupsalnya.

“Taemin, kau gila? Aku akan bertunangan denganmu tapi kau berselingkuh dengan wanita lain?” Naeun meremas tasnya kuat menahan amarahnya. Belum beranjak dari tempatnya berdiri.

Dia sangat mencintai Taemin. Dia menyimpan perasaan sepihaknya pada Taemin sejak SD dan sangat senang saat Ayahnya berusaha keras demi mengabulkan permintaan anak satu-satunya ini untuk memiliki Taemin. Semuanya terkabul. Dan Naeun senang perusahaan Ayahnya membantu perusahaan Ayah Taemin yang sempat hampir jatuh. Dan akhirnya mereka akan di tunangkan karena hal itu.

“Hah? Selingkuh? Naeun ah, kita bahkan tidak berpacaran. Dan kau menyebutnya selingkuh? Aku mencintai wanita bodoh yang ada disampingku ini. Choi Sulli…” Ucap Taemin santai. Melepas sumpitnya dan mengelus kepala Sulli. Menatapnya dengan senyum hangat. Tak mempedulikan Naeun yang semakin marah melihat pemandangan itu.

“Siapa namamu tadi, Sulli huh? Wanita murahan. Kau apakan Taemin sehingga dia bisa pacaran denganmu? menjual tubuhmu? Atau kalian bersandiwara karena ingin membuatku menyerah? Tidak masuk akal sekali karena aku tidak pernah melihat Taemin denganmu sebelumnya. Haha. Hey, pelacur. Tempatmu bukan disini, bodoh! Sadar diri, kau mempermalukan keluargamu. Ups. Itupun kalau kau punya keluarga.” Ucap Naeun sinis. Sulli menghentakkan sendoknya, geram mendengarnya. Ya, karena yang dia katakan semuanya benar.

“Pulang sana.” Usir Sulli pelan. Taemin kaget mendengarnya. Sulli memang terlihat sangat marah. Mukanya merah dan matanya berair.

“Su.. Sulli..” ucap Taemin.

“Mwo? Berani sekali kau mengus..”

“Pulang sebelum aku menamparmu, maniak Taemin!” Sulli mengeraskan suaranya membuat Naeun tersentak. Taemin tak kalah terkejutnya. Sulli menatap tajam ke arah Naeun, membuat wanita itu gemetar dan mundur. Ya, dia pulang.

~

~

“Mianhae..” ucap Taemin. Sedari tadi mereka melanjutkan makan dalam diam.

“Aku tidak tahu kalau kau benar-benar sakit hati akan perkataannya..” sambungnya.

“Seharusnya kau bilang padaku kalau Naeun adalah peramal.” potong Sulli pelan.

“Mwo? Peramal?” tanya Taemin heran.

“Karena semua yang dia katakan tentangku itu benar. Haha.” Sulli tertawa miris. Taemin terdiam sejenak, kemudian melanjutkan makannya juga sambil tertawa kecil.

“Haha.. kau lucu. Kenapa harus sakit hati saat semua yang kau lakukan berdasarkan keputusan bulatmu sendiri? Tak ada yang perlu disesali. Kau tidak perlu sakit hati. Karena kau bukan pelacur. Ingat, kau akan jadi istriku nanti. Satu-satunya istri yang melahirkan anakku dan hidup denganku.” Ucap Taemin.

Dia hanya tak sadar, ucapannya membuat Sulli tersadar akan perasaannya lagi. Perasaan yang plotnya terlalu cepat itu. Cinta.

“A.. Aku tidur dimana mulai malam ini?” tanya Sulli. Mengalihkan pembicaraan. Berusaha menstabilkan jantungnya.

“Ah.. uhm.. tidurlah di kamar Noonaku. Kita tidak mungkin melakukan hal itu setiap hari. Aku tidak ingin menjadi orang cabul. Kita juga belum menikah.” Ucap Taemin. Meneguk segelas air. Bersiap kembali ke ruang nonton setelah menyelesaikan makannya.

“Baiklah, kalau begitu aku ke kamar dulu.” Ucap Sulli. Berlari kecil menuju kamar dan langsung bernafas lega sambil memegang dadanya sesaat setelah dia menutup pintu kamar.

“Choi Sulli, kau gila. Jangan mencintainya. Ini hanya 3 bulan, bukan selamanya.” Ucapnya.

~toktok

Sulli yang masih berdiri di belakang pintu tersentak dan melotot. Hatinya berdetak kencang. Apa mereka akan melakukannya lagi?

“Hey, Kau boleh menggunakan komputer noona. Atau kalau kau malas keruang nonton, nyalakan saja tv yang ada disitu. Remote nya mungkin ada di dalam laci samping tempat tidur. Aku naik ke atas dulu. Kalau ada apa-apa tinggal ke kamarku saja.” Ucap Taemin. Terdengar langkahnya menjauh dari pintu. Sulli bisa berhembus lega lagi. Dia pikir Taemin akan masuk dan menciumnya dan apalah itu pikiran kotor yang sedang menghantui otak polosnya saat ini.

3 hari kemudian,

“Hey, pemalas. Cepat bangun! Kau akan terlambat ke sekolah!” panggil Taemin dan langsung membuka selimutnya dan menariknya agar bangun. 2 hari berturut-turut ini Sulli selalu terlambat ke sekolah. Dan Taemin tidak mau membuat anak orang menjadi gagal di sekolah karena tinggal dengannya. Sulli masih setengah mengantuk dan berjalan sempoyongan di dorong oleh Taemin yang terus saja mengomel menuju kamar mandi.

“Huh, anak ini..” keluh Taemin di luar kamar mandi dan keluar untuk memakan sarapannya terlebih dahulu. Sudah lapar karena membuang tenaga membangunkan putri tidur itu.

~

~

“Kau tidak perlu mengantar-jemput ku lagi, Taemin shi. Semua anak-anak menyebutku wanita simpanan karena di antar dengan mobil mewah oleh pria tampan sepertimu.” Ucap Sulli, memakan Sandwidch nya. Taemin tertawa kecil dan hanya diam meminum kopi susunya. Membuat Sulli bingung.

“Kenapa tertawa?” tanya Sulli.

“Hmm? Ah.. tidak. Lucu saja sudah kedua kalinya kau dengan lurusnya memuji ketampananku. Haha” ucap Taemin.

“Siapa yang memuji? Aku hanya mengutarakan fakta. Kalau jelek ya jelek, kalau tampan ya tampan.” Ucap Sulli sambil mengunyah. Sedikit mayonaise tercecer di ujung bibirnya. Taemin menggeleng sambil tersenyum melihatnya dan langsung membersihkannya dengan ibu jarinya. Membuat Sulli kaget.

“Ka.. Kau tidak perlu melakukannya. Kau bisa memberitahuku.” Ucap Sulli, melepas sisa Sandwidch nya.

“Tentang apa? Mengantar jemputmu? Atau Mayonaise?” tanya Taemin menahan tawa melihat muka merah Sulli.

“Babo!” teriak Sulli sebelum mengambil tasnya dan pergi, berlari duluan ke parkiran mobil.

“Hahaha… Choi Sulli..”

2 Minggu kemudian.
“Taemin shi..” panggil Sulli. Dia masuk di kamar Taemin dan mendekati pria yang sedang bergumul dengan file perusahaan itu. Taemin mengalihkan perhatiannya dari laptop, memutar kursinya, menatap Sulli sambil tersenyum.

“Kau tidurlah. Ini sudah jam 2 pagi. Kau terus saja mengerjakan itu. Kau terlihat sangat lelah akhir-akhir ini.” Ucap Sulli memperlihatkan kepeduliannya. Taemin tersenyum mendengarnya. Dia menarik Sulli hingga terduduk dipangkuannya membelakanginya. Sulli terkejut. Namun dia bisa secepatnya mengendalikan jantungnya seperti semula. Taemin memeluk pinggangnya dan menyandarkan kepalanya di bahu Sulli.

“Kenapa kau naik? Kenapa belum istirahat hm? Bukannya besok kau ada ujian akhir? Kau harus lulus agar kita bisa menikah..” ucap Taemin pelan. Terdengar sangat lelah memang. Dia menutup mata.

“Entah kenapa aku tidak bisa tidur karena melihat wajah pucat mu akhir-akhir ini, Taemin shi. Apa kau tidak berlebihan bekerja? Tenang saja, aku akan ikut ujian. Aku sudah berjanji akan menikah denganmu kan. Jadi kau juga harus menjaga kesehatanmu.” ucap Sulli. Memegang tangan Taemin yang melingkar di perutnya sambil tersenyum.

“Sulli ah, berhenti memakai bahasa formal padaku. Panggil aku Taemin, oppa, atau jagi saja. Itu lebih baik.” Gumam Taemin. Mengacuhkan pertanyaannya soal pekerjaan.

“Tapi kita kan sedang tidak bersandirwara..”

“Aku juga sedang tidak bersandiwara menyuruhmu memanggilku seperti itu. Aku ingin kita lebih dekat. Itu saja.”

“Arrasseo.. Taemin sh.. ah.. Oppa..” ucap Sulli. Taemin tersenyum.

“Sekarang kau kembalilah ke kamarmu. Aku juga akan segera tidur.” Ucap Taemin. Sullipun berdiri dan bersiap pergi. Namun, sesaat sebelum dia keluar, Taemin memeluknya dari belakang. Sulli kaget. Cukup lama mereka diam sampai akhirnya Taemin berbicara.

“Perusahaan sedang dalam kesulitan. Orang tua Naeun menarik sahamnya dari perusahaan bersama kolega yang lain yang akrab dengan mereka. Mungkin Naeun melaporkan pada Ayahnya. Ayahku sangat marah padaku. Mungkin Ayah dan Ibuku akan segera pulang dari Paris. Aku akhir-akhir ini bekerja tanpa henti untuk mencari cara agar kolega yang lain berpihak padaku dan mempertahankan saham mereka. Ini sangat sulit, jadi kumohon. Kau selalu ada disampingku.” Ucap Taemin halus. Sulli prihatin mendengarnya. Taemin benar-benar tidak ingin ditunangkan sampai berani mengambil resiko seperti ini. Dia membalikan badannya dan memeluk Taemin kembali.

“Apa ini karena aku, oppa?” tanya Sulli. Taemin menggeleng.

“Anni.. aku sudah memperkirakan resiko ini. Ini bukan salahmu. Aku hanya ingin kau selalu ada disampingku saat aku membutuhkan seseorang. Saat ada orang tuaku, kau harus kuat disampingku, ne? Aku tidak ingin lagi berjalan dibawah perintah otoriter Ayah. Aku ingin, kali ini, sekali saja. Aku membuat keputusan sendiri. Dan itu tentang kau.” Ucap Taemin. Sulli melepaskan pelukannya dan menatap Taemin dalam. Diapun mencium pria itu dengan lembut. Berciuman sangat lama sampai akhirnya mereka berakhir di atas kasur. Kali kedua mereka melakukan hubungan badan. Dua-duanya tidak sadar, kalau perasaan mereka telah perlahan-lahan terikat satu sama lain.

~

~

~

“Pagi..” ucap Taemin. Menatap Sulli yang baru saja bangun serta mengucek-ucek matanya. Mereka tidur saling berhadapan. Masih dengan badan yang polos ditutupi selimut.Taemin memindahkan rambut yang ada diwajah Sulli kebelakang telinganya.

“Pagi..” balas Sulli sambil tersenyum.

“Ya ampun sekolah! Aku sudah terlambat! Hari ini Ujian!” ucap Sulli keras. Dia tiba-tiba saja kaget mengingat hari ini adalah hari dimulainya ujian akhir kelas 3. Taemin tertawa dan menyentil jidatnya.

“Babo. Ini baru jam 6 pagi. Kau belum terlambat.” Ucap Taemin kemudian mengecup singkat bibirnya. Sulli langsung merah padam dibuatnya.

“Cepat mandi dan ganti baju. Ahjumma pasti sedang menyiapkan sarapan. Aku sengaja menyuruhnya datang lebih awal karena kau harus pergi ujian lebih awal.” Ucap Taemin. Sullipun beranjak dari tempat tidur dan berjalan menuju kamar mandi.

“Kau tidak malu dengan badan seperti itu berjalan dihadapanku?” tanya Taemin iseng.

“Omo..!” Sulli baru menyadari keadaan tanpa busananya dan langsung berjongkok menghilangkan dirinya dari pandangan Taemin yang masih duduk di atas kasur. Taemin tertawa.

“Gwaencanha. Kita sudah 2 kali saling melihat tubuh masing-masing. Babo. Cepat mandi sana.” Taemin berdiri dan memakai bajunya dan keluar kamar sambil tersenyum. Memberikan waktu untuk wanita ini mandi dikamarnya walaupun sebenarnya Sulli bisa kembali dan mandi di kamar Noonanya.

~

~

~

“Ini dia, Nona. Foto Lee Taemin saat sedang berbelanja di Mall sekitar rumahnya bersama gadis itu. Dia sudah hampir dua minggu ini tinggal dengannya. Yang ini saat dia dan gadis itu makan di restoran milik perusahaan. Sepertinya tuan Taemin memang sengaja membuka hubungannya di depan publik untuk memberontak kepada Tuan Besar. Sesuai permintaan anda, saya sudah memasang kamera CCTV di dalam rumah 2 hari yang lalu dan memang wanita itu adalah simpanan tuan Taemin karena mereka sudah melakukan hubungan badan. Aku sudah mengecek latar belakangnya. Dia anak yatim. Bekas orang kaya. Ibunya tinggal di perkampungan kumuh. Dan gadis ini berasal dari situs pelacur Pleasure21. Masih sekolah.”

Ucap seorang pria dengan pakaian serba hitam di dalam mobil setelah menyerahkan seluruh foto Taemin dan Sulli kepada seorang wanita berambut blonde dan bermata cipit namun cantik itu.

“Ckck.. Lee Taemin. Bisa-bisanya memanfaatkan pelacur dibawah umur demi mengabaikan perintah Ayah. Dasar anak nakal.”

“Harus kita apakan gadis ini, Nona?”

“Jangan di apa-apakan. Yang harus kita waspadai Naeun, jangan sampai dia menyakiti anak itu. Naeun itu sangat tergila-gila pada Taemin. Jadi aku tidak heran kenapa Taemin tidak ingin didekati olehnya. Dan lagi, aku akan kembali ke rumah mulai sekarang. Aku rindu kamarku. Ayo jalan. Haha” perintah sang Nona itu.

“Baik, Nona Chaerin.”

To Be Continued~

Smut detected, anak di bawah umur detected, silent readers detected. Hmm.. terserahlah. Yang masih punya hati, komen lah. Protes kek. Marah kek. Kritik kek. Itu lebih baik🙂

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , | 28 Comments

Post navigation

28 thoughts on “Innocent Prostitute [2]

  1. akhirnya ;;;A;;; keren keren lanjutin hehe

  2. Menurutku alurnya kecepatan.-.
    tapi ceritanya keren kok (y)
    uhm, apa yang bakal Naeun lakuin ya ke Sulli?
    itu Chaerin kakaknya Taemin kan? dia baik kan?
    oke, part selanjutnya ditinggu😉

  3. author lanjutinya lama banget seeehh,,,
    tapi aku akan tetep sabar menanti lanjutan cerita ini,,,

    cepet di lanjut ya!!!
    FIGHTING!!!!

  4. Noviaaa

    Finally keluar juga. shock loh kak pas liat ini publish. ceritanya tetap bagus. kak updatenya jangan lamalama ya kak walaupun chapternya udh kakak siapin. suka banget sama ff ini soalnya. dilanjut kaak;)

  5. Akhirnya keluar juga,,keren kok ceritanya,,
    Sulli g bakal diapa-apain kan tu?

  6. irma ariani

    Kakaknya taemin ya hahaa ,ceritanya seru udh mulai suka sma sulli ya kekeke
    lanjut ne eon🙂

  7. leechin

    astaga , ini bner.bner mature kak . Taemin trnyata uda gede ya . >.<
    jdi pnasaran sma ksah mrka ? jngan bkin sad endding lho kak . gak tega nanti baca.na .😦

  8. Baby May

    Aaaaah telliii <333 suka suka sukkaaa lanjutt lanjutt ihh gregeet

  9. parkyurin

    Akhirnya update juga.. Penasaran sama kelanjutannya, sama aku kaget banget kalo noonanya taemin itu chaerin.. Hwaiting, eonni!

  10. bes

    Duh~~
    TaeLli bisabisanya dibikin kaya gini sama author😀
    keep writing🙂

  11. salsabilla

    huwaaaaa baguus thor
    udah lama bangeet nungguin ff ini akhirnyaa muncul jugaa
    hwaitiing yaa thooor

  12. Yessss akhirnya di post juga thor, nunggu ini banget soalnya wkwk. Dan cepet2 deh ya taelli nya nikah dan punya anak biar vcepet2 bersatu hahaha. Next chap dilarang lama2! Wkwk

  13. dewii wardhani

    hai salam kenal , aku readers baru , ceritanya seru ditunggu lanjutan kisahnya🙂

  14. finally, diapdet juga ^^
    tapi alurnya kecepetan thor. di selow.in aja kaya nya lebih bagus deeh. gapapa kaan ceritanya jadi lebih panjang tapi feel nya “ngena” ?? #cumasaranajahsih🙂
    but, cerita nya masih keren ko. meskipun alurnya kecepetan kaya bajaj ngepot, tapi masih menarik buat dibaca. hehhe
    keep writing thor ^^9

  15. reea

    AKHIRNYA DI UPDATE JUGA ;A;
    hasilna nggak ngecewain kok ;)) bagus. chap laen beneran udh dibikin?? jngn lama2 ya kaak… aku ttp nunggu ff ini kok

  16. Kurnia

    Gak sekaget pas bca part 1 lah , wlaupun msh aneh ,, itu noona chaerin noona’a taemin ya , kyk’a baik deh *tipe2 noona’a go jun pyo d BBF gt ,, lanjuut thor

  17. i wish gak bakal macet ni ff hehhehh

  18. Sekian lama menunggu akhirnya dipost jgaaaaa
    Yeeee senangnya
    Kereeeeeeen

  19. seunggi87

    ckckckckck…ga nyangka naeun kaya gitu😐

  20. kyourious

    aigoooo aku udah nunggu ff ini lama bgt! sampe geregetan sendiri dan emang hasilnya sesuai yang di harapkan! bagus bgt ceritanya! keep writing author-nim!

  21. Hey,aku readers baru eon,salam kenal,ffnya bagus kok,Sulli lucu bgt😄

  22. Michelle Carissa

    nungguin ff ini ampe lupa ceritanya ‘-‘ dan akhirnya nongol juga
    dan yah aku kagak nyangka sifatnya naeun kek gitu ‘-‘
    keep writing thor ^^

  23. vankaka

    ayo, bikin suli hamil^^
    makin sweet aja nih mereka..
    Next!!

  24. teye biased

    nunggu part tiga. adegannya kurang smut uhh

  25. luhanhan

    naeun maksa banget sihh ihh.. aaa sweet bgt taemin sama sulli ><

  26. putri

    taelli polos banget,, sama2 innocent, tapi kemaren2 sok2an,, hihihi makin asik nih

  27. salsabilla

    ahahaha naeun diusir suli daebaaak. lanjutt eonni🙂

  28. Apa kali ini hub mreka mnghasilkn 1 org nywa? Kekeke kren thor

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: