Innocent Prostitute [4]

Untitled-1 copyb

Chapter 4

 

Main Cast : Lee Taemin x Choi Sulli

 

Genre : Romance, Family

 

Rating : R (Rated)

 

Author : Patty

 

Sorry, selangnya macet. Ada gangguan. Tp syukur bisa lanjut lagi. Sorry ya warga shipper yang baik!

Cus baca..

***

Sudah 5 hari Sulli di rawat di rumah sakit. 5 hari pula Taemin menginap di sana menemaninya. Ibu Sulli selalu datang menjenguknya dan kemudian di antar pulang oleh Taemin pada malam hari. Taemin benar-benar sibuk. Disamping mengurus Sulli, dia juga harus bolak-balik kantor mengurus segala masalah perusahaan. Belum lagi masalah dengan Ayahnya yang tidak kunjung ada jalan keluar. Ya, saat mencoba pulang ke rumah 2 hari setelah Sulli di rawat, Ayahnya menyambutnya dengan makian dan tamparan. Meneriaki segala tindakan bodohnya yang membuat Naeun menangis. Taemin berusaha menjelaskan perasaannya yang sama sekali tidak ada untuk Naeun, tapi ayahnya malah menyanggah dengan berkata perasaan itu tidak penting. Uanglah yang lebih penting. Tinggal Ibunya yang melerai pertengkaran Ayah dan Anak ini.

 

Chaerin jarang pulang. moodnya selalu jelek dengan kehadiran Ayahnya. Belum lagi “Si penyihir Naeun” selalu datang dan sok akrab padanya. Chaerin malah sering datang ke rumah sakit. Anak berandalan ini perlahan dapat meluluhkan hati Sulli. Sulli sudah tidak takut lagi padanya. Taemin senang dengan fakta ini. Paling tidak, dari segala masalahnya, ada hal yang membuatnya lega. dia senang Sulli sudah menyelesaikan ujian nasionalnya, sudah sembuh dan bisa berjalan bebas di rumah sakit, dan juga kehamilan Sulli. Itu tak henti-hentinya menghiburnya.

 

 

“Apa? Kau lembur? Baiklah.. Hmm.. Gwaencanha. Toh aku juga sudah baikan. Ya! Siapa bilang aku penakut! Sudah.. Lanjutkan kerjamu. Jangan memaksa menyetir ke rumah sakit kalau kau sudah mengantuk. Tidurlah di kantor. Arasseo? Hmm..”

 

Sulli mematikan handphonenya. Barusan Taemin menelponnya memberitahukan kalau dia mungkin akan pulang lewat tengah malam karena kerja lembur. Sulli hanya sendirian di rumah sakit. Ibunya sudah pulang karena Sulli menyuruhnya. Karena dia memang sudah baikan. Perban di kepalanya bahkan sudah di lepas. Besok dokter sudah memperbolehkannya pulang.

 

Tiba-tiba terdengar ada yang membuka pintu. Sulli kaget karena ini sudah lewat tengah malam. Jam besuk sudah di tutup untuk orang luar selain keluarga. Dia memalingkan wajahnya dari TV dan kaget saat melihat Naeun berdiri dengan wajah dingin ditemani dua pengawal di belakangnya. Dia langsung mematikan TV itu.

 

“Naeun? sedang apa kau disini?” tanya Sulli. Sedikit risih. Tahu saja kan dia tidak menyukai wanita ini dari awal melihatnya.

 

“Sudah sembuh, nyonya Taemin?”

 

“Aku tidak ada mood untuk meladenimu. Jam besuk sudah berakhir jadi aku mohon kau keluar!” usir Sulli mengeraskan suaranya.

 

“Ngomong-ngomong dimana Taemin? Kenapa dia berani meninggalkanmu disini sendirian? Apa dia tidak takut akan ada yang datang menyakitimu? Aku, misalnya.” Ucap Naeun sambil tersenyum sinis. Sulli menatapnya cemas, menelan ludah.

 

“Apa maumu, Naeun?” tanya Sulli gugup.

 

Dia melihat salah satu pengawal Naeun mengeluarkan satu botol obat yang mencurigakan. Baru Sulli mau menekan tombol darurat yang terletak di dekat telepon yang ada di samping kasur, salah satu pengawal sudah mendekap badannya dan menutup mulutnya kencang dengan tangan. Sulli memberontak tapi percuma, area kamarnya sepi karena perawat yang piket tempatnya jauh dari kamar VVIP Sulli. Hanya sesekali saja setiap beberapa jam mereka datang di setiap kamar untuk menyuntikan anti biotik.

 

“Minum saja obatnya, brengsek! Agar kau kehilangan anak itu dan Taemin mau tidak mau harus menikahiku! Ayo paksa dia meminumnya!” perintah Naeun. 2 orang itu berkutat untuk menangani Sulli yang terus saja memberontak sambil menangis. Mereka meremas tangan dan kakinya. Bahkan Naeun mendekat dan menamparnya berulang kali.

 

“Cukup! Tenang dan diam saja bodoh. Jangan membantah. Kalau kau seperti ini kau akan tersiksa terus. Mau?” ancam Naeun. memegang dagunya kemudian menamparnya lagi dengan sangat keras. Lebih tepatnya ini bukan tamparan, tapi kepalan tinju tepat di ujung bibirnya. Bibirnya berdarah. Pengawalnya sudah membuka penutup botolnya dan menuangkan obat itu kedalam mulutnya. Tapi, saat mereka menuangkannya, Sulli menyemprotkan itu semua ke wajah Naeun. Dia tidak menelannya sama sekali bahkan memaksa mengeluarkan semua cairan yang masih terasa sampai mengeluarkan ludahnya berulang kali.

 

“Sialan! Kau meludahiku?”

 

“Kau pantas mendapatkannnya!”

 

Naeun melebarkan matanya dan langsung menarik rambut Sulli. Dia kembali meninju wajahnya. Sulli tidak bisa membalas karena dua pengawal sedang menahannya.

 

 

“Ahh!! Appo!”

 

Tiba-tiba Naeun berteriak sangat keras. Badan Naeun terhempas di dinding.

 

“Ta.. Taemin?” sulli melebarkan matanya. Kaget bercampur lega. Dia datang tepat saat Naeun sedang menyuruh Sulli meminum obat itu. Taemin tidak menyangka Naeun akan memukulnya. Dia menjadi sangat marah dan langsung menarik rambut Naeun dan membuatnya terhempas di dinding.

 

“Lepaskan calon istriku, atau kalian mau pengawalku menghajar kalian? Kalian tahu kan kemampuan pengawalku seperti apa? Kalian berdua ingin aku laporkan ke polisi dan tidak memiliki ijin kerja lagi?” ancam Taemin kepada dua pengawal itu. Mereka pun takut dan melepaskan Sulli. Sulli, yang badannya masih bergetar dan ketakutan langsung berdiri dan berlari memeluk Taemin. Taemin membuang nafas lega dan mengelus kepalanya dalam pelukannya.

 

“Taemin.. Ini tidak seperti apa yang kau lihat.” Ucap Naeun. Terus menggelengkan kepalanya dan mengeluarkan air mata penyesalan. Membujuk Taemin dengan airmata itu.

 

“Aku percaya pada apa yang aku lihat, Naeun. Pergilah, sebelum aku menamparmu. Sebelum kemarahanku terlampau tinggi dan memukul wanita yang memang pantas dipukul sepertimu!”

 

“Taemin…”

 

“Pergi, setan!” teriak Taemin. Naeun kaget dan langsung berlari keluar, di ikuti pengawalnya. Namun, saat dia keluar dari kamar, dia di hadapkan dengan seorang Chaerin yang tersenyum sinis menatapnya sambil bertepuk tangan.

~

~

~

“Eo.. Eonni..”

 

“Ckckck.. Aigoo.. Anak malang..”

 

Chaerin mengelus rambut Naeun dan menyama-ratakan wajahnya dengan Naeun yang lebih pendek darinya. Naeun gugup dan dia kembali ingin menangis melihat wajah Chaerin. Dia seperti ingin meledak saat itu juga.

 

“Lain kali, bunuh saja dia biar aku bisa mencincangmu setelah itu. Arrasseo? Kalau masih berani melakukan hal jahat pada Sulli, laporkan dulu ya padaku, biar aku juga bisa menyiapkan rencana pembunuhan yang lebih sadis untukmu setelah kau membunuhnya. Pulanglah, kau pasti shock berat.” Ucap Chaerin di akhiri dengan elusan lembut di pipinya. Naeun gemetar dan malu. Dia langsung melesat pergi saat itu juga.

 

***

 

“Mianhae..” Taemin terus meminta maaf melihat Sulli masih terus terisak di pelukannya. Memeluknya dengan sangat erat.

 

“Aku pikir aku akan kehilangan anak kita, Taemin. Aku takut itu terjadi.”

 

“Tidak akan pernah terjadi, aku jamin. Maafkan aku. Coba sini aku lihat..” Taemin melepas pelukannya. Memegang kedua pundak Sulli. Menatapnya cemas. Sulli masih saja terisak.

 

“Wajahmu memar, bibirmu berdarah. Apa pengawal itu memukulmu dengan keras?”

 

Sulli menggeleng.

 

“Naeun.. Dia memukulku..” ucapnya pelan. Taemin menatapnya dalam diam.

 

“Kau tidak percaya padaku? Kau pikir aku mengada-ada karena membencinya?”

 

Taemin langsung menggeleng cepat.

 

“Babo! Kau pikir aku gila mempercayainya? Aku percaya padamu. Aku juga melihatnya. Aku hanya tidak menyangka anak itu segila ini. Tidak mempunyai perasaan sama sekali. Maafkan aku karena datang terlambat.” Ucap Taemin di akhiri kecupan di dahinya. Sulli meredakan tangisnya dan menatap Taemin bingung. Baru mengingatnya.

 

“Bukannya kau lembur di kantor? Kenapa kau bisa datang?”

 

Taemin tersenyum kecil sembari mengelus pipinya.

 

“Sebenarnya aku membohongimu. Aku dan Noona tadi sedang diperjalanan menuju kemari saat menghubungimu. Kami membelikanmu Ayam goreng untuk kejutan terakhir kali sebelum kau keluar dari rumah sakit. Rencananya ingin merayakannya bersama. Tapi, saat masuk, aku tidak menyangka ini yang terjadi. Maafkan aku..”

 

“Gwaencanha. Yang penting kau sudah ada disini. Aku benar-benar takut tadi kalau aku meminum obat itu dan keguguran. Kau akan meninggalkanku dan menikahinya.” Sulli langsung memeluk Taemin erat. Enggan memikirkan hal itu. Taemin tertawa kecil.

 

“Babo. Aku akan selalu disampingmu.” Ucapnya. Sulli tersenyum lega mendengarnya.

 

“Oh iya, eonni kemana? Kau bilang dia datang bersamamu.” Tanya sulli. Taemin langsung melihat sekeliling dan baru sadar kalau sedari tadi dia tidak melihat kehadiran kakak ‘polos’ nya itu. Taemin menggaruk kepalanya.

 

“Mungkin dia sudah pulang..”

 

“Kau tidak membohongiku kan?” tanya Sulli curiga.

 

“Untuk apa juga aku berbohong..”

 

“Lalu mana ayamnya?”

 

“Itu dia masalahnya, ayamnya tadi di pegang Noona..” Taemin menatapnya hati-hati. Sulli kembali dan duduk di kasur memasang tampang tidak percayanya.

 

“Kau sedang membohongiku dan mengarang cerita ya Lee Taemin shi.” Selidik Sulli. Menyandarkan punggungnya di kepala kasur.

 

“Aku tidak bohong. Dan.. mana mannermu? Kau tidak memanggilku Oppa atau Jagi! Ya!” Taemin mendekatinya dan berkacak pinggang. Mereka saling melempar tatapan tajam yang sebenarnya hanya ‘bercanda’ tapi, tatapan itu berubah menjadi tatapan cemas Taemin.

 

“Aku lupa, bibirmu masih berdarah. Aku panggilkan suster dulu.”

 

Baru Taemin ingin pergi, Sulli menarik tangannya hingga dia berbalik. Sulli menariknya hingga mendekat padanya dan mencium bibirnya saat itu juga. Taemin kaget dan melotot saat badannya yang merunduk ini di peluk oleh Sulli. Posisi yang canggung.

 

 

Ciuman mereka berlangsung sangat lama sampai posisi Sulli sudah terbaring dan Taemin berada di atasnya. Ciuman yang naik ke level selanjutnya saat Sulli memainkan lidahnya di dalam mulut Taemin dan di sambut baik oleh lidah Taemin. Tangan Taemin mulai menjalar ke dalam piyama rumah sakit yang di pakai Sulli dan meraba-raba gundukan besar yang terhalang oleh bra milik Sulli. Taemin memasukan tangan kanannya di sela bra itu dan meremas payudara kanan Sulli. Gadis ini mendesah dan Taemin tersenyum dalam ciuman mereka. Dia merasa ini lucu karena mereka melakukannya di rumah sakit. Terlebih lagi, dia juga sudah menegang di bawah sana.

 

Taemin mulai turun dan menciumi leher Sulli. Sulli hanya bisa menutup mata menikmati sambil meremas penuh rambut Taemin dengan kedua tangannya saat wajah Taemin sudah ada di pelahan payudaranya. Kancing piyamanya baru saja di buka sepenuhnya oleh Taemin. Dan tangan nakal pria ini mulai menyelinap masuk ke dalam celana tidur Sulli.

 

“Ta.. Taemin ah..” desah Sulli.

 

~~

~~

 

“Taemin ah, apa Sulli baik-baik sa.. Oh My God Shit! Suster keluar!”

 

Taemin dan Sulli yang mendengar suara itu langsung kelabakan. Taemin yang tanpa kemeja langsung mengeluarkan tangannya dari daerah terlarang Sulli dan sigap berdiri memakai kemejanya kembali dan Sulli sendiri langsung mengancing kembali piyamanya.

 

“No.. Noona!”

 

“Eonni!”

 

Chaerin hanya diam setelah menutup pintu dan mengambil tempat di sofa yang ada disitu. Muka Sulli sangat merah seperti tomat. Dia malu kedapatan melakukan hal seperti itu di rumah sakit. Oleh seorang Lee Chaerin. Dan Taemin, dia sangat malu sebenarnya. Tapi dia tidak mau memperlihatkannya di depan Noonanya.

 

“Bisakah kau tidak masuk sembarangan dan mengetuk pintu dulu?” ucap Taemin. Chaerin menatapnya tajam.

 

“Apa selama ini aku masuk mengetuk pintu? Babo. Lain kali ya di kamar mandi bocah tengik! Untung suster tadi belum sempat melihatnya. Kalau tidak kalian sudah mengotori pikiran mereka.”

 

Ucap Chaerin. Kini mulai menyalakan rokoknya lagi. Sulli tertunduk malu.

 

“Sudah ku bilang No Smoking di rumah sakit, bodoh!” marah Taemin.

 

“Jangan melarangku kali ini, shit. Kau membuatku merindukan pacarku saja. Ya sudah lanjutkan. Aku ke hotel saja. Tidak mungkin aku tidur disini, apalagi di rumah. Oh nasib. Oh iya ini Ayam goreng Sulli. Kunci pintunya. kalau sudah selesai bisnisnya langsung panggil suster mengobati wajah cantik Sulli itu. Pacar belum di obati sudah napsu. Ok, BYE! Seks nya di kamar mandi saja lebih asik, bodoh. Dan kedap suara.” Chaerin berdiri dan keluar dari kamar itu. Taemin tidak menyangka Noonanya akan berkata se-vulgar itu di depan Sulli.

 

“Ah.. ehm.. Maafkan Noonaku.” Taemin menggaruk kepalanya.

 

“Dia benar, harusnya aku mengobati lukamu dulu..” sambungnya.

 

“Aku akan panggilkan sus..”

 

“Hahahahaha”

 

Taemin langsung terdiam melihat Sulli malah tertawa.

 

“Ya! Kau kesurupan roh Chaerin?”

 

“Hahaha! Chaerin eonni benar-benar orang yang aneh dan lucu! Aku menyukainya! Sangat menyukainya!” ucap Sulli. Dia langsung berdiri dan melompat kepelukan Taemin.

 

“Ya! Ada apa denganmu tiba-tiba seperti ini?” tanyanya bingung. Sulli tersenyum dan langsung mencium pipinya.

 

“Kau akan menikahiku kan?” tanyanya. Menatap Taemin dengan lekat. Taemin menyentil jidatnya sambil menggeleng.

 

“Ach!”

 

“Kau pikir untuk apa aku menjagamu, bersama denganmu, dan memiliki anak denganmu kalau bukan untuk menikah dan hidup denganmu. Apa kau sudah gila hm? Kenapa bertanya seperti itu?”

 

Sulli tertawa seperti anak kecil mendengarnya dan kembali memeluknya. Menyandarkan kepalanya di dada bidang Taemin.

 

“Aku benar-benar ingin Chaerin eonni menjadi saudaraku. Itu saja.” Ucap Sulli. Taemin melepas pelukannya.

 

“Itu saja alasanmu? Bukan karena aku?” protesnya memasang wajah masam. Sulli terkekeh dan mengecup bibirnya singkat.

 

“Harus aku bilang berapa kali alasan utamanya hm? Kau sendiri tahu, aku mencintaimu, Oppa!” ucapnya. Taemin tidak sadar kalau saat ini dia tersenyum lebar mendengar hal itu. Senang.

 

“Ah.. Aku mengantuk. Oppa, kita harus makan ayam ini dengan cepat. Mataku sudah berat.”

 

“Ya sudah.. Tidur saja kalau mengantuk. Jangan memaksakan diri.”

 

“Tidak boleh membuang-buang makanan Mister, lagian ini juga untuk anak kita. Aku tidak lapar, tapi dia pasti butuh nutrisi.” Ucap Sulli. Balas menyentil jidat Taemin. Taemin langsung mengelus rambutnya.

 

“Aigoo.. Ternyata kau sudah lumayan pintar.” Sulli, yang kini sedang mengambil kotak Ayam tak terima mendengarnya.

 

“Jadi maksudmu sebelumnya aku bodoh, begitu? Kau bahkan hanya menyebutku lumayan?”

 

“Haha. Sudah. Bercanda. Aku kunci pintunya dulu.” Ucapnya.

 

“No sex, Oppa. Aku hanya akan makan dan tidur.”

 

“Dasar babi.” Ucap Taemin setelah kembali dari pintu. Sulli yang kini sudah memegang sayap ayam di tangannya menatapnya dengan penuh keberatan.

 

“Babi, katamu?”

 

Taemin tersenyum menatap ekspresinya yang sangat lucu itu.

 

“Hanya babi yang kerjanya langsung tidur setelah makan.” sindir Taemin.

 

“Ya!” teriak Sulli.

 

“Haha. Mianhae. Makan saja. Seksnya lain kali. Aku ke kamar mandi dulu. Ada yang perlu ku selesaikan.” Ucapnya hati-hati. Sulli menatap ke area bawah Taemin sambil mencicipi Ayamnya. Terlihat sesuatu yang masih menegang.

 

“Oppa, kau masih…”

 

“Ya! Sudah ku bilang makan saja!” ucap Taemin malu dan menutupinya dengan tangannya.

 

“Perlu ku bantu?” tanya Sulli. Taemin menelan ludahnya.

 

“Ti.. Tidak usah. Makan saja sana!” Taemin langsung masuk ke kamar mandi dan Sulli hanya tertawa melihatnya. Tapi pada akhirnya, dia melepas ayamnya dan menyusul Taemin masuk ke dalam kamar mandi.

 

***

 

 

Keesokan Harinya, Sullipun keluar dari rumah sakit. Taemin mengantarnya pulang ke rumah baru Ibu Sulli karena tidak ingin melihat Ayahnya menghina Sulli kalau misalnya dia membawanya ke rumahnya sendiri.

 

Sayang, setelah keluar dari rumah sakit, Taemin mendapatkan pekerjaan yang sangat padat di perusahaan sehingga membuatnya jarang untuk menemui Sulli. Dia harus bolak-balik ke luar negeri demi perusahaan. Hanya sesekali saja dia datang untuk memeriksa keadaannya. Selama 2 minggu Taemin di sibukkan dengan hal itu. Dia juga sudah memberi amanah pada Chaerin untuk selalu mengontrol keadaan Sulli agar dia bisa lega saat bekerja.

 

 

 

“Bagaimana?”

 

“Uwa.. mashita Eomma. Sepertinya anakku akan betah tinggal disini kalau di masakkan makanan rumah setiap hari.”

 

Sulli memperlihatkan eyesmilenya membuat Ibunya lega dan ikut tersenyum. Dia tidak pernah membahas Taemin akhir-akhir ini. Dia juga terlihat murung. Itulah kenapa Ibunya ingin sekali menghibur anak semata wayangnya ini. Dia pasti sangat kesepian tanpa kehadiran Ayah dari anak yang dikandungnya.

 

“Kapan Taemin akan menikahimu?” tanya Ibunya. Kemudian menyadari kalau pertanyaannya malah membuat wajah anaknya ini semakin masam.

 

“Mianhae.. Aku hanya khawatir akan keadaanmu. Aku tidak mau kalau sampai dia menelantarkanmu.”

 

“Dia tidak akan menelantarkanku, Eomma. Aku yakin. Aku percaya padanya.”

 

“Ya sudah. Kalau begitu kenapa kau sedih hm? Sabarlah. Dia pasti akan pulang secepatnya untukmu.” ucap Ibunya menenangkan dan Sulli hanya membalasnya dengan senyum kecil sambil mengaduk-aduk makanannya.

 

~Tingtong

 

“Ada yang datang. Aku akan membukanya!” ucap Sulli semangat. Berharap itu adalah Taemin. Dia langsung berdiri dari ruang makan dan berlari menuju pintu depan.

 

Sedikit kekecewaan muncul di wajahnya saat dia membuka pintu. Lagi-lagi, itu bukan Taemin.

 

“Keluarga Choi? Ada paket untuk Choi Sulli.” Ucap seorang petugas pos. Memberikan sebuah kotak berukuran sedang pada Sulli.

 

“Untukku?” tanya Sulli bingung. Setahunya dia tidak punya kerabat. Ini pertama kalinya dia menerima kiriman seperti ini.

 

“Ne. Tolong tanda tangannya.” Ucap petugas. Dia pun menandatanganinya dan membawa masuk paket itu dengan segala tanda tanya. Dia memasuki kamar dan mengunci pintunya setelah itu duduk di atas kasur, siap membuka paketan itu.

 

Hal yang pertama dia lihat adalah sebuah surat.

 

~Sulli, maaf ya! Sepertinya calon suamimu sangat sibuk. Aku prihatin padamu.

Naeun

 

Melihat nama pengirim surat itu, Sulli langsung meremas kertas itu dan melemparnya sembarangan. Tapi setelah itu, dia dihadapkan dengan sesuatu yang tidak ingin dia lihat. Dia mengambil foto-foto yang dikirimkan padanya dan melihatnya satu per satu dengan gemetar. Taemin bersama Naeun. Naeun menggandeng tangannya bak pasangan serasi. Sepertinya foto ini di ambil di Paris karena memang Taemin sedang ke Paris untuk urusan kantor. Airmata Sulli mengalir saat di lihatnya Taemin dan Naeun di sebuah kamar yang kelihatannya kamar hotel, sedang berciuman. Sulli melotot. Menangis. Dan mengembalikan foto-foto itu ke tempatnya kemudian mengunci diri di kamar mandi. Dia tidak menyangka Taemin bisa setega ini padanya. Ya, dia tahu Taemin memang tidak mencintainya. Tapi apakah harus Taemin bersama dengan wanita lain tanpa sepengetahuannya?
“Aku terima kalau kau memang tidak mencintaiku. Tapi kenapa Naeun? wanita brengsek yang hampir membunuh anak kita. Kenapa Taemin?” Sulli duduk di bath up sambil menangis memeluk badannya sendiri. Dia sadar. Bagaimanapun, Taemin adalah pria. Dan pria butuh sentuhan. Apalagi untuk pria yang memang belum memiliki status apapun dengan siapapun. Sulli sadar akan hal itu.

 

“Uh. Kenapa sakit sekali.” Tangisnya.

 

~

~

~

 

“Sul.. Ayo makan malam. Kenapa mengunci diri di kamar hm? Ada Chaerin datang menjengukmu!” panggil Ibu Sulli sambil mengetuk pintu.

 

“Mianhae Eomma. Aku sudah kenyang. Tolong bilang ke Chaerin Eonni aku minta maaf, aku sudah mengantuk.”

 

“Ini masih jam 7 malam Sulli. Yang benar saja. Ada apa? Buka pintunya.”

 

“Gwaencanha eomma. Pergilah. Kasihan Chaerin eonni tidak ada yang temani.”

 

“Aku? Kasian? Ya! Tengik. Buka pintunya. Pasti ada sesuatu. Kalau tidak dibuka aku dobrak loh.” Ucap Chaerin. Sulli terkejut mendengar suaranya.

 

“Eonni..” dia berpikir dalam-dalam dari atas kasurnya. Ya, sepertinya memang dia harus berbicara dengan Chaerin. Selama ini Chaerin selalu membantu dan menjaganya seperti adiknya sendiri. Dia pun bangkit dari tempat tidur dan membuka pintunya. Terlihat dua wajah orang khawatir sudah terpampang di luar.

 

“Kenapa mukamu, Nak?” tanya Ibunya khawatir. Melihat matanya yang sembab dan merah.

 

“Menangis berapa ember, jeng?” sambung Chaerin. Sulli menatap keduanya. Sewaktu-waktu tangisnya bisa meledak. Dia menggenggam kuat gagang pintu dan menarik nafas dalam-dalam.

 

“Eomma, boleh aku bicara dengan eonni berdua saja?” pinta Sulli. Ibunya menatapnya sambil tersenyum. Chaerin bingung tapi dia langsung memasuki kamar dan menutup pintunya.

 

“What’s happening?”

 

Tanya Chaerin yang sudah tidur dengan indah di atas kasur. Sulli hanya duduk dan diam sambil tertunduk di meja belajarnya. Melihat anak ini tidak menjawabnya, pandangannya teralihkan pada kertas yang sudah kusut di lantai. Dia bangkit dan mengambilnya. Alisnya terangkat saat membacanya.

 

“Hmm.. si gizibe lagi. Kembali ke jaman primitif nih, surat menyurat? Iphone dan S5 nya kemana?” gumam Chaerin kemudian membuang surat itu keluar jendela. Dia menatap Sulli yang masih tertunduk. Namun dia melihat air mata yang mengalir di wajahnya.

 

“Ck.. Ada apa sih? Kau terharu dengan suratnya?” Chaerin mendekatinya saat di lihatnya sebuah kotak di atas meja belajar Sulli.

 

“Ya sudahlah. Mungkin Naeun sedang merindu… shit. Taemin brengsek. Apa-apaan anak ini. Ini yang dia lakukan di luar? Motherfuck. Bastard.” Ucapan Chaerin terganti dengan makian saat dia membuka kotak itu. Dia melihat semua fotonya dan kini mengerti kenapa Sulli menangis.

 

“Uljima..” ucap Chaerin.

 

“Aku kasih ini deh. Gratis. Selama ini aku tidak pernah berbagi dengan orang selain Ibu brengsekku sih. Asal jangan menangis lagi.” Chaerin menawarkan sebungkus rokok mahal pada Sulli. Sulli mengangkat wajahnya terkejut dan hanya menggeleng menolak.

 

“Tidak eonni, aku sedang mengandung.” Ucapnya sambil menghapus airmatanya.

 

“Haha.. Berhasil kan. Kau menghapus airmatamu. Well, aku juga tidak akan membiarkan kamu merokok sih. Wajahmu terlalu alim untuk melakukannya.” Ucap Chaerin sambil menutup kembali kotak kiriman itu dan kembali ke kasur.

 

“Mengenai anak kurus kerempeng yang selingkuh itu, jangan maafkan dia.” Sambungnya. Sulli terkejut.

 

“Eonni..Dia adikmu.”

 

“So what? Kalau dia adikku kenapa? Aku paling benci pria yang selingkuh. Well, aku punya kenangan buruk. Jadi aku tidak perlu berdongeng padamu kenapa aku membenci hal itu.”

 

“Dia tidak selingkuh, Eonni..” Chaerin mengerutkan dahinya.

 

“Berciuman dengan wanita lain di luar negeri di sebuah kamar bukan selingkuh katamu? Lalu apa, kumpul kebo?”

 

“Itu di sebut selingkuh kalau dia adalah pacar atau Suamiku. Dia bahkan tidak mencintaiku, Eonni. Dia hanya sepenuhnya bertanggung jawab padaku karena anak dalam perutku ini. Kami sudah membuat perjanjian. Dia membiayai dan membayarku dan aku membantunya untuk punya anak. Kami bahkan belum menikah. Jadi aku tidak ada hak untuk marah. Siapa aku?”

 

“Choi Sulli.” Jawab Chaerin. Sulli menatapnya bingung.

 

“Lah tadi kamu bertanya siapa kamu, jadi aku jawab.” Ucap Chaerin. Sulli hanya tersenyum kecil sambil menghela nafas panjang.

 

“Well, aku memang paling malas soal urusan curhat-menyurhat. Tapi satu hal yang pasti, aku ada di pihakmu. Kapanpun kau butuh, langsung panggil aku, aku bisa membantumu membunuh Lee Taemin pendek itu kalau perlu. Bahkan menguliti Son Na… “

 

“Son Naeun eonni..”

 

“Iya, Son Naeun. By the way. Tidak ada gunanya menangis, Sulli. Tidak akan ada penyelesaian. Tunggu Taemin pulang dan tanyakan semuanya padanya. Atau perlu aku ke Paris sekarang untuk bertanya?” tanya Chaerin. Sulli menggeleng cepat.

 

“Ya sudah, tidak usah memikirkan pria itu. Tampan juga tidak kok.”

 

“Eonni..”

 

“Baiklah. Sekarang kita dinner. Kau tidak lapar, tapi anakmu lapar bodoh. Ingat, badan itu bukan cuma milikmu.” Chaerin menariknya dari kamar. Sulli hanya bisa tersenyum. Setidaknya, dia sedikit terhibur dengan kehadiran kakak Lee Taemin. Orang yang sudah mengecewakannya.

 

 

To Be Continued…

 

Comment. I need it. Mau selancar selang air lagi kan? jadi mohon juga partisipasinya🙂

 

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , , , | 34 Comments

Post navigation

34 thoughts on “Innocent Prostitute [4]

  1. Taeminnya selingkuh?
    ksihan donk Sullinya..😦
    tp untung ae msh ada yg bela

  2. dysaa relianaa

    wow akal akalan naeun lagi atau emang kenyataan? Be strong sulli!!! Haha, untung ada Chaerin yg sayang sama sulli

  3. apa itu bnar2 taemin oppa???
    aku suka banget dgn Chaerin eonni yg brada di pihak sulli eonni🙂 dia bnar2 menganggap sulli adiknya

  4. Noviaaa

    suka peran chaerin disini kak! lawak ahahaha. btw sullinya kasian banget. sok tegar. pdhal taem mencntainya dgn sangat huh. dia aja yg purapura gatau. lanjut kak jgn nyendat2 hehee

  5. reea

    UPDATE YYEY
    kasian banget si sulli… hhuhuhuu

  6. Gila ya si naeun nya sampe mau nge gugurin si sulli gitu-_- untung taemin langsung dateng, dan ada chaerin eonni jugaa haha biar rasa tuh si naeun!-_- duhhh taemin beneran ciuman sama naeun? Kasian sulli nya:(

  7. Dwi

    akhirnya di posting juga,,
    chaerin is the best,,, walaupun sedikit brandalan tapi dia sayang banget sama sulli
    lanjut eon, penasaran part 5-nya
    Hwaiting

  8. Aaaaaaaa kereennnn lanjuttt thorrrr!!!

  9. Chuenil

    weh taemin nakal -..- tapi kayanya itu cuma akal2an nya naeun. chaerin eonni aku suka style mu :3

  10. Author jangan lama2 dong publishnya, udah kangen sama taelli n minstal ni DX

  11. parkyurin

    Finally, keluar juga kelanjutannya!🙂 Aku benci banget sama Naeun yang coba bunuh anaknya Taelli.. Ditunggu kelanjutannya..

  12. TaeEun 태은

    akhirnya lanjutannya keluar, chap5nya jan lama lama ya😀

  13. kisseuonew

    yeay! part ke 4 nya keluar! aaa ditungguin banget ini OuO maapkan aku baru komen, pahami sinyal di tempatku dulu hiks ;; lanjutan ffnya ditunggut yayaya^^ aku seneng liat karakter castnya, kalo jahat ya jahat bgt, kalo edan ya edannya keren bgt/? pokoknya thumbs up for this author ff!^^

  14. irma ariani

    Yak taemin selingkuh eoh ? Dasar taemin ais jinja ck , kasian sulli sabar ne eon🙂
    Oh naeun jahat amat sma sulli ck

  15. Taemin selingkuh?
    Naeun sumpah jahat bnget jd org
    Kasian bnget si sulli nyaaa
    Lanjuuut thoor

  16. Natnat~

    YEHET >O<
    Akhirnya Keluar yang ke-4 \(^o^)/
    Hyaa, naeun kamvreto -_-
    Jahat masa gituin sulli! Sama sooman aja napa? Dia pan baik :') Sooman is the best :') :v
    Please, yang diparis bukan taemin pan T^T
    Doh, suka banget sama ff ini😉 (y)
    Lanjutnya cepetan dong thor, penasaran ^^
    Oya, Chaerin! Gue suka gaya loe :3
    Pokoknya, Lope/? Sama ff ini (~^o^~)
    Lanjut thor! Cepet yak :v

  17. kimsora98

    akhirnya keluar juga🙂
    suka banget sama karakter di ff ini, next thor jangan lama lama😀

  18. taem.taem ku gag mungkin suka ma naeun kan?? suka bgt ma ini ff tp selangnya mampet. . .
    adegan yadong’y wow haha
    taelli just make it real thor ^eh??

  19. NC nya dapet hahaha /? gue suka banget karakter CL disini.. kapan2 libatin GD juga yaa pasti seru tuh hahaaha😀
    satu yg mau aku kritik. jangan marah, yaa..
    alurnya ini.. bukankah agak sinetron? pergi mendadak dan ditemukan selingkuh /?
    lewat foto pula dan pengirimnya si musuh .-.
    heheee tp overall aku masih suka kok.. nice ff.. lanjut yaa ^^

  20. avera

    bagus thor. iziiiin baca dari part 1 ya. taeminnya perhatiaan. cl nya kerennnn. lanjut ya thooor. aku tunggu

  21. lanjutin yha, author cantiikk. aku heran deh, kayaknya disini admin aktifnya cuman Patty eoni doang, yang laen mana???

  22. putri

    naun jinja michoso,,,
    dan lee teamin apa kamu sudah gila berciuman dengan naeun,,
    huft #panaskipas2 pengen nonjok taemin ampe biru2.
    update soon please ya thor,,
    jangan lama2 jeballllllllllllllllllllllllllllllllllllllll

  23. deuh. taemin kok selingkuh sih? apa itu bukan akal-akalannya naeun?
    chaerin keren banget! kalo taemin bener-bener selingkuh, bunuh aja deeh😀
    ditunggu next chapternya! keep writing~

  24. parah naeunnya parah. haha
    btw cl unnie nya lawak banget xD
    CEPET DILANJUT YA AUTHORDEUL. MWAAAAAAA

  25. taemin is my bias

    Lanjut dong chinggu

  26. locketgirl

    Lanjutttt seru bget😀

  27. kyourious

    ini dia ff yang aku tunggu! akhirnya update! aku sampe lupa cerita sebelumnya wkwk xD ah son naeun neo jinjja-.- setelah insiden di rumah sakit ga ada kap

  28. kyourious

    (komen sebelumnya kepotong-_-) ini dia ff yang aku tunggu! akhirnya update! aku sampe lupa cerita sebelumnya wkwk xD ah son naeun neo jinjja-.- setelah insiden di rumah sakit ga ada kapok2nya ternyata! ayo update lagi author-ssi! aku mau tau kebenaran selanjutnya kayak apa! yosh!

  29. locketgirl

    Lanjuttttt seru bget!!!!!!

  30. Yeah… akhirnya dilanjutkan…

    Wait… Taemin..? Yaampun… dia kenapa..? Pasti di paksa Naeun lagi. Naeun sengaja tuh…

    Next jangan lama” ya ^^

  31. Lee Yoon Ji

    thor, tlg fotonya rekayasa doang ok? T_T
    ga tega liat sulli nangis terus
    ngomong2, gizibe artinya apa? –a

  32. Seruuu… Chaerin asik banget. lanjuutt

  33. salsabilla

    daebaaaak. chaerin eonni daebaak. son naeun musnah saja. taemin beneran selingkuh kah? lanjuuuut eonni

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: