Winter of Love – One Minute Back

kkkONE MINUTE BACK

 

Cast: Kim Kibum x Amber Josephine Liu

 

Genre : Smut, Angst, Romance

 

Rating: 17+

 

Author: Patty.

 

Ini nih ff yang saya janjikan. Maaf baru ada waktu luang untuk di share. Saya tahu saya salah. Tidak perlu di ingatkan. Haha. Langsung baca saja ya.

 

Segala tokoh dan karakter yang ada di ff ini bukan milik saya. Its just a fanfiction. So, its purely fiction. Not a real story.

 

 

***

 

Amber menangis dalam diam melihat sosok pria bermantel hitam yang sudah terbaring lemah penuh darah dan dikerumuni banyak orang. Dia tidak ingin mendekat. Tidak berani melihat. Kejadian tadi masih segar terekam di ingatannya. Dia hanya bisa menutup mulutnya dengan tangan kanannya. Mencoba menahan volume tangisannya yang malah semakin mengeras. Orang di sekitarnya mulai berbisik memperhatikannya.

 

“Bukankah wanita itu tadi berkelahi dengannya?”

 

“Apakah dia pacarnya?”

“Sepertinya dia sudah meninggal..”

 

“Orang sudah menutupnya dengan koran.”

 

“Apa tidak ada yang menelepon rumah sakit? Ya ampun.. ”
Amber berlari meninggalkan tempat itu saat itu juga. Dia tidak ingin mendengar fakta yang menakutkan yang tidak ingin dia dengar kalau semakin lama berada di sana. Dia tidak ingin mendengar fakta kalau dia kehilangan seseorang. Terlebih lagi, dia tidak ingin pendamping hidup seseorang itu menimpahkan semua kesalahan padanya. Dan pacarnya sendiri akan membencinya.

 

~

~

~

***

 

2012

London

 

“Ayolah Amber, bantu aku dekat dengan kibum.” Bujuk wanita yang berstatus sahabat terdekat Amber ini.

 

Mereka sudah lama tinggal bersama di negara ini walaupun mereka berasal dari negara yang berbeda. Teman kuliah. Wanita itu berasal dari Aussie dan Amber sendiri berasal dari LA. Mereka memutuskan menyewa apartemen bersama saat kebetulan bertemu dan menjadi dekat pada awal semester. Dan Kibum, pria yang menjadi pembicaraan mereka adalah teman kuliah mereka yang berasal dari Korea Selatan. Dia sangat dekat dengan Amber.

 

“Well, Kibum tidak menyukaimu. Harus ku apakan kalau seperti itu Cole?” jawab Amber sambil sibuk mengetik sms untuk seseorang.

 

–         Dia menyukaimu, bangsat.

 

“Tapi kenapa dia selalu perhatian padaku? Ingat waktu aku di suruh oleh Kaprodi menunggu di kampus kalau aku ingin mendapatkan tanda tangannya? Aku menunggu dosen sialan itu sampai hampir tengah malam. Dan Kim fucking Kibum yang menemaniku menunggunya sampai akhirnya dia mengantarku pulang. aku menyuruhnya pulang tapi dia beralasan tidak mau meninggalkan wanita sepertiku sendirian. Dan apa kau ingat, waktu..”

 

–         Dia terus mengoceh tentangmu. Siapa suruh kau menemaninya malam itu. Bodoh.

 

“Dia juga memberikan Americano miliknya saat cafe kampus kehabisan stok. Padahal dia sudah sempat meminumnya sedikit.”

 

Keybum – Gosh. Kau yang suruh. Apa dia tidak tahu perbedaan antara suka dan manner?

 

Amber menggeleng membacanya. Telinganya fokus kepada curhatan sahabat sepenanggungannya, Nicole, tapi jarinya fokus kepada orang yang lain yang sedang dibicarakan, Kibum.

 

–         Kau lah yang tidak tahu bersikap. Tidak bisa membedakan antara manner dan hint.

 

Keybum – Aku tidak menyukainya. Katakan saja padanya. Atau kau mau aku pacaran dengannya?

 

–         Kalau kau berani, setan.

 

“Kau masih disini, Amber? Hello..” Nicole menggoyang-goyangkan telapak tangannya didepan wajah sahabatnya itu.

 

“Oh.. tidak. Apa kau bilang tadi?”

 

“Ck.. Jadi kau tidak ada disini.” Nicole berdecak kesal lalu menyandarkan dirinya di sofa tepat di samping Amber.

 

“Well. Kibum menciumku dengan ganas malam itu, jadi aku yakin dia juga menyukaiku.” Nicole menutup pipinya dengan kedua tangannya dan tertawa girang. Wajahnya memerah.

 

–         Damn u kissed her. Fuck u!

 

“Aku ke kamar dulu. I’m sleepy. Goodnight dear~” Amber mencium pipi Nicole dan berdiri langsung menuju kamarnya. Tidak tahan mendengar ocehan sahabatnya untuk kesekian kalinya tentang Kibum, pacarnya.

 

***

 

Keesokan harinya.

 

“Aku menciumnya. Aku akui itu. But, what should i do? Aku laki-laki dan aku terbawa suasana. Malam itu hanya ada aku dan dia di ruangan itu menunggu dosen. Dia tiba-tiba menciumku. Dan.. Look okay. I’m sorry. Aku tidak menembaknya atau apa. Itu murni hanya nafsu sesaat saja. I didn’t fuck her for God sake.”

 

Kibum memeluk Amber dari belakang dan mencium lehernya yang terpampang karena rambut Amber yang sangat pendek itu. Dia merindukan pacarnya dan sangat senang saat Amber datang ke apartemennya hari ini. Mereka memang tidak ada kuliah hari ini. Tapi saat datang tadi, Amber langsung melemparnya dengan Iphone5 nya. Untung saja Kibum langsung menghindar. Tapi Naas, barang itu malah landas di permukaan keras dan membuat layarnya retak. Kibum mencoba meredakan emosi Amber yang langsung ingin meninggalkannya, dia memeluknya. Amber terdiam.

 

“Dia menciumku dengan ganas. Haha. Kim Kibum coba kau bayangkan bagaimana perasaanmu saat sahabatmu bercerita seperti itu. Pacarmu mencium sahabatmu dengan ganas. Wow. I’m surprised.”

 

“Seperti ini?” Kibum membalikan badan Amber dan langsung menciumnya dengan.. ganas. Amber balas menciumnya. Lidah bertautan. Yang satunya mencium dengan penuh nafsu dan satunya lagi mencium karena amarahnya yang belum reda. Amber melompat dan melingkarkan kedua kakinya di pinggang Kibum saat bibir mereka masih enggan terpisah. Kaki Kibum menuntun mereka menuju kamarnya dan disanalah dia membaringkan kekasihnya itu. Tidak cukup 10 menit, mereka sudah terbaring tanpa busana. Kibum membuka lacinya dan mengambil satu dari sekian banyak kondom yang tersedia di situ.

 

“Fuck you kalau kau melakukan hal ini dengan wanita lain juga. I’m warning u, dude!” ucap Amber melebarkan kakinya saat Kibum memakai sendiri kondom itu. Kibum tersenyum sambil menggeleng melihat pacarnya.

 

“Bodoh. I wont do that. I love you so much that i can’t imagine losing you.”

 

***

Months later

 

Australia

 

Di sini lah tiga orang ini. Kibum, Amber dan Nicole yang atas saran Nicole akhirnya memilih berlibur di New Zealand. Ini adalah libur semester 7 mereka dan mereka semua memang adalah orang berada yang setiap semester harus menghabiskan uang mereka untuk mengabadikan moment di manapun tempat yang menurut mereka pantas di abadikan. Dan kali ini, karena Kibum mulai akrab dengan Nicole atas bantuan ‘terpaksa’ dari Amber, akhirnya sudah tidak canggung lagi bagi mereka untuk jalan bertiga. Masih dengan status ‘pacaran’ yang tidak diketahui oleh Nicole yang sampai saat ini masih menyukai dan mengejar Kibum tentunya.

 

“Oh jadi ini Kibum yang sering di ceritakan Nicole? It’s nice to meet you.” Ibu Nicole membawa Kibum ke dalam pelukannya.

 

“Kau sangat tampan, nak. Tidak heran Nicole memilihmu menjadi pacarnya.” Sambungnya. Amber dan Kibum langsung menatap Nicole bingung dan sang target hanya tersenyum malu menundukan kepalanya.

 

 

***

 

 

“Oh my God, Nicole!” teriak Amber. Nicole tiba-tiba pingsan saat mereka bertiga sedang berwisata di salah satu peternakan domba. Kibum dengan sigap menggendongnya dan mereka bertiga menuju rumah sakit terdekat dengan Taxi. Nicole di masukkan di ruang gawat darurat saat Amber menghubungi keluarganya. Ayah dan Ibu Nicole datang 20 menit kemudian dengan keadaan panik dan mata yang berkaca-kaca.

 

“I told you!” tiba-tiba Kibum dan Amber yang sedang cemas menunggu di luar ruangan di kagetkan dengan teriakan Ibu Nicole yang terus memukul suaminya.

 

“Sudah ku bilang jangan biarkan dia kuliah di luar tapi kau tidak mendengarkan!” teriaknya lagi sampai akhirnya Ayah Nicole memeluk istrinya itu. Kibum hanya menatap wajah cemas Amber dan langsung memeluk pacarnya itu.

 

“Don’t worry. Everything is alright.”

 

“What is going on here, Kibum? I.. I don’t get it.” Ucap Amber, mempererat pelukannya.

 

 

***

 

1 Minggu kemudian.

 

“Kami mohon, Kibum. Nicole tidak mau meneruskan pengobatan kalau kalian tidak menikah. Permintaannya mungkin mengagetkan dan tidak masuk akal. Tapi, tolong mengertilah. Dia memang masih kekanak-kanakan. Penyakitnya tidak akan pernah sembuh kalau dia stres. Ku mohon. Aku rela berlutut sebagai Ayahnya. Aku hanya ingin kebahagiaan anakku.”

 

“Dan bukan kebahagiaanku. Shit.” Kibum memaki hatinya sendiri. Dia, Amber, orangtua serta Kakak laki-laki Nicole sedang duduk di ruang tamu saat ini.

 

Perasaan Kibum memang sudah tidak enak semenjak di rumah sakit Nicole yang di rawat intensif terus saja memintanya untuk menjaganya. Paksaan Amber membuatnya tetap bertahan. Tapi ini puncaknya. Kebaikannya malah membuat keluarga kecil ini salah paham. Dia benci ini.

 

“Aku tidak mencintainya, aku bahkan bukan pacarnya.” Jawab Kibum.

 

“Tapi Nicole bilang…”

 

“Dia berbohong.” Potong Kibum saat kakak Nicole kebingungan. Kibum langsung memegang tangan Amber yang terkunci rapat. Dia tahu pacarnya sedang sakit hati dan sedih mendengar semuanya. Merasa tidak di anggap. Aksi kecil Kibum ini membuat keluarga Nicole kaget melihatnya.

 

“Dia pacarku. Kami sudah pacaran bahkan sebelum aku kuliah di London dan mengenal Nicole. Aku memang orang korea, tapi Aku sudah tinggal di Amerika sejak SMA dan aku satu sekolah dengan wanita ini. Aku mencintainya. Tidak mungkin aku menikahi anak kalian. Maaf.” Ayah dan Ibu Nicole kehabisan kata-kata mendengarnya. Mereka kaget.

 

“A.. Adikku akan meninggal. Virusnya akan segera menyebar ke seluruh tubuhnya. kau tahu itu?” kakak Nicole menangis dan berlari menuju kamarnya. Sepertinya Nicole memang anak kesayangan keluarga ini. Kibum mempererat genggaman tangannya pada Amber yang tertunduk. Tiba-tiba, Ayah dan Ibu Nicole berlutut di depan pasangan kekasih ini. Kibum melebarkan matanya dan Amber menitihkan airmatanya. Tidak tega melihatnya. -Apa kanker payudara seberbahaya itu? Nicole bahkan tidak pernah membicarakan tentang penyakitnya- Pikir Amber.

 

“Damn Nicole! Kenapa kau tidak hilangkan saja payudara kananmu itu tanpa harus memakai syarat! Wanita egois.” Maki Kibum dalam hati. Dia kaget saat Amber melepas genggaman tangannya dan menatapnya sambil tersenyum.

 

“Just do it, Kibum. Kau tega melihat orangtua ini berlutut? Mereka benar-benar menyayangi anaknya. Coba bayangkan kalau kau ada di posisi mereka dan anakmu memintamu hal seperti ini. Kita putus saja, okay? Ku mohon. Jangan egois kali ini.” Pinta Amber sambil memperlihatkan senyum terbaiknya. Orangtua Nicole tersenyum bahagia dan berdiri. Saling berpelukan. Saat Kibum hanya bisa membuka mulutnya. Menatap Amber tak percaya. Dia sangat mengenal pacarnya, dia tahu saat Amber mencoba membohongi hatinya.

 

 

 

Kalau aku tahu akan berakhir seperti ini, aku harusnya tidak datang ke Australia dan mengorbankan hubungan 6 tahun ini. Fuck this country

 

***

 

London, 1 Tahun kemudian.

 

“Aku hamil, Amber. Oh My God! Akhirnya!”

 

“Oh really? Congrats dear!” Reuni yang pahit bagi Amber. Dia mendrible bola basketnya dan melemparnya ke ring, tapi bolanya malah terpantul ke belakang dan menghampiri mobil yang baru saja sampai di lapangan basket itu. Kibum keluar dari mobil itu membawa plastik putih besar pesanan istrinya. Bukan perlengkapan bayi, melainkan snack.

 

“I miss you baby…” Gumam Amber dalam hati melihat Kibum berjalan ke arah mereka sambil membawa bola itu juga.

 

9 bulan. Ya, 9 bulan dia tidak melihat wajah Kibum. Bukan karena Kibum meninggalkannya untuk pergi bersama Nicole tapi dia lah yang meninggalkan Kibum dan Nicole saat undangan pernikahan sudah tersebar. Dia tidak berani datang di pernikahan mereka. Dia tidak berani karena takut. Takut akan membatalkannya.

 

Amber lari mengasingkan dirinya di Itali, tempat yang asing baginya. Tapi tidak apa-apa asalkan dia bisa jauh dari Kibum dan melupakannya. Dia bahkan mengabaikan kuliahnya yang sudah di ujung tanduk.

 

Kibum mencarinya seperti orang gila, tapi Nicole dan segala rengekan manjanya membuatnya tidak bisa berbuat apa-apa. Kibum ingin memaki janjinya dengan Amber di depan keluarga Nicole untuk tidak membocorkan masa lalu mereka.

 

Wanita ini sakit, dan dia tidak mau melakukan operasi pengangkatan payudaranya kalau mereka belum menikah. Dan itu artinya, Nicole akan meninggal dan Kibum dengan kata lain adalah seorang pembunuh kalau hal itu terjadi. Bahkan sampai sekarang Nicole sudah sembuhpun, Kibum tidak di ijinkan untuk menyakiti hati anak mereka dengan memberitahukan semuanya.

 

“How have you been, Amber?” tanya Key sesampainya di depannya. Mereka berdua saling bertatapan saat Nicole sedang duduk di bangku penonton. Hanya ada mereka bertiga di lapangan basket area apartemen Kibum itu.

 

“Me. Ah.. what’s up Kibum? How have you been, dude!” Amber langsung berpura-pura ceria dan memeluk Kibum. Tidak ingin menjawab pertanyaannya. Dia tidak ingin melihat wajahnya lebih lama karena takut akan menangis.

 

“Shit. I hate you so much, Amber. I hate you.” bisik Kibum cukup untuk Amber mendengarnya dan bukan Nicole. Dia tidak balas memeluk Amber.

 

“Wowowo.. Jangan terlalu lama aku cemburu.” Canda Nicole dan mendekati mereka berdua. Amber melepas pelukannya dan tertawa.

 

“Mau main basket? Tapi lepas jas kantoranmu itu. Haha” tawar Amber pada Kibum. Berpura-pura friendly seperti dulu di depan Nicole. Kibum membuang nafas panjang dan tersenyum kecil.

 

“Okay..”

 

 

 

“Dia semakin cantik. Dia mengubah rambut blondenya. Hitam cocok untuknya. I’ve missed you.”

 

***

 

3 Bulan kemudian.

 

 

“Kibum, Nicole, this is Henry. Half Chinese. And Henry, this is Kibum and this pretty girl here is his lovely wife..” Mereka saling memperkenalkan diri tapi mata Kibum tak henti-hentinya menatap pria bernama Henry ini dengan segala penilaian di otaknya. Pertanyaan juga tentunya. Malam ini mereka sedang berada di Apartemen Amber(Karena Nicole sudah pindah dan tinggal bersama Kibum), merayakan ulang tahun Amber. 18 September 2013. Amber menyadari tatapan Kibum dan langsung memegang tangan Henry.

 

“He is my boyfriend. I met him last year in Italy.” Ucap Amber, Henry tersenyum dan mengelus kepalanya.

 

“Wow baby. You never tell me about him. What a hottie u got there. Congrats!” Puji Nicole tak menyangka dan terus melingkarkan tangannya di lengan Kibum dan berbicara dengan high tone nya.

 

“Pacar sungguhan atau hanya sewaan untuk mengatakan kalau kau baik-baik saja di sana?” tanya Kibum tiba-tiba membuat suasana menjadi hening. Amber menatap Kibum dalam diam.

 

“Excuse me?” tanya Henry bingung dengan pertanyaannya.

 

“Ah.. Hahaha.. Maaf Henry. Tidak usah dipikirkan. Suamiku mungkin sudah minum banyak. Baby, watch your mouth.” Tegur Nicole sambil mencium pipinya dan membawa Kibum menjauh dari mereka berdua. Menikmati pesta itu dengan mantan teman-teman kuliah yang lain.

“Cih.. Wanita bodoh.” Gumam Kibum sebelum menjauh yang dapat terdengar oleh Amber dan Henry.

 

“Baby, are you okay?” tanya Henry. Bingung melihat mata pacarnya berkaca-kaca melihat punggung suami istri itu.

 

“Apa dia membencimu? Apa aku harus memukulnya? Dia sedikit kasar padamu. Aku tidak menyukai itu. Ini ulang tahunmu tapi dia bersikap seperti itu..” tanya Henry. Memegang kedua pipi Amber. Amber langsung tersenyum menatapnya.

 

“Tidak apa-apa. Dia memang seperti itu. Suka meledek. Tapi dia sahabat baikku.”

 

“Well, if you said so..” Henry tersenyum dan langsung mencium Amber saat itu. Berciuman sangat lama sampai tidak menyadari sepasang mata menatap mereka dengan cemburu sambil meminum wine nya.

 

Malam itu Apartemen Amber di penuhi dengan makanan, minuman, juga musik. Pesta hingga lewat tengah malam. Semuanya di biayai oleh pacarnya, Henry, yang bahkan baru tiba dari itali tiga hari yang lalu. Cuti dari kerja dan datang ke London demi merayakan ulang tahun pacarnya.

 

***

 

1 Minggu kemudian.

 

“Sudah.. Sudah.. Jangan menangis. Masih ada kesempatan lain, Nicole.” Amber membujuk Nicole dalam pelukannya. Sahabatnya tak henti-hentinya menangis mendengar fakta yang baru saja dia dengar dari rumah sakit.

 

Hamil Anggur.

 

Ya, tidak ada janin anak dalam perut Nicole. Dan itu betul-betul membuatnya kecewa. Perutnya hanya membesar tanpa isi.

 

Nicole datang dan menangis di Apartemen Amber. Henry sudah kembali ke Itali sehingga hanya dua orang wanita ini saja yang berada disini.

 

“Kemana suamimu?”

 

“Di Kantor. Aku menghubunginya memberitahukan ini. Tapi dia hanya berkata ‘ya sudah, mau di apakan lagi. Belum jodoh, mungkin.’” Isak Nicole. Amber menghela nafas panjang. Sifat cuek Kibum tidak pernah berubah. Bahkan pada istrinya sendiri. Dia hanya perhatian dan ekstra peduli pada Amber. Amber tidak menyangka dia akan bersikap acuh pada istrinya.

 

“Ya sudah, kau pulanglah dulu. Tenanglah. Janinmu tidak bermasalah kan? Mungkin belum saatnya. Pasti ada lain kali. Kau pasti akan punya anak nanti. Selama Kibum tidak mandul. Haha” ucap Amber membuat Nicole tertawa. Dia mengangguk dan beberapa saat kemudian pulang masih dengan hati berat.

 

~

Amber berbaring di kasurnya saat Nicole sudah pergi beberapa jam yang lalu. Dia kemudian menelepon seseorang.

 

“Kau gila, istrimu sedang sedih kau malah hanya di kantor. Di mana hatimu huh?”

 

“Jangan menasihatiku. Kau tahu aku hanya peduli pada satu orang saja.”

 

“Dia istrimu demi Tuhan Kibum. Kalian sudah menikah selama 1 tahun.”

 

“Satu tahun tanpa perasaan, Miss.”

 

“Kau gila Kibum.”

 

“Kau lebih gila. Meninggalkan pacarmu tanpa kabar hampir satu tahun dan berselingkuh dengan orang asing.”

 

“Kita sudah putus dan aku berhak pacaran dengan orang lain. Henry orang asing, lalu kau apa?”

 

“Aku orang yang hidup dan pacaran denganmu selama 6 tahun for god sake u shit!

 

“Hah.. Sudahlah. Aku tidak akan pernah bisa bicara baik-baik denganmu. Jaga istrimu. Bye.” Amber menutup telponnya dan melempar barang itu sembarangan di kasur. Dia menangis.

 

Kejadian seperti ini bukan pertama kali. Setelah Amber kembali ke London, Kibum sering menemuinya ataupun menelponnya dan selalu di akhiri dengan pertengkaran seperti ini. Tak akan pernah ada habisnya.

 

***

Apartemen Amber

 

“Ki.. Kibum.. Ini salah. Kita tidak seharusnya..” Amber menutup matanya, melingkarkan tangannya di leher Kibum saat pria ini memasuk-keluarkan barangnya dari vagina Amber.

 

“Nicole ingin menenangkan hatinya di Australia selama 1 bulan. Hmm.. Aku tidak ingin menyia-nyiakan hal ini. Ah.. Aku merindukan badanmu. Aku merindukanmu, wanita bodoh.” Kibum langsung menciumnya lagi dan tidak menghentikan aksinya. Tangannya meremas kuat payudara Amber.

 

“Nicole tidak punya payudara lengkap dan aku tidak suka itu. Aku menyukai yang seperti ini. Milikmu..” ucap Kibum dan langsung turun dan memasukannya ke dalam mulutnya. Amber hanya bisa menutup mata dan mendesah.

 

Sudah 1 tahun lebih. 1 tahun tanpa berhubungan badan dengan siapapun, bahkan tidak dengan Henry. Henry benar-benar pria yang baik yang hanya melakukan tidak lebih dari sekedar mencium dan ‘meraba’ Amber. Dia benar-benar percaya dan menyangka Amber tidak ingin pria yang melewati batas sebelum menikah.

 

Amber tidak bisa bohong, dia merindukan saat seperti ini, dengan Kibum. Dia tidak bisa membayangkan melakukan hal ini dengan pria lain.

 

~

~

“Dia tidak bisa memasak dan setiap hari hanya mencoba merayuku dengan badan tidak sempurnanya itu. Apa aku bisa mencintai orang seperti itu? Dia bahkan tidak pernah memakaikan dasi untukku dan mengantarku di pintu karena tidak pernah bisa bangun pagi. Sejak aku sarjana dan bekerja, aku malah semakin tersiksa. Dia hanya percaya ciuman dan badannya bisa membuatku menyukainya. Aku bisa gila hidup dengannya.”

 

Ucap Kibum sembari memeluk Amber dengan badan tak berbusana mereka. Dia terus mencium kening Amber.

 

“Tapi Apartemenmu rapi. Dia pasti rajin membersih..”

 

“Iya rajin. Pembantu kami sangat rajin membersihkan semuanya. Demi Tuhan gadis itu sangat pemalas.” Potong Kibum.

 

“Hey! Dia sahabatku! Jangan menghinanya.”

 

“Kau lupa bagaimana kau menceritakan tentang Nicole yang hanya tahu beres dan kau yang membersihkan semuanya dulu?”

 

“Itu masa lalu..”

 

“Aku akan menceraikannya kalau kata ceraikan dia keluar dari mulutmu Amber, aku mohon.” Kibum mempererat pelukannya dan menghela nafas panjang.

 

“Jangan lakukan itu. Nicole sangat mencintaimu. Dan.. Henry sangat mencintaiku.”

 

“Damn!” maki Kibum. Dia kembali mencium Amber dengan paksa. Melanjutkan hubungan intim mereka.

 

1 bulan berlanjut seperti itu. Berhubungan badan, tinggal bersama, saat masing-masing kekasih mereka berada di negeri lain dan sangat mempercayai mereka. Mencintai mereka tanpa tahu kenyataan sebenarnya.

 

***

 

 

“U look pretty with that red coat..” puji Kibum di pertemuan ke-sekian mereka ini.

 

“Thank you..” balas Amber, senang mendengar pujiannya. Kibum mendekat dan memberikan ciuman singkat di bibir Amber.

 

“Nicole akan kembali malam ini.” ucap Kibum, mengeratkan genggaman tangannya pada Amber saat suami dan wanita simpanan ini mulai berjalan bersama di jalanan ramai kota London. Amber sedikit sedih mendengarnya. Walau dia tahu hari ini akan datang juga.

 

Kibum memasukkan tangan Amber di saku mantel hitamnya karena memang ini sedang musim dingin. Mereka tidak peduli dilihat orang karena tahu mereka sama sekali tak punya keluarga lain disini. Teman kuliah? Tidak jadi masalah. Kibum malah ingin ada yang melaporkan ‘perselingkuhan’ ini sebenarnya.

 

“Kibum..”

 

“Hm?” gumam Kibum, menunggu Amber melanjutkan.

 

“Aku hamil.” Kibum diam. Mencoba mencerna baik kata-katanya.

 

“Jadi, kau akan menikah dengannya?” tanya Kibum. Menghentikan langkah kakinya. Menatap ke sembarang gedung.

 

#Plak

 

Amber menamparnya.

 

“Ini anakmu. Kau gila? Henry akan kecewa kalau dia tahu.”

 

Kibum melebarkan kedua matanya. Dia pikir itu adalah anak Henry. Pikiran yang bodoh.

 

“Kau yakin itu anakku?”

 

#Plak

 

“Kau lupa aku pernah bilang aku hanya tidur dengan satu orang saja seumur hidupku? Apa kau gila Kim Kibum?” Amber mengeluarkan airmatanya dan berlari dari situ. Kibum langsung tersadar dan berlari mengejarnya. Memegang tangan kanannya dan membalikkan badannya. Dia langsung memeluk Amber saat itu juga. Amber menangis terisak. Pemandangan ini disaksikan oleh orang yang lalu lalang di situ.

 

“Aku akan menceraikannya.” Ucap Kibum. Amber langsung mendorongnya.

 

“For God sake, No, Kim Kibum! Kau ingin membunuh Nicole?”

 

“Amber Josephine Liu! Nicole sudah sembuh sesaat setelah keinginannya untuk menikahiku terkabul! Shit! Kau mau aku bagaimana?” teriak Kibum, matanya berair. Dia terlalu frustasi dengan semuanya. Amber tahu, Kibum kebingungan. Pria ini sangat mencintainya dan rela melakukan apa saja untuknya.

 

“Aku.. Aku akan menggugurkan anak ini. Semua masalah selesai. Aku akan menikahi Henry dan kita jalani hidup kita masing-masing. Aku tidak ingin lagi ada yang tersakiti.”

 

“Are u crazy? Kau ingin membunuh anakku? Menikahi laki-laki itu? Tidak ada yang tersakiti? Haha. Amber. Kau baru saja mengatakan hal yang paling konyol di dunia ini.”

 

“Aku tidak peduli, Kibum.” Amber mundur dan berlari. Meninggalkan Kibum yang masih tidak percaya akan keputusan konyol wanita yang dia cintai itu.

 

“Shit Amber jangan lari! Kita belum selesai bicara!” Kibum mengejarnya. Tapi jalanan sangat ramai dengan orang. Sehingga pengejarannya menjadi terhambat. Tanpa sadar, sebuah mobil sedan putih yang menerobos lampu merah menabraknya hingga dia terhempas 6 meter jaraknya.

 

 

***

 

03.00 AM

 

Amber menerima telepon beruntun dari Nicole. Tangannya gemetar. Tidak berani mengangkatnya. Dia hanya mengunci diri di kamar, menangis menenggelamkan wajahnya. Tidak berani mendengar berita yang dia benci. Dia tidak mau mendengar berita kalau orang yang dia cintai sudah tidak ada karena perbuatannya.

 

“Ki.. Kibum.. I’m sorry. I’m really sorry. Kalau saja aku bisa mengulang waktu saat itu. Satu menit saja, cukup untuk berlari kembali dan memelukmu. I’m sorry.. I love you so much. I can’t lose you. “

 

Amber mengambil handphonenya dan membulatkan tekatnya. Matanya yang kini sudah bengkak karena tangisannya berjam-jam kini dia tutup meyakinkan hatinya. Dia kemudian mengetik sebuah pesan singkat untuk pacarnya dan juga sahabatnya dengan jari yang gemetar. Menuangkan segala isi hatinya. Amber langsung menonaktifkan telepon genggamnya setelah itu.

 

Langkahnya tertatih ke kamar mandi. Jantungnya berdegup kencang. Dia membaringkan dirinya di bath up. Masih dengan airmata yang terus mengalir.

 

 

“Aku akan menyusulmu Kibum. Aku ingat janji kita saat sekolah untuk sehidup semati. Maafkan aku, just wait for me.”

 

 

Dan disinilah akhirnya. Amber, mahasiswi gagal yang mencintai suami orang dan sedang mengandung anak orang itu, memotong nadi tangannya dengan pisau, menenggelamkan dirinya dalam bath up.

 

Amber Josephine Liu, bunuh diri pada musim dingin di akhir tahun 2013.

 

 

*

*

*

 

2015

 

“Henry?”

 

“Nicole?”

 

Nicole dan Henry berpelukan saat bertemu di bandara London. Mereka tidak menyangka bisa bertemu lagi setelah semua kejadian tragis menimpa mereka.

 

“Kau datang untuk..” tanya Nicole.

 

“Untuk memperingati hari ini. Aku tidak mungkin melupakannya. Itu kenangan pahit untukku. Untukmu juga.” Nicole tersenyum datar dan mengangguk. Hatinya memang masih berat setiap di ingatkan akan hal itu.

 

“Mau pergi bersama? Aku ingin mampir membeli karangan bunga dulu.”

 

“Well, bunganya akan layu. Tidak akan ada yang merawatnya. Percuma.” Ucap Henry. Nicole tersenyum kecil dan menghela nafas panjang.

 

 

 

 

***

 

 

“Aku tidak mengundangmu, otak udang.” Baru masuk di pintu apartemen, Henry sudah di sambut dengan usiran.

 

“Oh ada wanita pemalas juga rupanya.” Sambung si pengusir itu saat Nicole ikut mengekor dibelakang Henry.

 

“Aku tidak membutuhkan bunga, sudah terlalu banyak bunga disini yang lebih mahal dari itu, dude. Kami tidak akan merawat bunga darimu.” sambung pria itu lagi. Henry hanya menggeleng.

 

“Uncle Henry, Aunty Nicole. Mavin miss you!”

 

Seorang anak laki-laki berumur belum 2 tahun berlari ke pintu masuk. Memeluk Henry yang langsung menggendongnya sambil tertawa. Nicole pun ikut melepas rindu dengan anak ini.

 

“Ya ampun Kim Kibum jangan hanya berlenggang disitu, suruh mereka masuk!” teriak istri pria itu dari dapur.

 

“Haha, Amber. Suamimu membenciku, haruskah aku kembali ke Itali sekarang?”

 

“I Hate Daddy! Mavin hates Daddy!” teriak Mavin sambil menangis mendengar uncle kesayangannya yang selalu mengiriminya hadiah itu akan pulang.

 

“Jeez.. Daddy nya siapa yang di sayang siapa. Ok, Daddy tidak mengusir uncle mu itu. Lihat anakmu Amber! Kalian berdua, masuk. Masakan sudah dingin menunggu kalian. Aku hampir kehilangan selera makan” ucap Ayah Mavin risih.

 

“Ckck. Kibum. Mavin anakmu, bukan hanya Amber. Haha.” Sambung Nicole sambil tertawa. Dia menyusul Amber di dapur dan membantu menyiapkan kue sebagai makanan penutup nanti.

 

Kibum kembali ke sofa dan menonton beberapa siaran tv saat Henry sibuk bermain dengan anaknya.

 

“Aku akan menikah tahun depan. Aku menemukan calon pendamping hidupku.” Ucap Henry tiba-tiba sambil bermain lempar-tangkap bola bersama Mavin di ruang tamu.

 

“Serius? Who’s that lucky girl?” tanya Amber. Memotong beberapa buah-buahan.

 

“Kasian sekali gadis itu, tidak beruntung dalam mencari jodoh.” Ledek kibum dari ruang nonton. Nicole hanya tertawa.

 

“She’s korean. Eunji. She’s pretty.” Jawab Henry. Masih asik bermain.

 

“Congrats, Henry. Sepertinya kau sudah benar-benar melupakan Amber.” Ucap Nicole.

 

“Harusnya memang begitu kan..” sambung Kibum. Amber dan Nicole hanya menggeleng. Orang itu benar-benar tidak mempunyai perasaan.

 

“Dengan sikapmu seperti ini kadang aku berpikir kenapa kau tidak kehabisan darah saja sebelum sampai di rumah sakit, dan Nicole seharusnya tidak menelpon Ambulans sambil berlari ke apartemen Amber karena curiga dengan sms pengakuan dosa dan perpisahan konyolnya itu. Kalau kalian berdua jadi meninggal waktu itu, mungkin dunia ini akan lebih damai.” Canda Henry. Nicole tertawa terbahak-bahak sampai hampir menangis mengingat kejadian menegangkan itu.

Kibum langsung melemparnya dengan Remote dan Amber melemparnya dengan strawberry. Di tambah lagi lemparan bola dari Mavin yang gagal di tangkapnya karena kesakitan dengan lemparan Kibum.

 

“Sialan kau!” teriak Kibum kesal.

 

“Hei! Watch your mouth, Hen. Begini-begini kau pernah mencintaiku.” Sambung Amber.

 

Walaupun hari itu adalah hari ulang tahun pernikahan Kibum dan Amber, sepertinya pertengkaran akan selalu ada antara ke empat orang beda kewarga-negaraan ini. Kapanpun dan dimanapun. Ya setidaknya, tidak akan ada lagi tangisan. Itu yang paling penting. Mereka belajar memberi dan menerima, egois dan mengalah, berusaha dan menyerah. Belajar dari kehidupan untuk mendapatkan kebahagiaan yang sesungguhnya. Kehidupan tidak selalu lurus. Tidak selalu polos dan tidak selalu jahat. Tinggal bagaimana kalian menghadapi tiap rintangan dan teka-tekinya saja. Kehidupan tidak bisa di ulangi walau hanya semenit saja. Tapi, kehidupan bisa berubah bahkan dalam waktu semenit saja. Cerita yang tragis tidak selamanya memiliki sad ending.

 

 

END

 

Panjang? Maaf di luar kontrol. Jelek? Maaf di luar kontrol. Kurangajar? Ya memang saya kurangajar. Its under control. haha So, komen saja ya🙂

 

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , | 10 Comments

Post navigation

10 thoughts on “Winter of Love – One Minute Back

  1. waah ffnya unik dan lucu. ok thor aku tunggu yang lainya !!!

  2. oh damn !!!! i like this fiction so much !!
    and also keyber couple ditambah henry !!!!
    author patty emang favorite deeh bikin fiction di shining effection iniii !!!
    ditunggu yaa ff yg lainnya !!
    keep writing ^^9

  3. Soojung-ah~~

    dae~~bak.. i love it.. mau minstal yg nc jga dong><

  4. Wooaaahhh so fucking good. . . Like this fanfict so much. . . patty real crazy author haha. .you make me feel no other can’t write a fanfiction:-/

  5. anggii

    Wahh bagus bgt ini ff.nya… daebak!

  6. lycheva

    Ddaebak!!! Jjang!!! Gw sampe mewek dipertengahan cerita n sempat terkena heart attack pas tulisan soal amber bunuh diri….
    Tapi setelaah itu malah speechless pas 2015 whats going in??? Ternyata hidup ini memang pilihan, tergantung kita milih yg mana n akhirnya gimana… emang ini ending yg sempurna… setidaknya mereka bisa lebih menghargai hidup setelah sempat hampir kehilangannya.

    Sempurna^^ suka banget KeyBer emang paling dapet feelnya.
    Key emang gitu sifatnya, ceplas ceplos n suka ngotot tapi cinta mati n setia sm amber. Love KeyBer❤

  7. Cerita yang tragis tidak selamanya memiliki sad ending.

    Suka bgt sama kata ini ^^

  8. wow, kereen banget ffnya.
    alurnya susah ditebak, apalagi endingnya itu. like this so much❤
    ada henry dan nicole lagi. mereka sama-sama biasku :3 tapi yg sukaa banget keybernya. ini bener-bener rated yaa😀 ah tapi buagus deeh patty~
    ditunggu karya lainnya, keep writing!

  9. thor please update dong …..
    jeballlll ……
    hehe . gumawooo

  10. jihyunie

    I love this ff so much, baper bacanya especially ada bias ku disitu. Kirain bakal beneran sad ending, bener bener ga ketebak. keep writing ya thor, hwaiting!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: