The Gangster Sisters Chapter 7

the gangster sister'sThe Gangster Sister Chapter 7!

Sebelum baca, saya share link dari 1-6 deh. pasti ada yang lupa. buat chapter sebelumnya, maaf ya kalo ada typo ato aneh soalnya ini ff lama. aq ga pernah bca ulang ff q soalnya. jadi maklum, dulu skill saya cuma standard. lol

Chapter 1

Chapter 2

Chapter 3

Chapter 4

Chapter 5

Chapter 6

 

 

Cast:

Onew (Chase)

Jonghyun (Ty)

Minho (Elias)

Taemin (Nikky)

Victoria

Luna

Krystal

Sulli (Shirley)

 

Rating: PG 13

 

Genre: Action, Romance

 

Author: Patty

 

Parah, ini ff abandoned udah 2 tahun. Pembacanya masih ada aja aku udah ga tahu. Yang jelas aku ga mau ada utang. Aku udh niat bakalan lanjutin ff ini smpe tamat. Tinggal 1 chapter lagi. Aku minta maaf sedalam-dalamnya buat pembaca ff ini. Terakhir kali aku lihat yg komen udh lebih dari 50, jadi aku minta maaf buat para readers itu. Mungkin udah ada yg pada lupa, jadi aku share link part 1-6 nya. JANJI. Kali ini bakal ku share smpe abis secepatnya. Ide udah ada. Tinggal di ketik utk part selanjutnya. Berapapun readers yg masih mau baca, silahkan. Ga masalah🙂

 

 

***

 

Mem-flashback cerita ini, dimana Onew, Jonghyun, Minho dan Taemin adalah sahabat karib yang sama-sama pernah bersekolah di Amerika. Mereka memiliki nama Amerika yang cukup terbilang unik. Chase, Ty, Elias, dan Nikky. Mereka tinggal di apartemen yang saling bersebelahan saat di Amerika. Bisa beladiri.

 

Saat Jonghyun lebih memilih tidak kuliah dan meneruskan perusahaan Ayahnya di Korea, Onew dan Minho meneruskan kuliah mereka di salah satu Universitas terkenal korea dan menjadi mahasiswa yang tampan di masing-masing fakultasnya.

Taemin, sahabat termuda mereka yang baru pindah dari Amerika dan di jemput oleh Minho, Onew, dan Jonghyun,xx tidak menyangka akan bertemu dan bermasalah dengan Choi Sulli di bandara, seorang artis dan penyanyi solo terkenal dengan nama panggung ‘Shirley’.

Choi Sulli memiliki 3 saudara. Mereka semua adalah anak yatim. Victoria adalah kakak tertua mereka, Luna, dan juga adik termuda mereka, Krystal.

Empat bersaudara ini adalah Gangster yang bekerjasama dengan kepolisian. Agak aneh dan tidak masuk akal kalau menyebut nama kelompok ini, tapi mereka disebut dengan Lollipop. Sangat konyol memang untuk nama Gangster yang kehebatannya setara dengan FBI.

Masing-masing dari mereka memiliki kelebihan berbeda-beda yang melebihi manusia biasa dan menguasai beberapa bahasa.

Berbeda dengan Victoria, Luna, dan Sulli yang sangat populer di kampus karena kelebihan dan kecantikan mereka dalam hal Balet, Basket, dan Dunia Keartisan, Krystal adalah mahasiswi kutu buku. Dia hanya menyamar tentunya. Karena kalau dia membeberkan identitas dan wajah aslinya, dia akan sama terkenalnya dengan 3 yang lainnya, dan Krystal benci itu.

 

Waktu berlalu, tak ada yang menyangka empat pria bersahabat itu akan bertemu dengan empat gangster wanita ini dan kemudian menjalani hubungan hari berganti hari. Berbagai misi telah di jalankan oleh para Gangster yang tidak diketahui orang banyak dan hanya diketahui oleh empat pria ini saja, yang pada akhirnya menjadi pacar mereka masing-masing.

 

Misi terakhir inilah, yang membuat semua perubahan terjadi di hidup mereka.

***

 

 

“Please, don’t go!” pinta Taemin, mengeratkan genggaman tangannya pada Sulli.

“I have to go Nikky, ini misi penting. Kau mengerti kerjaanku kan?”

“I’ll go with you!”

Sulli menggeleng cepat mendengar permintaan kekasihnya ini.

“Ini sangat berbahaya untukmu. Andwae.” Ucap Sulli. Tapi Taemin tetap bersikeras dan tidak mau melepas genggamannya dari Sulli. Menatapnya dalam. Sulli membuang nafas pasrah.

“Mianhae, Taemin..” ucap Sulli.

“Untuk apa min…”

#bruukk

Belum sempat melanjutkan ucapannya, Taemin sudah terkapar karena Sulli menyerang lehernya tiba-tiba. Taemin pingsan.

“Mianhae.. kalau tidak begini kau pasti akan bertindak bodoh dan mengikutiku.” Ucap Sulli.

Dia langsung membuka pintu rumahnya dan memasukkan Taemin,menidurkannya di sofa besar mereka. Setelah itu Sulli langsung mengganti kostumnya menjadi kostum gangster mereka dan pergi dari situ.

“Aku pasti akan pulang..”ucap Sulli sebelum dia keluar rumah dan melesat dengan mobilnya.

 

____

 

“Ya, Lollipop. Where are you guys?” panggil Vic lewat jam mereka.

“I’m on the way.” Jawab Sulli.

“Krystal, Luna, jawab!” teriak Vic, tapi tidak ada satupun yang menjawab.

 

“Krystal tidak akan pergi..” ucap Minho tiba-tiba. Vic kaget mendengar suaranya, apalagi Sulli yang sedang menyetir langsung menghentikan mobilnya.

 

“Minho, itu..itu kau?” tanya Vic.

“Apa kalian sudah gila hah? Dia baru sembuh dan mau menyuruhnya bertarung? Tolong kalian jangan libatkan dia dulu.” Ucap Minho. Vic terdiam. Begitupun dengan Sulli.

“Eo..eonni.. mianhae..” gumam Krystal yang dapat terdengar walaupun samar-samar.

“Ya sudah, Minho. Kau jaga dia. Pastikan pintu kamar terkunci dan jangan menerima siapapun masuk diruangan termasuk perawat dan dokter sekalipun. Arasseo?” ucap Vic

“I got it..” ucap Minho. Seketika itu juga Vic langsung mematikan salurannya dari Krystal sehingga yang terhubung hanya dia, Sulli, dan Luna. Sebagai leader dan kakak tertua, dia memang merasa lalai sudah membuat Krystal terluka. Dia tidak mau melibatkannya dulu. Karena bisa saja krystal nekad dan ikut kalau dia mendengar pembicaraan mereka lebih lanjut.

“Eonni.. what should we do now? Luna tidak menjawab apapun.. apa kita berdua saja?” tanya Sulli.

“Mau bagaimana lagi, kita bertemu di markas.” Ucap Vic. Seketika itu juga Sulli langsung menjalankan kembali mobilnya.

 

____

 

 

“ KAU GILA KIM JONGHYUN ! ”

 

Luna berteriak tak karuan sambil menangis terisak. Jonghyun hanya tertunduk merasa bersalah. Seandainya dia tidak menyembunyikannya dari Luna. Seandainya Luna pergi menjalankan misi membantu saudaranya.

 

“A.. Aku minta maaf. Luna.. A..Aku mencemaskanmu dan aku takut terjadi sesuatu padamu.” Pinta Jonghyun sambil memegang kedua pundaknya. Luna menepisnya dan menatapnya penuh kebencian.

 

“Kalau seandainya aku pergi, aku mungkin bisa membantu mereka. Victoria tidak akan mungkin kehilangan kaki kanannya Kim Jonghyun! Kita putus! Lupakan semua yang pernah terjadi, bahkan aku akan anggap aku tidak pernah mengenalmu. Aku tidak mau berpacaran dengan orang yang egois dan hanya mementingkan diriku tapi tidak dengan keluargaku!”

 

Luna menghapus kasar airmatanya dan pergi dari apartemen Jonghyun setelah membanting pintunya. Jonghyun hanya terduduk di sofa dan memukul kepalanya. Menyesali keputusan bodohnya semalam.

 

……………

 

Flashback

 

“Namanya Richard Lindsay, pembunuh bayaran yang berasal dari Santiago. Umur sekitar 40 tahun. Menguasai karate, taekwondo, dan wushu. IQ nya 140 dan sudah membunuh lebih dari 35 orang. Menurut CIA, dia tidak pernah bisa tertangkap karena dia dibantu oleh pejabat.”

 

Victoria dan Sulli hanya saling menatap dan sesekali menghela nafas. Mereka sekarang sedang mengadakan pertemuan dengan para Intel dan kepala polisi untuk menangkap pembunuh bayaran yang memang mengincar para lollipop ini.

 

“Apa kalian yakin hanya pergi berdua saja? Apa kami harus membawa paksa Miss K dan L ? Kami sudah menyiapkan Team 1 untuk membantu kalian.” tanya salah satu polisi. Vic menggeleng cepat.

 

“Anni. Biar kami berdua saja yang menanganinya. Cukup berikan kami semua alat dan senjata yang kami butuhkan. “

 

“Tapi kalian membutuhkan mereka. K adalah ahli strategi dan juga ahli medis, dia bahkan sangat jago dalam beladiri. Dan L adalah penembak jitu. Team 1 adalah orang-orang pilihan untuk misi khusus yang juga memiliki beberapa keahlian. Apa kalian berdua hanya akan mengandalkan bela diri?”

 

“Jangan meremehkan kami berdua!” sanggah Sulli. Para polisi terdiam.

 

***

 

Taemin terbangun karena mimpi yang aneh. Dia tidak bisa menggambarkannya. Dia bermimpi menangis seperti orang gila diruangan gelap saat Sulli memanggilnya sambil menangis tanpa terlihat.

 

“Sulli..” gumamnya. Dia mencoba menghubungi Sulli tapi diluar jangkauan, begitu juga dengan Luna, Krystal dan Victoria. Saat mencoba menghubungi Minho, akhirnya dia mengangkatnya.

 

“Ada apa Nikky?”

 

“Sulli meninggalkanku. Aku bermimpi buruk. Aku takut sesuatu terjadi padanya. Aku takut.. Aku takut kehilangannya. Apa kau tahu dia di mana Elias? Apa Krystal bersamamu?”

 

“Yang aku tahu dia pergi bersama Vic. Aku tidak tahu mengenai Luna. Yang jelas Krystal tidak ku ijinkan ikut karena dia baru sembuh. Mereka memutuskan pager mereka dari Krystal jadi dimana posisi mereka tidak bisa terlacak. Kau tenanglah, mereka manusia hebat.”

 

“Shit..” Taemin langsung mematikannya dan memegang dadanya. Dia merasa dadanya sangat sakit. Airmatanya bahkan mengalir tanpa di minta.

 

***

 

“Wow.. Dua member dengan beraninya menghadapiku. tanpa senjata yang lebih. Haha.. Apa kalian tidak sadar maksud dan tujuan aku ke Korea adalah untuk membunuh kalian?” tanya sang pembunuh bayaran ini saat Victoria dan Sulli memasuki gedung kumuh pinggiran kota. Hanya ada pria itu sendiri di dalam ruangan ini. Membuat percaya diri Vic dan Sulli menjadi sangat tinggi.

 

“Shut up you shit.. Bring it on!” teriak Vic malas meladeni perkataannya dan langsung memasang kuda-kuda. Tidak berbeda dengan Sulli.

 

Pria itu tersenyum licik dan maju mendekati mereka. Meladeni tawaran Victoria. Perkelahian tak bisa di hindari. Pria ini sangat kuat. Tidak disangka dia benar-benar hebat dalam bela diri. Dua lawan satu pun pria ini susah dilumpuhkan. Sesekali Sulli memukul daerah mematikan tapi pria ini hebat dalam menangkisnya. Victoria yang sangat cekatanpun kewalahan. Dia mengambil pistol yang sudah dia siapkan di balik bootsnya tapi ditendang kuat oleh pembunuh itu. Tanpa Sulli sadarpun, pistol yang baru ingin dia ambil dari belakang celananya ternyata sudah berada di tangan pria itu. Wajah Vic dan Sulli kini telah penuh dengan memar. Memang, pembunuh itu juga tak luput dari memar. Tapi saat ini, Sulli dan Vic benar-benar di posisi yang sangat genting.

 

“V, are you okay?” teriak Sulli, sedang kewalahan melawan Richard saat Vic terbaring memburu nafasnya.

 

“Aku tidak apa-apa..” ucapnya. Saat Victoria berdiri dan ingin mendekati Richard dan Sulli yang sedang bertarung, tiba-tiba

 

BAM

 

“Victoria!” teriak Sulli kaget saat mendengar ledakan. Richard tertawa terbahak-bahak melihat kejadian ini. Vic tanpa sengaja menginjak salah satu jebakan yang telah di buat olehnya. Ada bom kecil yang di pasang oleh Richard di dekat pintu masuk. Awalnya dia ingin mereka menginjaknya bahkan sebelum bertarung dengannya, tapi sepertinya 2 orang saudara ini waspada dan tahu kalau ada ranjau disekitar sini. Tapi tidak ada yang menyangka Victoria bisa lalai dan melupakan ranjau tersebut. Dia menginjaknya.

 

Sulli berlari mendekati Victoria yang sudah terkapar tak berdaya. Sulli menangis. Dia meraba lehernya dan ternyata dia masih hidup.

 

“I’m sorry, Vic. I’m sorry…” tangisnya. Tangannya gemetar ingin menyentuh kaki kanan Victoria yang hancur akibat menginjak ranjau itu.

 

“Damn you, Richard!” Sulli berteriak seperti orang gila dan mendekati Richard. Dia menyerangnya dengan membabi buta. Richard tidak menyangka Sulli akan berubah sehebat ini saat marah. Dia kewalahan hingga terbaring di injak-injak dan di pukuli oleh adik yang sedang murka ini. Walaupun keadaannya sudah dihajar habis-habisan, Richard masih sempat-sempatnya tertawa saat Sulli duduk di atas badannya dan memukul wajahnya berulang kali.

 

Dan beberapa saat kemudian,

 

Bukan Richard yang meninggal, melainkan Sulli yang tiba-tiba terjatuh ke samping. Matanya masih terbuka dan mengeluarkan airmatanya. Richard kini tertawa sambil menyeka darah yang sangat banyak keluar dari mulutnya.

Ya, Richard menembak perut Sulli. Bukan hanya sekali, tapi dua kali. Sulli tidak sadar kalau pria ini dari tadi masih memegang pistol bersamanya.

 

“Well, i need to find another sisters.. Bye.. See you in Heaven guys..” ucap Richard dan pergi dari situ dalam keadaanya yang sebenarnya skarat.

 

“Ta.. Taemin..” gumam Sulli. dia terbaring tak berdaya. Menunggu ajalnya mungkin. Darah terus bercucuran dari tubuhnya. Dengan sisa tenaganya dia mengambil handphonenya dan menekan tombol 1, tombol panggilan cepat.

 

“CHOI SULLI DEMI TUHAN KAU DIMANA?” teriak Taemin yang langsung mengangkatnya.

 

“Nikky.. Help me.. I’m dying.. Victoria kehilangan kaki kanannya.. Ple.. Please Help..”

 

“Choi Sulli ada apa denganmu? ya! Jawab aku! Choi Sulli where are you!” teriak Taemin, tapi percuma. Sulli tidak pernah menjawabnya berapa kalipun dia panggil. Taemin langsung menangis dan menghubungi Minho

 

“Choi Minho demi Tuhan kita harus menolong Sulli! dia meneleponku mengatakan dia sekarat dan tidak menjawab pertanyaanku lagi saat aku memanggilnya. Aku tidak mau kehilangan dia. Dia bahkan mengatakan kalau Vic kehilangan kaki kanannya. Krystal harus ikut Minho. Dia ahli medis! Jangan egois, ku mohon. Dia mengaktifkan selulernya. Lacak GPSnya! Aku tunggu kalian di tempat itu! Hurry i’m begging you guys!” Taemin langsung mematikannya dan melesat saat itu juga. Dia menghubungi polisi dan memberitahukan semuanya. Taemin mengendarai mobil sambil menangis, memikirkan kekasihnya.

 

***

 

Minho hanya bisa menatap Krystal cemas saat pacarnya ini bangkit dari tidurnya dan mengganti kostum gangster mereka.

 

“Apa kau yakin?” tanya Minho.

 

“Oh shit Minho kau dengar sendiri Taemin menangis! Saudaraku dalam bahaya. Apa kau ingin aku kehilangan mereka!” bentak Krystal marah. Minho hanya bisa menarik nafas panjang dan mengangguk. Krystal benar.

 

“V, S, L, jawab!!” teriak Krystal di pager, tapi tidak ada yang menjawab. Hubungan pagernya dengan Victoria dan Sulli telah terputus.

 

“Shit!” kesal Krystal karena tidak bisa melacak posisi mereka lewat jam tangan.

 

“Kata Taemin, Sulli mengaktifkan handphonenya. GPS nya aktif. Kita lacak pakai seluler saja.” Ucap Minho. Krystal membuang nafas lega dan berlari dengan cepat keluar dari rumah sakit menuju mobil di ikuti Minho.

 

“Krystal, kau memanggilku?” Krystal terbelalak kaget sebelum membuka pintu mobilnya. Luna menjawab telepon melalui jam tangannya.

 

“Oh damn it Luna are you okay? What about V and S?” tanya krystal cemas.

 

“Wait, ada apa ini? Ada apa dengan Vic dan Sulli?” tanya Luna heran. Krystal melotot kaget. Baru menyadari kalau hanya Victoria dan Sullilah yang pergi menjalankan misi berbahaya itu.

 

“Shit, Luna kau dimana sekarang?”

 

“Aku? Bersama Jonghyun.”

 

“Luna apa yang kau lakukan saat Victoria dan Sulli saat ini sekarat menghadapi Richard si pembunuh bayaran itu! Kau gila? Victoria kehilangan kaki kanannya bodoh! Cepat menyusul! Lacak pager mereka berdua kalau masih tersambung dengan pagermu atau lacak handphone Sulli! mereka sekarat! Secepatnya! Bawa senjata untuk berjaga!” Krystal langsung masuk ke dalam mobil dan Minho langsung melesat setelah mengaktifkan peta GPS nya.

 

“Guys please, be safe!” gumam Krystal dalam hati. Berharap cemas.

 

***

 

~plak

 

Luna menampar Jonghyun yang baru saja keluar dari kamar mandi.

 

“Hebat Kim Jonghyun. Mematikan Pagerku saat dua saudaraku mempertaruhkan nyawa? Hebat! Shit.”

 

“Luna.. Aku.. Aku mencemaskanmu. Aku takut sesuatu terjadi padamu.”

 

“Worried your ass!” bentak Luna.

Flashback End.

 

***

 

Taemin di kagetkan dengan sesuatu saat baru sampai di area itu. Ada mobil yang dia kenal di luar gedung.

 

Tiba-tiba, Seseorang keluar dari gedung dengan muka yang tak bisa di lukiskan. Sedih dan takut.

 

“Chase? Sudah ku duga.” Taemin berlari mendekati Onew yang kini menangis sambil berlari menggendong Victoria. Victoria tak sadarkan diri. Baju serta celananya sobek karena ledakan.

 

“Kenapa kau bisa ada disini? Oh My God Victoria!” ucap Taemin shock melihat kakinya.

 

“Jangan tanya kenapa Taemin! Cepat ke dalam dan bawa Sulli keluar! Kita harus membawa mereka ke rumah sakit sebelum terlambat. Sulli sudah hampir mati. Aku tidak mungkin menggendong dua orang sekaligus.” Ucap Onew di sela isakan. Taemin langsung sadar dan berlari dengan cepat ke dalam gedung tua itu. ‘Sulli sudah hampir mati’ sukses untuk membuat adrenalinnya terpacu. Ketakutannya menjadi. Di lihatnya Sulli tergeletak tak berdaya.

 

“Shirley.. shit.. Apa yang terjadi padamu. Apa yang mereka lakukan padamu.” Tangis Taemin. Taemin meraba denyut nadinya dan itu sangat lemah. Dia memaki dirinya sendiri yang bisa-bisanya dibuat pingsan oleh Sulli dan membuat wanita ini pergi sendiri tanpa perlindungannya.

 

Taemin merobek kemeja putih yang dia kenakan dan langsung melingkarkannya di sekitar area perut Sulli yang terus mengeluarkan darah. Dia tidak ingin Sulli pergi meninggalkannya. Berusaha untuk memberikan pertolongan pertama secepat mungkin. Dia kemudian langsung menggendong Sulli sambil berlari menuju mobil.
“Kumohon Sulli, jangan tinggalkan aku. Kumohon.. “ bisik Taemin sambil terus berlari.

 

Polisi yang tadinya ikut bersama Taemin langsung membantu Onew menuju ke Ambulans Polisi yang juga terparkir bersama mobil yang lainnya. Onew bersyukur karena Taemin memanggil polisi. Victoria langsung dibaringkan di mobil ambulans dan beberapa perawat langsung memasangkan infus dan beberapa peralatan lainnya.

 

“Kaki kanannya hancur. Harus segera di tanggulangi atau akan berdampak pada badannya. Dia harus di amputasi.” Ucap salah satu Suster kebingungan. Memang tak ada dokter. Hanya para perawat saja.

 

“Sial, kita butuh Krystal.” Gumam salah satu polisi. Onew gemetar mendengarnya. Hatinya juga sakit. Kalau saja dia langsung masuk untuk melihat apa yang di lakukan Vic, mungkin ini tidak akan terjadi. Dia bisa saja membantunya. Dia merasa bodoh membututi Victoria tanpa melakukan apa-apa. Padahal dia sudah tahu Victoria dan Sulli hanyalah perempuan. Dia berpikir Victoria dan Sulli sudah cukup untuk melawan penjahat.

 

“Polisi, kalian sudah datang? Bagaimana? Dimana Vic dan Sulli?” terdengar Krystal mendekati polisi yang berdiri di dekat Ambulans dan mendiskusikan sesuatu.

 

“Dia di ambulans. Syukurlah kau datang. Kami membutuhkanmu!”

 

“Krystal please hurry up!” Onew keluar dari Ambulans dan menarik Krystal untuk masuk. Sang adik termuda ini langsung menangis melihat keadaan pemimpin mereka yang kakinya hancur ini.

 

“Omo.. Onew.. Apa yang terjadi padanya?” Tanyanya menutup mulut tak percaya dan setengah menyalahkan diri sendiri.

 

“Kita tidak punya waktu. Kau membawa alat medis lengkap? Tolong… tolong..ah.. shit.. tolong amputasi Vic. Sebelum terlambat!” pinta Onew. Terlihat matanya berair. Tidak tega sebenarnya harus menyuruh orang memotong kakinya kanan kekasihnya.

 

“Onew, Kau mahasiswa kedokteran! Kau bantu aku melakukannya!” Pinta Krystal.

 

“Aku.. Aku tidak berani. Aku takut menyentuhnya. Kumohon Krystal. Kalau terjadi sesuatu padanya aku akan membunuh diriku sendiri. Walau kau bukan mahasiswa kedokteran, kau lebih hebat dariku. Jadi ku mohon.” Pinta Onew dengan mata berair.

 

Krystal langsung menutup mata berusaha untuk mengusir rasa bersalahnya dan fokus untuk menyelamatkan saudaranya yang sekarat ini.

 

“Suster ambilkan semua alat dimobilku!” teriaknya.

 

“Ini alatnya Krys..” Minho datang dan langsung meletakkan semua kotak peralatan operasi yang Krystal bawa.

 

“Onew, Minho, kalian keluar. Perawat, kalian ganti pakaian kalian dan sterilkan semua peralatan yang akan kita gunakan dengan alkohol, sekarang!” perintah Krystal. Onew dan Minho langsung mengikuti perintah dan keluar dari ambulans. Membiarkan dan mempercayakan Krystal menangani Victoria.

 

“Tolong Sulli! kumohon! Nadinya melemah, darahnya terus saja keluar!” teriak Taemin tak karuan. Beberapa polisi langsung mengeluarkan kasur lipat darurat dan membaringkan Sulli di luar ambulans.

 

“Victoria masih di operasi. Kita harus menunggu!”

 

“SHIT SULLI DITEMBAK, POLISI SIALAN KITA TIDAK BISA MENUNGGU!” teriak Taemin. Minho langsung menenangkan Taemin dan Onew hanya bisa meremas kepalanya sendiri. Dia bingung dengan semua keadaan ini. Dia merasa seperti orang pengecut. Tidak pantas jadi dokter.

 

“Oh Tuhan Sulli!” Luna datang sambil menangis. Tidak ada Jonghyun. Dia hanya datang sendiri. Polisi menjelaskan keadaan saat ini padanya dan dia hanya bisa menangis. Luna tersadar dan langsung mengetuk pintu ambulans.

 

“Krystal, buka! Sulli hampir mati! Keluarkan peralatan operasi! Kita harus menghentikan pendarahannya! Biar aku yang melakukannya!” teriak Luna. Perawat membuka pintu masih dengan menggunakan masker dan sarung tangan.

 

“Dokter K menyuruh Miss S dimasukkan ke dalam ambulans. Miss L diminta untuk membantu mengoperasi untuk menghemat waktu. Miss L bisa memakai pakaian operasi di dalam.”

 

“Hurry, Luna!” teriak Krystal dari dalam. Luna langsung naik ke dalam mobil dan Minho serta Taemin membantu polisi mengangkat kasur Sulli ke dalam Mobil sebelum akhirnya mereka keluar kembali. Pintu ambulans kembali di tutup. Beruntung ambulans polisi ini berukuran besar sehingga memungkinkan dua pasien berada di dalam.

 

“Kumohon, Krystal… Selamatkan mereka.” gumam Taemin. Dia begitu cemas. Di sisi lain. Onew hanya bisa terduduk dan melipat tangannya, berdoa.

 

Tiba-tiba satu perawat keluar dengan buru-buru.

“Siapapun yang bergolongan darah O tolong mendonorkan darah secepatnya. Kita butuh 3 kantung darah, Miss S kehilangan banyak darah setelah operasi!” teriak sang perawat.

 

“Aku! Ambil darahku!” ucap Taemin cepat.

 

“Tapi anda tidak akan mampu mendonorkan tiga kantung, tuan!”

 

“Biar aku dan polisi mengisi kantung yang lainnya!” ucap Minho tiba-tiba. Taemin langsung tersenyum lega. Salah satu polisi yang bergolongan darah O pun menawarkan dirinya. Perawat itupun langsung menyuntik, mengambil darah mereka satu per satu. Setelah memakan waktu cukup lama mengambil darah, sang perawat langsung kembali masuk kedalam mobil dan menutup pintunya. Taemin, Minho, dan salah satu polisi yang langsung di berikan vitamin untuk daya tahan tubuh hanya bisa berdoa agar darah mereka bisa bermanfaat untuk Sulli. sedangkan Onew hanya bisa terus berharap Victoria akan segera sadar.

 

 

1 jam kemudian,

 

Pintu ambulans di buka, Krystal dan Luna keluar, membuka masker dan baju operasi mereka, dan membuang nafas panjang. Menangis. Taemin langsung mengguncang-guncangkan badan Krystal. Onew pun berlari mendekati Luna.

 

“Krystal jangan bilang padaku Sulli meninggal! Ku mohon!” teriak Taemin.

“Bagaimana dengan Vic, Luna?” tanya Onew lemas. Takut tentang arti tangisan mereka.

 

“Taemin tenanglah! Kau menyakiti Krystal” ucap Minho, memisahkan mereka.
“Victoria sudah melewati masa kritis. Tapi dia belum sadarkan diri. Dan Sulli, kami sudah berhasil mengeluarkan dua peluru yang bersarang di dalam perutnya. Tapi, dia masih kritis. Kita perlu membawanya kerumah sakit sekarang juga.” Ucap Krystal. Dia kelihatan sangat lelah bercampur sedih. Taemin hanya bisa menangis dan berharap Sulli akan bertahan.

 

 

 

***

 

 

Beberapa jam kemudian, di rumah sakit.

 

 

“Sudahlah Onew, kau jangan menyalahkan dirimu sendiri. Aku malah akan lebih memarahimu kalau kau datang dan ikut campur. Orang itu berbahaya.” Ucap Victoria, masih dalam keadaan lemah terbaring di rumah sakit.

 

Ada Onew disampingnya memegang erat tangannya dan terus menatapnya cemas. Minho dan Krystal kembali ke ruang rawat inap Krystal karena setelah memberikan perawatan pada Victoria dan Sulli, Krystal drop. Tekanan darahnya melemah. Dia terkena anemia. Mengharuskan dia untuk beristirahat lebih lanjut.

 

“Tapi kakimu.. kau seorang penari, Vic. Aku.. Aku minta maaf. Aku bahkan tidak pantas untuk menjadi dokter. Aku tidak berani menolongmu. Aku takut memotong kakimu. Aku..”

 

“Tidak apa-apa. Ini resiko pekerjaan ini, bahkan matipun adalah sebuah resiko. Chase, it’s.. it’s okay if you want to leave me. Kau berhak bersama dengan wanita yang selalu hidup bersamamu, bukan denganku. Aku cacat.” Gumam Vic. Menatap Onew dengan berkaca-kaca.

 

“Kau gila? Meninggalkanmu? Aku mencintaimu kenapa aku harus meninggalkanmu. Bodoh! Jangan bicara hal aneh lagi. Kau harus istirahat.” Ucap Onew dan langsung bangkit dan mengecup keningnya cukup lama sebelum akhirnya meninggalkan Vic, membiarkan dia beristirahat. Sesampainya di luar, Onew menangis terisak. Begitu sakit melihat kekasihnya harus bergumul dengan kakinya. Seorang gadis yang begitu mencintai balet lebih dari apapun juga harus kehilangan salah satu kakinya. Onew hanya tidak tahu, Victoria sedang menangis terisak merasakan perih di kaki, terlebih di hatinya. Menyesali ke-sok-hebatannya. Menyesali kehilangan kakinya yang sangat berharga. Kaki seorang penari balet terkenal. Kakinya sendiri.

 

***

 

Di ruangan lain, Taemin sedang memegang erat tangan Sulli sambil terus berdoa. Menurut dokter, Sulli masih kritis. Belum diketahui kapan dia akan siuman. Luna sudah berulang kali menyuruh Taemin pulang dan beristirahat tapi di tolaknya.

 

“Kau pergilah Luna, aku tahu kau sedang bertengkar dengan Jonghyun. Dia mengirim pesan padaku. Dia sangat menyesal. Dia tidak berani masuk ke dalam rumah sakit dan hanya bisa menunggu di depan gedung karena takut kau akan meneriakinya disini. Dia mencemaskanmu. Temui dia, maafkan dia. Kumohon. Aku sahabatnya, dan aku mengerti posisinya. Aku tahu dia salah, tapi bukan itu maksudnya. Sulli juga pasti tidak suka sahabatnya mempunyai masalah seperti ini.” Ucap Taemin saat Luna masih saja berdiri dengan cemas menunggu Sulli sadar.

 

“Taemin, dia salah! Dia tidak memberitahukanku tentang semuanya. Kalau saja ada aku disana, Vic dan Sulli tidak mungkin..”

 

“Jangan dibahas! Tolong. Semuanya sudah terlanjur. Jangan membuat pikiranku lebih kacau. Yang harus kita lakukan adalah mendoakan Sulli agar cepat sadar, bukannya membahas masalah yang sama. Pergi, kau harus istirahat dan makan, Luna.” Ucap Taemin. Luna hanya bisa membuang nafas mengerti dan akhirnya meninggalkan Taemin di ruangan itu.

 

“Sulli, cepatlah kembali. Aku membutuhkanmu..” ucap Taemin pelan sambil terus mengelus tangannya.

 

 

To Be Continued~

 

 

Sekali lagi maaf buat 2 tahun vakum The Gangster Sisters. Terlalu banyak alasan kalau aku harus ngejelasin ke kalian. Alasan yang ga bisa dipertanggung jawabkan. Jadi untuk kalian yang masih mau membaca ff ini, dan merasa ff ini patut utk dilanjutkan kembali, tolong komennya. Kemungkinan Chapter selanjutnya adalah chapter terakhir, jadi komen ya please🙂

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | Tags: , , , | 15 Comments

Post navigation

15 thoughts on “The Gangster Sisters Chapter 7

  1. Mila Minstal Sari

    bener2 nich ff bikin tegang dan nunggunya ampe lumutan..heee
    tapi untung d lanjut..penasaran n endingnya…ff yg waktu post nya melebihi drama korea…ggkggkk

  2. berliyana

    sakit hati, geregetan, sedih bercmpur jdi satu thor. Sakit hati krna jonghyun, geregetan nungguin sulli siuman dan sedih liat victoria caca😥

  3. abaikan

    Kok aku malah ngakak sih bagian JongNa nya?=)))))

  4. akhirnya dilanjut ya. aku agak campur aduk baca chapter ini ya. untuk masalah jongna, serius aku bingung harus nyalahin siapa ya. jonghyun kayaknya bener, luna juga kayaknya bener, ah molla.
    sulli, victoria kasian semuanya.
    ditunggu kelanjutannya, keep writing~

  5. Jungie

    Campur aduk ngebacanya…
    Enggak tahu harus ngomen apa2…

  6. Nyaaak~ buat Ontoria happy ya nyaak… entahlah.. feel ku acak”an bacanya. Tapi ini seru banget masa…
    Next Author-nim~

  7. sudah 2 tahun menunggu ff ini -_-)b
    hasilnya tidak mengecewakan, malah bikin tegang + degdegan. Semoga si Sulli cepat sadar :3

  8. novie

    lanjut

  9. sediiiiiihhhh banget tau victoria jadi gitu😦 kasian juga sulli belum bangun”😦
    buat chap selanjutnya please bikin happy ending buat semuanya ya ??🙂

  10. haraetaem

    yang udah ditunggu sejak lamaaaa akhirnya eon u,u yaampun menegangkan , part 8 ditunggu bgt jgn kaya sebelumnya yaaa

  11. Mae

    Huhu sdih bnget ps bcax,ne ff bner2 bsa bkin orng mewek….dtnggu part slnjutx ya thor?

  12. Anggra

    Sedih…….. Tapi bagian nyeseknya itu ontoria. Ya ampun vic sampe harus kehilangan kaki. Demi apapun, dia balerina dan cacat,hueeeee sedihnya. Buat jongna. Kasian jjong dikacangin sama luna, tapi aku juga bingung harus support yang mana??? Ditunggu lanjutannya

  13. akhirnya ,,, kriting nunggu ff ini d update ,,, part akhir hrus klimax y …

  14. next eboni
    cerita nya makin seru
    udah lama nunggu

  15. trifani lis p

    hai aku readers baru, maaf baru bisa comment di chap ini doang… tapi beneran ff ini bagus bangettt lanjutannya cepet yaa…. keep writing….. fighting!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: