Flames of Krystalized [2/2]

Flames of KrystalizedFlames of Krystalized [2/2]

Cast:
Choi Minho x Jung Krystal

Genre: Romance, Comedy

Rating : Mature

Author: Patty

Tokoh dalam cerita ini bukan milik saya. Tapi, ceritanya murni buatan saya.

~~~

“Oppa, aku sudah ada di depan hotel.”

“Oh ya? kau tepat waktu sekali Krystal. Maaf aku ketiduran. Kau masuklah dulu sambil menungguku mandi. Kamarku nomor 213. Aku akan menghubungi receptionist agar kau di ijinkan masuk.”

“Ta.. Tapi Oppa-”

Belum selesai Krystal berbicara, Minho sudah memutuskan sambungannya. Krystal menggigit bibir bawahnya dan meremas dress nya kuat. Dia gugup. Sekagum-kagum nya dia pada lelaki itu, tidak benar bagi seorang wanita masuk ke kamar pria. Apalagi itu adalah kamar hotel. Krystal menggelengkan kepalanya dari pemikiran yang tidak-tidak dan kemudian melangkahkan kakinya masuk.

Beberapa saat kemudian, Krystal sudah berada di depan pintu kamar Minho. Dia menekan belnya dan tidak hitung detik, Minho sudah membuka pintunya lengkap dengan senyum garing dan menggaruk kepalanya malu dengan tampang bangun tidurnya yang bahkan tanpa make up. Sesaat Krystal tertawa kecil melihat tingkah biasnya yang begitu terlihat bodoh.

“Em. Apa tidak apa-apa kau menungguku mandi dulu?” tanya Minho tidak enak.

“Tidak apa-apa, oppa.” Jawab Krystal. Senyum tercantum di wajah Minho mendengar kata Oppa itu lagi.

Minho membuka lebar pintunya dan mempersilahkannya masuk. Gadis ini masuk mendahului Minho dengan berjalan pelan. Minho diam-diam menatap Krystal dari belakang. Gayanya betul-betul berbeda 180 derajat dari pertama kali dia bertemu di bandara. Gadis ini menggunakan dress putih floral tali spagethi dengan sandal coklat yang memiliki banyak tali. Krystal memiliki bahu yang rata dan tulang bahunya terlihat indah. Kulitnya juga putih bersih. Saat Krystal membalikan badannya dan menatap Minho yang belum juga menutup pintu karena sibuk mencermatinya, Minho langsung membuang pandangannya ke objek lain dan kemudian menutup pintunya. Malu ketahuan mengamati.

“Kau akan berada di San Fransisco sampai kapan, Oppa?”

Tanya Krystal, memecah keheningan. Minho menatap Krystal sejenak dan tersenyum. Mereka melangkahkan kaki bersama ke dalam dan Minho langsung menuju dispenser untuk membuatkan Coklat panas untuknya.

“Belum tahu. Mungkin beberapa hari lagi. Karena aku ada jadwal dengan SHINee, manajer bisa memarahiku kalau berlama-lama.”

“Kau ada Japan Arena Tour, Oppa. Dan itu lusa di Yokohama.” sambung Krystal. Minho menatapnya lalu tertawa kecil.

“Ah. Aku lupa kau adalah fansku.” Ucapnya sambil menyeduh coklat yang dibuatnya.

Krystal duduk di sofa besar yang berhadapan dengan kasur dan meremas-remas ujung dressnya. Lagi. Sebenarnya, perkataan Marry tadi sebelum Krystal kesini belum pernah hilang dari pikirannya.

“Berikan virginmu pada idolamu, ayolah Krystal. Sekali seumur hidup”

Krystal ingin sekali merutuki Marry untuk otak kotor yang di tanamkannya. Tapi, Marry benar-benar belahan jiwanya dan memang kepribadiannya sudah seperti itu. Sikapnya yang blak-blakan dan terkadang gila kadang juga membuat Krystal gila.

“Ini minumlah, aku mandi dulu ya. Sebentar saja kok.” Ucap Minho. Dia membuka lemarinya dan menyiapkan segala pakaian yang akan dia pakai kemudian meletakannya di atas tempat tidur. Krystal hanya memegang cangkirnya dan menatap kegiatan Minho. Sampai akhirnya Minho melepas baju kaosnya saat itu di depan mata Krystal dan membuat gadis ini menumpahkan coklat panas itu di bajunya sendiri karena gugup.

“Agh! Panas!”

“Omo Krystal!”

Minho langsung mendekatinya dan berjongkok didepannya.

“Kau tidak apa-apa?” Krystal hanya menatap Minho dengan gugup. Minho berdiri dan mengambil tisue kemudian kembali dan duduk di samping Krystal. Berusaha menghilangkan noda di pakaian putih Krystal masih dengan keadaan ‘tanpa baju’. Abs nya terlihat. Badannya begitu indah di mata Krystal. Sesuai dengan ‘pengetahuan’nya selama ini. Pipinya kini merah merona karena saat ini Minho terus saja menyentuh bagian dada dan pahanya. Lebih tepatnya menyentuh dressnya karena coklatnya tumpah di bagian-bagian itu. Krystal malu. Belum lagi hantu Marry terus saja melayang-layang dipikirannya.

“Hey.. Kenapa diam?” tanya Minho.

Dia menghentikan aktivitasnya dan menatap Krystal. Tangannya masih berada di dada Krystal. Krystal menatap bibir Minho yang sedikit terbuka. Mukanya tidak bisa berbohong. Dia sedang memikirkan ucapan Marry. Minho mengerti tatapan Krystal.

Tanpa kehendak Krystal, tanpa aba-aba, dan tanpa di sangka, Minho langsung menempelkan bibirnya dengan bibir Krystal. Krystal melotot kaget. Jantungnya serasa ingin copot saat itu juga.

“MARRY, CHOI MINHO MENCIUMKU”

Itu adalah kata yang ingin keluar dari mulut Krystal saat ini. Tetapi dia berusaha untuk menutup kegugupannya dengan menutup matanya.

Choi Minho POV

Aku menciumnya. Ya Tuhan aku mencium gadis ini. Aku tidak tahu setan apa yang masuk di pikiranku. Saat melihat dadanya dan saat dia menatap bibirku, aku pikir saraf otakku sudah tidak bisa memerintahkan otot dan tubuhku yang bekerja sendiri. Dapat terasa dia shock dengan aksiku. Dia diam. Bahkan tidak mendorong tubuhku. Aku menatapnya dan dia menutup mata. Apa dia menyukainya? Dan, Kenapa jantungku berdetak secepat ini?

Aku mulai menggerakan bibirku berulang kali. Jujur, bibirnya terasa begitu manis. Okay, aku mungkin melebih-lebihkan. Tapi ini terasa begitu menyenangkan. Aku ingin terus menempelkan bibirku pada bibirnya. Aku tersenyum saat dia mulai menggerakkan bibirnya juga. Dia menyukainya. Dia menerimanya. Thank’s God aku bukan pria yang memaksa orang lain.

Aku mulai menyandarkannya di sofa dan menindihnya. Kami masih terus berciuman, kali ini dengan tempo cepat. Aku akui aku sudah tidak tahan. Aku menggunakan lidahku. Sudah lama sejak aku berciuman dengan seseorang. Mantan pacarku, seorang trainee, dulu. Dan berciuman dengan Krystal adalah hal yang paling indah sejauh ini. Krystal meresponnya. Dia menggunakan lidahnya dan kini tangannya berada di kedua dada polosku. Aku pikir dia akan mendorongku, tapi dia malah menjalarkan tangannya ke perutku. Oh Tuhan wanita ini.

Saat aku turun dan mencium lehernya, dia mendesah pelan. Ya Tuhan ampuni aku. Aku tidak bisa lagi menahan nafsu ini. Aku terus memberikan bekas terbaik di lehernya dan dia terus saja mengelus punggungku dengan kedua tangannya. Dengan penasaran, aku memasukan tanganku di balik dressnya masih dengan menikmati lehernya. Dia menggeliat geli sedikit dan mendesah saat tanganku sampai di payudaranya yang terbungkus bra. Demi Tuhan aku tidak tahan lagi, ini pertama kalinya untukku.

Tiba-tiba kesadaran hinggap di pikiranku saat sedang menikmati lehernya.

~Choi Minho, gadis ini fansmu. Kalian tinggal di negara yang berbeda. Kau hanya disini selama tiga hari. Kau akan menyakitinya kalau seperti ini.~

***
Minho tersadar dan melepas ciumannya. Dia mengeluarkan tangannya yang meremas payudara Krystal dan memburu nafasnya. Dia segera berdiri dari badan Krystal dan duduk di kasur.

“Ma- Maaf. Aku lancang.”

Krystal langsung memperbaiki posisi duduk dan juga pakaiannya. Dia juga memburu nafas. Wajahnya masih memerah. Lehernya pun memerah karena beberapa bekas ciuman dan gigitan Minho. Bibirnya bahkan masih basah.

“A.. Aku pun minta maaf, Oppa. Ini salahku. Kalau saja aku tidak menumpahkan-”

“Ini salahku Krystal, bukan kau. Aku lancang melakukannya padamu. Hanya karena keinginanku sendiri.”

“Aku juga menginginkannya, Oppa. Kau tidak salah.” Sangkal Krystal malu sambil menunduk.

Minho menatap Krystal dalam.

“Maaf kalau misalnya kau punya pacar dan aku sudah membuat-”

“Aku tidak punya pacar, Oppa” potong Krystal. Kini berani menatap Minho. Minho senyum sepintas mendengar fakta itu. Entah kenapa dia senang mendengarnya.

“Kalau dia memberikan respon positif padamu, berarti dia menyukaimu. Tidak usah malu. Ayolah! Kau orang Amerika. Tidurlah dengannya. Ini kesempatan sekali seumur hidup. Dia menyuruhmu menjemputnya di hotelnya itu artinya dia menginginkanmu masuk ke kamarnya kan? pakailah dress yang gampang untuk di buka, pakaian dalam senada. Kita di Amerika Miss. Mempertahankan Virgin itu sudah tidak jaman. Kau sudah di umur yang terlalu tua untuk stay virgin. Ingat, dia idolamu. Kapan lagi?”

Krystal di butakan oleh ucapan sesat sahabatnya. Dia menelan ludah. Dipikirannya saat ini adalah memberikan segalanya untuk biasnya. Tidak peduli ini hanya hubungan semalam, asalkan dia sudah merasakan tidur dengan idolanya dan membahagiakannya itu sudah cukup. Toh dia tidak berpikir untuk menjadi wanita yang cari sensasi dan datang menemui Minho di Korea, mengaku hamil, dan menghancurkan karirnya.

***

Krystal berdiri dan Minho menatap ke atas, ke arahnya. Dia berpikir Krystal akan pergi karena marah. Tetapi tindakan Krystal selanjutnya membuat Minho menganga. Krystal melepas ikatan kedua tali dressnya dan melucutinya. Tertinggal bra dan celana dalam yang dipakainya. Minho masih tidak mengerti perbuatan Krystal.

“Krystal? Kau-”

“Lakukanlah Oppa. Tidak apa-apa. Aku juga menginginkannya. Aku tidak ingin membuat Oppa menyesal. Lihatlah kau sudah menegang.” Ucap Krystal kini tanpa malu menunjuk ke arah di balik boxer Minho yang memang sedari tadi berdiri.

“Oh sial.” Minho menutup matanya malu dan membuang nafas berat. Diapun berdiri dan menarik Krystal. Mendorong gadis ini ke kasur. Dia menindih badannya dan menciumnya dengan segala perasaan yang kini menggerogoti hatinya. Dia menginginkan wanita ini.

***
20 menit kemudian.

“Oppa, Ah.”

“Oh sial Krystal, aku ingin keluar lagi.”

Beberapa kali Minho memasuk-keluarkan barangnya dari belakang pada vagina Krystal yang kini membelakanginya di atas kasur. Pantat mulusnya terus berbunyi karena hentakan kuat Minho.

“Ah. Krystal, oh-”

Minho menutup matanya, membuka mulutnya, mendesah kuat. Krystal langsung terbaring lemah di atas kasur dan Minho menindihnya setelah berorgasme. Dia berguling ke samping Krystal, menatap wanita yang baru saja dia tiduri ini. Krystal kini mengatur posisi tidurnya dan kini menatap Minho.

“Oppa, kita sudah-”

“Aku tahu. Maafkan aku. Dan terima kasih mau melakukannya untukku.” Minho menariknya ke dalam pelukannya.

“Kita seharusnya makan malam di rumah Tantemu.” Ucap Krystal pelan. Minho tertawa sambil menutup mata. Dia mengantuk.
Senyum kecil terukir di bibir Krystal. Dia tidur dengan seorang Choi Minho. Biasnya seumur hidup. Dia tidak menyesali apapun. Dia tahu fakta kalau dia dan Minho tidak mungkin bersama.

~
Jam menunjukkan pukul 12 malam. Handphone Krystal berdering berulang kali. Krystal terbangun dan menatap ke samping, tidak ada Minho disana.

“Hello, Mom. Oh mian aku menginap di rumah Marry. Biasa, bergosip dengannya-“

Tiba-tiba pintu kamar mandi terbuka dan Minho keluar dengan handuk yang melingkar di pinggangnya. Dia menatap Krystal sambil tersenyum. Wajah krystal memerah mengingat kejadian yang sudah mereka lakukan beberapa jam yang lalu. Bibirnya terbuka lebar saat menyadari dia duduk di ujung kasur tanpa busana sehelaipun dan Minho sudah melihatnya dari tadi. Segera dia melompat ke tengah kasur dan menutupi badannya dengan bed cover. Minho tertawa kecil. Gadis ini sangat manis dan lucu.
Krystal terus berbicara dengan Ibunya sambil Minho memakai pakaiannya. Sesekali Krystal mencuri pandang pada Minho yang sedang berada di pinggir kasur. Dia tidak sadar Minho bisa melihatnya dari cermin yang ada di dinding dan membuat pria ini tertawa di dalam hati.

“Iya aku tahu, besok aku akan langsung pergi kuliah. Iya iya. Baju ku banyak di rumah Marry. Hmm. Bye.” Krystal mengakhiri panggilannya dan kini tertunduk malu.

“Jadi kau akan menginap di sini kan?” tanya Minho sambil tersenyum. Berharap. Dia naik di atas kasur dan membuka bed covernya tiba-tiba. Krystal kelabakan dan hal itu membuat Minho tertawa terbahak-bahak.

“Mandilah sana. sambil aku menyuruh petugas hotel mengganti spreinya.” Ucap Minho sambil mengelus rambut Krystal yang dari tadi hanya diam karena malu.

“Jangan malu begitu. Kau cantik. Kau luar biasa. Bahkan badanmu indah. Tidak perlu kau tutupi seperti itu. Mandilah, ada handuk kering di kamar mandi.” Suruh Minho.

“Berbaliklah Oppa, aku akan berjalan ke kamar mandi.” Pinta Krystal. Minho tertawa namun mengikuti perintahnya. Bukan berjalan, Krystal berlari menuju kamar mandi. Tapi Minho sempat menatapnya dari belakang sambil tersenyum.

“Aku tidak menyangka aku melakukannya dengan penggemarku. Wanita yang cantik, polos, dan memiliki badan yang luar biasa. Aku, aku menginginkannya jadi milikku. Oh Tuhan, aku sudah menyukainya? Bagaimana ini. Choi Minho kau membuat kesalahan besar. Kau tidak seharusnya datang di Amerika.” Gumam Minho panik.

~
Beberapa saat kemudian, setelah petugas hotel mengganti sprei nya, handphone Minho berdering membuyarkan dia dari pikirannya tentang Krystal.

“Jinki Hyung?”

“Hayoung sudah ada di korea. dia sudah menjelaskannya pada perusahaan dan meminta maaf.”

“Loh? Kemarin dia masih ada disini. Dia berjanji akan ke korea bersamaku. Dasar anak itu.”

“Dia diterima casting di salah satu drama. Jadi dia di panggil tiba-tiba. Adikmu akan jadi artis tuh.”

“Mwo? Sialan anak itu. Dia tidak pernah menceritakannya padaku. Sudahlah. Yang penting dia sudah menurutiku dan berbuat hal yang benar.” Ucap Minho lega.

“Bukan Cuma itu. Ada masalah baru. Dia bilang pada wartawan kau homo.” Ucap Jinki sambil menyengir kecil.

“Apa? Anak itu benar-benar tidak puas ya cari gara-gara!”

“Haha, Sudahlah. Wartawan tidak percaya padanya. Oh iya besok kau harus pulang. Lee Soo Man songsaengnim menanyakan keberadaanmu. Aku terpaksa harus berbohong. Lusa kita ada konser jadi jangan macam-macam.” Ucap Onew. Minho membuang nafas panjang. Menggaruk kepalanya frustasi.

“Baiklah hyung aku mengerti. Aku akan pulang besok.”

“Baguslah kalau begitu. Aku tunggu.” Ucap onew sebelum memutuskan sambungan.

“Krystal.”

Minho menatap Krystal yang berdiri di depan pintu kamar mandi dengan handuk yang melingkar di tubuhnya. Gadis ini menangis.

Minho berdiri dan mendekatinya dengan cemas dan perasaan bersalah. Krystal mundur dan tersenyum.

“It’s okay, Oppa. Aku tidak akan melarangmu pergi. Aku hanya fansmu. Aku tidak marah, sungguh.” Ucap Krystal. Menghapus airmatanya sendiri.

“Aku hanya, senang bisa diberikan kesempatan bertemu denganmu. Aku benar-benar senang. Aku tidak berharap lebih. Aku tahu kita berbeda, Oppa.” Ucap Krystal masih dengan mata yang berkaca-kaca. Minho kehabisan kata-kata. Dia tidak tahu harus mengatakan apa. Dia seolah membisu.

“Ah. Oppa, aku akan tidur di rumah Marry. Dia menghubungiku tadi. Hehe boleh aku meminjam bajumu yang besar? Dress ku kotor sih.”

Minho menatapnya dalam. Dia tahu Krystal berusaha menghindarinya kali ini.

“Tidurlah disini malam ini. Aku akan berangkat besok pagi. Ini sudah tengah malam, Krystal. Jangan menjauh hanya karena marah padaku. Ku mohon. Aku akan merindukanmu nanti.” Ucap Minho dan kini mendekat, memegang kedua pipinya. Merasa bersalah.

“Maaf, aku telah menghilangkan keperawananmu dan malah meninggalkanmu. Aku bahkan bingung dengan perasaanku saat ini. Aku-”

~cup

Krystal mengecup bibirnya dan tersenyum.

“Tidak apa-apa Choi Minho, aku benar-benar senang bisa berbagi denganmu. kau idolaku. Itu cukup.”

“Menginaplah disini malam ini, ku mohon.” Pinta Minho sambil melekatkan dahi mereka berdua kemudian diakhiri dengan memeluk badan wanita yang masih basah ini. Krystal menutup matanya menenangkan hatinya yang mulai terasa aneh. Tapi dia tersenyum.

“Kalau begitu bajunya mana? Aku bisa masuk angin.” Gumam Krystal. Minho melepas pelukan mereka dan tersenyum mencubit hidungnya. Dia mengambilkan Krystal kemeja birunya yang agak besar dan akhirnya malam itu mereka melanjutkan istirahat bersama. Krystal menenggelamkan badannya di pelukan Minho. Ingin menikmati mimpi ini untuk terakhir kalinya. Hidup bersama Idola sendiri. Sedangkan Minho, masih berkutat dengan keadaan hatinya sambil terus menerus mengecup ujung kepala Krystal yang kini sudah tertidur pulas.

“Apa aku sudah mencintainya?”

***

~Good Morning Jung Krystal. Tidurmu nyenyak? Maaf tidak membangunkanmu. Aku tidak berani membangunkanmu. Aku takut kau akan menangis melihatku pergi. Maafkan aku yang sudah melakukan semua hal itu padamu. Mungkin suatu saat kau akan menyesalinya, jadi aku minta maaf. Krystal, kau adalah fans pertama yang membuat dadaku berdegup kencang. Aku serius. Kau sangat cantik saat pertama kali aku melihatmu. Aku tidak percaya aku bisa mempunyai penggemar yang seperti kau. Cantik dan luar biasa.

Aku tidak tahu setan apa yang hinggap padaku kemarin sampai kita bisa melakukan hal gila itu. Tapi, setelah melakukannya, aku sadar aku kini memiliki perasaan aneh ini. Aku, Aku tidak tahu. Aku ingin mengenalmu lebih jauh. Aku ingin memilikimu. Aku ingin. Oh Tuhan ini sangat canggung menulisnya disini. Aku ingin kita memiliki hubungan. Aku akan mengatakannya secara langsung saat waktunya tepat. Sial sekali harus ada jadwal yang menghalangi rencanaku. Tapi aku sadar ini kewajibanku. Aku harus melakukannya dengan baik. Demi masa depan kita juga, kan?(ok, cheesy haha)
Aku sudah menyalin nomor Marry dan juga Ibumu dari Hpmu. Jadi sewaktu-waktu aku bisa menanyakan soal dirimu lewat mereka kan?
Oh iya, cepat selesaikan proposal dan kemudian skripsimu. Setelah itu datang ke korea. Carilah pekerjaan disini, arrasseo?
Kau tahu sendiri kan jadwal group idolamu ini seperti apa. Aku janji, aku akan serius denganmu. Jadi kau juga harus serius dengan kuliahmu dan juga denganku.

Itu saja yang ingin aku sampaikan. Oh iya, kalau aku hubungi, awas saja kau tidak mengangkatnya! Idolamu loh ini yang memperingatimu! Oh satu lagi, dress mu ada di mesin pengering. Sudah bersih.

Itu saja. Gomawo Krystal. Saranghae. Oh iya, aku mencium bibirmu tadi. Mian. hehe

By

FlamingCharismaChoi

~~~

Krystal menghapus airmatanya dan tertawa melihat tulisan akhir Minho. Nama samaran yang dia gunakan untuk menghubungi akun Krystal waktu itu.

“Dasar, Bias babo!” gumam Krystal pelan. Dia berdiri dari kasur dan mengganti bajunya seperti semula. Bersiap bertemu Marry dan menceritakan semua hal pada sahabatnya itu. Bisa dibilang, Krystal tidak sedih setelah membaca surat yang ditinggalkan Minho di atas bantalnya. Dia malah senang dan berdegup kencang mengatahui Minho mencintainya. Ini gila memang. Tidak masuk akal. Tapi itulah kenyataannya. Biasnya menyukainya dan diapun kini memiliki perasaan itu juga. Bukan hanya sekedar perasaan penggemar, tetapi perasaan yang lebih intim. Cinta.

***
7 Bulan kemudian.

“Apa? Pacar Minho? Jangan gila! Kau stalker ya?” Kim Kibum memarahi seorang wanita muda yang berdiri di depan pintu dorm mereka dan mengaku sebagai pacar Minho.

“Ada apa hyung?” Taemin berteriak dari dalam dan mendekati Key.

“Ini. Gadis ini mengaku pacar Minho. Flamers jaman sekarang gilanya minta ampun. Fans ku tidak sampai datang ke dorm seperti ini.” Key menggeleng. Tetap memberikan tatapan tidak nyamannya.

“Cantik.” Gumam Taemin. Menyodorkan wajah dan badannya keluar.

“Ya! Sedang apa kau masih berdiri di sini? Mendaftarlah di SM. Dari pada menjadi stalker. Buang waktu, tenaga, dan uangmu. Kau bisa menjadi artis sebenarnya, dari style mu.” Seru Key sedikit sirik dengan cara berpakaian wanita ini yang catchy dan bermerek. Wanita ini hanya diam dan tersenyum sambil menggeleng.

“Kau bisu?” tanya Taemin hati-hati.

“Kenapa sih kalian berdua ribut seka- oh halo, fansku ya? Agresif juga ya bisa sampai sini. Kami sudah berapa kali pindah padahal karena sasaeng(fans yang berlebihan dan fanatik).” Sapa si pendek, Jonghyun. Key memutar matanya dan masuk ke dalam. Taemin pun ikut masuk dan meninggalkan tugas mengusir kepada si pedofil, Kim Jonghyun.

~
“Ada apa ribut-ribut tadi?” Minho keluar kamar menuju ruang makan dan menyambar cemilan yang sedang di makan Taemin. Key sudah masuk ke kamarnya.

“Itu. di luar tadi ada stalkermu. Mengaku pacar lagi. Sepertinya kita harus pindah rumah lagi. Ckck.” Jawab Taemin. Makan cemilan sambil tetap fokus menonton penampilan girlgroup. Minho hanya menggeleng.

“Lain kali jangan terlalu jahat lah. Usirnya dengan tanda tangan kek. Kalian ini.”

“Loh aku tidak jahat loh. Sejak kapan maknae SHINee memarahi fans? Tidak ada dalam buku sejarah SHINee World.” Ucap Taemin dengan senyum sinisnya. Minho hanya tertawa kemudian membantingkan dirinya di sofa. Ikut larut dalam tontonan Taemin.

“Ya! Kim kibum mana? Terlalu kejam pada fans. Si Krystal sudah pulang tuh. Aku memberikannya tanda tanganku. Kasihan dia. Datang jauh-jauh dari San Fransisco tapi malah mendapat usiran kasar. Untung ada lelaki gentle Kim Jonghyun yang menghiburnya. Rugi kan, wanita cantik begitu.” Ucap Jonghyun membanggakan dirinya sendiri tanpa sadar Minho sudah lenyap seperti kilat.

“Loh. Tadi Minho ada di sofa. Kok hilang?” tanya Jonghyun bingung.

“Kau tidak lihat, hyung? Dia tiba-tiba lari keluar setelah kau menyebutkan nama stalker itu.” Ucap Taemin.

15 menit kemudian.

“Aku pulang.”

“Hyung! Kau beli ayam? Aku lapar.” Key keluar kamar dan langsung meminta pesanannya.

“Tentu saja. Taemin, letakkan ini di meja!” suruh Onew. Taemin langsung sigap mengambil makanannya dari kedua tangan Onew sambil bersiul.

“Loh, Minho kemana?” tanya Key heran sambil membantu Taemin menyajikan.

“Oh, pria tinggi itu? Dia sedang berciuman dengan Krystal di depan dorm. Tenanglah, tidak ada wartawan. Aku sudah mengeceknya.“ jawab Onew datar. Ke-tiga member lainnya terbelalak kaget dengan jawaban leader mereka. Mulut menganga seperti dinosaurus yang hendak makan rumput.

“Berciuman? Di depan dorm? Maksudmu si Krystal itu?” tanya Jonghyun. Onew mengangguk santai.

“Serius hyung? Fanservice nya berlebihan!” sambung Taemin.

“Uh, aku harus mengajari Minho ketakwaan setelah ini.” Ucap Key.

“Wae? Apa salah mencium pacar sendiri? Ah. Aku lupa. Kalian tidak tahu ceritanya karena cuma aku yang di beri tahu selama ini. Ya maaf, aku makan dulu. Tanya saja sendiri sama yang bersangkutan ya. “ Onew duduk dengan manis dan melahap makanannya saat member lainnya masih shock mendengar berita ini.

***

“Aku merindukanmu Krystal, akhirnya.”

“Aku juga, Oppa. Aku akan tinggal di Korea mulai saat ini.”

“Bagaimana dengan Marry? Dia tidak sedih kau tinggalkan?”

“Untuk apa sedih, dia sudah menikah.”

“Mwo? Kenapa bisa? Cepat sekali.”

“Hamil di luar nikah. Begitulah dia.”

“Oh. Haha. Oh iya, kau tidak berminat masuk SM?”

“No, Thanks.”

END

Hahaha cerita yang tidak jelas kan. maklum. Authornya juga tidak jelas. Komen lah. Salah sendiri kalian baca sampai habis.

Categories: Fanfiction | Tags: , , , , | 8 Comments

Post navigation

8 thoughts on “Flames of Krystalized [2/2]

  1. parkyurin

    Akhirnya update juga ini ff..
    Makin suka sama ceritanya, walaupun endingnya agak gantung..
    Two thumbs!

  2. aryati

    Ending yg bener kata author agak ga jelas._.v miannn hhehehehe tp seru kok seru bgt malahannnn. Keep writing. Author’-‘)9 fighting

  3. wkwkwk, ff nya kereen seru bangettzzz.

    thor ffmu yang lain cepetan di lanjut yaa!!
    keep writing!!

  4. 123456789

    Wkwkwk..lucu endingnya …
    my lovely minstal couple🙂
    Thanks thor…

  5. hiihiii …keren …berharap klnjutannya minstal nikah

  6. Endingnya………….ah coba aja endingnya di ceritain krystal sama minho nikah juga pasti seru tuh duhhh sequel nya bisa kali eon wkwk

  7. Bikin lagi dong FFnya yg genre nya komedi + romantis gitu. Hehee😀 keep writing ff nya ya thor.

  8. Hahaha lucuuu akhirnya. Si Key jahat banget sama Krystal pdhl kan dia ga boong xxxD

    Ya mpun krystal rela ngelepas keprawanannya omooo😱😱

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: