The Story of Choi Jinri and Lee Taemin

IMG_1935s

The Story of Choi Jinri and Lee Taemin

 

  • Story by Patty

 

Background songs:

 

‘SHINee – Graze’

“Seems like i could forget you but when i see the picture that we took together, i can never forget you.”

 

‘SHINee – Obsession’

“Curse me, curse me for letting go. My collapsed heart is screaming. Even the reason i love becomes a sin. The deep wounds slowly burnt up and turned to ash. But to forget will be more painful than to lose it. As i kill my breath, i’m going to die from the agony that is goodbye, to that moment. Bring it back!”

***

Lee Taemin,  seorang yang kini berhasil membuktikan kalau dia pria, bukan remaja ingusan yang hanya bisa menari di atas panggung. Dia bisa membuat rumah uang sendiri dengan usaha dan talenta yang dia asah. Tak pernah kenal kata menyerah dalam musik. ‘Pantang menyerah’ sendiri adalah kata yang dia dengar dari gadis yang dia kagumi. Gadis yang selalu mengisi harinya dengan senyum lebar walaupun masalah dan hambatan bertubi-tubi menghadang. Gadis ini kuat, walau kata orang di sekitarnya dia tidak bisa, tapi gadis ini mampu menembus batas kemampuannya. Taemin benar-benar mengagumi kehebatannya itu.

 

2008

 

“Taemin, aku tidak akan pernah menyerah. Aku memang menangis. Aku lelah dengan semua hal yang tidak bisa juga ku lakukan. Tapi bukan berarti aku akan melepaskan semuanya begitu saja. Menjadi penyanyi adalah keputusanku. Aku akan berusaha sebisa mungkin untuk bisa debut dan menyusulmu di dunia terang itu.”

 

“Lakukan apa yang ingin kau lakukan, Choi Jinri. Aku tunggu kau di dunia ini. Mungkin menurutmu dunia ini terang. Tapi sebenarnya kegelapan baru akan muncul saat kau menginjakan kaki di sini. Aku hanya berharap kau tidak akan menyesal. Aku sempat merasakan penyesalan itu. Tapi melihat usahamu saat ini untuk berada di tempat yang sama sepertiku, aku jadi mengingat usahaku sendiri, dulu. Penyesalan tidak pantas hinggap di pikiranku. Kau menyadarkanku akan berharganya perjalanan ini, Jinri. Jadi aku harap kau juga sama, jangan pernah menyesal. Aku tunggu debut mu, Choi Jinri. Sahabatku.”

 

Dan

 

2 tahun kemudian adalah saat terindah bagi mereka berdua. Saat dimana cinta itu bersemi. Ya, benar-benar bersemi. Tak akan pernah terlupakan. Saling mencintai adalah hal terindah yang di anugerahkan Tuhan untuk mereka. Lee Taemin mengakui perasaannya pada Choi Jinri. Ah, atau yang sekarang lebih di kenal sebagai Choi Sulli. Dia mencintainya dan ingin memilikinya. Dan Choi Jinri pun tak bisa membohongi perasaannya. Dia mencintai seorang Lee Taemin.

 

***

 

2014

 

Tak ada seorang pun yang menyangka suatu saat terang gadis ini bisa meredup. Bahkan cahaya dari Taemin pun tak mampu meneranginya lagi. Bukan karena cahaya Taemin tidak cukup kuat, tapi gadis ini dikelilingi cermin yang memblokade sekitarnya, sehingga cahaya dari semua orang memantul dan tak sampai padanya.

 

 

The Girl:

 

Dulu, saat aku bersamanya, dia selalu mengirimkan pesan singkat untuk membangunkanku bahkan memperingatkan ulang jadwalku.

 

Dulu, saat aku bersamanya, dia akan selalu melantunkan lagu kesukaanku agar aku bisa tidur melalui telepon.

 

Dulu, saat aku bersamanya, dia selalu mengatakan hal-hal tidak masuk akal yang sebenarnya garing, tapi aku tertawa.

 

Dulu, saat aku bersamanya, dia akan selalu membanggakan diriku di depan orang tua dan sahabatnya.

 

Dulu, saat aku bersamanya, airmata yang tidak penting selalu mengalir. Ya, pertengkaran anak-anak.

 

Dulu, saat aku bersamanya, orang lainlah yang selalu menyatukan kembali hubungan kami, karena dia adalah orang yang bisa di bilang pengecut. Tapi dia adalah orang yang mengerti kalau dia salah.

 

Dulu, saat aku bersamanya, dia tidak pernah melakukan hal lebih selain mencumbu dan memelukku. Dia menghargaiku.

 

Dulu. Ya, itu dulu. Sekarang semuanya berubah. Kami berbeda Visi. Dia ingin melanjutkan karir dengan talenta luas yang dia miliki. Sedangkan aku, aku tidak lebih dari seekor angsa buruk rupa yang perlu kasih sayang dari seorang Paman baik hati yang cukup bisa mengayomi hidup tak bertalentaku ini. Orang yang mengerti kalau aku tak bisa apa-apa. Mengerti aku tidak di hargai orang. Dan mengatakan kalau aku tidak butuh sahabat-sahabatku. Aku hanya perlu berjalan sendiri bersamanya untuk menghadapi dunia yang kejam. Mempercayai orang lain adalah hal terbodoh di dunia. Kita hanya perlu berdiri dengan kaki kita sendiri. Aku mengikuti pria ini. Mungkin karena dia sedikit mengubah duniaku? Atau aku ingin balas dendam terhadap dunia yang memberontak terhadapku? Ya, mungkin itu.

 

Keadaanku sekarang? Tidak ada yang lebih suram dari ini.

 

***

 

The Guy:

 

Dulu, saat aku bersamanya, dia akan mengangkat telepon pagiku dengan celetukannya yang khas dan manja.

 

Dulu, saat aku bersamanya, dia akan selalu mengatakan betapa dia mencintaiku di akhir lagu pengantar tidur yang ku lantunkan.

 

Dulu, saat aku bersamanya, dia akan selalu tertawa terhadap candaanku yang tak berbobot.

 

Dulu, saat aku bersamanya, dia selalu memukul bahuku karena malu akan pujianku terhadapnya kepada semua orang.

 

Dulu, saat aku bersamanya, aku selalu membuatnya menangis dengan sifat kekanak-kanakanku ini.

 

Dulu, saat aku bersamanya, aku terlalu pengecut untuk minta maaf dan selalu meminta bantuan member lain, ataupun sahabatnya.

 

Dulu, saat aku bersamanya, aku selalu menahan nafsuku. Aku tidak berani melakukan hal yang lebih selain mencium dan memeluknya. Aku pikir, aku akan melakukannya setelah kami menikah nanti.

 

Dulu. Ya, itu dulu. Sekarang semuanya berubah. Kami berbeda visi. Dia ingin hidup terlepas dari semua ikatan sedangkan aku tetap bertahan dengan semua ikatan. Dia berkata dia hanya orang tidak memiliki rupa yang seharusnya tidak ada di muka bumi ini. Dan aku benci dirinya yang seperti itu. Dia mengikuti kata pria tua bodoh yang mempengaruhinya itu. Yang katanya bisa selalu menghiburnya kalau dia tidak punya siapa-siapa. Dia hanya tidak sadar orang itu telah membuatnya jauh dari semua orang yang terdekat dalam hidupnya. Membuat dia kehilangan masa indahnya bersama mereka, dan bersama denganku.

 

Aku menyerah? Mungkin kalian bisa menyimpulkannya seperti itu. Aku melepaskannya. Aku membiarkannya merasakan bagaimana suramnya hidup yang dia pilih. Hidup bebas yang tak bernilai indah. Tanpa aturan yang penuh dengan kesepian. Paling tidak aku memilih ikatan dan aturan demi menggapai mimpiku. Mimpi adalah fantasi indah. Dan menggapai mimpi adalah pencapaian puncak yang membahagiakan. Dia tidak mengerti itu. Dia tidak mengerti kalau walaupun terikat dengan banyaknya aturan ya dan tidak, boleh dan jangan, kita tetap memiliki sesama teman terikat yang akan selalu membantumu dalam suka dan duka, bahkan mereka yang selalu membelamu di luar sana yang kita kenal sebagai pengagummu. Penggemar.

 

Dia hanya tidak mengerti kalau semua perjuangan yang sudah dia lakukan selama hampir 10 tahun sejak dia kecil kini akan sia-sia. Kita lihat saja sampai kapan dia akan berpegang pada pola pikir lelaki yang 14 tahun lebih tua darinya itu. Yang katanya sudah mengecap kejamnya dunia hiburan.

 

Bodohnya pria itu. Bangga hanya dengan mengecap? Aku bahkan sudah mengunyah dan menelannya. Dan dia lebih percaya pada orang yang hanya mengecapnya? Lucu sekali. Orang yang hanya mengecap adalah orang yang penakut akan kejamnya dunia. Apa pria itu bahkan sudah mencapai puncak mimpinya? Kurasa belum. Apa pencapaiannya di dunia musik? Belum ada. Dan dia menyuruh gadis ini untuk menyerah. Lucu sekali. Andaikan gadis ini tahu kalau sebenarnya dia sendiri bahkan sudah mengunyah semuanya sampai tak bergumpal, bahkan sudah seribu langkah mendahului lelaki tua yang belum bisa mencapai mimpinya sendiri dan ingin menggunakan gadis ini sebagai sarananya itu. Dia hanya buta. Ya, cinta itu buta bukan?

 

Sakit, memang. Saat aku mendengar dari mulutnya sendiri kalau itu cinta. Aku rela. Aku berbesar hati. Bukan karena cintaku padanya kurang besar sehingga aku melepaskannya tanpa perjuangan. Kali ini aku hanya lelah. Lelah dengan kehidupanku yang terlalu suram selama dia menghilang. Selama dia melakukan semuanya semaunya.

 

Cinta? Orang bodoh yang akan melupakan hubungan yang sudah berjalan sejak 4 tahun lalu dengan singkat. Aku mencintainya.

 

Keadaanku sekarang? Sangat baik. Aku memiliki orang-orang hebat disekelilingku. Dan aku mendapat kesempatan untuk naik lebih tinggi dengan usahaku sendiri dan dorongan semua orang. Aku bisa berdiri sendiri di atas panggung tanpa anggota yang lain.

 

Menunggunya? Mungkin. Kalau dia kembali padaku, aku tidak akan menolaknya. Aku akan menganggap dia telah sadar setelah berpetualang di dunia yang tak seharusnya ada untuk wanita indah seperti dirinya. Ya, kalau dia kembali padaku. Walaupun kemungkinannya tak terlihat. Dan, aku tidak begitu berharap.

 

***

 

Real life story:

 

KBS Cool FM(Radio) (Taemin’s solo debut promotion)

 

Sora : When was your first love?

 

Taemin : 17 years old. It was an unrequited love. But i see it as a good memory.

 

Era dimana Lee Taemin dan Choi Sulli sama-sama memakai baju abu-abu dan makan di cafe IHOP LA bersama. Salah satu anti Sulli yang ada disitu bahkan tidak rela membenci Sulli lagi setelah melihat senyum bahagia Taemin pada Sulli saat mereka memesan menu makanan. Era dimana Taemin dan Sulli selalu duduk berdampingan di Star King. Era di mana banyak shipper mereka lahir. 2010. Saat Taemin berusia 17 tahun.

 

*

 

Taemin di After School Club – Arirang. Agustus 2014

 

Kevin (U-Kiss) dan Eric (Penyanyi Solo) memintanya untuk mengatakan ‘stop’ saat akun twitter berjalan acak  untuk menemukan pemenang yang akan dinyanyikan oleh Taemin secara spesial. Dan saat Taemin mengatakan “Stop!”, nama akun twitter yang muncul adalah “Sulli”. Reaksi Taemin begitu terkejut. Reaksi yang tidak pernah dia keluarkan saat melihat nama penggemar lain. Taemin tertawa malu dan kemudian tersenyum, melihat ke sembarang arah. Kevin ikut menyindir “Itu Sulli” dan tertawa. Di ikuti dengan tawa mencurigakan dari Eric. Reaksi-reaksi mereka ini terlalu berlebihan hanya karena sebuah nama. Nama keramat yang membuat Taemin tersipu malu. Tentu kalian ingat kan bahwa Kevin adalah teman seperjuangan Taemin dan Sulli di Starking. Orang yang juga selalu ada di setiap episode di era mereka. Kevin juga baru-baru ini bersama dengan Taemin menjadi bintang musikal “Goong” di Jepang. Tentu, dia ‘kenal’ Taemin. Mereka bahkan menyuruh Taemin untuk mengatakan Hello pada penggemar yang bernama “Sulli” itu. membutuhkan waktu yang lama untuk Taemin mengatakannya. Dia butuh waktu untuk tersenyum dan tertawa kecil. Dan, dia mengatakannya. “Hello Sulli” kemudian tertawa malu. Hal yang aneh untuk dilakukan saat dia bisa menyapa penggemar lain dengan santai saat itu. Dia kemudian menyanyikan lagu untuk fans beruntung itu. Lagu ‘Play Me’ dari albumnya sendiri.

Perlu kalian ketahui itu bukan Sulli yang asli. Itu hanya akun seorang penggemar yang kebetulan bernama sama dengan wanita itu.

 

 

The Guy:

 

Aku mencintainya. Masih mencintainya. Aku mengingatnya sebagai memori yang indah. Jadi jangan bertanya kepadaku kenapa aku tersenyum saat namanya muncul. Aku kaget. Aku terkejut. Dari semua nama, kenapa harus nama itu? Seolah-olah Tuhan berbicara  dan takdir mengarahkannya. Mungkin aku harus menunggunya lebih serius? Hah. Ini melelahkan. Dia sudah bahagia dengan orang itu. Tapi, karena kejadian ini, aku jadi takut untuk berhenti menunggu. Sabar Lee Taemin, mungkin kau harus menunggu lebih lama lagi.

 

 

The girl:

 

Aku mendengar hal itu. Dan aku melihat cuplikannya. Aku tidak menyangka dia masih mengingatku. Dia bereaksi terhadap namaku. Dan ekspresi itu, ada apa dengan senyum itu? Harusnya kau memasang tampang jijikmu. Kekecewaanmu. Sakit hatimu. Ini malah membuatku semakin sulit melupakan kenangan itu, bodoh.

 

Aku bahagia dengannya. Kau seharusnya marah, bukannya bersikap merdeka seperti ini. Ini membuatku tidak puas. Apa yang aku inginkan sebenarnya? Choi Jinri, ada apa denganmu? Lee Taemin, ku mohon tinggalkan aku. Aku terlalu rendah untukmu. kau terlalu tinggi di atas sana. Kau bisa memeluk bumi dengan talentamu. Sedangkan aku? Apa yang bisa ku lakukan? Ku mohon. Lupakan aku.

 

***

 

Once again, let’s get it back to the best moment of their lives.

 

2011

 

“Hey Jinri.”

 

“Hm?”

 

“Kita akan terus bersama, kan? Sampai tua.”

 

Jinri tersenyum, memegang kedua tangan Taemin yang memeluknya dari belakang, di ruang latihan gedung SM itu. Alasan latihan rutin yang berujung pada melepas rindu.

 

“Sampai tua ,Taemin, aku janji.”

 

“Hehe. Bahkan kalau kita terpisah, aku akan mencarimu lagi.” Sambung Taemin halus.

 

“Itu tidak akan terjadi. Kita akan terus bersama. Pegang kata-kataku. Kalau aku meninggalkanmu, seret aku kembali! Mengerti?”

 

Taemin tertawa dan mencium pipinya.

 

“Aku mencintaimu, Jinri.”

 

“Aku juga mencintaimu, Taemin.”

 

 

From author:

 

This is how their lives going. Let’s just wait and see what will happens in the end of this road.

 

 

 

 

End of story

 

Stay strong, Taelli shipper.

 

 

Categories: Fanfiction, Shiny Effects | 16 Comments

Post navigation

16 thoughts on “The Story of Choi Jinri and Lee Taemin

  1. mala

    wah.. I’m first? *celingukan… Koq gak da yg coment? padahal bagus loh ff nya

  2. mala

    o ya thor.. Mo nanya ff the gangster sister kapan dilanjutkan?? Tu ff menurutku bagus lho…

  3. gillchan

    T_T hueeee sediiiih
    asli emang entah kenapa mreka berdua ini selalu bisa disambung2kan, pas juga waktunya taemin 17 tahun dan saat Taelli shipper lagi rame2nya.
    Emang aku yang rada delusional atau gmana tapi entah….kayanya Taelli ini emang ‘pernah’ ada sesuatu, yaaah walaupun kita ngga tau yang benernya sih. Yg di AfterSchool club itu juga lucu, tapi taemin mukanya ngga panik sih, lebih ke ketawa ‘surprised’ sama ‘interesting’. Semoga mereka berdua masih dalam keadaan baik deh hubungannya/

  4. sedih..
    Aku berharap Sulli terlepas dari om itu dan kembali bersama Taemin..

  5. ini nyentuh banget:” stay strong taelli shipper. emang, jinri gak pantes banget sama om om tua itu, yaampun;( aku mau nangis baca ini, inget bgt gmn ekspresi taemin waktu di after school club yg senyum-senyum gak jelas sendiri. Please bring our taelli back together SM :”)

  6. Nicki

    Meweekkk kalo inget sulli sama om2 itu…
    pngennya taelli itu real

  7. reea

    aku masih taelli shilpper kok walaupun mereka udah punya pasangan masing2 :’)

  8. reea

    aku masih taelli shipper kok walaupun mereka udah punya pasangan masing2 :’)

  9. ff nya nyentuh banget thoor
    oh iya, ff yang sebelum”nya tolong dilanjut ya thor, nggak sabar nungguinya

  10. Asyiela

    TT.TT
    sedih banget ini taelli fic, taelli masih jadi otp aku kok sejak 4 tahun yang lalu dan nggak pernah berubah. Bahkan mereka jadi satu2nya otp yang aku suka.
    Sometimes I wonder why I like taelli… :”””)

    anyway, ceritanya bagus kok nyentuh banget dan feelnya dapet🙂
    keep writing~!❤

  11. saraallee

    oenni . daebak bget ini fic . aigooo terharu ak bacanya . jinjja baca ini kayak baca perasaan taemin & sulli di real .

    kasihan taelli . jinjja taemin itu sangat sangat sangat terlihat masih menyukai sulli & video it membuktikan . walau hny sebatas nama yg di pakai fans . but ekpressi uri taemin tak bisa berbohong . aigoooo berharap next month next years ada moment taelli . cuz miss this couple so much .

    jjang oenni . please buat ff taelli yg banyak lagi dong . kan jarang oenni sekarang taelli ada ffnya . please ….

    owh ya . Innocent Prostitute please di lanjut oenn penasaran bgt soalnya . gumawoo oenni🙂

    mianhe baru bisa komentar skrg pdhl dh lama jadi reader disini cz ak dulu gk pnya akun wp jdinya binggung gmna koment . hehe gumawo oenni

  12. Gue berharap nanti taelli bisa bersatu (lagi).. aduh kan mewek nih gue . sedih bgt . Pas bgt lagu yg keputer its hurt here nya baek ji young huaaaaa. Jgn bosen bikin fanfic taelli yah :’)

  13. Anggra

    Astaga aku nangis pas baca ini…. Bias ku di f(x) emang luna bukan sulli tapi aku suka shineef(x) couple. Setelah baca ini jadi mikir kalo mereka dulu emang ada something special, aku mikir pas taemin bener-bener maju di karirnya dan sulli yang mengalami kemunduran, waktu sulli dihujat sama fans sendiri, foto yang dibakar, aku sedih banget….. Seandainya mereka(Taelli) go publik. Suka suka suka fanficnya

  14. chiliezz

    telat banget baca ini. .tapi sumpah aku mewek. .kerasa banget sebagai Taelli shipper rasa’y nyesek. .semua yg author tulis sama kyk yg aku pikirin selama ini. . T.T
    berharap mereka bisa sama.sama lagi. . bisa liat mereka senyum n ketawa bareng kyk dulu. .😥

  15. flo

    Miss taeli momen couple T.T

  16. Nadiaz

    😭😭😭😭. Sulli. Aku sedih banget, buat ff taelli dong kak

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: