Warm & Cold [1/4]

kQQT2znZ

Cast: Choi Minho x Jung Krystal ♦ Genre: Romance, Smut.♦ Rate: Teenagers ♦ Author: Patty

Chapter 1

Dia dingin, tajam, dan muram kepada semua orang. Dia jenuh, marah, dan lelah dengan keadaan. Semua hal terjadi tak pernah sesuai dengan keinginannya. Tak ada yang sejalan dengan arahannya. Lebih tepatnya, tak ada yang menginginkannya. Tak ada yang peduli dan tak ada yang memperhatikannya. Faktanya, dia hanyalah seorang tak beridentitas yang terbuang. Atau mungkin saja, dia beridentitas, tapi identitas itulah yang membuat orang menjauhinya.

“Kalau kau memaparkan alasan yang masuk akal kenapa aku tidak diterima di perusahaan ini, aku akan pergi!”

“Tuan Choi, kami pikir ini sudah sangat jelas. Tidak peduli bagaimana mengesankannya portofolio anda, kami tidak bisa menerima anda sebagai karyawan kami” salah satu manajer perusahan periklanan di daerah Incheon itu menurunkan sedikit kacamata bacanya dan menatap sang pelamar itu dengan lelah.

“Persetan dengan kalian semua. Jelaskan padaku kenapa aku tidak diterima diperusahaan ini! Sial, ini sudah perusahaan ke tujuh yang aku datangi dan hasilnya selalu seperti ini! Jelaskan dimana letak kelemahanku, huh? Apa IQ dan hasil tes ku kurang buat kalian? Otak jenis apa yang kalian butuhkan? Einstein? Archimedes?”

“Tuan Choi, jaga bicara anda. Anda sangat tidak sopan. Dan ini salah satu alasan kami tidak bisa menerima anda.”

“Salah satu? Lalu bisa dijelaskan alasan lainnya? Aku menunggu.” Pria ini tidak beranjak dari kursinya. Tidak bergeming. Menatap para penguji itu dengan tajam dan penuh tantangan. Namun bukannya jawaban, malah dua orang petugas keamanan masuk ke dalam ruangan itu dan menyeretnya dengan paksa yang dia dapatkan. Pria ini bisa saja memukuli mereka sama seperti yang dia lakukan sebelum-sebelumnya di tempat lain, tapi dia sudah malas memasuki rumah ke-dua nya dan memakan makanan hambar pemberian orang-orang yang disebut pengabdi negara itu.

***

Dia melempar kaleng minuman yang sudah kosong sembarang ke arah tempat sampah tepat di sudut ruangan. Kaleng itu terpantul dan terjatuh karena penuhnya tempat sampah itu dengan isi yang sama. Tempat ini berantakan. Tak terurus, pengap, dan kotor. Kau bahkan dapat menghirup bau rokok, minuman keras atau bahkan pakaian kotor disini. Mungkin satu-satunya tempat yang bersih di apartemen ini adalah kamar mandi dan kolam renangnya. Mungkin. Kalau kau masuk ke rumahnya, kau akan langsung berpikir ini adalah tempat murahan yang khusus untuk orang miskin dan kampungan.

Pria ini menyandarkan badannya ke sofa hitam besar dan melonggarkan dasinya kasar. Tak henti-hentinya dia mendesah keras. Merasa jengkel dengan keadaannya yang hanya berputar seperti ini.

“Tidak sopan, uh? Sejak kapan kalian memperlakukanku dengan layak saat aku berbicara sopan? Orang-orang sial.” Desisnya. Dalam keadaan setengah mabuk namun tetap sadar ini, bel apartemennya tidak berhenti berbunyi. Apakah sudah saatnya membayar sewa bulanan? Apa dia lupa mentransfer uangnya? Ini akibatnya kalau dia tidak membeli apartemen ini secara paten. Bagaimana bisa dia membelinya, tujuan hidup saja dia tidak punya. Pria ini berdecak kesal. Dia sangat ingin berbaring tanpa gangguan sedikitpun, tapi selalu saja ada yang membuatnya kesal. Dengan langkah emosi dia berjalan menuju pintu.

“Akan langsung kutransfer hari ini!” bentaknya kasar dan hanya membuka pintunya setengah. Bukan petugas gedung, melainkan seorang gadis muda yang berdiri dihadapannya dengan gugup. Memegang sebuah kotak bekal dengan gemetar. Siapa anak ini? Anak Sekolah? Bocah terlantar? Pria ini menatapnya dari atas hingga ujung kaki. Dia tidak mungkin mengeluhkan penampilan gadis ini. Penampilan yang tidak mungkin untuk di omeli atau di hina. Yang dia keluhkan adalah, gadis ini adalah seorang pengganggu lainnya yang mungkin datang untuk menghakiminya.

“Ha-Halo. Aku tetangga baru. Setiap lantai digedung ini hanya memiliki dua unit jadi aku pikir a-aku harus menyesuaikan dan mengakrabkan diri dengan tetanggaku. Kau pemilik rumah ini kan? Aku tinggal selantai denganmu.” Terangnya dengan pelan dan gemetar. Dia memperhatikan pria yang bermata tajam namun indah itu mulai dari atas hingga bawah. Dia memiliki tindikan ditelinganya. Rambut lurus coklat nya berantakan. Dan di tangannya ada sebatang rokok. Gadis ini semakin was was dan menelan salivanya. Namun melihat pria ini menggunakan jas dan juga dasi, walaupun dasinya sudah longgar, gadis ini berpikir kalau dia adalah pria baik karena paling tidak pria ini terlihat seperti pekerja kantoran.

“A-Aku baru saja memanggang kue cokelat ini. Aku tidak tahu kalau kamu menyukai kue kering atau tidak. Hanya saja aku ingin membuatkan ini sebagai seorang tetangga baru. Aku harap kau menyuk-”

Tidak sopan. Ya, itu kesan pertama yang diberikan pria itu kepada gadis ini. Bagaimana tidak, pria itu dengan kasarnya menutup pintunya bahkan saat gadis ini belum selesai berbicara. Merasa kesal, gadis ini menekan kembali bel rumah pria tak sopan itu berulang-ulang. Dia sebenarnya adalah wanita penakut dan lemah, itulah kenapa dia berusaha mengakrabkan diri dengan tetangga agar sewaktu-waktu bisa meminta tolong. Namun, kalau seseorang memperlakukannya dengan tidak adil saat dia tidak memiliki kesalahan apapun, dia akan mengejar dan memarahi orang itu sampai dia meminta maaf.

“Pergi. Kau menggangu tidur siangku.”

Pria itu berbicara lewat mesin penerima-tamunya dengan datar membuat gadis itu semakin marah mendengar perkataannya. Usiran yang tidak halus.

“Kau tidak menghargai usahaku membuat kue ini! Kau boleh tidak menyukai orang lain, asalkan jangan pernah menolak pemberian tulus orang itu! Aku membuatnya dengan keinginan untuk mengakrabkan diri denganmu tapi kau dengan tidak sopannya menutup pintu. Dengan hebatnya kau menolak makanan saat orang di luar sana mungkin sudah mati kelaparan. Aku pergi, maaf menggangu tidur siangmu!” ucapnya keras sebelum melangkahkan kaki dengan kesal menuju apartemennya sendiri. Dia tidak menyangka hari pertamanya di korea akan sesial ini. Apa begini juga sulitnya mencari teman nanti saat dia mulai masuk kuliah? Apa benar-benar tak ada orang baik di dunia ini?

Tapi, belum sampai di depan pintunya, sebuah tangan menggenggam pergelangan tangannya kuat hingga dia berbalik. Pria itu lagi.

“Kuenya, berikan padaku.” minta pria itu dingin, menatap ke tembok dan melepaskan tangannya. Gadis yang tadinya kesal ini perlahan tersenyum tipis. Dia tahu, pria yang seperti ini adalah pria yang peduli dengan orang lain walaupun dengan egoisnya berusaha terlihat acuh. Pria ini sangatlah mirip dengan Ayahnya. Kapanpun Ayahnya dengan dinginnya mengatakan dia tidak menyukai cemilan atau semacamnya, tapi saat melihat wajah kecewa anaknya, Ayahnya pasti akan diam-diam kembali ke dapur dan menghabiskannya. Betapa gadis ini merindukan Ayahnya sekarang.

Tanpa dia sadari, pria itu sudah pergi membawa kotak kuenya.

“Aku bahkan belum memperkenalkan diriku.” Gumam gadis ini memajukan bibirnya, namun mengesampingkan hal itu untuk saat ini. Paling tidak dia tahu kalau tetangganya mempunyai sedikit hati.

***

“Hey Choi, ini kurang 500 won!” panggil seorang kasir swalayan kepada pria dingin itu. Pria itu mengacuhkannya.

“Aish selalu saja orang itu bersikap seenaknya. Kenapa aku yang harus selalu menanggung rugi!” kesal kasir malang ini. Namun senyumnya terukir kembali saat seorang gadis cantik yang baru kali ini dilihatnya berada disekitar daerah ini muncul, membawa keranjang belanjaannya untuk dihitung.

“Biar aku yang membayarkannya. Pria 500 won itu.” tawar gadis itu dengan senyumnya yang ramah. Senyum kasir itu memudar.

“Kau tinggal di sekitar sini? Aku belum pernah melihatmu. Dan, kau mengenal si Choi aneh itu?” tanya si kasir mencoba membuka pembicaraan sembari meng-scan belanjaan gadis ini. Dengan wajah yang terlihat sangat ingin tahu. Gadis ini menjawabnya dengan anggukan.

“Aku tinggal satu apartemen dengannya. Sudah sekitar satu bulan aku disini.” Jawabnya dengan senyum singkat membuat bukan hanya kasir ini tetapi karyawan lain yang menguping karena cantiknya gadis ini pun menutup mulut mereka kaget dan mulai berbisik. Gadis ini tidak menyadari ucapannya. Sang kasir sendiri hanya menggeleng tidak menyangka.

“Wah aku tidak menyangka si brengsek itu bisa tinggal dengan gadis sebaik dan secantik ini. Dia tidak pantas denganmu.” Klaim si kasir itu memutar matanya. Gadis ini tertawa kecil mendengarnya. Mungkin kasir ini menyukai tetangganya. Biasanya seperti itu kan, apalagi dia tampan. Itu fakta. Kalau dia mengatainya ‘brengsek’ bukan karena dia menyukainya melainkan benar-benar ingin menghinanya, gadis ini malah akan sangat marah.

“Apa dia se-terkenal itu dikompleks ini? Dia bersikap baik padaku.” Tanyanya. Ya, mungkin bagi gadis ini, berpapasan di lobi, lift, atau hallway apartemen dan tidak pernah di sapa oleh pria itu adalah ‘sikap baik’. Mungkin baginya paling tidak, pria itu bersikap normal padanya sebagai orang asing bukan malah menyakitinya.

Mari kita tidak membahas bagaimana dinginnya tetangganya itu saat gadis ini ingin meminta kembali kotak kuenya sebagai alasan untuk mulai mengakrabkan diri. Gadis ini malah dibuat menunggu selama 10 menit di luar hanya untuk menunggunya mencuci sebuah kotak plastik. Apa pria itu bahkan tahu cara mencuci piring? Dia bahkan tidak berterima-kasih dan langsung menutup pintunya.

“Kau pasti dari luar negeri? Pantas saja kau mau di tipu olehnya. Dia dikenal oleh seluruh orang Korea Selatan.”

Gadis ini kaget namun tidak begitu menunjukannya. Dia menatap kasir itu dengan wajah normal, tidak memperlihatkan keingin-tahuannya. Dia ingin sekali meneriaki kasir itu untuk membela tetangganya. ‘Dia sama sekali tidak pernah menipuku’, pikirnya.

“Kau benar-benar tidak mengenal masa lalunya? Lalu bisa-bisanya kau berpacaran dan tinggal dengannya? Dia memang tampan, tapi asal tahu saja, dia pernah di penjara selama 5 tahun. Sebenarnya 8 tahun tapi dia selalu mendapatkan grasi karena hal yang tidak masuk akal seperti bersikap baik atau membantu mengungkap koruptor dan sebagainya. Dia bahkan berteman dengan beberapa pengacara dan penyidik. Dia dipenjara karena menculik dan membunuh anak menteri keuangan. Dulu katanya dia anak orang kaya yang diwariskan perusahaan besar oleh orang tuanya yang meninggal. Tapi karena pembunuhan itu, semuanya di ambil darinya dan akhirnya dia dipenjara. Dia baru saja dibebaskan tahun lalu. Sebaiknya kau segera meninggalkannya. Dia bisa saja membunuhmu. Aku dengar dia bisa tinggal di apartemen itu juga karena mengancam pemiliknya. Dia orang miskin yang pengangguran. Dia selalu mencari pekerjaan tetapi tidak diterima di perusahaan manapun.”

Lupakan ucapan mereka yang mengira dia justru tinggal bersama pria itu atau berpacaran dengannya, informasi tentang siapa pria ini justru yang membuatnya terdiam meremas kuat keranjang belanjaan itu. Apakah pria itu sejahat itu sampai harus membunuh orang? Lalu kenapa dia merasa ada kehangatan yang tersembunyi dibalik dinginnya sikapnya? Ini asing, tapi dia bingung kenapa dia lebih mempercayai pria itu. Mungkin karena dia tidak pernah mendengar berita ini sebelumnya dan dia tidak melihat kejadian itu makanya dia ragu. Iya mungkin karena itu. Gadis ini sangat penakut dan lemah, mustahil rasa percaya muncul pada orang yang bahkan belum dikenalnya.

“Lalu, hanya karena dia pernah dipenjara, orang lain dilarang mendekatinya? Logika seperti apa itu. Dan jangan terlalu mempercayai gosip dari mulut ke mulut. Belum tentu apa yang kalian dengar semuanya benar.” Sanggahnya tidak setuju. Sang kasir menatapnya tidak puas.

Hentakkan keras yang muncul di meja kasir membuyarkan segala pembelaan gadis ini tentang pria itu. Dan bukan hanya muncul dipikirannya, pria itu sekarang benar-benar ada dihadapannya. Kaleng soda yang tadi di beli pria itu kini telah terpancar isinya di sekitar meja. Pria itu menatap tag nama kasir itu dan menatap matanya dengan tajam.

“Son Nae-un.”

“Choi Min-”

“Aku tahu aku terkenal. Tapi bisakah kau tidak bergosip? Kau terlalu berisik membuat gendang telingaku sakit. Kau mau aku mengacau di swalayan ini dan membuatmu di pecat?” ancam pria itu, kasir yang bernama Son Naeun itupun menggeleng cepat, ketakutan. Di lain pihak, tetangganya, si gadis ramah ini menatap pria yang dipanggil Choi itu dalam diam. Dia menggigit bibir bawahnya sedikit takut, tapi entah kenapa justru rasa penasarannya lebih besar. Dia tidak menyangka pria ini mendengar pembicaraan mereka.

“Dan kau, kenapa kau selalu ada kemanapun aku pergi? Apa aku berhalusinasi atau memang kau selalu mengikutiku? Berhenti ikut campur, bisa?”

“Si-siapa yang mengikutimu? Aku hanya belanja!” sangkal gadis ini.

Mantan kriminal itu menatap tetangganya dengan dingin sebelum akhirnya menatap sembarang arah, membuang nafas kesal. Dia jenuh melihat orang di sekelilingnya mulai membicarakannya lagi. Mengejutkan, dia tiba tiba memegang tangan gadis ini dan membawanya keluar dari toko itu.

“Belanjaanku!” berontaknya namun tidak dipedulikan.

Mereka berjalan dengan cepat menuju ke gedung apartemen yang tepat berada di samping swalayan tadi. Saat memasuki lift, pria ini masih saja menggenggam tangannya. Nafas mereka berdua tersengal-sengal seolah habis melakukan maraton.

“Ta-tanganku sakit.” Ucap gadis ini pelan saat lift berjalan pelan menuju lantai 10. Pria ini tersentak dan melepaskannya. Namun, tetap saja dia tidak meminta maaf.

“Maaf.” Bukan pria itu, malah gadis ini yang mengatakannya.

“Maaf karena aku berbicara tentangmu. Maaf. Aku tidak bermaksud-“

Pria itu tiba-tiba menatapnya tajam. Tatapan dingin itu kemudian berubah menjadi mata berair yang sukses membuat gadis ini terkejut.

“He-hey aku minta maaf kalau membuatmu tersinggung.” Gadis ini menggigit bibir bawahnya bingung. Pria itu membuang muka dan menatap dinding lift. Tidak lama kemudian pintu lift terbuka dan pria itu berjalan mendahuluinya sebelum dia berhenti di depan pintu apartemennya membuat gadis ini ikut berhenti.

“Namamu. Aku ingin tahu namamu.” ucap pria itu dingin. Gadis ini kaget namun senang pria ini lebih dahulu menanyakannya.

“Krystal. Jung Krystal. Namamu?” tanya gadis bernama Krystal itu dengan semangat kepada pria yang masih membelakanginya itu.

“Aku kriminal, kau tidak perlu mengetahui nama orang sepertiku.” Ucapnya sebelum menekan tombol password rumahnya. Namun, sebelum masuk, Krystal berhasil membuat pria itu mematung akan perkataannya.

“Aku tidak tahu apa yang kau sudah lakukan. Aku tidak peduli. Tapi menurutku kau bukan kriminal. Pernah di penjara bukan berarti kau seorang pelaku kejahatan. Belum tentu kau benar membunuh siapapun orang itu. Selama aku tidak berpikir itu benar, bagiku kau orang biasa sama seperti yang lainnya.” Terangnya. Pria itu dengan otomatis berbalik dan menatapnya dalam.

“Minho. Panggil aku Choi Minho.” jawabnya pelan sebelum kembali berbalik dan menghilang di balik pintu apartemennya. Krystal tersenyum. Choi Minho. Dia akan merekam nama itu berulang-ulang di ingatannya.

“Hah, terpaksa aku memesan makanan pesan antar saja.” Keluhnya setelahnya.

***

“Choi Minho, buka pintunya! Atau kami akan mendobraknya! Jangan mencoba lari dari penyidikan.” Beberapa orang dengan seragam polisi menggedor-gedor pintu apartemen Minho dengan sangat keras. Krystal yang baru saja pulang dari mengurus administrasi pendaftaran di Universitas Sunkyunkwan mengerutkan dahinya. Jujur saja, dia sangat tidak suka keributan, tapi karena mereka polisi, dia mencoba bersikap normal dan menelaah keadaan.

“Sialan Choi ini, dia pikir dia sudah menang karena dibebaskan 3 tahun lebih awal.”

“Tenang saja, kita akan melemparnya ke jeruji besi lagi. Kalau kita berhasil membuat bukti yang bisa memberatkannya dan menuduh kalau dia menyogok hakim, kita bisa mendapatkan bayaran mahal.”

Krystal membesarkan matanya. Benarkah ada Polisi seperti ini? Entah kenapa dia sangat kesal mendengarnya. Para polisi itu belum menyadari keberadaannya yang berdiri di depan lift dalam diam.

“Excuse me, Apa yang kalian lakukan di depan rumah saya?”

Para polisi yang berjumlah empat orang itu langsung berbalik kaget menatap gadis cantik yang memakai kemeja kotak-kotak dan jeans hitam ini. Rambutnya dia ikat satu dan memakai sepatu kets yang berwarna senada dengan kemejanya.

“Maaf, anda siapa?” tanya salah satu polisi.

“Aku tinggal di apartemen ini. Aku baru saja pindah disini satu bulan yang lalu dari Los Angeles. Ada perlu apa ya? Kalian polisi kan?” tanya Krystal dengan tenang. Para polisi saling menatap satu sama lain dengan bingung.

“Kau tinggal bersama Choi Minho?” tanya seorang lainnya. Krystal memasang tampang bingungnya.

“Who is Choi Minho? Sorry, apa itu nama penghuni sebelumnya?” tanyanya lagi. Para polisi itu saling menatap dan kemudian memperhatikan gaya Krystal. Tidak terlihat kepura-puraan disana. Dia juga bergaya rapi dan sangat cantik. Mustahil orang seperti ini ada hubungannya dengan Minho yang amburadul itu. Dan lagi, dia dari luar negeri. Jadi masuk akal kalau dia tidak mengenal Choi Minho. Itu pikir mereka.

“Sorry, apa kalian masih ingin mencari pria bernama Choi Minho itu? Aku mau menekan password rumahku, sangat tidak nyaman kalau kalian berada di depan pintu seperti ini.” Ucap Krystal dengan tenang. Para polisi saling memberi kode dan akhirnya membungkuk meminta maaf.

“Maaf nona telah mengganggu kenyamanan anda, hanya saja kalau anda melihat pria ini di sekitar sini, tolong melapor pada polisi. Terima kasih.” Ucap salah satu polisi yang menunjukan foto Minho dengan smartphonenya. Krystal hanya menatap foto itu dengan cuek dan menganggukan kepalanya. Para polisi pun berbalik menuju lift. Mereka masih mengira gadis ini berusaha mengelabui mereka dan sebenarnya bukan penghuni apartemen Minho. Untuk itu mereka dengan diam terus menatap ke belakang, melihat tingkah gadis ini. Tapi, melihatnya benar-benar menekan password rumah dengan tenang dan masuk ke dalam, mereka membuang nafas kesal. Ternyata benar target mereka tidak tinggal disini lagi.

“Mr. Park, nanti mungkin akan ada polisi yang pergi ke bagian receptionist atau satpam. Tolong perintahkan mereka untuk mengatakan kalau tidak ada Choi Minho tinggal disini. Bilang saja kalau kalian keliru memberi informasi dan Choi Minho sudah pindah satu bulan yang lalu. Mengerti?” Krystal mematikan sambungannya dan membuang nafas panjang, lega. Dia meletakkan kembali handphonenya ke dalam tasnya. Jantungnya masih berdegup kencang karena baru kali ini dia berbohong seperti ini. Terlebih kepada polisi.

Tiba-tiba, badan Krystal tersandar di pintu menatap orang di hadapannya dengan penuh horor. Choi Minho sedang berdiri hanya memakai boxer dan berkacak pinggang menatap Krystal dengan wajah yang sangat dingin dan terlihat marah. Lupakan badannya yang terbentuk sempurna itu, wajahnya sungguh terlihat seperti ingin memakan orang sekarang.

“Apa yang kau lakukan di rumahku! Beraninya kau masuk tanpa izin! Apa kau penguntit?” bentak Minho dengan kasar. Matanya begitu tajam. Krystal membisu, dia bingung harus menjelaskan apa. Minho mendekatinya dan kini badan mereka tak berjarak sedikitpun. Minho mencekik leher Krystal dengan tangan kanannya. Walaupun dia tidak memakai kekuatan sedikitpun. Krystal kaget melihat perlakuannya yang seratus kali lebih menakutkan dari yang dia pikir. Matanya berair karena kali ini, dia benar-benar takut. Airmata yang kemudian menetes di pipi kanannya membuat Minho terkejut, melebarkan matanya dan melepas lehernya dengan spontan.

to be continued


Laptop baru guys, yg kamaren ilang. haha. alasan yg ga masuk akal percaya ato ga percaya. ff lama ludes. terpaksa harus baca smua ff di blog ini lg untuk ngefresh in ingatan aq  biar bs ttep lanjutin ff yg ngadat.

ff ini nyempil di otak tiba-tiba. ajaibnya, aq ngetiknya gak ngegantung n langsung tamat kali ini. total ada 4 chapter. sbg warning aja, ff ini full smut untuk beberapa chapter. jd yg belum di atas 18 tahun nantinya skip sendiri ya kalo adegannya udah adegan dewasa.silahkan komen🙂

Categories: Shiny Effects | Tags: , , , , , | 23 Comments

Post navigation

23 thoughts on “Warm & Cold [1/4]

  1. AAAAAA KANGEN BANGET SAMA BLOG INI!!!
    Udah lama gak nge-posting fanfic! Akhirnya setelah sekian lama :’)
    HUWAAA MINSTAL FANFIC IS BACK!!! :’)

    Ceritanya bagus. Alurnya cukup enak dan karakter MinStalnya aku suka banget!!!
    Aku gak sabar tunggu kelanjutannya :’)
    Update cepet ya, please :’)
    Love you, kak Patty ^^

    • wah ga nyangka komennya secepat ini. makasih yaaaaaaaaaa……. kirain udah pada dendam kesumat karena aq ga pernah update lg.. iya pasti. love u too

  2. Woaaah minstal;;;) ditunggu selanjutnyaaa😺😺😺

  3. nisa

    Aku tadi buka fb,baca d krystalized dan trnyata ada info ff baru d blog ini,,seneng bangeeet,,ff minstal yg semakin punah comeback hehe
    Ceritanya bgs bgt,aq suka..minho beda bgt karakternya,biasanya kn yg bgs2 gmn gitu charming abis..haha..tp disini didobrak oleh patty menjadi sosok yg amburadul
    Itu tp g bneran bunuh orang kn?? Jahat bener tu polisi ngefitnah minho..
    Krystalnya suka bgt deh,ga liat org dr covernya,cara mikirnya jg beda hihihi

    Pokonya aq suka ff ini,,cepetan update lanjutannya.yaaaaa..patty..
    Aku merindukan tulisan2 mu yg nanggung beresnya itu jg hahah lie n lie itu loooh,,

    Wah nyindir digaplok

  4. Always seru deh ka. I miss you wkw.
    Aku kira si krystal yg cool. Ternyata minho ya, tetep kereen laah. Ceritanya susah ditebak . daebaaaak 😸

  5. AKHIRNYA BLOG INI UPDATE JUGAAAA !!!
    SENEEEEEEEEENG BANGET !!!!!! *maaf caps jebol* ^^v

    duh! kangen bgt sama cerita2 ff disini deeh. semua ff nya bagus. termasuk ff ini :*
    ceritanya sudah selesai diketik kan ?? gak sabar pengen baca lanjutannya ^^
    welcome back authornim

  6. Lovely

    seruu nih ffnya .di tunggu yahh next chpternya

  7. vankaka

    daebak! suka banget sama konfliknya.. debar” lah hahah
    next next next quickly!!!

  8. bellAqua Pearl

    senangnyaaaaa
    sudah lama aku merindukan ff minstal.sekarang meraka jarang sekali ada ffny😦
    lanjut thor,penasaran nih sama minho dia itu sebenarnya apa,siapa dan kenapa ??

  9. githapril

    Minstal >< wah betapa rindunya ama mereka thx u ya udah dibuatin🙂 rated m lagi hueheuehe
    karakter minho dinginn abiss euy, wajar ssih krys jadi takut…
    emang minho pembunuh ya ? penasaran… Pokoknya smua kisahnya bikin penasaran… Lanjutin yah.. Kalo bisa ssih segera hehe

  10. Hai, author! Aku pembaca di fb yang sekarang pake wp untuk baca ff😀 Salam kenal~
    Akhirnya ada update ff minstal lagii! seneng banget dan apalagi aku kangen sekali sama mereka.
    Jadi disini yang cold itu minho dan warm itu krystal? aku sih penasaran banget sama masa lalu minho, semoga dibahas deh di chapter depan~ Alurnya seperti biasa, bagus dan pas. Ah ya, ini genrenya smut yaa? ini ymengenai pembunuhan itu kan smutnya?
    ditunggu kelanjutannya, keep writing~

  11. Aya

    Wahhhg kerenn udah lama ga baca ff minstal kangen bgt huguhuhuhu

  12. Hallo author? Terima kasih ya sudah buat ff minstal. Aku suka aku suka. Konfliknya seru. Hahahaa😀 karena berhubungan dgn polisi. Jangan bosen-bosen bikin ff minstal ya.

  13. Fanfic nya keren :3 huwaa makin kangen sama MinStal . Makin kangeeen~
    Kalimatnya bagus susunannya . Enak buat dibaca😀 dan idenya bagus .
    Aku suka alurnya .
    Wah dsini Minho digambarkan dingin ya ? wah makin greget penasaran .
    Happy ending semoga~~
    Keep writting~

  14. flamingfiction

    anyeong thor,, kayaknya aku reader baru ya?! tpi prasaan pernah mampir ko… dan FF ini DUARRR!!! keren abis
    aku suka temanya
    aku suka alur nya
    aku suka Karakter minho yg begini urakan badboy *gondol minho*
    aku suka ital yg polos
    aku suka twist2 joke nya
    aku suka diksinya
    dan yg pasti aku sukaa Authornya.. huaaaa ketjeh
    updet yg rajin ya thor, i’ll look for it!!!

  15. RMD

    Akhirnya blog ini update juga *sujudsyukur

    Rasanya kaya’ nemu oasis dipadang rumput pas liat update terbaru lebih-lebih ini MINSTAL! Couple favorite aku yang hampir punah baik dari jumlah ff maupun shippernya😥 Untuk ff aku kasih 4 jempol deh buat author! dd(^_^)bb nggak tahu mau komen apalagi… Izin baca next nya Thor ^^

  16. WOAAAA~ jarang nih, ada ff MinStal yang genre-nya agak ke crime, bagussss
    Krys…? Apakah kamu jatuh cinta sama tetangga -ganas- barumu? Hahaha😀
    Karakter mereka disini bener-bener anti-mainstream, ya?
    Ga nyangka aja si Minho yang biasanya cool, sok ganteng -tapi emang ganteng sih-, dibuat urakan ples berandal, jadi kebayang mv view :v
    Well, udah nebak-nebak nih, alasan dan alur cerita si Minho bisa dipenjara😉
    Karena kulihat ini fanfic udah tamat -dan dengan kolotnya baru saya jumpai sekarang-, aku mau langsung terbang ke chap selanjutnya ajah🙂
    Semoga tebakanku benerrr, hehehe ‘-‘

    See youuu, keep writing and FIGHTINGGG!!!

  17. Yaampunn aku baru buka blog ini lagi dan ngeliat ada ff minstal yg baru, aaahhhh kangen ff mereka yaampun, dan ini smut? Okee udah cukup umur kok wkwk.

  18. KAK PATTY >_<
    btw kak ini alurnya bagus. bacanya juga enak. suka karakter MinStal di sini hoho
    oh ya, gaya nulis kak Patty juga makin keceh badai '3')b
    aku lanjut ke next chap ya

    • komen kepotong —
      KAK PATTY >_< OH MY GOD! UDAH LAMA NGGAK MAMPIR KE SINI, KIRAIN BLOGNYA UDAH NGGAK AKTIF LAGI. DUH, AKU KAGET LOH LIAT ADA FF BARU ;__;
      MINSTAL, KANGEN AAH
      btw kak ini alurnya bagus. bacanya juga enak. suka karakter MinStal di sini hoho
      oh ya, gaya nulis kak Patty juga makin keceh badai '3')b
      aku lanjut ke next chap ya

  19. YoongNna

    Kereeen crtanya….
    kshan bgt minho gra2 mntan narapidanan susah cri krjaaan pnsaran nii minho knpa bsa msuk pnjara kayanya da yg jhat ma minho…
    untung krystal gk kya orng lain yg ngggap minho buruk mlah dy ngbntuin minho jg dri polisi…..

  20. yoonjunghae11

    Huaaa akhirnya setelah explore berkali2 dan hampir putus asa,saya menemukan ff minstal yang sudah sangat jarang sekali,hohoho ^^
    Kayaknya serem bgt ya kalo ngebayangin minho kayak gini :v,baru 1 chap aja udh bikin deg2an duh🙂

  21. dvapril

    Woah… minho jd garang (?) Wks~
    Interesting plot🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Create a free website or blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: