Warm & Cold [2/4]

kQQT2znZ

  • Choi Minho x Jung Krystal
  • Rated M / 18+
  • Smut, Romance, Slight Conflict

Ini chapter lumayan banyak smutnya. So, buat yang belum cukup umur mungkin ada baiknya di skip. Bacanya pas awalan n akhirnya aja. Itu saran saya. Kalo masih ada yang membangkang, bukan tanggung jawab saya.

Story by Patty

 

“Apa yang kau lakukan di rumahku? Beraninya kau masuk tanpa izin! Apa kau penguntit?” bentak Minho dengan kasar. Matanya begitu tajam. Krystal membisu, dia bingung harus menjelaskan apa. Minho mendekatinya dan kini badan mereka tak berjarak sedikitpun. Minho mencekik leher Krystal dengan tangan kanannya. Walaupun dia tidak memakai kekuatan sedikitpun, Krystal kaget melihat perlakuannya yang seratus kali lebih menakutkan dari yang dia pikir. Mata Krystal berair karena kali ini, dia benar-benar takut. Airmata yang kemudian menetes di pipi kanannya membuat Minho terkejut melebarkan matanya dan melepas lehernya dengan spontan.

Chapter 2

***

“Maaf.” Minho berbalik dan memaki dirinya sendiri. Krystal segera menggeleng dan menghapus airmatanya. Seorang Choi Minho meminta maaf? Krystal berusaha tersenyum dan memulihkan hatinya yang ketakutan.

“Ta-tadi ada polisi yang datang mencari-” Ucapnya. Minho hanya berjalan masuk ke ruang tengah tanpa memperdulikan perkataannya.

“Aku tahu. Yang aku tanyakan kenapa kau ada di sini.” Minho memotong ucapannya. Mungkin memotong pembicaraan adalah kebiasaan pria ini. Krystal mengikutinya dari belakang dan melotot saat menyadari keadaan apartemennya ini. Seperti kapal pecah. Rokok berserakan. Kaleng minuman keras yang menumpuk bahkan tidak di buangnya. Banyak pakaian berserakkan juga. Krystal berdiri memegang tas slempangnya dengan keadaan shock dan bingung harus duduk di mana. Minho kemudian berbalik melipat tangannya di dada menatap Krystal yang berdiri satu meter dari hadapannya.

“Lupakan keadaan rumahku yang jauh dari perkiraanmu dan jawab pertanyaanku. Setelah itu kau bisa keluar dan bebas dari rumah paling jorok di dunia ini.” Ucap Minho datar, tetap menatapnya dingin.

“A-aku berpura pura sebagai penghuni dan mengatakan kalau aku tidak mengenalmu. Aku bilang pada mereka kalau aku baru pindah dari luar negeri bulan lalu. Aku sudah menelepon pemilik apartemen ini menyuruhnya untuk mengatakan kalau kau sudah tidak tinggal disini lagi.”

Jelas Krystal dengan gemetar karena takut kalau Minho akan menyerangnya lagi. Minho sedikit terkejut karena pemilik gedung ini menurut kepada Krystal. Tapi, dia hanya diam dan tak bergeming. Masih belum puas dengan jawabannya.

“Ah, soal password? Se-sebenarnya waktu itu saat kau menekan password rumahmu aku melihatnya. Dan itu sangat mudah. 1111. Kurasa bahkan pencuri bisa menebaknya. Kau harusnya menggunakan angka yang lebih rumit.” Terang Krystal hati-hati. Minho membuang muka malu dengan fakta kalau passwordnya seperti password buatan anak kecil.

“Kenapa kau membantuku?” tanya Minho, menatapnya lagi. Tidak memperdulikan fakta kalau dia hanya memakai boxer di hadapan seorang gadis.

Krystal menunduk kaku. Mencari jawaban yang tepat untuk diberikan. Dia mengigit bibir bawahnya membuat Minho menebak kalau itu adalah kebiasaannya. Dia juga meremas kuat tali tasnya.

“Em. Aku, karena aku mempercayaimu.” Ucap Krystal pelan yang sontak membuat Minho melebarkan matanya. Gadis ini benar-benar gila. Ini ke-3 kalinya dia membuat Minho berdegup kencang dan tidak bisa berkata apapun. Apa dari seluruh orang di Korea ini benar-benar ada satu orang yang mempercayainya?

“Pulanglah. Aku mengantuk.” Usir Minho, berbalik badan. Sebenarnya dia malu. Baru kali ini dia merasakan hal ini. Baru sekarang dia sadar kalau dia tidak memakai baju di hadapan seorang wanita yang baru mengenalnya. Dengan rumah berantakan yang benar-benar mengacaukan semuanya. Imej nya benar-benar jatuh sampai ke dasar. Minho berjalan memasuki kamarnya dan menutup pintunya dengan keras. Dia membaringkan badannya di kasur. Menutup wajahnya dengan bantal.

“Kau memalukan, Choi Minho!” sindirnya sebelum benar-benar tertidur beberapa menit kemudian.

***

Dua Jam kemudian, Minho keluar dari kamarnya dan dikagetkan dengan keadaan rumahnya yang berubah 180 derajat. Tak ada kaleng minuman dan rokok yang berserakan. Lantainya bersih. Tak ada pakaian kotor. Dia mengecek mulai dari ruang nonton sampai ke ruang tamu bahkan di pintu masuk, tak hentinya dia terkejut karena keadaannya yang begitu rapi. Sepatunya bahkan tersusun dengan sempurna. Minho pun baru menyadari siapa orang di balik semua ini saat mencium aroma makanan dari dapur. Dengan segera dia berlari ke dalam kamar dan mencuci mukanya di kamar mandi. Secepat kilat dia memakai sembarang kaus kemudian mengatur rambutnya di depan cermin. Paling tidak dia ingin terlihat lebih wajar kali ini.

Pemandangan yang ada di hadapannya berhasil membuatnya kembali berdegup kencang. Empat kali, Minho. Ucapnya dalam hati. Bagaimana tidak, gadis yang selalu dia bentak itu kini sedang mengaduk-aduk masakannya. Rambutnya dia konde tinggi dan dia memakai apron bunga-bunga. Tunggu, sejak kapan Minho memiliki apron? Bunga-bunga? Ah bodoh, Krystal adalah tetangganya. Berapa lama waktu yang diperlukan hanya untuk mengambil apron. Dapurnya yang selalu bersih kini terlihat seperti dapur. Minho tidak pernah menggunakan dapur karena dia selalu memesan makanan siap saji. Melihat banyak makanan di atas meja dan seseorang memasak di sana membuat dapur ini akhirnya terlihat seperti dapur. Krystal masih membelakanginya saat dia menggumamkan nada lagu yang asing di telinga Minho. Minho mematung di pintu dan terus menatapnya dengan penuh lamunan.

“Cantik. Gadis ini cantik. Sial, Minho. Sadarlah. Dia bukan untukmu. Dia hanya tetangga yang sangat baik. Kau kriminal.” Minho merutuki dirinya sendiri dan menggelengkan kepalanya berusaha mengembalikan akal sehatnya.

“Oh, kau sudah bangun? Duduklah. Pas sekali makanannya masih hangat. Aku membuatkan steak sirloin untukmu. Aku tidak tahu makanan kesukaanmu. Aku membuatnya medium rare sesuai seleraku. Saat melihat kulkasmu,hanya ada bir dan tidak ada bahan makanan. Jadi aku pikir kau selalu memesan makanan luar. Itu tidak baik untuk kesehatan. Aku mencuri bahan makanan dari apartemenku, hehe. Aku membawa sedikit kimchi buatan Ibuku juga. Ibuku mengirimnya dari Amerika. Kau pasti akan menyukainya.” Ucap Krystal dengan senyumnya yang hangat dan matanya yang membentuk perahu terbalik itu. Dia berbicara sambil menggoyangkan sendok supnya di udara. Begitu lucu.

“Sialan Minho, sadarlah!” Minho tidak bisa mengeluarkan Krystal dari pikirannya.

“Hey, kau melamun? Duduklah.” Sapa Krystal setelah mematikan kompor nya dan menaruh supnya di mangkuk. Dia meletakkannya di meja makan dan mendekati Minho yang masih mematung di pintu, menatapnya. Lamunan Minho berubah dan kini keningnya berkerut.

“Apa yang kau lakukan di tempatku tanpa seizinku? Kau betul-betul gadis yang merepotkan. Pulanglah. Aku tidak butuh pembantu. Tapi aku akan membayar pekerjaanmu hari ini, nanti.” ucap Minho dengan nada dingin. Uh, sepertinya Choi Minho yang tak berperasaan telah kembali. Wajah Krystal yang tadinya ceria kini berubah. Matanya berair menatap Minho dengan kecewa. Dia tidak menyangka kalau usahanya yang ingin membantu Minho dan membuat Minho percaya kalau ada orang yang memihaknya gagal. Dia tidak menyangka kalau Minho benar-benar membencinya.

“Kau benar-benar membenciku? A-Aku hanya ingin kau mempercayaiku. Aku, Aku tidak peduli dengan masa lalumu. Aku tidak peduli kau pernah di penjara atau tidak. Kalau aku bilang aku mempercayai seseorang itu berarti aku benar-benar mempercayainya. Hanya kau orang yang aku percaya di Korea. Aku tidak memiliki siapa-siapa di negara ini. Aku belum memiliki teman disini. Aku bahkan tidak tahu caranya untuk menemukan teman saat masuk kuliah nanti. Aku cuma seorang penakut yang lemah, Choi Minho. Aku pikir paling tidak aku harus mengakrabkan diri denganmu. Aku trauma. Aku pernah di perkosa. Diperkosa empat orang sekaligus.” Ucapan Krystal tersendat dalam tangisannya. Minho menahan nafasnya, hatinya sakit. Topik apa ini? Diperkosa? Ini sangat membuatnya terkejut.

Krystal kembali menatapnya dan melanjutkan,

“Aku bahkan terlalu terkenal di kampusku yang lama karena mereka mengasingkanku. Aku hanya orang asia yang mereka sebut pelacur. Aku pikir hidupku bisa berubah saat aku pulang ke tempat seharusnya aku berada. Aku bahkan mencoba mandiri dan meyakinkan orang tuaku kalau aku bisa memiliki banyak teman tanpa mereka mengikutiku ke Korea. Tapi sepertinya aku salah, aku memang tidak layak dekat dengan siapapun. Maaf mengganggumu. Makanlah, sebelum makanannya dingin. Aku memasaknya dengan tulus. Aku pulang dulu.” Krystal mengakhiri tuturan penjangnya dengan airmata yang menetes. Dia melewati Minho yang mematung dan mengambil tasnya yang ada di ruang nonton.

“Bisa-bisanya aku berpikir Minho akan mempercayaiku. Kau bodoh, Krystal.” Krystal menggeleng, masih menangis. Dia bahkan menangis tersedu-sedu seperti anak kecil saat memakai sepatunya di lorong pintu masuk. Baru dia mau membuka pintu untuk keluar, seseorang menarik tangannya hingga dia berbalik dan memeluknya dengan erat.

Choi Minho memeluknya. Sikap Minho ini sontak membuat Krystal kaget namun mengeratkan pelukannya. Tangisannya pecah di dada Minho. Membuat Minho menutup matanya merasa bersalah dan mengelus punggung Krystal mencoba menenangkannya dalam diam.

“Aku mempercayaimu, Minho. Tidak bisakah kau mempercayaiku juga dan berhenti mengusirku? Aku tidak tahu harus berbuat apa lagi untuk mendapatkan perhatianmu. Aku ketakutan di negara ini dan mengharapkanmu untuk melindungiku, tapi kau tetap saja menolak kehadiranku. Kau bahkan tidak menyadari kalau aku selalu mengikutimu. Aku selalu bangun pagi untuk mengikutimu menghirup udara segar. Aku selalu makan makanan pinggir jalan yang tidak pernah ku makan selama ini karena melihatmu memakannya. Aku memakai transportasi umum karena kau juga menggunakannya. Aku melakukan apapun yang kau lakukan ketika di luar tapi kau tidak pernah menatapku bahkan menyadari kehadiranku. A-Aku tidak tahu lagi harus bagaimana untuk mendekatimu.” Gumam Krystal sambil menangis dan menenggelamkan wajahnya. Dia lega telah mengakui semuanya.

Minho merasakan hal yang aneh dalam dirinya. Dia sadar kalau selama ini dia sudah salah terhadap gadis ini. Hanya karena dia tidak ingin sakit hati lagi. Hanya karena dia berpikir semua orang sama saja. Sebenarnya hatinya mulai goyah saat dia melihat Krystal membelanya di swalayan itu. Hatinya mulai berdegup kencang semenjak itu. Dia berusaha untuk mengacuhkan gadis ini setiap kali mereka berpapasan karena dia tidak ingin ragu. Dia ingin percaya kalau semua orang sama saja. Tak ada yang mengiginkannya. Tapi, sepertinya usahanya sudah gagal. Dia tidak mau tahu lagi.

“Maafkan aku. Aku minta maaf, Krystal. Aku tidak bermaksud. Aku, aku berpikir aku tidak layak denganmu. Maaf, tapi aku tidak bisa bohong, sikapmu yang seperti ini bisa membuatku menyukaimu. Itu alasan kenapa aku ingin membuatmu menjauhiku. Aku takut aku telah jatuh cinta padamu. Aku bahkan baru mengenalmu. Maafkan aku, kau mengerti kan? Kau harus menjauhiku. Kau lihat sendiri para polisi masih mencariku. Mereka tidak melepaskanku begitu saja. Aku hanya tidak ingin kau ikut dalam masalahku. Tolong berhenti menangis. Aku tidak bermaksud menyakitimu.” Minho mengutarakan isi hatinya dengan jujur kali ini. Dia terus saja mengelus punggung Krystal berusaha menenangkan tangisannya.

Di lain pihak, Krystal yang mendengar ungkapan Minho kini sadar kalau baru kali ini dia berdegup kencang mendengar seseorang mengatakan isi hatinya dengan jujur. Tidak heran kenapa dia tidak pernah takut pada Minho. Tidak heran kenapa dia berdegup kencang setiap kali berpapasan dengannya. Tidak heran kenapa dia sangat mempercayai Minho. Tidak heran kenapa dia sangat marah saat polisi membicarakan tentang Minho. Tidak heran kenapa dia sangat gugup setiap kali Minho menatapnya tajam. Tidak heran kenapa dia sangat kecewa saat Minho mengusirnya untuk kesekian kalinya. Ya, tanpa dia sadari, dalam waktu yang singkat ini, dia juga telah jatuh hati kepada mantan narapidana ini.

Tangisan Krystal mereda dan dia mengeratkan pelukannya di dada Minho. Entah kenapa dia menyukai aroma tubuhnya. Entah kenapa dia menyukai pelukannya yang hangat. Bodoh, itu karena dia mencintainya.

Beberapa saat kemudian, Krystal melepas pelukannya dan mereka saling menatap dalam diam. Minho masih memegang kedua pundak nya dan Krystal pun masih memiliki tangannya di sekitar pinggang Minho.

“Kau tidak jijik padaku? A-Aku cuma gadis kotor yang tidur dengan empat pria sekaligus di kamar hotel. Aku di asingkan oleh teman-temanku. Apa kau masih mau menyukaiku setelah mendengar hal ini? Aku bukan seorang perawan.” tanya Krystal. Matanya berair dan penuh harap.

Minho menatapnya dalam diam dan kini memegang kedua pipi Krystal. Dia mengelus wajahnya dan menghapus airmatanya. Dia mengabsen satu persatu bagian wajah Krystal. Matanya tajam seperti kucing tapi sangat indah, hidungnya begitu tinggi dan cantik, bibirnya tipis membuatnya tidak heran kenapa dia bisa jatuh hati secepat ini. Tuhan terlalu baik mengirimkan gadis yang begitu indah ini untuknya. Mungkin mereka adalah takdir. Karena untuk pertama kalinya setelah 6 tahun, Minho bisa merasakan hal ini lagi. Cinta. Minho memantapkan hatinya dan kembali menatap mata Krystal.

“Lalu bagaimana denganmu? Kau sudah dengar sendiri aku seorang pembunuh, kenapa kau tidak menjauhiku hm?” tanya Minho berbisik. Wajah mereka begitu dekat. Mereka bisa merasakan nafas satu sama lain. Minho terus menatap mata dan bibir Krystal secara bergantian. Tidak tahan ingin melampiaskan keinginan hatinya setelah melihat wanita luar biasa di hadapannya ini.

“Itu karena. Itu karena, aku mempercayaimu.” Bisik Krystal.

“Begitu juga denganku, Krystal. Kalau kau kotor, aku tidak mungkin menyukaimu.” Tutur Minho yang tiba-tiba menempelkan bibirnya pada bibir Krystal. Krystal melotot kaget namun beberapa saat kemudian, dia hanyut pada ciuman mereka dan menutup matanya. Dia merasa nyaman berada dipelukan Minho dan menikmati ciumannya. Ciuman mereka berlangsung begitu lama bahkan sampai Krystal tersandar di pintu masuk. Dia melingkarkan tangannya di leher Minho dan mereka beradu lidah. Minho kemudian memberikan ciuman basah di sekitar wajah Krystal. Mencium kedua matanya yang tertutup, ujung hidungnya dan bahkan dagunya. Sebelum akhirnya dia turun dan menjelajahi lehernya. Membanjirinya dengan ciumannya yang sukses membuat Krystal mendesah.

Hal ini tak khayal membuat Minho semakin panas, dia mulai membuka kancing kemeja Krystal satu per satu sambil kembali mencium bibirnya dengan ganas. Jantung mereka seirama. Mereka benar-benar hanyut pada saat ini. Saat semua kancing sudah terbuka, Minho menjatuhkan kemejanya dan mulai meraba-raba perut dan payudara yang masi tertutup bra Krystal. Minho meremas payudaranya yang masih terbungkus, Krystal-pun mulai menggelinjang dan mendesah di mulut Minho. Membuat Minho secara spontan mulai menghentakkan badannya maju mundur pada Krystal secara cepat. Krystal bisa merasakan ada sesuatu yang menusuk-nusuk kemaluan di balik jelana jeansnya. Memang hal itu juga terlihat sangat jelas dari boxer yang Minho pakai. Dia menegang.

Ciuman mereka berubah ganas dan mereka saling memaju-mundurkan kelamin masing-masing yang masih terhalang pakaian dengan seirama dan hentakkan keras. Saliva mereka terhubung saat mereka melepas ciuman mereka dan mendesah liar. Menatap satu sama lain secara sensual. Minho menatapnya penuh nafsu dan Krystalpun merasakan hal yang sama. Minho kembali mengkonsumsi lehernya saat Krystal menyandarkan kepalanya di pintu. Memegang pundak Minho yang kini tak berhenti menyedot lehernya. Minho mengangkat kaki kanan Krystal dan meletakkannya di pinggangnya untuk mendapatkan sudut yang dia inginkan. Terus memaju mundurkan kelamin mereka. Saat Krystal mulai mendesah keras, Minho pun menghentakkannya dengan tempo yang tidak manusiawi.

“Mi-Minho. Aku, aku, ah!” pintu terus berbunyi karena badan Krystal yang terus saja ditekan oleh Minho. Desisan Krystal yang di ikuti oleh desahan Minho kini memenuhi seluruh apartemen.

“Mi-Minho belakangku sakit!” bisik Krystal saat Minho masih menikmati lehernya. Minho sadar akan keadaan mereka saat ini dan diapun mengangkat krystal yang melingkarkan kakinya di sekitar pinggang Minho. Mereka terus berciuman saat Minho membawanya menuju kamarnya.

Sesampainya di dalam kamar, Minho melempar Krystal di atas kasur dan segera berada di atas badannya setelah membuka baju kausnya sendiri. Dia tak pernah memutuskan tatapannya dari mata Krystal. Minho mengecup bibir Krystal berulang kali sebelum membantunya melepaskan bra nya. Melihat payudara berukuran sedang itu, dia tidak bisa menahannya lagi. Minho segera menerkam salah satunya dan menghisapnya bagai bayi kehausan saat tangannya yang lain meremas kencang yang lainnya. Krystal menutup matanya kencang dan mendesah nikmat. Diapun memaju mundurkan kemaluannya membuat Minho terkejut dan tersenyum, mengikuti aksinya dengan saling memaju-mundurkan barang mereka. Mendesah.

“Krystal, celanamu. Boleh aku membukanya sekarang? Apa kau mempercayaiku?” tanya Minho dengan nafas terengah-engah setelah mengecup bibirnya singkat. Krystal menatapnya lekat. Wajahnya penuh dengan keringat. Dia memantapkan hatinya sebelum akhirnya mengangguk. Mereka sudah melangkah sejauh ini. Akan sangat aneh kalau dia menolaknya.

Setelah melihat anggukannya, Minho tersenyum gugup dan berlutut di antara kakinya. Membuka kancing celana Krystal dan menarik resletinngnya. Tanpa menunggu lama dia menarik celananya yang dibantu oleh Krystal yang mengangkat kakinya. Melihat kakinya yang putih dan mulus, Minho menelan salivanya. Minho baru mau menarik celana dalamnya saat Krystal menanyakan sesuatu dengan halus dan nafas yang memburu.

“Kapan terakhir kali kau melakukannya, Minho? Apa kau sering tidur dengan banyak wanita?” Krystal menatapnya penuh harap. Berharap kalau pria yang dia percayai ini bukanlah pria yang hanya menginginkan tubuhnya saja. Minho menatapnya lekat sebelum membuang nafas panjang. Menghentikan aktivitasnya.

“Terakhir kali aku melakukannya enam bulan yang lalu di sebuah club dengan seorang pekerja seks. Aku kehilangan akal sehatku waktu itu. Maafkan aku.” Minho bergumam dan mulai berdiri dari kasur. Meninggalkan Krystal yang hampir tak berpakaian sehelaipun itu.

“Kenapa kau berhenti? Kau tidak perlu meminta maaf. Aku hanya ingin tahu kalau kau tulus melakukannya karena kau mencintaiku. Karena aku, aku ingin melakukannya karena hal yang sama.” Ucap Krystal sontak membuat Minho menatapnya. Dia tersenyum dan membuka boxer dan celana dalamnya sendiri sebelum naik ke kasur dan menarik celana dalam Krystal. Dia melebarkan kaki Krystal dan berusaha mengontrol birahinya melihat kelaminnya yang terbuka dan basah itu. Krystal mengangkat kepalanya kaget, melihat Junior Minho yang berdiri tegang dan besar itu. Menelan salivanya, berpikir bagaimana barang itu bisa masuk ke lubang kecilnya nanti. Dia sudah lupa semua kejadian masalalu saat orang-orang brengsek itu menodainya. Apa yang dia lakukan dengan Minho saat ini terasa sangat berbeda dan dia menganggap ini benar-benar pertama kalinya untuknya berhubungan badan dengan orang lain. Karena Minho adalah orang yang dia sukai.

“Aku tulus, Krystal.” bisik Minho sebelum akhirnya memasukkan juniornya dengan perlahan. Krystal menutup matanya dan menggigit bibir bawahnya. Saat Minho terus mencoba untuk mengeluarkan dan memasukan juniornya lagi dengan perlahan dalam kelamin sempit Krystal, Krystal tiba-tiba berteriak menangis dan memberontak. Matanya tertutup sangat rapat. Kepalanya berputar ke kanan dan ke kiri. Meremas ujung bantal dengan kuat.

“Jangan! Tolong jangan perkosa aku!” jerit krystal di bawah badan Minho. Minho melotot kaget dan memegang kedua pipi Krystal. Ujung juniornya kini berada di dinding vaginanya.

“Krystal buka matamu, ini aku Minho! Krystal, buka matamu. Aku tidak akan menyakitimu!” panggil Minho dengan cemas, khawatir kalau dia menyakiti Krystal. Saat Krystal membuka matanya, air mata kini mengalir segar dari matanya. Dia menghayalkan masa lalunya lagi.

“Ma-maafkan aku. Aku mengingat kejadian itu. Maafkan aku Minho.”

Melihat Krystal menangis, Minho menatapnya cemas dan mencium bibirnya dengan lembut.

“Jangan tutup matamu. Tatap aku. Aku tidak akan menyakitimu. Ini aku, bukan orang-orang itu. Mengerti?” sugesti Minho dengan halus. Krystal mengangguk pelan dan menghentikan tangisannya. Minho mulai memasukan Juniornya sembari mengecup seluruh wajah Krystal sebelum akhirnya mencium bibirnya dengan halus. Krystal meringis kesakitan saat junior Minho menembus vaginanya begitu dalam.

“Kau baik-baik saja?” tanya Minho khawatir, mengecup bibirnya singkat. Krystal tersenyum dan mengangguk.

“Tatap aku, mengerti?” pinta Minho. Setelah menerima anggukan Krystal, Minho memaju-mundurkan juniornya yang panjang dan tebal itu di vagina Krystal yang begitu sempit namun basah, Krystal meringis sakit pada awalnya. Matanya terus menatap Minho yang juga menatapnya dan menyandarkan kedua sikutnya di kedua sisi badannya. Minho mulai mendesah saat Krystal mulai ikut mengiramakan badan mereka. Krystal mulai merasakan kenikmatan itu juga.

“Oh Tuhan, Krystal. Ini terasa- Ah!” Erang Minho sensual di telinganya saat menjilati daunnya. Tangannya tak menganggur. Dia meremas kedua payudara Krystal dengan kencang dan memilin ujung nipelnya. Badan mereka terus saling bertemu seirama, tangan kanan Minho turun dan memegang kelamin Krystal dan merasakan bulu halusnya. Dia meremas bagian kewanitaannya dengan tempo cepat tanpa menghentikan aksi maju-mundur dari kelamin mereka yang terhubung.

“Minho! Ah! Lebih cepat! Gosh!” Jerit nikmat Krystal di telinga Minho. Kecepatan genjotan Minho sudah tidak manusiawi saat krystal mulai mendesah di tiap detiknya. Saliva mereka berdua sudah tak terbendung saat berciuman dengan sensual dan berperang lidah. Minho kemudian duduk berlutut, menarik badan Krystal bersamanya dan mengangkat kaki kekasihnya itu, meletakkan keduanya di bahunya untuk mendapatkan sudut yang lebih nikmat.

“Minho! Aku ingin- Oh.” Krystal mulai melayang. Dia merasakan hal ini untuk pertama kalinya. Kenikmatan yang tidak pernah dia rasakan sebelumnya. Tentunya tidak saat orang merenggut keperawanannya. Seperti ada yang ingin meledak dari dalam perutnya. Minho terus menggenjot Krystal dengan cepat. Mulutnya terbuka, matanya setengah tertutup dan nafasnya cepat bagaikan anjing liar. Seperti orang yang sedang di candu narkoba. Desahannya sangat nyaring ditelinga Krystal.

“Krys, Krystal! Aku ingin keluar. Ah! Krystal ini enak sekali. Oh.” Genjotannya terhenti saat badannya menggelinjang dan menekan kelaminnya pada vagina Krystal dan menyemprotkan spermanya di dalamnya dengan desahan nikmat. Tak berbeda dengan Krystal yang ikut mengeluarkan cairan kepuasannya, mengangkat badan bawahnya dari kasur karena terangsang sangat luar biasa dan meremas bokong Minho dengan erat diikuti desahan panjang. Mereka berdua menemukan klimaks mereka secara bersamaan. Badan Minho pun terkapar di atas badan wanitanya. Nafas mereka saling beradu, juniornya masih berada di dalamnya.

“Terimakasih Krystal. Kau hebat.” Ucap Minho, mengangkat badannya kembali dan mengelus pipi Krystal yang tersenyum padanya dengan keringat bercucuran. Dia terlihat lelah. Minho tersenyum sebelum mengecup bibir Krystal dan melepaskan Juniornya, berbaring disampingnya. Krystal sedikit merasa kehilangan saat Minho meninggalkan vaginanya. Tapi, pelukan Minho yang membawanya masuk ke dadanya yang hangat dan menutup badan mereka bedua yang polos dengan selimut membuat Krystal tersenyum.

“Aku menyukai aroma tubuhmu, Minho.” Gumam Krystal. Mencium dadanya dan mengeratkan pelukannya. Minho tersenyum dan mengelus rambut orang yang mulai saat ini sangat berarti dalam hidupnya dengan pelan dan penuh kasih sayang.

“Aku tidak menyangka akan ada hari di mana aku bisa mencintai seseorang lagi. Terimakasih Krystal. Aku mencintaimu. Jangan tinggalkan aku sama seperti semua orang. Kau harus janji. Aku tidak sanggup menghadapi hal yang sama untuk kedua kalinya. Tidak lagi.” Ucap Minho pelan sebelum mengecup kening Krystal dengan cukup lama. Mendengar ucapannya, Krystal tahu kalau ada kesedihan dan kepahitan di dalamnya. Krystal melepas pelukannya dan menatap Minho. Mengelus pipinya.

“Apa orang yang meninggal dan yang dituduh telah kau bunuh itu adalah orang yang pernah kau cintai?” tanya Krystal tiba-tiba. Senyum Minho memudar. Dia membuang muka. Membuat krystal yakin kalau orang itu benar-benar berarti bagi Minho.

To Be Continued~

 

Jangan nilai adegan dewasanya dari sisi negatifnya ya. Aku memang udah ngerangkai cerita ini seperti ini dan adegan smutnya bukan random aku masukan n gak ada artinya di cerita. Aku memang sakali-sekali ingin ngangkat sisi intim dari sebuah hubungan . Pengen nyoba nulis cerita yang berani lagi. Waktu itu cerita full smut baru sekali aq tulis yaitu ‘Erase My Scar’ nya taelli. Sekarang terinspirasi lg bkin ff smut yg kya gini. Bukan semata mata adegan ranjang yang murahan ya. Aku juga konsen sama ceritanya. Jd buat yg ga suka ff smut, ada baiknya tidak membaca ff ini lagi karena saya ga bermaksud kasih pengaruh buruk🙂 aku juga sudah menegaskan rating umur di atas kan. Dan, terakhir aku minta komenannya. Bagi yang menikmati jalan cerita Warm and Cold ini tentunya. With love, Patty

Categories: Fanfiction | Tags: , , , , | 16 Comments

Post navigation

16 thoughts on “Warm & Cold [2/4]

  1. bellAqua Pearl

    oh minho,sebenarnya seperti apa masa lalumu????
    lanjut thor…benar2 penasaran kelanjutan kisah asmara mereka.
    ouhh aku sangat merindukan couple ini

  2. Huwahh, akhirnya menemukan juga fanfiction MinStal setelah sekian lama hahah😀 . Couple favoritku :3 .
    Fanfic MinStal udah jarang banget sekarang, authornim sering sering buat FF MinStal ya. Gamsahamnida . Suka banget sama cerita ini Minhonya tipe tipe bad boy, Krystal juga pantang menyerah banget sampe ngikutin Minho kemana mana. Penasaran banget sama lanjutannya :3

  3. Akhirnya update juga ^^
    Penasaran sama masa lalu Minho :’)
    Keep writing!

  4. trauma keduanya sama-sama bisa buat mereka jadi satu akhirnya :’)

  5. githapril

    Jadi yg minho bunuh tuh pacarnya sendiri ya ? Huh masa sih minho setega itu.. Hah makin penasaran…
    em n buat smut action nya ga nyangka autor bisa nulis segamblang dn seberani ini, salut🙂
    chemistry nya dapat, n ga trburu buru jdi nyaman bacanya… cuman 1 hal yg dsesalkan napa coba krys mesti dperkosa, 4 bejat pula *lah kecewa pembaca…
    ya udah aku tunggu slanjutnya, thx :))

  6. Aya

    Keduanya mmpunyai masa lalu yg berat kereenn aku suka karakter minstal^^

  7. Hahahaduh author untung aku bacanya malem. Kalo bacanya pas siang bolong, bisa batal puasaku. Hahaa😀 Lanjutin donk author-nim, jangan lama-lama ya updatenya. Udah kepo ini.

  8. Boleh jujur nggak nih? Hehehe
    IMO aja yah.. 😁
    Sebenernya aku ngerasa kalo… karakter ini tuh kurang cocok buat minstal..
    Aku udah baca yg pertama dan 2nd part nya dan mutusih buat ngasih komentar disini aja.. heheh..
    Dan jujur ngebaca dari part 1 sampek akhir ini pun aku mesti mikir keras.. berusaha nyambungin mimik muka dan karakter mereka yang biasanya kayak gimana jadi kayak gini. Harus berusaha bayangin mimik muka krystal yang kalem dan “kelewat” polos, harus mikir keras buat bayangin minho jadi bad boy terbuang dan dikucilkan dengan tampang bangsawan kayak gitu. Mungkin sebenernya karakter ini lebih cocok buat Jonghyun & Luna. But it’s okay lah walaupun aku ngerasa (i mean, ngerasa aja so jgn kesinggung xD) pemilihan karakternya rada crack tp udah dibanting kok sama gaya penulisan yang natural. Maksud gue, bahkan adegan NC nya pun (uhukk) gak dibuat lebay. Biasanya orang akan ngebikin ff dg adegan semacem itu tapi dg hiperbola yang gak main2. Niatnya sih biar hot. Adegan2nya suka dibikin gak wajar. Tapi malah geli dan feelnya kurang dapet. Nice try authornim.. tetep berkarya yak.. ff f(shinee) makin sepi nih😀

    • aduh gapapa atuh malah seneng ada yang beda responnya. kamu salah satu reader yang rajin kasih komentar. berharga kalo bagi aq komen kya gini. tau sih, karakternya beda dari sebelumnya. haha tapi dasar aq nya yang egois n maksa cast nya harus minstal, jadi maafin author yang berdosa ini. tetep baca part berikutnya ya, soalnya karakter asli mereka akan kelihatan n mungkin saja kamu bisa ngerti.. hehe

  9. suka banget sama karakternya minstal di ff ini
    lanjutannya jangan terlalu lama ya min wkwkw

  10. flamingfiction

    huaaa, nice nice, lucu sumpah kelakuan minho.. hihi iya ko thor, ff ini emang punya nilai cerita yg kuat, aku ngerti ko dan aku ikutin usul author untuk baca bagian awal dan akhir aja,, so aku tetep ngerti jalan ceritanya, karena scene yg itu pilihan readers.. ya kan .. lanjutan nya cepet yaaa,, i’ll lways waiting… eonni excelent job!! love you❤

  11. Hai, author, aku baru baca chapter ini dan kaget. pertanyaanku mengenai smutnya udah terjawab, ya jadi bed scene beneran. Aku sih abis gini 18 tahun, kurang sebulan lah *jujur*, jadi aku baca aja😀 Beruntung di bulan puasa ini, aku bacanya nggak pas puasa tapi pas waktu sahur seperti ini /.\
    Oke kembali ke cerita, aku suka karena disini sudah semakin jelas perasaan keduanya, sekaligus tahu masa lalu krystal. Well, satu hal yang masih bikin penasaran adalah masa lalu Minho dan aku juga masih bertanya-tanya klimaks ff ini seperti apa. aku langsung lanjut baca selanjutnya yaa, sudah penasaran soalnya😉

  12. vankaka

    jiah, ada nc toh.. ahah
    syok banget wktu baca klo krys pernah di ‘gitu’in. blm ada flashback tntang minho ya? next!!

  13. Penasaran, sebenernya itu masalalu nya minho kenapa sih? Dan juga sempet kaget pas krystal ngasih tau kalo dia sempet diperkosa makanya dia jadi kayak takut gitu ya sama orang, tapi kalo sama minho mah dia percaya hehe

  14. masa lalunya Krystal duh ;__; kaget
    dan sama seperti yang lainnya, masa lalu Minho yang sebenarnya kayak gimana? hng penasaran ah

  15. YoongNna

    Akhrnya mereka saling mempercayai satu sma lain…
    mdh2n hubngn mereka kedepannya brjalan dengan baik…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: