Warm & Cold [3/4]

kQQT2znZ

  • A story of Choi Minho and Jung Krystal
  • Based on fiction
  • Rated T
  • Smut, Romance, Slight conflict

“Apa orang yang meninggal dan yang dituduh telah kau bunuh itu adalah orang yang pernah kau cintai?” tanya Krystal. Senyum Minho memudar. Dia membuang muka. Membuat krystal yakin kalau orang itu benar-benar berarti bagi Minho.

***

Chapter 3

“Kau tidak perlu khawatir. Aku mempercayaimu. Apanya yang salah dari mencintai seseorang saat kita bahkan belum mengenal satu dengan yang lain? Itu masa lalumu dan aku tidak berhak menghakimimu, Minho. Apalagi cemburu. Aku mencintaimu. Aku hanya ingin tahu apa yang terjadi sampai membuatmu terpuruk seperti ini. Aku ingin mengetahui semua hal tentang orang yang aku cintai. Aku dengan jujurnya mengatakan tentang masa laluku. Aku ingin kau pun menceritakan masalalumu padaku. Hm?” pinta Krystal memegang kedua pipi Minho memaksanya menatapnya. Mata Minho berair melihat ketulusan Krystal.

“Kau janji tidak akan meragukanku?” tanya Minho dengan suara serak. Krystal mengangguk mantap. Minho perlahan tersenyum tipis dan mengecup bibir Krystal.

“Pakailah pakaianmu. Aku lapar. Aku tidak ingin menyia-nyiakan masakanmu.” suruh Minho sambil tersenyum hangat. Dia berdiri dan mulai memakai pakaiannya. Krystal menatapnya bingung. Mengira Minho ingin mengalihkan pembicaraan mereka.

“Kau kenapa? Tenanglah, aku akan menceritakan semuanya di meja makan. Aku lapar.” tutur Minho sambil tertawa. Membuat Krystal ikut tersenyum dan memakai pakaiannya. Dia memang lelah sehabis adegan panas mereka. Kelaminnya bahkan masih terasa aneh saat ini. Tapi dia sangat ingin mendengarkan cerita Minho. Dan lagi, dia juga lapar.

***

“Minho, ku mohon! Jemput aku sekarang. Aku tidak ingin di nikahkan dengan lelaki tua itu. Aku tidak peduli dengan Ayahku. Paling tidak Ibuku setuju dengan pemikiranku. Aku sudah mengatakan pada Ibu tentang hubungan kita. Dia mendukung apapun keputusanku.”

 

“Dasom dengarkan aku! Selama kau tidak mengatakan ‘ya’ pada pendeta, kalian tidak akan pernah menikah. Membawamu kabur bukan jalan keluar yang tepat. Kita harus memikirkan masa depan kita. Bagaimana dengan perusahaanku kalau kita pergi? Aku satu-satunya yang orangtuaku harapkan. Perusahaan ini satu-satuya peninggalan mereka.”

 

“Kau pikir hanya dengan diam kami tidak akan menikah? Minho, apa kau tidak mencintaiku? Apa kau benar-benar memilih perusahaanmu dibanding hubungan kita berdua? Kita bisa memulainya dari nol asalkan kita pergi dari Korea. Sedangkan aku, kalau aku menikahinya, semuanya tamat. Aku tidak akan mungkin bersamamu. Terserah kau saja! Aku menikahinya kalau begitu” Tangis Dasom pecah. Dia mematikan teleponnya. Make-upnya luntur di depan meja riasnya. Para pelayannya terus menatapnya khawatir dan iba.

 

“Kalian keluar, aku ingin waktu sendiri.” Perintahnya tersedu-sedu dan merekapun meninggalkan satu-satunya Putri dari Menteri Keuangan Korea Selatan ini di dalam ruang make up. Dalam beberapa menit ke depan, dia akan di jemput untuk pergi menuju ke Gereja dan melangsungkan pernikahan. Orangtua kedua belah pihak sudah menunggu disana.

 

“Dia tidak mencintaiku!” tekan Dasom kecewa, memegang dadanya. Sakit hati dengan kekasihnya yang sudah menjalin hubungan 3 tahun dengannya secara diam-diam itu.

 

Dia mengingat saat pertama kali mereka bertemu. Saat itu Minho masih memiliki kedua orangtuanya. Kekasihnya itu juga merupakan anak konglomerat. Itulah kenapa mereka bertemu di Sekolah elit yang juga ternyata di sponsori oleh kedua orangtua Minho. Choi Minho sangatlah populer di SMA itu karena dia tampan, kaya, dan juga pintar. Dia bahkan memiliki prestasi dalam berbagai cabang olahraga dan mengikuti beberapa olimpiade seperti Matematika dan Fisika. Dasom harus bersaing dengan ratusan siswi untuk mendapatkan perhatian Minho walau Minho tak juga memperhatikannya selama setahun. Tapi beruntung, saat kelas 2, dia sekelas dan duduk sebangku dengan Minho. Sejak saat itu, mereka mulai akrab sebelum akhirnya Minho menyatakan perasaannya di atap Sekolah dan mendapatkan ciuman pertama mereka.

 

Saat kelas 3, Dasomlah yang selalu ada di sampingnya saat kedua orangtua Minho harus meninggal karena kecelakaan Jet pribadi. Minho benar-benar merasa kosong dan kehilangan. Dia bahkan berulang kali mengusir Dasom dan menyuruhnya meninggalkannya. Namun, kesabaran gadis ini membuat Minho tidak ingin gadis ini meninggalkannya dan akhirnya menganggap gadis ini segala-galanya di hidupnya.

 

Saat mereka masuk kuliah di Universitas Korea, Minho sudah harus fokus untuk mengurus perusahaannya dan mempelajari bisnis. Dia jarang masuk kuliah karena dia mempunyai pelajaran privat dari asisten pribadinya di rumah mengenai hal perusahaan. Mereka mulai berjarak namun perasaan Minho sebenarnya tak pernah berkurang. Dia mencintai Dasom. Tapi dia tidak ingin mengabaikan perusahaan orangtuanya. Dia ingin fokus pada perusahaan ini agar nanti bisa membuat Dasom bangga.

 

Mereka berdua tidak menyangka jarak hubungan mereka membuat Dasom mulai di jaga ketat oleh Bodyguard yang dikirim oleh Ayahnya dan bahkan tidak di ijinkan menemui Minho lagi. Beberapa minggu kemudian dia bahkan di paksa mengikuti makan malam dengan seorang duda konglomerat berumur 40 tahun. Dia akan di jodohkan. Saat Minho mendengar kabar ini dari Dasom, Minho hanya menyuruhnya tenang. Minho hanya tidak tahu bagaimana diktatornya Ayah Dasom.

 

Itu benar saat sekarang Dasom harus menikah hanya dalam jangka waktu sebulan setelahnya. Minho terkejut dan kaget. Dia tidak ingin kehilangan kekasihnya, tentunya. Dia memang menyuruh Dasom untuk tetap tenang dan membuat Dasom meragukan perasaannya. Tapi keraguan itu hilang saat Dasom melihat seseorang dengan memakai jas hitam kini sedang menatapnya di balik cermin. Ya, itu Minho. Dasom tersenyum. Berdiri dan menyeret tubuhnya dengan baju pengantin yang berat ke dalam pelukan Minho, menangis lagi.

 

“Aku pikir kau tidak akan datang!” tangisnya. Minho tersenyum dan mengelus kepalanya.

 

“Ayo pergi, aku punya villa di Jeju. Kau pasti akan menyukainya.” Ucap Minho. Mereka pun naik ke mobil mercedez hitam Minho dan mengemudikannya dengan cepat menuju bandara Incheon untuk naik pesawat ke Jeju. Namun sayang, ternyata bodyguard Ayah Dasom mengejar mereka dengan tiga mobil sekaligus.

 

“Mi-Minho! Bagaimana ini? Tidak bisakah kau mengemudikannya lebih cepat?” Pinta Dasom dengan cemas sembari menelepon Ibunya. Minho terus menatap Mobil di belakang mereka lewat spion sambil memaki. Dia khawatir kalau mereka melaju lebih cepat dari ini, itu akan membahayakan mereka. Dan tidak mungkin dia berhenti dan menyerahkan Dasom.

 

“Ma, bodyguard Ayah mengejar kami! Aku takut! Aku takut mereka menyakiti Minho! Ma, mereka terus saja menge- Minho! Di depanmu! AH!“

 

Minho berteriak keras saat menghindari seekor anjing. Mobil mereka melaju dengan kecepatan penuh dan akhirnya menabrak pembatas jalan dan terjun bebas di jurang. Anehnya, pintu bagian kemudi Minho terbuka membuat badannya terhempas keluar serta terguling sebelum terbentur pada batang pohon membuat badannya tidak terjatuh lebih jauh. Sedangkan mobilnya terjatuh di dasar jurang dan meledak bersama kekasihnya. Semua pandangan Minho buram, dan yang dia tahu, dia mungkin telah kehilangan seseorang paling berharga di hidupnya saat itu.

 

***

 

Saat sadar di rumah sakit setelah dua minggu koma, Minho diperhadapkan dengan fakta kalau dia langsung di interogasi oleh Polisi dan di bawa ke sel tahanan. Dia dikenakan tuduhan berlapis, penculikan dan pembunuhan. Kata ‘pembunuhan’ itu sendiri membuatnya sadar kalau orang yang paling berarti di hidupnya telah tiada. Dia menangis seperti orang gila di kantor polisi. Ayah serta calon suami Dasom kemudian datang dan meneriakan segala tuduhan tak benar mereka terhadap Minho. Ibu Dasom hanya bisa menangis menatapnya. Mungkin dia satu-satunya orang yang tahu kalau sebenarnya Minho tidak bersalah. Minho hanya tertunduk dan diam. Dia menerima semuanya. Dalam hatinya, dia tahu ini kesalahannya. Dia pikir dia layak mendapatkan hukuman ini. Dasom telah tiada.

 

Kasus ini di liput oleh media cetak serta visual dan ditayangkan di seluruh pelosok Korea. Seluruh warga korea mengenal wajah Minho setelah kejadian itu. Sepertinya Ayah Dasom sangat ingin Minho terpuruk sampai kedasarnya hingga dia merancang semua cerita untuk menjatuhkan Minho. Usut punya usut, berdasarkan penjelasan pengacaranya, ternyata alasan utama kenapa Ayah Dasom begitu membenci Minho adalah karena perusahaan orangtua Minho yang sukses telah membuat bangkrut perusahaan Menteri Keuangan itu. Karena banyak kolega perusahaannya lebih memilih bekerja sama dengan perusahaan orangtua Minho.

 

Setelah proses lebih lanjut, pengacara Minho membujuknya untuk pembelaan diri. Tapi, Minho meyakinkannya untuk menyerah dan ingin menerima semua hukuman ini. Pengacara keluarganya pasrah. Bahkan penyidik pun bingung dengan Minho yang ingin di hukum sesuai tuduhan itu.

 

“Pengacara Kim, apapun yang terjadi, tolong jaga perusahaan. Jualah perusahaanku kepada orang yang baik. Dan ceritakan padanya tentang orangtuaku. Tolong minta dia untuk menjaga perusahaan itu dengan baik. Aku tidak akan mengambilnya kembali. Dan bilang kalau Choi Minho tidak ada hubungannya dengan perusahaan itu lagi. Saat aku bebas nanti, aku hanya ingin mendengar kalau perusahaan itu menjadi semakin sukses dari sekarang. Hanya satu, jangan mengganti nama perusahaanya. Tetap gunakan Freedom company.”

 

Mata pengacara Minho yang bernama Kim Bum Soo ini berkaca-kaca melihat dewasanya sikap anak dari Tuan Choi yang selalu dia hormati itu. Dia tidak tahu harus berkata apa untuk menghiburnya. Dia tahu, Minho sedang hancur saat ini. Minho bisa membebaskan diri sebenarnya karena secara fakta yang tidak pernah di beberkan oleh pihak korban, itu adalah kecelakaan. Minho bisa dengan mudah membuktikannya. Tapi, dia tidak bisa berkata apapun. Karena dia tau, Minho sangat mencintai Dasom. Pengacara Kim hanya bisa menepuk pundak Minho dan mengangguk. Namun dia berjanji pada dirinya sendiri, apapun akan dia lakukan untuk memotong masa tahanan anak malang ini. Sudah ditinggalkan kedua orang tuanya, sekarang kekasihnya pun meninggalkannya.

 

“Kau sekarang ku bebas tugaskan. Kau bisa menjadi pengacara keluarga lain setelah ini. Jangan terikat dengan keluargaku. Aku bosan selalu melihatmu. Haha.” Celetuknya khas. Orang ini bahkan masih bisa bercanda.

 

“Choi Minho, kau sudah dewasa.” Ucap Pengacara Kim terharu. Minho tersenyum namun kini menangis.

 

“Kau bisa membayar denda kejahatanku dengan uang pribadiku. Jangan mengotori uang perusahaan untuk membayar perbuatanku. Dan semua aset keluarga, kau boleh memilikinya Pengacara Kim. Atau kalau kau tidak menginginkannya, jual saja semuanya.” Minho tertawa dalam tangisannya. Pengacara Kim menangis dan mengangguk.

 

***

5 Tahun kemudian

 

“Kau bebas, Minho!” pengacara Kim memeluknya. Minho menangis dalam pelukannya. Pengacara Kim adalah satu-satunya orang yang mempercayainya di dunia ini.

 

Dia bebas. Akhirnya. Lima tahun terasa sangat lama untuk Minho. Cukup untuk membuatnya terpuruk dengan perlakuan kasar para Polisi yang mungkin sengaja atas suruhan orangtua mantan kekasihnya. Walaupun Minho bingung kenapa dia bebas tiga tahun lebih awal, dia tahu ini pasti bantuan pengacaranya. Dalam penjara, Minho belajar untuk menerima semuanya, dan perlahan dia sudah bisa melupakan Dasom. Dia menerima takdir yang diberikan Tuhan dan berharap suatu saat orangtua Dasom juga bisa memaafkannya.

 

Namun, saat dia keluar penjara, ratusan wartawan menyerbunya dengan segudang tuduhan dan pertanyaan. Pengacara Minho yang membelanya. Mengatakan dia selalu bersikap baik dan seterusnya. Berita kebebasan Minho kembali di tayangkan di televisi membuat semua orang yang mungkin saja sudah melupakan wajahnya, kembali mengingat lagi kasus ‘pembunuhan’ lima tahun silam itu. Minho pikir kehidupannya akan membaik setelah ini, tetapi ternyata tidak. Publik menghakiminya. Semua orang membalikkan badan mereka darinya. Tak ada yang mau menerimanya. Dia berusaha mencari tempat tinggal tapi tak ada yang mau seorang Choi Minho tinggal di tempat mereka. Korea sangat kental dengan budaya mereka, tapi, mereka juga sangat kompak dalam membully dan menjauhi orang yang mereka anggap pantas di jauhi mau orang itu salah ataupun tidak.

 

Selama beberapa hari Minho tinggal di hotel sebelum akhirnya Pengacara Kim menghubunginya dan menawarkan Apartemen kenalannya. Menurutnya pemilik gedung apartemen itu tidak membeda-bedakan siapapun. Dan benar, Minho boleh tinggal di Apartemen mewah itu. Bayangkan saja setiap lantai hanya ada dua unit apartemen. Tentu setiap unit apartemen itu sangat besar untuk satu orang.

 

Pengacara Kim juga mengembalikan seluruh aset keluarga Minho yang sudah dia jual dan selalu dia simpan lewat buku tabungan dan juga kartu kreditnya. Dia sengaja menyimpannya untuk Minho saat dia bebas. Karena dia tahu, kehidupan akan sulit untuk Minho sesaat setelah dia menghirup udara luar. Minho juga lega mendengar dari pengacara Kim bahwa Freedom Company ternyata sudah begitu maju di tangan orang lain. Setelah itu, Minho benar-benar menyuruh pengacaranya untuk meninggalkannya karena dia sudah terlalu berjasa dihidupnya. Dia ingin mandiri.

 

Minho tidak menyangka kalau hidup mandiri seperti keinginannya akan membuatnya segila dan sedepresi ini, tak ada yang menginginkannya di manapun. Bukan hanya perusahaan, kerja sampingan pun tidak diterima. Tak ada yang mau berhubungan dengan narapidana sepertinya. Bahkan tak jarang orang menatapnya sambil berbisik. Hal ini yang membuat Minho geram dan lelah dengan semuanya. Dia tidak kekurangan uang memang, tapi hal itu adalah saat dimana titik balik terjadi dalam kehidupannya. Dia menjadi hancur dan tak karuan. Dia membenci semua orang. Kehangatan seorang Choi Minho hilang.

***

Makanan bahkan tidak disentuh lagi oleh mereka berdua. Steak nya telah benar-benar dingin. Supnya tak hangat lagi. Mereka hanya saling berhadapan dengan tangan Krystal meraih dan mengelus tangan Minho dengan jemarinya. Berusaha memberikan dukungan moral kepada lelaki ini.

Mendengar Minho menceritakan semuanya tanpa melewatkan sedikitpun, Krystal ikut merasakan sakit yang Minho rasakan. Dia menangis melihat Minho yang menangis menceritakan semuanya. Krystal akhirnya sadar kalau Minho ternyata hanyalah pria biasa yang juga lemah dan bisa menangis. Minho ternyata menyimpan semuanya dalam hatinya sampai itu terasa sangat sakit saat dikeluarkan. Bagaimana bisa orang-orang menghakiminya seperti itu? Kalau saja dia berada di Korea lebih awal, mungkin dia bisa membela Minho dan memberi dukungan padanya sebagai orang asing sekalipun. Krystal bangkit dari tempat duduknya dan berjalan menuju Minho yang kini tertunduk menangis, menatap makanannya yang hampir tidak tersentuh. Krystal meraih kepala Minho dan membawanya ke dalam pelukannya. Membiarkan Minho menangis sepuasnya. Minho kemudian melingkarkan pelukannya di pinggang Krystal dan menangis terisak, mencurahkan semua sakit hatinya selama ini.

“Menangislah Minho. Asal setelah ini aku tidak mau melihatmu menangis lagi. Kau tidak pantas mendapatkan perlakuan seperti ini.” Ucap Krystal, mengelus rambutnya dengan pelan. Membiarkan laki-laki yang kini sangat dicintainya ini menangis sepuasnya. Krystal tersenyum, karena setelah Minho menceritakan semuanya, dia tahu mereka sudah ditakdirkan bersama.

“Aku tidak akan pernah meninggalkanmu.”

***

“Kau benar-benar tidak mau aku antar sampai ke dalam kampus? Apa kau malu karena kau berpacaran dengan mantan kriminal?” tanya Minho sedikit sinis. Mereka sekarang berada di dalam mobil Minho, tepat di depan pintu gerbang kampus. Ya, Minho akhirnya memutuskan untuk membeli kendaraan pribadi setelah di bujuk oleh pacarnya untuk hidup normal dan mengacuhkan orang lain yang membicarakannya. Dia juga merasa kasihan melihat pacarnya yang setiap hari harus naik kendaraan umum ke kampus walau Krystal mengaku dia kaya. Alasan Krystal hanya satu, dia tidak bisa mengemudikan mobil dan tidak ingin merepotkan karyawan Ayahnya yang ada di Korea.

Krystal menggeleng dan mendorong kepala Minho dengan telunjuknya.

“Hentikan pikiran negatifmu itu, Tuan Choi. Aku ingin turun di sini karena kau lihat tiga gadis disana, Luna, Sulli, dan Jiyoung. Aku ingin berjalan bersama mereka. Mereka sudah menungguku dan aku tidak ingin mereka melihat dan jatuh hati pada pacarku yang tampan dan kaya ini. ” Ucap Krystal menunjuk tiga gadis di pintu gerbang yang terlihat sibuk dengan gadget mereka masing-masing dan sesekali bergosip. Tentunya, terlihat seperti sedang menunggu seseorang sekaligus menebar pesona. Minho tersenyum. Dia senang Krystal akhirnya mempunyai teman. Walaupun memang hanya tiga orang saja dari ribuan mahasiswa di Universitas Sunkyunkwan ini, tapi paling tidak dia bisa memiliki teman yang dia percayai.

“Aku memang tampan. Tapi soal kaya, aku akan segera menjadi miskin kalau kau terus menghabiskan uangku dan menggerogotiku seperti ini. Kau tahu kan aku pengangguran, Nyonya? Jadi berhentilah meminta pacarmu yang malang ini mentraktirmu di restoran mahal. Bayangkan berapa banyak uang yang aku tarik hanya untuk membeli mobil ini. Hartaku akan habis.” Canda Minho pada pacarnya dengan tawa kecil, atau bisa dibilang tawa yang sedang meledek diri sendiri.

Minho tidak percaya mereka bisa bertahan sampai sejauh ini. Awalnya, Minho berpikir mungkin saja dia hanya peduli pada Krystal karena dia satu-satunya orang yang mempercayainya. Dia pernah berpikir cepat atau lambat dia akan sadar kalau dia tidak mencintai wanita ini, karena hubungan mereka berkembang begitu cepat bak dongeng. Tapi, seiring berjalannya waktu, Minho sadar kalau cinta yang begitu cepat muncul di antara mereka ini adalah cinta yang sangat kuat dan benar-benar tidak bisa goyah. Dia mungkin akan mati semenitpun tidak melihat senyum kekasihnya itu. Dia bahkan sangat kacau saat mereka bertengkar dan Krystal tidak mau menemuinya selama sehari. Dadanya sesak tanpa Krystal di sisinya. Apa jadinya Minho kalau suatu hari Krystal sadar kalau dia pria yang tak memiliki masa depan dan akhirnya meninggalkannya? Minho tidak berani membayangkannya.

Krystal tersenyum dan meraih tangan Minho. Mengelusnya lembut sebelum menatap matanya dalam.

“Tidak perlu mencari pekerjaan. Kau akan mendapatkan kembali perusahaanmu suatu saat nanti. Aku punya feeling kuat. Choi Minho, otakmu terlalu pintar untuk di anggurkan. Aku bahkan selalu kagum setiap kali kau mengerjakan tugas kuliahku.” Puji Krystal membuat Minho menatap wajah cantik pacarnya itu dalam diam. Mengelus pipinya dengan lembut. Krystal begitu mempercayainya. Apa yang harus dia lakukan untuk membuat gadis ini bangga memiliki kekasih sepertinya? Sampai sekarang belum ada perusahaan yang mau menerimanya. Dan Freedom Company, dia tidak mau menginjakkan kaki kotornya di perusahaan yang sudah sukses itu. Mendengar nama perusahaan itu mendunia saja sudah cukup baginya.

Krystal memecah lamunan Minho dengan mengecup pipinya singkat dan kembali bersandar di kursi, merapikan rambutnya di depan cermin mininya kemudian menambahkan sedikit liploss di bibirnya. Minho mengalihkan pikirannya dan akhirnya tersenyum melihat tingkah pacarnya yang manis ini.

“Oh iya, tanpa aku pamerpun, hampir semua orang sudah tahu kalau aku pacaran dengan mantan narapidana. Son Naeun itu, si kasir cerewet itu ternyata kuliah disini dan dia menyebarkan gosip yang aneh-aneh. Bilang aku sudah berhubungan intim denganmu lah, tinggal denganmu lah, selalu memakai pakaianmu. Well, hampir semua benar sih, haha. Kecuali satu, dia bilang kau miskin dan hanya memakai uangku. Ingin sekali aku mencakar wajah palsunya itu.” Lapor krystal risih. Minho menatapnya khawatir. Dia sudah menyangka Naeun itu tidak menyukai Krystal sejak awal dia memasang muka risih saat Krystal membelanya di swalayan. Sejak mereka berpacaran pun, Naeun selalu menggumamkan kata ‘gadis bodoh’ setiap dia melihat mereka berdua membeli sesuatu di swalayan itu sambil berpegangan tangan. Apalagi kalau hanya Krystal yang pergi belanja, Naeun akan memainkan lidah tajamnya dan mengatainya ‘pelacur’. Kalau bukan karena Krystal yang menahan Minho dan menenangkannya, Minho sudah lama melabrak dan menampar Naeun itu.

“Apa mereka menyakitimu? Menindasmu?” tanya Minho cemas, memegang kedua pipinya. Takut kalau orang-orang membully pacarnya sama seperti yang pernah di ceritakan Krystal tentang masa-lalunya. Krystal tersenyum memegang tangan Minho yang menempel di kedua pipinya dan menggeleng manja.

“Mana berani mereka. Aku cantik dan kaya. Ketiga sahabatku juga orang paling populer di kampus ini. Sulli juga artis terkenal. Orang tuaku salah satu donatur di kampus ini. Bahkan pacarku, dia orang paling terkenal di seluruh korea. Menurutmu?” papar Krystal dengan bangganya. Minho tertawa dan mengacak rambut pacarnya yang sangat menggemaskan ini.

“Sombong sekali gadis ini. Sepertinya semenjak kau berpacaran dengan mantan kriminal, kau mulai terpengaruh sikap buruknya.” sindir Minho, mencubit hidungnya.

“Tidak juga, Pak. Sombong itu perlu asalkan yang kita sombongkan memang benar dan bertujuan untuk membuat orang yang merendahkanmu mengunci mulut mereka. Apalagi kalau menyombongkan kekasih yang tampan, pintar dan terkenal di seluruh korea. Wajar.” Gumam Krystal. Minho tertawa. Pacarnya sangatlah jenius dalam merangkai kata-kata untuk membuatnya tidak merasa bersalah. Kepribadian Krystal sudah sangat familiar untuk Minho. Minho menyadari kalau pacarnya juga punya sisi dewasa dan bahkan kadang bisa sangat menakutkan kalau sedang marah.

“Pergilah, nanti temanmu mengeluh.” Suruh Minho sebelum mengecup bibirnya singkat dan melihat pacarnya keluar mobil dengan senyuman, berlari memeluk tiga sahabatnya itu. Minho membuang nafas lega.

“Aku mencintaimu, Krystal. Jangan pernah meninggalkanku.” Gumamnya sebelum akhirnya melesat dari tempat itu dan mulai melakukan kegiatan rutinnya. Mencari pekerjaan.

To Be Continued~

Silahkan komennya. mudah-mudahan kalian semakin mengerti and tertarik sama cerita ini. next chapter adalah chapter final nya. ada slight smut nya juga seperti di chapter 2 jadi mudah-mudahan kalian siap mental sebelum baca. thank you guys. with Love, Patty

Categories: Fanfiction | Tags: , , , , | 19 Comments

Post navigation

19 thoughts on “Warm & Cold [3/4]

  1. Hallo author???? Gomawo sudah dilanjut chapternya. Bagiku chapter ini yg paling menyedihkan. Setiap kalimat mengandung kepedihan. Semangat buat next chapternya ya author. Gomawo.🙂

  2. Yahooo .
    Minho kamu baik sekali nak 😂

  3. Waaahhh akhirnya dilanjut juga
    klo kata aku ini chapter yang singkat konfliknya juga kurang greget..
    ditunggu chapter selanjutnya yaaaaa

  4. Akhirnya di update juga ff ini :3 . Masa lalu minho nyesek banget, aku sampe nangis masa😥 . Kasian Minho😦

  5. aigoo, minstalnya buat iri setelah jadi pasangan><

  6. DAEBAKKKK !!!!!
    ff buatanmu selalu keren!!! meski singkat, tapi mudah dipahami dan tidak maksa..
    aku suka alurnya!! apalagi cast nya! hahaha

  7. Well, bagaimanapun aku sadari aku senyum-senyum baca chapter ini.
    Pertama, masa lalu Minho terungkap.
    Kedua, Minho bukan benar-benar pembunuh seolah-olah di reality crime scene*abaikan ini, karena aku lagi tergila-gila sama acara itu*😀 ah ya, aku minta maaf aku kurang kerasa feelnya untuk flashback itu, nggak tahu kenapa ya mungkin karena alurnya sedikit kecepetan, untuk saran mungkin harusnya flashback itu dijelaskan dengan alur yang cukup tepat biar ngena feelnya😀
    Ketiga, hubungan Minho-Krystal ada fluffynya. Karena aku sejujurnya sangat suka dengan ff fluff ya adegan ending itu favoritku.
    Next chapternya ending ya? Oke well, aku tunggu kelanjutannya, keep writing~

  8. flamingfiction

    WHOAAA…. dalem, dalem banget,,, kenapa minho bisa semenakjubkan itu,, dan krystal uhuhu dia bener2 tulus dan percaya.. gimanaa ya? apa minho bisa bngkit dan sukses lagi? penasaran… Daebak eonni!! FF ini banyaak pelajaran yg tersirat.. dan aku suka cirikhas joke2 yg selalu nyempil, kaya cokocip~bikin manis cerita.. ga sabar sma lanjutannya, pinginnya FF ini jadi long chapter, tpi klo emng saatnya end di part 4 juga gapapa.. palingan nnti aku nagih sequel.. hahaha, love you so much thor, update soon ^^

  9. flamingfiction

    WHOAAA…. dalem, dalem banget,,, kenapa minho bisa semenakjubkan itu,, dan krystal uhuhu dia bener2 tulus dan percaya.. gimanaa ya? apa minho bisa bngkit dan sukses lagi? penasaran… Daebak eonni!! FF ini banyaak pelajaran yg tersirat.. dan aku suka cirikhas joke2 yg selalu nyempil, kaya cokocip~bikin manis cerita.. ga sabar sma lanjutannya, pinginnya FF ini jadi long chapter, tpi klo emng saatnya end di part 4 juga gapapa.. palingan nnti aku nagih sequel.. hahaha, love you so much thor <3, update soon ^^

  10. bellAqua Pearl

    minho yang malang…
    tp sekarang kau talah mendapatkan kebahagiaan mu lagi…
    lanjutinnya jangan lama2 y authornim…

  11. githapril

    Oh jdi bgitu ya masa lalunya minho.. Miris amat yak.. kesian minhonya jdi pengen peyuk hehe eh tpi aku rada ga srek ama cewenya yg Dasom itu mngkin krna baru kali ini aku baca pairing dy dpasangin ama minho mngkax ga dpt feelnya…
    Tpi kseluruhan aku suka kisahnya palagi bgian fluffnya minstal itu, duh bkin meleleh..thx u ya hehe
    Next ya aku tnggu endingnya mereka, ok :))

  12. RMD

    Aaah… Miris banget idup mu Choi :”

    Maaf ya Thor nggk sempat komen di part 2 tapi setelah ini komen deh janji hehe.. Nextnya part terakhir kan? Kok aku ngrasa ini tuh baru awal, masih banyak konflik-konflik yang harus diselesaikan. Kalo bisa sih author buat part 4a 4b gitu hehe.. hanya saran.

    Maaf Thor nggk bisa komen panjang-panjang •_•v aku bukan ahli readers yang bisa menilai secara EYD typo dll. Nextnya ditunggu banget lho Thor^^

  13. rahmani

    keren n good job

  14. Kak Patty~ bagus . Krystal cerewweeet sekali😉 lucunya . Minho luar biasa cool-nya . Oh My MinStal . Ngebayangin mereka pacaran bneran hehehe . Lanjutkannnn~

  15. vankaka

    minstal makin manis aja ^^
    itu krys jadi tukang pamer deh, ngenes juga sih klo jd minho

  16. Yeayyyy akhirnya minho udah gak terpuruk lagi sama masa lalu nya karena sekarang udah ada krystal yg selalu percaya dan cinta sama dia duhhh kenapa senyum2 gini ya bacanya hehe

  17. oalaah, jadi gitu toh masa lalunya Minho. kasihan sekali dia ;;
    btw aku senyum-senyum sendiri baca adegan MinStal di mobil. full fluffy ><

  18. YoongNna

    Tuuuhh kn sbnrnya minho tuuu gk jhat cuma krna keadaan yg dy merasa brsalh ats kemtian dasom jd dy mw ja dpnjara…
    kshan bgt nsibnya udh dtnggl kedua orangtuanya dn kekasihnya jg…
    untung skrg krystal sdik2 udh ngrubahbhidup minho…
    mdh2n nnti kebuka klau minho tdk brsalh dn mreka hdup bhgia

  19. yoonjunghae11

    Akhirnya pacaran juga 😂😂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

Blog at WordPress.com.

%d bloggers like this: